Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: ADE SUSANA
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

PENGELOLAAN TAMAN WISATA ALAM BUKIT TANGKILING SEBAGAI DESTINASI PARIWISATA BERKELANJUTAN

2026•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh status Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling sebagai kawasan konservasi yang memerlukan pengelolaan seimbang antara fungsi pelestarian lingkungan dan pemanfaatan wisata, serta adanya peningkatan jumlah kunjungan yang belum diimbangi dengan sistem pengelolaan yang konsisten. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan dan apa saja faktor pendukung serta penghambatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengelolaan kawasan tersebut serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pengelolaannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data terdiri atas data primer dari wawancara dengan informan dan data sekunder dari dokumen resmi serta literatur. Objek penelitian adalah implementasi pengelolaan destinasi wisata, sedangkan subjek penelitian meliputi Pengelola Resort Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling, masyarakat lokal, dan pengunjung. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan mengacu pada teori Pariwisata Berkelanjutan UNWTO melalui pendekatan Triple Bottom Line Elkington serta teori Manajemen POAC dari George R. Terry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling secara umum telah berjalan cukup baik dengan menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan pada aspek lingkungan, sosial budaya, dan ekonomi. Faktor pendukung meliputi komitmen pengelola, dukungan BKSDA, partisipasi masyarakat, potensi sumber daya alam, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Faktor penghambat meliputi rendahnya kesadaran pengunjung, keterbatasan fasilitas, anggaran, dan sumber daya manusia. Penelitian merekomendasikan peningkatan edukasi konservasi, perbaikan fasilitas, penambahan anggaran dan personel, serta penguatan sinergi antar pemangku kepentingan agar pengelolaan kawasan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGELOLAAN TAMAN WISATA ALAM BUKIT TANGKILING SEBAGAI DESTINASI PARIWISATA BERKELANJUTAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh status Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling sebagai kawasan konservasi yang memerlukan pengelolaan seimbang antara fungsi pelestarian lingkungan dan pemanfaatan wisata, serta adanya peningkatan jumlah kunjungan yang belum diimbangi dengan sistem pengelolaan yang konsisten. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan dan apa saja faktor pendukung serta penghambatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengelolaan kawasan tersebut serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pengelolaannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data terdiri atas data primer dari wawancara dengan informan dan data sekunder dari dokumen resmi serta literatur. Objek penelitian adalah implementasi pengelolaan destinasi wisata, sedangkan subjek penelitian meliputi Pengelola Resort Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling, masyarakat lokal, dan pengunjung. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan mengacu pada teori Pariwisata Berkelanjutan UNWTO melalui pendekatan Triple Bottom Line Elkington serta teori Manajemen POAC dari George R. Terry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling secara umum telah berjalan cukup baik dengan menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan pada aspek lingkungan, sosial budaya, dan ekonomi. Faktor pendukung meliputi komitmen pengelola, dukungan BKSDA, partisipasi masyarakat, potensi sumber daya alam, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Faktor penghambat meliputi rendahnya kesadaran pengunjung, keterbatasan fasilitas, anggaran, dan sumber daya manusia. Penelitian merekomendasikan peningkatan edukasi konservasi, perbaikan fasilitas, penambahan anggaran dan personel, serta penguatan sinergi antar pemangku kepentingan agar pengelolaan kawasan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail