Abstrak
ABSTRAK Lita, 2022. Upaya Orang Tua Dalam Pembiasaan Basarah Pada Anaknya di Desa Benangin I Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara. Skripsi, Fakultas Dharma Acarya. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro,S.Pd.,M.Si Pembimbing II Lilik, S.Ag.,M.Pd.H Keluarga merupakan rumah dimana dalam pembiasaan pertama kali diterapkan sejak lahir, lingkungan keluarga membentuk perilaku yang kemudian akan diterapkan dalam masyarakat dan sekolah. Sebuah keluarga ada upaya orang tua yang sangat dominan dalam pembiasaan perilaku anak, benar adanya jika “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” ibarat ini sangat mendukung, karena apa yang dilakukan orang tua, anak akan senatiasa memperhatikan kemudian menerapkan, karena orang tua dianggap orang yang paling dipatuhi, didalam keluarga. Orang tua adalah pria dan wanita yang terikat dalam perkawainan dan siap sedia untuk memikul tanggung jawab sebagai ayah dan ibu anak yang dilahirkannya. Pola asuh merupakan suatu keseluruhan interaksi antara orang tua dengan anak, yang di mana orang tua dalam pembiasaan terhadap anaknya dengan mengubah tingkah laku, pengtahuan serta nilai-nilai yang dianggap paling tepat oleh orang tua, agar anaknya mandiri, tumbuh dan berkembang secara sehat dan optimal. Orang tua adalah orang utama dan pertama dalam hal pembiasaan keimanan bagi anaknya. Orang tua baik ayah maupun ibu merupakan orang pertama yang menerima anak lahir didunia. Orang tua menjadi hal yang terpenting dalam membawa anak untuk menjadi seorang individu yang baik setiap orang tua pasti mempunyai keinginan dan tujuan bagi masa depan anaknya. Untuk itu seorang anak harus dibekali dengan ilmu pengetahuan, keterampilan dan yang paling penting lagi adalah membekali dengan pendidikan agama sedini mungkin, baik tidaknya anak sangat bergantung pada pendidikan oleh orang tuanya. Pendidikan agama yang harus ditanamkan terlebih dahulu oleh orang tua salah satunya tentang pembiasaan basarah yang wajib dilakukan, orang tua harus menanamkan hal itu agar nantinya anak terbiasa untuk melaksanakan basarah dengan penuh kesadaran dari dirinya sendiri. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dalam penelitian ini ada tiga akan dibahas, yatiu (1) Bagaimana upaya orang tua dalam pembiasaan Basarah pada anaknya di Desa Benangin 1 Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara? (2) Apa kendala yang dialami dalam pelaksanaan Basarah pada anaknya di Desa Benangin 1 Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara? (3) Apa solusi yang dilakukan oleh Mejelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam pembiasaan Basarah pada Anak di Desa Benangin 1 Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara ? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, teknik penentuan informan yang digunakan adalah Purposive yang terdiri dari jumlah orang yang hadir pada pelaksanaan Basarah menjadi narasumber. Jenis dan sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka didapatkan hasil bahwa: (1) orang tua sangat berperan penting dalam pendidikan anak, karena akan mempengaruhi tumbuh kembang anak, dan pada pembiasaan Basarah orang tua harus dapat menjadi contoh yang baik, misalnya dapat hadir melaksanakan basarah dan mengajak anak untuk ikut dan berperan dalam pembiasaan Basarah. (2) paktor yang menjadi penghambat dan pendukung orang tua membiasakan anak pada pembiasaan Basarah adalah paktor sosial, paktor semangat orang tua mendidik anak, paktor lingkungan, paktor anak, paktor orang tua, dan paktor ekonomi. (3) upaya yang dapat orang tua lakukan adalah dengan terus mengajak anaknya melaksanakan persembahyangan Basarah, ,memperhatikan pergaulan anak, memberikan nasihat maupun wajengan kepada anak agar tidak menyimpang, serta dapat menjelaskan kepada anak kapan waktu dan tempat untuk bermain dan kapan harus belajar dengan baik.