KARDIANTO
2023 · Book · Open Access
Belajar merupakan kegiatan pokok dalam proses pendidikan di sekolah. Belajar adalah usaha yang dilakukan secara sadar untuk merubah sikap dan tingkah lakunya. Dalam upaya mencapai perubahan tingkah laku dibutuhkan motivasi belajar dan minat belajar siswa. Motivasi merupakan salah satu faktor yang mendorong siswa untuk mau belajar. Sedangkan minat merupakan suatu rasa lebih suka, rasa ketertarikan fokus, ketekunan, usaha, pengetahuan, keterampilan pengaturan perilaku dan hasil interaksi seorang atau individu. Berdasarkan uraian tersebut, rumusan masalah yang diangkat penulis yaitu: 1) Bagaimana motivasi belajar siswa klas IV, V dan VI di SDN Batu Panahan Kecamatan Marikit. 2) Bagaimana minat belajar siswa kelas IV, V dan VI di SDN Batu Panahan Kecamatan Marikit. 3) Bagaimana hubungan antara motivasi belajar dengan minat belajar siswa kelas IV, V dan VI di SDN Batu Panahan Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriftif kuantitatif, Teknik pengumpulan data yaitu angket dan dokumentasi. Semua instrument telah memenuhi syarat-syarat pengukuran,karena telah diuji menggunakan uji normalitas dan uji korelasi product. Penelitian dilaksankan tanggal 15 Mei 2023, dengan hasil penelitian yang diperoleh yaitu setelah diuji normalitas motivasi belajar siswa bahwa menunjukkan nilai signifikan pada uji Kolmogorov sebesar 0.200 dan menurut uji Shapiro-Wilk menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,669. Nilai uji signifikannya berada di atas 0,05, sehingga data berdistribusi normal. Kemudian diketahui Correlations Coefficient (Koefisien Korelasi) sebesar 0,254, maka nilai ini menandakan adanya hubungan antara motivasi belajar dengan minat belajar siswa Kelas IV, V Dan VI di SDN Batu Panahan Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan.
NILLA SARI
2023 · Book · Open Access
NILLA SARI, 2023 : Penyelesaian Kasus Korban Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Oleh Mantir Adat Studi Kasus Di Wilayah Kedamangan Kecematan Kurun Kelurahan Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimmbing I, Citranu, MH, Ni Wayan Eka Sumartini, MH. Penyelesaian kasus korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas oleh mantir adat studi kasus di wilayah Kedamangan Kacamatan Kurun Kelurahan Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas. Adanya Lembaga adat dalam menyelesaikan kasus kecelakaan lalu lintas di Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas adalah supaya kasus tersebut dapat diselesaikan melalui musyawarah mufakat. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 2 (dua) hal yaitu: (1) Prosedur Penyelesaian Kasus Korban Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Oleh Mantir Adat Kelurahan Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas. (2) Dasar Pertimbangan Hukum Adat Pada Putusan Adat Yang Di Buat Oleh Mantir Adat Dan Pertimbangan Pihak Kepolisian Menyerahkan Penyelesaian Kasus Kecelakaan Kepada Mantir Adat Di Kecamatan Kurun Kelurahan Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas. Hasil Penelitian telah menunjukan bahwa kasus kecelakaan lalu lintas dapat diselesaikan oleh Lembaga Adat Kedamangan, dalam putusan adat oleh Mantir Adat yang menyelesaikan kasus tersebut adalah bahwa si pelaku dikenakan pasal 40 yaitu Singer Sahiring sejumlah 600 kati ramu, bilamana diuangkan yaitu sebesar Rp. 60.000.000.00 (Enam Puluh Juta Rupiah) Mantir Adat memberikan jalan berdamai dan perkara pun dapat diselesaikan melalui perdamaian. Penyelesaian kasus melalui Lembaga kedamangan bukan menitikberatkan pada menang atau kalah dari salah satu pihak melainkan kembalinya keseimbangan yang terganggu, sehingga masing-masing pihak dapat kembali melakukan kegiatan hidup dengan tenang tentram dan damai. Hasil penelitian dan analisis data tersebut maka dapat disimpulkan yaitu : 1) Prosedur penyelesaian kasus korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas oleh mantir adat Kelurahan Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas dilakukan secara perdamaian adat dengan cara musyawarah mufakat berdasarkan hukum adat yang berlaku setempat. 2) Dasar pertimbangan hukum adat pada putusan adat yang di buat oleh mantir adat dan pertimbangan pihak kepolisian menyerahkan penyelesaian kasus kecelakaan kepada mantir adat Kelurahan Kuala Kurun Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas yaitu berdasarkan ketentuan pada Pasal 40 ayat 2a,2b Perjanjian Perdamaian Adat Dayak Tumbang Anoi, dan Peraturan Kepolisian No. 8 Tahun 2021 Tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif. Kata Kunci : Penyelesaian, kasus, kecelakaan, mantir adat.
BELLA SARTIKA DEWI
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK BELLA SARTIKA DEWI, 2023 : Pemenuhan Jalan Hadat Perkawinan Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tarusan Danum Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Fakultas Dharma Sastra, Program Studi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I).Mariatie, S.Ag.,M.Si. Pembimbing (II). I Kadek Kartika Yase, SH.,AH.,MH. Pemenuhan Jalan Hadat merupakan satu hal yang wajib dilaksanakan dalam perkawinan umat Hindu Kaharingan sebagai bentuk wujud keseriusan dan tanggung jawab dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan, dimana jalan hadat diartikan sebagai nilai dari seorang perempuan yang harus dipenuhi dalam bentuk barang-barang sesuai dengan aturan adat yang berlaku. Masalah yang diteliti : (1) Apa Persyaratan Jalan Hadat Pada Perkawinan Umat Hindu Kaharingan di Desa Tarusan Danum Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan ? (2) Bagaimana Proses Pemenuhan Jalan Hadat Pada Perkawinan Umat Hindu Kaharingan di Desa Tarusan Danum Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan ? Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Simbol dari Dillistone dan Teori Religi dari Roberthon Smith (Koentjaraningrat). Berdasarkan hasil penelitian bahwa syarat-syarat adat perkawinan di kalangan masyarakat Dayak ngaju khususnya di Desa Tarusan Danum dikenal dengan jalan hadat terdiri dari : Saput, Palaku, Sinjang Entang, Lapik Luang, Bulau Singah Pelek, Lamiang Turus Pelek, Pinggan Pananan Pahanjean Kuman, Tutup Uwan, Rapin Tuak, Duit Turus, Timbuk Tangga, Alat Pisek, Bulau Ngandung, Batu Kaja, Garantung Kuluk Pelek, Turus Pangingat, Lapik Ruji, Alat Tidur. Adapun Proses acara penyerahan jalan hadat oleh pihak laki-laki kepada pihak perempuan sebagai syarat adat yang diserahkan sebelum acara peneguhan/pemberkatan oleh Lembaga Agama dalam hal ini Ketua Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan Kecamatan Tewang Sangalang Garing. Yang melaksanakan penyerahan jalan hadat dalam perkawinan yaitu pihak laki-laki melalui mantir adat dan beberapa rekan lain yang bersangkutan. Setelah selesai penyerahan jalan hadat dibuatkan Surat Perjanjian Kawin menurut adat Dayak Ngaju Kalimantan Tengah yang ditanda tangani bersama kedua mempelai, kedua orang tua, saksi-saksi kedua belah pihak dan diketahui oleh Mantir Adat serta RT setempat.
PONSA LIANA
2023 · Book · Open Access
LIANA PONSA, 2023, Peran Damang Kepala Adat Dalam Menyelesaikan Kasus Percobaan Pembunuhan Jere Ngompatoi Di Desa Konut Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya. Skrispsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang ( IAHN-TP ) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Riwun, S.Ag., M.Si. Pembimbing II Emilson Atharwan, MH. Lembaga Adat Kedamangan merupakan warga sentral yang bertanggung jawab penuh agar tetap lestari, berdayaguna dan berkembangnya hukum adat dayak, adat istiadat dan kebiasaan-kebiasaan, tradisi dalam masyarakat dayak di kaliamatan tengah secara umumnya di kabupaten murung raya pada khususnya. Dengan adanya lembaga adat dalam Menyelesaikan Kasus Percobaan Pembunuhan Jere Ngompatoi Di Desa Konut Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya supaya kasus tersebut dapat diselesaikan dengan musyawarah mufakat. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 2 (dua) hal yaitu (1) bagaimanakah peran damang kepala adat dalam menyelesaikan kasus percobaan pembunuhan jere ngompatoi di desa konut kecamatan tanh siang kabupaten murung raya? (2) bagaimanakah proses Penyelesaian Kasus Percobaan Pembunuhan Jere Ngompatoi Di Desa Konut Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya? Dalam penelitian ini menggunakan Metode peneltian yaitu observasi, wawacara, perpustakaan dan dokumentasi adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini. Adalah 5 sebsnayak (Lima) orang yang terdiri dari Yaitu mantir 1 orang, Kepala Desa dan seketaris Desa, Damang Kepala Adat, dan Seketaris Damang. Penelitian ini menggunakan teori 1.Teori Kewenagan 2.Teori penyelesaian sengketa, dalam penelitian ini data-data yang diperoleh dari narasumber maupun dari buku-buku di kumpulkan dan disusun secara sistematis kemudian di analisis secara deskriftif kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, ferifkasi data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian dan analisis data tersebut maka dapat dihasilkan suatu kesimpulan, (1). Peranan Damang Dalam Menyelesaikan Kasus Percobaan Pembunuhan Jere Ngompatoi di Desa Konut Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya. Sangat berperan dalam menylesaikan sebagai Mediator dan Hakim Perdamaian Adat yang memberi sanksi atau meneri denda adat kepada kedua belah pihak serta memutuskan perkara secara adil kepada kedua belah pihak. (2). Proses Penylesaian Kasus Percobaan Pembunuhan Jere Ngompatoi di Desa Konut yaitu adanya Pelaporan,Pemanggilan Para Pihak, dan Saksi-Saksi yang melihat untuk mengadakan musawarah dan mufakat (Mediasi) dan Sanksi Denda Adat sebesar Rp. 300.000 Kepada Kedua Belah Pihak yang diberikan Mantir Adat dan dan di sertai kewajiban melakukan ritual Adat hasaki hapalas untuk mengakhiri Perselisihan diantara kedua belah pihak. Kata Kunci : Peran, Damang Kepala Adat, Penyelesaian Kasus dan Percobaan Pembunuhan (Jere Ngompatoi)
NI PUTU MILA PURWANTI
2023 · Book · Open Access
Ni Putu Mila Purwanti. 2019. Tri Aspiyana, M.Pd., Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd.,M.Pd. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Penerapan Media Kolase Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Kelas 3 Pada Anak Tunadaksa di SLBN 1 Palangka Raya.
SLBN 1 Palangka Raya dalam kegiatan observasi awal yangn dilakukan mendapatkan hasil bahwa dalam proses pembelajaran dalam kelas memerlukan hingga dua guru untuk membantu membimbing siswa dalam belajar. Hal ini dikarenakan, siswa tunadaksa yang dimana memiliki keterbatasan fisik, hal itu lah yang membuat siswa kesulitan dalam menulis/memegang pensil maka perlu didampingi secara langsung oleh guru, dalam kondisi siswa yang memiliki keterbatasan gerak tersebut guru perlu menerapkan media dalam pembelajaran guna meningkatkan motoric siswa, media digunakan sebagai stimulus yang diberikan guru dalam pembelajaran dengan harapan adanya media pembelajaran siswa akan menjadi lebih aktif dan dapat meningkatkan hasil belajar teruma pada pembelajaran matematika. Dari latar belakang tersebut, pada penelitian ini terdapat dua rumusan masalah, yaitu: 1). Apakah media kolase dapat meningkatkan hasil belajar matematika kelas 3 pada anak tunadaksa di SLBN 1 Palangka Raya; 2). Bagaimana penerapan media kolase dalam meningkatkan hasil belajar matematika kelas 3 pada anak tunadaksa di SLBN 1 Palangka Raya. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk dapat mengetahui ada tidaknya pengaruh penerapan media kolase pada pembelajaran matematika pada anak tunadaksa di SLBN 1 Palangka Raya.
Penelitian ini memakai metode penelitian tindakan kelas yaitu terdiri dari dua siklus dalam setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Didalam penelitian ini peneliti berkolaborasi dengan guru kelas, peneliti sebagai pelaksana dan guru kelas sebagai pengamat atau kolaborator. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan teknik presentase untuk melihat kecenderungan yang terjadi dalam pembelajaran, dan data yang diperoleh melalui instrument yang telah dikumpulkan sebelumnya diolah menjadi data kuantitatif. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penelitian ini berhasil dikarenakan telah mencapai indikator keberhasilan. Yang ditunjukkan dengan perolehan rata-rata pada siklus 1 yaitu 3 kriteria baik dan pada siklus 2 dengan kriteria menjadi sangat baik dengan rata-rata 3,76. Dan pada siklus 1 presentase siswa yang tuntas sebesar 75% kemudian meningkat menjadi 100% pada siklus 2. Hal ini menunjukan bahwa penelitian ini berhasil meningkatkan hasil belajar siswa setelah adanya penerapan media kolase pada pembelajaran matematika dengan materi penjumlahan.
JUNARTO
2023 · Book · Open Access
Junarto, 2023. Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan
Toleransi Beragama Siswa Hindu Di SMAN 1 Parenggean Kabupaten
Kotawaringin Timur. Skripsi, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut
Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya.
Pembimbing I : Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag., M.Ag, Pembimbing II : Dr. I
Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.A.
Skripsi ini mengkaji tentang Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam
Menanamkan Toleransi Beragama Siswa Hindu Di SMAN 1 Parenggean
Kabupaten Kotawaringin Timur, sebab terjadinya permasalahan ini dikarenakan
adanya fenomena bahwa kurangnya toleransi beragama pada siswa Hindu. Untuk
hal tersebut tentunya penanaman sikap toleransi beragama ada hubungannya
dengan peran guru agama Hindu. Oleh karena itu, jika ada kendala bagimana cara
guru dalam menanamkan sikap toleransi beragama pada peserta didik.
Berdasarkan hal yang dikaji adalah : 1) Bagaimana peran guru agama Hindu
dalam menanamkan pendidikan toleransi beragama pada siswa Hindu di SMAN 1
Parenggean. 2) Apa saja kendala penerapan toleransi Bergama yang diberikan
guru pendidikan agama Hindu kepada siswa Hindu di SMAN 1 Parenggean.
3)Bagaimana implementasi toleransi beragama pada siswa Hindu di SMAN 1
Parenggean. Penelitian ini bertujuan : 1) Mengetahui Peran Guru Agama Hindu
Dalam Menanamkan Pendidikan Toleransi Beragama Pada Siswa Hindu Di
SMAN 1 Parenggean. 2) Mengetahui Kendala Penerapan Toleransi Beragama
Yang Diberikan Guru Pendidkan Agama Hindu Kepada Siswa Hindu Di SMAN
1 Parenggean. 3) Mengetahui Implementasi Toleransi Beragama Pada Siswa
Hindu Di SMAN 1 Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timur. Adapun manfaat
dalam penelitian ini adalah untuk dalam pengembangan ilmu pengetahuan di
bidang pendidikan agama Hindu, khususnya yang terkait dengan peran guru
agama Hindu dalam menanamkan pendidikan toleransi beragama pada siswa
Hindu di SMAN 1 Parenggean.
Penelitian ini berjenis penelitian lapangan dengan menggunakan metode
deskriptif kualitatif, peneliti ingin mendeskripsikan data lapangan yang didapat
sehingga mendapat sebuah gambaran umum mengenai permasalahan penelitian.
Adapun informan dalam penelitian ini terdiri dari Kepala Sekolah, guru agama
Hindu dan siswa Hindu di SMAN 1 Parenggean. Teknik informan yang
digunakan yaitu Porposive Sampling. Teknik Analisis Data dilakukan dengan
observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teori yang digunakan adalah
teori peran, teori kendala dan teori implementasi.
Hasil penelitian digunakan untuk menunjukan bahwa: 1) Guru agama Hindu
memiliki beberapa peran yaitu peran guru sebagai penidik, peran guru sebagai
pembimbing, peran guru sebagai penasehat, peran guru sebagai motivator dan
peran guru sebagai fasilitator. 2) Kendala dalam penanaman sikap toleransi
beragama terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal terdiri dari
xi IAHN-TP Palangka Raya
kurnagnya kedisiplinan guru, kurangnya pengawasan guru, kurangnya persiapan
dalam mengajar, dan pemilihan metode pembelajaran yang kurang tepat. Faktor
eksternal meliputi kurangnya sarana dan prasarana, kurangnya persahabatan antar
siswa dan belum terinternalisasikannya ajaran agama. 3) Implementasi toleransi
beragama bersumber pada ajaran Vaisudhaiva Kutumbhakam, Tat Tvam Asi dan
Tri Hita Karana. Namun pengimplemntasian belum dapat dilakukan dengan baik
karena belum terinternalisasikannya ajaran agama pada siswa di SMAN 1
Parenggean
RINI ASTUTI
2023 · Book · Open Access
-
NATALIA
2023 · Book · Open Access
Hotel merupakan salah satu bisnis yang bergerak pada sektor jasa khususnya akomodasi. Segmen pasar yang dituju adalah para tamu yang datang dengan tujuan untuk beristirahat, urusan bisnis, pariwisata, dan refresing. Berdasarkan hal tersebut manajemen pelayanan seharusnya melayani tamu dengan baik bersikap ramah, santun, dan sopan. Berdasarkan hal tersebut, maka yang diteliti adalah: (1) Bagaimana Upaya Manajemen Pelayanan Konsumen di Swiss-belhotel Danum Kota Palangka Raya, (2) Apa Kendala Manajemen Pelayanan Konsumen di Swiss-belhotel Danum Palangka Raya, (3) Bagaimana Dampak Penerapan Manajemen Pelayanan Konsumen di Swiss-belhotel Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah Teori Organisasi Hanry Fayol, Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah; Observasi, Wawancara, Studi Kepustakaan, dan Dokumentasi, teknik analisis data menggunakan Purposive Sampling. Hasil penelitian ini adalah, upaya manajemen pelayanan konsumen yaitu menerapkan: perencanaan, pengorganisasin, pengontrolan dan evaluasi sudah cukup baik. Namun perlu ditingkatkan lagi pelatihan karyawan sehingga menghasilakn karyawan yang profesional, kendala manajemen pelayanan konsumen yaitu:(1) promosi yang dilakukan Swiss-belhotel Danum sudah cukup baik namun masih kurang maksimal. dan (2) fasilitas yang dimiliki pihak hotel sudah cukup baik, namun perlu ditingkatkan dalam penanganan fasilitas yang kurang berfungsi. Sedangkan Dampak penerapan manajemen pelayanan konsumen pelanggan merasa cukup puas dengan pelayanan yang diberikan oleh Swiss-belhotel. Namun masih perlu ditingkatkan lagi pelayanan dan fasilitas sehingga konsumen dapat menikmati dan merasa puas.
INDAE
2023 · Book · Open Access
INDA,2023, Peran Mantir Adat Dalam Penyelesaian Perkawinan Dibawah Umur Di Desa Tewang Tampang Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Skripsi, Fakultas Dharma Sastra, Prodi Hukum Adat Institute Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Dra Made Ratini, M.Si. Pembimbing (II) Sri kayun, SH.,M,Si Perkawinan di bawah umur merupakan perkawinan yang dilangsungkan oleh seorang perempuan dan laki-laki sebelum usia 19 tahun karena melanggar adat dan diselesaikan oleh mantir adat melalui perkawinan adat setempat sehingga terhindar dampak bagi lingkungan sekitar. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 2 (dua) hal yaitu : (1) peran mantir adat dalam proses penyelesaian perkawinan di bawah umur di desa tewang tampang kecamatan tasik payawan kabupaten katingan ? (2) Dampak apabila tidak dilakukan penyelesaikan secara adat pada perkawinan di bawah umur di desa tewang tampang kecamatan tasik payawan kabupaten katingan ? Adapun Teori yang yang relevan dalam penelitian ini adalah Teori Kewenangan dan Teori sebab akibat (kausalitas). Subjek penelitian Kedamangan, Mantir adat, Masyarakat, Tokoh Masyarakat, Kepala Desa, Pihak perempuan dan Orang tua Pihak Laki laki. Metode yang di gunakan untuk pengumpulan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul di analisis dengan metode kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Dari analisis data tersebut di atas maka dapat disimpulkan : (1) Peran mantir adat dalam proses penyelesaian perkawinan di bawah umur di desa tewang tampang kecamatan tasik payawan kabupaten katingan yaitu mantir adat menyelesaikan dengan adat setempat dan proses penyelasaian tahap pelaporan, musyawarah, pelaksanaan upacara perkawinan. (2) Dampak apabila tidak dilakukan penyelesaikan secara adat pada perkawinan di bawah umur di desa tewang tampang kecamatan tasik payawan kabupaten katingan yaitu Dampak positif bagi kedua pasangan terhindar dari prasangka masyarakat lingkungan dan penetralan lingkungan. Dampak negatif terdapat Malapetaka tidak hanya bagi kedua pasangan namun lingkungan sekitarpun berdampak buruk. Kata kunci : Perkawinan di bawah umur, Peran Mantir Adat, Dampak
KRISNA WIDIA
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK
Krisna Widia. 2023. Peran Organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Hindu Periode 2022-2023 Dalam Melatih Public Speaking Mahasiswa Fakultas Dharma Acarya. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H., M.Pd.H dan Pembimbing II. I Made Paramarta, S.Ag., M.Si
Kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan gagasan atau pendapat masih kurang disebabkan kurang percaya diri. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya sebagai salah satu perguruan tinggi di kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah meluluskan mahasiswa-mahasiswa yang mampu berperan sebagai agen perubahan. Hal ini relevan sekali karena mata kuliah di perguruan tinggi tersebut hampir semuanya membutuhkan diskusi-diskusi dalam pembelajarannya. Maka mahasiswa Pendidikan Agama Hindu diharapkan memiliki wawasan yang luas dan kepercayaan diri yang tinggi dalam menyampaikan gagasan. Dari permasalah yang di atas peneliti tertarik untuk meneliti terkait Peran Organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Hindu periode 2022-2023 dalam melatih public speaking mahasiswa Fakultas Dharma Acarya berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini mengkaji tentang 1) Bagaimana peran organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Hindu periode 2022-2023 dalam melatih Public Speaking mahasiswa Fakultas Dharma Acarya?, 2) Fakor apa sajakah yang menjadi kendala organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Hindu periode 2022-2023 dalam melatih Public Speaking mahasiswa Fakultas Dharma Acarya?
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan beberapa hal tentang peran organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) pendidikan agama Hindu periode 2022-2023 dalam melatih public speaking mahasiswa Fakultas Dharma Acarya yaitu: 1). HMPS pendidikan agama Hindu memiliki beberapa program kerja dalam 1 tahun kepengurusan seperti: pengabdian kepada masyarakat, makrab/malam keakraban mahasiswa prodi pendidikan agama Hindu, Basarah rutin prodi dan lomba keagamaan Hindu tingkat mahasiswa. 2). HMPS pendidikan agama Hindu memiliki dua program kerja yang telah dilakukan HMPS dalam melatih public speaking mahasiwa seperti: kegiatan bakti sosial dan kegiatan pelatihan dan pembinaan dalam kegiatan Basarah rutin prodi. 3), Faktor yang menjadi kendala dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) pendidikan agama Hindu terbagi menjadi dua yaitu: a) Faktor internal yaitu, minat mahasiswa pendidikan agama Hindu masih kurang dikarenakan memiliki kesibukkan pribadinya masing-masing dan sulitnya mengatur waktu kegiatan. b) Faktor eksternal yaitu, kurangnya dukungan dana dari pihak lembaga perguruan tinggi.
THERESIA
2023 · Book · Open Access
THERESIA, 2023 Nilai-Nilai Pendidikan Hindu Dalam Upacara Ngansak Ja Pada Umat Hidu Kaharingan Di Desa Sumber Garunggung Kabupaten Barito Timur Dosen Pembimbing I. Dr. Nali Eka, S.Ag.,M.Si Dosen Pembimbing II. Megawati, S.Pi.,M.Pd.H Skripsi ini mengkaji upacara Ngansak Ja pada umat Hindu Kaharingan di Desa Sumber Garunggung. Masyarakat secara umum dan Hindu khususnya belum banyak memahami tentang upacara Ngansak Ja apalagi fungsi, makna dan nilai-nilai pendidikannya. Upacara Ngansak Ja menjadi upacara penting dalam mengendalikan diri, pikiran dan prilaku Samvara apalagi di dunia moderen sekarang ini. Berdasarkan masalah tersebut peneliti mengkaji dengan rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimana Tata Cara Pelaksanaan Upacara Ngansak Ja Menurut Umat Hindu Kaharingan di Desa Sumber Garunggung?, 2) Mengapa upacara Ngansak Ja dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan di desa Sumber Garunggung?, 3) Apa nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu yang terkandung dalam upacara Ngansak Ja?. Tujuan yang ingin dicapai yaitu untuk mengetahui tentang tata cara pelaksanaan upacara Ngansak Ja, mengapa upacara Ngansak Ja dilaksanakan serta kaitannya dengan nilai-nilai pendidikan agama hindu serta menambah wawasan bagi masyarakat umat Hindu Kaharingan di Desa Sumber Garunggung. Teori yang digunakan: 1) Teori Interaksionisme Simbolik Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif, teknik penentuan informan yang digunakan yakni Purposive Sampling. Teknik penentuan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik. teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verivikasi. Berdasarkan analisis data peneliti yang landasi teori atau konsep dapat disimpulkan bahwa: (1) tata cara pelaksanaan pada upacara Ngansak Ja ini terbagi menjadi tiga tahap yaitu meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap akhir. (2) alasan upacara Ngansak Ja dilaksanakan ialah memohon kepada para roh leluhur Laang Tana penghuni hutan, Datu Tumpuk penjaga kampung. Setelah itu meminta perlindungan supaya semua aktivitas masyarakat desa sumber garunggung dilindungi oleh para roh leluhur. (3) Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam upacara Ngansak Ja Adalah Nilai Pendidikan Tattwa, Nilai Pendidikan Susila, Nilai Pendidikan Sosial, Nilai Pendidikan Upacara.
ENDANG
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK
Endang . 2023. Nilai-nilai Pendidikan Hindu Dalam Ritual Pakanan Sahur Lewu Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Jelemu Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya
Pembimbing I Dr.Derson,S.Ag.,M.Ag
Pembimbing II Hendri,S.Ag.,M.Si
Penelitian dalam skripsi ini mengkaji tentang Nilai-nilai Pendidikan Hindu dalam ritual Pakanan Sahur Lewu pada masyarakat hindu Kaharingan di Desa Jelemu Raya Kecamatan Rungan Barat kabupaten Gunung Mas. Ritual pakanan sahur lewu merupakan rirual bagian dari pitra yajnya yang pelaksanaanya masih belum banyak dipahami secara mendalam tentang nilai pendidikan oleh sebagian masyarakat Hindu Kaharingan sendiri, karena ritual pakanan sahur lewu disamping memiliki nilai pendidikan, juga mengandung makna nilai religius yang sangat diyakini yang dapat menjaga serta memberi kesehatan dan keselamatan. Berdasarkan latar belakang,maka dalam penelitian ini mengkaji: (1) Bagaimana proses ritual pakanan sahur lewu pada masyarakat hindu Kaharingan di Desa Jelemu Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas ?. (2) Aka kajian Nilai-nilai pendidikan Hindu yang terdapat dalam ritual pakanan sahur lewu pada masayarakat Hindu Kaharingan di Desa Jelemu Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas ?
Teori yang digunakan untuk menganalisis terhadap rumusan masalah, yaitu mengunakan 2 (dua) teori. Teori fungsional struktural, dan Teori nilai. Sedangkan tekhnik yang digunakan dalam pengumpulan data, yakni observasi, wawancara, dokumentasi, kemudian data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif berupa wawancara dengan para informan yang benar-benar mengetahui tentang permasalahan yang diteliti.
Hasil penelitian yang dikaji Ritual pakanan sahur lewu yang dilakukan oleh masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Jelemu Raya dilakukan sesuai dengan proses atau hapan-tahapan yang sudah diwariskan secara turun-temurun. Adapun proses tahapan; 1) Tahap musyawarah,menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan, meminjam (mencari) Basir. 2) Tahap pokok; narinjet marawei sahur (memanggil roh leluhur), maganjan (menari mengelilingi rumah patahu atau keramat). 3) Tahap akhir; membuka atau memeriksa behas hambaruan (melihat ciri atau tanda roh yang terdapat pada beras), Persembahan sesajen di rumah patahu, dan pali (pantangan). Sedangkan Nilai pendidikan; 1) Nilai pendidikan tattwa atau Ketuhanan terletak pada proses hingga berakhir pelaksanaan ritual pakanan sahur lewu, sebab mantra-mantra yang diucapkan oleh Basir melalui beras tawur merupakan penyampaian permohonan doa kepada Ranying Hatala Langit, Tuhan Yang Maha Esa serta manifestasi-Nya. 2) Nilai pendidikan etika merupakan adanya aturan-aturan tertentu yang harus ditaati dan dipatuhi sesuai dengan aturan yang sudah dibrlakukan secara turun-temurun. 3) Nilai ritual dilihat dari dari beberapa aspek, baik nilai tattwa maupun nilai etik. Nilai tattwa yang terdapat pada ritual pakanan sahur lewu yaitu adanya suatu keyakinan masyarakat Hindu Kaharingan bahwa sahur parapah dipercayaii sebagai manifestasi Tuhan Yang Maha Esa (Ranying Hatalla Langit) yang dapat membantu manusia dari berbagai musibah sehingga kehidupan manusia menjadi harmonis.
HARDIANTO
2023 · Book · Open Access
Hardianto, 2019. Penyelesaian Kasus Perselingkuhan oleh Kedamangan Di Desa Tumbang Bantian Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Intitut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Riwun. S.Ag, M.Si dan pembimbing II Alfred Yetno.SH.MH. Perselingkuhan pada umumnya banyak terjadi pada anggota keluarga yang kurang memiliki kualitas keagamaan yang mantap, lemahnya dasar cinta, komunikasi yang kurang lancar dan harmonis, sikap egois dari masing-masing, emosi yang kurang stabil, dan kurang mampu membuat penyesuaian diri. Berdasarkan hasil peninjauan di Desa Tumbang Bantian pada tanggal 10 Januari 2023 langsung bertemu kedua pasang suami istri yang bernama Naurika dan Pendi. Naurika menjalas kronologi awal dari perselingkuhan Pendi adalah kurang rasa keharmonisan dalam rumah tangga. Permasalhan yang diteliti adalah 1) faktor penyebab terjadinya Perselingkuhan di Desa Tumbang Bantian Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya? 2) Bagaimana proses Penyelesaian Kasus Perselingkuhan Oleh Kedamangan di Desa Tumbang Bantian Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya? 3) Apa dampak dari perselingkuhan apabila tidak diselesaikan oleh Kedamangan di Desa Tumbang Bantian Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yang dimana maksud untuk memahami fenomena apa yang dialami oleh subjek penelitian. Untuk jenis penelitian yang menggunakan data primer dan skunder dan teknik informan untuk tujuan tertentu yang menghubungkan data yang dilakukan dengan cara teknik observasi, teknik keperpustakaan, dokumentasi, dan wawancara. Dari hasil penelitian dapat dianalisis: 1) faktor peyebab terjadinya perselingkuhan Di Desa Tumbang Bantian Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya karena faktor internal dan eksternal faktor internal bersumber dari dalam kehidupan perkawinan yaitu adanya komplik yang tidak kunjung selesai dan terus menerus yang selalu menjadi adanya pertengkaran dalam rumah tangga keluarga tersebut yang melatar belakangi ekonomi. Sedangkan faktor ekternal yaitu bersumber dari luar kehidapan perkawinan pasangan itu sendiri, dengan kemajuan teknologi seperti lingkungan pergaulan yang mengunakan fasilitas internet melalui hp/smartphone selalu mendorong mereka untuk mengambil keputusan mencoba menjalin hubungan perselingkuhan, pengaruh hp/smartphone yang membuat mereka menjalin hubungan secara diam-diam. 2) Penyelesaian Kasus perselingkuhan, pemangilan kedua belah pihak pihak laki-laki maupun pihak perempuan untuk mencari solusinya musyawarah atau mufakat, laporan, menyakan kepada kedua belah pihak, dan para Damang Kepala Adat serta Mantir Adat, Tokoh Masyarakat ikut hadir dalam penyelesaian tersebut 3) dampak dari penyelesain perselingkuhan yang pertama untuk anak mereka yang dimana masih usia dini, mempengaruh pergaulan anak pada umunya. Kata Kunci: Penyelesaian, Kasus Perselingkuhan, Kedamangan.
SRI LODIA
2023 · Book · Open Access
SRI LODIA, 2023 : Ritual Baleh Bunu Pada Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Empas Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas ( Perspektif Hukum Hindu ). Fakultas Dharma Sastra, Program Studi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I).Sri Kayun, SH.,M.Si. Pembimbing (II). Herwandi, S.Pd.AH.,M.H. Ritual Baleh Bunu adalah salah satu bentuk upacara Bhuta Yajna yang dilaksanakan oleh Umat Hindu Kaharingan jika ada yang meninggal dunia (mati) karena tertimpa kayu (punyet kayu), tertimbun tanah (punyet petak), dan tenggelam di air (matei buseng). Ritual ini bertujuan untuk membalas dan mengakhiri musibah kematian yang disebabkan oleh kekuatan roh gaib yang sifatnya jahat yang meminjam wujud kayu, tanah, dan air. Masalah yang diteliti : (1) Bagaimana Proses Pelaksanaan Ritual Baleh Bunu Pada Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Empas Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas ( Perspektif Hukum Hindu ) ? (2) Apa Akibat Apabila Tidak Dilakukan Ritual Baleh Bunu Pada Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Empas Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas ? Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori religi dari Koentjaraninggrat dan teori simbol dari Sobur serta teori sebab akibat (kausalitas) dari Von Buri, Treger dan Causa Proxima. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa proses ritual baleh bunu dilaksanakan selama dua hari satu malam, upacara MamBaleh bunu dilaksanakan pada tengah malam dimana ketujuh laki – laki yang terpilih atau yang sudah ditenung yang melaksanakan atau MamBaleh bunu dengan cara menombak kayu yang menimpa seseorang hingga meninggal yang dipandu oleh Basir upu yang ada disana. Dasar Hukum pelaksanaan Ritual Baleh Bunu Pada Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Empas Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas ( Perspektif Hukum Hindu ) adalah Kitab Suci Panaturan sebagai sumber Hukum Hindu Kaharingan yang telah tertulis pada pasal 32 tentang “Ranying Hatalla Janjaruman Akan Panakan Raja Bunu Auh Jalan Ewen Buli Haluli Manalih Iye” . Adapun akibat dari tidak melaksanakan ritual baleh bunuh ini yaitu keluarga duka atau mayarakat akan selalu dihantui dengan rasa takut atau was-was saat akan bepergian ke hutan, air, dan sebagainya. Karena jika ritual baleh bunu tidak dilaksanakan takutnya roh jahat (ganan kayu) akan mengulangi perbuatannya lagi dengan membunuh keluarga atau keturunan yang meninggal ataupun masyarakat yang ada di Desa Tumbang Empas maka dari itu ritual baleh bunu harus dilaksanakan supaya memutuskan sial pada masyarakat dan keluarga atau keturunan yang meninggal. Dampak yang terjadi tidak hanya kepada keluarga yang meninggal saja tetapi juga kepada masyarakat yang berada di Desa tempat kejadian. Kata Kunci : Baleh Bunu, Upacara Kematian, Umat Hindu Kaharingan
MURTIANA
2023 · Book · Open Access
MURTIANA, 2023, Ritual Bayar Saut Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur (Perspektif Hukum Hindu) Skripsi. Fakultas Dharma Sastra. Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri “Tampung Penyang” (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I) Dra. Ni Made Ratini, M.Si. Pembimbing (II). I Kadek Kartika Yase, SH.AH., MH. Ritual Bayar Saut adalah ritual yang dilaksanakan untuk membayar hajat (janji) atas terpenuhinya permintaan yang dimohonkan kepada para leluhur berupa persembahan atau korban suci sesuai yang dijanjikan. Masalah yang diteliti : (1). Bagaimana proses pelaksanaan ritual Bayar Saut di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur? (2) Faktor apa yang mendorong umat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur melaksanakan ritual Bayar Saut? (3) Apa dampak yang terjadi apabila tidak dilaksanakan ritual Bayar Saut bagi masyarakat Hindu Kaharingan? Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah tersebut adalah Teori Religi, Teori Simbol dan Teori Kausalitas atau Sebab Akibat. Subjek penelitian ini adalah Pisor, Ketua Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan, Tokoh Agama Hindu Kaharingan, Tokoh masyarakat di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Pihak yang melaksanakan ritual. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan metode kualitatif dengan Langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Proses pelaksanaan ritual Bayar Saut di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur terlebih dahulu mencari Pisor untuk memimpin ritual dan hari pelaksanaannya ditentukan dengan memilih hari yang baik, menyiapkan sarana dan prasarana lengkap, melalui tahapan-tahapan proses yang harus dilakukan, serta setelah melaksanakan ritual ada pali atau pantangan. (2) Faktor yang mendorong umat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur melaksanakan ritual Bayar Saut terdapat 3 faktor yaitu, faktor sakit, faktor kepercayaan terhadap leluhur, dan faktor adanya hajat (janji) kepada leluhur. (3) Dampak yang terjadi apabila tidak dilaksanakan ritual Bayar Saut bagi masyarakat Hindu Kaharingan ada 2 dampak yaitu, sakit-sakitan dan terkena sial. Kata Kunci : Ritual, Bayar Saut, Perspektif Hukum Hindu
KRISNAWATI
2023 · Book · Open Access
ABSTAKSI Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab kesulitan membaca yang dialami oleh siswa dan bagaimana strategi atau kendala guru dalam mengatasi siswa yang sulit membaca dikelas III SDN 6 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data untuk memperoleh sebuah data tentang kesulitan membaca yang dialami siswa kelas III melalui observasi dan wawancara yang dilakukan dengan kepala sekolah, guru dan siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan oleh peneliti di sekolah terdapat beberapa siswa yang mengalami kesulitan membaca mengeja, sulit mengenal huruf, dan masih sulit menggabungkan huruf abjad, yaitu terdapat 7 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan dikelas III A dan III B. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkans strategi guru mengatasi siswa sulit membaca di kelas III SDN 6 Menteng adalah memberikan waktu jam belajar tambahan sepulang sekolah kesiswa untuk melakukan bimbingan belajar yang diberikan kesiswa. Dengan adanya melaksanakan jam belajar tambahan disekolah beberapa siswa berhasil membaca lancar seperti dikelas III A, dua (2) siswa laki-laki berhasil lancar membaca, sedangkan dikelas III B, siswa laki-laki satu (1) berhasil mengeja lancar dan perempuan dua (2) berhasil bisa memggabungkan suku kata huruf atau kalimat. Sedangkan kendala guru mengatasi siswa sulit membaca adalah siswa kurang belajar dirumah, dukungan atau bimbingan dan perhatian dari orang tua kurang, orang tua kurang peduli masalah anaknya, orang tua murid mengharapkan guru yang mengajarkan disekolah, pemahaman pengetahuan siswa kurang sehingga materi pelajaran masih banyak tertinggal, pelajaran tidak efektif karena guru harus mengajar siswa membaca mengeja, mengajar mengenal huruf, mengajar menggabungkan huruf kalimat abjad dan masih keliru mengenal huruf J,B,D, siswa masih mengeja. Selanjutnya kendala belajar membaca seperti belum lancar mengeja, menggabungkan kalimat huruf masih sulit, masih belum bisa mengenal huruf karena tidak ada buku untuk belajar dirumah, dirumah jarang belajar, sering belajar sendiri dirumah, belajar jadi malas, PR kadang tidak dikerjakan, jarang diajarkan dibimbing orang tua. ABSTRACT The purpose of this research is to find out the causes of reading difficulties experienced by students and what are the teacher's strategies or obstacles in dealing with students who have difficulty reading in class III SDN 6 Menteng Palangka Raya. This study used descriptive qualitative and data collection techniques to obtain data about reading difficulties experienced by third grade students through observation and interviews conducted with school principals, teachers and students. Based on the research results found by researchers at school, there were several students who had difficulty reading spelling, had difficulty recognizing letters, and had difficulty combining letters of the alphabet, namely there were 7 male students and 10 female students class III A and III B. Based on the results of the study, it can be concluded that the teacher's strategy for dealing with students with difficulty reading in class III at SDN 6 Menteng is to provide additional study hours after school for students to carry out tutoring given to students. By carrying out additional study hours at school some students managed to read fluently as in class III A, two (2) male students succeeded in reading fluently, while in class III B, one (1) male student succeeded in spelling fluently and two female students (2) ) can successfully combine syllables, letters or sentences. Meanwhile, the teacher's obstacle to overcoming students with reading difficulties is that students do not study at home, support or guidance and attention from parents is lacking, parents do not care about their children's problems, parents expect teachers to teach at school, students' understanding of knowledge is lacking so that the subject matter is still lagging behind, Lessons are not effective because the teacher has to teach students to read and spell, teach to recognize letters, teach to combine letters of the alphabet and still get the letters J, B, D wrong, students still spell. Furthermore, the obstacles to learning to read such as not being fluent in spelling, combining letter sentences are still difficult, still not being able to recognize letters because there are no books to study at home, rarely study at home, often study alone at home, study becomes lazy, homework is sometimes not done, rarely taught to be guided by people old.
WARTONI
2023 · Book · Open Access
Salah satu yang sangat berperan dalam membangun dan menanamkan nilainilai karakter siswa adalah guru khususnya guru agama. Dimana guru agama
harus berperan sebagai pembimbing dimana dia harus membimbing siswasiswanya agar menjadi lebih baik dalam pergaulannya dimasyarakat sehingga
anak didiknya dapat mencapai kedewasaan yang optimal. Guru agama harus
mampu mencurahkan segala perhatiannya kepada anak didiknya di sekolah dalam
hal mengatasi segala permasalahan yang dialami anak didiknya, sehingga siswa
dapat tersadarkan bahwa pergaulan yang salah akan berdampak negative bagi
dirinya.
Adapun tujuan penelitian yaitu upaya dan kendala guru agama Hindu dalam
membangun karakter siswa Hindu di SDN-2 Tumbang Talaken kecamatan
Manuhing Kabupaten Gunung Mas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data
melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan
informan adalah metode Purposive Sampling.
Guru agama Hindu memberikan sikap keteladanan. Selalu menyapa
sesama umat dengan menyampaikan salam panganjali. Melaksanakan doa
bersama sebelum pelajaran dimulai dan pelajaran berakhir. Membiasakan diri
hidup bersih, baik itu bersih akan diri pribadi maupun bersih dengan lingkungan.
Mengucapkan terima kasih apabila diberi sesuatu oleh orang lain. Selalu jujur
dalam segala hal, tidak boleh sama sekali melakukan kebohongan. menanamkan
sikap hidup bertoleransi kepada siapun juga baik itu di sekolah maupun di
lingkungan masyarakat. Menanamkan rasa bertanggung jawab kepada siswa nya
agar mereka memiliki rasa tanggung jawab. Kendala yang dialami yaitu kendala
dari dalam atau kendala intern dan kendala dari luar yaitu kendala ekstern.
LINDANG
2023 · Book · Open Access
LINDANG, 2023 : Penerapan Sanksi Adat Sala Basa Dalam Kasus Pelecehan Pada Masyarakat Dayak U’ut Danum Di Desa Tumbang Habangoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Pembimbing (I) Mariatie, S.Ag.,M.Si Pembimbing (II) Sri Kayun, SH.,M.Si Indonesia merupakan negara yang menganut sistem pluralitas dalam bidang hukum dimana mengakui keberadaan hukum Negara/Positif, hukum Agama dan hukum Adat. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagian masyarakat masih menggunakan hukum adat untuk menjaga ketertiban dan keamanan lingkungannya. Masyarakat Dayak U’ut Danum menerapkan sanksi adat untuk menjatuhkan hukuman terhadap pelanggaran hukum adat yaitu kasus pelecehan yang dilakukan oleh masyarakatnya yaitu Sanksi adat Sala Basa. Oleh sebab itu peneliti mengelaborasikan tentang Penerapan Sanksi Adat Sala Basa dalam kasus Pelecehan pada masyarakat Dayak U’ut Danum, dengan lokasi penelitian di Desa Tumbang Habangoi. Penelitian ini berusaha menjawab 2 (dua) pertanyaan pokok : (1) Bagaimana Penerapan Sanksi Adat Sala Basa Dalam Kasus Pelecehan Pada Masyarakat Dayak U’ut Danum Di Desa Tumbang Habangoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan ?. (2) Apa Dampak Penerapan Sanksi Adat Sala Basa Dalam Kasus Pelecehan Pada Masyarakat Dayak U’ut Danum Di Desa Tumbang Habangoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan ?. Metode yang di gunakan adalah penelitian hukum empiris sosiologis dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik penentuan informan yaitu purposive sampling. Informan dalam penelitian ini adalah berjumlah 6 orang antara lain 3 orang Mantir Adat, 1 orang ketua Rukun Warga (RW) dan 2 Orang Tokoh Masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini data-data yang diperoleh dari narasumber di kumpulkan dan disusun secara sistematis kemudian di analisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil dari penelitian bahwa Penerapan sanksi adat sala basa di Desa Tumbang Habangoi tetap dilaksanakan dan di taati oleh setiap warga masyarakat. Dalam penerapan sanksi adat Sala Basa bisa di lakukan oleh petugas adat, Mantir Adat, dan aparat Desa bersama dengan tokoh Masyarakat adat dalam pelaksanaanya di masyarakat. Kemudian dampak yang ditimbulkan terdapat 2 (dua) yaitu dampak positif dan negatif. Secara dampak positif terkait penerapannya Penerapan sanksi adat Sala Basa ini sangat berdampak positif untuk diterapkan, menimbulkan Efek Jera, hukum adat benar-benar diterapkan sehingga kepercayaan masyarakat meningkat terhadap penegakan hukum adat dan keseimbangan alam terjaga dengan dilaksanakan ritual hasaki hapalas dan Hasadingen. Secara Dampak Negatif ada beberapa yang berdampak negatif dalam penerapan sanksi adat sala basa dalam kasus pelecehan yaitu : Tidak dapat menghilangkan sanksi sosial yang diterima oleh pihak korban. Kata kunci : Penerapan, Sanksi Adat Sala Basa, Pelecehan.
MESDAYANTI
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK NILAI ESTETIKA SENI KRIYA ANYAMAN BAKUL PADA SUKU DAYAK MERATUS DI DESA AJUNG KECAMATAN TEBING TINGGI KABUPATEN BALANGAN Kabupaten Balangan merupakan salah satu wilayah provinsi Kalimantan selatan yang memiliki banyak keanekaragaman baik itu kekayaan adat, budaya hingga kesenian yang belum terjamah dunia luar dan hanya dapat dijumpai disepanjang Lereng Meratus oleh beberapa suku dayak salah satunya suku dayak yang ada di Kecamatan Tebing Tinggi dan bertempat di Desa Ajung. Desa Ajung merupakan pelosok desa yang jauh dari keramaian kota, namun persaingan dunia seni juga tidak kalah dengan kabupaten-kabupaten kota di luar sana. Kesenian yang sering dibawakan yaitu seni tari, seni musik, dan seni suara, namun dibalik itu ternyata ada salah satu seni yang jarang ditemui oleh sebagian masyarakat, yaitu seni kerajinan tangan berupa anyaman. Beberapa daerah di Indonesia, seni anyaman sudah menjadi tradisi turun-temurun khususnya pada Suku Dayak Meratus di Desa Ajung Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan. Terdapat seni anyaman yaitu anyaman Bakul, seni anyaman Bakul ini memiliki nilai seni yang tinggi namun dikhwatirkan seiring perkembangan zaman anyaman Bakul ini akan ditinggalkan karena anak-anak muda lebih mengutamakan hobi dan kegemaran yang dianggap lebih penting sehingga mereka tidak ingin belajar dan melestarikannya. Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, peneliti telah merumuskan 2 masalah yaitu (1) Bagaimana Nilai Estetika Seni Kriya Anyaman Bakul pada Suku Dayak Meratus di Desa Ajung Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan ? (2) Bagaimana Bentuk, Fungsi dan Makna Seni Kriya Anyaman Bakul pada Suku Dayak Meratus di Desa Ajung Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan ? Permasalah di atas dikaji dengan beberapa teori. Teori yang digunakan adalah Teori Estetika, Teori Interpretatif Simbolik, Teori Struktural Fungsional dan Teori Semantik. Selain itu untuk memperoleh data digunakan beberapa metode, yaitu metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Jenis penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah (1) Nilai Estetika dari anyaman Bakul yang terbentuk dari motif, a) Motif daun Alangam, b) Motif Mayang Haniung, c) Motif daun Siri, d) Motif Rampun Cakur. (2) Bentuk, fungsi dan makna dari Anyaman Bakul, a) Bentuknya datar bulat memiliki 4 segi dan memiliki kaki 4. b) Fungsinya, Bakul terdiri dari 3 jenis yakni; Bakul besar, sedang kecil yang fungsinya sama-sama untuk tempat perlengkapan upacara. c) Maknanya dari simbol motif yang melambangkan kehidupan dan keterikatan manusia dengan alam semesta.
ERSA
2023 · Book · Open Access
ERSA, 2023 : Peranan Lembaga Adat Kedamangan Dalam Penyelesaian Kasus Pencemaran Limbah PT. Indo Muro Kencana Di Desa Batu Mirau Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya. Skpripsi Program Studi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institute Agama Hindu Negeri Tamping Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I I Komang Darman, SH., MH, Pembimbing II Ni Putu Paramita Dewi, SH., MH Pencemaran limbah PT. Indo Muro Kencana di Sungai Maan wilayah Desa Batu mirau Kecamatan Sungai babuat kabupaten murung raya menimbulkan keluhan Masyarakat sekitar, kasus pencemaran limbah PT. Indo Muro Kencana yang mencemari Sungai Maan sangat berdampak sehingga mengakibatkan aktivitas masyarakat dalam memenuhi keperluan hidup sehari-hari menjadi terganggu karena sulit mencari air bersih untuk kebutuhan seperti memasak dan mandi. Permasalahan yang diteliti mencakup 3 (tiga) hal yakni : (1). Bagaimanakah peranan lembaga adat Kedamangan dalam menyelesaikan kasus pencemaran limbah PT. Indo Muro Kencana di Desa Batu Mirau Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya? (2). Bagaimana proses Penyelesaian kasus pencemaran limbah PT. Indo Muro Kencana melalui lembaga adat Kedamangan masyarakat Dayak Siang di Desa Batu Mirau Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya? (3). Apakah yang menjadi dasar pertimbangan penyelesaian kasus Pencemaran limbah PT. Indo Muro Kencana melalui lembaga adat Kedamangan masyarakat Dayak Siang di Desa Batu Mirau Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya dalam menyelesaikan kasus pencemaran limbah PT. Indo Muro Kencana di Desa Batu Mirau Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya. Subjek dalam penelitian dalam penulisan ini adalah, Kedamangan Kecamatan Sungai Babuat, Dewan Adat Dayak Kabupaten Murung Raya, dan Humas PT. Indo Muro Kencana. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode Observasi, Wawancara, Dokumentasi, dan Studi Kepustakaan. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dengan proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verivikasi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut maka dapat disimpulkan : (1). Peranan Lembaga Adat Kedamangan dalam menyelesaikan kasus pencemaran limbah yaitu sebagai Mediator, Pemimpin, dan Hakim Perdamaian. (2). Proses penyelesaian kasus melalui lembaga adat kedamangan dayak siang memiliki beberapa tahapan, adapun tahapan-tahapannya yaitu tahap pelaporan, tahap pemanggilan kedua belah pihak, dan tahap pengambilan keputusan. (3). Dasar pertimbangan PT. Indo Muro menyelesaikan kasus pencemaran limbah adalah dapat memberikan keadilan dan kepastian hukum bagi kedua belah dalam kasus pencemaran limbah PT. Indo Muro Kencana di desa Batu Mirau Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya.