Abstrak
Ritual merupakan ekspresi rasa cinta kasih dan wujud bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa berserta menifestasinya. Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Rangkang memiliki ritualkematian, yaitu ritual napesan/tiwah jandau (tiwah dalam sehari). Namun, pada masa pandemi covid-19 masyarakat harus mematuhi regulasi pemerintah yang berimplikasi dalam pelaksanana ritual kematianHindu Kaharingan di Desa Tewang Sanggalang Garing. Terjadi perubahandalam pelaksaaan ritual kematian, yaitu dari ritual napesan ke ritual mambelit. Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah sebagai berikut; (1) Bagaimana pelaksanaan ritual mambelit Agama Hindu Kaharingan pada masa pandemi Covid-19 di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan (2) Bagaimana bentuk komunikasi dan interaksi sosial pelaksanaan ritual mambelit agama Hindu Kaharingan pada masa Covid-19 di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sanggalang Garing Kabupaten Katingan. Analisis masalah menggunakan teori religi, teori fungsional struktural dan teori komunikasi kelompok. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui:observasi,wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Penentuan informan digunkanan Teknik purposive sampling. Subjek penelitian ini adalah Pisor dan umat Hindu Kaharingan yang melaksanakan ritual mambelit pada masa pandemi covid-19 di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Pelaksanaan ritual mambelit mulai dari tahapan mempersiapkan pelaksanaan ritual, mempersiapkan sarana-prasarana pembuatan belit, sesajen-sesajen yang digunakan, dan alokasi waktu dua sampai tiga hari. (2) Bentuk komunikasi dan interaksi sosial adalahbentuk komunikasi kelompok, sedangkan interaksi sosial, yaitu: interaksi sosial asosiatif dan interaksi sosial akomodasi.