ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Upacara Entas-Entas merupakan salah satu rangkaian Pitra Yadnya dalam tradisi Hindu Jawa yang dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta penyempurnaan roh orang yang telah meninggal dunia agar mencapai alam yang lebih baik dan bersatu dengan Ida sang hyang widhi wasa. Selain memiliki fungsi religius, upacara ini juga mengandung nilai-nilai pendidikan yang berperan dalam pewarisan ajaran dan tradisi Hindu Jawa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan Upacara Entas-Entas umat Hindu Jawa di Pura Giri Antara Loka, Desa Manunggal Jaya, serta menganalisis makna yang terkandung di dalamnya dalam perspektif Pendidikan Hindu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling yang terdiri atas Romo, pemangku, Ketua PHDI, dan serati banten. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Upacara Entas-Entas terdiri atas tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan inti, dan penutup. Tahap persiapan meliputi rapat panitia, gotong royong, persiapan sarana upacara, serta pembersihan diri. Tahap inti berisi rangkaian ritual yang dipimpin oleh Romo dan pemangku, sedangkan tahap penutup ditandai dengan persembahyangan bersama dan penutupan upacara. Upacara ini mengandung makna religius sebagai wujud bhakti kepada Ida sang hyang widhi wasa dan penghormatan kepada leluhur, makna etika dan moral berupa penanaman disiplin, tanggung jawab, ketulusan, dan rasa hormat, serta makna sosial melalui gotong royong, kebersamaan, solidaritas, dan kerukunan. Dengan demikian, Upacara Entas-Entas tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai media Pendidikan Hindu yang efektif dalam mewariskan nilai-nilai religius, etika, moral, dan sosial kepada generasi muda sehingga tradisi Hindu Jawa tetap lestari.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya serta implikasinya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Transformasi ini didorong oleh terbitnya Peraturan Menteri Agama Nomor 2 tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Widyalaya. Terbitnya Peraturan Menteri Agama ini bertujuan untuk mengubah status pasraman formal menjadi satuan pendidikan Widyalaya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis dan mendeskripsikan proses transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya, (2) mendeskripsikan implikasi transformasi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memahami, menganalisis, dan mendeskripsikan transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya serta implikasinya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Lokasi penelitian dilakukan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Informan dalam penelitian ini terdiri dari koordinator pendidikan, kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dibantu dengan menggunakan pedoman observasi, dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif menurut Miles & Huberman (2014). Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa proses transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya harus melengkapi persyaratan, mulai dari persyaratan administratif, teknis, dan kelayakan pendirian. Dengan melengkapi persyaratan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah melakukan verifikasi terhadap berkas tersebut dan selanjutnya diserahkan kepada Direktur Jenderal Bimas Hindu RI. Implikasi transformasi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya memberikan dampak yang positif terhadap delapan standar nasional pendidikan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dona Mutiara Kasih, 2023. Strategi Guru Agama Hindu Mengatasi Keterbatasan Sumber Pendidikan Hindu Di SMPN Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan. Tesis Strata Dua (S-2) Prodi Magister Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag. Pembimbing II : Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A. Tesis ini mengkaji tentang strategi guru agama Hindu dalam mengatasi keterbatasan sumber pendidikan Hindu di SMPN Kecamatan Gunung Bintang Awai. Fenomena yang terjadi terbatasnya buku-buku ajaran agama Hindu, jurnal, gambar-gambar dan simbol-simbol agama Hindu, sulitnya jaringan internet, yang menyebabkan pembelajaran agama Hindu kurang atau tidak maksimal, sehingga perlu adanya sebuah strategi dan tentunya ada kendala serta imlpikasi. Berdasarkan latar belakang tersebut di atas maka penelitian ini mengkaji tentang 1) Bagaimana strategi guru agama Hindu mengatasi keterbatasan sumber pendidikan Hindu di SMPN Kecamatan Gunung Bintang Awai.? 2) Bagaimana kendala guru agama Hindu dalam mengatasi keterbatasan sumber pendidikan Hindu di SMPN Kecamatan Gunung Bintang Awai.? 3) Bagaimana implikasi strategi yang diterapkan oleh guru agama Hindu dalam mengatasi keterbatasan sumber pendidikan Hindu di SMPN Kecamatan Gunung Bintang Awai?. Penelitian ini memiliki tujuan mengkaji dan mendeskripsikan strategi guru dalam mengatasi keterbatasan sumber pendidikan Hindu, bermanfaat untuk memperluas ilmu pengetahuan dan wawasan bagi guru tentang pendidikan agama Hindu dan meningkatkan hasil serta minat belajar siswa. Rumusan masalah di atas dikaji dengan teori tindakan sosial, teori humanisme, dan teori behavioristik. Tesis ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan emik, peneliti menjadi instrumen utama penelitian dan teknik informan yakni purposive yaitu kepala sekolah, guru agama Hindu dan siswa agama Hindu. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi partisipasif, wawancara semi terstruktur, dan studi dokumen, setelah data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, selanjutnya penyajian hasil analisis data. Hasil analisis yang dikaji dengan teori menjelaskan strategi yang diterapkan guru di SMPN Kecamatan Gunung Bintang Awai yakni mengikuti pelatihan, kerja kelompok, mengakses materi dari internet, meningkatkan kreativitas guru, buku paket sebagai sumber belajar dan pemanfaatan lingkungan belajar, dalam menerapkan strategi tentu ada sebuah kendala yakni sulitnya akses jalan ke tempat pelatihan, kurangnya minat siswa mengikuti kerja kelompok, minimnya fasilitas internet, minimnya sarana dan prasarana, terbatasnya ketersediaan buku paket, dan belum dimanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar, dari sebuah strategi dan kendala tentu ada sebuah implikasi yang ditimbulkan guru maupun siswa di SMPN Kecamatan Gunung Bintang Awai, dari ketiga rumusan masalah ditemukan bahwa di SMPN Kecamatan Gunung Bintang Awai penggunaan sumber pendidikan masih belum maksimal karena ketersediaan sumber pendidikan di sekolah-sekolah tersebut masih belum mencukupi, guru kurang kreatif dan inovatif dalam mengatasi keterbatasan sumber belajar seperti melakukan penelitian dan membuat buku pembelajaran atau modul.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DANIE RATNASARI. 2021. Nilai-Nilai Pendidikan Hindu Dalam Upacara Nyangiang Batatamba Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Pembimbing I. Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II. Hendri, S.Ag.,M.Si Skripsi ini mengkaji Upacara Nyangiang Batatamba pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Masyarakat secara umum dan Umat Hindu Kaharingan khususnya, belum banyak yang memahami tentang Upacara Nyangiang Batatamba apa lagi mengenai proses, tujuan dan nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Upacara Nyangiang Batatamba menjadi upacara penting dalam mengembalikan unsur Panca Maha Bhuta apa lagi di dunia modern sekarang ini. Berdasarkan masalah tersebut penelitian ini mengkaji dengan rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimana proses pelaksanaan Upacara Nyangiang Batatamba pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan?, 2) Apa tujuan pelaksanaan Upacara Nyangiang Batatamba pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan?, 3) Apakah Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu yang terdapat dalam Upacara Nyangiang Batatamba pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan?. Tujuan yang ingin dicapai yaitu untuk mengetahui tentang proses, tujuan Upacara Nyangiang Batatamba pada umat Hindu Kaharingan serta kaitannya dengan nilai-nilai pendidikan Agama Hindu, dan menambah wawasan bagi masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Dalam konsep penelitian ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu Nilai-Nilai Pendidikan Hindu, Upacara Nyangiang Batatamba, Umat Hindu Kaharingan. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: 1) Teori Fenomenologi, 2) Teori Interaksionisme Simbolik dan 3) Teori Nilai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif, teknik penentuan informan yang digunakan yakni Random Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verivikasi. Dari hasil penelitian menjelaskan bahwa Upacara Nyangiang Batatamba terdiri dari tahap persiapan, waktu pelaksanaan Upacara Nyangiang Batatamba tahap pokok pelaksanaan Upacara Nyangiang Batatamba dan tahap akhir dari Upacara Nyangiang Batatamba. Sedangkan dari makna Upacara Nyangiang Batatamba adalah sebuah acara yang bertujuan untuk mengobati segala macam penyakit yang diderita oleh seseorang dan juga sebagai pengganti pengobatan nonmedis. Adapun makna sarana yang digunakan agar dapat memperlancar proses Upacara Nyangiang Batatamba. Nilai-nilai pendidikan Agama Hindu yaitu nilai pendidikan Tattwa, nilai pendidikan Susila/Etika, nilai pendidikan Upacara dan nilai pendidikan Susila.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
WAYAN KARTINI. 2021. Pemahaman Umat Hindu Tentang Kidung Suci Dewa Yajna Dalam Persembahyangan Di Pura Astiti Dharma Desa Garantung Kabupaten Pulang Pisau (Perspektif Pendidikan Hindu). Pembimbing I. Dr.I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A Pembimbing II. I Made Paramarta,S.Ag.,M.Si Penelitian ini mengkaji pemahaman umat Hindu tentang kidung suci dewa yajna dalam persembahyangan di Pura Astiti Dharma di Desa Garantung Kabupaten Pulang Pisau. Penelitian ini mengangkat fenomena masyarakat dalam memahami kidung suci dewa yajna. Masyarakat secara umum dan Hindu khususnya belum banyak memahami tentang meningkatkan pemahaman dan keterampilan melagukan kidung suci dewa yajna. Dalam pelaksanaan persembahyangan kidung suci dewa yajna masih di gunakan, tetapi tidak semua umat Hindu ikut melagunakannya. Melantunkan kidung suci dewa yajna dalam persembahyangan di pandang sebagai sarana untuk menghaturkan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Berdasarkan hal di atas, maka penelitian ini difokuskan pada pembahasan tentang (1) pemahaman umat Hindu tentang kidung suci dewa yajna dalam persembahyangan di Pura Astiti Dharma Desa Garantung Kabupaten Pulang Pisau, (2) kendala umat Hindu dalam melagukan kidung suci dewa yajna di Pura Astiti Dharma Desa Garantung Kabupaten Pulang Pisau, (3) upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan melagukan kidung suci dewa yajna dalam persembahyangan di Pura Astiti Dharma Desa Garantung Kabupaten pulang Pisau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, mengekplorasi, mendeskripsikan pemahaman umat Hindu melagukan kidung suci dewa yajna, dan menganalisis jenis–jenis kidung suci yang digunakan, kendala umat Hindu dalam melagukan kidung suci dewa yajna, upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan melagukan kidung suci dewa yajna dalam persembahyangan di Pura Astiti Dharma Desa Garantung Kabupaten Pulang Pisau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk memahami dan menganalisis pemahaman umat Hindu tentang kidung suci dewa yajna dalam persembahyangan di Pura Astiti Dharma Desa Garantung kabupaten pulang pisau (perspektif pendidikan Hindu). Data ini di peroleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan ditentukan secara porposive. Penelitian bertindak sebagai instrument utama dibantu dengan menggunakan pedoman wawancara, kamera, dan alat tulis lainnya. Setelah di lakukan verifikasi, data dianalisis dengan beberapa teori yang relevan seperti teori interaksi simbolik, teori fenomenologi, teori sad dharma dan teori pendidikan Hindu. Hasilnya disajikan secara formal dan informal. Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa Pemahaman Umat Hindu Tentang kidung sucid dewa yajna dalam persembahyangan di Pura Astiti Dharma Desa Garantung Kabupaten Pulang Pisau adalah untuk mengetahui Pemahaman Umat Hindu tentang Ketuhanan (Para Vidya), Pemahaman Umat Hindu Tentang Duniawi (Apara Vidya). Kendala Umat Hindu Dalam Melagukan kidung suci dewa yajna di Pura Astiti Dharma Desa Garantung Kabupaten Pulang Pisau adalah Dalam menembangkan kidung suci dewa yajna di Desa Garantung sudah tentu terdapat hambatan-hambatan yang dihadapinya. Faktor-faktor yang menjadi penghambat atau kendala yang merupakan faktor dari luar (internal) dan kendala dari dalam (eksternal).Upaya Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan Melagukan kidung suci dewa yajna Dalam Persembahyangan Di Pura Astiti Dharma Desa Garantung Kabupaten Pulang Pisau adalah menggunakan enam metode dalam ajaran agama Hindu yang dapat digunakan dalam mendalami ajaran agama Hindu, yang disebut dengan metode Sad Dharma, Metode yang dimaksud adalah (1) Dharma Sedana, (2) Dharma Gita, (3) Dharma Wacana, (4) Dharma Tula, (5) Dharma Yatra dan, (6) Dharma Santi.