Abstrak
Sandung Runi yang ada di Desa Bukit Batu ini berusia setengah abad lebih, bangunan sandung ini sebelum didirikan oleh masyarakat setempat, pada tanah tempat meletakkan bangunan pada awalnya digali terlebih dahulu dengan kedalaman tiga meter. Lokasi Situs Budaya Sandung ini berada di pinggir jalan raya utama yaitu di Jalan Tjilik Riwut yang menghubungkan akses menuju berbagai kota di Kalimantan Tengah. Namun, kawasan ini tidak terawat dengan baik serta masih minimnya sarana dan prasarana yang dimiliki. Berdasarkan permasalahan latar belakang penelitian ini yaitu (1) Bagaimanakah Pengembangan Wisata Religi Situs Budaya Sandung yang ada di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, (2) Bagaimanakah Kendala serta Upaya Masyarakat dan Pemerintah dalam Pengembangan Wisata Religi Situs Budaya Sandung di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah; observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan ini adalah; (1) Teori Pengembangan dan Pengelolaan, (2) Teori Religi, (3) Teori Budaya. Subjek penelitian ini adalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Masyarakat, Pemerintah Desa, Tokoh Adat, dan Pemangku Agama. Hasil penelitian ini adalah; (1) Pengembangan Wisata Religi Situs Budaya Sandung perlu dilestarikan lagi keberadaannya agar lebih dikenal kebudayaannya, adat istiadat, serta ritual masyarakat Suku Dayak, (2) Kendala utama yang dihadapi kurangnya anggaran yang digunakan dalam Pengembangan Wisata Religi Situs Budaya Sandung, serta perlu ditingkatkan kembali partisipasi masyarakat ataupun pemerintah, (3) Upaya yang harus dilakukan, mengadakan sebuah program melalui musrembang, pagelaran seni dan budaya, melakukan promosi melalui sosialisasi dan kunjungan disetiap kecamatan, serta mencari anggaran melalui pengajuan proposal, pengumpulan dana melalui swadaya umat yang dilakukan dalam satu bulan sekali.