Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: CINDY CLAUDYA PUTRI
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Manajemen Pemasaran Objek Wisata Sebagai Upaya Meningkatkan kunjungan Wisatawan Di Museum Balanga Kota Palangka Raya

2025•Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK CINDY CLAUDYA PUTRI, 2025: Manajemen Pemasaran Objek Wisata Sebagai Upaya Meningkatkan Kunjungan Wisatawan di Museum Balanga Kota Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si dan Pembimbing II: I Wayan Sutarwan, S.Pd., M.Pd.H. Museum Balanga merupakan objek wisata edukasi yang memperkenalkan budaya Suku Dayak di Kalimantan Tengah, tetapi mengalami penurunan jumlah pengunjung dalam beberapa tahun terakhir. Atas anggapan tersebut penelitian ini dilakukan dengan dua fokus kajian permasalahan yaitu : 1) bagaimana kendala dalam manajemen pemasaran objek wisata sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan di Museum Balanga Kota Palangka Raya?., 2) bagaimana manajemen pemasaran objek wisata sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan di Museum Balanga Kota Palangka Raya ? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan landasan analisisnya menggunakan Teori Kendala (Theory of Constraints) dan Teori Pemasaran Relasional (Relationship Marketing). Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif, teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Teknik penentuan informan yang digunakan adalah teknik purposive sampling dengan teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik. Telaah dan metode analisis tersebut dapat diasumsikan hasil dari penelitian ini sebagai berikut. Pertama, kendala manajemen pemasaran objek wisata Museum Balanga yaitu meliputi kendala perencanaan, kendala pengorganisasian, kendala pengkoordinasian, dan kendala pengontrolan dalam manajemen pemasaran objek wisata sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan di Museum Balanga. Kedua, manajemen pemasaran objek wisata Museum Balanga yaitu pada perencanaan pemasaran, pengorganisasian pemasaran, pengkoordinasian pemasaran dan pengontrolan pemasaran objek wisata sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan di Museum Balanga serta strategi manajemen pemasaran yang diterapkan Museum Balanga seperti pemanfaatan media sosial dan kolaborasi dengan stakeholder pemandu wisata di Kalimantan Tengah, untuk membantu mempromosikan Museum Balanga kepada wisatawan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Manajemen Pemasaran Objek Wisata sebagai Upaya Meningkatkan kunjungan Wisatawan di Museum Balanga Kota Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK CINDY CLAUDYA PUTRI, 2025: Manajemen Pemasaran Objek Wisata Sebagai Upaya Meningkatkan Kunjungan Wisatawan di Museum Balanga Kota Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si dan Pembimbing II: I Wayan Sutarwan, S.Pd., M.Pd.H. Museum Balanga merupakan objek wisata edukasi yang memperkenalkan budaya Suku Dayak di Kalimantan Tengah, tetapi mengalami penurunan jumlah pengunjung dalam beberapa tahun terakhir. Atas anggapan tersebut penelitian ini dilakukan dengan dua fokus kajian permasalahan yaitu : 1) bagaimana kendala dalam manajemen pemasaran objek wisata sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan di Museum Balanga Kota Palangka Raya?., 2) bagaimana manajemen pemasaran objek wisata sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan di Museum Balanga Kota Palangka Raya ? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan landasan analisisnya menggunakan Teori Kendala (Theory of Constraints) dan Teori Pemasaran Relasional (Relationship Marketing). Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif, teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Teknik penentuan informan yang digunakan adalah teknik purposive sampling dengan teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik. Telaah dan metode analisis tersebut dapat diasumsikan hasil dari penelitian ini sebagai berikut. Pertama, kendala manajemen pemasaran objek wisata Museum Balanga yaitu meliputi kendala perencanaan, kendala pengorganisasian, kendala pengkoordinasian, dan kendala pengontrolan dalam manajemen pemasaran objek wisata sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan di Museum Balanga. Kedua, manajemen pemasaran objek wisata Museum Balanga yaitu pada perencanaan pemasaran, pengorganisasian pemasaran, pengkoordinasian pemasaran dan pengontrolan pemasaran objek wisata sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan di Museum Balanga serta strategi manajemen pemasaran yang diterapkan Museum Balanga seperti pemanfaatan media sosial dan kolaborasi dengan stakeholder pemandu wisata di Kalimantan Tengah, untuk membantu mempromosikan Museum Balanga kepada wisatawan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail