162025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam strategi manajemen kelas yang diterapkan oleh guru kelas V di SDN 1 Langkai Kota Palangka Raya dalam mengatasi berbagai masalah perilaku siswa, seperti kurang fokus, berbicara sendiri, dan sulit mengikuti instruksi. Penelitian kualitatif dengan pendekatan konstruktivisme dan fenomenologis ini dilaksanakan di SDN 1 Langkai. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, dengan informan kunci terdiri dari guru kelas dan siswa kelas V. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa strategi guru efektif dalam menciptakan lingkungan kelas yang kondusif dan mendukung perkembangan perilaku positif siswa. Strategi tersebut mencakup: (1) Perencanaan Partisipatif melalui pelibatan siswa dalam penyusunan aturan kelas untuk membangun rasa tanggung jawab; (2) Pengorganisasian Dimensi Fisik dan Sosio-Emosional yang optimal, seperti penataan tempat duduk berdasarkan karakteristik siswa, serta membangun hubungan interpersonal yang suportif dan berbasis empati ; dan (3) Pengendalian Perilaku melalui penerapan Disiplin Positif yang konsisten, berfokus pada pemberian pujian/penguatan positif, kegiatan refleksi diri, dan dialog korektif yang bersifat membimbing alih-alih menghukum. Selain itu, guru juga aktif menjalin kerja sama dengan orang tua untuk memantau perilaku siswa secara lebih optimal. Dengan demikian, strategi manajemen kelas ini terbukti efektif mengatasi masalah perilaku siswa dan membentuk karakter positif.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK CUT JORDI SETIAWAN, 2025. Proses Penyelesaian Kasus Perkelahian Melalui Hukum Adat Dayak Ngaju ( Studi Kasus di Desa Rantau Asem Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan). Skripsi, Prodi Hukum Adat, Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Stepenson, S.Ag.,M.H Pembimbing II I Kadek Kartika Yase, M.H Masyarakat suku Dayak di Desa Rantau Asem Kecamatan Katingan Tengah umumnya masih menggunakan hukum adat sebagai sarana untuk menyelesaikan berbagai persoalan adat yang muncul di lingkungan mereka. Salah satu kasus yang melanggar norma adat adalah kasus perkelahian. Kasus perkelahian merupakan suatu bentuk konflik yang dapat terjadi antara individu atau kelompok dalam masyarakat. Di Desa Rantau Asem Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan telah terjadi konflik antar individu yang disebabkan oleh pengaruh minuman keras. Dalam hal ini, kasus perkelahian yang pernah terjadi di Desa Rantau Asem diselesaikan melalui hukum adat Dayak Ngaju. Permasalahan yang diteliti dalam penulisan ini adalah (1) Bagaimana proses penerapan sanksi adat terhadap kasus perkelahian di Desa Rantau Asem? (2) Apa dampak dari penerapan sanksi adat terhadap pelaku dan korban? (3) Bagaimana efektivitas penerapan sanksi adat terhadap kasus perkelahian? Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan aspek hukum empiris guna untuk memahami hukum yang hidup dalam masyarakat. Adapun metode atau teknik dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori yang digunakan sebagai dasar analisis dalam penelitian ini menggunakan teori penyelesaian sengketa, teori restorative justice dan teori efektivitas hukum. Teknik penentuan informan pada penelitian ini yaitu menggunakan teknik Purposive Sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data induktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah proses penerapan sanksi adat dan dampak dari penyelesaian kasus perkelahian melalui hukum adat Dayak Ngaju di Desa Rantau Asem Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan. Dalam penjatuhan sanksi dan penyelesaian sengketa tersebut di selesaikan secara hukum adat dengan proses musyawarah mufakat. Kemudian pihak yang dinyatakan bersalah dibebankan biaya pengobatan terhadap korban dan di beri sanksi adat yaitu membayar denda adat berupa uang, sesuai keputusan dari hasil musyawarah oleh kedua belah pihak.
Kata Kunci: Perkelahian, Hukum Adat, Dayak Ngaju
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Upacara Entas-Entas merupakan salah satu rangkaian Pitra Yadnya dalam tradisi Hindu Jawa yang dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta penyempurnaan roh orang yang telah meninggal dunia agar mencapai alam yang lebih baik dan bersatu dengan Ida sang hyang widhi wasa. Selain memiliki fungsi religius, upacara ini juga mengandung nilai-nilai pendidikan yang berperan dalam pewarisan ajaran dan tradisi Hindu Jawa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan Upacara Entas-Entas umat Hindu Jawa di Pura Giri Antara Loka, Desa Manunggal Jaya, serta menganalisis makna yang terkandung di dalamnya dalam perspektif Pendidikan Hindu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling yang terdiri atas Romo, pemangku, Ketua PHDI, dan serati banten. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Upacara Entas-Entas terdiri atas tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan inti, dan penutup. Tahap persiapan meliputi rapat panitia, gotong royong, persiapan sarana upacara, serta pembersihan diri. Tahap inti berisi rangkaian ritual yang dipimpin oleh Romo dan pemangku, sedangkan tahap penutup ditandai dengan persembahyangan bersama dan penutupan upacara. Upacara ini mengandung makna religius sebagai wujud bhakti kepada Ida sang hyang widhi wasa dan penghormatan kepada leluhur, makna etika dan moral berupa penanaman disiplin, tanggung jawab, ketulusan, dan rasa hormat, serta makna sosial melalui gotong royong, kebersamaan, solidaritas, dan kerukunan. Dengan demikian, Upacara Entas-Entas tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai media Pendidikan Hindu yang efektif dalam mewariskan nilai-nilai religius, etika, moral, dan sosial kepada generasi muda sehingga tradisi Hindu Jawa tetap lestari.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Upacara Entas-Entas merupakan salah satu rangkaian Pitra Yadnya dalam tradisi Hindu Jawa yang dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta penyempurnaan roh orang yang telah meninggal dunia agar mencapai alam yang lebih baik dan bersatu dengan Ida sang hyang widhi wasa. Selain memiliki fungsi religius, upacara ini juga mengandung nilai-nilai pendidikan yang berperan dalam pewarisan ajaran dan tradisi Hindu Jawa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan Upacara Entas-Entas umat Hindu Jawa di Pura Giri Antara Loka, Desa Manunggal Jaya, serta menganalisis makna yang terkandung di dalamnya dalam perspektif Pendidikan Hindu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling yang terdiri atas Romo, pemangku, Ketua PHDI, dan serati banten. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Upacara Entas-Entas terdiri atas tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan inti, dan penutup. Tahap persiapan meliputi rapat panitia, gotong royong, persiapan sarana upacara, serta pembersihan diri. Tahap inti berisi rangkaian ritual yang dipimpin oleh Romo dan pemangku, sedangkan tahap penutup ditandai dengan persembahyangan bersama dan penutupan upacara. Upacara ini mengandung makna religius sebagai wujud bhakti kepada Ida sang hyang widhi wasa dan penghormatan kepada leluhur, makna etika dan moral berupa penanaman disiplin, tanggung jawab, ketulusan, dan rasa hormat, serta makna sosial melalui gotong royong, kebersamaan, solidaritas, dan kerukunan. Dengan demikian, Upacara Entas-Entas tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai media Pendidikan Hindu yang efektif dalam mewariskan nilai-nilai religius, etika, moral, dan sosial kepada generasi muda sehingga tradisi Hindu Jawa tetap lestari.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Eko.2025. Nilai- Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Pelaksaan Ritual Nyadiri Di Desa
Jalemu Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Program
Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharm Acarya Institut Agama Hindu
Negeri tampung Penyang ( IAHN-TP) Palangka Raya
Pembimbing (I) Dr. Pranata,S.Pd.,M.Si
Pembimbing (II) Serlis Rusandi ,S.Pd.,M.Pd
Penelitian ini mengkaji eksistensi nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam Ritual
Nyadiri pada suku Dayak Ngaju Hindu Kaharingan di Desa Jalemu Raya, Kabupaten Gunung
Mas. Ritual Nyadiri merupakan upacara pengobatan tradisional untuk merestorasi kesehatan
individu (layau hambaruan) yang diyakini jatuh sakit akibat perjumpaan spiritual dengan roh
orang mati dalam mimpi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif serta landasan
teori Fungsional Struktural dan Teori Nilai, penelitian ini membedah mekanisme pelaksanaan
ritual dan kandungan nilai pendidikan agama Hindu di dalamnya.
Hasil penelitian mengungkapkan:
Proses Pelaksanaan: Ritual dilakukan melalui tahapan sistematis yang meliputi penyiapan
sarana prasarana, penyediaan beras tawur. adapun tahapan pertama yaitu (narinjet behas
tawur), tahap kedua (nyaluh patung sadiri) yakni menyemburkan sirih pinang ke patung Sadiri
sebagai simbol pengganti diri. Puncak ritual atau tahapan terakhir ditandai dengan pengantaran
sesajen beserta tambak dan pembukaan bungkusan hambaruan oleh pemimpin upacara (Basir)
di dalam mangkuk kecil (tambak); jika ditemukan tanda baik, beras hariten akan diletakkan di
kepala pasien sebagai simbol kembalinya jiwa yang sehat.
Nilai-Nilai Pendidikan Hindu:
Nilai Tattwa (Ketuhanan): Tercermin pada penggunaan mantra oleh Basir sebagai bentuk
komunikasi dan permohonan doa kepada Ranying Hatalla Langit (Tuhan) serta penghormatan
kepada Sahur Parapah (roh leluhur) sebagai manifestasi-Nya.
Nilai Etika: Teperliat pada kepatuhan peserta ritual terhadap aturan-aturan adat dan tata cara
pelaksanaan yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Nilai Upacara: Menitik beratkan pada aspek keyakinan bahwa ritual merupakan media
penghubung manusia dengan kekuatan spiritual untuk memohon perlindungan dari segala
musibah dan penyakit.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Eko.2025. Nilai- Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Pelaksaan Ritual Nyadiri Di Desa Jalemu Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharm Acarya Institut Agama Hindu Negeri tampung Penyang ( IAHN-TP) Palangka Raya Pembimbing (I) Dr. Pranata,S.Pd.,M.Si Pembimbing (II) Serlis Rusandi ,S.Pd.,M.Pd Penelitian ini mengkaji eksistensi nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam Ritual Nyadiri pada suku Dayak Ngaju Hindu Kaharingan di Desa Jalemu Raya, Kabupaten Gunung Mas. Ritual Nyadiri merupakan upacara pengobatan tradisional untuk merestorasi kesehatan individu (layau hambaruan) yang diyakini jatuh sakit akibat perjumpaan spiritual dengan roh orang mati dalam mimpi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif serta landasan teori Fungsional Struktural dan Teori Nilai, penelitian ini membedah mekanisme pelaksanaan ritual dan kandungan nilai pendidikan agama Hindu di dalamnya. Hasil penelitian mengungkapkan: Proses Pelaksanaan: Ritual dilakukan melalui tahapan sistematis yang meliputi penyiapan sarana prasarana, penyediaan beras tawur. adapun tahapan pertama yaitu (narinjet behas tawur), tahap kedua (nyaluh patung sadiri) yakni menyemburkan sirih pinang ke patung Sadiri sebagai simbol pengganti diri. Puncak ritual atau tahapan terakhir ditandai dengan pengantaran sesajen beserta tambak dan pembukaan bungkusan hambaruan oleh pemimpin upacara (Basir) di dalam mangkuk kecil (tambak); jika ditemukan tanda baik, beras hariten akan diletakkan di kepala pasien sebagai simbol kembalinya jiwa yang sehat. Nilai-Nilai Pendidikan Hindu: Nilai Tattwa (Ketuhanan): Tercermin pada penggunaan mantra oleh Basir sebagai bentuk komunikasi dan permohonan doa kepada Ranying Hatalla Langit (Tuhan) serta penghormatan kepada Sahur Parapah (roh leluhur) sebagai manifestasi-Nya. Nilai Etika: Teperliat pada kepatuhan peserta ritual terhadap aturan-aturan adat dan tata cara pelaksanaan yang telah diwariskan secara turun-temurun. Nilai Upacara: Menitik beratkan pada aspek keyakinan bahwa ritual merupakan media penghubung manusia dengan kekuatan spiritual untuk memohon perlindungan dari segala musibah dan penyakit.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK CUT JORDI SETIAWAN, 2025. Proses Penyelesaian Kasus Perkelahian Melalui Hukum Adat Dayak Ngaju ( Studi Kasus di Desa Rantau Asem Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan). Skripsi, Prodi Hukum Adat, Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Stepenson, S.Ag.,M.H Pembimbing II I Kadek Kartika Yase, M.H Masyarakat suku Dayak di Desa Rantau Asem Kecamatan Katingan Tengah umumnya masih menggunakan hukum adat sebagai sarana untuk menyelesaikan berbagai persoalan adat yang muncul di lingkungan mereka. Salah satu kasus yang melanggar norma adat adalah kasus perkelahian. Kasus perkelahian merupakan suatu bentuk konflik yang dapat terjadi antara individu atau kelompok dalam masyarakat. Di Desa Rantau Asem Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan telah terjadi konflik antar individu yang disebabkan oleh pengaruh minuman keras. Dalam hal ini, kasus perkelahian yang pernah terjadi di Desa Rantau Asem diselesaikan melalui hukum adat Dayak Ngaju. Permasalahan yang diteliti dalam penulisan ini adalah (1) Bagaimana proses penerapan sanksi adat terhadap kasus perkelahian di Desa Rantau Asem? (2) Apa dampak dari penerapan sanksi adat terhadap pelaku dan korban? (3) Bagaimana efektivitas penerapan sanksi adat terhadap kasus perkelahian? Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan aspek hukum empiris guna untuk memahami hukum yang hidup dalam masyarakat. Adapun metode atau teknik dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori yang digunakan sebagai dasar analisis dalam penelitian ini menggunakan teori penyelesaian sengketa, teori restorative justice dan teori efektivitas hukum. Teknik penentuan informan pada penelitian ini yaitu menggunakan teknik Purposive Sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data induktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah proses penerapan sanksi adat dan dampak dari penyelesaian kasus perkelahian melalui hukum adat Dayak Ngaju di Desa Rantau Asem Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan. Dalam penjatuhan sanksi dan penyelesaian sengketa tersebut di selesaikan secara hukum adat dengan proses musyawarah mufakat. Kemudian pihak yang dinyatakan bersalah dibebankan biaya pengobatan terhadap korban dan di beri sanksi adat yaitu membayar denda adat berupa uang, sesuai keputusan dari hasil musyawarah oleh kedua belah pihak. Kata Kunci: Perkelahian, Hukum Adat, Dayak Ngaju
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam strategi manajemen kelas yang diterapkan oleh guru kelas V di SDN 1 Langkai Kota Palangka Raya dalam mengatasi berbagai masalah perilaku siswa, seperti kurang fokus, berbicara sendiri, dan sulit mengikuti instruksi. Penelitian kualitatif dengan pendekatan konstruktivisme dan fenomenologis ini dilaksanakan di SDN 1 Langkai. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, dengan informan kunci terdiri dari guru kelas dan siswa kelas V. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa strategi guru efektif dalam menciptakan lingkungan kelas yang kondusif dan mendukung perkembangan perilaku positif siswa. Strategi tersebut mencakup: (1) Perencanaan Partisipatif melalui pelibatan siswa dalam penyusunan aturan kelas untuk membangun rasa tanggung jawab; (2) Pengorganisasian Dimensi Fisik dan Sosio-Emosional yang optimal, seperti penataan tempat duduk berdasarkan karakteristik siswa, serta membangun hubungan interpersonal yang suportif dan berbasis empati ; dan (3) Pengendalian Perilaku melalui penerapan Disiplin Positif yang konsisten, berfokus pada pemberian pujian/penguatan positif, kegiatan refleksi diri, dan dialog korektif yang bersifat membimbing alih-alih menghukum. Selain itu, guru juga aktif menjalin kerja sama dengan orang tua untuk memantau perilaku siswa secara lebih optimal. Dengan demikian, strategi manajemen kelas ini terbukti efektif mengatasi masalah perilaku siswa dan membentuk karakter positif.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku dengan judul Metodologi Penelitian dapat selesai disusun dan berhasil diterbitkan. Kehadiran Buku Metodologi Penelitian ini disusun oleh para akademisi dan praktisi dalam bentuk buku kolaborasi. Walaupun jauh dari kesempurnaan, tetapi kami mengharapkan buku ini dapat dijadikan referensi atau bacaan serta rujukan bagi akademisi ataupun para profesional mengenal Metodologi Penelitian. Sistematika penulisan buku ini diuraikan dalam tiga belas bab yang memuat tentang pengantar metodologi penelitian, pendekatan penelitian, rancangan penelitian, populasi dan sampel, pengumpulan data, validitas dan reliabilitas, analisis data kualitatif, analisis data kuantitatif, diskusi dan kesimpulan, implikasi dan rekomendasi, etika penelitian, pengelolaan waktu dan sumber daya dalam penelitian, dan penulisan laporan hasil penelitian.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku "Metode Penelitian" adalah sebuah panduan komprehensif yang dirancang untuk membekali pembaca dengan pengetahuan mendalam tentang berbagai aspek dalam penelitian. Buku ini mengulas secara terperinci berbagai metodologi penelitian, baik kuantitatif maupun kualitatif, serta mengintegrasikan pendekatan campuran yang relevan dalam penelitian kontemporer. Mulai dari tahap perencanaan, pembentukan hipotesis, pemilihan metode, hingga pengumpulan dan analisis data, buku ini menyajikan langkah demi langkah yang perlu diikuti. Pentingnya etika penelitian dan penggunaan alat analisis statistik juga ditekankan, dengan tujuan untuk memastikan integritas dan validitas hasil penelitian. Selain itu, penulis memberikan contoh aplikatif dan studi kasus yang membantu pembaca memahami implementasi teori dalam praktik. Buku ini menjadi panduan esensial bagi mahasiswa, akademisi, dan praktisi yang ingin meningkatkan keahlian dalam metodologi penelitian.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Seti, 2025 : Strategi Peningkatan Daya Tarik Wisatawan Di Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya. Strategi Peningkatan Daya Tarik Wisatawan Di Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya melalui promosi dalam memperluas daya tarik objek wisata terhadap calon wisatawan.. Atas dasar anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada dua aspek permasalahan, yaitu (1) Bagaimana Strategi Peningkatan Daya Tarik Wisatawan Di Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya.?, (2) Bagaimana hambatan dan upaya Strategi Peningkatan Daya Tarik Wisatawan Di Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya.?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan analisis, digunakan Teori Manajemen dan Teori Kendala. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Berdasarkan telaah dan metode analisis tersebut dapat diasumsikan sebagai berikut. Pertama Strategi Peningkatan Daya Tarik Wisatawan Di Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya berdasarkan pada dua elemen dasar yakni promosi objek wisata, dan Media promosi objek wisata. dua elemen tersebut saling terkait menjadi satu keutuhan yang terartikulasikan pada Strategi Pemerintah dalam Promosi Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya. Promosi aspek kebudayaan dan jenis pariwisatanya masih sangat kurang oleh itu dibutuhkannya media promosi guna mengenalkan kepada khalayak publik tentang potensi tempat Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya. Sedangkan media promosi tidak lepas dari peranan desain, biasanya makna tersampaikannya suatu promosi harus didasari dengan desain yang menarik agar khalayak umum dapat mengerti apa maksud yang disampaikan oleh promosi tersebut. Promosi biasanya mencakup kepada Iklan. Kedua, Kendala utama yang dihadapi saat ini adalah masalah anggaran itu sendiri, pada saat ini masih terbatas untuk pengelolaan dan pengembangan kawasan Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya, terutama untuk pengembangan fasilitas di wisata tersebut. Yang kedua belum tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) yang betul-betul mampu untuk melihat peluang maupun tantangan dari sektor kepariwisataan di wilayah Kota Palangka Raya.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Seti, 2025 : Strategi Peningkatan Daya Tarik Wisatawan Di Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya. Strategi Peningkatan Daya Tarik Wisatawan Di Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya melalui promosi dalam memperluas daya tarik objek wisata terhadap calon wisatawan.. Atas dasar anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada dua aspek permasalahan, yaitu (1) Bagaimana Strategi Peningkatan Daya Tarik Wisatawan Di Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya.?, (2) Bagaimana hambatan dan upaya Strategi Peningkatan Daya Tarik Wisatawan Di Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya.?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan analisis, digunakan Teori Manajemen dan Teori Kendala. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Berdasarkan telaah dan metode analisis tersebut dapat diasumsikan sebagai berikut. Pertama Strategi Peningkatan Daya Tarik Wisatawan Di Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya berdasarkan pada dua elemen dasar yakni promosi objek wisata, dan Media promosi objek wisata. dua elemen tersebut saling terkait menjadi satu keutuhan yang terartikulasikan pada Strategi Pemerintah dalam Promosi Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya. Promosi aspek kebudayaan dan jenis pariwisatanya masih sangat kurang oleh itu dibutuhkannya media promosi guna mengenalkan kepada khalayak publik tentang potensi tempat Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya. Sedangkan media promosi tidak lepas dari peranan desain, biasanya makna tersampaikannya suatu promosi harus didasari dengan desain yang menarik agar khalayak umum dapat mengerti apa maksud yang disampaikan oleh promosi tersebut. Promosi biasanya mencakup kepada Iklan. Kedua, Kendala utama yang dihadapi saat ini adalah masalah anggaran itu sendiri, pada saat ini masih terbatas untuk pengelolaan dan pengembangan kawasan Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya, terutama untuk pengembangan fasilitas di wisata tersebut. Yang kedua belum tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) yang betul-betul mampu untuk melihat peluang maupun tantangan dari sektor kepariwisataan di wilayah Kota Palangka Raya.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku Komunikasi Digital dalam Bingkai Riset ini adalah bagian dari potret kehidupan masyarakat hari ini. Platform komunikasi digital menawarkan pola komunikasi yang beragam, dari yang ber-langsung secara simultan hingga yang tidak simultan. Perkembangan-nya semakin hari terus mengalami perubahan yang signifikan seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Riset-riset berbasis komunikasi digital ini harus terus dikembangkan sebagai bagian dari bingkai kehidupan hari ini. Manusia harus dapat meng-ambil sisi positif dan menangkis dampak negatif dari setiap per-kembangan digitalisasi tersebut.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ajar Hukum Perdata ini merupakan buku ajar yang berisi enam bab, yaitu: bab pertama pendahuluan, bab kedua hukum orang, bab ketiga hukum benda, bab keempat hukum keluarga, bab kelima hukum perikatan, dan bab keenam hukum waris. Keseluruhan materi diuraikan secara terperinci dan dilengkapi dengan contoh dan analisis kasus berdasarkan peraturan yang berlaku. Buku ini juga disertai dengan daftar soal dan kunci jawaban pada masing masing bab untuk membantu para pembaca, khususnya mahasiswa Fakultas Hukum menguji pemahaman lebih mendalam tentang Hukum Perdata. Penggunaan bahasa disusun secara lugas dan sederhana, agar mudah memberikan pemahaman tentang Hukum Perdata kepada pembaca, tidak hanya untuk mahasiswa Fakultas Hukum, tetapi juga bagi masyarakat yang ingin belajar Hukum Perdata.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tesis ini mengkaji tentang peran penyuluh agama Hindu dalam pendidikan karakter generasi muda di Kabupaten Barito Selatan, sebab telah terjadi krisis karakter generasi muda. Perilaku krisis karakter tersebut seperti perilaku kurang sopan, berkelahi, mencuri dan kenakalan remaja akibat dari perkembangan media sosial. Kementerian Agama melakukan perekrutan penyuluh agama Hindu PNS dan Non PNS untuk membina umat dan juga memberikan pendidikan karakter kepada generasi muda Hindu. Dari latar belakang tersebut maka munculah rumusan masalah sebagai berikut: (1) bagaimanakah peran penyuluh agama Hindu dalam pendidikan karakter generasi muda di Kabupaten Barito Selatan?, (2) apakah kendala penyuluh agama Hindu dalam pendidikan karakter generasi muda Hindu di Kabupaten Barito Selatan?, (3) bagaimanakah upaya meningkatkan pendidikan karakter generasi muda di Kabupaten Barito Selatan? Penelitian ini merupakan kualitatif deskripti dengan pendekatan emik. Teori yang digunakan adalah teori peran, teori fenomenologi, teori interaksionalisme simbolik dan teori motivasi. Data diperoleh dengan metode observasi partisipasi, wawancara dan studi dokumen, selanjutnya data tersebut dianalisis dan dikategorikan dengan menggunakan teknik content analysis. Hasil analisis dengan menggunakan teori yang dilakukan, peran penyuluh agama Hindu dalam pendidikan karakter generasi muda di Kabupaten Barito Selatan adalah untuk mengajarkan ilmu pengetahuan tentang ajaran agama dan melatih keterampilan-keterampilan agama. Untuk melakukan hal tersebut, penyuluh agama Hindu juga membimbing dan memberikan motivasi kepada generasi muda untuk rajin dan giat belajar serta terlibat dalam kegiatan yang dilaksanakan. Penyuluh agama Hindu juga memberikan teladan bagi generasi muda dalam berpenampilan dan bertingkah laku agar sesuai dengan ajaran kebaikan. Peran yang dilakukan penyuluh agama Hindu tersebut adalah untuk membawa perubahan karakter generasi muda Hindu Kabupaten Barito Selatan kearah yang lebih baik lagi. Jadi peran yang dilakukan penyuluh agama Hindu untuk mendidik karakter generasi muda sudah sangat baik, walaupun masih adanya kendala internal maupun eksternal namun penyuluh agama Hindu Kabupaten Barito Selatan melakukan upaya untuk meningkatkan pendidikan karakter generasi muda.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Teknologi adalah sebuah pengetahuan yang ditujukan untuk menciptakan alat, tindakan pengolahan dan ekstraksi benda. Istilah “teknologi” telah dikenal secara luas dan setiap orang memiliki cara mereka sendiri memahami pengertian teknologi. Teknologi digunakan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dalam kehidupan kita sehari-hari, secara singkat; kita bisa menggambarkan teknologi sebagai produk, proses, atau organisasi. Selain itu, teknologi digunakan untuk memperluas kemampuan kita, dan yang membuat orang-orang sebagai bagian paling pentingdari setiap sistem teknologi. Sedangkan yang dimaksud dengan informasi yang sering disamakan dengan pengertian data. Secara lengkap buku ini membahas : Bab 1 Konsep Dasar Teknologi Informasi Bab 2 Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen (SIM) Bab 3 Peranan SIM dalam Kegiatan Manajemen Bab 4 Dukungan Sistem Informasi Manajemen pada Bidang Fungsional Organisasi Bab 5 Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk SIM Bab 6 Perancangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Bab 7 Teknologi Informasi Untuk Pencapaian Keunggulan Kompetitif Organisasi Pendidikan Bab 8 Penjaminan Mutu SIM Bab 9 Pengawasan dan Evaluasi Sistem Informasi Manajemen
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tesis ini mengkaji tentang peran penyuluh agama Hindu dalam pendidikan karakter generasi muda di Kabupaten Barito Selatan, sebab telah terjadi krisis karakter generasi muda. Perilaku krisis karakter tersebut seperti perilaku kurang sopan, berkelahi, mencuri dan kenakalan remaja akibat dari perkembangan media sosial. Kementerian Agama melakukan perekrutan penyuluh agama Hindu PNS dan Non PNS untuk membina umat dan juga memberikan pendidikan karakter kepada generasi muda Hindu. Dari latar belakang tersebut maka munculah rumusan masalah sebagai berikut: (1) bagaimanakah peran penyuluh agama Hindu dalam pendidikan karakter generasi muda di Kabupaten Barito Selatan?, (2) apakah kendala penyuluh agama Hindu dalam pendidikan karakter generasi muda Hindu di Kabupaten Barito Selatan?, (3) bagaimanakah upaya meningkatkan pendidikan karakter generasi muda di Kabupaten Barito Selatan? Penelitian ini merupakan kualitatif deskripti dengan pendekatan emik. Teori yang digunakan adalah teori peran, teori fenomenologi, teori interaksionalisme simbolik dan teori motivasi. Data diperoleh dengan metode observasi partisipasi, wawancara dan studi dokumen, selanjutnya data tersebut dianalisis dan dikategorikan dengan menggunakan teknik content analysis. Hasil analisis dengan menggunakan teori yang dilakukan, peran penyuluh agama Hindu dalam pendidikan karakter generasi muda di Kabupaten Barito Selatan adalah untuk mengajarkan ilmu pengetahuan tentang ajaran agama dan melatih keterampilan-keterampilan agama. Untuk melakukan hal tersebut, penyuluh agama Hindu juga membimbing dan memberikan motivasi kepada generasi muda untuk rajin dan giat belajar serta terlibat dalam kegiatan yang dilaksanakan. Penyuluh agama Hindu juga memberikan teladan bagi generasi muda dalam berpenampilan dan bertingkah laku agar sesuai dengan ajaran kebaikan. Peran yang dilakukan penyuluh agama Hindu tersebut adalah untuk membawa perubahan karakter generasi muda Hindu Kabupaten Barito Selatan kearah yang lebih baik lagi. Jadi peran yang dilakukan penyuluh agama Hindu untuk mendidik karakter generasi muda sudah sangat baik, walaupun masih adanya kendala internal maupun eksternal namun penyuluh agama Hindu Kabupaten Barito Selatan melakukan upaya untuk meningkatkan pendidikan karakter generasi muda.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini merupakan sebuah pengantar singkat menuju dunia arsitektur yang luas, yang terbentang sejak ribuan tahun silam dan tersebar di berbagai pelosok dunia. Paparan ini tidak disajikan selalu runut kronologis, melainkan secara tematik dimulai dari yang paling sederhana secara konstruksi hingga bentuk-bentuk yang lebih kompleks. Kompleksitas ini juga tidak dipahami sebagai sebuah aktivitas membangun secara ?sik belaka, namun juga meliputi aktivitas “membangun” teori yang telah dilakukan manusia sejak awal “berarsitektur”. Disajikan dengan diagram-diagram yang lugas dan informatif, buku ini diharapkan dapat dengan mudah diserap oleh para mahasiswa maupun para arsitek dan memperkaya lebar pandang dalam memahami kekayaan khazanah arsitektur dunia.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
PAKEM TARI
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Prasetiawan, 2021. Pakem Tari Mandau Tradisional Pada Sanggar Tari Di Kota Palangka Raya. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag., M.Si dan Pembimbing II Roy Wentas, M.Pd.H. Skripsi ini mengkaji tentang pakem tari mandau tradisional pada sanggar tari di Kota Palangka Raya. Banyaknya perubahan atau pengkreasian tari mandau pada saat ini sehingga dapat menimbulkan hilangnya pada pakem tarian tersebut. Skripsi ini mengkaji : 1) Pakem tari mandau tradisional pada sanggar tari di Kota Palangka Raya. 2) Upaya pelestarian tari mandau tradisional sesuai pakem pada sanggar tari di Kota Palangka Raya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui, memahami, menganalisis, mengkaji dan mendeskripsikan pakem dan upaya pelestarian tari mandau tradisional yang sesuai pakem pada sanggar tari di Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori pelestarian budaya, teori kendala dan teori upaya. Metode penelitian ini menggunakan Pendekatan Kualitatif. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling (tetap). Pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahap yaitu : reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini yaitu tari mandau adalah tari peperangan Suku Dayak Kalimantan Tengah, yang memiliki properti Mandau dan Talawang sebagai senjatanya dan menggunakan penutup kepala yaitu berupa Lawung Bahandang/ Salutup dan juga Congor, kostum atau busana yang digunakan Ewah dan Nyamu/ Sangkarut, riasan lainnya berupa tato yang melambangkan kegagahan, keberanian dan keperkasaan dan pakem ragam gerak seperti sesembahan, nampaka, kinyah, tukiw, salentak, dll, serta musik pengiring yaitu Kacapi dan Rabab. Upaya pelestarian yang dilakukan dibukanya sanggar-sanggar/ komunitas yang ada di Kota Palangka Raya oleh Pemerintah merupakan salah satu langkah agar kesenian tersebut tetap dilestarikan, eksistensi tari mandau di kalangan masyarakat selalu eksis dan selagi ada tempat penyajian, pentas seni, festival budaya dan iven-iven lainnya, dalam bentuk pelestarian, pemberdayaan, pemamfaatan, dan pengembangan selagi ada komunitas dan sanggar yang ada di Kota Palangka Raya.