Abstrak
Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Tangkiling di Kota Palangka Raya merupakan kawasan pelestarian alam untuk pariwisata dan rekreasi tanpa mengesampingkan fungsi konservasi. Pengelolaannya berada di bawah tanggung jawab Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini mengkaji: 1) Bagaimana peran BKSDA dalam pengelolaan TWA Bukit Tangkiling; 2) Apa saja kendala yang dihadapi BKSDA dalam pengelolaan TWA Bukit Tangkiling. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran dan kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan Teori Peran (role theory) untuk menganalisis kesesuaian antara peran yang diharapkan (expected role) dan peran yang dijalankan secara nyata (actual role). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan purposive sampling, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) BKSDA menjalankan perannya melalui lima aspek, yaitu perencanaan, pelaksanaan, perlindungan dan konservasi, pengawasan, serta evaluasi, yang sejalan dengan peran yang diharapkan (expected role); 2) kendala meliputi luas kawasan sekitar 500 hektare dengan topografi perbukitan, keterbatasan personel, serta keterbatasan anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana. Oleh karena itu, diperlukan penambahan personel dan anggaran agar fungsi konservasi dan wisata dapat berjalan beriringan.