Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

S

1.409 karya publik ditemukan.

162025: 112025: 12026: 932025: 1832024: 1952023: 2442022: 2242021: 2942020: 572019: 12018: 312017: 802010: 1

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN (PAIKEM) PADA MATA PELAJARAN AGAMA HINDU PADA SISWA HINDU DI SMAN-1 TEWANG SANGALANG GARING KABUPATEN KATINGAN

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Septiningsih.2020, Implementasi Pembelajaran PAIKEM Pada Mata Pelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Lilik, S.Ag.,M.Pd.H Skripsi ini mengkaji Implementasi Pembelajaran PAIKEM Pada Mata Pelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan suasana lingkungan belajar sering dipersepsikan sebagai suatu lingkungan yang menyiksa, membosankan, kurang merangsang, dan berlangsung secara menonton sehingga anak-anak belajar dengan terpaksa, tidak semangat dan kurang bergairah. Dilain pihak para guru juga berada dalam suasana lingkungan yang kurang menyenangkan dan sering terjebak dalam rutinitas sehari-hari. Berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini mengkaji tentag ( 1). Implementasi PAIKEM Pada Mata Pelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan (2) Kendala Dari Implementasi PAIKEM Pada Mata Pelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Tewang Sangalang garing Kabupaten Katingan. Tujuan penelitian: penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang Implementasi Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif Dan Menyenangkan (PAIKEM) Pada Mata Pelajaran Agama Hindu di SMAN-1 Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penentuan informan teknik purposive. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan doumentasi. Instrumen penelitian. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu: Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori belajar Peran, teori belajar konstruktivistik dan teori belajar implementasi. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: ( 1). Implementasi PAIKEM Pada Mata Pelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Tewang Sangalang Garing Kabupaten, yang dilakukan oleh guru agama Hindu yaitu terlebih dahulu melakukan perencanaan pembelajaran misalnya dengan menyiapkan RPP, silabus, menguasai materi yang akan diberikan agar ketika masuk keruangan dapat memberikan materi dengan baik. Selain itu dalam Implementasi PAIKEM juga melakukan perumusan tujuan dengan menganalisis tingkat kompetensi dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD) untuk memenuhi tuntutan minimal kompetensi yang dijadikan standar nasional. adapun bentuk pemaparan perencanaan pembelajaran guru agama Hindu (2) Kendala Dari Implementasi PAIKEM Pada Mata Pelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Tewang Sangalang garing Kabupaten Katingan yaitu siswa masih belum berpartisipasi dalam aktivitas pembelajaran, di ruangan ketika pembelajaran berlangsung siswa lebih banyak cenderung diam dan tidak mau bertanya dan ketika guru agama Hindu bertanya sebagian dari mereka diam sehingga Implemengtasi PAIKEM belum bisa berlajalan dengan baik karena siswanya cenderung fasif. Selain itu sarana dan prasara khususnya untuk agama Hindu masih belum memadai ketika melakukan praktek siswa masih menggunakan media atau alat seadanya.

Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Upacara Tiwah Di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rino Wisuda, 2020,Nilai-Nilai Pendidikan dalam Upacara Tiwah di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan. Pembimbing I Dr. Drs. I Wayan Karya, M.Pd.,M.Si Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si Skripsi ini mengkaji tentang Nilai-Nilai Pendidikan dalam Upacara Tiwah di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan. Masyarakat desa Bangkal masih kurang pemahaman tentang Nilai-Nilai Pendidikan yang terkandung dalam Pelaksanaan Upacara Tiwah di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan, dan ada juga masyarakat luar yang kurang memahami arti atau makna dari lancak atau raung yang tidak dikuburkan dan di letakan didalam rumah berhari-hari bahkan berbulan-bulan sebelum melaksanakan upacara tiwah. Berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini mengkaji tentang : 1) Bagaimana tata cara dalam pelaksanaan upacara tiwah di desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan; 2) Apa saja nilai-nilai pendidikan dalam upacara Tiwah di desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan; 3) Bagaimana implementasikan nilai-nilai pendidikan dalam upacara tiwah di desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan. Tujuan penelitian ini secara umum dikategorikan sebagai pengukur informasidi lapangan dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan lebih banyak, sedangkan secara khusus untuk mengetahui apa saja nilai-nilai pendidikan yag terkandung dalam upacara tiwah di desa Bangkal dan bagaimana implementasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penentuan informan teknik bola salju (snowball sampling). Pengumpulan data menggunakan observasi,wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahap yaitu: pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori Teori fungsional struktural dan teori nilai.Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyataka bahwa (1) proses pelaksanaan upacara tiwah adalah terbagi menjadi dua tahap yaitu tahap persiapan dimana ditahap ini ditentukan hari pelaksana dan semua sarana-prasarana yang dibutuhkan dipersiapkan dan tahap pelaksanaan merupakan tahap terahkir dimana proses melaksanakan upacara tiwah dimulai. (2) Nilai-nilai pendidikan yang terkandung ialah nilai Tri Kerangka Dasar Agama Hindu dimana upacara tiwah ini memiliki nilai tattwa yang artinya nilai kebenaran dalam melaksankan upacara tiwah tidak boleh melakukannya dengan terpaksa atau memiliki tujuan khusus tidak bertujuan untuk melakukan yadnya, nilai etika yang artinya dapat diambil sikap yang menujukkan tulus ikhlas dalam melaksankan upacara tersebut dan nilai upacara yang artinya bahwa ritual ini adalah sebuah tradisi yang menjadi jati diri dari sebuah umat desa bangkal. (3) implementasi nilai-nilai pendidikan dalam upacara tiwah dikehidupan sehari-hari.

Peran Guru Agama Hindu Dalam Memotivasi Siswa Pada Pembelajaran Agama Hindu di SMK Negeri 2 Palangka Raya

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Santi Tya Rahayu. 2020, Peran Guru Agama Hindu Dalam Memotivasi Siswa Pada Pembelajaran Agama Hindu di SMK Negeri 2 Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Derson,S.Ag.,M.Ag dan Pembimbing II Suwito, S.Ag.,M.Si Skripsi ini mengkaji Peran Guru Agama Hindu Dalam Memotivasi Siswa Pada Pembelajaran Agama Hindu di SMK Negeri 2 Palangka Raya. Guru saat ini hanya menggunakan metode ceramah membuat pembelajaran kurang menarik sehingga peserta didik menjadi pasif dan kurang termotivasi untuk belajar. Pengguna metode pembelajaran yang menonton dan membosankan mengakibatkan peserta didik kurang minat belajar dalam proses pembelajaran sehingga menyebabkan masih ada peserta didik yang hasil belajar rendah. Berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini mengkaji tentang (1) Bagaimana peran guru dalam melaksanakan proses pembelajaran agama Hindu di SMK Negeri 2 Palangka Raya (2) Apa saja yang menjadi kendala dalam melaksanakan pembelajaran agama Hindu di SMK Negeri 2 Palangka Raya (3) Apa upaya yang dilakukan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pelajaran Agama Hndu di SMK Negeri 2 Palangka Raya. Tujuan penelitian : secara umum, penelitian ini dikategorikan sebagai penjelajahan lapangan dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan lebih banyak, sedangkan secara khusus untuk mengetahui bagaimana peran guru Agama Hindu dalam melaksanakan proses pembelajaran, untuk mengetahui apa saja kendala serta untuk mengetahui apa upaya yang dilakukan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penentuan informan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan observasi,wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini dikaji dengan Teori Behaviorisme, Teori Kognitivisme, Teori Konstruktivisme. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa (1)Peran guru dalam melaksanakan proses pembelajaran agama Hindu di SMK Negeri 2 Palangka Raya, yang dilakukan oleh guru agama Hindu hanya berperan guru sebagai pendidik yang mengajarkan materi menggunakan metode ceramah. Hal yang perlu ditingkatkan lagi adalah peran sebagai motivator mengingat masih banyakpeserta didik yang kesusahan menerima materi dengan baikdan bisa menggunakan metode pembelajaran variasi agar meningkatkan minat belajar siswa. (2) Kendala dalam melaksanakan pembelajaran agama Hindu di SMK Negeri 2 Palangka Raya yaitu: kendala dari dalam diri siswa seperti pembawaan psikologi siswa sebagai pengaruh dari pola asuh atau kondisi dalam lingkungan keluarga, dan kendala dari luar siswa seperti perilaku siswa yang timbul sebagai akibat dari pengaruh luar seperti teman bergaul, masih kurang adanya kebersamaan tenaga pendidik dengan peserta didik. (3) Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pelajaran Agama Hndu di SMK Negeri 2 Palangka Raya, upaya yang perlu dilakukan oleh seorang guru sebagai motivator adalah melakukan pendekatan yang lebih kepada siswa, membuat siswa nyaman untuk menceritakan permasalahannya agar dapat mencari jalan keluar dari permasalah itu sehigga siswa dapat termotivasi belajar lebih giat lagi.

Sahnya Perkawinan Dalam Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Reong Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perkawinan adat di kalangan masyarakat adat Dayak telah berlangsung sejak dahulu kala, bahkan hingga saat ini dan diyakini berlangsung ke masa depan. Perkawinan adalah ikatan lahir bathin antara seorang laki-laki dan seorang perempuan sebagai suami-istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Perkawinan dikatakan sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya dan dicatatkan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Permasalahan yang diteliti yaitu Bagaimanakah proses perkawinan dalam masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Reong Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan ? Bagaimanakah sahnya perkawinan dalam masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Reong Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan ? Metode yang dipergunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan kualitatif secara teologi dan sosiologis serta yang menyangkut simbol religi setempat yang bersifat sakral dan mistis. Pendekatan tersebut digunakan untuk memaparkan semua yang berkaitan dengan Sahnya Perkawinan Masyarakat Hindu Kaharingan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Proses perkawinan dalam masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Reong Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan adalah pertemuan antara kedua keluarga (Nyundri), kemudian dilakukan proses peminangan (Basantane) dan proses pemenuhan jalan adat dan terakhir dilaksanakan ritual upacara perkawinan, dianalisiskan dengan teori Religi yang memuat hal-hal keyakinan, upacara dan peralatan, sikap dan perilaku, alam pikiran dan perasaan di samping hal-hal yang menyangkut para penganutnya, sehingga ritual Agama Hindu Kaharingan dilaksanakan sesuai ajaran pada kitab suci Panaturan. 2) Sahnya perkawinan dalam masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Reong Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan adalah dilaksanakan secara ritual sesuai dengan syarat yang telah ditentukan dan syarat tersebut dituangkan dalam surat perjanjian kawin (lakar), kemudian Surat Kawin secara agama Hindu Kaharingan untuk syarat pengurusan Akta Perkawinan dan diperjelaskan dengan teori fungsionalisme struktural yaitu sistem tindakan tersebut tidak memiliki makna sendiri apabila terlepas dari yang lainnya, tetapi ditentukan oleh hubungan antar unsur tersebut dalam keseluruhannya. Di dalam sistem tindakan, setiap unsur memiliki kegunaan sebagai pendukung terhadap makna bagian yang lain.

Pelaksanaan Kegiatan Basarah Umat Hindu Kaharingan Di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Juani Yulistira. 2020. Pelaksanaan Kegiatan Basarah Umat Hindu Kaharingan Di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan. Skripsi: Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Jenjang Strata Satu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I) Dr. Drs. I Wayan Karya, M.Pd.,M.Si Pembimbing (II) Hendri, S.Ag.,M.Si Persembahyangan pelaksanaan Basarah di Desa Bangkal belum dilakukan dengan maksimal oleh umat Hindu Kaharingan karena kurang berperannya pengurus Majelis Kelompok dalam mengaktifkan kegiatan Basarah atau dalam memberikan pembinaan bagi umat Hindu Kaharingan. Adapun rumusan permasalahan yang ada dalam penulisan ini yaitu: 1. Bagaimana pelaksanaan kegiatan Basarah umat Hindu Kaharingan Di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan? 2. Apa saja faktor yang menyebabkan kurangnya minat Basarah umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan? 3. Apa upaya yang dilakukan oleh Majelis Kelompok Hindu Kaharingan untuk meningkatkan minat Basarah umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan? Tujan penelitian ini yaitu: Untuk mengetahui tentang pelaksanaan, faktor yang menyebabkan kurangnya minat Basarah serta Untuk memperoleh data tentang upaya yang dilakukan oleh Majelis Kelompok Hindu Kaharingan untuk meningkatkan minat Basarah umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Teori Sistem, Teori Motivasi Vroom dan Teori Komunikasi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif. Teknik penentuan informan yaitu menggunakan Purpossive Sampling. Teknik pengumpulan data yaitu Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan metode deskriptif analisa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan Basarah belum dilakukan secara maksimal oleh umat Hindu Kaharingan disebabkan karena beberapa faktor yang menghambat diantaranya adalah 1. Kurangnya kesadaran diri, 2. Kurangnya pengetahuan agama, 3. Pengaruh Kesibukan, 4. Pengaruh waktu dan, 5. Transportasi. Upaya yang dilakukan oleh Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Desa Bangkal memperhatikan kendala, membuat jadwal Basarah serta selalu menjalin komunikasi dengan umat Hindu Kaharingan.

Nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam upacara Nyaki Pusong Dayak Lawangan di desa Tangelanda kecamatan paku kabupaten Barito timur

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam upacara Nyaki Pusong Dayak Lawangan di desa Tangelanda kecamatan paku kabupaten Barito timur. Dalam ajaran agama Hindu terdapat ajaran mengenai antara manusia dengan Tuhan, dengan sesama manusia dan juga dengan alam lingkungan sehingga terjalin suatu hubungan yang harmonis, salah satu ajaran agama Hindu.

Pengaruh Penggunaan LCD Proyektor Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mesi Karunia Lestari, 2020. Pengaruh Penggunaan LCD Proyektor Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas. Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag Pendidikan merupakan bagian yang sangat penting dalam membangun Negara. Peran dari pendidikan adalah menciptakan sumber daya manusia yang modern dan bermoral. Dalam dunia pendidikan tidak bisa jauh dari penggunaan media dalam kegiatan belajar mengajar guna membuat variasi pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk giat dalam belajar agar prestasinya meningkat atau lebih baik dari sebelumnya. Rumusan masalah, yaitu: Apakah ada pengaruh penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas?; dan apakah kendala dari penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas?. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dan kendala penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas. Metode menggunakan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah 1 (satu) orang guru dan 33 siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas, Teknik Sampling Jenuh (Total Sampling) dan sampel penelitian semua siswa kelas X Multimedia. Teknik pengumpulan data: observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data, yaitu: Uji t dengan taraf signifikan 5%. Hipotesis penelitian ini, yakni: Ha= Ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai; Ho= Tidak ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai. Kesimpulan: Kendala terjadinya mati listrik, Adapun pengaruh yang positif atau signifikan antara pengaruh penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas. Koefisien Korelasi (r) = 0,99 ini menunjukkan bahwa penggunaan LCD Proyektor mempunyai hubungan yang positif terhadap prestasi siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai. Determinan (r2) = 98,01 % adalah menunjukkan bahwa besarnya sumbangan dari penggunaan LCD Proyektor (variabel x) terhadap naik turunnya prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas (variabel y) adalah 98,01 % dan selain dari itu sebesar 1,99 % di pengaruhi oleh faktor yang lain dan tidak dibahas disini. Hasil uji t di peroleh thitung= 39,171, sedangkan ttabel= 1,696, karena thitung>ttabel, artinya Ha (diterima) dan H0 (ditolak). Demikian, pencapaian penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas terdapat pengaruh yang positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.

Upacara Tawur Agung Kesanga Hari Raya Nyepi Dalam Tradisi Jawa Umat Hindu Di Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi (Perspektif Pendidikan Hindu)

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini mengkaji upacara tawur agung kasanga pada umat Hindu di Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Fenomena yang terjadi dalam upacara tawur agung kasanga ada keunikan tersendiri pada masyarakat Hindu di Desa Sumberasri. Selain itu kurangnya pemahaman sebagian masyarakat mengenai sarana dan prasarana, sehingga kurang adanya keinginan untuk membantu mempersiapkan sarana dan prasarana. Rumusan masalah penelitian ini adalah(1) Bagaimanakah pelaksanaan upacara tawur agung kasanga hari raya Nyepi tradisi Jawa umat Hindu di Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi (Perspektif Pendidikan Hindu)?. (2) Apakah fungsi dan makna upacara tawur agung kasanga hari raya Nyepi tradisi Jawa bagi umat Hindu di Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi (Perspektif Pendidikan Hindu)?. (3) Apakah Nilai-nilai pendidikan upacara tawur agung kasanga hari raya Nyepi Tradisi Jawa bagi umat Hindu di Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi (Perspektif pendidikan Hindu)?. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pengetahuan tentang upacara tawur agung kasanga yang dilaksanakan umat Hindu di Desa Sumberasri. Hasil penelitian dikaji dengan teori fungsional struktural, teori simbol, dan teori nilai. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumen dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori fungsional struktural maka diperoleh bahwa upacara tawur agung kasanga bagi masyarakat Hindu yakni pemujaan terhadap Tuhan, serta alam lingkungan. Fungsi dan makna upacara tawur agung kasanga yang dianalisis dengan teori simbol, maka fungsinya diantara lain fungsi religius, sosial, pendidikan, Etika, dan Estetika. Sedangkan makna yang terkandung yaitu makna penyucian,solidaritas, pendewasaan, sopan santu, dan keharmonisan. Nilai pendidikan terdapat yang dianalisis menggunakan teori nilai antara lain nilai pendidikan material, nilai pendidikan vital, dan nilai pendidikan kerohanian. Upacara tawur agung kasanga, fungsi dan makna, serta nilai pendidikan saling berkaitan erat dalam tujuan untuk menjaga keseimbangan alam lingkungan dengan kehidupan manusia kesejahteraan, dan kedamaian, serta meningkatkan sraddha dan bhakti guna terciptanya kehidupan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan Yang MahaEsa, dengan sesama, maupun manusia dengan alam.

Strategi Pembelajaran Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Di SDN 1 Lamunti Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini mengkaji Strategi Pembelajaran Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa di SDN 1 Lamunti Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Guru saat ini menitik beratkan pembelajaran hanya pada ceramah dan menulis, serta metode pembelajaran yang digunakan kurang menarik, sehingga peserta didik menjadi pasif dan motivasi belajarnya kurang. Pengguna metode pembelajaran yang menonton dan membosankan mengakibatkan peserta didik kurang menarik minat peserta didik dalam proses pembelajaran sehingga mennyebabkan masih banyak peserta didik yang hasil belajar rendah. Berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini mengkaji tentang (1) Strategi Pembelajaran Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Di SDN 1 Lamunti Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas (2) faktor-faktor yang mempengaruhi Strategi Pembelajaran Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Di SDN 1 Lamunti Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Tujuan penelitian: Secara umum, penelitian ini dikategorikan sebagai penjelajahan lapangan dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan lebih banyak, sedangkan secara khusus untuk mengetahui bagaimana strategi pembelajaran guru agama Hindu dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi guru agama Hindu dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penentuan informan teknik purposive. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan doumentasi. Instrumen penelitian. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu: Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori belajar behavioristik, teori belajar kognitif dan teori belajar implementasi. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: (1) Strategi pembelajaran guru agama Hindu dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di SDN 1 Lamunti Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas, yang dilakukan oleh guru agama Hindu metode ceramah tanya jawab dan penugasan. Namun demikian masih perlu ditingkatkan mengingat masih belum sepenuhnya menggunakan metode bervariasi, sehingga masih ditemukannya sebagaian peserta didik yang kurang memperhatikan pada saat jam pembelajaran karena pengaruh teman-temannya yang asik sambil berbicara sehingga yang disampaikan pada saat pembelajaran akan kurang maksimal diterima oleh siswa. (2) Faktor penghambat dalam menerapkan strategi pembelajaran guru agama Hindu dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di SDN 1 lamunti Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas yaitu: Faktor instrinsik (dari dalam diri siswa). Seperti pembawaan psikologi siswa sebagai pengaruh dari pola asuh atau kondisi dalam lingkungan keluarga, dan faktor ekstrinsik (dari luar diri siswa). Seperti sikap perilaku siswa yang timbul sebagai akibat dari pengaruh luar seperti teman bergaul, masih kurang adanya kebersamaan tenaga pendidik dalam menerapkan pendidikan etika.

Penerapan Model Pembelajaran Langsung (Direct Learning) Terhadap Materi Yoga Dalam Agama Hindu Pada Siswa Hindu Di SMA Negeri 1 Basarang

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Widhiasih, 2020. Penerapan Model Pembelajaran Langsung (Direct Learning) Terhadap Materi Yoga Dalam Agama Hindu pada Siswa Hindu Di SMA Negeri 1 Basarang, Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag.,M.Si dan Pembimbing II , Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Skripsi ini mengkaji penerapan model pembelajaran langsung (Direct Learning) terhadap materi yoga dalam Agama Hindu pada siswa Hindu di SMA Negeri 1 Basarang. Siswa agama Hindu dalam menerima pembelajaran kurangn memahami materi yang disampaikan saat proses belajar mengajar, peserta didik kurang mengamati penjelasan yang disampaikan guru, serta tidak berkembangnya keterampilan siswa karena tidak adanya minat siswa untuk latihan sehingga indikator pencapaian kompetensi pada materi tersebut tidak terpenuhi.Berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini mengkaji tentang: (1) penerapan model pembelajaran langsung (direct learning) terhadap materi yoga dalam agama Hindu pada siswa hindu di SMA Negeri 1 Basarang (2) faktor-faktor penghambat dalam menerapkan model pembelajaran langsung (direct learning) terhadap materi yoga dalam agama Hindu pada siswa Hindu di SMA Negeri 1 Basarang (3) implikasi penerapan model pembelajaran langsung (direct learning) terhadap materi yoga dalam Agama Hindu pada siswa hindu di SMA Negeri 1 Basarang. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penentuan informan teknik purposive. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini dkaji dengan teori belajar perilaku behavioristik, teori belajar konstruktivisme dan teori belajar kognitivisme. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: (1) penerapan model pembelajaran langsung (direct learning) terhadap materi yoga dalam agama Hindu pada siswa hindu di SMA Negeri 1 Basarang dilaksanakan dengn lima fase yaitu menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa, mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan, membimbing pelatihan, mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik, serta memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan dengan mengikuti langkah-langkah dalam RPP; (2) faktor-faktor penghambat dalam menerapkan model pembelajaran langsung (direct learning) terhadap materi yoga dalam agama Hindu pada siswa Hindu di SMA Negeri 1 Basarang, yaitu faktor internal guru karena faktor usia dan faktor internal siswa karena kurangnya disiplin siswa dalam melakukan latihan terbimbing ataupun latihan mandiri, sedangkan faktor eksternal sarana prasarana yang tidak memadai seperti sarana penunjang dalam yoga yaitu matras; (3) implikasi penerapan model pembelajaran langsung (direct learning) terhadap materi yoga dalam Agama Hindu pada siswa hindu di SMA Negeri 1 Basarang, yaitu implikasi positif yaitu memberikan pemahaman dan penjelasan mengenai konsep pelajaran yang mudah dimengerti siswa, dan meningkatkan keterampilan siswa dalam melakukan yoga 2) Implikasi Negative yaitu siswa akan melewati hal-hal yang dipraktekkan guru jika kurang mengamati guru.

Peranan Guru Mata Pelajaran Seni Budaya Dan Keterampilan Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII SMPN Satap 2 Sanaman Mantikei Di Desa Tumbang Jala Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Bella Pristia, 2020: Peranan Guru Mata Pelajaran Seni Budaya Dan Keterampulan Dalam Meningkatkan Motipasi Belajar Siswa Kelas VIII SMPN SATAP 2 Sanaman Mantikei Di Desa Tumbang Jala Kecamatan Petak Malai. Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag.,M.Si, Pembimbing II Yuni Permata, S.Pd.,M.Pd. Peranan merupakan suatu kedudukan yang dimiliki seseorang, ketka seseorang melaksanakan hak dan kewajibanya sesuai dengan kedudukannya maka orang tersebut telah melaksanakan peranan. Motivasi merupakan proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang idnividu untuk mencapai tujuannya. Proses pembelajaran akan berhasil manakala siswa mempunyai motivasi dalam belajar. Adapun peranan guru sebagai motivator guru harus mampu berperan penting bagi siswa, guru harus mampu meningkatkan kegairahan belajar siswa, menciptakan interaksi belajar siswa, guru harus menciptakan sikap keterbukaan, dan memanfaatkan potensi/ bakat siswa. Berdasarkan latar belakang dimaksud, penulis tertarik untuk menulis skripsi dengan judul: Peranan Guru Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keteramplan dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII SMPN Satap 2 Sanaman Mantikei di Desa Tumbang Jala Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Adapun permasalahn yang dibahas yakni mengenai peranan guru mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Sen Budaya dan Keterampilan, upaya guru mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan kelas VIII SMPN satap 2 Sanaman Mantikei. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) Untuk mengetahui dan mendiskrpsikan peranan guru mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan kelas VIII SMPN Satap 2 Sanaman Mantikei di Desa Tumbang Jala Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. (2) Untuk mengetahui dan mendiskripsikan upaya guru mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan kelas VIII SMPN Satap 2 Sanaman Mantikei di Desa Tumbang Jala Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Jenis penelitian ini adalah penelitaian deskriptif kualitatif, teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori peran dan teori behavioristik. untuk memperoleh hasil yang falid penulis menggunakan metode pendekatan, metode penentuan informan, pengumpulan data dan metode analisis data. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penulisan ini adalah observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriftif kualitatif dengan proses : klasifikasi data, editing, reduksi, dan penstabulasian data. Hasil penelitian ini yaitu tentang Peranan Guru Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keteramplan dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada mata pelajaran seni budaya dan keterampilan Kelas VIII SMPN Satap 2 Sanaman Mantikei di Desa Tumbang Jala Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan, peran guru meliputi, menciptakan kegairahan belajar siswa, menciptakan interaksi belajar, menciptakan sikap keterbukaan, dan memaanfaatkan potensi/bakat siswa. Untuk hasil peran guru dalam menciptakan kegairahan belajar dan memanfaatkan potensi/bakat siswa masih belium maksimal dan perlu ditingkatkan sedangkan peran guru dalam menciptakan keterbukaan dan interaksi belajar sudah tergolong baik. Selanjutnya upaya Guru Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keteramplan dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada mata pelajaran seni budaya dan keterampilan Kelas VIII SMPN Satap 2 Sanaman Mantikei di Desa Tumbang Jala Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan, sama hal nya dengan peranan upaya juga melipui empat pembahasan, berikut hasilnya, upaya guru dalam menciptakan kegairahan siswa, sikap keterbukaan dan interaksi belajar sudah tergolong baik sedangkan pemanfaatan potensi/bakat siswa belum maksimal dan perlu upaya-upaya yang lebih lagi.

Penerapan Model Pembelajaran Langsung (Direct Learning) Terhadap Materi Yoga Dalam Agama Hindu Pada Siswa Hindu Di SMA Negeri 1 Basarang

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Widhiasih, 2020. Penerapan Model Pembelajaran Langsung (Direct Learning) Terhadap Materi Yoga Dalam Agama Hindu pada Siswa Hindu Di SMA Negeri 1 Basarang, Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag.,M.Si dan Pembimbing II , Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Skripsi ini mengkaji penerapan model pembelajaran langsung (Direct Learning) terhadap materi yoga dalam Agama Hindu pada siswa Hindu di SMA Negeri 1 Basarang. Siswa agama Hindu dalam menerima pembelajaran kurangn memahami materi yang disampaikan saat proses belajar mengajar, peserta didik kurang mengamati penjelasan yang disampaikan guru, serta tidak berkembangnya keterampilan siswa karena tidak adanya minat siswa untuk latihan sehingga indikator pencapaian kompetensi pada materi tersebut tidak terpenuhi.Berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini mengkaji tentang: (1) penerapan model pembelajaran langsung (direct learning) terhadap materi yoga dalam agama Hindu pada siswa hindu di SMA Negeri 1 Basarang (2) faktor-faktor penghambat dalam menerapkan model pembelajaran langsung (direct learning) terhadap materi yoga dalam agama Hindu pada siswa Hindu di SMA Negeri 1 Basarang (3) implikasi penerapan model pembelajaran langsung (direct learning) terhadap materi yoga dalam Agama Hindu pada siswa hindu di SMA Negeri 1 Basarang. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penentuan informan teknik purposive. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini dkaji dengan teori belajar perilaku behavioristik, teori belajar konstruktivisme dan teori belajar kognitivisme. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: (1) penerapan model pembelajaran langsung (direct learning) terhadap materi yoga dalam agama Hindu pada siswa hindu di SMA Negeri 1 Basarang dilaksanakan dengn lima fase yaitu menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa, mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan, membimbing pelatihan, mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik, serta memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan dengan mengikuti langkah-langkah dalam RPP; (2) faktor-faktor penghambat dalam menerapkan model pembelajaran langsung (direct learning) terhadap materi yoga dalam agama Hindu pada siswa Hindu di SMA Negeri 1 Basarang, yaitu faktor internal guru karena faktor usia dan faktor internal siswa karena kurangnya disiplin siswa dalam melakukan latihan terbimbing ataupun latihan mandiri, sedangkan faktor eksternal sarana prasarana yang tidak memadai seperti sarana penunjang dalam yoga yaitu matras; (3) implikasi penerapan model pembelajaran langsung (direct learning) terhadap materi yoga dalam Agama Hindu pada siswa hindu di SMA Negeri 1 Basarang, yaitu implikasi positif yaitu memberikan pemahaman dan penjelasan mengenai konsep pelajaran yang mudah dimengerti siswa, dan meningkatkan keterampilan siswa dalam melakukan yoga 2) Implikasi Negative yaitu siswa akan melewati hal-hal yang dipraktekkan guru jika kurang mengamati guru.

PENERAPAN METODE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA AGAMA HINDU DI SDN TAJAU PECAH 2 KECAMATAN BATU AMPAR KABUPATEN TANAH LAUT

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Sari, Putu Riantika. 2020. Penerapan Metode Make A Match Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Agama Hindu Di SDN Tajau Pecah 2 Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut. Pembimbing I Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Lamri, S.Pd.,M.Pd.H Skripsi ini mengkaji penerapan metode make a match untuk meningkatkan hasil belajar siswa agama Hindu di SDN Tajau Pecah 2 Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut. Siswa agama Hindu dalam menerima pembelajaran agama mengalami kesulitan untuk memahami materi pelajaran yang disampaikan dengan metode ceramah dan mengakibatkan siswa bosan dan jenuh dalam pembelajaran sehingga hasil belajarnya rendah, oleh karena itu diperlukan metode lain yang dapat membuat pembelajaran menjadi menyenangkan dan meningkatkan minat belajar siswa sehingga membantu meningkatkan hasil belajar siswa agama Hindu di SDN Tajau Pecah 2. Berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini mengkaji tentang (1) Penerapan metode pembelajaran dalam pembelajaran agama Hindu di SDN Tajau Pecah 2 Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut (2) Penerapan metode make a match dalam meningkatkan hasil belajar siswa agama Hindu di SDN Tajau Pecah 2 Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut (3) Hasil belajar siswa SDN Tajau Pecah 2 Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut pada pembelajaran agama Hindu setelah diterapkan metode make a match. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penentuan sampel menggunakan teknik sampel total. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori behavioristik, teori humanistik dan teori implementasi/penerapan. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: (1) Penerapan metode pembelajaran dalam pembelajaran agama Hindu di SDN Tajau Pecah 2 Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut dalam kegiatan belajar mengajar guru agama Hindu sangat sering menggunakan metode pembelajaran dalam pembelajaran agama Hindu. Adapun metode yang digunakan adalah metode ceramah, metode diskusi, metode pemberian tugas, metode demonstrasi dan metode mencari pasangan (make a match); (2) Penerapan metode make a match dalam meningkatkan hasil belajar siswa agama Hindu di SDN Tajau Pecah 2 Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut, langkah-langkahnya sebagai berikut; Guru agama Hindu menyiapkan kartu yang berisi soal dan kartu berisi jawaban, Guru agama Hindu membagi kelompok, dimana dalam satu kelompok terdiri dari 2 siswa, Guru membagikan kartu kepada masing-masing kelompok secara acak, Tiap kelompok mencari pasangan kartu yang cocok dengan kartu yang didapatnya, Guru bersama-sama dengan siswa membuat kesimpulan terhadap materi pelajaran; (3) Hasil belajar siswa agama Hindu setelah diterapkan metode make a match yaitu siswa dapat menerima apa yang disampaikan oleh guru agama Hindu, hasil belajar siswa menjadi sangat baik dan meningkat.

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI SMA NEGERI 1 ANTANG KALANG KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR (PENDEKATAN KURIKULUM 2013)

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK SUELDI, 2020. Pelakasanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMA Negeri 1 Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur (Pendekatan Kurikulum 2013) Skripsi, Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. Drs. I Wayan Karya, M,Pd.,M.Si Pembimbing II : Mitro, SP.d.,M.Si Penelitian ini membahas tentang pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Hiindu dalam kontek Kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Antang Kalang. Kajian penelitian ini dilatarbelakangi oleh berubahnya pemberlakuan penerapan kurikulum 2006 (KTSP) menjadi kurikulum 2013. Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan: (1) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Hindu Kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Antang Kalang? (2) Kendala apa yang dihadapi dalam pelakanaan pembelajaran pendidikan agama Hindu dalam pendekatan kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Antang Kalang?.. Penelitian ini merupakan penelitian Dekriftif Kualitatif. Lokasi penelitian yaitu di SMA Negeri 1 Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur. Dengan Subjek penelitian ini adalah Kepala sekolah, Guru Agama Hindu dan Siswa-siswi yang beragama Hindu di SMA Negeri 1 Antang Kalang Untuk memperoleh data , penulis menggunakan teknik perolehan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan sumber data dianalisis menggunakan teknis analisis data model Miles dan Huberman. Kajian ini menunjukkan bahwa: Persiapan sekolah sebelum menerapkan kurikulum 2013 yaitu telah dilaksanakan pelatihan dan pendampingan kurikulum 2013 kepada kepala sekolah dan guru, melengkapi sarana dan prasarana sekolah. Sedangkan dalam melaksanakan pembelajaran pendidikan agama hindu, guru telah melakukan kegiatan yang mendidik melalui kegiatan awal atau pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Dalam pembelajaran, guru telah menerapkan pendekatan saintifik dalam kegiatan inti meliputi mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan serta pelaksanaannya juga telah berlangsung sesuai kurikulum yang diterapkan meskipun belum sepenuhnya dikarenakan terdapat kendala-kendala yang dihadapi seperti sarana prasarana yang belum memadai, literature pembelajaran pendidikana agama Hindu berupa buku-buku berbasis kurikulum 2013 belum ada dan sebagainya. Temuan tersebut memberikan acuan bagi guru dan sekolah dalam memperbaiki peranannya dalam manajemen pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013 Kata Kunci : Pelaksanaan, Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu, Kurikulum 2013

Eksistensi Patugur Dalam Upacara Wara Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK AYUNI LESTARI. 2020. Eksistensi Patugur Dalam Upcara Wara Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan (Perspektif Pendidikan Hindu). Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag, Pembimbing II Ni Wayan Ramini Santika, M.Pd.H. Skripsi ini mengkaji eksistensi Patugur dalam upacara Wara pada umat Hindu Kaharingan di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Keberadaan Patugur menjadi sarana pokok dalam upacara Wara yang memiliki nilai sakral dan makna religius. Fenomena yang terjadi kurangnya pemahaman umat lain terhadap eksistensi, fungsi, makna, dan nilai Patugur dalam kepercayaan umat Hindu Kaharingan sehingga bentuk yang beragam dari Patugur tersebut dijadikan bahan gurauan atau penghinaan. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah eksistensi Patugur dalam upacara Wara pada umat Hindu Kaharingan di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan ?, 2) Apakah fungsi dan makna Patugur dalam upacara Wara pada umat Hindu Kaharingan di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan ?, 3) Apakah nilai pendidikan eksistensi Patugur dalam upacara Wara bagi umat Hindu Kaharingan di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan ?. Tujuan umum penelitian ini untuk menemukan pengetahuan tentang eksistensi Patugur dalam upacara Wara yang dilaksanakan umat Hindu Kaharingan di Desa Kalahien. Hasil penelitian dikaji dengan teori eksistensialisme, teori simbol, dan teori nilai. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara Purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumen dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, klasifikasi data, display data, penafsiran dan interpretasi, serta penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori eksistensialisme maka diperoleh bahwa eksistensi Patugur dalam upacara Wara bagi masyarakat Hindu Kaharingan yakni eksistensi pemujaan terhadap Tuhan, leluhur, alam lingkungan dan terhadap kebudayaan. Fungsi dan makna Patugur yang dianalisis dengan teori simbol, maka fungsinya antara lain fungsi religius, solidaritas dan kerukunan, kebersamaan dan kekeluargaan, sadar budaya, estetika dan fungsi ekonomi. Sedangkan makna yang terkandung yaitu makna religius, etika, estetika, simbolik, keharmonisan, dan makna pembebasan (Moksa). Nilai pendidikan terdapat yang dianalisis menggunakan teori nilai antara lain nilai pendidikan Tattwa, etika (susila), material, dan tanggung jawab. Eksistensi, fungsi dan makna, serta nilai pendidikan saling berkaitan erat dalam tujuan untuk menjaga keseimbangan alam dengan kehidupan manusia agar meningkatkan kesejahteraan, kebahagiaan dan kedamaian, serta meningkatkan sradha dan bhakti guna terciptanya kehidupan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, dengan sesama, maupun manusia dengan alam. Kata Kunci: Eksistensi, Patugur dalam Upacara Wara

Peran Mantir Adat Dalam Menyelesaikan Kasus Kawin Hatamput Pada Masyarakat Di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK CIKA HISMAWATI, 2020 : Peran Mantir Adat Dalam Menyelesaikan Kasus Kawin Hatamput Pada Masyarakat Di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I Dr. Ni Nyoman Rahmawati, S.Ag.,M.Si, Pembimbing II Budhi Widodo, SH.,MH. Kawin Hatamput atau Kawin Lari merupakan suatu perkawinan yang terjadi atas kesepakatan antara laki-laki dan perempuan untuk melarikan diri dan hidup bersama sebagai suami istri tanpa sepengetahuan dari orang tua. Setiap keputusan penyelesaian kasus Kawin Hatamput selalu ditaati oleh masyarakat yang ada di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan karena hukum adat masih berlaku. Hal ini dibuktikan dengan perkara dan pelanggaran adat yang sering kali terjadi, namun dapat diatasi oleh lembaga adat karena adanya kesadaran masyarakat dalam setiap permasalahan akan dapat diselesaikan secara musyawarah melalui lembaga adat yang dilaksanakan oleh Mantir Adat. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 3 (tiga) hal yaitu : (1) Apa faktor penyebab terjadinya Kawin Hatamput pada masyarakat di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan ? (2) Bagaimana Peran Mantir Adat dalam menyelesaikan kasus Kawin Hatamput pada masyarakat di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan ? (3) Bagaimana proses penyelesaian kasus Kawin Hatamput pada masyarakat di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Subjek penelitian adalah Mantir Adat, Tokoh Mayarakat, Orang Tua pelaku Kawin Hatamput, Pelaku Kawin Hatamput. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dan rancangan studi kasus dengan langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Dari analisis data tersebut maka dapat disimpulkan : (1) Faktor penyebab terjadinya Kawin Hatamput pada masyarakat di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan yaitu terdiri dari 2 faktor yaitu : faktor internal (pengaruh miras, cinta berlebihan) dan faktor eksternal (aturan adat yang dianggap berat, salah silsilah, ekonomi dan pendidikan). (2) Peran Mantir Adat dalam menyelesaikan kasus Kawin Hatamput pada masyarakat di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan yaitu berperan sebagai pemimpin persidangan guna untuk mendapatkan suatu pertimbangan serta kesepakatan kepada kedua belah pihak yang melakukan Kawin Hatamput supaya bisa melaksanakan perkawinan yang sah menurut adat. (3) Proses penyelesaian kasus Kawin Hatamput pada masyarakat di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan yaitu tahap laporan, tahap pemanggilan dan tahap sidang adat. Pada tahap sidang adat pelaku dikenakan sanksi berupa membayar denda yang telah ditetapkan dan melaksanakan pesta adat potong hewan babi (Mampakanan Pali). Kata Kunci : Peran Mantir Adat, Menyelesaikan Kasus, Kawin Hatamput

NILAI-NILAI UPACARA MANYANGGAR BANUA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT UMAT HINDU DI DESA BALAWAIAN KECAMATAN PIANI KABUPATEN TAPIN

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sudiman, 2020. Nilai-nilai Upacara Manyanggar Banua Dalam Kehidpan Masyarakat Umat Hindu Di Desa Balawaian Kecamatam Piani Kabupaten Tapin (Kajian Nilai Religius dan Nilai Sosial). Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya Prodi Kepanditaan Palangka Raya Pembimbing I Dr Tardi Edung, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II Ni Putu Eka Merliana, ST.,MT. Upacara Manyanggar Banua adalah upacara yang dilaksanakan oleh umat Hindu khususnya di Desa Balawaian yang bertujuan untuk membersihkan/menyucikan kampung (Desa) dari pengaruh buruk seperti, berbagai marabahaya, sial sampar/wabah penyakit, berbagai akibat tindakan asusila Masyarakat yang menempati desa tersebut. Berdasarkan penjelasan diatas maka menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana pelaksanakaan upacara Manyanggar Banua bagi umat Hindu di Desa Balawaian Kecamatan Piani Kabupaten Tapin ? 2) Bagaimanakah nilai religius upacara Manyanggar Banua bagi umat Hindu di Desa Balawaian Kecamatan Piani Kabupaten Tapin ? 3) Bagaimana nilai sosial Manyanggar Banua bagi umat Hindu di Desa Balawaian Kecamatan Piani Kabupaten Tapin ?. Untuk menjawab masalah dalam penelitian ini, ada beberapa teori yang digunakan yaitu: teori struktural fungsional, teori religi dan teori sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan sumber data yang digunakan adalah bersumber dari data primer dan data skunder. Sedangkan teknik penentuan informan dalam penelitian ini adalah teknik Snow Ball Sampling, teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara: observasi, keperpustakaan, wawancara, dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, sehingga akurasi data menjadi lebih jelas. Berdasarkan hasil penelitian mencakup tiga aspek yaitu: mengenai pelaksanaan, nilai religius dan nilai sosial. Yang pertama pelaksanaan upacara Manyanggar Banua umat Hindu khusunya di Desa Balawaian: 1) Mengadakan musyawarah 2) Pesiapan (beramu) 3) proses Balian Kariau pada upacara Manyanggar Banua 4) Pali (pantangan) Yang kedua nilai religius yang terkandung dalam Manyanggar Banua adalah pemujaan kepada Tuhan beserta manifestasinya termasuk manusia dan alam. dan yang ketiga nilai sosial yang terkandung dalam upacara Manyanggar Banua adalah suatu kebudayaan terkandung nilai-nilai dan norma-norma sosial yang merupakan faktor pendorong bagi manusia untuk bertingka laku dan mencapai kepuasan tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Nilai-nilai Upacara Manyanggar Banua (Pelaksanaan, Nilai Religius dan Nilai Sosial.

Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN-5 Menteng Palangka Raya

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Widiasih Turi, 2020. Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN-5 Menteng Palangka Raya. Skripsi. Strata Satu. Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Lilik, S.Ag., M.Pd dan Pembimbing II Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H. Pengelolaan pembelajaran penting dilakukan untuk memudahkan proses belajar mengajar untuk mencapai hasil yang maksimal. Namun pada kenyataannya pengelolaan pembelajaran pendidikan agama Hindu SDN-5 Menteng Palangka Raya belum sepenuhnya efektif apabila tidak didukung oleh beberapa pihak yang terkait termasuk kepala sekolah dan guru agama Hindu di sekolah tersebut. Penelitian bertujuan (1) mengetahui perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN-5 Menteng Palangka Raya; (2) mengetahui pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN-5 Menteng Palangka Raya ; (3) mengetahui pengawasan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN-5 Menteng Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori manajemen pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di SDN-5 Menteng Palangka Raya. Sumber data dalam penelitian ini ada dua yaitu data primer (data dari guru mata pelajaran agama Hindu dan kepala SDN-5 Menteng Palangka Raya) dan data sekunder (literature, buku, artikel, jurnal, serta situs internet yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan). Informan ditentukan secara purposive. Peneliti bertindak sebagai instrument utama dibantu dengan menggunakan pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN-5 Menteng Palangka Raya secara keseluruhan sudah di lakukan oleh guru mata pelajaran agama Hindu di SDN-5 Menteng Palangka Raya dengan cukup baik. Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN-5 Menteng Palangka Raya sudah dilakukan tetapi secara keseluruhan belum efektif dan efesien. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pembelajaran diantaranya kurangnya keaktifan guru dalam hal penyampaian pembelajaran, minimnya bahan belajar atau sumber belajar, prasarana dan sarana yang ada disekolah sangat terbatas. Pengawasan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN-5 Menteng Palangka Raya dibagi dua, yaitu: Pengawasan internal dilakukan oleh guru mata pelajaran agama Hindu SDN-5 Menteng Palangka Raya kepada siswa dan pengawasan eksternal dilakukan oleh kepala SDN-5 Menteng Palangka Raya dan pihak Kementerian Agama Hindu Kota Palangka Raya. Secara garis besar kegiatan pengawasan pembelajaran di SDN-5 Menteng Palangka Raya belum efektif dan efesien.