Abstrak
Lita, 2022. Keberadaan Batang Haring Dalam Religiusitas Umat Hindu Kaharingan Di Desa Manduing Lama Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Skripsi Srata Satu Program Studi Filsafat Agama Hindu, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Drs. I Ketut Soter, M.Pd.H, Pembimbing II : Nyoman Sarma, S.Ag., M.Fil.H. Agama Hindu Kaharingan memiliki simbol sakral yang menjadi identitas yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan Hindu Kaharingan. Salah satunya adalah Batang Haring yang diyakini sebagai simbol tuntunan hidup bagi umat Hindu Kaharingan, yang melambangkan kemahakuasan Ranying Hatalla Langit. Permasalahan dalam penelitian yaitu: bagaimanakah mitologi Batang Haring dalam ajaran Hindu Kaharingan, bagaimanakah persepsi masyarakat terhadap keberadaan Batang Haring, bagaimanakah teologi keberadaan Batang Haring dalam kehidupan religius Hindu Kaharingan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami, menggali lebih dalam tentang mitologi, persepsi dan teologi dari Batang Haring. Adapun subjek penelitian yaitu Basir, Tokoh Masyarakat Hindu Kaharingan dan Masyarakat non Hindu Kaharingan. Sedangkan objek penelitian adalah bagaimanakah persepsi, mitologi, teologi dari Batang Haring. Teknik untuk mengumpulkan data yaitu: metode observasi, wawancara, kepustakaan, dokumentasi. Data yang terkumpul dianalis dengan menggunakan analisis deskriftif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah: (1) Mitologi Batang Haring mencakup semua aspek yang ada didunia ini yang menjadi dasar awal terciptanya manusia dan lingkungannya. (2) Persepsi mengenai Batang Haring sebagai simbol sakral Hindu Kaharingan. Batang Haring eksis dimasyarakat dipercaya sebagai lambang kehidupan masyarakat Dayak dalam kehidupan sosial bermayarakat. Nilai keindahan Batang Haring dapat dijumpai diberbagai karya seni rupa yang dipandang indah, berciri khas, mengandung makna sakral, suci bagi umat Hindu Kaharingan maupun non Hindu Kaharingan, serta mengandung Satyam, Siwam, Sundaram (3) Kajian teologi dalam kehidupan religus adalah Batang Haring menggambarkan wujud hubungan saling menghargai baik dengan sesama, Tuhan maupun lingkungan. Batang Haring merupakan simbol kemahakuasaan Tuhan yang mencurahkan air suci kehidupan bertujuan menuju hanya satu Tuhan Yang Maha Esa dengan tiga fungsi pencipta, pemelihara, pelebur.