2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Prisanta, 2025. Peran Damang dalam Penyelesaian Sengketa Ramu Rupatangan di Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Skripsi Strata Satu Program Studi Hukum Adat, Fakultas Dharma Sastra, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Citranu, MH, Pembimbing II : Gelar Sumbogo Peni, S.Ag.,M.Si Peran Damang dalam menyelesaikan sengketa adat memiliki urgensi penting sebagai pelindung hukum adat dan pemimpin penyelesaian konflik di tengah masyarakat Dayak. Hal ini berkaitan dengan masih kuatnya pengaruh hukum adat dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam sengketa harta bersama atau Ramu Rupatangan yang kerap muncul setelah perceraian atau kematian pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji: (1) Bagaimana peran Damang dalam penyelesaian sengketa Ramu Rupatangan di Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas, dan (2) Bagaimana proses penyelesaian sengketa Ramu Rupatangan di Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas Jenis penelitian ini adalah hukum empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Informan ditentukan melalui purposive sampling, yang melibatkan Damang Kepala Adat Kecamatan Timpah, Mantir Adat, tokoh masyarakat, serta para pihak yang terlibat langsung dalam sengketa. Penelitian ini menggunakan teori kewenangan, teori penyelesaian sengketa, dan teori keadilan sebagai pisau analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Damang berperan aktif sebagai mediator, penegak hukum adat, dan penentu putusan adat. Proses penyelesaian dilakukan melalui pelaporan kepada Mantir Adat, pemanggilan para pihak, pelaksanaan sidang adat terbuka, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan upacara adat Tampung Tawar. Dalam kasus yang diteliti, Damang memutuskan pembagian hasil usaha rumah walet antara menantu, anak-anak, dan keluarga suami; menetapkan hak pengasuhan anak kepada pihak istri; serta memperbolehkan istri tinggal di rumah yang dulu dihuni bersama suami. Putusan ini diterima oleh kedua belah pihak dan dijalankan tanpa sengketa lanjutan. Penelitian juga menemukan sejumlah hambatan, baik dari internal masyarakat yang masih minim kesadaran hukum, maupun eksternal berupa kurangnya dokumentasi dan dukungan administratif terhadap kelembagaan adat. Dengan demikian, peran Damang masih menjadi bagian vital dalam menjamin keadilan dan harmoni sosial di lingkungan masyarakat Dayak, serta membuktikan bahwa hukum adat tetap relevan dan efektif dalam menyelesaikan konflik keluarga.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Jumiyanti Agustina Putri, 2025. Tingkat Kepuasan Siswa Agama Hindu Terhadap Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Dan Budi Pekerti Di SMAN -1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Pembimbing I Dr. Pranata, S.Pd., M.Si dan Pembimbing II I Made Pustikayasa, S.T., M.Pd Penelitian ini mengkaji tentang tingkat kepuasan siswa Agama Hindu dan budi pekerti diSMAN-1 katingan hulu kabupaten katingan. Guru belum mengajarkan materi secara konsisten akibat keterbatasan sumber daya, seperti kurangnya buku teks, alat bantu, dan teknologi. Lingkungan kelas yang kurang nyaman serta minimnya pendekatan personal juga menghambat interaksi dan efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Hindu.Kepuasan siswa merupakan indikator penting dalam menilai kualitas pembelajaran, yang mencakup lima dimensi utama: keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), dan aspek fisik (tangible).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tingkat kepuasan siswa Agama Hindu terhadap pembelajaran pendidikan agama Hindu dan budi pekerti di SMAN -1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunaka pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan Data tingkat kepuasan dikumpulkan melalui angket atau kuesioner dengan responden 31 siswa Agama Hindu kelas XI di SMAN-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Hasil penelitian bahwa tingkat kepuasan siswa terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti secara umum berada dalam kategori "Puas", dengan persentase sebesar 77,09%.sehingga menghasilkan Hipotesis Nol (H₀) yang menyatakan siswa Agama Hindu di SMAN 1 Katingan Hulu kabupaten katingan memiliki tingkat kepuasan yang tidak puas terhadap pembelajaran pendidikan Agama Hindu dan budi pekerti ditolak, sedangkan Hipotesis Alternatif (H₁) yang menyatakan bahwa siswa Agama Hindu memiliki tingkat kepuasan yang terdiri dari sangat puas, puas.cukup puas dan sangat tidak puas ,di terima , karena indikator-indikator seperti reliability, responsiveness, assurance, empathy dan tangible berada pada kategori “Puas”
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya serta implikasinya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Transformasi ini didorong oleh terbitnya Peraturan Menteri Agama Nomor 2 tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Widyalaya. Terbitnya Peraturan Menteri Agama ini bertujuan untuk mengubah status pasraman formal menjadi satuan pendidikan Widyalaya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis dan mendeskripsikan proses transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya, (2) mendeskripsikan implikasi transformasi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memahami, menganalisis, dan mendeskripsikan transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya serta implikasinya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Lokasi penelitian dilakukan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Informan dalam penelitian ini terdiri dari koordinator pendidikan, kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dibantu dengan menggunakan pedoman observasi, dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif menurut Miles & Huberman (2014). Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa proses transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya harus melengkapi persyaratan, mulai dari persyaratan administratif, teknis, dan kelayakan pendirian. Dengan melengkapi persyaratan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah melakukan verifikasi terhadap berkas tersebut dan selanjutnya diserahkan kepada Direktur Jenderal Bimas Hindu RI. Implikasi transformasi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya memberikan dampak yang positif terhadap delapan standar nasional pendidikan.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Febriana Resti Novi Afianty : (2025) Festival Budaya Isen Mulang Sebagai Daya Tarik Pariwisata Di Kota Palangka Raya (pembimbing I Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si, dan pembimbing II Dr. A.A Gede Wiranata, S.Ag., M.Ag). Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan dipusatkan di Kota Palangka Raya sebagai sarana pelestarian budaya Dayak sekaligus daya tarik wisata. Atas asumsi tersebut maka penelitian ini mengangkat (2) rumusan masalah yaitu : (1) Bagaimana pengembangan potensi pariwisata melalui Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) di Kota Palangka Raya, (2) Bagaimana ketertarikan pengunjung terhadap terselenggaranya Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) di Kota Palangka Raya. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Sedangkan metode analisisnya menggunakan (1) Teori Pengembangan Pariwisata (2) Teori Pariwisata. Subjek penelitian ini adalah mulai dari : Kepala Bidang Kesenian, Tradisi, dan Warisan Budaya, pelaku seni ,budayawan, wisatawan. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) pengembangan potensi pariwisata melalui FBIM memiliki peran strategis dalam pengembangan potensi pariwisata budaya, terutama dalam memperkenalkan kekayaan budaya Dayak kepada masyarakat luas. Festival ini menampilkan berbagai atraksi budaya seperti pertunjukan seni, permainan tradisional, kuliner khas, serta parade budaya yang menjadi daya tarik kuat bagi wisatawan lokal maupun domestik. (2) ketertarikan pengunjung terhadap terselenggaranya FBIM cukup tinggi, yang dipengaruhi oleh keunikan budaya lokal serta nilai-nilai edukatif yang disampaikan melalui festival tersebut. Meskipun demikian, masih terdapat tantangan dalam hal promosi dan inovasi penyelenggaraan yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku pariwisata sangat diperlukan untuk mendorong FBIM menjadi ikon pariwisata budaya berkelanjutan di Kalimantan Tengah. Kata Kunci: Festival Budaya Isen Mulang, Daya Tarik Wisata
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sirna Elpina, 2025. Peran Mantir Adat Dalam Menyelesaikan Kasus pencurian Buah Sawit di Desa Bangkal Kcematan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan. Skripsi Srata Satu Prodi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Dengan Dosen Pembimbing Pembimbing I Dr. Riwun, S.Ag., M.Si. dan Dosen Pembimbing II Mariatie, S.Ag., M.Si. Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan merupakan salah satu wilayah yang masih memegang nilai-nilai hukum adat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan sosial, termasuk kasus pencurian buah sawit yang kerap terjadi di lingkungan masyarakat dalam penyelesaian kasus tersebut, Peran Mantir Adat menjadi sangat penting sebagai lembaga yang dipercaya masyarakat untuk menegakkan keadilan berdasarkan kearifan lokal. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: (1) bagaimana Peran Mantir Adat dalam menyelesaikan kasus pencurian bauh sawit ; (2) apa sanksi diberikan oleh Mantir Adat kepada pelaku pencurian buah sawit; (3) bagaimana efektivitas sanksi yang dijatuhkan oleh Mantir Adat terhadap pelaku pencurian buah sawit. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi Mantir Adat, tokoh masyarakat, pelaku pencurian, serta aparat desa terkait. Teori yang digunakan penelitian ini adalah (1) Teori Kewenangan (2) Pembuktian dan (3) Efektivitas Hukum. Terkait penelitian menunjukan bahwa Mantir Adat berperan penting sebagai mediator dalam penyelesaian kasus pencurian buah sawit melalui mekanisme musyawarah adat yang mengedepankan asas keadilan, keseimbangan, dan perdamaian antar warga. Sanksi yang diberikan berupa denda adat yang disesuaikan dengan tingkat pelanggaran, dengan tujuan memberikan efek jera dan memulihkan hubungan sosial di masyarakat. Sanksi adat tersebut terbukti cukup efektif dalam mencegah terulangnya tindakan serupa, karena mengandung nilai moral, sosial, dan religius yang diakui oleh masyarakat setempat. Kata kunci: peran Mantir Adat, pencurian buah sawit, sanksi adat,efektivitas penyelesaian,sengketa
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KAHAYANNI SINTA (2025) : Tata Kelola Kawasan Bundaran Besar Sebagai Ikon Kota Palangka Raya (pembimbing I Dr. I Wayan Salendra, S.Ag., M.Si, dan pembimbing II Budi Purnomo, S.H.,M.Si). Bundaran Besar merupakan salah satu ikon utama kota Palangka Raya yang memiliki nilai strategis, baik secara geografis maupun secara simbolis sebagai pusat aktivitas masyarakat dan pemerintahan. Pada penelitian ini terbagi menjadi dua rumusan masalah yaitu (1) Bagaimana pelaksanaan tata kelola kawasan bundaran besar sebagai ikon Kota Palangka Raya, (2) Bagaimana persepsi pengunjung mengenai tata kelola di kawasan Bundaran Besar sebagai ikon Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, studi pustaka, wawancara, dan dokumentasi. Menggunakan teori tata kelola dan persepsi pengunjung, penelitian ini melibatkan Dinas PUPR, pengelola kawasan, dan pengunjung sebagai subjek. Tujuannya menganalisis tata kelola Bundaran Besar sebagai ikon Kota Palangka Raya, termasuk kebijakan, kebersihan, fasilitas, dan persepsi pengunjung terhadap pengelolaan kawasan. Hasil penelitian berdasarkan rumusan masalah yaitu (1) Tata kelola Kawasan Bundaran Besar cukup berjalan baik melalui koordinasi antarinstansi, namun masih menghadapi kendala seperti kurangnya pengawasan kebersihan dan keterbatasan fasilitas umum, (2) Persepsi Pengunjung pada umumnya memiliki persepsi positif terhadap kawasan ini, tetapi mengharapkan peningkatan pada sarana seperti tempat sampah dan pencahayaan.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MICKY, 2025, Analisis Terhadap Permendagri Nomor 67 Tahun 2017 Tentang Pengangkatan Dan Pemberhentian Perangkat Desa (Studi Kasus Di Desa Tumbang Banjang Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan ), Program Studi Hukum Agama Hindu Fakultas Dharma Sastra Institut Agama hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Kepala desa memiliki wewenang dalam mengangkat dan memberhentikan perangkat desa. Namun, dalam pelaksanaannya kepala desa harus berpedoman dengan aturan yang berlaku sesuai dengan yang tertera di Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2017. Pada tahun 2020, di Desa Tumbang Banjang Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan, Kepala desa memutuskan untuk memberhentikan salah satu perangkat desa yang baru dipilih dan menjabat, yaitu Sekretaris Desa. Keputusan kepala desa ini banyak menuai Konflik dan kritikan dari Masyarakat. Masalah yang diteliti :(1) Apa Dasar Pertimbangan Kepala Desa Dalam Memberhentikan Perangkat Desa Di Desa Tumbang Banjang Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. (2) Bagaimana Analisis terhadap implementasi Permendagri Nomor 67 Tahun 2017 tentang Pemberhentian Perangkat Desa Di Desa Tumbang Banjang Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan kepala desa Tumbang Banjang telah mempertimbangkan dasar hukum serta . Kepala desa juga melakukan langkah-langkah seperti mengidentifikasi dan mengevaluasi kinerja perangkat desa, pemberian teguran dan pemberian surat peringatan serta mempertimbangkan hasil diskusi dengan lembaga desa sebelum mengambil keputusan untuk memberhentikan perangkat desa. Hal ini menunjukkan bahwa kepala desa tidak bertindak sepihak, melainkan berdasarkan pertimbangan objektif dan prosedural. Dalam pelaksanaannya, terdapat kekurangan dalam penerapan prosedur, yaitu tidak dilakukannya konsultasi resmi dengan camat sebelum pemberhentian perangkat desa sebagaimana diwajibkan dalam Pasal 5 Permendagri Nomor 67 Tahun 2017. Kendala ini terjadi karena kondisi pandemi COVID-19 yang membatasi mobilitas dan pertemuan tatap muka, serta adanya pengunduran diri dari perangkat desa yang bersangkutan setelah menerima surat peringatan.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Susilawati, Sri, 2025. Analisis Kesulitan Membaca Permulaan pada peserta didik kelas III SDN 1 Langkai Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dosen Pembimbing I: Mitro, S.Pd.,M.Si dan Dosen Pembimbing II: Santang, S.Pd.,M.Hum Skripsi ini mengkaji tentang Analisis Kesulitan Membaca Permulaan Pada Peserta didik kelas III SDN 1 Langkai Palangka Raya. Kesulitan membaca permulaan merujuk pada kondisi dimana seorang anak kesulitan mengenali huruf, mengeja kata atau memahami teks secara keseluruhan pada tahap awal pembelajaran membaca. Peserta didik mengalami kesulitan dalam membaca permulaan merujuk pada kondisi dimana seorang anak kesulitan mengenali huruf, mengeja kata, memahami isi teks secara keseluruhan. Ini bisa karena bebarapa faktor yaitu faktor internal gangguan pada perkembangan bahasa atau masalah perhatian dan faktor eksternal seperti lingkungan dan metode pengajaran. Berdasarkan alasan tersebut, tema ini sangat penting untuk diteliti. Masalah ini perlu dikaji lebih lanjut dengan rumusan masalah yaitu (1) bagaimana kesulitan membaca permulaan pada peserta didik kelas III SDN 1 Langkai Palangka Raya dan (2) faktor apa saja yang menyebabkan kesulitan membaca pada peserta didik kelas III SDN 1 Langkai Palangka Raya. Dengan menggunakan satu jenis teori untuk menganalisis rumusan masalah tersebut yaitu teori perkembangan bahasa. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Sumber data dari data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan analisis data yakni pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya disajikan dalam laporan penelitian berupa skripsi. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini, ditemukan bahwa (1) Kesulitan membaca permulaan pada peserta didik kelas III SDN 1 Langkai ditemui pada kesulitan mengenali huruf,, kesulitan menghubungkan bunyi dengan huruf, peserta didik sering kesulitan dalam mengucapkan kata yang memiliki kombinasi huruf serta kalimat panjang (2). Faktor yang mempengaruhi peserta didik kelas III kesulitan membaca permulaan yaitu faktor internal gangguan pada perkembangan bahasa atau masalah perhatian dan faktor eksternal seperti metode pengajaran yang kurang tepat dan lingkungan yang tidak mendukung, Siswa kesulitan membaca karena berbagai alasan, termasuk kurangnya perhatian guru, kurangnya konsentrasi siswa dalam belajar, kurangnya motivasi dan kurangnya minat siswa.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Destarianti. 2025. Hubungan Antara Dukungan Guru Terhadap Motivasi belajar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Putu Widyanto, M.Pd.H. Pembimbing II: Raisa Vienlentia, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Pendidikan inklusif telah menjadi pendekatan penting dalam memastikan semua siswa, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), mendapatkan akses pendidikan yang setara. Dalam konteks ini, peran guru sebagai penyedia dukungan emosional, instruksional, dan sosial sangat menentukan keberhasilan proses belajar siswa ABK. Motivasi belajar merupakan salah satu aspek penting yang dipengaruhi oleh kualitas dukungan yang diberikan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan guru terhadap motivasi belajar anak berkebutuhan khusus (ABK) di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung bagi siswa ABK, mengingat tantangan yang mereka hadapi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui angket yang dibagikan kepada 20 orang guru sebagai responden. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah dukungan guru yang mencakup perhatian, strategi pembelajaran, umpan balik, dan hubungan positif. Sedangkan variabel terikat adalah motivasi belajar siswa ABK yang meliputi motivasi intrinsik, ekstrinsik, keterlibatan, dan regulasi diri. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan guru dan motivasi belajar siswa ABK. Semakin tinggi dukungan yang diberikan guru, semakin tinggi pula motivasi belajar siswa ABK. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi peningkatan kualitas pendidikan inklusif melalui penguatan peran guru sebagai pendukung utama bagi siswa ABK. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata skor dukungan guru sebesar 76,35 (SD = 9,511) yang termasuk dalam kategori tinggi. Sedangkan rata-rata skor motivasi belajar siswa ABK adalah 68,65 (SD = 13,550) yang menunjukkan tingkat motivasi cukup baik. Uji korelasi Pearson menghasilkan nilai r = 0,543 dengan nilai signifikansi (p) = 0,013, yang menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan dan cukup kuat. Hasil uji koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,295 mengindikasikan bahwa dukungan guru memberikan kontribusi sebesar 29,5% terhadap motivasi belajar siswa ABK.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penanaman nilai-nilai Pancasila di sekolah dasar merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter peserta didik yang berintegritas, toleran, dan cinta tanah air. Namun, realitas di lapangan, khususnya di SDN 4 Menteng Palangka Raya, menunjukkan bahwa proses pembelajaran Pendidikan Pancasila masih didominasi oleh metode ceramah yang bersifat pasif. Hasil observasi menunjukkan rendahnya partisipasi siswa dalam kegiatan sekolah, kepatuhan terhadap aturan, dan kesadaran terhadap keberagaman. Guru cenderung tidak mengaitkan materi pembelajaran dengan konteks yang relevan dengan kehidupan siswa, sehingga pembelajaran terasa kurang bermakna dan membosankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas metode Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis pre-eksperimen dan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah siswa kelas V-C SDN 4 Menteng Palangka Raya yang berjumlah 29 orang. Instrumen yang digunakan berupa tes hasil belajar sebelum dan sesudah perlakuan. Teknik analisis data meliputi uji normalitas, uji hipotesis menggunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran dengan metode Problem Based Learning. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai Sig. sebesar 0,000 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest. Nilai rata-rata N-Gain Score siswa yaitu 0,7371 termasuk ke dalam kategori tinggi. Selain itu, hasil analisis juga menunjukkan rata-rata N-Gain dalam bentuk persentase sebesar 73,7110 dengan standar deviasi 19,06. Berdasarkan kriteria tingkat keefektifan, maka rata-rata N-Gain sebesar 73,71% dikategorikan sebagai cukup efektif.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Natalia Fransiska, 2025. Pelestarian Seni Kriya Sapuyung Pada Masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan, Skripsi Prodi Pendidikan Seni Dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Hendri, S.Ag., M.Si Pembimbing II Roy Wentas, M.Pd Seni kriya merupakan cabang seni rupa yang menitik beratkan pada keterampilan tangan dalam menciptakan karya bernilai fungsi dan estetika. Karya ini mengangkat sapuyung sebagai objek utama, yaitu penutup kepala tradisional yang memiliki nilai budaya, estetika, dan ekonomi yang mendalam. Tujuan dari karya ini adalah untuk melestarikan warisan budaya lokal sekaligus memperkenalkan nilai-nilai filosofis di balik sapuyung kepada masyarakat luas dalam bentuk visual yang lebih kontekstual. Seni kriya sapuyung merupakan seni anyaman khas Kalimantan Tengah yang dapat digunakan pada kehidupan seharihari. Namun pengrajin seni kriya sapuyung hanya beberapa orang saja yang bisa menganyam sehingga perlu adanya pelestarian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Bagaimana bentuk seni kriya Sapuyung pada masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan? 2. Bagaimana pelestarian seni kriya Sapuyung pada masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan? 3. Apa saja nilai seni kriya Sapuyung pada masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah menggunakan tiga teori yaitu teori bentuk, teori pelestarian budaya, dan teori nilai. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan penentuan informan yaitu Teknik purposive sampling. Sementara itu, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi, selanjutnya Teknik analisis data yang digunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Berdasarkan dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa: 1.Seni kriya sapuyung merupakan seni kerajinan tangan yang memilki bentuk bulat dan dapat digunakan pada kehidupan sehari-hari seperti berladang. 2. Pelestarian seni kriya sapuyung para Pengrajin seni kriya sapuyung berusaha meningkatkan minat masyarakat pada seni kriya sapuyung yaitu dengan suatu usaha yang diajarkan kepada generasi berikutnya. 3. Nilai seni kriya sapuyung pemahaman tentang nilai-nilai ini dapat membantu kita untuk lebih menghargai dan memahami karya seni kriya, baik dari segi estetika, fungsi, sosial, ekonomi maupun makna budaya dan sejarah yang terkandung di dalamnya. Kata kunci : Pelestarian, Seni Kriya, Sapuyung
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Vonni Krisna. 2025: Minat Belajar Siswa SDN Telok Terhadap Pembelajaran Seni Musik Berbasis Kearifan Lokal Di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan Pembimbing I Wentin, S.Ag., M.Pd.H dan Pembimbing II Roy Wentas,S. Pd., M. Pd Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan minat belajar siswa SDN Telok terhadap pembelajaran seni musik berbasis kearifan lokal di Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan. Fokus penelitian meliputi aspek ketertarikan, perasaan, perhatian guru, kendala belajar, serta upaya yang dilakukan oleh sekolah dan masyarakat dalam meningkatkan minat belajar seni musik. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi siswa kelas V, guru kelas, kepala sekolah, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa terhadap pembelajaran seni musik cukup positif, namun masih terbatas oleh beberapa kendala seperti minimnya sarana prasarana, ketiadaan guru khusus seni musik, serta kurangnya dukungan fasilitas praktik. Upaya yang dilakukan sekolah dan guru untuk meningkatkan minat siswa mencakup penggunaan media sederhana berbasis lingkungan, integrasi unsur lokal ke dalam materi ajar, serta pelibatan siswa dalam kegiatan bermusik di luar kelas. Pendekatan pembelajaran kontekstual, teori kognitif, serta teori strategi pembelajaran dan konstruktivisme digunakan untuk menganalisis proses pembelajaran dan pengalaman belajar siswa secara menyeluruh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan peran guru, penyediaan sarana praktik, dan pelibatan unsur lokal secara kreatif merupakan langkah penting dalam menumbuhkan minat belajar seni musik di sekolah dasar.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peredaran satwa banyak terjadi di Provinsi Bali menjadi akses keluar masuknya peredaran satwa di Provinsi Bali dan pada akhir-akhir masyarakat memperoleh satwa- satwa yang dilindungi melalui cara ilegal, yakni jual beli pasar gelap. Permasalahan dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimanakah efektivitas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dalam penegakan hukum perlindungan satwa Penyu di Provinsi Bali? (2) Bagaimanakah hambatan-hambatan penegakan hukum perlindungan satwa Penyu di Provinsi Bali? (3) Bagaimanakah upaya penegakan hukum perlindungan satwa penyu di Provinsi Bali?. Metode yang digunakan dalam rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian yaitu (1) Efektivitas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dalam Penegakan Hukum Perlindungan Satwa Penyu di Provinsi Bali dari segi faktor hukum sendiri dan faktor penegak hukum sudah efektif, faktor sarana dan fasilitas, masyarakat dan kebudayaan masih belum efektif. (2) Hambatan dalam penegakan perlindungan satwa Penyu di Provinsi Bali, hambatan struktur masih belum efektif sebab masih kurangnya sumber daya manusia, hambatan faktor subtansi hukum masih lemahnya hukuman penjara dan denda yang ditetapkan, hambatan budaya hukum penggunaan penyu sebagai sarana upacara keagamaan, dan kurang sadarnya masyarakat sebagian masih mengkonsumsi daging Penyu, peraturan hukum bahwa peraturan hukum dan hukum agama saling bebenturan dan hambatan budaya hukum para hakim, putusan para hakim sering kali belum memuaskan masyarakat sebab hukuman yang diberikan tergolong sangat rendah. (3) Upaya yang dilakukan dalam penegakan perlindungan satwa Penyu yaitu upaya preventif himbauan dan poster disosial media. Upaya persuasif edukasi kepada masyarakat dan anak-anak usia dini dan sekolah. Upaya reprensif tindakan pidana yang diberikan kepada pelanggar hukum. Upaya kooperatif kerja sama antara lembaga. Upaya rehabilitatif Penyu yang disita dicek kondisi kesehatanya dan dilepaskan kembali ke alam.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Seti, 2025 : Strategi Peningkatan Daya Tarik Wisatawan Di Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya. Strategi Peningkatan Daya Tarik Wisatawan Di Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya melalui promosi dalam memperluas daya tarik objek wisata terhadap calon wisatawan.. Atas dasar anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada dua aspek permasalahan, yaitu (1) Bagaimana Strategi Peningkatan Daya Tarik Wisatawan Di Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya.?, (2) Bagaimana hambatan dan upaya Strategi Peningkatan Daya Tarik Wisatawan Di Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya.?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan analisis, digunakan Teori Manajemen dan Teori Kendala. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Berdasarkan telaah dan metode analisis tersebut dapat diasumsikan sebagai berikut. Pertama Strategi Peningkatan Daya Tarik Wisatawan Di Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya berdasarkan pada dua elemen dasar yakni promosi objek wisata, dan Media promosi objek wisata. dua elemen tersebut saling terkait menjadi satu keutuhan yang terartikulasikan pada Strategi Pemerintah dalam Promosi Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya. Promosi aspek kebudayaan dan jenis pariwisatanya masih sangat kurang oleh itu dibutuhkannya media promosi guna mengenalkan kepada khalayak publik tentang potensi tempat Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya. Sedangkan media promosi tidak lepas dari peranan desain, biasanya makna tersampaikannya suatu promosi harus didasari dengan desain yang menarik agar khalayak umum dapat mengerti apa maksud yang disampaikan oleh promosi tersebut. Promosi biasanya mencakup kepada Iklan. Kedua, Kendala utama yang dihadapi saat ini adalah masalah anggaran itu sendiri, pada saat ini masih terbatas untuk pengelolaan dan pengembangan kawasan Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya, terutama untuk pengembangan fasilitas di wisata tersebut. Yang kedua belum tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) yang betul-betul mampu untuk melihat peluang maupun tantangan dari sektor kepariwisataan di wilayah Kota Palangka Raya.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pola komunikasi antara orang tua dan anak di era digital, dan komunikasi yang dapat terjalin dengan baik dan efektif. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola komunikasi dan faktor penghambat komunikasi antara orang tua dan anak di era digital. Adapun yang menjadi permasalahan adalah (1) bagaimana pola komunikasi antara orang tua dan anak di dera digital (2) apa saja faktor penghambat yang mempengaruhi efektivitas komunikasi antara antara orang tua dan anak di era digital. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pola komunikasi keluarga.Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini yaitu menggunakan pendekatan kualitatif, dan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan Teknik analisis data yangdigunakan yaitu (1) reduksi data (2) penyajian data (3) verifikasi atau kesimpulan. Hasil penelitian menujukan bahwa pola komunikasi antara orang tua dan anak di era digital di Desa Tumbang Pangka Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan yaitu menggunakan : (a) pola komunikasi bebas (Permissive), (b) pola komunikasi otoriter (Authoritarian), (c) pola komunikasi demokratis (Authoritative) kemudian dianalisis dengan teori pola komunikasi keluarga. Polakomunikasi bebas yang dilakukan oleh orang tua di era digital terkait penggunaan gawai, yaitu orang tua yang bersifat membebaskan dan kontrol terhadap anak rendah. Pola komunikasi otoriter merupakan pola komunikasi orang tua yang menetapkan aturan secara dan mengontrol anak dalam penggunaan gawai agar anakmemiliki waktu untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang tua. Pola komunikasi demokratis yang orang tua tetap memeberi aturan terhadap anak berdasarkan kesepakatan bersama, orang tua juga memikirkan akan hal yang anak suka dan tidak suka sehingga orang tua dan anak saling terbuka dalam berkomunikasi. Faktor penghambat komunikasi antara orang tua dan anak di era digital adalah kecanduan anak dalam penggunaan gawai, tidak hanya anak orangtua juga menggunakan gawai yang menimbulkan intensitas komunikasi berkurang, dan orang tua yang tidak mengerti penggunaan gawai sehingga menimbulkan kesulitan berkomunikasi jarak jauh.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui efektivitas penerapan metode mind mapping dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMKN-1 Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan. (2) Untuk mengetahui efektivitas penerapan metode mind mapping dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMKN-1 Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan. (3) Untuk mengetahui efektivitas seberapa besar penerapan metode mind mapping dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMKN-1 Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen yang dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2024. Responden penelitian sebanyak 24 siswa kelas XI di SMKN-1 Sanaman Mantikei. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui Pre-test, Eksperimen, Post-Test, observasi, dan dokumentasi yang disusun berdasarkan pendekatan teori humanistik. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik deskriptif dengan kriteria tidak efektif, kurang efektif, cukup efektif dan efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek motivasi belajar, persentase pre-test sebesar 59,33% meningkat menjadi 80,04% pada post-test. Pada aspek kreativitas belajar, nilai pre-test sebesar 60,41% meningkat menjadi 80,05%. Sedangkan pada aspek hasil belajar, rata-rata nilai siswa meningkat dari 69,31 pada saat pre-test menjadi 87,22 pada post-test. Nilai awal tersebut berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sekolah, yaitu sebesar 70, namun setelah penerapan metode mind mapping, hasil belajar siswa berhasil melampaui standar tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode mind mapping efektif untuk mengkatkan motivasi, kreativitas dan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti pada siswa di SMKN-1 Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penerapan pendekatan Restorative Justice (RJ) di Kepolisian Sektor Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjadi salah satu alternatif penyelesaian tindak pidana. Pendekatan ini merujuk pada Surat Edaran Kapolri Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif. RJ menitik beratkan pada penyelesaian perkara secara damai melalui mediasi dengan melibatkan pelaku, korban, Kepolisian dan masyarakat, serta bertujuan memulihkan hubungan sosial yang terganggu akibat tindak pidana. Selain itu, pendekatan ini mengakomodasi nilai-nilai kearifan lokal yang berkembang dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pendekatan RJ, mengidentifikasi hambatan internal dan eksternal, serta menggambarkan strategi atau solusi yang diterapkan oleh Polsek Cempaka untuk mengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Informan ditentukan secara purposive, yang terdiri dari penyidik kepolisian, tokoh masyarakat dan alim ulama serta akademisi. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, klasifikasi, penyajian data (display), interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses RJ di Polsek Cempaka meliputi identifikasi kasus, mediasi, kesepakatan damai, dan pemantauan kesepakatan. Hambatan internal yang dihadapi meliputi kurangnya SDM terlatih, lemahnya pemahaman, SOP yang belum maksimal, dan minimnya koordinasi. Hambatan eksternal berupa resistensi masyarakat, rendahnya kepercayaan terhadap mekanisme RJ, serta belum optimalnya dukungan Lembaga Peradilan. Untuk mengatasi hal tersebut, Polsek Cempaka melakukan pelatihan internal, penyusunan SOP, sosialisasi ke masyarakat, pelibatan mediator independen, serta pembentukan tim khusus RJ. RJ terbukti mampu mendukung penyelesaian perkara yang cepat, efisien, dan berakar pada nilai-nilai sosial budaya masyarakat.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kondisi siswa yang ideal pada Kurikulum Merdeka Belajar adalah siswa yang aktif dalam pembelajaran, dimana pembelajaran terpusat pada siswa dan tidak lagi pada guru. Namun hasil observasi menunjukan siswa belum sepenuhnya dapat mengikuti perubahan kurikulum Merdeka Belajar, hal ini ditunjukkan dengan adanya sikap bosan dan sikap pasif dalam mengikuti proses pembelajaran. Hal ini berdampak pada kemampuan mereka untuk memahami materi secara menyeluruh. Solusinya adalah pendekatan pembelajaran yang inovatif dan interaktif melalui media pembelajaran Canva. Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penggunaan media Canva dapat meningkatkan motivasi, kreativitas, dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Agama Hindu di SMPN 8 Palangka Raya. Teori hierarki kebutuhan Maslow dan teori konstruktivisme yang menjadi landasan penelitian ini. Metode yang digunakan adalah pre-experimental group dengan model one-group pre-test and post-test design yang digunakan untuk mengukur motivasi, kreativitas dan hasil belajar siswa kelas VIII di SMPN 8 Palangka Raya. Instrumen tes berbentuk kuesioner yang diukur menggunakan skala Likert untuk mengukur motivasi dan kreativitas siswa sedangkan tes dalam bentuk soal untuk mengukur hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini sebagai berikut : 1) Motivasi belajar siswa Hindu kelas VIII di SMPN 8 Palangka Raya bernilai 73,7 % yang termasuk dalam kategori motivasi tingkat tinggi. 2) Tingkat kreativitas siswa mencapai 76%, yang masuk dalam kategori tingkat kreativitas yang tinggi. 3) N-Gain Score siswa rata-rata nilai yang diraih yaitu 0,65 dimana termasuk dalam N-Gain kategori sedang, dengan 5 orang siswa yang termasuk dalam kategori N-Gain tinggi (55.5%), sedangkan 4 orang dalam N-Gain kategori sedang (44.4%). Kesimpulan terdapat pengaruh penggunaan media pembelajaran Canva terhadap kreativitas, motivasi, dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMPN 8 Palangka Raya.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Billy Andreas, 2025. Komunkasi Interpersonal Guru Bimbingan Konseling dan Siswa Bermasalah di SMA Negeri 1 Basarang. Prodi Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I Evie, S.Pd., M.Pd Dan Pembimbing II Hadianto Ego Gantiano, M.Pd.H. Komunikasi interpersonal merupakan proses interaksi dua arah yang sangat penting dalam konseling karena memungkinkan konselor dan klien saling memahami serta membangun hubungan yang efektif dan nyaman. Di SMA Negeri 1 Basarang, ditemukan berbagai pelanggaran disiplin siswa, mulai dari keterlambatan, penggunaan Gadget saat pelajaran, hingga bolos dan merokok, yang menjadi tantangan utama bagi guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menegakkan tata tertib sekolah. Berdasarkan latar belakang di atas, maka pada penelitian ini terdapat dua perumusan masalah dalam skripsi ini adalah; (1) Bagaimana pola komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh Guru BK dalam menangani siswa yang bermasalah di SMA Negeri 1 Basarang? (2) Apa saja hambatan yang dihadapi oleh Guru BK dalam melaksanakan Bimbingan Konseling di SMA Negeri 1 Basarang ? Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, Wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah; (1) Teori komunikasi interpersonal (2) Teori Hambatan Kurt Lewin. Subjek Penelitian ini adalah Guru Bimbingan Konseling dan Siswa bermasalah. Berdasarkan hasil dari penelitian ini adalah komunikasi interpersonal efektif ditandai oleh lima aspek penting, yaitu Keterbukaan (Openness), Empati (Empathy), Dukungan (Supportiveness), Rasa Positif (Positiveness), Kesetaraan (Equality). Hambatan utama dalam proses konseling berasal dari faktor psikologi klinis seperti resistensi dan sikap defensif siswa, diikuti oleh faktor pendidikan yang berkaitan dengan kurangnya kesadaran disiplin, serta faktor sosiologi yang memengaruhi persepsi dan sikap budaya siswa terhadap konseling.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Konsep Eksistensi Umat Hindu Kaharingan Dalam Melaksanakan Acara Basarah di Wilayah Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan Prespektif Pendidikan Agama Hindu menunjukan bahwa adanya kecenderungan belum mampu untuk mengelola beberapa rangkaian proses secara menyeluruh, efektif dan oftimal. Atas anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada tiga asfek permasalahan yaitu yang pertama (1) bagaimanakah Eksistensi Umat Hindu Kaharingan dalam melaksanakan Acara Basarah Perspektif Pendidikan Agama Hindu, (2) bagaimana peran pendidikan formal, nonformal dan informal Umat Hindu di wilayah Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan, (3) apakah solusi yang di lakukan lembaga Agama agar Umat Hindu tetap eksis terhadap ajaran Agama di wilayah Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan? Teori yang di gunakan untuk mengkaji dan mendeskripsikan rumusan masalah penelitian tersebut ialah teori belajar humanistik, teori belajar sibernetik dan teori konstrukvisme. Adapun metode penelitian yang di gunakan ialah metode penelitian kualitatif. Data di peroleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumen. Selanjutnya data yang di peroleh di reduksi, di sajikan, dan di ambil suatu kesimpualannya. Penelitian ini juga, di lakukan dengan metode penelitian kualitatif. Dari hasil penelitian ini, (1) eksistensi Umat Hindu Kaharingan dalam melaksanakan acara Basarah sangat antusias dan aktif dalam melaksanakan persembahyangan basarah di wilayah Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katigan. (2) peran pendidikan formal, nonformal dan informal dalam hal pendidikan, anak-anak seperti SD, SMP dan SMA sangat paham tentang peran sebagai Umat Hindu yang terpelajar dan terpendidik baik dari segi pendidikan ataupun attitude di luar lingkungan sekolah. (3) solusi yang di lakukan oleh lembaga Agama Hindu adalah untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat Hindu itu sendiri, meningkatkan kualitas SDM, memberikan arahan terhadap Umat Hindu agar melakukan ibadah secara rutin walaupun pengurus agama berhalangan.