Abstrak
Guru agama Hindu harus mau berubah dan tanggap kepada perubahan, harus siap dan merancang perubahan pola pembelajaran, terutama menghadapi semester baru ini. Sudah siapkah guru agama Hindu menghadapi tantangan tersebut, tentunya ini menjadi permasalahan pendidikan agama Hindu yang harus dihadapi bersama oleh seluruh komponen pendidikan agama Hindu. Untuk itu peneliti tertarik untuk mengkaji tentang Studi Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Era New Normal di SMAN 1 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Tujuan Penelitian untuk mengetahui tentang pelaksanaan dan kendala pembelajaran pendidikan agama Hindu era new normal di SMAN 1 Timpah Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Lokasi penelitian di SMAN 1 Timpah. Hasil penelitian sebagai berikut: Proses penyusunan perencanaan pembelajaran pada masa new normal covid 19 sudah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dimana RPP dan Silabus pendidikan agama Hindu sudah di modifikasi menjadi RPP satu lembar, mengacu kepada kurikulum K13. Proses pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan sistem gabungan antara daring dan luring yaitu blanded learning. Sistem Blanded Learning ini juga bukan murni Blanded Learning seperti dalam artian sesungguhnya yaitu pengabungan daring dan luring dengan melaksanakan pembelajaran di dalam kelas, melainkan siswa hadir di sekolah sesuai dengan jadwalnya hanya untuk mengantarkan atau mengumpulkan tugas yang berikan oleh guru mata pelajaran sesuai dengan jadwal pelajaran. beberapa kendala, dimana guru agama Hindu mengalami kesulitan untuk menyampaikan proses apersepsi, menjelaskan materi dan proses tanya jawab akibat dari penerapan belajar dari rumah. Sehingga pembelajaran dengan tatap muka tidak dapat dilaksanakan, dengan sistem daring pun tidak bisa dilaksanakan terkendala jaringan.