Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

NIA

43 karya publik ditemukan.

2026: 62025: 12024: 62023: 52022: 152021: 62020: 4

PERSEMBAHYANGAN PURNAMA PADA UMAT HINDU DI PURA PITAMAHA KOTA PALANGKA RAYA (PERSPEKTIF PENDIDIKAN HINDU)

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK LOLIK ROHNIA HANJAR SAPUTRIA NINGSIH. 2020. Persembahyangan Purnama Pada Umat Hindu Di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya (Perspektif Pendidikan Hindu). Pembimbing I. Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II. Dr. I Nyoman Sidiastawa, S.Ag.,M.A Penelitian ini mengkaji persembahyangan purnama pada umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya. Penelitian ini mengangkat fenomena masyarakat dalam memahami persembahyangan purnama pada umat Hindu. Masyarakat secara umum dan Hindu khususnya belum banyak memahami tentang persembahyangan purnama apa lagi pelaksanaan, nilai-nilai pendidikan, dan implikasinya. Persembahyangan purnama mempunyai pelaksanaan, nilai-nilai pedidikan, dan implikasi bagi kehidupan manusia itu sendiri maupun orang lain. Berdasarkan hal di atas, maka penelitian ini difokuskan pada pembahasan tentang (1) pelaksanaan persembahyangan purnama pada umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya, (2) nilai pendidikan Hindu dalam persembahyangan purnama bagi umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya, (3) implikasi nilai pendidikan Hindu dalam persembahyangan purnama dari umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, mengekplorasi, mendeskripsikan persembahyangan purnama, dan menganalisis pelaksanaan, nilai-nilai pendidikan Hindu, implikasi dalam persembahyangan purnama pada umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk memahami dan menganalisis persembahyangan purnama pada umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya (perspektif pendidikan Hindu). Data ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan ditentukan secara porposive. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dibantu dengan menggunakan pedoman wawancara, kamera, dan alat tulis lainnya. Setelah dilakukan verifikasi, data dianalisis dengan beberapa teori yang relevan seperti teori struktural fungsional, teori nilai dan teori implikasi. Hasilnya disajikan secara formal dan informal. Hasil penelitian ini dideskripsikan bahwa persembahyangan purnama pada umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya terbagi kedalam tiga tahapan yaitu tahap awal, tahapan pokok, dan tahapan akhir. Nilai pendidikan Hindu dalam persembahyangan purnama adalah: nilai material, nilai vital, dan nilai pendidikan keagamaan. Implikasi dalam persembahyangan purnama bagi umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya adalah bermacam-macam baik untuk masyarakat Hindu maupun untuk orang lain. Implikasi persembahyangan purnama bagi umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya ini memiliki beberapa implikasi yaitu implikasi positif dan implikasi negatif. Interaksi sosial masyarakat Hindu dalam meningkatkan cinta kasih, persaudaraan, dan solidaritas menuju tujuan hidup lahir batin, keseimbangan serta kaharmonisan masyarakat Hindu dapat dikatakan sangat luar biasa baik

POLA ASUH ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER ANAK PADA KELUARGA HINDU DI KUALA KURUN KABUPATEN GUNUNG MAS

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keluarga merupakan satu hal penting dalam pengasuhan anak karena anak tumbuh dan dibesarkan di lingkungan keluarga. Pengasuhan anak merupakan serangkaian kewajiban yang harus dilaksanakan oleh orang tua dan perlu diperhatikan secara serius sebab menentukan kepribadian atau karakter anak. Penelitian ini mengkaji pola asuh orang tua dalam pendidikan karakter anak pada keluarga Hindu di Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas. Fokus penelitian pada pembahasan tentang (1) Bentuk pola asuh orang tua dalam pendidikan karakter anak pada keluarga Hindu; (2) Fungsi pola asuh yang diterapkan orang tua terhadap pendidikan karakter anak, dan (3) Implikasi penerapan pola asuh orang tua dalam pendidikan karakter anak pada keluarga Hindu. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan menjelaskan pola asuh orang tua dalam pendidikan karakter anak pada keluarga Hindu di Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas. Teori yang digunakan untuk menganalisis permasalahan tersebut, yakni teori fungsional struktural dan teori praktik sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk memahami dan menganalisis seluruh peristiwa yang berhubungan dengan kegiatan pengasuhan yang berlangsung pada keluarga Hindu di Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara dan studi dokumen. Informan ditentukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pola asuh yang ditemukan terhadap pola asuh orang tua dalam pendidikan karakter anak pada keluarga Hindu adalah terdiri dari tiga jenis pola asuh, yaitu pola asuh demokratis, pola asuh otoriter dan pola asuh permisif. Adapun fungsi pola asuh orang tua dimana menjalankan fungsi tanggung jawab keterlibatan orang tua dalam mengasuh anak yang memuat tiga aspek dimensi, yaitu: expressive involvement (EI), instrumental involvement (II), dan mentoring/advising involvement (MAI) terhadap bentuk pola asuh demokratis, pola asuh otoriter dan pola asuh permisif. Implikasi pola asuh orang tua memiliki pengaruh bagi pertumbuhan dan perkembangan karakter sesuai dengan karakteristik masing-masing pola asuh yang diterima anak di keluarga. Adanya pengasuhan sebagai wujud bimbingan, arahan, dorongan, didikan, dan pengawasan dari orang tuanya melalui pola asuh demokratis, pola asuh otoriter maupun pola asuh permisif terhadap pendidikan karakter anak pada keluarga Hindu di Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas.

KANDAYU PADA PELAKSANAAN BASARAH DI DESA TUMBANG KUAYAN KECAMATAN RUNGAN BARAT KABUPATEN GUNUNG MAS (Kajian Teologi Hindu Kaharingan)

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Sri Pornia, 2020, Kandayu pada pelaksanaan Basarah di Desa Tumbang Kuayan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas (Kajian Teologi Hindu Kaharingan). Skripsi Strata Satu Program Studi Filsafat Agama Hindu, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Wayan Gepu, S.Ag., M.Fil.H dan Pembimbing II: Ni Nyoman Tantri, S.Pd., M.Pd. Beragama merupakan salah satu kewajiban bagi insan manusia di dunia ini. Penerapan ajaran agama diharapkan dapat dilakukan dengan baik, benar dan berlandaskan pada hati tulus dan ikhlas. Ajaran agama setidaknya harus menjadi pedoman dalam kehidupan. Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kuayan, menjalankan aktivitas keagamaan melalui pelaksanaan Basarah yang disertai dengan pelantunan kidung suci Kandayu. Tetapi ada keprihatinan iman terhadap perbedaan ritme Kandayu dan perubahan kalimat dari kandayu cetakan terbaru dengan yang lama serta makna teologi Kandayu. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apa jenis Kandayu dan makna teologi Kandayu yang digunakan pada pelaksanaan Basarah di Desa Tumbang Kuayan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis Kandayu, dan makna teologi dalam Kandayu yang digunakan pada saat pelaksanaan Basarah. Teori yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu teori rekontruksi, teori refrensial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berlokasi di Desa Tumbang Kuayan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Jenis data yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Sumber data yaitu Sumber data primer dan sumber data sekunder. Sedangkan instrumen penelitian yaitu peneliti itu sendiri. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan studi dokumen sedangkan teknik analisa data menggunakan teknik analisa mengalir. Adapun hasil dari penelitian ini menunujukan bahwa: 1) Jenis Kandayu yang digunakan pada pelaksanaan Basarah didesa Tumbang Kuayan yaitu Kandayu Manyarah Sangku Tambak Raja, Kandayu Mantang Kayu Erang, Kandayu Parawei dan Kandayu Mambuwur Behas Hambaruan. 2) Makna teologi jenis Kandayu yang digunakan pada saat pelaksanaan Basarah yaitu Kandayu Manyarah Sangku mengandung makna menyerahkan segala kehidupan kepada Ranying Hatalla dan memohon berkat. Kandayu Mantang Kayu Erang mengandung makna memohon rejeki, kesehatan dan umur panjang kepada Ranying Hatalla Langit. Kandayu Parawei mengandung makna berupa nasehat kepada umat Hindu Kaharingan agar imannya kuat dan selalu menjalankan ajaran dari Ranying Hatalla Langit, dan Kandayu Mambuwur Behas Hambaruan mengandung makna menerima berkat dari Ranying Hatalla Langit.