Abstrak
Rensi Andika, 2021. Nilai-Nilai Pendidikan Hindu Pada Upacara Ritual Nyaki Dirit Di Desa Dandang Kecamatan Pasak Talawang. (Perspektif Pendidikan Agama Hindu) Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Suwito,S.Ag.,M.Si Pembimbing II : Ni Putu Sri Pinatih,S.Pd.,M.,Pd.H Upacara Nyaki Dirit memiliki latar belakang pelaksanaan yang khas sebagaimana upacara adat-istidat lainnya di kalangan Suku Dayak secara umum. Di Desa Samba Danum Katingan, upacara itu dilatarbelakangi oleh beberapa hal. Pertama, keyakinan atau kepercayaan terhadap perlindungan atau keselamatan ibu yang hamil, sehingga upacara adat Nyaki Dirit merupakan semacam perlindungan terhadap ibu yang mengandung bayi pertama (temei). Uniknya, upacara itu hanya dilakukan untuk kandungan bayi pertama. Terhadap kandungan bayi kedua dan seterusnya tidak lagi. Kedua, kepercayaan bahwa seorang ibu yang hamil memiliki masa lemah di bulan tertentu. Kepercayaan itu kemudian Makna upacara Nvaki Tihi memunculkan ritus atau upacara adat Nyaki Dirit yang dilakukan ketika ibu hamil memasuki bulan kehrjuh dalam masa kandungannya. Hal itu disebabkan keyakinan bahwa ibu hamil dalam bulan tersebut mengalami kelemahan secara rohaniah Ketiga, kepercayaan kepada "darah" sebagai media penenterm atau media yang memiliki "kuasa" mengusirpengaruh roh-roh jahat. Berdasarkan kepercayaan itu, sarana penting yang digunakan dalam upacara adat Nyaki Dirit adalah darah sebagai alat manyaki atau mamalas yang diambil dari binatang babi atau ayamkampung yang dikorbankan dalam upacara tersebut. Darah sebagai sarana manyaki atau mamalas di sini dipandang dapat meredam bahaya atau celaka dan menjauhkan dari roh-roh yang jahat yang dapat mengganggu kandungan yang akan dilahirkan (manyadingen). Nyaki Dirit merupakan salah satu bentuk Upacara adat yang di laksanakan oleh kalangan massyarakat Hindu Kaharingan Desa Dandang hal ini di buat dengan menempatkan tujuan keselamatan ibu hamil dan anak dalam kandungan. Karena itu, terdapat beberapa tujuan sebagai bagian dari tujuan keselamatan yaitu sebagai berikut: Pertama. Kesehatan secara fisik Tujuan penyelenggaraan upacara adat Nyaki Dirit adalah agar saat hamil anak pertama dan memasuki bulan ketujuh, ibu dan anak dalam kandungannya tetap sehat dan kelahiran anak pertama itu lancar serta tidak bermasalah. Kedua. Selamat dari pengaruh roh-roh jahat atau selamat secara rohaniah Dalam kepercayaan umum agama Suku Dayak, roh-roh memiliki pengaruh terhadap kehidupan nyata. Dua roh dipahami memiliki dua sisi, yaitu baik dan jahat. Roh yang baik diyakini memberi kebaikan, sedangkan roh jahat adalah sumber kejahatan, semua penyakit, dan gangguan lain. Upacara adat Nyaki Dirit bagi ibu hamil ditempatkan pada tujuan mendatangkan keselamatan dari pengaruh roh-roh jahat. Ketiga. Memberi rasa tenteram secara batiniah Diyakini bahwa ibu yang hamil anak pertama, saat memasuki usia kandungan tujuh bulan, merasakan ketidak tenteraman dalam batinnya. Keempat Mendatangkan keselamatan. viii Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu : latar belakang di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: 1) Bagaimana rangkaian pelaksanaan upacara ritual Nyaki Dirit menurut Agama Hindu Kaharingan di Desa Dandang Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas? 2) Apakah nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalam upacara ritual Nyaki Dirit di desa Dandang Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas? Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah fenomenologi, jenis penelitian ini adalah peneliti deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan berupa informan, yakni Basir sebagai pelaku utama ritual, serta para tokoh masyarakat yang mengerti tentang pelaksanaan upacara ritual Nyaki Dirit, selain menggunakan para informan peneliti juga menggunakan sumber data tertulis atau dokumen dan bukubuku yang relevan dengan fokus penelitian ini. Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai instrument sekaligus pengumpulan data. Selain itu instrument peneltian ini juga berupa alat-alat yang mendukung dalam memperoleh penelitian data seperti camera. Peneliti juga menggunakan metode penentuan informan dengan metode Purposive Sampling untuk orang-orang terpilih dengan ciri ciri spesifik yang dimiliki seperti para basir kepala adat dan tokoh masyarakat yang mengerto tentang pelaksanaan upacara ritual Nyaki Dirit. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Data hasil pengumpulan data tersebut akan dianalisis teknik deskriptif kualitatif yang merupakan suatu alur kegiatan yang meliputi reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Adapun proses Nyaki Dirit ini di jelaskan oleh kepala adat dibagi menjadi empat proses dalam pelaksanaannya: 1. Persiapan Sarana dan Prasana Ritual Nyaki Dirit 2. Pembukaan (Memotong Hewan Babi dan mengambil darahnya) 3. Acara Utama (Memoles atau Menyaki ke perut ibu hamil dan memasangkan tali Ehet) 4. Penutupan (Tampung Tawar) Dalam proses upacara ritual Nyaki Dirit terdapat 3 fungsi yang terkandung didalamnya yaitu fungsi sosial, fungsi religious dan fungsi pendidikan. Dan terkandung nilai-nilai pendidikan. Fungsi sosial upacara Nyaki Dirit mampu menciptakan rasa solidaritas dan gotong royong. Kemudian upacara Nyaki Dirit mempu mengajak seluruh lapisan masyarakat berpatisipasi dalam proses pelaksanaannya. Selain Nyaki Dirit memiliki fungsi sosial juga mengandung nilainilai religi keagamaan yaitu Nyaki Dirit memiliki berbagai komponen ritual upacara, dan jika dilihat dari fungsi agama itu adalah memberikan rasa kedamaian ibu hamil lahir batin. Serta mengatur kehidupan manusia secara keseluruhan dalam proses kehidupan manusia guna mencapai kehidupan yang bahagia di dunia maupun kebahagian yang kekal..