ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Juli Astika, 2026 Upaya Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Siswa Kelas I Di SDN 2 Menteng Palangka Raya. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palngka Raya (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Lamri S.Pd.,M.Pd.H. Pembimbing II Niwayan Sukraini S.Pd.,M.Pd Penelitian ini di latar belakangi oleh masih ditemukannya siswa kelas I yang mengalami kesulitan membaca di SDN 2 Menteng Palangka Raya. Kemampuan membaca merupakan keterampilan dasar yang harus dikuasai siswa pada jenjang sekolah dasar karena menjadi fondasi dalam mengikuti proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan upaya guru untuk membantu siswa mengatasi kesulitan membaca yang dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan upaya guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas I di SDN 2 Menteng Palangka Raya, dan (2) mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas I di SDN 2 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sehingga teori yang digunakan yaitu teori Konstruktivisme dan teori Motivasi Belajar. Hasil Penelitian mengungkapkan bahwa cara guru untuk mengatasi masalah membaca pada siswa kelas I dilakukan dengan berbagai metode pengajaran, pemanfaatan alat bantu pembelajaran seperti kartu huruf dan gambar, memberikan bimbingan individu, pendampingan setelah jam sekolah, memberikan dorongan untuk belajar, serta bekerja sama dengan orang tua untuk melatih keterampilan membaca siswa di rumah. Usaha ini berkontribusi dalam peningkatan kemampuan membaca siswa secara bertahap. Sementara itu, tantangan yang dihadapi guru termasuk perbedaan dalam kemampuan membaca siswa, rendahnya minat dan motivasi belajar di kalangan beberapa siswa, keterbatasan waktu untuk pembelajaran, serta kurang aktifnya dukungan dari orang tua di rumah. Namun demikian, guru terus berusaha mengatasi tantangan tersebut dengan menerapkan berbagai strategi belajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anastasya, Siska, 2025, Efektivitas Penanganan Kesulitan Membaca Pada Siswa di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dosen Pembimbing I: Dr. Suryanto, S.Pd.,M.Pd Dan Dosen Pembimbing II: Santang, S,Pd.,M.Hum Kesulitan membaca merupakan salah satu permasalahan fundamental dalam pendidikan dasar yang dapat berdampak signifikan terhadap prestasi belajar siswa secara keseluruhan. Mengingat pentingnya kemampuan membaca sebagai landasan pembelajaran, identifikasi dan penanganan yang efektif menjadi krusial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang efektivitas penanganan kesulitan membaca pada siswa di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan efektivitas penanganan kesulitan membaca yang dilakukan oleh guru pada siswa di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya (2) untuk mengidentifikasi Faktor-Faktor yang menyebabkan kesulitan membaca pada siswa di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya (3) Untuk menganalisis upaya penanganan kesulitan membaca pada siswa di SDN 1 Menteng kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini dilaksanakan di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya pada 13 Juni sampai 13 Juli 2025. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, dalam penelitian ini peneliti memperoleh infroman yaitu wali kelas 1 sampai 5, siswa kelas V, dan orang tua siswa. Pada penelitian ini data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman (1994) yaitu: reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan kesulitan membaca di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya telah dilakukan melalui beberapa strategi, meliputi (1) bimbingan individual, penggunaan metode membaca yang bervariasi, serta dukungan dari guru dan orang tua. Meskipun demikian, efektivitas penanganan ini bervariasi antar siswa, tergantung pada tingkat kesulitan, konsistensi intervensi, dan faktor pendukung lainnya. (2) Faktor penyebab kesulitan membaca pada siswa kurangnya keinginan untuk belajar, minimnya motivasi dan inisiatif untuk berlatih membaca di luar jam pelajaran, perhatian serta bimbingan orang tua dalam membimbing anak-anak mereka belajar membaca di luar jam sekolah masih sangat terbatas. Hal ini mengakibatkan siswa tidak mendapatkan penguatan yang cukup di lingkungan rumah untuk mengembangkan kemampuan membaca mereka. (3) Upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi kesulitan membaca dengan menyesuaikan materi bacaan dengan tingkat kemampuan siswa. Memilih buku yang sesuai dengan level membaca siswa, siswa didorong untuk membaca buku bersama-sama, menciptakan lingkungan belajar yang suportif. untuk membangun kepercayaan diri dan kelancaran siswa, siswa diminta membaca buku dengan suara keras menggunakan mikrofon di depan kelas secara bergantian
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Susilawati, Sri, 2025. Analisis Kesulitan Membaca Permulaan pada peserta didik kelas III SDN 1 Langkai Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dosen Pembimbing I: Mitro, S.Pd.,M.Si dan Dosen Pembimbing II: Santang, S.Pd.,M.Hum Skripsi ini mengkaji tentang Analisis Kesulitan Membaca Permulaan Pada Peserta didik kelas III SDN 1 Langkai Palangka Raya. Kesulitan membaca permulaan merujuk pada kondisi dimana seorang anak kesulitan mengenali huruf, mengeja kata atau memahami teks secara keseluruhan pada tahap awal pembelajaran membaca. Peserta didik mengalami kesulitan dalam membaca permulaan merujuk pada kondisi dimana seorang anak kesulitan mengenali huruf, mengeja kata, memahami isi teks secara keseluruhan. Ini bisa karena bebarapa faktor yaitu faktor internal gangguan pada perkembangan bahasa atau masalah perhatian dan faktor eksternal seperti lingkungan dan metode pengajaran. Berdasarkan alasan tersebut, tema ini sangat penting untuk diteliti. Masalah ini perlu dikaji lebih lanjut dengan rumusan masalah yaitu (1) bagaimana kesulitan membaca permulaan pada peserta didik kelas III SDN 1 Langkai Palangka Raya dan (2) faktor apa saja yang menyebabkan kesulitan membaca pada peserta didik kelas III SDN 1 Langkai Palangka Raya. Dengan menggunakan satu jenis teori untuk menganalisis rumusan masalah tersebut yaitu teori perkembangan bahasa. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Sumber data dari data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan analisis data yakni pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya disajikan dalam laporan penelitian berupa skripsi. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini, ditemukan bahwa (1) Kesulitan membaca permulaan pada peserta didik kelas III SDN 1 Langkai ditemui pada kesulitan mengenali huruf,, kesulitan menghubungkan bunyi dengan huruf, peserta didik sering kesulitan dalam mengucapkan kata yang memiliki kombinasi huruf serta kalimat panjang (2). Faktor yang mempengaruhi peserta didik kelas III kesulitan membaca permulaan yaitu faktor internal gangguan pada perkembangan bahasa atau masalah perhatian dan faktor eksternal seperti metode pengajaran yang kurang tepat dan lingkungan yang tidak mendukung, Siswa kesulitan membaca karena berbagai alasan, termasuk kurangnya perhatian guru, kurangnya konsentrasi siswa dalam belajar, kurangnya motivasi dan kurangnya minat siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sindi Erpany. 2020. Tri Aspiyana, M. Pd., Santang, S. Pd., M. Hum. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Penerapan Metode Permainan Menyusun Kata Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Peserta Didik Kelas IV SDN 1 Menteng Palangka Raya. Skripsi ini dilatar belakangi dengan minimnya literasi di Indonesia, dari 70 Negara Indonesia menduduki posisi ke-63 dalam literasi menurut Survey Program For International Students Assessment (PISA) yang dirilis oleh Organization For Economic Co-operation and Development (OECD) pada Tahun 2019 Negara Indonesia menempati diantara sepuluh Negara dengan tingkat literasi terendah. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode permainan menyusun kata pada mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan membaca peserta didik kelas IV SDN 1 Menteng Palangka raya. Berdasarkan hasil observasi, ditemukan bahwa siswa dikelas IV SDN 1 Menteng masih banyak yang mengalami kesulitan dalam membaca. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan desain quasi eksperimen Dengan rancangan one group Pretest-Posttest. Jumlah sampel pada penelitian adalah 10 siswa yang diambil menggunakan Teknik random sampling yang berasal dari populasi kelas IV B. Teknik pengumpulan data menggunakan 3 macam yaitu observasi, tes kemampuan membaca, serta dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan Uji Normalitas dan Uji Hipotesis yang dibagi dua yaitu Uji Wilcoxon signed rank dan Uji N-gain (Gain score). Hasil Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan bahwa ada perbedaan nilai prestest dan posttest dengan nilai Asymp. Sig (2tailend) sebesar 0.024, sedangkan nilai uji N-Gain, yaitu nilai rata-rata n-gain, sebesar 0.2679. Nilai rata-rata menunjukkan bahwa nilai N-Gain berada dalam rentang 0,00 hingga 0.30, yang menunjukkan bahwa metode penerapan permainan menyusun kata memiliki interpretasi yang kurang. Hasilnya menunjukkan bahwa pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV SDN 1 Menteng Palangka Raya dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan membaca mereka.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penggunaan media dalam pembelajaran sangat berpengaruh tehadap berhasilnya suatu pembelajaran. Dengan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan minat dan keinginan yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap pembelajar. Media gambar pada dasarnya membantu mendorong para siswa dan dapat membangkitkan minatnya pada proses pembelajaran. Kemampuan membaca merupakan salah satu keterampilan kunci yang harus dikuasi oleh setiap siswa, terutam di tingkat pendidkan sekolah dasar yang kelas rendah. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah Bagaimanakah Penggunaan Media Pembelajaran Kartu Gambar Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas II SDN 9 Palangka Raya Tahun Ajaran 2024? Bagaimana Efektifitas Penggunaan Media Pembelajaran Kartu Gambar Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas II SDN 9 Palangka Raya Tahun Ajaran 2024. Penelitian ini dilaksanakan dikelas II B SDN 9 Palangka yang berjumlah 13 siswa bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa melalui penerapan media kartu gambar. teknik untuk menganalisis data dakam penelitian ini dengan menggunakan presentase Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus yang melibatkan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada pra-siklus, kemampuan membaca siswa masih rendah dengan rata-rata nilai 60 dan hanya sedikit siswa yang mencapai ketuntasan belajar. Setelah menerapkan media kartu gambar pada siklus I, terjadi peningkatan nilai rata-rata menjadi 70 dengan sebagian besar siswa mencapai ketuntasan belajar. Pada siklus II, nilai rata-rata meningkat signifikan menjadi 81, menunjukkan bahwa hampir seluruh siswa mencapai ketuntasan belajar. Penggunaan media kartu gambar terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa. Media ini mampu membuat pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menyenangkan, sehingga siswa lebih termotivasi dan aktif dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media kartu gambar dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 87% pada siklus II. Kata Kunci: kemampuan membaca, media kartu gambar, pembelajaran interaktif, penelitian tindakan kelas
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SURIANTIE, 2024, PERAN GURU DAN ORANG TUA DALAM MENGATAS KESULITAN BELAJAR MEMBACA SISWA KELAS III SDN 1 KERENG BENGKIRAI DOSEN PEMBIMBING I SERLIS RUSANDI, S.Pd., M.Pd DAN DOSEN PEMBIMBING II MEGAWATI, S.Pi., M.Pd.H Guru dan orang tua memiliki peranan penting dalam proses pendidikan anak, baik itu dalam hal memberikan pelajaran maupun dalam hal mengatasi permasalahan terkait pembelajaran tersebut. Berdasarkan observasi di SDN 1 Kereng Bangkirai diketahui dari 35 siswa setidaknya terdapat 6 orang siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca, hal tersebut tentunya menjadi tanggung jawab guru dan orang tua untuk mengatasinya. Berdasarkan hal tersbut maka penelitian ini bertujuan untuk, 1) Menganalisis peran guru dan orang tua dalam mengatasi kesulitan belajar membaca siswa kelas III SDN 1 Kereng Bangkirai, 2) Mengindentifikasi strategi yang akan digunakan, untuk mengatasi kesulitan belajar membaca pada siswa kelas III SDN 1 Kereng Bangkirai, 3) mengindentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam mengatasi kesulitan belajar membaca pada siswa kelas III SDN 1 Kereng Bangkirai. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif, subjek penelitian ini adalah 1 orang guru yang mengajar kelas tiga, 1 orang kepala sekolah dan 3 orang tua siswa kelas tiga yang mengalami kesulitan belajar, teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan dokumentasi, Teknik analisis data dilakukan dengan empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, 1) Peran guru dalam mengatasi kesulitan membaca adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang tepat, melakukan koordinasi dengan orang tua, memberikan pendampingan dan mengawasi perkembangan anak. Sedangkan peran oang tua dalam mengatasi kesulitan membaca adalah melakukan pengawasan terhadap anak, dan menyediakan sarana dan prasarana belajar membaca. 2) Strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca adalah dengan, menerapkan pembelajaran aktif, memberikan pendampingan pada saat dikelas, memberikan tugas membaca tambahan, dan melakukan kerjasama dengan orang tua siswa untuk mengatasi kesulitan membaca siswa. Sedangkan peran orang tua dalam mengatasi kesulitan membaca adalah dengan melakukan pengawasan pada anak pada saat belajar, meminta anak untuk banyak membaca, mengurangi waktu bermain, dan memanggil guru privat untuk les membaca. 3) Faktor pendukung dalam mengatasi kesulitan membaca dari guru adalah adanya sarana dan prasaran pembelajaan yang memadai dan model pembelajaran aktif yang digunakan. Sedangkan faktor penghambat adalah waktu yang terbatas sehingga pengelolaan pembelajaran terkesan sedikit tergesa-gesa. Faktor pendukung dalam mengatasi kesulitan membaca dari orang tua adalah adanya koorduinsi dengan pihak sekolah, adanya keluarga yang dapat membantu, adanya guru les dan adanya buku-buku bacaan.Sedangkan faktor penghambat adalah keterbatas waktu dalam mendidik anak, biaya, dan keadaan anak yang masih sangat suka bermain. Kata Kunci: Peran, Guru,Orang Tua,Kesulitan,Membaca
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan membaca sangat penting bagi siswa sekolah dasar (SD) karena dengan membaca kita dapat mengetahui informasi-informasi dan meningkatkan pengetahuan. Kemampuan membaca menjadi salah satu kunci keberhasilan atau kemajuan bagi siswa karena memudahkan siswa dalam mencari informasi dari berbagai sumber tertulis. Pada penelitian ini saat dilakukannya observasi awal, peneliti menemukan bahwa masih terdapat siswa yang belum bisa membaca di kelas I SDN 1 Basarang Jaya. Untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa maka, peneliti menerapkan media kartu huruf pada pembelajaran di kelas I SD. Media pembelajaran kartu huruf merupakan media yang mengenalkan huruf atau simbol-simbol yang bermanfaat untuk memudahkan siswa membaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan yang terjadi pada kemampuan membaca siswa kelas I SD dengan bantuan media kartu huruf. Penelitian yang digunakan ialah penelitian tindakan kelas (PTK) pada penelitian ini terdiri dari 2 siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan data observasi dan tes membaca. Dengan seluruh jumlah siswa kelas I berjumlah 6 siswa. Data yang diperoleh memperlihatkan jika adanya peningkatan pada kemampuan membaca siswa. Peningkatan pada pratindakan ke siklus 1 mengalami peningkatan. Pada pratindakan yang telah dilaksanakan diperoleh nilai rata-rata 60 dengan persentase ketuntasan 33,33 % dan pada siklus 1 nilai rata-rata 68,33 dengan persentase ketuntasan 33,33 %. Peningkatan terjadi dari pratindakan ke siklus 1 dengan nilai rata-rata meningkat sebesar 8,33. Kemudian pada siklus 2 meningkat sebesar 8,37 dari siklus 1 nilai rata-rata 68,33 menjadi 76,7 pada siklus 2 dan persentase ketuntasan 83,33%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan bantuan media pembelajaran kartu huruf akan dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa di kelas I SDN 1 Basarang Jaya. Siswa akan memiliki kemampuan dalam berpikir serta dapat melatih ingatan siswa selain itu, siswa juga memiliki kemampuan dalam memecahkan suatu masalah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SINTANI HORIVITA LOKA 2024, Strategi Guru dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Siswa Kelas III SDN 9 Palangka Di Palangka Raya Pembimbing (I) Dr.I Putu Widyanto, M.Pd.H Pembimbing (II) Niwayan Sukraini, S.Pd., M.Pd Penelitian ini dilatarbelakangi kesulitan dalam membaca siswa SDN 9 Palangka seperti kesulitan mengeja, terbata-bata, kesulitan dalam pemenggalan kata, salah dalam menyebutkan huruf, salah dalam menyebutkan kata, dan belum mengenal huruf-huruf abjad dengan baik. Berdasarkan hal tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas III SDN 9 Palangka di Palangka Raya? 2) Apakah faktor pendukung dan penghambat pada strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas III SDN 9 Palangka di Palangka Raya? Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif, subjek penelitian ini adalah 1 orang guru dan 2 orang siswa kelas III, teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan dokumentasi, Teknik analisis data dilakukan dengan empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukan, 1) Kesulitan membaca di kelas III di SDN 9 Palangka di Kota Palangka Raya diantaranya adalah kurangnya kosakata, kesulitan mengenali dan mengucapkan kata-kata, serta masalah dalam memahami isi bacaan. Kurangnya minat atau motivasi untuk membaca juga menjadi tantangan yang signifikan. Untuk mengatasi hal ini, guru menerapkan beberapa strategi seperti pendekatan fonik untuk membantu siswa mengenali suara huruf dan kata, menggunakan buku bacaan yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa, serta melakukan kegiatan membaca bersama di kelas untuk membangun kebiasaan membaca. Selain itu, guru juga bimbingan membaca secara individu diberikan bagi siswa yang memerlukan bantuan tambahan dengan memberikan pendampingan pada proses pembelajaran. Guru berusaha mencari solusi untuk meningkatkan kemampuan membaca. 2) Faktor pendukung dan penghambat dalam keberhasilan mengatasi kesulitan belajar membaca pada siswa kelas III sangat dipengaruhi oleh berbagai factor, yaitu dukungan dari metode pengajaran yang tepat, keterlibatan orang tua, sarana dan prasarana yang memadai, pelatihan guru, dan lingkungan belajar yang kondusif sangat membantu dalam mengatasi kesulitan ini. Namun, kurangnya motivasi siswa, keterbatasan waktu, kendala keluarga, dan masalah kesehatan atau psikologis menjadi tantangan yang harus diatasi dengan kerjasama antara guru, orang tua, dan pihak sekolah. Kata Kunci: Startegi, Guru, Kesulitan Membaca
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTAKSI Dalam dunia pendidikan membaca merupakan salah satu proses yang penting untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan. Tanpa bisa membaca manusia bisa dikatakan tidak bisa hidup di zaman sekarang dan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan itu salah satunya dengan membaca. Kesulitan Membaca merupakan yang dialami siswa dalam membaca dan mengeja, sehingga siswa sulit dalam belajar dan memahami materi pembelajaran yang diberikan oleh guru. Di SDN 6 Menteng peneliti menemukan terdapat beberapa siswa yang masih mengalami kesulitan membaca mengeja, menggabungkan huruf kalimat, masih keliru membedakan huruf J, B, D dan masih belum bisa mengenal huruf. Adapun masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana strategi guru mengatasi sulit membaca pada siswa kelas III SDN 6 Menteng Palangka Raya, (2) apa saja kendala guru mengatasi siswa sulit membaca pada kelas III SDN 6 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini mengggunakan teori konstruktivisme dan teori motivasi belajar. Metode penelitian kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan kepala sekolah, guru dan siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan terdapat beberapa siswa yang mengalami kesulitan membaca mengeja dan sulit mengenal huruf, yaitu terdapat 7 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan dikelas III A dan III B. Hasil penelitian dapat disimpulkan strategi guru mengatasi siswa sulit membaca di kelas III SDN 6 Menteng memberi jam tambahan pulang sekolah kesiswa untuk melakukan bimbingan belajar dan guru juga menggunakan strategi dalam mengajar siswa dikelas seperti, (1) memberi jam tambahan pulang sekolah, (2) menggunakan media gambar, (3) penyampaian materi pembelajaran, (4) memberikan motivasi belajar, (5) menciptakan susana belajar menyenangkan dikelas, (6) menggunakan metode pembelajaran, (7) memilih metode pembelajaran, (8) pemberian umpan balik, (9) pemberian tugas kepada siswa. Kendala guru dalam mengatasi siswa yang sulit membaca, siswa masih sulit menggabung kalimat atau huruf, masih keliru mengenal huruf dan masih belum mengenal huruf, karena masih kurang dukungan dan kerjasama dari orang tua siswa, kemauan dari siswa untuk belajar kurang dan daya ingat siswa yang rendah. ABSTRACT In the world of education, reading is one of the important processes to gain knowledge and knowledge. Without being able to read, humans can be said to be unable to live in this day and age and to get knowledge is one of them by reading. Reading difficulties are experienced by students in reading and spelling, so students are difficult to learn and understand the learning material given by the teacher. At SDN 6 Menteng, researchers found that there were some students who still had difficulty reading spelling, combining sentences, still mistakenly distinguishing letters J, B, D and still could not recognize letters. The problems raised in this study are (1) how teacher strategies overcome reading difficulties in grade III students of SDN 6 Menteng Palangka Raya, (2) what are the obstacles of teachers overcoming students with difficulty reading in grade III SDN 6 Menteng Palangka Raya. This research uses constructivism theory and learning motivation theory. Descriptive qualitative research methods and data collection techniques through observation and interviews with principals, teachers and students. Based on the results of the study found that there were several students who had difficulty reading spelling and difficulty recognizing letters, namely there were 7 male students and 10 female students in classes III A and III B. The results of the study can be concluded that teacher strategies to overcome students with difficulty reading in grade III SDN 6 Menteng provide additional hours after school to students to do tutoring and teachers also use strategies in teaching students in class such as, (1) giving additional hours after school, (2) using image media, (3) delivering learning materials, (4) providing learning motivation, (5) creating a fun learning environment in the classroom, (6) using learning methods, (7) choosing learning methods, (8) providing feedback, (9) assigning assignments to students. Teacher obstacles in overcoming students who have difficulty reading, students are still difficult to combine sentences or letters, still misrecognize letters and still do not know letters, because there is still a lack of support and cooperation from parents, willingness from students to learn is less and students' memory is low.