Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

S

1.417 karya publik ditemukan.

162025: 112025: 12026: 1012025: 1832024: 1952023: 2442022: 2242021: 2942020: 572019: 12018: 312017: 802010: 1

Pengaruh Bimbingan Belajar Dari Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siwa Kelas III SDN 1 Menteng Palangka Raya

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh bimbingan belajar dari orang tua terhadap prestasi belajar siswa kelas III SDN 1 Menteng Palangka Raya yang berjumlah 41 orang siswa/i. Penelitian ini menggunakan metode deskriktif kuantitatif, dengan variabel bimbingan belajar dari orang tua dan prestasi belajar siswa yang menjadi variabel terikat. Penelitian yang dilaksanakan pada bulan mei sampai dengan juni 2023. Dengan menggunakan metode pengumpulan data; Observasi atau pengamatan, dokumentasi dan kuesioner atau angket. Penilaian angket menggunakan Skala Likert dengan menggunakan teknik analis data linier sederhana.Pada analisis data digunakan uji keberartian regresi linier sederhana yaitu uji hipotesi, uji signifikan dan uji koefiseien determinasi. Hasil analisis regresi diperoleh persamaan garis regresi yaitu Y = 70,585 + 0,104 + e yang diperoleh nilai thitung sebesar 2.022. Dapat diketahui bahwa nilai koefisien koefisien kolerasi R sebesar 0,437 dan indeks koefisien sebesar 0,191. Hal tersebut berarti bahwa pengaruh variabel X (Bimbingan belajar dari orang tua) terhadap variabel Y (Prestasi belajar) adalah sebesar 91%, sedangkan sisanya dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti. Untuk hasil analisis dan uji hipotesis tarap signifikan diperoleh nilai thitung sebesar 2.022. Berarti nilai thitung lebih besar dari ttabel (3.038 > 2.022) Kerena thitung didaerah Ha diteriama dan Ho di tolak sehingga hipotesis dengan hasil berbunyi terdapat pengaruh bimbingan belajar dari orang tua terhadap prestasi belajar siswa kelas III SDN 1 Menteng Palangka Raya.

ANALISIS KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA KELAS V PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI SD NEGERI 2 TUMBANG MANGGU KECAMATAN SANAMAN MANTIKEI KABUPATEN KATINGAN

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

BUJANG ASIH 2023, Analisis Kemampuan Kognitif Siswa Kelas V Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SD Negeri 2 Tumbang Manggu Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH.,M.Pd.H Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si Kemampuan kognitif adalah salah satu bertujuan untuk melihat pemahaman siswa secara mendalam proses berpikir, menghubungkan, menilai, serta pertimbangkan dalam menyesuaikan diri mencapai tujuan. Kemampuan kognitif siswa Kelas V dalam memahami pembelajaran pendidikan Agama Hindu masih ada beberapa siswa diantaranya yang sulit untuk memahami materi. Berdasarkan latar belakang diatas, maka dalam penelitian ini ada dua permasalahan yang akan dibahas antara lain (1) Bagaimanakah kemampuan kognitif siswa kelas V pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD Negeri 2 Tumbang Manggu Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan, (2) Faktor apa saja menyebab kemampuan kognitif siswa kelas V pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD Negeri 2 Tumbang Manggu Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan kognitif siswa Kelas V pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD Negeri 2 Tumbang Manggu Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori kognitif dan teori kontruktivisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun untuk pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menganalisis data yang diperoleh peneliti menggunakan Teknik analisis deskriptif kualitatif dengan langkah pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian bahwa: 1) Kemampuan kognitif siswa Kelas V pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD Negeri 2 Tumbang Manggu Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan yaitu dalam menjawab 10 (sepuluh) pertanyaan dengan berdasarkan aspek penilaian pengetahuan mengingat (C1) sejumlah 7 (tujuh) siswa mapu menjawab 3 pertanyaan dengan jawaban yang benar, dalam proses memahami (C2) 2 siswa mampu menjawab 4 pertanyaan dengan jawaban yang benar sedangkan 5 siswa yang lain masih belum mampu menjawab pertanyaan dengan jawaban yang benar, dan dalam proses mengaplikasikan (C3) sejumlah 7 siswa mapu menjawab 3 pertanyaan dengan jawaban yang benar. 2) faktor penyebab kemampuan kognitif siswa Kelas V pada Mata Pelajaran PendidikanAgama Hindu di SD Negeri 2 Tumbang Manggu Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan yaitu: (1) sarana dan prasarana yang ada di Sekolah kurang memadai seperti buku paket dan ruang kelas khususnya ruang belajar Agama Hindu. (2) beberapa siswa yang tidak fokus pada pembelajaran bahkan lebih mudah cepat bosan saat pembelajaran berlangsung.

PERAN PISOR DALAM RITUAL NYADIRI DI DESA TELOK KECAMATAN KATINGAN TENGAH, KABUPATEN KATINGAN (PERSPEKTIF HUKUM HINDU)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

KARLINA MUSTIEKASARI, 2023, Peran Pisor Dalam Ritual Nyadiri di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan (Perspektif Hukum Hindu) Skripsi. Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I). Dra, Ni Made Ratini, M.Si, Pembimbing (II) Sri Kayun, SH., M.Si. Peran pisor dalam ritual nyadiri sebagai pemimpin ritual, rohaniawan, pelaksana dan perantara untuk memberitahu melalui tawur kepada leluhur/Ranying Hatalla Langit bahwa di Pantai danum kalunen (dibumi) sedang ada yang melaksanakan ritual. Nyadiri adalah salah satu ritual yang ada dalam suku Dayak Ngaju yang merupakan suatu ritual keagamaan secara turun-temurun yang dipercayai oleh umat Hindu Kaharingan untuk menghilangkan malapetaka yang akan terjadi setelah seseorang mendapatkan mimpi buruk. Karena itu umat Hindu Kaharingan meyakini bahwa mimpi pada malam hari memiliki makna/arti khusus. Selain itu, Nyadiri merupakan ritual yang dilaksanakan juga untuk wanita yang sedang mengandung, karena diyakini akan menangkal hal-hal buruk yang akan terjadi ketika wanita tersebut akan melahirkan, sehingga ia dapat melahirkan dengan lancar. Maka dari itu nyadiri adalah salah satu ritual yang digukan umat Hindu Kaharingan untuk menghilangkan malapetaka dan hal-hal buruk. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 3 (tiga) hal yaitu : Bagaimana Peran Pisor Dalam Ritual Nyadiri Di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan. 2)Bagaimana Proses Pelaksanaan Ritual Nyadiri Di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan. 3) Apa Akibat Apabila Tidak Dilaksanakan Ritual Nyadiri Di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupate Katingan. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data yang telah dikumpul dianalisis dengan metode kualitatif, dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Peran pisor dalam ritual nyadiri di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan, yaitu sebagai pelaksana dan pelantara untuk memberitahu melalui tawur kepada leluhur/Ranying Hatalla langit bahwa di pantai danum kalunen sedang ada yang melaksanakan ritual, juga sebagai penentu hari baik untuk melaksanakan ritual itu, sebagai orang yang akan memberitahukan sarana dan prasarana apa yang akan disiapkan. (2) Proses Pelaksanan Ritual Nyadiri di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan, melalui 3 proses yaitu : 1 proses persiapan, 2 proses pelaksanaan, 3 proses akhir. (3) Akibat Apabila Tidak Dilaksanakan Ritual Nyadiri di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan, akibatnya ialah bisa mengalami gangguan seperti sakit ringan,sakit keras serta meninggal dunia. Kata kunci : Peran pisor, ritual nyadiri

PERBEDAAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN METODE JOYFULL LEARNING DAN METODE CERAMAH PADA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI SDN-6 MENTENG KOTA PALANGKA RAYA

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

DELPIA TARA CELY ISVARA ARTHA, 2023. Perbedaan Hasil Belajar Menggunakan Metode Joyfull Learning dan Metode Ceramah Pada Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN-6 Menteng Kota Palangka Raya, Skripsi Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri-Tampung Penyang Palangka Raya. Dosen pembimbing I Dr.Pranata,S.Pd,M.Si dan pembimbing II I Komong Mertayasa, S.Pd.H., M.Si Skripsi ini berlatar belakangi tentang metode mengajar yang merupakan cara yang ditempuh oleh guru dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik di dalam kelas. Metode pembelajaran yang tidak efektif menjadikan faktor penyebab hasil belajar yang kurang. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui hasil belajar menggunakan metode metode Joyfull Learning pada pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN-6 Menteng Kota Palangka Raya. (2) Untuk mengetahui hasil belajar menggunakan metode ceramah pada pelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN-6 Menteng Kota Palangka Raya (3) Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar menggunakan metode Joyfull Learning dan metode ceramah pada pelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN-6 Menteng Kota Palangka Raya. Pendekatan penelitian ini digunakan dengan penelitian kuantitatif. Lokasi penelitian dilaksanakan di SDN-6 Menteng Kota Palangka Raya dan dilaksanakan selama 1 bulan. Popolasi dan sampel berjumlah 6 peserta didik yang berada dikelas V.A dan V.B dan teknik pengumpulan data dengan dilakukan observasi, tes, dokumentasi dan teknik analisa data dengan menggunakan rumus t-test. Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti berjumlah 4 kali pertemuan dikelas V.A sebagai kelas kontrol 2 kali dan kelas V.B sebagai kelas eksperimen 2 kali, maka dapat diketahui adanya perbedaan hasil belajar peserta didik menggunakan metode Joyfull Learning dan metode ceramah dapat dilihat dari hasil hipotesis dengan menggunakan uji “t”. terdapat kedua kelompok dengan hasil analisis tes pertama yang diperoleh thitung = 17,456 sedangkan ttabel dengan df 4 pada taraf signifikan 5% yaitu 2,776 dan hasil analisis tes kedua terdapat kedua kelompok dengan hasil yang diperoleh thitung = 22,962 sedangkan ttabel dengan df 4 pada taraf signifikan 5% yaitu 2,776. Dengan demikian, hasil analisis tes pertama diperoleh thitung ttabel (17,456 2,776) hasil analisis tes kedua diperoleh thitung ttabel (22,962 2,776) yang berarti hipotesis (Ha) dalam penelitian ini diterima, (Ho) ditolak maka terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan metode pembelajaran Joyfull Learning dan metode Ceramah pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN-6 Menteng Kota Palangka Raya

Strategi Orang Tua dalam Internalisasi Ajaran Tat Twam Asi pada Anak Usia Dini di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Seli Agustina, Putu. 2023. Strategi Orang Tua dalam Internalisasi Ajaran Tat Twam Asi pada Anak Usia Dini di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S. Ag.,M.Ag dan Pembimbing II Lamri, S.Pd., M.Pd.H. Skripsi ini mengkaji tentang strategi orang tua dalam internalisasi ajaran Tat Twam Asi pada anak usia dini di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang, sebab anak-anak usia dini di desa tersebut terdapat sebuah masalah yakni kurangnya rasa kasih sayang, kepedulian dan kerukunan terhadap sesamanya. Hal tersebut bertentangan dengan ajaran Tat Twam Asi, oleh karena itu perlu dikaji tentang strategi orang tua dalam internalisasi ajaran Tat Twam Asi pada anak usia dini. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalahnya yakni sebagai berikut: (1) Bagaimanakah strategi orang tua dalam menginternalisasikan ajaran Tat Twam Asi pada anak usia dini di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang? (2) Bagaimanakah kendala orang tua dalam menginternalisasikan ajaran Tat Twam Asi pada anak usia dini di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang?. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ilmu pengetahuan khususnya strategi orang tua dalam internalisasi ajaran Tat Twam Asi. Penelitian ini juga bermanfaat untuk memberikan pengetahuan dan wawasan bagi orang tua dan anak mengenai pendidikan moral. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) Teori aksi dan (2) Teori kendala. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif yang berlokasi di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sumber data skunder. Subjek dalam penelitian ini yakni orang tua di Desa Batu Nindan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik menganalisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian rumusan masalah pertama yang dikaji dengan teori aksi menunjukan bahwa orang tua memiliki tindakan berupa strategi dalam menginternalisasikan ajaran Tat Twam Asi kepada anak-anaknya. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian orang tua mengajarkan dan memberikan arahan, memberikan contoh atau teladan, melatih anak, melakukan pengawasan pada anak, serta memberikan teguran dan sanksi kepada anaknya. Dalam menjalankan strategi terdapat pula beberapa kendala yang dihadapi orang tua yaitu karakter dan watak anak, keterbatasan pemahaman, daya ingat anak yang terbatas, faktor pengaruh lingkungan dan pergaulan serta pengaruh negatif perkembangan teknologi. Rumusan masalah kedua yang dikaji menggunakan teori kendala yang merupakan suatu metode untuk melakukan perbaikan dan peningkatan secara terus-menerus dengan fokus terhadap faktor penghambat yang disebut kendala. Kata Kunci : Strategi Orang Tua, Tat Twam Asi.

PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN AGAMA HINDU DI SDN 6 PALANGKA KOTA PALANGKA RAYA

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Gusia, 2023. Penerapan Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Kelas V Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SDN 6 Palangka Kota Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya (IAHN-TP). Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH.,M.Pd.H Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag. Pada skiripsi ini berdasarkan fenomena yang terjadi yaitu kurang fokusnya siswa/siswi ketika pembelajaran berlangsung mengakibatkan sistem belajar kurang efisien dan efektif sehingga siswa mudah bosan ketika belajar, kurang mengerti, kurang paham dan kurang jelas dalam belajar. Maka peneliti meneliti penerapan media audio visual untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas V dalam pembelajaran agama Hindu di SDN 6 Palangka Kota Palangka Raya sebagaimana siswa terlihat memiliki tingkatan pemahaman yang sangat tinggi ketika belajar menggunakan media audio visual yang dimana materi pembelajarannya ditayangkan secara langsung dengan laptop sehingga mereka bisa melihat dan memahaminya secara langsung. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut:1). Bagaimanakah penerapan media audio visual dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas V pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SDN 6 Palangka Kota Palangka Raya, 2).Apakah penerapan media audio visual dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas V pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SDN 6 Palangka Kota Palangka Raya. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom action research), dengan objek penelitian siswa kelas V yang beragama Hindu dengan jumlah 2 (dua) orang. Penelitian ini dengan tujuan Penerapan Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Kelas V Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SDN 6 Palangka Kota Palangka Raya. Pada penelitian ini mengkaji tentang pembelajaran Catur Guru yang dilaksanakan dalam siklus I dan siklus II, adapun tahapannya yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Beberapa data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan kualitatif untuk menganalisis dan penyajian data dalam penarikan kesimpulannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan media audio visual untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas V dalam pembelajaran agama Hindu di SDN 6 Palangka Kota Palangka Raya. Pada siklus I dapat dilihat skor yang dicapai 70% dengan kriteria “baik” dan siklus II dengan skor 90 % dengan kriteria “sangat baik”. Maka dapat disimpulkan bahwa meningkatnya pemahaman siswa pada pembelajaran agama Hindu dengan menggunakan media audio visual sangat baik dibandingkan ceramah. Oleh karena itu, dengan hasil penelitian di SDN 6 Palangka Kota Palangka Raya sudah terealisasi dengan baik.

Penyelesaian Kasus Korban Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Oleh Mantir Adat Studi Kasus Di Wilayah Kedamangan Kecamatan Kurun Kelurahan Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

NILLA SARI, 2023 : Penyelesaian Kasus Korban Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Oleh Mantir Adat Studi Kasus Di Wilayah Kedamangan Kecematan Kurun Kelurahan Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimmbing I, Citranu, MH, Ni Wayan Eka Sumartini, MH. Penyelesaian kasus korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas oleh mantir adat studi kasus di wilayah Kedamangan Kacamatan Kurun Kelurahan Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas. Adanya Lembaga adat dalam menyelesaikan kasus kecelakaan lalu lintas di Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas adalah supaya kasus tersebut dapat diselesaikan melalui musyawarah mufakat. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 2 (dua) hal yaitu: (1) Prosedur Penyelesaian Kasus Korban Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Oleh Mantir Adat Kelurahan Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas. (2) Dasar Pertimbangan Hukum Adat Pada Putusan Adat Yang Di Buat Oleh Mantir Adat Dan Pertimbangan Pihak Kepolisian Menyerahkan Penyelesaian Kasus Kecelakaan Kepada Mantir Adat Di Kecamatan Kurun Kelurahan Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas. Hasil Penelitian telah menunjukan bahwa kasus kecelakaan lalu lintas dapat diselesaikan oleh Lembaga Adat Kedamangan, dalam putusan adat oleh Mantir Adat yang menyelesaikan kasus tersebut adalah bahwa si pelaku dikenakan pasal 40 yaitu Singer Sahiring sejumlah 600 kati ramu, bilamana diuangkan yaitu sebesar Rp. 60.000.000.00 (Enam Puluh Juta Rupiah) Mantir Adat memberikan jalan berdamai dan perkara pun dapat diselesaikan melalui perdamaian. Penyelesaian kasus melalui Lembaga kedamangan bukan menitikberatkan pada menang atau kalah dari salah satu pihak melainkan kembalinya keseimbangan yang terganggu, sehingga masing-masing pihak dapat kembali melakukan kegiatan hidup dengan tenang tentram dan damai. Hasil penelitian dan analisis data tersebut maka dapat disimpulkan yaitu : 1) Prosedur penyelesaian kasus korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas oleh mantir adat Kelurahan Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas dilakukan secara perdamaian adat dengan cara musyawarah mufakat berdasarkan hukum adat yang berlaku setempat. 2) Dasar pertimbangan hukum adat pada putusan adat yang di buat oleh mantir adat dan pertimbangan pihak kepolisian menyerahkan penyelesaian kasus kecelakaan kepada mantir adat Kelurahan Kuala Kurun Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas yaitu berdasarkan ketentuan pada Pasal 40 ayat 2a,2b Perjanjian Perdamaian Adat Dayak Tumbang Anoi, dan Peraturan Kepolisian No. 8 Tahun 2021 Tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif. Kata Kunci : Penyelesaian, kasus, kecelakaan, mantir adat.

PEMENUHAN JALAN HADAT PERKAWINAN UMAT HINDU KAHARINGAN DI DESA TARUSAN DANUM KECAMATAN TEWANG SANGALANG GARING KABUPATEN KATINGAN

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK BELLA SARTIKA DEWI, 2023 : Pemenuhan Jalan Hadat Perkawinan Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tarusan Danum Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Fakultas Dharma Sastra, Program Studi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I).Mariatie, S.Ag.,M.Si. Pembimbing (II). I Kadek Kartika Yase, SH.,AH.,MH. Pemenuhan Jalan Hadat merupakan satu hal yang wajib dilaksanakan dalam perkawinan umat Hindu Kaharingan sebagai bentuk wujud keseriusan dan tanggung jawab dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan, dimana jalan hadat diartikan sebagai nilai dari seorang perempuan yang harus dipenuhi dalam bentuk barang-barang sesuai dengan aturan adat yang berlaku. Masalah yang diteliti : (1) Apa Persyaratan Jalan Hadat Pada Perkawinan Umat Hindu Kaharingan di Desa Tarusan Danum Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan ? (2) Bagaimana Proses Pemenuhan Jalan Hadat Pada Perkawinan Umat Hindu Kaharingan di Desa Tarusan Danum Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan ? Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Simbol dari Dillistone dan Teori Religi dari Roberthon Smith (Koentjaraningrat). Berdasarkan hasil penelitian bahwa syarat-syarat adat perkawinan di kalangan masyarakat Dayak ngaju khususnya di Desa Tarusan Danum dikenal dengan jalan hadat terdiri dari : Saput, Palaku, Sinjang Entang, Lapik Luang, Bulau Singah Pelek, Lamiang Turus Pelek, Pinggan Pananan Pahanjean Kuman, Tutup Uwan, Rapin Tuak, Duit Turus, Timbuk Tangga, Alat Pisek, Bulau Ngandung, Batu Kaja, Garantung Kuluk Pelek, Turus Pangingat, Lapik Ruji, Alat Tidur. Adapun Proses acara penyerahan jalan hadat oleh pihak laki-laki kepada pihak perempuan sebagai syarat adat yang diserahkan sebelum acara peneguhan/pemberkatan oleh Lembaga Agama dalam hal ini Ketua Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan Kecamatan Tewang Sangalang Garing. Yang melaksanakan penyerahan jalan hadat dalam perkawinan yaitu pihak laki-laki melalui mantir adat dan beberapa rekan lain yang bersangkutan. Setelah selesai penyerahan jalan hadat dibuatkan Surat Perjanjian Kawin menurut adat Dayak Ngaju Kalimantan Tengah yang ditanda tangani bersama kedua mempelai, kedua orang tua, saksi-saksi kedua belah pihak dan diketahui oleh Mantir Adat serta RT setempat.

PERAN DAMANG KEPALA ADAT DALAM PENYELESAIAN KASUS PERCOBAAN PEMBUNUHAN JERE NGOMPATOI DI DESA KONUT KECAMATAN TANAH SIANG KABUPATEN MURUNG RAYA

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

LIANA PONSA, 2023, Peran Damang Kepala Adat Dalam Menyelesaikan Kasus Percobaan Pembunuhan Jere Ngompatoi Di Desa Konut Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya. Skrispsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang ( IAHN-TP ) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Riwun, S.Ag., M.Si. Pembimbing II Emilson Atharwan, MH. Lembaga Adat Kedamangan merupakan warga sentral yang bertanggung jawab penuh agar tetap lestari, berdayaguna dan berkembangnya hukum adat dayak, adat istiadat dan kebiasaan-kebiasaan, tradisi dalam masyarakat dayak di kaliamatan tengah secara umumnya di kabupaten murung raya pada khususnya. Dengan adanya lembaga adat dalam Menyelesaikan Kasus Percobaan Pembunuhan Jere Ngompatoi Di Desa Konut Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya supaya kasus tersebut dapat diselesaikan dengan musyawarah mufakat. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 2 (dua) hal yaitu (1) bagaimanakah peran damang kepala adat dalam menyelesaikan kasus percobaan pembunuhan jere ngompatoi di desa konut kecamatan tanh siang kabupaten murung raya? (2) bagaimanakah proses Penyelesaian Kasus Percobaan Pembunuhan Jere Ngompatoi Di Desa Konut Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya? Dalam penelitian ini menggunakan Metode peneltian yaitu observasi, wawacara, perpustakaan dan dokumentasi adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini. Adalah 5 sebsnayak (Lima) orang yang terdiri dari Yaitu mantir 1 orang, Kepala Desa dan seketaris Desa, Damang Kepala Adat, dan Seketaris Damang. Penelitian ini menggunakan teori 1.Teori Kewenagan 2.Teori penyelesaian sengketa, dalam penelitian ini data-data yang diperoleh dari narasumber maupun dari buku-buku di kumpulkan dan disusun secara sistematis kemudian di analisis secara deskriftif kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, ferifkasi data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian dan analisis data tersebut maka dapat dihasilkan suatu kesimpulan, (1). Peranan Damang Dalam Menyelesaikan Kasus Percobaan Pembunuhan Jere Ngompatoi di Desa Konut Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya. Sangat berperan dalam menylesaikan sebagai Mediator dan Hakim Perdamaian Adat yang memberi sanksi atau meneri denda adat kepada kedua belah pihak serta memutuskan perkara secara adil kepada kedua belah pihak. (2). Proses Penylesaian Kasus Percobaan Pembunuhan Jere Ngompatoi di Desa Konut yaitu adanya Pelaporan,Pemanggilan Para Pihak, dan Saksi-Saksi yang melihat untuk mengadakan musawarah dan mufakat (Mediasi) dan Sanksi Denda Adat sebesar Rp. 300.000 Kepada Kedua Belah Pihak yang diberikan Mantir Adat dan dan di sertai kewajiban melakukan ritual Adat hasaki hapalas untuk mengakhiri Perselisihan diantara kedua belah pihak. Kata Kunci : Peran, Damang Kepala Adat, Penyelesaian Kasus dan Percobaan Pembunuhan (Jere Ngompatoi)

Efektivitas Model Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa di SD Negeri Percobaan Palangka Raya.

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini mengkaji tentang efektivitas model pembelajaran berbasis proyek terhadap motivasi dan hasil belajar siswa di SD Negeri Percobaan Palangka Raya. Hal tersebut dilihat dari fenomena dalam model pembelajaran berbasis proyek, belum diketahuinya motivasi dan hasil belajar siswa dari projek penguatan profil pelajar pancasila di SDN Percobaan, sebab harus ada 4 hal supaya dikatakan berhasil dalam profil pelajar Pancasila yakni: Budaya satuan pendidikan, pembelajaran intrakulikuler, projek penguatan profil pelajar pancasila dan ekstrakulikuler. Berdasarkan latar belakang tersebut, masalah yang dikaji yakni: 1) Bagaimana efektivitas model pembelajaran berbasis proyek terhadap motivasi belajar siswa di kelas IV-C SDN Percobaan Palangka Raya?, 2) Bagaimana efektivitas model pembelajaran berbasis proyek terhadap hasil belajar siswa di kelas IV-C SDN Percobaan Palangka Raya?. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas model pembelajaran berbasis proyek terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Rumusan masalah dikaji menggunakan teori konstruktivisme. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei pada siswa. Populasi dan sampelnya seluruh siswa kelas IV-C berjumlah 28 orang dengan teknik nonprobability sampling berupa sampling jenuh. Teknik ini digunakan karena semua anggota populasi dalam penelitian digunakan sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes angket, kemudian data tersebut dianalisis menggunakan rumus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran berbasis proyek di kelas IV-C SDN Percobaan Palangka Raya bekerja efektif terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari data pengamatan terhadap motivasi siswa yang dilakukan melalui angket menunjukkan motivasi siswa Baik dengan nilai rata-rata 3,15 dan berdasarkan pengamatan terhadap raport siswa, dapat dijelaskan bahwa sesuai dengan kriteria penilaian yang sudah ditetapkan di SDN Percobaan Palangka Raya, maka nilai rata-rata hasil belajar siswa yang diperoleh adalah 3,17 dengan kriteria Berkembang Sesuai Harapan sebanyak 28 siswa.

NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM UPACARA NENOS LUANG UMAT HINDU KAHARINGAN DI DESA PENDA ASAM KABUPATEN BARITO SELATAN

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SAPTUNI, 2023. Nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Upacara Nenos Luang Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Penda Asam. Dosen Pembimbing I, Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag dan Dosen Pembimbing II, Suwito, S.Ag., M.Si. Upacara merupakan bagian dari tri kerangka dasar agama Hindu yaitu tattwa (filsafat), etika (susila) dan upacara. Ketiga kerangka tersebut tidak dapat dipisahkan karna saling berhubungan satu sama lain yang mana sifat nya saling berkaitan dan menyesuaikan desa, kala patra artinya sesuai waktu, tempat, dan keadaan daerah setempat berbeda-beda dalam pelaksanaan ritualnya. Demikian pula dalam rukun upacara kematian umat Hindu Kaharingan di desa Penda asam yang memiliki keunikan dan perbedaan yang salah satunya adalah upacara Nenos Luang. Upacara memutuskan hubungan dengan Diyau belum ada yang mengangkat nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam upacara Nenos Luang menjadi menarik untuk di teliti pada umat Hindu Kaharingan di Desa Penda Asam Kabupaten Barito Selatan. Berdasarkan permaslahan di atas peneliti memperoleh dua formula rumusan masalah sebagai berikut ini: (1) Bagaimanakah proses pelaksanaan upacara Nenos Luang pada rukun upacara kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Penda Asam Kabupaten Barito Selatan?, (2) Apakah nilai-nilai pendidikan Agama Hindu dalam Upacara Nenos Luang Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Penda Asam Kabupaten Barito Selatan? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori religi menurut Koentjaraningrat dengan tiga pendekatan yaitu (1) teori religi yang dalam pendekatan berorientasi kepada keyakinan, (2) teori religi yang dalam pendekatan berorientasi kepada sikap terhadap alam gaib atau hal-hal yang bersifat gaib, dan (3) teori religi yang dalam pendekatan berorientasi kepada upacara religi. Teori nilai menurut Natonegoro. Berdasarkan hasil penelitian melalui wawancara dan dokumentasi yang diperoleh dari beberapa sumber bahwa dapat disimpulan terdapat beberapa tahapan pelaksanaan upacara Nenos Luang yaitu. (1) Tahapan persiapan Paner Jampa Asbah dan meyiapkan sarana dan prasarana (2) tahapan pelaksanaan upacara Nenos Luang sampai dengan selesai, (3) tahap akhir paner jampa Nupon Gawi dan Nyarah Tamai berupa uang dan sepotong besi sebagai syarat yang diberikan kepada penutui. Selain proses upacara Nenos Luang terdapat itu nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam upacara Nenos Luang 1) Nilai-nilai Pendidikan Hindu yang terdapat dalam upacara Nenos Luang pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Penda Asam berikut adalah (1) Nilai Pendidikan Tattwa dimana pelaksanaan upacara Nenos Luang di tujukan kepada Diyau/almarhum/leluhur sebagai bentuk penghormatan, rasa terima kasih dan menghargai liau (almarhum) disaat-saat terakhir, (2) Nilai Pendidikan yang dapat dilihat dari aturan dalam pelaksanaan upacara Nenos Luang dan pantangan yang harus di lakukan saat awal kematian sampai pelaksanaan upacara Nenos Luang selesai, (3) Nilai Pendidikan Upacara terdapat penerapan ajaran keagamaan yang untuk menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan tuhan, leluhur dan sesamanya, (4) Nilai Pendidikan Sosial dilihat dari kebersamaan dan gontong royong saling membantu dari awal pelaksanaan upacara Nenos Luang sampai selesai.

Perbandingan Hasil Belajar dengan Motivasi Belajar Siswa Pendidikan Agama Hindu Menggunakan Metode Problem Based-Learning dan Metode Ceramah SMP Negeri Satu Atap 1 Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK SANTIA, 2023. Perbandingan Hasil Belajar Dengan Motivasi Belajar SiswaPendidikan Agama Hindu Menggunakan Metode Problem Based-Learning Dan Metode Ceramah SMP Negeri Satu Atap 1 Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Strata Satu (S-1), Fakulatas Dharma Acarya, Program Studi Pendididkan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Dr. Suryanto, S.Pd.,M.Pd dan Pembimbing (II) Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H. Penelitian ini bertujuan untuk melihat Perbandingan Hasil Belajar dengan Motivasi Belajar Siswa. Penelitian ini membandingkan dua Metode Pembelajaran yaitu Metode Probelm Based-Learning dan Metode Ceramah di SMP Negeri Satu Atap 1 Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kunatitatif dilengkapi dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, angket dan dokumentasi. Sedangkan untuk memperoleh data menggunakan instrumen berupa angket dan menggunakan teori Kontruktivisme. Berdasarkan analisis data dan pengujian Hipotesis eksperimen dua metode pembelajaran yang telah dilakukan, maka penulis dapat menyimpulkan hasil penelitian sebagai berikut : (1) Pada Proses Pembelajaran menggunakan metode Problem Based-Learning Pada kelas VIIa siswa mendapatkan Nilai Hasil Belajar 92,5 dan Motivasi belajar 82%,(2) Pada Proses Pembelajaran mengunakan metode Ceramah pada kelas VIIb siswa mendapatkan Nilai Hasil Belajar 72,5 dan Motivasi Belajar 77% dan (3) Berdasarkan Hasil Eksperimen dari dua metode pembelajaran Problem Based-Learning dan Metode Ceramah, terdapat Perbedaan antara Hasil Belajar dengan Motivasi Belajar Siswa Pendidikan Agama Hindu menggunakan Metode Problem Based-Learning dan Metode Ceramah SMP Negeri Satu Atap 1 Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas. Jadi, Demikian dapat disimpulkan hasil akhir penelitian adalah Terdapatnya Perbedaan Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Siswa Pendidikan Agama Hindu menggunakan Metode Problem Based-Learning dan Metode Ceramah SMP Negeri Satu Atap 1 Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas.

PERAN ORGANISASI HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI (HMPS) PENDIDIKAN AGAMA HINDU PERIODE 2022-2023 DALAM MELATIH PUBLIC SPEAKING MAHASISWA FAKUTAS DHARMA ACARYA

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Krisna Widia. 2023. Peran Organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Hindu Periode 2022-2023 Dalam Melatih Public Speaking Mahasiswa Fakultas Dharma Acarya. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H., M.Pd.H dan Pembimbing II. I Made Paramarta, S.Ag., M.Si Kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan gagasan atau pendapat masih kurang disebabkan kurang percaya diri. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya sebagai salah satu perguruan tinggi di kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah meluluskan mahasiswa-mahasiswa yang mampu berperan sebagai agen perubahan. Hal ini relevan sekali karena mata kuliah di perguruan tinggi tersebut hampir semuanya membutuhkan diskusi-diskusi dalam pembelajarannya. Maka mahasiswa Pendidikan Agama Hindu diharapkan memiliki wawasan yang luas dan kepercayaan diri yang tinggi dalam menyampaikan gagasan. Dari permasalah yang di atas peneliti tertarik untuk meneliti terkait Peran Organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Hindu periode 2022-2023 dalam melatih public speaking mahasiswa Fakultas Dharma Acarya berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini mengkaji tentang 1) Bagaimana peran organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Hindu periode 2022-2023 dalam melatih Public Speaking mahasiswa Fakultas Dharma Acarya?, 2) Fakor apa sajakah yang menjadi kendala organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Hindu periode 2022-2023 dalam melatih Public Speaking mahasiswa Fakultas Dharma Acarya? Hasil penelitian ini dapat disimpulkan beberapa hal tentang peran organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) pendidikan agama Hindu periode 2022-2023 dalam melatih public speaking mahasiswa Fakultas Dharma Acarya yaitu: 1). HMPS pendidikan agama Hindu memiliki beberapa program kerja dalam 1 tahun kepengurusan seperti: pengabdian kepada masyarakat, makrab/malam keakraban mahasiswa prodi pendidikan agama Hindu, Basarah rutin prodi dan lomba keagamaan Hindu tingkat mahasiswa. 2). HMPS pendidikan agama Hindu memiliki dua program kerja yang telah dilakukan HMPS dalam melatih public speaking mahasiwa seperti: kegiatan bakti sosial dan kegiatan pelatihan dan pembinaan dalam kegiatan Basarah rutin prodi. 3), Faktor yang menjadi kendala dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) pendidikan agama Hindu terbagi menjadi dua yaitu: a) Faktor internal yaitu, minat mahasiswa pendidikan agama Hindu masih kurang dikarenakan memiliki kesibukkan pribadinya masing-masing dan sulitnya mengatur waktu kegiatan. b) Faktor eksternal yaitu, kurangnya dukungan dana dari pihak lembaga perguruan tinggi.

NILAI-NILAI PENDIDIKAN HINDU DALAM UPACARA NGANSAK JA PADA UMAT HINDU KAHARINGAN DI DESA SUMBER GARUNGGUNG KABUPATEN BARITO TIMUR

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

THERESIA, 2023 Nilai-Nilai Pendidikan Hindu Dalam Upacara Ngansak Ja Pada Umat Hidu Kaharingan Di Desa Sumber Garunggung Kabupaten Barito Timur Dosen Pembimbing I. Dr. Nali Eka, S.Ag.,M.Si Dosen Pembimbing II. Megawati, S.Pi.,M.Pd.H Skripsi ini mengkaji upacara Ngansak Ja pada umat Hindu Kaharingan di Desa Sumber Garunggung. Masyarakat secara umum dan Hindu khususnya belum banyak memahami tentang upacara Ngansak Ja apalagi fungsi, makna dan nilai-nilai pendidikannya. Upacara Ngansak Ja menjadi upacara penting dalam mengendalikan diri, pikiran dan prilaku Samvara apalagi di dunia moderen sekarang ini. Berdasarkan masalah tersebut peneliti mengkaji dengan rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimana Tata Cara Pelaksanaan Upacara Ngansak Ja Menurut Umat Hindu Kaharingan di Desa Sumber Garunggung?, 2) Mengapa upacara Ngansak Ja dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan di desa Sumber Garunggung?, 3) Apa nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu yang terkandung dalam upacara Ngansak Ja?. Tujuan yang ingin dicapai yaitu untuk mengetahui tentang tata cara pelaksanaan upacara Ngansak Ja, mengapa upacara Ngansak Ja dilaksanakan serta kaitannya dengan nilai-nilai pendidikan agama hindu serta menambah wawasan bagi masyarakat umat Hindu Kaharingan di Desa Sumber Garunggung. Teori yang digunakan: 1) Teori Interaksionisme Simbolik Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif, teknik penentuan informan yang digunakan yakni Purposive Sampling. Teknik penentuan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik. teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verivikasi. Berdasarkan analisis data peneliti yang landasi teori atau konsep dapat disimpulkan bahwa: (1) tata cara pelaksanaan pada upacara Ngansak Ja ini terbagi menjadi tiga tahap yaitu meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap akhir. (2) alasan upacara Ngansak Ja dilaksanakan ialah memohon kepada para roh leluhur Laang Tana penghuni hutan, Datu Tumpuk penjaga kampung. Setelah itu meminta perlindungan supaya semua aktivitas masyarakat desa sumber garunggung dilindungi oleh para roh leluhur. (3) Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam upacara Ngansak Ja Adalah Nilai Pendidikan Tattwa, Nilai Pendidikan Susila, Nilai Pendidikan Sosial, Nilai Pendidikan Upacara.

RITUAL BALEH BUNU PADA UPACARA KEMATIAN UMAT HINDU KAHARINGAN DI DESA TUMBANG EMPAS KECAMATAN MIHING RAYA KABUPATEN GUNUNG MAS ( PERSPEKTIF HUKUM HINDU )

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

SRI LODIA, 2023 : Ritual Baleh Bunu Pada Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Empas Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas ( Perspektif Hukum Hindu ). Fakultas Dharma Sastra, Program Studi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I).Sri Kayun, SH.,M.Si. Pembimbing (II). Herwandi, S.Pd.AH.,M.H. Ritual Baleh Bunu adalah salah satu bentuk upacara Bhuta Yajna yang dilaksanakan oleh Umat Hindu Kaharingan jika ada yang meninggal dunia (mati) karena tertimpa kayu (punyet kayu), tertimbun tanah (punyet petak), dan tenggelam di air (matei buseng). Ritual ini bertujuan untuk membalas dan mengakhiri musibah kematian yang disebabkan oleh kekuatan roh gaib yang sifatnya jahat yang meminjam wujud kayu, tanah, dan air. Masalah yang diteliti : (1) Bagaimana Proses Pelaksanaan Ritual Baleh Bunu Pada Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Empas Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas ( Perspektif Hukum Hindu ) ? (2) Apa Akibat Apabila Tidak Dilakukan Ritual Baleh Bunu Pada Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Empas Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas ? Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori religi dari Koentjaraninggrat dan teori simbol dari Sobur serta teori sebab akibat (kausalitas) dari Von Buri, Treger dan Causa Proxima. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa proses ritual baleh bunu dilaksanakan selama dua hari satu malam, upacara MamBaleh bunu dilaksanakan pada tengah malam dimana ketujuh laki – laki yang terpilih atau yang sudah ditenung yang melaksanakan atau MamBaleh bunu dengan cara menombak kayu yang menimpa seseorang hingga meninggal yang dipandu oleh Basir upu yang ada disana. Dasar Hukum pelaksanaan Ritual Baleh Bunu Pada Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Empas Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas ( Perspektif Hukum Hindu ) adalah Kitab Suci Panaturan sebagai sumber Hukum Hindu Kaharingan yang telah tertulis pada pasal 32 tentang “Ranying Hatalla Janjaruman Akan Panakan Raja Bunu Auh Jalan Ewen Buli Haluli Manalih Iye” . Adapun akibat dari tidak melaksanakan ritual baleh bunuh ini yaitu keluarga duka atau mayarakat akan selalu dihantui dengan rasa takut atau was-was saat akan bepergian ke hutan, air, dan sebagainya. Karena jika ritual baleh bunu tidak dilaksanakan takutnya roh jahat (ganan kayu) akan mengulangi perbuatannya lagi dengan membunuh keluarga atau keturunan yang meninggal ataupun masyarakat yang ada di Desa Tumbang Empas maka dari itu ritual baleh bunu harus dilaksanakan supaya memutuskan sial pada masyarakat dan keluarga atau keturunan yang meninggal. Dampak yang terjadi tidak hanya kepada keluarga yang meninggal saja tetapi juga kepada masyarakat yang berada di Desa tempat kejadian. Kata Kunci : Baleh Bunu, Upacara Kematian, Umat Hindu Kaharingan

STRATEGI GURU MENGATASI SULIT MEMBACA PADA SISWA KELAS III SDN 6 MENTENG PALANGKA RAYA

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTAKSI Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab kesulitan membaca yang dialami oleh siswa dan bagaimana strategi atau kendala guru dalam mengatasi siswa yang sulit membaca dikelas III SDN 6 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data untuk memperoleh sebuah data tentang kesulitan membaca yang dialami siswa kelas III melalui observasi dan wawancara yang dilakukan dengan kepala sekolah, guru dan siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan oleh peneliti di sekolah terdapat beberapa siswa yang mengalami kesulitan membaca mengeja, sulit mengenal huruf, dan masih sulit menggabungkan huruf abjad, yaitu terdapat 7 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan dikelas III A dan III B. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkans strategi guru mengatasi siswa sulit membaca di kelas III SDN 6 Menteng adalah memberikan waktu jam belajar tambahan sepulang sekolah kesiswa untuk melakukan bimbingan belajar yang diberikan kesiswa. Dengan adanya melaksanakan jam belajar tambahan disekolah beberapa siswa berhasil membaca lancar seperti dikelas III A, dua (2) siswa laki-laki berhasil lancar membaca, sedangkan dikelas III B, siswa laki-laki satu (1) berhasil mengeja lancar dan perempuan dua (2) berhasil bisa memggabungkan suku kata huruf atau kalimat. Sedangkan kendala guru mengatasi siswa sulit membaca adalah siswa kurang belajar dirumah, dukungan atau bimbingan dan perhatian dari orang tua kurang, orang tua kurang peduli masalah anaknya, orang tua murid mengharapkan guru yang mengajarkan disekolah, pemahaman pengetahuan siswa kurang sehingga materi pelajaran masih banyak tertinggal, pelajaran tidak efektif karena guru harus mengajar siswa membaca mengeja, mengajar mengenal huruf, mengajar menggabungkan huruf kalimat abjad dan masih keliru mengenal huruf J,B,D, siswa masih mengeja. Selanjutnya kendala belajar membaca seperti belum lancar mengeja, menggabungkan kalimat huruf masih sulit, masih belum bisa mengenal huruf karena tidak ada buku untuk belajar dirumah, dirumah jarang belajar, sering belajar sendiri dirumah, belajar jadi malas, PR kadang tidak dikerjakan, jarang diajarkan dibimbing orang tua. ABSTRACT The purpose of this research is to find out the causes of reading difficulties experienced by students and what are the teacher's strategies or obstacles in dealing with students who have difficulty reading in class III SDN 6 Menteng Palangka Raya. This study used descriptive qualitative and data collection techniques to obtain data about reading difficulties experienced by third grade students through observation and interviews conducted with school principals, teachers and students. Based on the research results found by researchers at school, there were several students who had difficulty reading spelling, had difficulty recognizing letters, and had difficulty combining letters of the alphabet, namely there were 7 male students and 10 female students class III A and III B. Based on the results of the study, it can be concluded that the teacher's strategy for dealing with students with difficulty reading in class III at SDN 6 Menteng is to provide additional study hours after school for students to carry out tutoring given to students. By carrying out additional study hours at school some students managed to read fluently as in class III A, two (2) male students succeeded in reading fluently, while in class III B, one (1) male student succeeded in spelling fluently and two female students (2) ) can successfully combine syllables, letters or sentences. Meanwhile, the teacher's obstacle to overcoming students with reading difficulties is that students do not study at home, support or guidance and attention from parents is lacking, parents do not care about their children's problems, parents expect teachers to teach at school, students' understanding of knowledge is lacking so that the subject matter is still lagging behind, Lessons are not effective because the teacher has to teach students to read and spell, teach to recognize letters, teach to combine letters of the alphabet and still get the letters J, B, D wrong, students still spell. Furthermore, the obstacles to learning to read such as not being fluent in spelling, combining letter sentences are still difficult, still not being able to recognize letters because there are no books to study at home, rarely study at home, often study alone at home, study becomes lazy, homework is sometimes not done, rarely taught to be guided by people old.

NILAI ESTETIKA SENI KRIYA ANYAMAN BAKUL PADA SUKU DAYAK MERATUS DI DESA AJUNG KECAMATAN TEBING TINGGI KABUPATEN BALANGAN

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK NILAI ESTETIKA SENI KRIYA ANYAMAN BAKUL PADA SUKU DAYAK MERATUS DI DESA AJUNG KECAMATAN TEBING TINGGI KABUPATEN BALANGAN Kabupaten Balangan merupakan salah satu wilayah provinsi Kalimantan selatan yang memiliki banyak keanekaragaman baik itu kekayaan adat, budaya hingga kesenian yang belum terjamah dunia luar dan hanya dapat dijumpai disepanjang Lereng Meratus oleh beberapa suku dayak salah satunya suku dayak yang ada di Kecamatan Tebing Tinggi dan bertempat di Desa Ajung. Desa Ajung merupakan pelosok desa yang jauh dari keramaian kota, namun persaingan dunia seni juga tidak kalah dengan kabupaten-kabupaten kota di luar sana. Kesenian yang sering dibawakan yaitu seni tari, seni musik, dan seni suara, namun dibalik itu ternyata ada salah satu seni yang jarang ditemui oleh sebagian masyarakat, yaitu seni kerajinan tangan berupa anyaman. Beberapa daerah di Indonesia, seni anyaman sudah menjadi tradisi turun-temurun khususnya pada Suku Dayak Meratus di Desa Ajung Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan. Terdapat seni anyaman yaitu anyaman Bakul, seni anyaman Bakul ini memiliki nilai seni yang tinggi namun dikhwatirkan seiring perkembangan zaman anyaman Bakul ini akan ditinggalkan karena anak-anak muda lebih mengutamakan hobi dan kegemaran yang dianggap lebih penting sehingga mereka tidak ingin belajar dan melestarikannya. Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, peneliti telah merumuskan 2 masalah yaitu (1) Bagaimana Nilai Estetika Seni Kriya Anyaman Bakul pada Suku Dayak Meratus di Desa Ajung Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan ? (2) Bagaimana Bentuk, Fungsi dan Makna Seni Kriya Anyaman Bakul pada Suku Dayak Meratus di Desa Ajung Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan ? Permasalah di atas dikaji dengan beberapa teori. Teori yang digunakan adalah Teori Estetika, Teori Interpretatif Simbolik, Teori Struktural Fungsional dan Teori Semantik. Selain itu untuk memperoleh data digunakan beberapa metode, yaitu metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Jenis penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah (1) Nilai Estetika dari anyaman Bakul yang terbentuk dari motif, a) Motif daun Alangam, b) Motif Mayang Haniung, c) Motif daun Siri, d) Motif Rampun Cakur. (2) Bentuk, fungsi dan makna dari Anyaman Bakul, a) Bentuknya datar bulat memiliki 4 segi dan memiliki kaki 4. b) Fungsinya, Bakul terdiri dari 3 jenis yakni; Bakul besar, sedang kecil yang fungsinya sama-sama untuk tempat perlengkapan upacara. c) Maknanya dari simbol motif yang melambangkan kehidupan dan keterikatan manusia dengan alam semesta.

PERANAN LEMBAGA ADAT KEDAMANGAN DALAM PENYELESAIAN KASUS PENCEMARAN LIMBAH PT. INDO MURO KENCANA DI DESA BATU MIRAU KECAMATAN SUNGAI BABUAT KABUPATEN MURUNG RAYA

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

ERSA, 2023 : Peranan Lembaga Adat Kedamangan Dalam Penyelesaian Kasus Pencemaran Limbah PT. Indo Muro Kencana Di Desa Batu Mirau Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya. Skpripsi Program Studi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institute Agama Hindu Negeri Tamping Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I I Komang Darman, SH., MH, Pembimbing II Ni Putu Paramita Dewi, SH., MH Pencemaran limbah PT. Indo Muro Kencana di Sungai Maan wilayah Desa Batu mirau Kecamatan Sungai babuat kabupaten murung raya menimbulkan keluhan Masyarakat sekitar, kasus pencemaran limbah PT. Indo Muro Kencana yang mencemari Sungai Maan sangat berdampak sehingga mengakibatkan aktivitas masyarakat dalam memenuhi keperluan hidup sehari-hari menjadi terganggu karena sulit mencari air bersih untuk kebutuhan seperti memasak dan mandi. Permasalahan yang diteliti mencakup 3 (tiga) hal yakni : (1). Bagaimanakah peranan lembaga adat Kedamangan dalam menyelesaikan kasus pencemaran limbah PT. Indo Muro Kencana di Desa Batu Mirau Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya? (2). Bagaimana proses Penyelesaian kasus pencemaran limbah PT. Indo Muro Kencana melalui lembaga adat Kedamangan masyarakat Dayak Siang di Desa Batu Mirau Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya? (3). Apakah yang menjadi dasar pertimbangan penyelesaian kasus Pencemaran limbah PT. Indo Muro Kencana melalui lembaga adat Kedamangan masyarakat Dayak Siang di Desa Batu Mirau Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya dalam menyelesaikan kasus pencemaran limbah PT. Indo Muro Kencana di Desa Batu Mirau Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya. Subjek dalam penelitian dalam penulisan ini adalah, Kedamangan Kecamatan Sungai Babuat, Dewan Adat Dayak Kabupaten Murung Raya, dan Humas PT. Indo Muro Kencana. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode Observasi, Wawancara, Dokumentasi, dan Studi Kepustakaan. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dengan proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verivikasi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut maka dapat disimpulkan : (1). Peranan Lembaga Adat Kedamangan dalam menyelesaikan kasus pencemaran limbah yaitu sebagai Mediator, Pemimpin, dan Hakim Perdamaian. (2). Proses penyelesaian kasus melalui lembaga adat kedamangan dayak siang memiliki beberapa tahapan, adapun tahapan-tahapannya yaitu tahap pelaporan, tahap pemanggilan kedua belah pihak, dan tahap pengambilan keputusan. (3). Dasar pertimbangan PT. Indo Muro menyelesaikan kasus pencemaran limbah adalah dapat memberikan keadilan dan kepastian hukum bagi kedua belah dalam kasus pencemaran limbah PT. Indo Muro Kencana di desa Batu Mirau Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya.

PERAN DAMANG DALAM MENYELESAIKAN KASUS GANTI RUGI SENGKETA TANAH ADAT HAK MILIK INDIVIDU DENGAN PT.BHARINTO EKATAMA (BEK) DI DESA BENANGIN KECAMATAN TEWEH TIMUR KABUPATEN BARITO UTARA

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK MARISA WULANDARI 2023 : Peran Damang Dalam Menyelesaikan Kasus Ganti Rugi Sengketa Tanah Adat Hak Milik Individu Dengan PT. Bharinto Ekatama (BEK) Di Desa Benangin Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, I Komang Darman, SH.,MH. Pembimbing II, Herwandi, MH. Berdasarkan latar belakang maka dalam penelitian ini ada tiga pokok permasalahan yang harus di bahas (1). Bagaimanakah Peran Damang dalam penyelesaian kasus ganti rugi sengketa tanah adat hak milik individu dengan Pt. Bharinto Ekatama (BEK) di Desa Benangin Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara. (2). Bagaimanakah proses penyelesaian sengketa tanah adat hak milik individu dengan PT. Bharinto Ekatama (BEK) Di Desa Benangin Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara. (3). Apakah yang menjadi pertimbangan Damang dalam menyelesaikan sengketa tanah adat hak milik individu dengan PT. Bharinto Ekatama (BEK) di Desa Benangin Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah, Teori kewenangan. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Kualitatif dan metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara. dan dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Kualitatif dan Metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian dan analisis data maka dapat disimpulkan yaitu : (1). Peran Damang dalam Menyelesaikan kasus ganti rugi sengketa tanah adat hak milik individu dengan Pt. Bharinto Ekatama (BEK) di Desa Benangin Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara. Melalui Lembaga Adat Desa Benangin maka segala konflik/sengketa di selesaikan secara damai berdasarkan musyawarah dan mufakat. (2). Beberapa tahapan proses penyelesaian sengketa 1). Pelaporan atau Pengaduan 2). Pemanggilan Para Pihak 3). Sidang Peradilan Adat 4). Pengambilan Keputusan diselesaikan berdasarkan Pertimbangan Damang pada Peraturan Daerah Kalimantan Tengan Nomor 16 Tahun 2008