PAKEM TARI
PAKEM TARI
Profil penulis
1.409 karya publik ditemukan.
PAKEM TARI
Prasetiawan, 2021. Pakem Tari Mandau Tradisional Pada Sanggar Tari Di Kota Palangka Raya. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag., M.Si dan Pembimbing II Roy Wentas, M.Pd.H. Skripsi ini mengkaji tentang pakem tari mandau tradisional pada sanggar tari di Kota Palangka Raya. Banyaknya perubahan atau pengkreasian tari mandau pada saat ini sehingga dapat menimbulkan hilangnya pada pakem tarian tersebut. Skripsi ini mengkaji : 1) Pakem tari mandau tradisional pada sanggar tari di Kota Palangka Raya. 2) Upaya pelestarian tari mandau tradisional sesuai pakem pada sanggar tari di Kota Palangka Raya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui, memahami, menganalisis, mengkaji dan mendeskripsikan pakem dan upaya pelestarian tari mandau tradisional yang sesuai pakem pada sanggar tari di Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori pelestarian budaya, teori kendala dan teori upaya. Metode penelitian ini menggunakan Pendekatan Kualitatif. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling (tetap). Pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahap yaitu : reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini yaitu tari mandau adalah tari peperangan Suku Dayak Kalimantan Tengah, yang memiliki properti Mandau dan Talawang sebagai senjatanya dan menggunakan penutup kepala yaitu berupa Lawung Bahandang/ Salutup dan juga Congor, kostum atau busana yang digunakan Ewah dan Nyamu/ Sangkarut, riasan lainnya berupa tato yang melambangkan kegagahan, keberanian dan keperkasaan dan pakem ragam gerak seperti sesembahan, nampaka, kinyah, tukiw, salentak, dll, serta musik pengiring yaitu Kacapi dan Rabab. Upaya pelestarian yang dilakukan dibukanya sanggar-sanggar/ komunitas yang ada di Kota Palangka Raya oleh Pemerintah merupakan salah satu langkah agar kesenian tersebut tetap dilestarikan, eksistensi tari mandau di kalangan masyarakat selalu eksis dan selagi ada tempat penyajian, pentas seni, festival budaya dan iven-iven lainnya, dalam bentuk pelestarian, pemberdayaan, pemamfaatan, dan pengembangan selagi ada komunitas dan sanggar yang ada di Kota Palangka Raya.
Rensi Andika, 2021. Nilai-Nilai Pendidikan Hindu Pada Upacara Ritual Nyaki Dirit Di Desa Dandang Kecamatan Pasak Talawang. (Perspektif Pendidikan Agama Hindu) Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Suwito,S.Ag.,M.Si Pembimbing II : Ni Putu Sri Pinatih,S.Pd.,M.,Pd.H Upacara Nyaki Dirit memiliki latar belakang pelaksanaan yang khas sebagaimana upacara adat-istidat lainnya di kalangan Suku Dayak secara umum. Di Desa Samba Danum Katingan, upacara itu dilatarbelakangi oleh beberapa hal. Pertama, keyakinan atau kepercayaan terhadap perlindungan atau keselamatan ibu yang hamil, sehingga upacara adat Nyaki Dirit merupakan semacam perlindungan terhadap ibu yang mengandung bayi pertama (temei). Uniknya, upacara itu hanya dilakukan untuk kandungan bayi pertama. Terhadap kandungan bayi kedua dan seterusnya tidak lagi. Kedua, kepercayaan bahwa seorang ibu yang hamil memiliki masa lemah di bulan tertentu. Kepercayaan itu kemudian Makna upacara Nvaki Tihi memunculkan ritus atau upacara adat Nyaki Dirit yang dilakukan ketika ibu hamil memasuki bulan kehrjuh dalam masa kandungannya. Hal itu disebabkan keyakinan bahwa ibu hamil dalam bulan tersebut mengalami kelemahan secara rohaniah Ketiga, kepercayaan kepada "darah" sebagai media penenterm atau media yang memiliki "kuasa" mengusirpengaruh roh-roh jahat. Berdasarkan kepercayaan itu, sarana penting yang digunakan dalam upacara adat Nyaki Dirit adalah darah sebagai alat manyaki atau mamalas yang diambil dari binatang babi atau ayamkampung yang dikorbankan dalam upacara tersebut. Darah sebagai sarana manyaki atau mamalas di sini dipandang dapat meredam bahaya atau celaka dan menjauhkan dari roh-roh yang jahat yang dapat mengganggu kandungan yang akan dilahirkan (manyadingen). Nyaki Dirit merupakan salah satu bentuk Upacara adat yang di laksanakan oleh kalangan massyarakat Hindu Kaharingan Desa Dandang hal ini di buat dengan menempatkan tujuan keselamatan ibu hamil dan anak dalam kandungan. Karena itu, terdapat beberapa tujuan sebagai bagian dari tujuan keselamatan yaitu sebagai berikut: Pertama. Kesehatan secara fisik Tujuan penyelenggaraan upacara adat Nyaki Dirit adalah agar saat hamil anak pertama dan memasuki bulan ketujuh, ibu dan anak dalam kandungannya tetap sehat dan kelahiran anak pertama itu lancar serta tidak bermasalah. Kedua. Selamat dari pengaruh roh-roh jahat atau selamat secara rohaniah Dalam kepercayaan umum agama Suku Dayak, roh-roh memiliki pengaruh terhadap kehidupan nyata. Dua roh dipahami memiliki dua sisi, yaitu baik dan jahat. Roh yang baik diyakini memberi kebaikan, sedangkan roh jahat adalah sumber kejahatan, semua penyakit, dan gangguan lain. Upacara adat Nyaki Dirit bagi ibu hamil ditempatkan pada tujuan mendatangkan keselamatan dari pengaruh roh-roh jahat. Ketiga. Memberi rasa tenteram secara batiniah Diyakini bahwa ibu yang hamil anak pertama, saat memasuki usia kandungan tujuh bulan, merasakan ketidak tenteraman dalam batinnya. Keempat Mendatangkan keselamatan. viii Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu : latar belakang di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: 1) Bagaimana rangkaian pelaksanaan upacara ritual Nyaki Dirit menurut Agama Hindu Kaharingan di Desa Dandang Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas? 2) Apakah nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalam upacara ritual Nyaki Dirit di desa Dandang Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas? Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah fenomenologi, jenis penelitian ini adalah peneliti deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan berupa informan, yakni Basir sebagai pelaku utama ritual, serta para tokoh masyarakat yang mengerti tentang pelaksanaan upacara ritual Nyaki Dirit, selain menggunakan para informan peneliti juga menggunakan sumber data tertulis atau dokumen dan bukubuku yang relevan dengan fokus penelitian ini. Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai instrument sekaligus pengumpulan data. Selain itu instrument peneltian ini juga berupa alat-alat yang mendukung dalam memperoleh penelitian data seperti camera. Peneliti juga menggunakan metode penentuan informan dengan metode Purposive Sampling untuk orang-orang terpilih dengan ciri ciri spesifik yang dimiliki seperti para basir kepala adat dan tokoh masyarakat yang mengerto tentang pelaksanaan upacara ritual Nyaki Dirit. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Data hasil pengumpulan data tersebut akan dianalisis teknik deskriptif kualitatif yang merupakan suatu alur kegiatan yang meliputi reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Adapun proses Nyaki Dirit ini di jelaskan oleh kepala adat dibagi menjadi empat proses dalam pelaksanaannya: 1. Persiapan Sarana dan Prasana Ritual Nyaki Dirit 2. Pembukaan (Memotong Hewan Babi dan mengambil darahnya) 3. Acara Utama (Memoles atau Menyaki ke perut ibu hamil dan memasangkan tali Ehet) 4. Penutupan (Tampung Tawar) Dalam proses upacara ritual Nyaki Dirit terdapat 3 fungsi yang terkandung didalamnya yaitu fungsi sosial, fungsi religious dan fungsi pendidikan. Dan terkandung nilai-nilai pendidikan. Fungsi sosial upacara Nyaki Dirit mampu menciptakan rasa solidaritas dan gotong royong. Kemudian upacara Nyaki Dirit mempu mengajak seluruh lapisan masyarakat berpatisipasi dalam proses pelaksanaannya. Selain Nyaki Dirit memiliki fungsi sosial juga mengandung nilainilai religi keagamaan yaitu Nyaki Dirit memiliki berbagai komponen ritual upacara, dan jika dilihat dari fungsi agama itu adalah memberikan rasa kedamaian ibu hamil lahir batin. Serta mengatur kehidupan manusia secara keseluruhan dalam proses kehidupan manusia guna mencapai kehidupan yang bahagia di dunia maupun kebahagian yang kekal..
I GUSTI AYU WISMANTARI. 2021. Implementasi Ajaran Siwaratri Kalpa Dalam Pelaksanaan Hari Raya Siwaratri Pada Masyarakat Hindu Di Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Persfektif Pendidikan) Pembimbing I : Mujiyono S.Ag.,M.Ag Pembimbing II: Komang Suarta, S.Ag.,M.Si Sebagaimana diketahui bahwa ajaran agama Hindu meliputi Tattwa, Etika dan Upacara. Begitu juga pada aktifitas persembahyangan upacara Siwaratri. Permasalahan penelitian ini yakni: 1. Bagaimana Implementasi Ajaran Siwaratri Kalpa dalam Pelaksanaan hari raya Siwaratri di Desa Labuhan? 2. Apakah Fungsi Ajaran Siwaratri Kalpa dalam Pelaksanaan Hari Raya Siwaratri? 3. Apakah nilainilai pendidikan yang terkandung di dalam pelaksanaan hari raya Swaratri?. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui Implementasi ajaran Siwaratri Kalpa dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri di Desa Labuhan, untuk mengetahui fungsi ajaran Siwaratri Kalpa dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri, untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif Kualitati. Dan ini sampelnya adalah sampel mutlak, yakni seluruh populasi dalam penelitian ini. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan beberapa metode, seperti metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data yang digunakan meliputi empat langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan vertivikasi atau menarik kesimpulan. Waktu penelitian dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 16 april – 17 mei 2021. Adapun yang menjadi tempat penelitian yaitu di Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan. Hasil penelitian yaitu: 1. Implementasi ajaran Siwaratri Kalpa dalam pelaksanaan hari raa Siwaratri yaitu: Menurut ajaran Siwaratri Kalpa bahwa elaksanaan hari raya Siwaratri merupakan pemujaan kehadapan Sang Hyang Siwa. 2. Fungsi ajaran Siwaratri Kalpa dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri yakni: Upacara Siwaratri bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada manusia untuk menyadari bahwa di dalam dirinya selalu ada pertarungan antara Suru Sampad dan Asuri Sampad. 3. Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri di Desa Labuhan yakni: a. Nilai Relegiu. b. Nilai Spiritual. c. Nilai Etika. d. Nilai Estetika. e. Nilai Moralitas, f. Nilai keagamaan Diharapkan kepada umat Hindu agar selalu mengikuti persembahyangan Siwaratri dan mmengikuti brata Siwaratri dan lebih mengikatkan Sradha dan Bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Pendidikan merupakan salah satu usaha setiap Bangsa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga membantu memperlancarkan pelaksanaan pembangunan Nasional Indonesia, di sisi lain Indonesia saat ini sedang mengalami kondisi tidak baik sedang maraknya wabah Covid-19. Hal itu berpengaruh pada dunia Pendidikan sehingga proses pembelajaran awalnya tatap muka secara langsung diganti menjadi Pembelajaran Online atau daring. Rumusan masalah bagaimana Implementasi Pembelajaran Online dengan Aplikasi Google classroom pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Gunung Timang kabupaten Barito Utara dan Apa Kendala dalam Pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana Implementasi Pembelajaran Online dengan Aplikasi Google classroom pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Gunung Timang Kabupaten Barito Utara dan untuk mengetahui kendala dalam Implementasi Pembelajaran Online dengan Aplikasi Google classroom pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu. Subyek pnelitian ini yaitu Kepala Sekolah, Guru Agama Hindu dan Siswa beragama Hindu di SMA Negeri 1 Gunung Timang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Dianalisis menggunakan deskritif kualitatif. Teori yang digunakan yaitu teori sibernetik.. Hasil penelitian Implementasi Pembelajaran Online dengan Aplikasi Google classroom diterapkan pada masa pandemi setelah ada surat edaran dari Kemendikbud untuk melaksanakan pembelajaran Online. Tahap perencanaan Guru dan Siswa menyiapkan media seperti Handphone, belajar mengaplikasikan Google classroom, Guru Agama Hindu membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan menyiapkan materi berupa PPT dan video Pembelajaran. pelaksanaan pembelajaran pendahuluan: Guru membagikan materi di google classroom, mengucapkan salam, Guru menyampaikan Topik. Kegiatan inti : menyimak, memahami dan menanyakan. Penutup : Guru menyampaikan materi pertemuan selanjutnya, dan mengucapkan salam. kemudian mengavaluasi pembelajaran yang disampaikan. Kemudian kendala yang dialami yaitu Guru agama Hindu belum terlalu optimal dalam mengaplikasikan Google classroom, jaringan internet di wilayah kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara yang tidak stabil dan sinyal 4G bisa hilang beberapa hari, Kuota internet yang mahal berdasarkan perbandingan Harga sehingga siswa lambat merespon pembelajaran yang disampaikan oleh Guru Agama Hindu di ruang Goole Classroom dalam proses pembelajaran.
GUSTI BAGUS BIMANTARA. 2021. Implementasi Upacara Magedong-gedongan Pada Umat Hindu Di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur (Perspektif Pendidikan Hindu). Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag, Pembimbing II Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag. Skripsi ini mengkaji implementasi upacara magedong-gedongan pada umat Hindu di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur. Keberadaan upacara magedong-gedongan ini memiliki nilai sakral dan makna religius. Fenomena yang terjadi kurangnya pemahaman umat Hindu dan jarang sekali upacara magedong-gedongan ini dilakukan. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Mengapa Umat Hindu di Desa Sidomulyo Jarang melaksanakan upacara magedong-gedongan ?, 2) Bagaimanakah Pelaksanaan upacara magedong-gedongan pada umat Hindu di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai timur ?, 3) Apakah nilai-nilai Pendidikan dalam Pelaksanaan upacara magedong-gedongan bagi umat Hindu di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur ?, Tujuan umum penelitian ini untuk menemukan pengetahuan tentang upacara magedong-gedongan Pada umat Hindu di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur. Hasil penelitian dikaji dengan teori panca dharma ciddiartha, teori fungsional structural dan teori nilai. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dukumen dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, klasifikasi data, display data, penafsiran dan interpretasi, serta penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori panca dharma ciddiartha yang di peroleh bahwa jarangnya dilaksanakan upacara magedong-gedongan karena kurangnya iksha atau tujuan pemahaman dan pengetahuan dan kemudian sakhti kemampuan ekonomi dan Sumber Daya manusia yang sangat kurang kemudian desa atau tempat yang kurang memadai kemudian kala atau waktu yang kurang mendukung dan yang terakhir patra atau keadaan yang tidak memungkinkan. Kemudian pelaksanan di tinjau dari teori fungsional Struktural bahwa setiap struktur pasti ada fungsinya hasil yang dikaji dengan teori fungsional struktural adalah yaitu tahap pertama (persiapan) tahap kedua (pelaksanaan upacara) dan yang terakhir tahap ketiga (akhir). Nilai Pendidikan terdapat yang dianalisis menggunakan teori nilai antara lain nilai Pendidikan Tattwa, etika (Susila), nilai Pendidikan upacara, material dan tanggung jawab. Implementasi, fungsi dan nilai pendidikan saling berkaitan guna tercptanya hubungan harmonis.
KETUT MERTAYASA, 2021. Nilai-Nilai Pendidikan Budi Pekerti Dalam Ajaran Karma Yoga Bab III Pustaka Bhagawadgita. Skripsi Jurusan Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., MA, Pembimbing II Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag., M.Ag. Fakta sosial pada jaman sekarang lunturnya budi pekerti terutama anak-anak usia remaja yang dipengaruhi oleh budaya barat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendiskripsikan nilai-nilai pendidikan budi pekerti dalam ajaran Karma Yoga bab III Pustaka Bhagawadgita, (2) Mendiskripsikan nilai-nilai pendidikan budi pekerti dalam ajaran Karma Yoga bab III Pustaka Bhagawadgita yang memiliki relevansi dalam kehidupan sekarang. Jenis penelitian dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Pustaka Bhagawadgita bab III Karma Yoga yang di terjemahkan oleh Prof. Dr. I. B. Mantra. Objek dalam penelitian ini adalah nilainilai pendidikan budi pekerti bab III Pustaka Bhagawadgita. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri serta buku-buku sebagai penunjang. Teknik pengumpulan data memakai Teknik Pustaka. Teknik analisis menggunakan content analysis. Metode penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) nilai-nilai pendidikan budi pekerti dalam ajaran Karma Yoga bab III Pustaka Bhagawadgita yaitu: (a) nilainilai kerja sebagai kewajiban, (b) nilai-nilai pengendalian panca indriya dan nafsu, (c) nilai-nilai yadnya, dan (d) nilai-nilai perbuatan baik dan suci. (2) nilai-nilai pendidikan budi pekerti dalam ajaran Karma Yoga bab III Pustaka Bhagawadgita masih memiliki relevansi dalam kehidupan sekarang yaitu: (a) relevansi kerja sebagai kewajiban, (b) relevansi yadnya, dan (c) relevansi perbuatan baik dan suci. Sebagaimana yang terjadi sekarang saat pandemi covid-19 melanda sikap seorang pemimpin yang selalu bekerja demi menyelamatkan rakyatnya.
MANSUR, 2021. Pembelajaran Agama Hindu Pada Siswa Hindu Melalui Sistem Daring di SMPN-2 Runga Desa Tumbang Malahoi Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas. Pembimbing (I) I Made Paramarta, S.Ag.,M.Si Pembimbing (II) Santang, S.Pd., M.Hum. Skripsi ini meneliti dan mengkaji, tentang pelaksanaan pembelajaran agama Hindu pada Siswa Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan. Pembelajaran agama Hindu yang dilaksanakan di SMPN-2 Rungan secara Daring ini belum terlaksanana secara maksimal kerena beberapa kendala yang dialami. Fenomena yang terjadi dilapangan kurangnya fasilitas pendukung terlaksananya pembelajaran agama Hindu secara Daring. Penelitian ini membahas tentang beberapa rumusan masalah seperti berikut ini: 1) Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran agama Hindu pada siswa Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan, 2) Apakah kendala yang dialami siswa Hindu dalam pembelajaran agama Hindu pada siswa Hindu melalui sistem Daring, 3) Bagaimanakah cara mengatasi kendala yang dialami siswa Hindu dalam mengikuti pembelajaran agama Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana sistem pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan secara daring di SMPN-2 Rungan di Desa Tumbang Malahoi Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berdasarkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian adalah kepala sekolah, guru agama Hindu dan siswa agama Hindu di SMPN-2 Rungan Desa Tumbang Malahoi. Teknis analisis data menggunakan metode deskritif dan melalui tiga tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data serta penyajian data. Hasil yang peneliti peroleh dari 1) pelaksanaan pembelajaran agama Hindu pada siswa Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan saat ini belum terlaksana secara maksimal atau secara efektif. 2) kendala yang dialami siswa Hindu dalam pembelajaran agama Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan adalah kurangnya fasilitas pendukung bagi para siswa seperti tidak memiliki Handphone, jaringan yang tidak bagus dan semangat siswa yang kurang. 3) mengatasi kendala yang dialami siswa Hindu dalam mengikuti pembelajaran agama Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan adalah belajar bekelompok atau meminjam handphone orang tua, mencari lokasi yang ada jaringan dan guru dapat meningkatkan semangat siswa dengan menggunakan media pembelajaran yang kreatif dan menarik.
Umat Hindu Kaharingan di Kalimantan Tengah pada umumnya mempunyai berbagai Pelaksanaan Upacara Agama sesuai dengan daerah masing-masing atau sesuai dengan daerah aliran sungai (DAS). Upacara Agama Hindu Kaharingan khususnya di Desa Tumbang Bemban Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan tidak terpisah dari manusia dan mengikuti dalam setiap kehidupannya. Adapun permasalahan didalam peneliti ini adalah : 1) Bagaimana Pelaksanaan Dalam Upacara Pakaja Manantu Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Bemban Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan? 2) Bagaimana Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu yang terkandung dalam Upacara Pakaja Manantu Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Bemban Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan? Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriftif kualitatif. Jenis sumber data penelitian yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder, teknik penentuan informan yaitu tehnik purposive. Tehnik pengumpulan data observasi, wawancara dan dukumentasi. Analisis data dalam penelitian yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan adalah teori religi, teori symbol, dan teori nilai konstruktif. Berdasarkan dari hasil penelitian yang diperoleh terdapat nilai pendidikan dalam tatacara pelaksanaan upacara pakaja manantu tersebut. Karena dalam pelaksanaan upacara pakaja manantu terdapat Nilai sosial yaitu nilai gotong royong yang tercermin pada saat persiapan upacara, sehingga nilai sosial mempunyai nilai tradisi yaitu Keyakinan atau kebiasaan, nilai religious yaitu nilai sarana yang sakral, nilai tattwa yaitu nilai suatu kebenaran, nilai etika yaitu nilai sopan santun, nilai upacara yaitu nilai suatu pelaksanaannya, dan nilai estetika yaitu nilai suatu keindahan. Oleh sebab itu kita harus berupaya dan berperan aktif dalam melestarikan adat istiadat kita itu sendiri. Seperti halnya kita ikut dalam kegiatan belajar mengajar, tentang pelaksanaan upacara pakaja manantu yang mengandung nilai pendidikan. Kita harus menumbuhkan kecintaan kita terhadap adat istiadat dari nenek moyang kita, terlebih dahulu kita mempelajari agar kita bisa melaksanakan tatacara pelaksanaannya dan bisa mengetahui nilai pendidikan yang terkandung di dalam upacara pakaja manantu tersebut sesuai dengan tatacara pelaksanaan dan nilai pendidikannya.
Rama Saputra, 2021. Peranan GuruParaman Dalam Meningkatkan Minat Basarah di Desa Tarantang Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang ( IAHN-TP) palangka Raya. Pembimbing ( I ) Suryanto, S.Pd.,M.Pd, Pembimbing ( II ) Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si. Penanaman nilai-nilai Sraddha dan Bhakti agama Hindu dapat diselenggarakan dalam bentuk pasraman melalui jalur pendidikan formal dan nonformal. Penelitian ini berfokus mengungkap peranan guru pasraman nonformal dalam meningkatkan minat siswa melakukan Bhakti berupa peribadatan Basarah pada umat Hindu Kaharingan. Di dalam Pasraman Penyang Hinje Simpei adapun yang melatar belakangi rumusan masalah terdapat 3 Masalah, malasah yang ( 1 ) Bagaimanakah Peran Guru dalam Meningkatkan Minat Basarah pada Pasraman Penyang Hinje Simpei ? ( 2 ) Apa saja Kendala yang dihadapi Guru Pasraman dalam meningkatkan Minat Basarah Siswa Pasraman Penyang Hinje Simpei ? (3)Apa Upaya yang dilakakukan oleh Guru Pasraman Penyang Hinje Simpei Untuk meningkatkan Minat Basarah Siswa di Pasraman Penyang Hinje Simpei. Penulisan ini bertujuan : ( 1 ) untuk mengetahui dan mendiskripsikan Bagaimana Peran Guru dalam Meningkatkan Minat Basarah Siswa Di Desa Tarantang kecematan Mantangai Kabupaten Kapuas. ( 2 ) untuk mengetahui dan mendiskripsikan apa kendala Guru dalam Meningkatkan Minat Basarah Siswa di Desa Tarantang Kecematan Mantangai Kabupaten Kapuas. (3) untuk mengetahui mendiskripsikan Upaya yang dilakukan Guru untuk meningkatkan minat Basarah Siswa Teori yang di gunakan untuk penelitian ini untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori Behaviorisme menekankan hanya pada hal-hal yang dapat diobservasi secara kasat mata, maka teori ini memandang proses belajar yang alami oleh manusia oleh kondisi stimulus ( S ) dan respon ( R ). Penelitian ini dilakukan pada Pasraman Penyang Hinje Simpei di Desa Tarantang Kecamatan Mnatangai Kabupaten Kapuas. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan jumlah informan terdiri dari 13 orang , yang menjadi instrumen penelitian adalah penelitian sendiri. waktu yang di gunakan untuk penelitian ini kurang lebih 1 ( satu ) bulan di mulai dari tanggal 22 april s/d 24 Mei 2021 untuk mendapatkan hasil yang kita inginkan Teknik pengumpulan data yang di gunakan yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Bagaimanakah Peran Guru dalam meningkatkan Minat Basarah siswa Pada Pasraman Penyang Hinje Simpei ( a ) memberikan siswa Motivasi ( b ) 10 IAHN-TP Palangka Raya memberikan dorongan ( c ) menyediakan fasilitas ( d ) mengajarkan siswa membuat sarana prasarana ( e ) latihan yoga dan ( F ) latihan menari ( 2 ) Apa saja Kendala yang dihadapi Guru Pasraman dalam meningkatkan Minat Basarah Siswa Pasraman Penyang Hinje Simpei ( a ) kurangnya minat siswa dalam mengikuti ibadah Basarah ( b ) kurangnya dorongan dari orang tua ( c ) malas ( d ) minimnya pengetahuan tentang Agama ( d ) jarak dan kurang termotivasi. ( 3) Apa upaya yang dilakukan Guru dalam meningkatkan minat Basarah siswa (a) memberikan motivasi (b) memberikan pembelajaran yang menarik (c) memberikan nasehat (d) memberikan kepercayaan kepada siswa (e) memberikan Bimbingan ke siswa.
ABSTRAK RUSNIATI, 2021 : Pernikahan Dini Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Kelurahan Tumbang Jutuh Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas Ditinjau Dari Perspektif Undang-Undang No. 1 Tahun 1974. Pembimbing I Mariatie, S.Ag.,M.Si, Pembimbing II Armadiansyah, S.Ag,SH.,MH. Pernikahan Dini Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Kelurahan Tumbang Jutuh Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas Ditinjau Dari Perspektif UU No 1 Tahun 1974 yang menyatakan bahwa pasangan calon pengantin pria dapat melangsungkan perkawinan apabila telah berusia 21 tahun dan calon pengantin wanita telah berusia 18 tahun. Masalah dalam penelitian ini adalah 1 Apa akibat hukum yang timbul dari pasal 7 ayat (1) Undang-Undang No. 01 Tahun 1974. 2) Bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir prilaku masyarakat Hindu Kaharingan dalam hal pernikahan dini. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori kesadaran hukum/kepatuhan hukum, Teori Objektivitas Hukum. Metode yang digunakan metode kualitatif. Peneliti ingin mendeskripsikan data lapangan yang didapat sehingga mendapat sebuah gambaran umum mengenai permasalahan penelitian, sedangkan teknik penentuan informan menggunakan teknik pusposive sampling yaitu penentuan informan berdasarkan pertimbangan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumen, teknik analisis data menggunakan teknik analisis mengalir. Berdasarkan hasil penelitian dapat peneliti simpulkan: 1) Akibat hukum yang timbul dari pasal 7 ayat (1) Undang-Undang No. 01 Tahun 1974 (1) anak yang lahir dari perkawinan, adalah anak sah berdasarkan (pasal 42 UU no. 1 Tahun 1974, (2) Suami menjadi waris dari istri dan sebaliknya istri menjadi waris bagi suaminya, apabila salah seorang meninggal dalam perkawinan. Maka dari itu pentingnya perkawinan yang cukup umur berdasarkan UU No. 1 pasal 7 ayart 1 tahun 1974. 2) Upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir prilaku masyarakat Hindu Kaharingan dalam hal pernikahan dini, seperti : (1) Pemberian nasehat oleh pemimpin perkawinan kepada pasangan tunangan agar tidak melakukan hubungan suami istri sebelum menikah. (2) Pemberian nasehat oleh saksi pertunangan kepada pasangan tunangan agar tidak melakukan hubungan suami istri sebelum menikah. (3) Pemberian pertanyaan oleh modin kepada pasangan yang akan menikah tentang apakah mereka sudah melakukan hubungan suami istri sebelum menikah atau tidak. (4) Pengharusan melakukan upacara pertobatan bagi pasangan yang hamil lebih dahulu sebelum pernikahan. (5) Upaya yang dilakukan pihak sekolah dalam mencegah terjadinya pernikahan usia dini adalah mendorong para siswanya untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat membekali para pelajar tersebut untuk tidak melakukan tindakan siswa/pelajar Kegiatan-kegiatan tersebut berupa kegiatan ekstrakurikuler, pelatihan keterampilan dan lain sebagainya. Pihak sekolah sering memberikan pelatihan keterampilan skil bagi siswa siswi untuk mengasah kemampuan mereka dan semuanya. (6) Pengawasan orang tua merupakan salah satu kunci utama dalam pencegahan pernikahan remaja usia dini. Peran orang tua ini berupa nasehat untuk menjaga diri dan pergaulan, menanamkan nilai moral, menjadi teladan, memberikan pola asuh yang baik, bagaimana cara bergaul, serta berdiskusi ix dengan anak tentang hal-hal penting lainnya. Orang tua harus selalu memberikan nasehat untuk menjaga dirinya serta mengawasi kegiatan yang dilaksanakan di sekolah. Orang tua juga harus menanamkan nilai-nilai kebaikan agar moral anak baik. Orang tua harus bisa memberikan contoh, tidak mengekang tapi anak-anak tidak bebas dalam bergaul.
Pelaksanaan Pembelajaran Pada Era New Normal di SMPN 2 Marikit Desa Rangan Tangko Kabupaten Katingan
Pelaksanaan Pembelajaran Pada Era New Normal di SMPN 2 Marikit Desa Rangan Tangko Kabupaten Katingan
DHARMAWAN, WISNU. 2021. Impelementasi Aplikasi Zoom Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Pada Era New Normal di SMKN 2 Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing 1 Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A dan Pembimbing II Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H. Pada era new normal pelaksanaan pembelajaran di SMKN 2 Palangka Raya dilakukan secara daring. Salah satu aplikasi yang digunakan dalam pembelajaran daring yaitu aplikasi zoom. Penggunaan aplikasi zoom dalam pembelajaran merupakan hal yang baru dalam pembelajaran, hal tersebut menimbulkan kendala yang dialami oleh pihak sekolah, guru dan siswa agama Hindu. Berdasarkan latar belakang tersebut rumusan masalahnya: Bagaimanakah Implementasi, kendala dan solusi aplikasi zoom dalam mata pelajaran pendidikan agama Hindu pada era new normal di SMKN 2 Palangka Raya?. Tujuan penelitian untuk mengetahui implementasi,kendala dan solusi aplikasi zoom dalam mata pelajaran agama Hindu pada era new normal di SMKN 2 Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah : Teori Konektivisme dan teori Behavioristik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokasi peneltian di SMKN 2 Palangka Raya. Sumber data penelitian yaitu sumber data primer adalah wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru agama Hindu dan siswa agama Hindu. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa pembelajaran pendidikan agama Hindu menggunakan aplikasi zoom di SMKN 2 Palangka Raya tetap memperhatikan tahapan dalam pembelajaran yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi pembelajaran serta tahap pengawasan. Penggunaan aplikasi zoom dalam pembelajaran merupakan hal baru pada era new normal maka wajar terdapat kendala dalam pelaksanaannya, adapun kendalanya seperti: 1. Jaringan yang tidak mendukung, 2. Kuota internet yang boros, 3. Handphone pengguna yang tidak memadai, 4. Kesulitan Mengoperasikan Aplikasi zoom dalam pembelajaran, 5. Kesulitan mengatur kelas, 6. Kesulitan memahami materi pembelajaran menggunakan aplikasi zoom. Solusi yang dilakukan oleh pihak sekolah, guru agama Hindu dan siswa agama Hindu untuk mengatasi kendala terebut yaitu : 1. mencari wilayah yang disertai koneksi jaringan yang baik, 2. meminta hotspot dari handphone orang terdekat dan mencari tempat yang mempunyai layanan wifi, 3. meminjam handphone orang terdekat selama proses pembelajaran atau membersihkan ruang penyimpanan handphone sebelum memulai pembelajaran, 4` Belajar ke orang terdekat yang bisa mengoperasikan aplikasi zoom, 5. Sekolah mengaktifkan zoom berbayar menggunakan 1 akun, 6. guru memudahkan siswa dalam pelaksanaan praktek serta membagikan video tutorial dalam mempraktekannya, solusi yang dilakukan siswa yaitu meminta guru mengulang kembali materi yang belum dipahami, mencari materi video dari Youtube serta bertanya kepada keluarga terdekat.
Ritual merupakan ekspresi rasa cinta kasih dan wujud bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa berserta menifestasinya. Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Rangkang memiliki ritualkematian, yaitu ritual napesan/tiwah jandau (tiwah dalam sehari). Namun, pada masa pandemi covid-19 masyarakat harus mematuhi regulasi pemerintah yang berimplikasi dalam pelaksanana ritual kematianHindu Kaharingan di Desa Tewang Sanggalang Garing. Terjadi perubahandalam pelaksaaan ritual kematian, yaitu dari ritual napesan ke ritual mambelit. Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah sebagai berikut; (1) Bagaimana pelaksanaan ritual mambelit Agama Hindu Kaharingan pada masa pandemi Covid-19 di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan (2) Bagaimana bentuk komunikasi dan interaksi sosial pelaksanaan ritual mambelit agama Hindu Kaharingan pada masa Covid-19 di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sanggalang Garing Kabupaten Katingan. Analisis masalah menggunakan teori religi, teori fungsional struktural dan teori komunikasi kelompok. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui:observasi,wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Penentuan informan digunkanan Teknik purposive sampling. Subjek penelitian ini adalah Pisor dan umat Hindu Kaharingan yang melaksanakan ritual mambelit pada masa pandemi covid-19 di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Pelaksanaan ritual mambelit mulai dari tahapan mempersiapkan pelaksanaan ritual, mempersiapkan sarana-prasarana pembuatan belit, sesajen-sesajen yang digunakan, dan alokasi waktu dua sampai tiga hari. (2) Bentuk komunikasi dan interaksi sosial adalahbentuk komunikasi kelompok, sedangkan interaksi sosial, yaitu: interaksi sosial asosiatif dan interaksi sosial akomodasi.
Collins Easy Learning English Vocabulary is designed to help learners of all ages build their vocabulary. This easy-to-use, topic-based book is an invaluable resource for students and teachers, and is ideal for use in the classroom and for home study. Collins Easy Learning English Vocabulary is a topic-based vocabulary book, covering over 50 topics, from everyday themes such as family, friends, and hobbies, to topics for travel, work, business, and study. The words within each theme are listed alphabetically so that they are easy to find. Each word has a definition, written in simple language, and phonetics, to help the user learn how to say the word. An 'Examples' section has corpus examples from real English showing important collocations, as well as useful phrases and idioms. Collins Easy Learning English Vocabulary contains all the vocabulary a learner needs to communicate effectively in English, and is the perfect resource for users who want to build their vocabulary in a methodical way.
Vocabulary items are presented and explained on left-hand pages with a variety of follow-up activities on right-hand pages.
ENGLISH VOCABULARY ORGANISER is the most comprehensive vocabulary self-study book currently available. It organizes vocabulary into 100 topics and is the ideal book to recommend to all intermediate and upper level students. It will be invaluable to anyone preparing to take an English examination.
Collins Easy Learning English Vocabulary is designed to help learners of all ages build their vocabulary. This easy-to-use, topic-based book is an invaluable resource for students and teachers, and is ideal for use in the classroom and for home study. Collins Easy Learning English Vocabulary is a topic-based vocabulary book, covering over 50 topics, from everyday themes such as family, friends, and hobbies, to topics for travel, work, business and study. The words within each theme are listed alphabetically so that they are easy to find. Each word has a definition, written in simple language, and phonetics, to help the user learn how to say the word. An 'Examples' section has corpus examples from real English showing important collocations, as well as useful phrases and idioms. Collins Easy Learning English Vocabulary contains all the vocabulary a learner needs to communicate effectively in English, and is the perfect resource for users who want to build their vocabulary in a methodical way.