Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

S

1.409 karya publik ditemukan.

162025: 112025: 12026: 932025: 1832024: 1952023: 2442022: 2242021: 2942020: 572019: 12018: 312017: 802010: 1

PARTISIFASI MASYARAKAT LOKAL DALAM PENGEMBANGAN WISATA ALAM DANAU BIRU DESA TEWANG RANGKANG KABUPATEN KATINGAN

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK MEGIE SASTRIADI: ( 2022 ) Partisipasi Masyarakat Lokal Dalam Pengembangan Wisata Alam Danau Biru Desa Tewang Rangkang Kabupaten Katingan ( pembimbing I Dr. Anak Agung Gede Wiranata, S.Ag., M.Ag dan pembimbing II Budi Purnomo, SH., M.Si ). Pariwisata merupakan sektor unggulan penggerak perekonomian. Di kabupeten katingan terdapat objek wisata alam Danau Biru yang berada di desa Tewang Rangakang. wisata ini memiliki tempat yang sangat bagus dan bisa dikembangkan melihat dari potensi wisata ini yang sudah cukup diminati oleh wisatawan dan juga sudah mendapat dukungan dari pemerintah dalam hal pembangunan dan pengadaan infrastruktur. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka pada penelitian ini terdapat dua perumusan masalah dalam skripsi ini adalah; (1) Bagaimana bentuk dan tingkat partisipasi masyarakat lokal dalam upaya pengembangan wisata alam danau biru desa tewang rangkang, (2) Apa saja faktor pendukung dan penghambat pengembangan wisata alam danau biru desa tewang rangakang. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah; (1) Teori partisipasi (2) Teori pengembangan wisata. Subjek penelitian ini adalah mulai dari: pegawai dinas pariwisata, sekertaris Desa Tewang Rangkang, kepala Desa, pengelola objek wisata Danau biru, masyarakat lokal yang ada disekitar objek wisata danau biru, dan pengunjung wisata, jadi jumlah keselurahan sebanyak 6 orang. Hasil penelitian ini adalah; (1) untuk mengetahui bentuk dan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata, (2) untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pengembangan wisata. Hasil kajian penulis dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bentuk partisipasi masyarakat dalam upaya pengembangan wisata alam danau biru meliputi perencanaan, pelayanan pengelolaan, pengawasan dan evaluasi. Tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata alam danau biru meliputi memberikan informasi, konsultasi, pengambilan keputusan bersama, bertindak bersama, dan memberikan dukungan. faktor pendukung pengembangan wisata alam danau biru meliputi legalitas tanah,bantuan pembangunan infrastruktur, dan tidak di pungut biaya masuk, dan faktor penghambat meliputi, tidak adanya wewenang pemerintah daerah dalam tata kelola wisata dikarenakn masalah regulasi yang tidak jelas, dan pandemi covid-19.

RITUAL MUJA ONDO PADA MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA CINTA BUDIMAN KECAMATAN BARITO TUHUP RAYA KABUPATEN MURUNG RAYA (PERSPEKTIF HUKUM HINDU)

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

AJING SUSILO, 2022, Ritual Muja Ondo sebagai Ritual Saki Palas menurut masyarakat Agama Hindu Kaharingan (Studi Kasus di Desa Cinta Budiman Kecamatan Barito Tuhup Raya Kabupaten Murung Raya) Skripsi, Fakultas Dharma Sastra, Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Dr. Riwun , S.Ag.,M.Si. Pembimbing (II) Dra. Ni Made Ratini, M.Si. Ritual Muja Ondo adalah sebuah ritual saki palas atau ritual pensucian bagi umat Hindu Kaharingan yang melakukan kesalahan seperti kumpul kebo dan hamil di luar nikah akibat dari perjinahan, sehingga harus dilaksanakannya Ritual Muja Ondo untuk menetralisirkan kembali alam lingkungan serta ketika terjadinya musibah kedua belah pihak yang melakukan kesalahan tidak lagi disangkut pautkan oleh masyarakat. Masalah yang diteliti dalam Skripsi ini mencakup 3 (tiga) hal ysitu: (1) Faktor penyebab dilakukannya Ritual Muja Ondo di Desa Cinta Budiman Kecamatan Barito Tuhup Raya Kabupaten Murung Raya.(2) Proses Ritual Muja Ondo di Desa Cinta Budiman Kecamatan Barito Tuhup Raya Kabupaten Murung Raya.(3) Dampak hukum apabila tidak dilaksanakan Ritual Muja Ondo di Desa Cinta Budiman Kecamatan Barito Tuhup Raya Kabupaten Murung Raya. Subjek penelitian adalah Mantir Adat, Basi/Rohaniawan, tokoh masyarakat. Tokoh Agama Hindu Kaharingan. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dengan langkahlangkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil: (1) Faktor penyebab dilakukannya Ritual Muja Ondo di Desa Cinta Budiman Kecamatan Barito Tuhup Raya Kabupaten Murung Raya yaitu disebakan oleh kumpul kebo, hamil di luar nikah, keterlambatan tempo melangsungkan pernikahan, dan serta hatamput (kawin lari). 2) Proses Ritual Muja Ondo di Desa Cinta Budiman Kecamatan Barito Tuhup Raya Kabupaten Murung Raya (tahap pelaporan, tahap pemanggilan kedua belah pihak baik pihak laki-laki maupun pihak perempuan dan tahap penyelesaian kasus/perkara pada tahap ini kedua belah pihak melakukan saki palas dengan melaksanakan Ritual Muja Ondo. (3) Dampak hukum apabila tidak dilaksanakan Ritual Muja Ondo di Desa Cinta Budiman Kecamatan Barito Tuhup Raya Kabupaten Murung Raya, dampak hukum bagi kedua belah pihak apabila tidak melaksanakan ritual muja ondo, jika terjadi musibah seperti kecelakaan, perkelahian sampai mengeluarkan darah yang menimpa salah satu masyarakat setempat sehingga kedua belah pihak sepasang kekasih akan dituntut untuk membayar hutang (jipen). Terdapat pula dampak bagi masyarakat apabila tidak dilaksanakannya Ritual Muja Ondo, akan mengalami gagal panen padi, buah-buahan gagal berbuah, di mana menurut presepsi masyarakat setempat hal tersebut disebabkan karena adanya suatu perbuatan yang tidak baik dilakukan oleh salah satu masyarakat sehingga harus disucikan kembali dengan Ritual Muja Ondo/ saki palas, dan agar kedua belah pihak sepasang kekasih tidak ada dikaitkan lagi dengan masalah-masalah yang menimpa masyarakat setempat.

RITUAL PERKAWINAN PADA MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA TUMBANG KUAYAN KECAMATAN RUNGAN BARAT KABUPATEN GUNUNG MAS (PERSPEKTIF HUKUM AGAMA HINDU)

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PUTRI KAMALA SARI, 2022 : Ritual Perkawinan Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kuayan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas (Perspektif Hukum Agama Hindu). Pembimbing I Mariatie, S.Ag.,M.Si dan Pembimbing II Dra. Ni Made Ratini M.Si. Ritual perkawinan merupakan ritual suci yang dilaksanakan oleh setiap pasangan yang ingin membentuk rumah tangga. Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kuayan juga melaksanakan ritual perkawinan ketika akan membangun kehidupan berumah tangga. Adapun masalah dalam penelitian ini yaitu Bagaimana proses pelaksanaan ritual perkawinan, apakah makna/symbol sarana ritual perkawinan dan bagaimana syahnya ritual perkawinan pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kuayan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan ritual perkawinan, makna/simbol sarana dan syahnya ritual perkawinan pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kuayan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas (Perspektif Hukum Agama Hindu). Teori yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Teori Religi, Teori Simbol dan Teori Pluralisme Hukum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berlokasi di Desa Tumbang Kuayan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Jenis data yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Sumber data yaitu Sumber data primer dan sumber data sekunder. Sedangkan instrumen penelitian yaitu peneliti itu sendiri. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumen dan studi kepustakaan sedangkan teknik analisa data mulai dari Pengumpulan data, reduksi data, display data dan verifikasi data. Adapun hasil dari penelitian ini menunujukan bahwa: 1) Proses pelaksanaan ritual perkawinan pada masyarakat Hindu Kaharingan di desa Tumbang Kuayan yaitu melalui beberapa tahap yang terdiri dari Manyaki Rambat, Panganten Haguet/Panganten Mandai, Haluang Hapelek dan Manyaki Penganten (pemberkatan). Selanjutnya setelah pelaksanaan ritual perkawinan selesai tahap selanjutnya yaitu maruah pali (penganten mengakhiri pantangan) dan pakaja manantu. 2) Makna/simbol sarana ritual perkawinan tersebut yaitu menetralisir hal-hal buruk yang bisa menimpa kehidupan kedua mempelai. Makna/simbol lainnya yaitu bukti kesiapan mempelai laki-laki mengambil mempelai perempuan sebagai pendamping hidupnya dan mengambil keluarga perempuan sebagai keluarganya sendiri dan juga bukti janji kedua mempelai dihadapan Ranying Hatalla Langit, Leluhur dan seluruh keluarga maupun tamu undangan bahwa mereka berdua akan membangun rumah tangga sehidup semati sampai maut memisahkan, dengan harapan dalam kehidupan rumah tangga memperoleh kehidupan yang bahagia, damai, sejahtera dan selalu dilancarkan rejeki. 3) Syahnya ritual perkawinan menurut masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kuayan yaitu wajib dilaksanakan hasaki hapalas (pemberkatan) dan dibuktikan dengan Surat Kawin.

SANDUNG RAUNG DALAM RITUAL KEMATIAN MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA BUKIT BATU KECAMATAN CEMPAGA HULU KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR (PERSPEKTIF HUKUM HINDU)

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

USIN SANTIKA, 2022, Sandung Raung Dalam Ritual Kematian Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur (Perspektif Hukum Hindu) Skripsi. Fakultas Dharma Sastra. Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri “Tampung Penyang” (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I). Dr. Riwun, S.Ag.,M.Si. Pembimbing (II). Gelar Sumbogo Peni, S.Ag.,M.Si. Ritual kematian adalah tata cara dalam suatu rangkaian kematian yang dilakukan oleh setiap masyarakat apabila ada suatu kematian. Demikian halnya dengan Suku Dayak khususnya umat Hindu Kaharingan yang berada di Desa Bukit Batu dalam suatu kematian melaksanakan ritual kematian sebelum melaksanakan penguburan. Masalah yang diteliti : (1). Apa tujuan dan fungsi Sandung Raung dalam ritual kematian menurut masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur dalam Perspektif Hukum Hindu? (2).Apa syarat-syarat dan tahapan-tahapan dalam ritual kematian mayarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur ditinjau dari Perspektif Hukum Hindu? Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah tersebut adalah Teori Simbol dan Teori Religi. Subjek penelitian ini adalah Umat Hindu Kaharingan, Majelis Kelompok Agama Hindu, Tokoh Masyarakat Umat Hindu Kaharingan, Mantir Adat Desa Bukit Batu, dan Pisor. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Data dianalisis dengan metode kualitatif dengan Langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Tujuan dan fungsi Sandung Raung yaitu tujuan Sandung Raung dalam Ritual Kematian, tujuan didirikan Sandung Raung menghemat penggunaan lahan untuk lahan penguburan. Fungsi didirikannya Sandung Raung tempat menyimpang tulang belulang atau jasad umat Hindu Kaharingan yang meninggal dunia di Desa Bukit Batu. (2) Syarat-syarat (sarana) dan tahapan-tahapan dalam ritual kematian yaitu sarana gong (garantung), katambung, gendang ,kenong,sumbu (lampu tembok),sipa ruku giling pinang,behas hambaruan dan behas bokal liau,piring atau mangkok putih,sisir,cermin,pakaian yang digunakan di langkauan,rotan,parapen atau dupa, kayu untuk pembuatan langkau, pisau tangking, tikar (amak purun), bambu untuk lamang,bunga,pelapah pisang,baram/boram, luntung/likat ,tajau (guci), bendera bahalai, hewan kurban berupa babi dan ayam, daun kelapa (dawen enyuh katilambung nyahu), tampung papas,baliung rintih batu,tukil. Tahapan memandikan jenazah (menggunakan ritual yang mana dilaksanakan oleh pisor), memasang langkauan atau palangkawan, memasang talatai, membuat peti jenazah (raung) menggunakan hewan kurban ayam, melaksanakan nyuluh raung, memasuk jenazah ke dalam raung/runi (peti jenazah), bintik raung (melukis peti jenazah), nyuluh raung laki-laki 5 kali bolak balik dan perempuan 7 kali bolak balik, ritual tabekas/nambekas,manetes atau maluput sirau.

PENGABDIAN MASYARAKAT HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI HINDU INSTITUT AGAMA HINDU NEGERI TAMPUNG PENYANG PALANGKA RAYA DI KELURAHAN KALAWA KECAMATAN KAHAYAN HILIR KABUPATEN PULANG PISAU

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK LASMI, 2022 : Pengabdian Masyarakat Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya di Kelurahan Kalawa Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau. Pembimbing I, Tiwi Etika, S.Ag,M.Ag.,Ph.D Pembimbing II, Yopie, M.Pd.H. Pengabdian Masyarakat Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya di Kelurahan Kalawa Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau merupakan suatu kegiatan yang bertujuan membantu lembaga keagamaan Hindu dalam pembinaan terhadap umat Hindu yaitu peningkatan keimanan/Sradha dan Bhakti. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya di Kelurahan Kalawa, masih belum terlihat maksimal karena terdapat beberapa hambatan yakni: keterbatasan waktu dan keterbatasan dana dalam pelaksanaan kegiatan, maka program kerja yang dilaksanakan terkendala akhirnya dari sekian banyak program kegiatan yang terlaksanakan hanya beberapa saja. Sehingga hal itu yang berimbas kurang maksimalnya kegiatan pengabdian masyarakat. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah ; (1) Bagaimanakah bentuk dan fungsi pengabdian masyarakat Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya di Kelurahan Kalawa Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau?, (2) Bagaimanakah implikasi pelaksanaan pengabdian masyarakat Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya di Kelurahan Kalawa Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau? Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan kualitatif dengan teknik pengumpulan data dengan ; observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Sedangkan Teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah ; (1) Teori Fungsionalisme Struktural, dan (2) Teori Tindakan Komunikatif. Subjek penelitian ini adalah Umat Hindu Kaharingan Kelurahan Kalawa, Dosen pembimbing pengabdian, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Hindu, Bupati Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu, dan Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu. Hasil penelitian ini adalah : (1) Bentuk dan Fungsi pengabdian masyarakat berupa pendidikan kepada masyarakat penyuluhan tentang keagamaan Hindu, selain itu pelayanan dan pembinaan kepada umat, fungsinya adalah untuk mengakrabkan mahasiswa dengan masyarakat melalui mahasiswa institusi atau lembaga untuk mensosialisasikan dan mempromosikan keberadaan lembaga dan mahasiswa sebagai satu-satunya lembaga pendidikan kepada masyarakat khalayak umum maupun umat Hindu secara khusus, (2) implikasi pelaksanaan pengabdian masyarakat Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu di x Kelurahan Kalawa mengalami perubahan secara berkesinambungan dalam melaksanakan aktivitas keagamaannya Hasil kajian penulis dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Pengabdian Masyarakat adalah salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan generasi muda Hindu akan pentingnya peningkatan pendidikan dalam pengembangan SDM generasi muda Hindu dalam menjalani era modern serta pemahaman mengenai nilai-nilai pendidikan agama Hindu dan pengetahuan keagamaan Hindu di lingkungan dimana umat Hindu berada. Kata Kunci : Pengabdian Masyarakat, Himpunan Mahasiswa Program Studi

Riek Liau dalam Upacara Wara di Desa Bengahon Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara (Kajian Filosofis)

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Rinaldi Sasmita, 2022, Riek Liau dalam Upacara Wara di Desa Bengahon Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara (Kajian Filosofis). Skripsi Strata Satu Program Studi Filsafat Agama Hindu, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negri (IHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Handoko, S.Ag., M.Si dan Pembimbing II : Kunti Ayu Vedanti, M.Ag. Riek Liau adalah permainan sakral dimainkan dengan tujuan khusus yang menyangkut interaksi antara kita yang masih hidup dengan Liau. Berdasarkan latar belakang, penelitian ini tetdapat tiga permasalahan yang dibahas sebagai berikut : (1) Bagaimana pelaksanaan Riek Liau dalam Upacara Wara di desa Bengahon Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara ? (2) Bagaimana fungsi Riek Liau dalam Upacara Wara di Desa Bengahon ? (3) Makna filosofis apakah yang terkandung pada Riek Liau dalam Upacara Wara di desa Bengahon ? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan, fungsi dan makna filosofis yang terkandung pada Riek Liau dalam Upacara Wara. Untuk membedah masalah dalam penelitian ini dapat digunakan beberapa teori : (1) Teori Religi, (2) Teori Fungsional Struktural dan (3) Teori Simbol. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dan lokasi di Desa Bengahon Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu : (1) Metode Observasi, (2) Metode Kepustakaan, (3) Metode Wawancara, (4) Metode Dokumentasi. Objek penelitian ini adalah pelaksanaan Riek Liau dalam Upacara Wara di Desa Bengahon dengan subyek penelitian adalah Kandong, Ketua Adat dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian ini adalah: (1) pelaksanaan Riek Liau dalam Upacara Wara di laksanakan setelah Kandong melakukan proses pemanggilan Liau untuk menghadiri Upacara Wara. permainan Riek Liau disesuaikan dengan jenis Upacara Wara yang dijalankan. (2) Fungsi Riek Liau dalam Upacara Wara di Desa Bengahon diuraikan menjadi dua yaitu fungsi religius dan fungsi sosial. (3) Makna filosofis yang terkandung pada Riek Liau Dalam Upacara Wara diuraikan menjadi enam yaitu makna permainan, makna sosial makna religius, makna etika, makna budaya dan filsafat ketuhanan Riek Liau dalam Upacara Wara.

GAYA DAN SENI BERBICARA DALAM MENYAMPAIKAN PANDEHEN DI INSTITUT AGAMA HINDU NEGERI TAMPUNG PENYANG PALANGKA RAYA (STUDI KASUS MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI HINDU)

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

JULIANSYAH, 2022. Gaya dan Seni Berbicara dalam Menyampaikan Pandehen Di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya (Studi Kasus Mahasiswa Ilmu Komunikasi Hindu) Pembimbing I Sulandra, S.Pi.,M.Si dan Pembimbing II Hadianto Ego Gantiano, M.Pd.H. Gaya dan seni berbicara dalam menyampaikan pandehen sangat diperlukan dalam setiap pelaksanaan basarah khususnya yang dilakukan oleh mahasiswa program studi ilmu komunikasi Hindu di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Penelitian ini tujuan untuk mengetahui gambaran cara menerapkan gaya dan seni berbicara dalam menyampaikan pandehen. Adapun permasalahan pada penelitian ini: bagaimana gaya dan seni berbicara dalam menyampaikan pandehen di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya ? Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teori Komunikasi Publik, Teori Kendala. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah melalui pendekatan kualitatif. Jenis sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan adalah purposive sampling. dan teknik pengumpulan data penelitian adalah teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan teknik video, sedangkan teknik analisis data adalah mengunakan teknik analisis verbal dan dilanjutkan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian gaya dan seni berbicara dalam menyampaikan pandehen di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya menunjukkan bahwa faktanya mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu sudah terlatih dalam hal berbicara menyampaikan pandehen dengan menggunakan gaya dan seni dalam berbicara, serta telah mampu menyampaikan ide dan gagasan dari pemikiran yang dimiliki dengan baik dan benar.

PURA ZATHA MANTRA DI KOTA MUARA TEWEH KABUPATEN BARITO UTARA (Kajian Bentuk, Fungsi, dan Makna)

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

I Made Hari Sudana, 2022, Pura Zatha Mantra di Kota Muara Teweh Kabupaten Barito Utara (Kajian Bentuk, Fungsi, dan Makna). Skripsi Strata Satu Program Studi Filsafat Agama Hindu, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Wayan Gepu, S.Ag., M.Fil.H dan Pembimbing II: Ni Nyoman Tantri, S.Pd., M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara jelas tentang keberadaan Pura Zatha Mantra, yakni Pura tunggal di Kota Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, yang merupakan salah satu pusat aktivitas keagamaan Hindu, bersembahyang, dan pembinaan umat. Berdasarkan dari latar belakang, maka dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yaitu : (1) Bagaimanakah bentuk Pura Zatha Mantra di Kota Muara Teweh Kabupaten Barito Utara? (2) Bagaimana fungsi Pura Zatha Mantra di Kota Muara Teweh Kabupaten Barito Utara? (3) Bagaimana makna Pura Zatha Mantra di Kota Muara Teweh Kabupaten Barito Utara? Penelitian ini menggunakan teori religi, teori simbol, dan teori fungsional struktural. Adapun metode yang digunakan yaitu metode kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data : (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Dokumen. Subyek dalam penelitian ini adalah para informan yang mengetahui informasi mengenai pura Zatha Mantra, dengan menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Bentuk pura Zatha Mantra terdiri dari satu halaman, gapura sebagai pintu masuk ke dalam pura, pelinggih, dan meru, (2) Fungsi pura Zatha Mantra dibagi menjadi tiga yaitu : Persembahyangan, Pembinaan Umat, dan Pemersatu Umat, (3) Makna yang terkandung dalam pura Zatha Mantra dapat dibagi menjadi tiga yaitu : Makna Religius, Makna Sosial, dan Makna Estetika.

PERAN MASYARAKAT DALAM PELESTARIAN OBJEK WISATA BUDAYA TANGGA BATU DI DESA TANGGA BATU KECAMATAN SERUYAN TENGAH KABUPATEN SERUYAN

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peran masyarakat dalam pelestarian objek wisata budaya tangga batu ini adalah untuk keikut sertaan masyarakat dalam membantu pengelola dan membersihkan objek wisata yang ada, apabila wisatawan melakukan bahajat ditempat wisata budaya tangga batu masyarakat di kawasan tersebut membantu dalam menyiapkan sarana dan prasana yang dibutuhkan. keterlibatan masyarkat dalam pelestarian objek wisata budaya tangga batu ini untuk ikut serta dalam mengelola maupun mendorong terjadinya proses penguatan kapasitas masyarakat lokal dan meningkatkan pemberdayaan bagi masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan pariwisata secara bersama. Berdasarkan dari latar belakang diatas rumusan masalah sebagai berikut : (1) Bagaimanakah peran masyarakat dalam pelestarian objek wisata tangga batu di Desa Tangga Batu Kecamatan Seruyan Tengah Kabupaten Seruyan (2) Apakah kendala yang dihadapi oleh peran masyarakat dalam pelestarian objek wisata tangga batu di Desa Tangga Batu, Kecamatan Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan (3) Bagaimanakah dampak peran masyarakat dalam pelestarian objek wisata tangga batu di Desa Tangga Batu, Kecamatan Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Teori peran (2) Teori pembangunan pariwisata (3) Teori pengembangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif karena dalam penelitian kualitatif ini bersifat deskriptif dan cenderung menggukan analisis. teknik pengumupulan data dengan menggunakan Purposive Sampling. Kesimpulan dari penelitian adalah objek wisata tangga batu ini perluadanya campur tangan dari pemerintah agar objek wisata bisa berkembang dan dapat berpengaruh kepada perekonomian masyarakat setempat, adanya peran masyakarkat dalam pelestarian objek wisata tangga batu ini akan membuat objek wisata budaya tangga batu tidak hilang kebudayaan lokal maupun kerusakan pada objek wisata tersebut.

AKTIVITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM PENGUATAN NILAI-NILAI RELIGIUS SISWA HINDU DI SDN 2 TIMPAH KECAMATAN TIMPAH KABUPATEN KAPUAS

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Elisa, 2022. Aktivitas Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Penguatan Nilai Nilai Religius Siswa Hindu Di SDN 2 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas Skripsi, Fakultas Dharma Acarya. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.A Pembimbing II Dr. I Putu Widyanto,M.Pd.H Nilai religius pada siswa Hindu di SDN 2 Timpah mengalami penurunan. Hal ini terlihat dari adanya siswa yang kurang antusias mengikuti pelaksanaan basarah, tidak mau memimpin berdoa di dalam kelas, sering lupa mengucapkan salam dan kurang aktif mengikuti kegiatan keagamaan. Oleh karena itu diperlukan aktivitas penguatan dari pihak sekolah dan pendidik khsususnya guru agama Hindu dalam memberikan penguatan nilai-nilai religius pada diri siswa Hindu. Masalah yang dikaji adalah Bagaimana aktivitas guru pendidikan agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai religius Hindu pada siswa Hindu di SDN 2 Timpah? Apa faktor kendala aktivitas guru pendidikan agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai religius Hindu pada siswa Hindu di SDN 2 Timpah? Apa upaya guru pendidikan agama Hindu untuk mengatasi kendala-kendala yang ditemui dalam penguatan nilai-nilai religius Hindu pada siswa Hindu di SDN 2 Timpah? Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang aktivitas guru pendidikan agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai religius siswa Hindu di SDN 2 Timpah Kecematan Timpah Kabupaten Kapuas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah Teori Fenomenologi, Teori Kendala dan Teori Humanisme. Sampel pada penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru Agama Hindu dan siswa kelas V, VI dengan jumlah 7 orang. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan Reduksi Data, Penyajian Data, Penarikan Kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian aktivitas guru pendidikan agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai religius siswa Hindu di SDN 2 Timpah menjadi kuat dan meningkat. Hal itu di ungkapkan dalam hasil wawancara yang dilakukan dengan kepala sekolah, guru dan siswa Hindu kelas V dan VI di SDN 2 Timpah. Aktivitas guru pendidikan agama Hindu dalam penguatan nilai religius Hindu meliputi dua aktivitas yaitu, aktivitas fisik meliputi Mengamati, Mendengarkan, Mengucapkan, Mengajak siswa Hindu untuk mengikuti kegiatan keagamaan dan aktivitas non fisik meliputi Berpikir, Keaktifan Emosi Siswa. Faktor yang mempengaruhi aktivitas penguatan nilai religius siswa Hindu adalah faktor internal yaitu dorongan dari dalam diri berupa dorongan psikologis meliputi kendala waktu yang belum maksimal dan kendala guru dalam penggunaan media audio visual. Faktor eksternal dorongan dari luar yang meliputi kurangnya kedisplinan, keaktifan siswa, pengaruh berbicara teman di sekolah dan pembelajaran daring/online pada saat pandemi. Upaya guru pendidikan agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai religius Hindu pada siswa Hindu di SDN 2 Timpah meliputi tahap keteladanan, pemberian nasihat, pengawasan, pembiasaan dan pemberian PR.

Implementasi Pendekatan Pembelejaran MIKiR pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Isen Mulang Palangka Raya Kota Palangka Raya

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Wayan swartama, 2022. Implementasi Pendekatan Pembelajaran MIKiR Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Isen Mulang Palangka Raya Kota Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A. dan Pembimbing II Dr. I Ketut Sudiarta, S.Sos.,MAP. Pembelajaran di abad 21 ini diharapkan agar bermuara pada pembelajaran yang berfokus pada siswa, hal ini dimaksudkan agar siswa menjadi lebih aktif pada saat mengikuti proses kegiatan pembelajaran. Namun pada situasi pandemi seperti sekarang ini telah berdampak hingga ke ranah pendidikan yang membuat proses pembelajaran menjadi kurang maksimal. Melihat hal tersebut guru harus memiliki kemampuan dalm berinovasi mengembangkan pembelajaran agar pembelajaran yang dilakuan lebih optimal. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan menggunkan pendekatan MIKiR pada pembelajaran, pendekatan MIKiR ini sendiri masih tergolong baru dan belum banyak sekolah yang menerapkannya. Berangkat dari hal tersebut peneliti ingin mengangkat permasalahan tentang: (1) Bagaimana Implementasi pendekatan pembelajaran MIKiR pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Isen Mulang Palangka Raya? (2) apa saja keunggulan dan kendala dalam implementasi pendektan pembelajaran MIKiR pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Isen Mulang Palangka Raya?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami implementasi pendektan pembelajaran MIKiR pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Isen Mulang Palangka Raya dan mendeskripsikan keunggulan serta kendala dalam pendektan pembelajaran MIKiR pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Isen Mulang Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori implementasi dan teori kognitivisme untuk membahas rumusan masalah 1, serta teori konstruktivisme untuk membahas rumusan masalah 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun untuk pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menganalisis data yang diperoleh peneliti menggunakan teknik analisis data dengan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan pendekatan pembelajaran mikir telah di Implementasikan kedalam mata pelajaran pendidikan agama Hindu. Keunggulan dari pendekatan MIKiR: (1) memberi siswa kesempatan mengeksplor kemampuannya, (2) siswa menjadi lebih aktif, (3) pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien. Adapun kendala yang dialami: (1) pemahaman siswa yang masih kurang, (2) kemampuan guru dalam pendagogik yang masih kurang, (3) sarana dan prasarana yang masih kurang.

PENGEMBANGAN WISATA RELIGI SITUS BUDAYA SANDUNG DI DESA BUKIT BATU KECAMATAN CEMPAGA HULU KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sandung Runi yang ada di Desa Bukit Batu ini berusia setengah abad lebih, bangunan sandung ini sebelum didirikan oleh masyarakat setempat, pada tanah tempat meletakkan bangunan pada awalnya digali terlebih dahulu dengan kedalaman tiga meter. Lokasi Situs Budaya Sandung ini berada di pinggir jalan raya utama yaitu di Jalan Tjilik Riwut yang menghubungkan akses menuju berbagai kota di Kalimantan Tengah. Namun, kawasan ini tidak terawat dengan baik serta masih minimnya sarana dan prasarana yang dimiliki. Berdasarkan permasalahan latar belakang penelitian ini yaitu (1) Bagaimanakah Pengembangan Wisata Religi Situs Budaya Sandung yang ada di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, (2) Bagaimanakah Kendala serta Upaya Masyarakat dan Pemerintah dalam Pengembangan Wisata Religi Situs Budaya Sandung di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah; observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan ini adalah; (1) Teori Pengembangan dan Pengelolaan, (2) Teori Religi, (3) Teori Budaya. Subjek penelitian ini adalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Masyarakat, Pemerintah Desa, Tokoh Adat, dan Pemangku Agama. Hasil penelitian ini adalah; (1) Pengembangan Wisata Religi Situs Budaya Sandung perlu dilestarikan lagi keberadaannya agar lebih dikenal kebudayaannya, adat istiadat, serta ritual masyarakat Suku Dayak, (2) Kendala utama yang dihadapi kurangnya anggaran yang digunakan dalam Pengembangan Wisata Religi Situs Budaya Sandung, serta perlu ditingkatkan kembali partisipasi masyarakat ataupun pemerintah, (3) Upaya yang harus dilakukan, mengadakan sebuah program melalui musrembang, pagelaran seni dan budaya, melakukan promosi melalui sosialisasi dan kunjungan disetiap kecamatan, serta mencari anggaran melalui pengajuan proposal, pengumpulan dana melalui swadaya umat yang dilakukan dalam satu bulan sekali.

Nilai Pendidikan Karakter Hindu dalam Upacara Aruh Bawanang pada Masyarakat Dayak Pitap di Desa Langkap Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Fitri Mei Densi. 2022. Nilai Pendidikan Karakter Hindu Dalam Upacara Aruh Bawanang Pada Masyarakat Dayak Pitap Di Desa Langkap Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H., M.Pd.H, Pembimbing II Lamri, S.Pd., M.Pd.H. Skripsi ini mengkaji tentang nilai pendidikan karakter Hindu dalam upacara Aruh Bawanang pada masyarakat Dayak Pitap di Desa Langkap Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan. Berdasarkan fenomena yang terjadi, upacara Aruh Bawanang merupakan upacara yang unik, menarik, signifikan, dan urgen sehingga penting untuk dikaji lebih mendalam. Sebab upacara tersebut mempunyai nilai karakter Hindu yang penting untuk dikaji. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: Bagaimana pelaksanaan upacara Aruh Bawanang yang memiliki nilai pendidikan karakter Hindu masyarakat Dayak Pitap di Desa Langkap?, dan apakah nilai-nilai pendidikan karakter Hindu dalam upacara Aruh Bawanang masyarakat Dayak Pitap di Desa Langkap?. Penelitian ini mengkaji nilai pendidikan karakter Hindu dalam upacara Aruh Bawanang, dianalisis dengan teori struktural fungsional dan teori nilai. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis sumber data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara Purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa upacara Aruh Bawanang pada masyarakat Dayak Pitap di Desa Langkap dikaji menggunakan teori struktural fungsional. Pelaksanaan upacara ini memiliki beberapa tahapan yaitu proses persiapan, pelaksanaan, dan tahap akhir/penutupan. Adapun tahapan persiapan yakni; musyawarah, waktu dan tempat upacara, pemimpin upacara, dan sarana prasarana dalam upacara. Tahap selanjutnya yaitu proses pelaksanaan yang terdiri dari beberapa tahapan yakni: Upacara Batagas, Upacara Babalian, Upacara Penyerahan, Upacara Balapas Basar, Upacara Manjanji Balai, Tari Bakanjar, Bakapur Baminyak, Bamamang, Batatabusan, Bapalit Liur, dan Manggalung. Tahap selanjutnya yaitu tahap akhir yaitu penutup. Terkait nilai pendidikan karakter Hindu dianalisis dengan teori nilai yang terbagi menjadi enam yakni; Nilai Religius, Nilai Kejujuran, Nilai Persahabatan/komunikatif, Nilai Cinta Damai, Nilai Kepedulian Sosial, dan Nilai Tanggung Jawab. Upacara Aruh Bawanang merupakan hal yang sangat penting sebagai ungkapan rasa syukur yang tinggi kepada Tuhan Yang Maha Esa/Nining Bahatara dan juga sebagai bentuk nilai karakter Hindu yang mewujudkan masyarakat hidup harmonis dan damai atas hasil panen padi yang diperoleh setiap tahunnya, serta permohonan agar mereka selalu diberi rejeki, kesehatan, dan kesejahteraan sekaligus penghormatan terhadap leluhur yang diyakini senantiasa melindungi mereka dari berbagai marabahaya. Kata kunci: Nilai Pendidikan Karakter Hindu, Aruh Bawanang, Harmonis, dan Damai.

DAMPAK PENCEMARAN LIMBAH CAIR PERUSAHAAN KELAPA SAWIT DI SUNGAI CEMPAGA DESA BUKIT BATU KECAMATAN CEMPAGA HULU KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

TOBIE SUSWOYO. 2022 : Dampak Pencemaran Limbah Cair Perusahaan Kelapa Sawit Di Sungai Cempaga Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi Program Studi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Budhi Widodo, SH.,MH, Pembimbing II Citranu, SH.,MH. Pencemaran Limbah Cair Perusahaan Kelapa Sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur menimbulkan dampak yang sangat meresahkan bagi masyarakat yang tinggal di aliran sungai Cempaga, karena sungai Cempaga salah satu sumber kehidupan masyarakat di Desa Bukit Batu. Setelah terjadinya pencemaran Limbah Cair Perusahaan Kelapa Sawit dapat selalu berbahaya bagi kesehatan yang dalam jangka panjang, merubah dan menghilangkan kebiasaan masyarakat beraktivitas ke sungai Cempaga untuk mandi, mencuci dan menangkap ikan. Pemasalahan yang diteliti mencakup 3 (tiga) hal yakni : (1). Apa Dampak Pencemaran Limbah Cair Perusahaan Kelapa Sawit Di Sungai Cempaga Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten kotawaringin Timur? (2). Apa Upaya Hukum Yang Dapat Dilakukan Oleh Masyarakat Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur? (3). Apa Bentuk Perlindungan Hukum Dari Negara Terhadap Masyarakat Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur Dengan Adanya Dampak Pencemaran Limbah Kelapa Sawit. Subjek dari penelitian ini adalah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin Timur, Polisi Resort Kabupaten Kotawaringin Timur, Camat atau Sekretaris Camat Kecamatan Cempaga Hulu, Kepala Desa Bukit Batu dan Masyarakat Desa Bukit Batu. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode Observasi, Wawancara, Kepustakaan dan Dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dengan proses reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan analisis data tersebut maka dapat disimpulkan : (1). Dampak pencemaran limbah cair perusahaan kelapa sawit sangat meresahkan masyarakat karena ada beberapa faktor yang terdampak disebabkan pencemaran sungai Cempaga diantaranya faktor ekonomi, sosial, budaya dan faktor kesehatan. (2). Upaya hukum yang dapat dilakukan oleh masyarakat dengan mengadu atau melaporkan perusahaan kelapa sawit kepada pihak yang berwajib atau yang memiliki wewenang untuk menjaga, melestarikan lingkungan hidup meliputi kepolisian dan Dinas Lingkungan Hidup. (3). Masyarakat yang melakukan upaya hukum dilindungi oleh negara melalui peraturan-peraturan yang telah dibuat oleh negara seperti Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, Peraturan Perundang-Undangan, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Negara Republik Indonesia dan Peraturan lainnya yang menyangkut tentang Hak dan Kewajiban warga negara.

Eksistensi Umat Hindu Di Desa Tumbang Habangoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fransafta Tri Hariyadi, 2022. Eksistensi Umat Hindu Di Desa Tumbang Habangoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan, SkripsiFakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Lilik, S.Ag.,M.Pd.H

Upaya Guru Agama Hindu Dalam Memotivasi Belajar Siswa Di SMPN 2 Katingan Hulu Desa Tumbang Gaei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan.

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK LISAWATI. 2022. Upaya Guru Agama Hindu Dalam Memotivasi Belajar Siswa Di SMPN 2 Katingan Hulu Desa Tumbang Gaei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan. Skripsi. Strata Satu. Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro S.Pd.,M.,Si dan Pembimbing II Dr. Ni Wayan Gateri S.Ag., M.Ag Pendidikan adalah suatu interaksi antara pendidik atau guru dengan anak didik atau siswa yang dapat menunjang pengembangan manusia seutuhnya yang berorientasi pada nilai-nilai dan pelestarian serta pengembangan kebudayaan yang berhubungan dengan usaha-usaha pengembangan manusia tersebut. Pendidikan dipandang sebagai salah satu faktor utama yang menentukan pertumbuhan ekonomi, yaitu melalui peningkatan produktivitas tenaga kerja terdidik. Di samping itu pendidikan di pandang mempunyai peranan penting dalam menjamin perkembangan dan kelangsungan bangsa. Guru di harapkan dapat mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan yang di harapkan dengan memperhatikan motif/tujuan pribadi siswa. Berhasil tidaknya siswa dalam proses belajar tergantung dari upaya guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, karena motivasi besar pengaruhnya terhadap minat dan prestasi belajar siswa. Sebab motivasi yang baik adalah motivasi yang mampu membangun dan merubah perbuatan seseorang setelah mendapatkan motivasi dari orang lain. Sehingga, guru agama Hindu dapat meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya pada bidang pelajaran agama Hindu di SMPN 2 Katingan Hulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru agama Hindu dalam memotivasi belajar siswa di SMPN 2 Katingan Hulu Desa Tumbang Gaei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan. Masalah yang diteliti mencakup 3 (tiga) rumusan masalah yaitu :1. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran agama Hindu dalam memotivasi belajar siswa di SMPN 2 Katingan Hulu? 2. Apa kendala yang di alami guru agama Hindu dalam memotivasi belajar siswa di SMPN 2 Katingan Hulu? 3. Apa upaya yang dilakukan guru agama Hindu dalam memotivasi belajar siswa di SMPN 2 Katingan Hulu? Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Dalam penelitian kualitatif, yang di maksud dengan informan adalah orang yang memberikan data penelitian melalui wawancara. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala sekolah, guru agama Hindu dan Siswa. Dalam pengumpulan data ini di lakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan yaitu teori motivasi dan teori behavioristik. Pelaksanaan pembelajaran agama Hindu dalam memotivasi belajar siswa di SMPN 2 Katingan Hulu yaitu guru agama Hindu dalam pembelajaran membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran terlebih dahulu meliputi materi yang di ambil dari berbagai sumber seperti Kitab Suci Panaturan, Buku Kandayu dan buku pekajaran agama Hindu SD kelas 1, 2 dan 3 yang akan disampaikan setiap pertemuan di ruang kelas . Selain itu metode yang digunakan ceramah dan tanya jawab, media yang digunakan dalam pembelajaran berupa papan tulis dan spidol dan bahan ajar yang bersumber dari Kitab Suci Panaturan, buku Kandayu dan buku pelajaran pendidikan agama Hindu SD kelas 1, 2 dan 3. Dalam pengelolaan kelas guru agama Hindu selalu memberikan rasa aman dan nyaman kepada siswa, dengan memperhatikan tempat duduk siswa supaya tidak terganggu selama proses pembelajaran berlangsung. Adapun minat dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran yaitu masih sangat kurang hal ini di karenakan siswa tidak faham terkait materi yang sulit di fahami sehingga siswa lebih memilih diam dan tidak ingin bertanya. Kendala yang di alami guru agama Hindu dalam memotivasi belajar siswa di SMPN 2 Katingan Hulu yaitu fasilitas pembelajaran yang belum tersedianya dalam menunjang proses pembelajaran di ruang kelas seperti buku paket mata pelajaran pendidikan agama Hindu yang masih belum ada, serta lingkungan yang masih kurang peduli terhadap pembelajaran pendidikan agama Hindu sehingga kegiatan pembelajaran terkadang belum efektif. Upaya yang dilakukan guru agama Hindu dalam memotivasi belajar siswa di SMPN 2 Katingan Hulu yaitu dengan rangkaian perencanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, metode, media dan bahan ajar. Metode yang digunakan yaitu metode ceramah dan tanya jawab, serta sebagai media pendukung dalam pembelajaran digunakan media visual berupa papan tulis dan spidol untuk mencatat yang perlu dicatat oleh guru agama Hindu. Bahan ajar yang digunakan berupa Kitab suci Panaturan, buku Kandayu dan buku pelajaran pendidikan agama Hindu SD kelas 1, 2 dan 3 dengan mencatat materi yang di dikte oleh guru agama Hindu. Rangkaian proses pembelajaran di dalam ruang kelas seperti salam panganjali, berdoa dengan menggunakan doa Hindu Kaharingan, mencatat materi yang didikte oleh guru agama HIindu, penjelasan materi, kemudian tanya jawab dan diskusi terkait dengan materi yang belum dipahami oleh siswa sehingga siswa yang pasif dan kurang mengerti dapat berinteraksi dalam kegiatan pembelajaran dengan siswa yang aktif dan paham. Hal ini bertujuan untuk memotivasi belajar siswa oleh guru agama Hindu agar dalam proses pembelajaran lebih aktif lagi. Selain itu, setiap akhir pembelajaran, guru agama Hindu memberikan evaluasi kepada siswa dalam bentuk tugas yang dikerjakan dirumah.

Pembelajaran Seni Musik Baleganjur pada Umat Hindu di Desa Manunggal Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ni Komang Saraswati Sinta Devi, 2022. Pembelajaran Seni Musik Baleganjur pada Umat Hindu di Desa Manunggal Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang kabupaten Kutai Kartanegera. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. I Ketut Sudiarta, S.Sos,. M.A.P Pembimbing II : I Made Paramarta, S.Ag,. M.Si. Seni musik Baleganjur yang berasal dari Bali dipelajari oleh umat Hindu di Desa Manunggal Jaya dengan mayoritas umatnya adalah Hindu Jawa. Meskipun telah melakukan kegiatan latihan, tetapi dalam prakteknya umat belum bisa menampilkan pada ritual-ritual keagamaan Hindu. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Pembelajaran seni musik Baleganjur di Desa Manunggal Jaya, 2) Pemahaman umat Hindu terhadap seni musik Baleganjur di Desa Manunggal Jaya, 3) kendala yang umat Hindu hadapi dalam mempelajari seni musik Baleganjur. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu : teori pembelajaran, teori estetika, dan teori nilai. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekaan kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Teknik Analisis Data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini terdiri dari Ketua PHDI Desa Manunggal Jaya, pelatih, pemangku 3 orang, umat Hindu 3 orang, dan pemudi Hindu 3 orang. Hasil penelitian digunakan untuk menunjukan bahwa: 1) Pembelajaran seni musik Baleganjur bisa terlaksanan karena adanya bantuan dari Pambimas Hindu dengan memberikan kelengkapan alat, pelatih serta diminati oleh umat Hindu di Desa Manunggal Jaya sehingga proses pembelajaran dapat berjalan. 2) Pemahaman umat terhadap seni musik Baleganjur yakni karena perannya sebagai pelengkap upacara keagamaan dan fungsinya sebagai pengiring upacara keagamaan. 3) Kendala yang dihadapi umat yakni kendala umat Hindu yang sedikit, sehingga peminat seni muik Baleganjur pun sedikit. Pelatih seni musik Baleganjur di Desa Manunggal Jaya hanya satu, sehingga belum ada latihan rutin karena menyesuaikan dengan jadwal pelatih. Selain itu karena adanya pandemi Covid-19 menjadi salah satu kendala yang menghambat praktek kesenian Baleganjur dalam beberapa upacara keagamaan.

Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Upacara Ba’aper Saradiri Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tarusan Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Settria Natha, 2022 : Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Upacara Ba’aper Saradiri Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tarusan Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan, Pembimbing I Lamri, S.Pd.,M.Pd.H dan Pembimbing II Suwito, S.Ag.,M.Si Masyarakat Hindu Kaharingan yang ada di DesaTarusan Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan, dalam kesehariannya tidak lepas dengan upacara keagamaan, salah satunya adlah upacara Ba’aper Saradiri dimana dalam proses pelaksanaan upacara Ba’aper Saradiri sangat penting untuk dipahami dan dilestarikan karena sesuai perkembangan jaman upacara-upacara seperti ini sudah mulai punah dan hilang. Didalam pelaksanaan upacara Ba’aper Saradiri terdapat beberapa sarana yang digunakan dan sangat perlu diketahui oleh masyarakat Hindu Kaharingan mengenai Saradiri, akan tetapi fakta dan fenomena yang sering terjadi dikalangan masyarakat, tidak semua masyarakat dapat memahami secara mendalam tentang bentuk pelaksanaan dan makna atau fungsi upacara Ba’aper Saradiri, serta nilai-nilai pendidikan Hindu yang terkandung dalam upacara Ba’aper saradiri tersebut terutama pada kaum muda-mudinya. Berdasarkan fenomena diatas muncul beberapa pertanyaan yang mengemukakan terutama bagaimana pelaksanaan upacara Ba’aper Saradiri, apa makna yang terkandung didalam upacara Ba’aper Saradiri, siapakah yang berhak melaksanakan upacara tersebut, kenapa harus Tukang Balian, Kandong,Tokoh Masyarakat umat Hindu Kaharingan saja yang bisa melaksanakan upacara tersebut, dan kenapa Patung Saradiri terbuat dari tepung beras dan apakah Patung tersebut bisa diganti dengan tanah atau kayu. Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, maka permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu : 1. Bagaimanakah pelaksanaan Upacara Ba’aper Saradiri pada Masyarakat Hindu Kaharingan di DesaTarusan Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan, Bagaimanakah Makna atau Fungsi Didalam Pelaksanaan Upacara Ba’aper Saradiri pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tarusan Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan, Bagaimanakah Nilai-Nilai Pendidikan Hindu yang terkandung didalam Upacara Ba’aper Saradiri pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tarusan Kecamatan Dusun Utara kabupaten Barito Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab permasalahan yang dibahas yaitu : 1. Mengetahui pelaksanaan Upacara Ba’aper Saradiri pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tarusan. Mengetahui Makna Didalam Pelaksanaan Upacara Ba’aper Saradiri pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tarusan Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif, penelitian ini dilaksanakan di Desa Tarusan Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan. Teknikin forman yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakanTehnik Sampling, yang berupa Snowball Sampling dan Purposive Sampling. Teknik Pengumpulan Data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini mengunakan beberapaTeknik yaitu :Teknik Observasi, Dokumentasi, dan Wawancara. Teknik Analisis Data yang dilakukan dengan tahapan pengumpulan Data, Reduksi Data, penyajian Data dan penarikan kesimpulan dalam verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : 1.Pelaksanaan Upacara Ba’aper Saradiri pada Masyarakat Hindu Kaharingan yaitu sebagai wujud rasa bakti kepada sang pencipta dan menjaga keseimbangan alam lingkungan dengan manusia. 2. Makna yang terkandung didalam pelaksanaan Upacara Ba’aper Saradiri yaitu melambangkan atau simbol sebagai pengganti diri supaya tidak diganggu oleh roh gaib atau mahluk halus/Bhuta Kalla penunggu alam semesta. 3. Nilai-Nilai pendidikan Hindu dalam Upacara Ba’aper Saradiri yaitu Nilai pendidikanTattwa/filsafat yang terkandung didalam pelaksanaan upacara Ba’aper Saradiri dari ajaran Jus’tuha alah Talla/Tuhan Yang Maha Esa, agar dijalankan seluruh umat Hindu Kaharingan untuk dijadikan sebagai pedoman dalam setiap pelksanaan upacara. Nilai Etika bahwa sarana didalam upacara Ba’aper Saradiri tidak boleh sembarangan harus mengikuti tradisi yang ada secara turun temurun, Nilai upacara bahwa Ba’aper Saradiri memiliki nilai sakralitas yang sangat tinggi. Kata Kunci :Nilai Pendidikan Hindu, Upacara Ba’aper Saradiri.

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Syukur Alhamdulillah kepada Tuhan YME atas lindungan dan rahmatNya karena para penulis dari berbagai Perguruan Tinggi dan Instansi kembali mampu menyelesaikan naskah kolaborasi dengan Judul “Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pembelajaran”. Yang melatarbelakangi penerbit mengadakan kegiatan Menulis Kolaborasi adalah untuk membiasakan Dosen dan Guru menulis sesuai dengan rumpun keilmuannya. Buku dengan judul Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pembelajaran merupakan buku ajar yang disusun sebagai media pembelajaran, sumber referensi dan pedoman belajar bagi mahasiswa. Pokokpokok bahasan dalam buku ini mencakup: 1) Manfaat TIK dalam Dunia Pendidikan, 2) Penerapan TIK dalam Mendukung Proses Pembelajaran, 3) Dampak Penerapan TIK dalam Pendidikan/Pembelajaran, 4) Konsep Internet Dan Pemanfaatannya Dalam Pendidikan, 5) Konsep Dasar Pengembangan Media Berbasis TIK, 6) Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis TIK untuk Pembelajaran. Akhir kata Dengan terbitnya buku ini, harapan penerbit ialah menambah Khazanah Keilmuan dibidang Pendidikan dan dapat dinikmati oleh kalangan pembaca baik Akademisi, Dosen, Peneliti, Mahasiswa atau Masyarakat pada Umumnya.