Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

S

1.409 karya publik ditemukan.

162025: 112025: 12026: 932025: 1832024: 1952023: 2442022: 2242021: 2942020: 572019: 12018: 312017: 802010: 1

Meningkatkan Minat Belajar Siswa Terhadap Seni Budaya Dan Prakarya Di SDN 1 Palangan Kecamatan Kota Besi Kabupaten Kotawaringin Timur

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sekolah Dasar Negeri 1 Palangan juga menerapkan belajar tambahan melalui ekstrakurikuler, seperti yang terlihat sekilas ketika sore hari melintas di lingkungan SDN-1 Palangan ada beberapa anak-anak yang mengikuti ekstrakurikuler seni, antusias siswa yang mengikuti cenderung sedikit. Dan pada zaman sekarang jarang sekali bahkan hampir tidak terlihat anak-anak memainkan alat musik tradisional terutama alat musik kacapi, padahal guru yang di sekolah bisa memberi mereka tugas untuk praktek bermain musik tradisional, guna merangsang siswa untuk berkreativitas dan berminat terhadap budayanya. Adapun rumusan masalah dalam penelitian adalah: Bagaimanakah minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya di SDN-1 Palangan Kecamatan Kota Besi Kabupaten Kotawaringin Timur, Apakah Faktor penghambat dan pendukung pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya di SDN-1 Palangan Kecamatan Kota Besi Kabupaten Kotawaringin Timur, Apakah implikasi minat belajar siswa terhadap Seni Budaya dan Prakarya di SDN-1 Palangan Kecamatan Kota Besi Kabupaten Kotawaringin Timur . Penelitian ini bertujuan ini untuk mengkaji dan menggali pengetahuan tentang meningkatkan minat belajar siswa terhadap seni budaya dan prakarya serta faktor penghambat dan pendukungnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dikaji dengan menggunakanTeori Behavioristik dari Gagne dan Berliner untuk rumusan masalah pertama, dan Teori Kognitivisme dari Jean Pieget untuk rumusan masalah kedua, serta Teori Implikasi dari Silalahi untuk rumusan masalah ketiga. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskritptif kualitatif, dan teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling. Data diperoleh dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi serta menggunakan pedoman wawancara, alat perekam dan alat pengambil gambar sebagai instrument yang digunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan temuan data penelitian dan analisis dengan teori ditemukan beberapa bahwa meningkatkan minat belajar siswa terhadap seni budaya dan prakarya di SDN 1 Palangan Kecamatan Kota Besi Kabupaten Kotawaringin Timur, meliputi empat indikator minat belajar siswa yaitu, kesukaan, ketertarikan, perhatian dan keterlibatan siswa. Selain itu ada faktor penghambat dan pendukung minat belajar siswa ada dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Meningkatnya minat belajar siswa memberikan dampak positi dan negative. Dampak positif siswa meningkatnya ilmu pengetahuan, bertambahnya minat siswa terhadap seni budaya, dan meningkatnya kreativitas siswa terhadap seni budaya dan prakarya. Dampak negativ yaitu terganggunya kegiatan belajar lain, kekurangan sarana prasarana, dan siswa menjadi kelelahan.

Pelestarian Ekowisata Sepan Apui Di Sungai Bemban Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Suriadi P, 2020. Pelestarian Ekowisata Sepan Apui di Sungai Bemban Kecamatan Marikit Kabupeten Katingan. Skripsi. Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya Prodi Pramuwisata Budaya dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHNTP) Palangka Raya. Pembibing (I) Dr. Sihung S.Ag., M.Si, Pembibing (II) Buhol, S.Ag., M.Fil.H Pelestarian Ekowisata Sepan Apui merupakan hal yang sangat penting khususnya dalam menjaga dan merawat lingkungan serta kearipan lokal agar tidak terjadi pengalihan fungsi. Penting khususnya untuk generasi muda sebagai penerus bangsa, tetap menjaga dan melindungi aset wilayah. Mengingat pada dewasa ini wisata sebagai bukti yang nyata dapat memberikan kontribusi serta peluang usaha peningkatan ekonomi untuk masyarakat. Penelitian ini membahas tentang Pelestarian Ekowisata Sepan Apui. maka hal ini yang ingin dijelaskan dan diunkapkan dikaji melalui penelitian ini adalah : (1) Bagaimana Rekontruksi Pelestarian ekowisata dan kendalanya, serta (2) bagaimana pelestarian Sepan Apui dan (3) apa implikasinya. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif Kualitatif, dari sifat penelitian itu mejelaskan teori teori, rekontruksi dan pemberdayaan masyarakat. Instrument utama dalam penelitian adalah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dokumentasi. yang mumpu memberikan informasi yang dibutuhkan dan menjelaskan Sepan Apui yaitu Kepala Desa, Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan dan Tokoh Pemuda. Hasil penelitian menujukan bahwa pelestarian Sepan Apui dan kendala yang dihadapi oleh masyarakat wilayah Kecamatan Marikit.(1) Pelestarian Ekowisata Sepan Apui di Sungai Bemban Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan dalam ini upaya pelestarian dan mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan,(2) kendala-kendala yang dihadapi oleh masyarakat untuk pengembangan pelestarian ekowisata tentang kendala-kendala sarana dan parasrana penunjang wisata. Kata Kunci : Pelestarian, Sepan Apui.

Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN-5 Menteng Palangka Raya

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Widiasih Turi, 2020. Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN-5 Menteng Palangka Raya. Skripsi. Strata Satu. Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Lilik, S.Ag., M.Pd dan Pembimbing II Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H. Pengelolaan pembelajaran penting dilakukan untuk memudahkan proses belajar mengajar untuk mencapai hasil yang maksimal. Namun pada kenyataannya pengelolaan pembelajaran pendidikan agama Hindu SDN-5 Menteng Palangka Raya belum sepenuhnya efektif apabila tidak didukung oleh beberapa pihak yang terkait termasuk kepala sekolah dan guru agama Hindu di sekolah tersebut. Penelitian bertujuan (1) mengetahui perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN-5 Menteng Palangka Raya; (2) mengetahui pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN-5 Menteng Palangka Raya ; (3) mengetahui pengawasan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN-5 Menteng Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori manajemen pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di SDN-5 Menteng Palangka Raya. Sumber data dalam penelitian ini ada dua yaitu data primer (data dari guru mata pelajaran agama Hindu dan kepala SDN-5 Menteng Palangka Raya) dan data sekunder (literature, buku, artikel, jurnal, serta situs internet yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan). Informan ditentukan secara purposive. Peneliti bertindak sebagai instrument utama dibantu dengan menggunakan pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN-5 Menteng Palangka Raya secara keseluruhan sudah di lakukan oleh guru mata pelajaran agama Hindu di SDN-5 Menteng Palangka Raya dengan cukup baik. Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN-5 Menteng Palangka Raya sudah dilakukan tetapi secara keseluruhan belum efektif dan efesien. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pembelajaran diantaranya kurangnya keaktifan guru dalam hal penyampaian pembelajaran, minimnya bahan belajar atau sumber belajar, prasarana dan sarana yang ada disekolah sangat terbatas. Pengawasan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN-5 Menteng Palangka Raya dibagi dua, yaitu: Pengawasan internal dilakukan oleh guru mata pelajaran agama Hindu SDN-5 Menteng Palangka Raya kepada siswa dan pengawasan eksternal dilakukan oleh kepala SDN-5 Menteng Palangka Raya dan pihak Kementerian Agama Hindu Kota Palangka Raya. Secara garis besar kegiatan pengawasan pembelajaran di SDN-5 Menteng Palangka Raya belum efektif dan efesien.

Pelaksanaan Pembelajaran di Pasraman Asi Pambelum Desa Tewang Rangkang Kabupaten Katingan

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Desi Pupita Sari 2020. Pelaksanaan Pembelajaran di Pasraman Asi Pambelum Desa Tewang Rangkang Kabupaten Katingan. Skripsi. Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Yuni Permata, S.Pd.,M.Pd. Pendidikan merupakan aspek yang sangat penting khususnya untuk generasi muda sebagai penerus bangsa. Pada hakikatnya pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan untuk membimbing seseorang untuk mengembangkan jati diri yang lebih baik. Jadi pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh manusia baik oleh manusia baik oleh dirinya sendiri maupun melalui orang lain. Dalam penelitian ini penulis mengangkat penelitian pendidikan nonformal Pasraman Asi Pambelum. Berkaitan dengan pendidikan nonformal pasraman terdapat beberapa masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan pembelajaran di Pasraman Asi Pambelum dan apa mafaat yang dirasakan orang tua setelah adanya Pasraman Asi Pambelum di Desa Tewang Rangkang Kabupaten Katingan, dengan ruang lingkup penelitian sebagai berikut : (1) pelaksanaan pembelajaran (2) manfaat-manfaat yang dirasakan orang tua. Penelitian ini dilakukan pada Pasraman Asi Pambelum di Desa Tewang Rangkang Kabupaten Katingan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan jumlah informan 7 orang, yang menjadi instrument penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dan manfaat-manfaat yang dirasakan orang tua setelah adanya pelaksanaan pembelajaran di Pasraman Asi Pambelum di Desa Tewang Rangkang Kabupaten Katingan, (1) pada pelaksanaan pembelajaran di Pasraman Asi Pambelum, guru-guru Pasraman Asi Pambelum telah melaksankan perannya sebagai guru yakni sudah melaksankan persiapan sebelum mengajar, pengelolaan pengajaran dalam hal sistem pelaksanaan pembelajaran, pembukaan pembelajaran, materi-materi yang akan disampaikan, penggunaan metode pembelajaran, penggunaan media pembelajaran, pengelolan kelas, serta menutup pembelajaran, dan melakukan proses evaluasi, sudah dilakukan sesuia dengan rangkaian proses pada pelaksanaan pembelajaran dan juga sudah dilakukan secara optimal dalam mencapai tujuan dalam pembelajaran. (2) manfaat-manfaat yang dirasakan orang tua di Pasraman Asi Pambelum, yaitu berubahnya perilaku dan sikap anak-anak mereka menajadi lebih baik, serta mampu mengaplikasikan materi-materi yang disampaikan di pasraman seperti membuat saran upacara keagamaan Hindu Kaharingan dan sarana persembahyangan basarah, dan terasahnya bakat dan minat anak dalam berbagai bidang kesenian seperti menari dan tarik suara, serta menguatnya keimanan anak terhadap agamanya sendiri.

PERSEMBAHYANGAN PURNAMA PADA UMAT HINDU DI PURA PITAMAHA KOTA PALANGKA RAYA (PERSPEKTIF PENDIDIKAN HINDU)

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK LOLIK ROHNIA HANJAR SAPUTRIA NINGSIH. 2020. Persembahyangan Purnama Pada Umat Hindu Di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya (Perspektif Pendidikan Hindu). Pembimbing I. Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II. Dr. I Nyoman Sidiastawa, S.Ag.,M.A Penelitian ini mengkaji persembahyangan purnama pada umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya. Penelitian ini mengangkat fenomena masyarakat dalam memahami persembahyangan purnama pada umat Hindu. Masyarakat secara umum dan Hindu khususnya belum banyak memahami tentang persembahyangan purnama apa lagi pelaksanaan, nilai-nilai pendidikan, dan implikasinya. Persembahyangan purnama mempunyai pelaksanaan, nilai-nilai pedidikan, dan implikasi bagi kehidupan manusia itu sendiri maupun orang lain. Berdasarkan hal di atas, maka penelitian ini difokuskan pada pembahasan tentang (1) pelaksanaan persembahyangan purnama pada umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya, (2) nilai pendidikan Hindu dalam persembahyangan purnama bagi umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya, (3) implikasi nilai pendidikan Hindu dalam persembahyangan purnama dari umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, mengekplorasi, mendeskripsikan persembahyangan purnama, dan menganalisis pelaksanaan, nilai-nilai pendidikan Hindu, implikasi dalam persembahyangan purnama pada umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk memahami dan menganalisis persembahyangan purnama pada umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya (perspektif pendidikan Hindu). Data ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan ditentukan secara porposive. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dibantu dengan menggunakan pedoman wawancara, kamera, dan alat tulis lainnya. Setelah dilakukan verifikasi, data dianalisis dengan beberapa teori yang relevan seperti teori struktural fungsional, teori nilai dan teori implikasi. Hasilnya disajikan secara formal dan informal. Hasil penelitian ini dideskripsikan bahwa persembahyangan purnama pada umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya terbagi kedalam tiga tahapan yaitu tahap awal, tahapan pokok, dan tahapan akhir. Nilai pendidikan Hindu dalam persembahyangan purnama adalah: nilai material, nilai vital, dan nilai pendidikan keagamaan. Implikasi dalam persembahyangan purnama bagi umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya adalah bermacam-macam baik untuk masyarakat Hindu maupun untuk orang lain. Implikasi persembahyangan purnama bagi umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya ini memiliki beberapa implikasi yaitu implikasi positif dan implikasi negatif. Interaksi sosial masyarakat Hindu dalam meningkatkan cinta kasih, persaudaraan, dan solidaritas menuju tujuan hidup lahir batin, keseimbangan serta kaharmonisan masyarakat Hindu dapat dikatakan sangat luar biasa baik

TATA CARA UPACARA MANDUNG PADA UMAT HINDU KAHARINGAN DI DESA KALASIN KECAMATAN UUT MURUNG KABUPATEN MURUNG RAYA (Kajian Filosofis)

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Upacara Mandung merupakan rangkaian upacara kematian pada umat Hindu Kaharingan, sebagai wujud bakti dan cinta kasih kepada anggota keluarga yang sudah meninggal, upacara Mandung hanya boleh dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan. Adapun permasalahan dalam penilitian ini yaitu bagaimana pelaksanaan tata cara upacara Mandung, apa fungsi pelaksanaan tata cara upacara Mandung dan apa makna filosofis pelaksanaan tata cara upacara Mandung pada umat Hindu Kaharingan di Desa Kalasin Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan tata cara upacara Mandung, fungsi pelaksanaan tata cara upacara Mandung dan makna filosofis upacara Mandung pada umat Hindu Kaharingan di Desa Kalasin Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya. Teori yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu teori religi, teori fungsional struktural dan teori interaksionalisme simbolik Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini lokasi di Desa Kalasin Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya. Jenis data dalam penelitian ini, yaitu data kuantitatif dan kualitatif. Sumber data yaitu Sumber data primer sumber. Sedangkan instrument peneliti sendiri. Tehnik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi sedangkan teknik analisa data menggunakan deskriptif kualitatif. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Pelaksanaan tata cara upacara Mandung pada umat Hindu Kaharingan di Desa Kalasin Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya yaitu ada beberapa tahapan yaitu: Tahap persiapan pelaksanaan tata cara upacara Mandung, tahap Pelaksanaan tata cara upacara Mandung dan tahap akhir pelaksanaan tata cara upacara Mandung. 2) Fungsi pelaksanaan tata cara upacara Mandung yaitu fungsi sosial yaitu manusia sebagai mahluk sosial, dimanapun keberadaaannya tidak terlepas dari kehidupan orang lain. Manusia di ciptakan tidak bisa hidup sendiri tanpa adanya interaksi dengan dengan yang lainnya dan fungsi religius pelaksanaan tata cara upacara Mandung yaitu untuk membersihkan dan mensyucikan Liau Haring dari segala perbuatan yang dibuatnya semasa hidup di dunia sehingga Liau Haring tersebut dapat menuju Lewu Telun Sengumang dan Liau Haring tidak lagi menggangu anak cucu yang di tinggalkan, sehingga anak cucu yang di tinggalnya dapat hidup dengan tenang dan mendapat rejeki di kemudian hari. 3) Makna filosofis tata cara upacara Mandung yaitu untuk mengantar Liau Haring menuju Lewu Telun Sengumang dengan melaksanakan upacara Mandung untuk membersihkan, membuang sial dan membebaskan ikatan dari yang meninggal tersebut karena kalau belum dilaksanakan upacara Mandung tentunya yang hidup masih terikat dengan yang meninggal.

KONTROVERSI USIK LIAU DALAM UPACARA WARA DI DESA PENDREH, KECAMATAN TEWEH TENGAH KABUPATEN BARITO UTARA

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hulpanus, 2020. “Kontroversi Usik Liau dalam Upacara Waradi Desa Pendreh, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara”. Tesis. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya.Pascasarjana Program Studi Ilmu Hukum Agama Hindu. Pembimbing I Dr. Derson, S.Ag., M.Ag. Pembimbing II Dr. Drs. I Made Suyasa, M.A.P.,M.Si. Kata Kunci:Kontroversi Usik Liau, Wara, Hindu Kaharingan Umat Hindu Kaharingan di Desa Pendreh, Kecamatan Teweh Tengah,Kabupaten Barito Utara, meyakini keberadaan Usik Liau dalam upacara Wara adalah murni upacara agama, bukan adat.Usik Liau adalah bentuk permainan liau.Permainan ini dimainkan sebagai rasa suka cita anggota keluarga yang menunggu kehadiran liau dari Gunung Lumut untuk diberi makan, disucikan, dan dikembalikan oleh kandong balian Wara ke Gunung Lumut menemui Kakah Pasilin Liau dan Itak Pasilin Liau untuk diangkat ke Jaa tenung Lanamun dan jaa tenung kanangkai (langit ketujuh). Seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi, permainan Usik Liau mengalami pergeseran dan pengaburan dari makna dan nilai religius menjadi ajang perjudian menggunakan taruhan berupa uang dan dibuka secara besar-besaran serta menyimpang dari ajaran agama Hindu Kaharingan dan hukum positif. Berdasarkan realita tersebut tentunya menjadi dilema dan kesulitan tersendiri untuk menghapuskan kebiasaan yang telah membudaya sehingga melahirkan kontroversipada permainan Usik Liau dalam upacara Wara. Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini, yaitu(1)apakah yang menjadi dasar pelaksanaan Usik Liau dalam upcara Wara di Desa Pendreh, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara;(2)apakah faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya kontroversi pada permainan Usik Liau dalam upacara Wara; dan(3) apa upaya yang dilakukan dalam menyelesaikan kontroversi pada permainan Usik Liau dalam upacara Wara. Untuk menganalisis masalah-masalah tersebut digunakan Teori Resepsi, Teori Konflik, dan Teori Interaksi Simbolik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptifkualitatif.Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik observasi, wawancara, dokumentasi,dan teknik kepustakaan. Hasil penelitian ditemukan beberapa kesenjangan yang terjadi dalam permainan Usik Liau dalam upacara Wara yang memiliki makna dan nilai religius dan sakral bergeser menjadi permainan judiyang bertentangan dengan ajaran agama dan UUD pasal 1 Nomor 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian.Hal ini muncul karena berbagai pandangan yang berbeda dalam masyarakat yang berlawanan dan adanya kepentingan tertentuyang mengatakan bahwa Usik Liau adalah adat yang mentradisisehingga menimbulkan kontroversi.

EKSISTENSI PIMPINAN CABANG KESATUAN MAHASISWA HINDU DHARMA INDONESIA DALAM UAPAYA MENINGKATKAN KUANTITAS DAN KUALITAS KADER DI KOTA PALANGKA RAYA

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Manusia sebagai mahluk sosial yang selalu melakukan interaksi sosial, dan hal itu pulalah yang kemudian menciptakan terbentuknya suatu kelompok atau organisasi sosial. Organisasi di Indonesia, tidak hanya terdapat dalam kehidupan masyarakat secara umum saja, melainkan juga banyak terdapat dalam kehidupan masyarakat kampus, khususnya kalangan mahasiswa. Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia adalah salahsatu organisasi kemahasiswaan yang bernafaskan Hindu dan bersekala nasional dengan mahasiswa sebagai kaum intelektual. Penelitian dengan judul “Eksistensi Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Dalam Upaya Meningkatkan Kuantitas dan Kualitas Kader di Kota Palangka Raya”, memiliki rumusan masalah 1) apa saja kerndala yang dihadapi. 2) bagaimana upaya PC KMHDI dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas kader. Landasan teori yang gunakan yaitu teori eksistensi dan teori organisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Ada pun sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dari press release serta dari data PC KMHDI Palangka Raya. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa 1) Upaya yang dilakukan Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas kader adalah: melakukan tahapan-tahapan kaderisasai yang sesuai dengan AD/ART KMHDI, melakukan atau mengikuti diklat-diklat organisasi, kewirausahaan dan sebagainya, melakukan sosialisasi tentang eksistensi PC KMHDI dan selalu bekerjasama atau berkoordinasi dengan pihak-pihak lembaga keagamaan Hindu yang ada di Kota Palangka Raya. 2) Kendala Yang Dihadapai Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Dalam Upaya Meningkatkan Kuantitas Dan Kualitas Kader Di Kota Palangka Raya adalah: kurangnya kemaun kader untuk aktif dalam setiap kegiatan yang diselengarakan PC KMHDI, minimnya kemauan mahasiswa Hindu di Palangka Raya untuk berorganisasi khususnya organisasi keagamaan, tidak samanya kalender akademik setiap Perguruan Tinggi di Kota Palangka Raya, dan kurangnya koordinasi dan komunikasi yang baik antar kader.

PERANAN LEMBAGA HINDU TERHADAP MARAKNYA PENGGUNAAN RITUAL PERKAWINAN HINDU KAHARINGAN DI DESA TUMBANG KARUEI KECAMATAN BUKIT RAYA KABUPATEN KATINGAN ( PERSPEKTIF HUKUM HINDU )

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Menurut Undang-undang 1945 pasal 2 ayat 1 yaitu Perkawinan sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya. Jika dilihat dalam pasal tersebut, maka perkawinan yang di lakukan oleh masyarakat di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan yang menggunakan ritual perkawinan Hindu Kaharingan di anggap sudah melanggar aturan yang berlaku. Penomena inilah yang terjadi berdasarkan observasi yang telah terjadi dalam pelaksanaan perkawinan oleh umat beragama Kristiani dan katolik yang menggunakan ritual perkawinan Hindu Kaharingan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian yaitu : 1. Bagaimana Bentuk Ritual Perkawinan Adat yang marak dilaksanakan di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan perspektif Hukum Hindu. 2. Faktor apakah yang mempengaruhi Ritual Perkawinan Adat yang marak dilaksanakan di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan perspektif Hukum Hindu. 3. Bagaimanakah Peran Majelis Kelompok Hindu Kaharingan dalam penggunaan ritual Perkawian adat yang marak di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan perspektif Hukum Hindu. Teori yang digunakan dalam mengupas permasalahan yang di teliti adalah Teori Interaksionalisme Simbolik, Teori Kausalitas dan Teori Kewenangan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Teknik pengumpulan data. dilakukan dengan Teknik Observasi, Tehnik Wawancara, Tehnik Observasi, Tehnik Dokumentasi dan Studi Kepustakaan, dengan teknik pengumpulan key Penentuan informan kunci (key informan) atau sample (representative sample). Teknik analisis data menggunakan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber data. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa Peranan Lembaga Hindu Terhadap Maraknya Perkawinan Adat Yang Menggunakan Ritual Agama Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan (Perspektif Hukum Hindu) 1. Bentuk Ritual Perkawinan Adat yang marak dilaksanakan didesa Tumbang Karuei kecamatan bukit Raya Kabupaten Katingan perspektif Hukum adalah (a). Ritual Haliki (b). Peminangan, (c). Pemberkatan Perkawinan. 2. Faktor yang mempengaruhi Ritual Perkawinan Adat yang marak dilaksanakan di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan yaitu faktor internal dan ekternal. (a). Faktor internal terdiri dari faktor dari keluarga, Faktor psikologis, faktor keyakinan, faktor keinginan sendiri.(b). Faktor eksternal yang mempengaruhi adalah adanya (1) faktor sosial, (2) faktor budaya/adat, (3) faktor tradisi, (4) faktor ideologi keberagaman. 3. Peran Majelis Kelompok agama Hindu Kaharingan dalam penggunaan ritual perkawinan Hindu Kaharingan yang marak digunakan di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan. (a). Peranan:Mengatur, memelihara, dan mengembangkan agama Hindu, mempertinggi kesadaran hidup (b). Tugas; mengukuhkan, memberikan pemahaman, meningkatkan pengabdian, memelihara kerukunan. (c). Pelaksanaa Ritual perkawinan belum ada batasan. Dalam penelitian di Desa Tumbang karuei yaitu di temukan bahwa dalam tindakan yang di berikan oleh Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan adalah tidak ada ketegasan dalam menindak dalam penggunaaan ritual Perkawinan Hindu Kaharingan karena belum ada sanksi yang berlaku di desa tersebut, belum ada kerja sama antara Majelis Kelompok agama Hindu dengan lembaga Adat dalam batasan-batasan penggunaan ritual agama dengan adat. Kunci : Bentuk ritual perkawinan, peranan Majelis Hindu, Faktor eksternal dan faktor internal

UPACARA KEMATIAN UMAT HINDU KAHARINGAN DI DESA BANGKAL KECAMATAN SERUYAN RAYA KABUPATEN SERUYAN (Kajian Teologi Hindu Kaharingan)

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK NALIS, 2020. Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan (Kajian Teologi Hindu Kaharingan). Skripsi Strata Satu Program Studi Filsafat Agama Hindu, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. I Wayan Salendra, S.Ag.,M.Si dan Pembimbing II Dr. Kuri, S.Ag.,M.Ag. Upacara kematian merupakan salah satu upacara Pitra Yadnya, yang dilaksanakan oleh Umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan, selama upacara kematian berlangsung, Pisor memainkan peran utama dalam pelaksanaan upacara. Ritual ini merupakan ritual yang sakral dan suci secara turun temurun dilakukan oleh Umat Hindu Kaharingan khususnya di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan, berdasarkan dari latar belakang, maka dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yang dibahas sebagai berikut : (1) Bagaimana pelaksanaan upacara kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan? (2) Bagaimana mitologi pelaksanaan upacara kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan? (3) Apa makna teologi yang terkandung dalam pelaksanaan upacara kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan, mitologi dan makna teologi dalam upacara kematian, untuk membedah masalah dalam penelitian ini dengan menggunakan kajian pustaka, konsep serta beberapa teori : (1) Teori Religi (2) Teori Persepsi Interpersonal (3) Teori Simbol. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode kualitatif dan lokasi yang digunakan yaitu bertepatan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu : (1) Observasi (2) Wawancara (3) Dokumentasi dan (4) Studi Kepustakaan. Subjek dalam penelitian ini adalah upacara kematian, Pisor, Tokoh Umat Hindu Kaharingan, Ketua Majelis dan masyarakat setempat. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Pelaksanaan upacara kematian diawali dengan mempersiapkan sarana prasarana upacara, memandikan jenazah, mendadani jenazah, membuat Langkau, membuat Runi,Ngahem Runi, dan memasukan jenazah ke dalam Runi; (2) Mitologi upacara kematian berawal dari seorang Rohaniawan dari Katingan. Beliau bernama Jawa kemudian keahlian beliau diturunkan kepada Merek dan Mareseng upacara kematian ini secara turun temurun masih dilaksanakan sampai saat ini; (3) Makna Teologi dalam upacara kematian dimana dalam pelaksanaannya yang dipuja dan disembah adalah Ranying Hatalla Langit dengan prabawanya atau manifestasinya, Ranying Hatalla langit adalah pencipta segala yang ada di dunia ini, sehingga di dalam pelaksanaan upacara kematian, memohon mempercepat proses mengembalikan tiga unsur dalam tubuh manusia yaitu unsur bapak (Karahang Tulang Panjang), unsur ibu (Balawang Panjang) dan roh (Panyalumpuk) serta mensucikan roh-roh dari berbagai dosa yang diperbuat selama kehidupannya di dunia. Kata Kunci : Ngahem Runi, Nyingah Runi, Nata Apui, Hindu Kaharingan

ARUH GANAL PADA MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA KAMAWAKAN KECAMATAN LOKSADO KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN (Kajian Bentuk Fungsi dan Makna)

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Eka Sarianti, 2020, Aruh Ganal di Desa Kamawakan Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Kajian Bentuk, Fungsi dan Makna) Skripsi Strata satu Program studi Filsafat Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I: Nyoman Sarma. S.Ag.,M.Fil.H dan Pembimbing II: Ni Nyoman Tantri, S.Pd,.M.Pd. Aruh Ganal adalah upacara yang dilaksakan satu tahun sekali setelah panen di Desa Kamawakan Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Aruh Ganal dilaksanakan sebagai ucapan syukur kepada Nining Bahatara/ Tuhan Yang Maha Esa dan seluruh menifestasi-Nya atas hasil panen yang melimpah. Berdasarkan dari latar belakang, dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yang dibahas sebagai berikut : (1) Bagaimanakah bentuk pelaksanaan Aruh Ganal yang ada pada Masayarakat Hindu Kaharingan di Desa Kamawakan Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sung ai Selatan, (2) Bagaimanakah fungsi Aruh Ganal pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Kamawakan Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan,(3) Apa makna dari sarana dan prasarana dalam Aruh Ganal pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Kamawakan Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk, fungsi dan makna dalam Aruh Ganal. Untuk membedah masalah dalam penelitian ini menggunakan kajian pustaka, konsep dan beberapa teori : (1) Teori religi, dan (2) Teori simbol. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode kualitatif yang dilengkapi dengan data kuantitatif dan lokasi yaitu bertempat di Desa Kamawakan Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu dengan menggunakan teknik : (1) Observasi, (2) wawancara dan (3) dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala adat, Rohaniawan dan para sandaran balian. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Aruh Ganal diawali dengan menyiapkan sarana dan prasarana upacara dilanjutkan dengan tahap persiapan, tahap kumonikasi dengan para leluhur, tahap pokok dan tahap akhir yaitu yang diakhiri dengan acara makan bersama, (2) Fungsi Aruh Ganal terbagi menjadi, fungsi sosial, fungsi religious dan fungsi sarana dan prasarana, (3) Makna Aruh Ganal pada Masyarakat Hindu Kaharingan yang ada di Desa Kamawakan, dalam penelitian ini makna yang dibahas yaitu makna sarana dan prasarana. Dimana sarana dan prasarana dalam Aruh Ganal bermakna sebagai simbol kekuasaan Nining Bahatara dan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan segala menifestasinya. Kata Kunci : Aruh Ganal, Hindu Kaharingan.

KANDAYU PADA PELAKSANAAN BASARAH DI DESA TUMBANG KUAYAN KECAMATAN RUNGAN BARAT KABUPATEN GUNUNG MAS (Kajian Teologi Hindu Kaharingan)

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Sri Pornia, 2020, Kandayu pada pelaksanaan Basarah di Desa Tumbang Kuayan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas (Kajian Teologi Hindu Kaharingan). Skripsi Strata Satu Program Studi Filsafat Agama Hindu, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Wayan Gepu, S.Ag., M.Fil.H dan Pembimbing II: Ni Nyoman Tantri, S.Pd., M.Pd. Beragama merupakan salah satu kewajiban bagi insan manusia di dunia ini. Penerapan ajaran agama diharapkan dapat dilakukan dengan baik, benar dan berlandaskan pada hati tulus dan ikhlas. Ajaran agama setidaknya harus menjadi pedoman dalam kehidupan. Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kuayan, menjalankan aktivitas keagamaan melalui pelaksanaan Basarah yang disertai dengan pelantunan kidung suci Kandayu. Tetapi ada keprihatinan iman terhadap perbedaan ritme Kandayu dan perubahan kalimat dari kandayu cetakan terbaru dengan yang lama serta makna teologi Kandayu. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apa jenis Kandayu dan makna teologi Kandayu yang digunakan pada pelaksanaan Basarah di Desa Tumbang Kuayan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis Kandayu, dan makna teologi dalam Kandayu yang digunakan pada saat pelaksanaan Basarah. Teori yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu teori rekontruksi, teori refrensial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berlokasi di Desa Tumbang Kuayan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Jenis data yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Sumber data yaitu Sumber data primer dan sumber data sekunder. Sedangkan instrumen penelitian yaitu peneliti itu sendiri. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan studi dokumen sedangkan teknik analisa data menggunakan teknik analisa mengalir. Adapun hasil dari penelitian ini menunujukan bahwa: 1) Jenis Kandayu yang digunakan pada pelaksanaan Basarah didesa Tumbang Kuayan yaitu Kandayu Manyarah Sangku Tambak Raja, Kandayu Mantang Kayu Erang, Kandayu Parawei dan Kandayu Mambuwur Behas Hambaruan. 2) Makna teologi jenis Kandayu yang digunakan pada saat pelaksanaan Basarah yaitu Kandayu Manyarah Sangku mengandung makna menyerahkan segala kehidupan kepada Ranying Hatalla dan memohon berkat. Kandayu Mantang Kayu Erang mengandung makna memohon rejeki, kesehatan dan umur panjang kepada Ranying Hatalla Langit. Kandayu Parawei mengandung makna berupa nasehat kepada umat Hindu Kaharingan agar imannya kuat dan selalu menjalankan ajaran dari Ranying Hatalla Langit, dan Kandayu Mambuwur Behas Hambaruan mengandung makna menerima berkat dari Ranying Hatalla Langit.

Legalitas Hukum Sistem Perkawinan Hindu Kaharingan Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tesis ini mengkaji legalitas hukum dalam sistem perkawinan pada masyarakat Hindu Kaharingan. Fenomena yang terjadi, kurangnya kesadaran hukum masyarakat Hindu Kaharingan, dalam mentaati aturan untuk mendapatkan keabsahan dari perkawinan yang dilaksanakan. Berdasarkan uraian tersebut masalah yang dikaji :1. Bagaimanakah standar operasional prosedur mendapatkan legalitas hukum sistem perkawinan Hindu Kaharingan pada masyarakat Hindu Kaharingan?,2. Bagaimanakah sistem pelaksanaan perkawinan Hindu Kaharingan pada masyarakat Hindu Kaharingan?, 3. Apakah implikasi legalitas hukum dalam sistem perkawinan Hindu Kaharingan pada masyarakat Hindu Kaharingan?. Tujuan penelitian, untuk mengetahui, menjelaskan, dan mendiskripsikan legalitas hukum sistem perkawinan Hindu Kaharingan pada masyarakat Hindu Kaharingan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jenis data terdiri dari data kualitatif dan data kuantitatif. Sumber data terdiri dari data primer, dan data skunder. Teknik penentuan informan secara Purposive, dan sebagai instrument kunci yakni peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi dokumen dan kepustakaan. Analisis data, melalui pengumpulan informasi, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dikaji dengan teori validitas hukum, teori sistem hukum dan teori kausalitas, maka memperoleh hasil bahwa setiap perkawinan harus mendapatkan legalitas keabsahan hukum yang diatur didalam perundang-undangan yang berlaku, sistem perkawinan masyarakat Hindu Kaharingan memiliki prosedur satu kesatuan tersusun secara sistematis, dan pada setiap perkawinan memiliki implikasi positif yang bersifat baik bagi perkawinan tersebut, dan didalam perkawinan tentu ada berbanding implikasi negatif, yang menjadikan perkawinan tersebut tidak sesuai dengan adat, lembaga agama Hindu Kaharingan, bahkan tidak memiliki keabsahan pada Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil di Kabupaten Katingan. Berdasarkan penelitian di atas maka peneliti menemukan temuan baru bahwa pada sistem perkawinan yang dilaksanakan masyarakat Hindu Kaharingan, sah dan memiliki legalitas hukum, berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

KEBIJAKAN PEMERINTAH DESA DALAM PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN DANA DESA DI DESA MANTAREN II KECAMATAN KAHAYAN HILIR KABUPATEN PULANG PISAU

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kebijakan Pemerintah Desa Dalam Pengelolaan Dan Pemanfaatan Dana Desa di Desa Manatren II Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Made Kastama, SH.,MH, Pembimbing II I Komang Darman, SH.,MH Secara yuridis keberadaan desa telah di atur didalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa tepatnya pada pasal 18 yang menyatakan bahwa kewenangan desa meliputi kewenangan dibidang penyelenggaraan pemerintah Desa, pelaksanaan pembangunan Desa, pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul dan adat istiadat Desa. Dengan demikian pemerintah desa dalam hal ini diberikan wewenang untuk mengatur dan mengurus penyelenggaraan baik dari pembangunan sampai dengan pemberdayaan masyarakat desa, maka dari itu pemerintah desa dalam hal ini pemerintah Desa Mantaren II diberikan kebebasan untuk mengatur dan membuat kebijakannya sendiri terutama dalam mengelola dan memanfaatkan dana desa. Masalah yang diteliti dalam Skripsi ini mencakup 2 (dua) hal yaitu : (1) Bagaimana Kebijakan Pemerintah Desa Dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Dana Desa di Desa Mantaren II Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau ? (2) Apa Saja Yang menjadi Hambatan Pemerintah Desa Dalam Mengelola Dana Desa di Desa Mantaren II Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau ?. Subjek penelitian ini adalah Camat Kahayan Hilir, Kepala Desa Mantaren II, Sekretaris Desa Mantaren II, Kepala Urusan (Kaur) Pembangunan Desa Mantaren II, Ketua BPD Mantaren II dan Tokoh Masyarakat yang ada di Desa Mantaren II. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode Observasi, Wawancara, Kepustakaan dan Dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Dari analisis data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa : Kebijakan Yang Dilakukan Oleh Pemerintah Desa Mantaren II Dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Dana Desa di Desa Mantaren II adalah sesaui dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018.Dimana dijelaskan pada Pasal 1 angka 6 menyatakan bahwa : Pengelolaan Keuangan Desa adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, dan pertanggungjawaban keuangan desa. Dalam pelaksanaannya pemerintah desa didalam membuat kebijakan terkait pengelolaan dan pemanfaatan dana desa yaitu dengan membuat program kerja yang sesuai dengan Skala Prioritas Pembangunan Desa yang terdiri dari; Program Pembangunan Desa dan 2) Program Pemberdayaan Masyarakat, dimana dalam proses pelaksanaannya juga melibatkan lembaga lain seperti Masyarakat dan BPD baik dari proses perencanaan sampai dengan pertanggungjawaban dalam pengelolaan keuangan desa.

MANAJEMEN PENGEMBANGAN KAPASITAS DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN SMPN SATU ATAP DESA TUMBANG KAJAMEI KECAMATAN BUKIT RAYA, KABUPATEN KATINGAN (PERSPEKTIF MANAJEMEN PENDIDIKAN HINDU)

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Handiska Ayu Hepi Irjanti, MMP.17 103 005, Manajemen Pengembangan Kapasitas dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kajamei, Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan, Tesis: Manajemen Pendidikan Agama Hindu, Program Pascasarjana IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si, Pembimbing II: Dr. Sihung, S.Ag., M.Si. Tesis ini mengkaji manajemen pengembangan kapasitas dalam meningkatkan mutu pendidikan SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kajamei (perspektif manajemen pendidikan Hindu). Penelitian ini dilakukan berdasarkan latar belakang masalah di lapangan bahwa tidak terselenggaranya manajemen pengembangan kapasitas dalam meningkatkan mutu pendidikan SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kajamei (perspektif manajemen pendidikan Hindu). Dalam penelitian ini ditetapkan rumusan masalah. 1). bagaimanakah sistem manajemen pengembangan kapasitas dalam meningkatkan mutu pendidikan SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kejamei (perspektif manajemen pendidikan Hindu); 2). apakah fungsi manajemen pengembangan kapasitas dalam meningkatkan mutu pendidikan SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kejamei (perspektif manajemen pendidikan Hindu); 3). bagaimanakah implikasi manajemen pengembangan kapasitas dalam meningkatkan mutu pendidikan SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kejamei (perspektif manajemen pendidikan Hindu). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan menemukan bahwa : 1). Sistem manajemen pengembangan kapasitas dalam meningkatkan mutu pendidikan SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kejamei (perspektif manajemen pendidikan Hindu) yang dikaji menggunakan teori fungsional struktural didapatkan bahwa : dalam memaksimalkan penyediaan dan pembinaan tenaga pendidik, sekolah mengadakan rekrutmen yang sebelumnya telah diadakan perencanaan berdasarkan keperluan yang dibutuhkan sekolah. Selanjutnya dalam menyempurnakan strategi rekrutmen siswa melalui promosi, sekolah melakukan pengakraban bersama wali murid dan menggratiskan semua biaya pendidikan. Selain itu sekolah juga membuat program-program sesuai dengan kebutuhan siswa melalui pembinaan ibadah, pemberian motivasi belajar dan kegiatan ekstrakurikuler. 2). Fungsi manajemen pengembangan kapasitas dalam meningkatkan mutu pendidikan SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kejamei (perspektif manajemen pendidikan Hindu) yang dikaji menggunakan teori manajemen, mengacu pada empat tindakan manajerial yang di sebut POAC. Dalam perencanaan terdapat program jangka panjang, menengah dan pendek yang dilakukan dalam meningkatkan mutu pendidikan SMPN Satu Atap. Pengorganisasian tanpak jelas dengan struktur organisasi sebagai fungsi kordinasi dan wewenang. Pelaksanaan sebagai bentuk pengarah, proses merumuskan kembali aturan SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kajamei. Sedangkan pengawasan, merupakan usaha sistematis untuk menetapkan standar pelaksanaan di SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kajamei. 3). Implikasi manajemen pengembangan kapasitas dalam meningkatkan mutu pendidikan SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kajamei yang dikaji menggunakan teori pendidikan, tentu mempunyai implikasi positif dan implikasi negatif dalam meningkatkan mutu pendidikan SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kajamei. Implikasi positif mengacu pada pemerataan pendidikan, peserta didik semakin bertambah, pembiayaan pendidikan gratis dan pengembangan dalam meningkatkan kapasitas individu. Sedangkan implikasi negatif mengacu pada hambatan dalam perencanaan kurangnya pendanaan dalam meningkatkan mutu pendidikan, hambatan dalam pengorganisasian jumlah kekurangan guru yang cukup besar, hambatan dalam pelaksanaan sekolah belum mengevaluasi program kerja dengan pendekatan analisis SWOT serta masih ada guru yang mengajar bukan berdasarkan kualifikasinya, hambatan dalam pengawasan yaitu pengawasan hanya dilakukan bila ada waktu saja serta terganggunya komunikasi dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dari temuan di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan manajemen pengembangan kapasitas dalam meningkatkan mutu pendidikan (perspektif manajemen Hindu) pada SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kajamei, masih belum berhasil dalam meningkatkan mutu pendidikan. Hal ini dikarenakan kukurangan jumlah guru yang cukup besar, buku bahan belajar diperpustakaan yang masih belum ada, pendanaan yang kurang dan kurang pemahaman kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Penyelesaian Kasus Perceraian Melalui Lembaga Kedamangan Di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas.

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK SRIYAYUNI, 2020. Penyelesaian Kasus Perceraian Melalui Lembaga Kedamangan Di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas. Tesis Strata Dua (S-2), Prodi Ilmu Hukum Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag Pembimbing (II) Dr. Drs. I Made Suyasa, MAP.,M.Si Akhir-akhir ini banyak sekali dijumpai kasus-kasus di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas, khususnya mengenai masalah rumah tangga salah satunya yaitu masalah kasus perceraian yang mengharuskan Damang kepala adat untuk menyelesaikan kasus tersebut. Ketidak harmonisan dalam rumah tangga, alasan yang paling kerap dikemukakan oleh pasangan suami istri yang akan bercerai. Perceraian dalam masyarakat Dayak tidak lepas dari surat perjanjian perkawinan yang dilakukan. Dalam surat kawin dituangkan perjanjian kawin yang memuat beberapa ketentuan atas kesepakatan bersama, salah satunya mengatur tentang perceraian sebagai kekuatan Hukum Adat dalam mengambil keputusan oleh Damang Kepala Adat. Rumusan masalah pada penelitian ini ada tiga (3) yaitu 1). Faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya perceraian di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas? 2). Bagaimana proses penyelesaian kasus perceraian melalui Damang Kepala Adat di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas? 3). Bagaimanakah implikasi hukum putusan damang kepala adat pada penyelesaian kasus perceraian di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas? Teori yang digunakan yaitu tindakan sosial (Max Weber), teori keadilan (Rawls), teori koflik (Lewis A. Coser). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami penomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dari lapangan, penyebab perceraian terbagi menjadi dua faktor yaitu, faktor internal (faktor usia muda, faktor ketidak sesuaian pendapat dalam rumah tangga dan faktor kekerasan dalam rumah tangga) dan faktor eksternal (faktor ekonomi, faktor ikut campur orang tua dan faktor orang ketiga/perselingkuhan). Sedangkan proses penyelesaian kasus perceraian tersebut diselesaikan secara musyawarah mufakat yang diselesaikan oleh damang. Kemudian implikasi hukum putusan damang kepala adat pada penyelesaian kasus perceraian dampak positif (mempererat hubungan sosial, menegakkan hukum adat, dan mengembalikan keseimbangan alam) dan dampak negatif (rusaknya keseimbangan alam, terganggunya hubungan sosial dan berpengaruh terhadap perkembangan psikologis anak). Sedangkan sanksi adat sesuai dengan tindakannya yaitu pelanggaran adat pasal 2 Singer Tungkun ( denda adat merampas ietri orang) dan 5 Singer Hatulang Belum (denda adat dalam perceraian sepihak). Dalam pasal ini, jenis tindakan sengaja dilakukan, maka dapat dikenakan sanksi atau denda sesuai kontrak surat perjanjian kawin kedua belah pihak dan kekuatan hukum putusan yang dikeluarkan lembaga kedamangan terhadap pelaku bersifat mengikat dan sah, yang disaksikan orang banyak seperti damang, mantir adat, keluarga/ahli waris kedua belah pihak, tokoh masyarakat dan masyarakat.

Politik Hukum

2018 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku ini tersaji berasal dari refleksi pemikiran penulis yang pernah disampaikan dalam beberapa pertemuan ilmiah dan yang telah diterbitkan oleh majalah hukum seperti Varia Peradilan Mahhamah Agung dan jurnal ilmiah seperti Jurnal Yuvidis yang diterbitkan Universitas Pembangunan Nasional VETERAN Jakarta. Sehingga kemungkinan terjadi lompatan-lompatan pemikiran yang merespons peristiwa hukum konkret, namun demikian tetap dirangkaikan dalam alur pemikiran ilmu hukum. Kajian diawali dengan pembahasan tentang konstelasi politik hukum nasional yang merespons perubahan masyarakat sekaligus menyoroti persoalan-persoalan pembaruan dan transformasi hukum Islam sebagai salah satu unsur dari sistem hukum ke dalam hukum nasional.Ê Politik hukum sebagai suatu arah kebijakan yang diambil dan ditempuh oleh negara dalam menetapkan hukum mana yang perlu ditetapkan, diganti atau diatur, maka khsusus kajian tentang hukum Islam sebagai sebuah sistem hukum penulis memulai pembahasan ini dari sejarah pembaruan dan perkembangan hukum perdata Islam sampai dengan pertumbuhan hukum ekonomi Islam dan juga pidana Islam seperti termuat di dalam Qanun Jinayat yang berlaku di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam dan tentu tetap berada di dalam bingkai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Tema-tema yang dipilih dalam buku ini membahas seputar masalah pembentukan hukum nasional yang dikaitkan dengan sejarah pembaruan dan perkembangan hukum Islam dan politik hukum yang mengakomodasi hukum Islam dalam perubahan dan pembentukan peraturan hukum serta kelembagaannya. Juga menjelaskan tentang peranan politi hukum dalam membentuk perundang-undangan yang bersifat nasional dalam bidang hukum perdata Islam dan hukum pidana Islam serta ekonomi syariah. Buku ini diharapkan dapat menambah wawasan dan khazanah keilmuan bagi mahasiswa, para praktisi hukum, dosen, dan masyarakat pada umumnya karena memberikan gambaran yang utuh tentang Politik Hukum Nasional dalam Perspektif Hukum Islam.Ê *** Persembahan penerbit Kencana (PrenadaMedia)