HULPANUS
2020 · Thesis · Open Access
Hulpanus, 2020. “Kontroversi Usik Liau dalam Upacara Waradi Desa Pendreh, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara”. Tesis. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya.Pascasarjana Program Studi Ilmu Hukum Agama Hindu. Pembimbing I Dr. Derson, S.Ag., M.Ag. Pembimbing II Dr. Drs. I Made Suyasa, M.A.P.,M.Si. Kata Kunci:Kontroversi Usik Liau, Wara, Hindu Kaharingan Umat Hindu Kaharingan di Desa Pendreh, Kecamatan Teweh Tengah,Kabupaten Barito Utara, meyakini keberadaan Usik Liau dalam upacara Wara adalah murni upacara agama, bukan adat.Usik Liau adalah bentuk permainan liau.Permainan ini dimainkan sebagai rasa suka cita anggota keluarga yang menunggu kehadiran liau dari Gunung Lumut untuk diberi makan, disucikan, dan dikembalikan oleh kandong balian Wara ke Gunung Lumut menemui Kakah Pasilin Liau dan Itak Pasilin Liau untuk diangkat ke Jaa tenung Lanamun dan jaa tenung kanangkai (langit ketujuh). Seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi, permainan Usik Liau mengalami pergeseran dan pengaburan dari makna dan nilai religius menjadi ajang perjudian menggunakan taruhan berupa uang dan dibuka secara besar-besaran serta menyimpang dari ajaran agama Hindu Kaharingan dan hukum positif. Berdasarkan realita tersebut tentunya menjadi dilema dan kesulitan tersendiri untuk menghapuskan kebiasaan yang telah membudaya sehingga melahirkan kontroversipada permainan Usik Liau dalam upacara Wara. Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini, yaitu(1)apakah yang menjadi dasar pelaksanaan Usik Liau dalam upcara Wara di Desa Pendreh, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara;(2)apakah faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya kontroversi pada permainan Usik Liau dalam upacara Wara; dan(3) apa upaya yang dilakukan dalam menyelesaikan kontroversi pada permainan Usik Liau dalam upacara Wara. Untuk menganalisis masalah-masalah tersebut digunakan Teori Resepsi, Teori Konflik, dan Teori Interaksi Simbolik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptifkualitatif.Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik observasi, wawancara, dokumentasi,dan teknik kepustakaan. Hasil penelitian ditemukan beberapa kesenjangan yang terjadi dalam permainan Usik Liau dalam upacara Wara yang memiliki makna dan nilai religius dan sakral bergeser menjadi permainan judiyang bertentangan dengan ajaran agama dan UUD pasal 1 Nomor 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian.Hal ini muncul karena berbagai pandangan yang berbeda dalam masyarakat yang berlawanan dan adanya kepentingan tertentuyang mengatakan bahwa Usik Liau adalah adat yang mentradisisehingga menimbulkan kontroversi.
ANDIK SUROSO
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Manusia sebagai mahluk sosial yang selalu melakukan interaksi sosial, dan hal itu pulalah yang kemudian menciptakan terbentuknya suatu kelompok atau organisasi sosial. Organisasi di Indonesia, tidak hanya terdapat dalam kehidupan masyarakat secara umum saja, melainkan juga banyak terdapat dalam kehidupan masyarakat kampus, khususnya kalangan mahasiswa. Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia adalah salahsatu organisasi kemahasiswaan yang bernafaskan Hindu dan bersekala nasional dengan mahasiswa sebagai kaum intelektual. Penelitian dengan judul “Eksistensi Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Dalam Upaya Meningkatkan Kuantitas dan Kualitas Kader di Kota Palangka Raya”, memiliki rumusan masalah 1) apa saja kerndala yang dihadapi. 2) bagaimana upaya PC KMHDI dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas kader. Landasan teori yang gunakan yaitu teori eksistensi dan teori organisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Ada pun sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dari press release serta dari data PC KMHDI Palangka Raya. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa 1) Upaya yang dilakukan Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas kader adalah: melakukan tahapan-tahapan kaderisasai yang sesuai dengan AD/ART KMHDI, melakukan atau mengikuti diklat-diklat organisasi, kewirausahaan dan sebagainya, melakukan sosialisasi tentang eksistensi PC KMHDI dan selalu bekerjasama atau berkoordinasi dengan pihak-pihak lembaga keagamaan Hindu yang ada di Kota Palangka Raya. 2) Kendala Yang Dihadapai Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Dalam Upaya Meningkatkan Kuantitas Dan Kualitas Kader Di Kota Palangka Raya adalah: kurangnya kemaun kader untuk aktif dalam setiap kegiatan yang diselengarakan PC KMHDI, minimnya kemauan mahasiswa Hindu di Palangka Raya untuk berorganisasi khususnya organisasi keagamaan, tidak samanya kalender akademik setiap Perguruan Tinggi di Kota Palangka Raya, dan kurangnya koordinasi dan komunikasi yang baik antar kader.
AYU JUNIARTHI
2020 · Thesis · Open Access
Keluarga merupakan satu hal penting dalam pengasuhan anak karena anak tumbuh dan dibesarkan di lingkungan keluarga. Pengasuhan anak merupakan serangkaian kewajiban yang harus dilaksanakan oleh orang tua dan perlu diperhatikan secara serius sebab menentukan kepribadian atau karakter anak. Penelitian ini mengkaji pola asuh orang tua dalam pendidikan karakter anak pada keluarga Hindu di Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas. Fokus penelitian pada pembahasan tentang (1) Bentuk pola asuh orang tua dalam pendidikan karakter anak pada keluarga Hindu; (2) Fungsi pola asuh yang diterapkan orang tua terhadap pendidikan karakter anak, dan (3) Implikasi penerapan pola asuh orang tua dalam pendidikan karakter anak pada keluarga Hindu. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan menjelaskan pola asuh orang tua dalam pendidikan karakter anak pada keluarga Hindu di Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas. Teori yang digunakan untuk menganalisis permasalahan tersebut, yakni teori fungsional struktural dan teori praktik sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk memahami dan menganalisis seluruh peristiwa yang berhubungan dengan kegiatan pengasuhan yang berlangsung pada keluarga Hindu di Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara dan studi dokumen. Informan ditentukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pola asuh yang ditemukan terhadap pola asuh orang tua dalam pendidikan karakter anak pada keluarga Hindu adalah terdiri dari tiga jenis pola asuh, yaitu pola asuh demokratis, pola asuh otoriter dan pola asuh permisif. Adapun fungsi pola asuh orang tua dimana menjalankan fungsi tanggung jawab keterlibatan orang tua dalam mengasuh anak yang memuat tiga aspek dimensi, yaitu: expressive involvement (EI), instrumental involvement (II), dan mentoring/advising involvement (MAI) terhadap bentuk pola asuh demokratis, pola asuh otoriter dan pola asuh permisif. Implikasi pola asuh orang tua memiliki pengaruh bagi pertumbuhan dan perkembangan karakter sesuai dengan karakteristik masing-masing pola asuh yang diterima anak di keluarga. Adanya pengasuhan sebagai wujud bimbingan, arahan, dorongan, didikan, dan pengawasan dari orang tuanya melalui pola asuh demokratis, pola asuh otoriter maupun pola asuh permisif terhadap pendidikan karakter anak pada keluarga Hindu di Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas.
WIDIASTUTI S.I.
2020 · Thesis · Open Access
Menurut Undang-undang 1945 pasal 2 ayat 1 yaitu Perkawinan sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya. Jika dilihat dalam pasal tersebut, maka perkawinan yang di lakukan oleh masyarakat di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan yang menggunakan ritual perkawinan Hindu Kaharingan di anggap sudah melanggar aturan yang berlaku. Penomena inilah yang terjadi berdasarkan observasi yang telah terjadi dalam pelaksanaan perkawinan oleh umat beragama Kristiani dan katolik yang menggunakan ritual perkawinan Hindu Kaharingan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian yaitu : 1. Bagaimana Bentuk Ritual Perkawinan Adat yang marak dilaksanakan di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan perspektif Hukum Hindu. 2. Faktor apakah yang mempengaruhi Ritual Perkawinan Adat yang marak dilaksanakan di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan perspektif Hukum Hindu. 3. Bagaimanakah Peran Majelis Kelompok Hindu Kaharingan dalam penggunaan ritual Perkawian adat yang marak di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan perspektif Hukum Hindu. Teori yang digunakan dalam mengupas permasalahan yang di teliti adalah Teori Interaksionalisme Simbolik, Teori Kausalitas dan Teori Kewenangan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Teknik pengumpulan data. dilakukan dengan Teknik Observasi, Tehnik Wawancara, Tehnik Observasi, Tehnik Dokumentasi dan Studi Kepustakaan, dengan teknik pengumpulan key Penentuan informan kunci (key informan) atau sample (representative sample). Teknik analisis data menggunakan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber data. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa Peranan Lembaga Hindu Terhadap Maraknya Perkawinan Adat Yang Menggunakan Ritual Agama Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan (Perspektif Hukum Hindu) 1. Bentuk Ritual Perkawinan Adat yang marak dilaksanakan didesa Tumbang Karuei kecamatan bukit Raya Kabupaten Katingan perspektif Hukum adalah (a). Ritual Haliki (b). Peminangan, (c). Pemberkatan Perkawinan. 2. Faktor yang mempengaruhi Ritual Perkawinan Adat yang marak dilaksanakan di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan yaitu faktor internal dan ekternal. (a). Faktor internal terdiri dari faktor dari keluarga, Faktor psikologis, faktor keyakinan, faktor keinginan sendiri.(b). Faktor eksternal yang mempengaruhi adalah adanya (1) faktor sosial, (2) faktor budaya/adat, (3) faktor tradisi, (4) faktor ideologi keberagaman. 3. Peran Majelis Kelompok agama Hindu Kaharingan dalam penggunaan ritual perkawinan Hindu Kaharingan yang marak digunakan di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan. (a). Peranan:Mengatur, memelihara, dan mengembangkan agama Hindu, mempertinggi kesadaran hidup (b). Tugas; mengukuhkan, memberikan pemahaman, meningkatkan pengabdian, memelihara kerukunan. (c). Pelaksanaa Ritual perkawinan belum ada batasan. Dalam penelitian di Desa Tumbang karuei yaitu di temukan bahwa dalam tindakan yang di berikan oleh Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan adalah tidak ada ketegasan dalam menindak dalam penggunaaan ritual Perkawinan Hindu Kaharingan karena belum ada sanksi yang berlaku di desa tersebut, belum ada kerja sama antara Majelis Kelompok agama Hindu dengan lembaga Adat dalam batasan-batasan penggunaan ritual agama dengan adat. Kunci : Bentuk ritual perkawinan, peranan Majelis Hindu, Faktor eksternal dan faktor internal
NALIS
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK NALIS, 2020. Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan (Kajian Teologi Hindu Kaharingan). Skripsi Strata Satu Program Studi Filsafat Agama Hindu, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. I Wayan Salendra, S.Ag.,M.Si dan Pembimbing II Dr. Kuri, S.Ag.,M.Ag. Upacara kematian merupakan salah satu upacara Pitra Yadnya, yang dilaksanakan oleh Umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan, selama upacara kematian berlangsung, Pisor memainkan peran utama dalam pelaksanaan upacara. Ritual ini merupakan ritual yang sakral dan suci secara turun temurun dilakukan oleh Umat Hindu Kaharingan khususnya di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan, berdasarkan dari latar belakang, maka dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yang dibahas sebagai berikut : (1) Bagaimana pelaksanaan upacara kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan? (2) Bagaimana mitologi pelaksanaan upacara kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan? (3) Apa makna teologi yang terkandung dalam pelaksanaan upacara kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan, mitologi dan makna teologi dalam upacara kematian, untuk membedah masalah dalam penelitian ini dengan menggunakan kajian pustaka, konsep serta beberapa teori : (1) Teori Religi (2) Teori Persepsi Interpersonal (3) Teori Simbol. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode kualitatif dan lokasi yang digunakan yaitu bertepatan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu : (1) Observasi (2) Wawancara (3) Dokumentasi dan (4) Studi Kepustakaan. Subjek dalam penelitian ini adalah upacara kematian, Pisor, Tokoh Umat Hindu Kaharingan, Ketua Majelis dan masyarakat setempat. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Pelaksanaan upacara kematian diawali dengan mempersiapkan sarana prasarana upacara, memandikan jenazah, mendadani jenazah, membuat Langkau, membuat Runi,Ngahem Runi, dan memasukan jenazah ke dalam Runi; (2) Mitologi upacara kematian berawal dari seorang Rohaniawan dari Katingan. Beliau bernama Jawa kemudian keahlian beliau diturunkan kepada Merek dan Mareseng upacara kematian ini secara turun temurun masih dilaksanakan sampai saat ini; (3) Makna Teologi dalam upacara kematian dimana dalam pelaksanaannya yang dipuja dan disembah adalah Ranying Hatalla Langit dengan prabawanya atau manifestasinya, Ranying Hatalla langit adalah pencipta segala yang ada di dunia ini, sehingga di dalam pelaksanaan upacara kematian, memohon mempercepat proses mengembalikan tiga unsur dalam tubuh manusia yaitu unsur bapak (Karahang Tulang Panjang), unsur ibu (Balawang Panjang) dan roh (Panyalumpuk) serta mensucikan roh-roh dari berbagai dosa yang diperbuat selama kehidupannya di dunia. Kata Kunci : Ngahem Runi, Nyingah Runi, Nata Apui, Hindu Kaharingan
EKA SARIANTI
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Eka Sarianti, 2020, Aruh Ganal di Desa Kamawakan Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Kajian Bentuk, Fungsi dan Makna) Skripsi Strata satu Program studi Filsafat Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I: Nyoman Sarma. S.Ag.,M.Fil.H dan Pembimbing II: Ni Nyoman Tantri, S.Pd,.M.Pd. Aruh Ganal adalah upacara yang dilaksakan satu tahun sekali setelah panen di Desa Kamawakan Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Aruh Ganal dilaksanakan sebagai ucapan syukur kepada Nining Bahatara/ Tuhan Yang Maha Esa dan seluruh menifestasi-Nya atas hasil panen yang melimpah. Berdasarkan dari latar belakang, dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yang dibahas sebagai berikut : (1) Bagaimanakah bentuk pelaksanaan Aruh Ganal yang ada pada Masayarakat Hindu Kaharingan di Desa Kamawakan Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sung ai Selatan, (2) Bagaimanakah fungsi Aruh Ganal pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Kamawakan Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan,(3) Apa makna dari sarana dan prasarana dalam Aruh Ganal pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Kamawakan Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk, fungsi dan makna dalam Aruh Ganal. Untuk membedah masalah dalam penelitian ini menggunakan kajian pustaka, konsep dan beberapa teori : (1) Teori religi, dan (2) Teori simbol. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode kualitatif yang dilengkapi dengan data kuantitatif dan lokasi yaitu bertempat di Desa Kamawakan Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu dengan menggunakan teknik : (1) Observasi, (2) wawancara dan (3) dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala adat, Rohaniawan dan para sandaran balian. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Aruh Ganal diawali dengan menyiapkan sarana dan prasarana upacara dilanjutkan dengan tahap persiapan, tahap kumonikasi dengan para leluhur, tahap pokok dan tahap akhir yaitu yang diakhiri dengan acara makan bersama, (2) Fungsi Aruh Ganal terbagi menjadi, fungsi sosial, fungsi religious dan fungsi sarana dan prasarana, (3) Makna Aruh Ganal pada Masyarakat Hindu Kaharingan yang ada di Desa Kamawakan, dalam penelitian ini makna yang dibahas yaitu makna sarana dan prasarana. Dimana sarana dan prasarana dalam Aruh Ganal bermakna sebagai simbol kekuasaan Nining Bahatara dan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan segala menifestasinya. Kata Kunci : Aruh Ganal, Hindu Kaharingan.
SRI PORNIA
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Sri Pornia, 2020, Kandayu pada pelaksanaan Basarah di Desa Tumbang Kuayan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas (Kajian Teologi Hindu Kaharingan). Skripsi Strata Satu Program Studi Filsafat Agama Hindu, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Wayan Gepu, S.Ag., M.Fil.H dan Pembimbing II: Ni Nyoman Tantri, S.Pd., M.Pd. Beragama merupakan salah satu kewajiban bagi insan manusia di dunia ini. Penerapan ajaran agama diharapkan dapat dilakukan dengan baik, benar dan berlandaskan pada hati tulus dan ikhlas. Ajaran agama setidaknya harus menjadi pedoman dalam kehidupan. Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kuayan, menjalankan aktivitas keagamaan melalui pelaksanaan Basarah yang disertai dengan pelantunan kidung suci Kandayu. Tetapi ada keprihatinan iman terhadap perbedaan ritme Kandayu dan perubahan kalimat dari kandayu cetakan terbaru dengan yang lama serta makna teologi Kandayu. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apa jenis Kandayu dan makna teologi Kandayu yang digunakan pada pelaksanaan Basarah di Desa Tumbang Kuayan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis Kandayu, dan makna teologi dalam Kandayu yang digunakan pada saat pelaksanaan Basarah. Teori yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu teori rekontruksi, teori refrensial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berlokasi di Desa Tumbang Kuayan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Jenis data yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Sumber data yaitu Sumber data primer dan sumber data sekunder. Sedangkan instrumen penelitian yaitu peneliti itu sendiri. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan studi dokumen sedangkan teknik analisa data menggunakan teknik analisa mengalir. Adapun hasil dari penelitian ini menunujukan bahwa: 1) Jenis Kandayu yang digunakan pada pelaksanaan Basarah didesa Tumbang Kuayan yaitu Kandayu Manyarah Sangku Tambak Raja, Kandayu Mantang Kayu Erang, Kandayu Parawei dan Kandayu Mambuwur Behas Hambaruan. 2) Makna teologi jenis Kandayu yang digunakan pada saat pelaksanaan Basarah yaitu Kandayu Manyarah Sangku mengandung makna menyerahkan segala kehidupan kepada Ranying Hatalla dan memohon berkat. Kandayu Mantang Kayu Erang mengandung makna memohon rejeki, kesehatan dan umur panjang kepada Ranying Hatalla Langit. Kandayu Parawei mengandung makna berupa nasehat kepada umat Hindu Kaharingan agar imannya kuat dan selalu menjalankan ajaran dari Ranying Hatalla Langit, dan Kandayu Mambuwur Behas Hambaruan mengandung makna menerima berkat dari Ranying Hatalla Langit.
UNYI
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Unyi, 2020, Peranan Basir Dalam Pelaksanaan Upacara Kematian Pada Umat Hindu Kaharingan Di Dusun Tumbang Onah Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas. Skripsi Strata Satu Program Studi Kepanditaan, Fakultas Dharma Duta Dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Tiwi Etika, S.Ag., M.Ag., Ph.D dan Pembimbing II : Nurlensi, S.Ag., M.Si. Upacara kematian haruslah dilaksanakan dengan cermat dan teliti karena jika tidak dilaksanakan dengan baik maka akan berdampak buruk untuk orang yang meninggal serta orang yang masih hidup. Peranan Basir dalam pelaksanaan upacara menjadi hal yang penting agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar, tetapi umat Hindu Kaharingan yang ada di Dusun Tumbang Onah belum memahami pentingnya peranan Basir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai pelaksanaan, Kedudukan dan peranan Basir dalam upacara kematian. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif dan lokasi yang digunakan yaitu bertepatan di Dusun Tumbang Onah Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas. Teknik pengumpulan data yang digunakan : (1) Observasi (2) Wawancara (3) Dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Basir, Rohaniawan Agama Hindu Kaharingan dan Masyarakat Hindu Kaharingan. Hasil dari penelitian (1) Pelaksanaan upacara kematian ada beberapa tahap yaitu : Memandikan jenazah, Mendandani jenazah, Menunding jenazah dengan emas atau jarenang, Membuat Peti Jenazah (Raung), Proses Manyaluh Raung (peti jenazah), Memasukan Jenazah Ke Dalam Raung (peti jenazah), Berangkat Mengali Kubur ,Pelaksanaan Upacara Penguburan. (2) Kedudukan Basir sangat penting terutama memimpin jalannya ritual keagamaan Hindu Kaharingan hingga dapat berjalan dengan baik dan lancar. (3) Peranan Basir, sesuai dengan tingkatan kemampuannya dalam Upacara Kematian. Kata Kunci : Peranan Basir, Upacara Kematian, Hindu Kaharingan
JANAL
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK JANAL 2020, Nilai Filosofi Ritual Nyorat Umat Hindu (Kaharingan) di Desa Rantau Bahai Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten K.atingan. Skripsi Strata Satu (S-1) Fakultas Dharma Duta Brahma Widya, Prodi Filsafat Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Tiwi Etika,S.Ag.,M.Ag., Ph.D Pernbimbing II Ni Putu Eka Merliana, ST.,MT. Masyarakat Dayak yang menganut agama Hindu (Kaharingan), merupakan masyarakat yang sangat menjaga dan memelihara tradisi ritual sampai saat ini. Beberapa ritual yang masih dilaksanakan oleh umat Hindu (Kaharingan) yaitu: ritual Tiwah, Nyorat, Manyanggar, Nahunan, Pakanan Sahur Lewu, Pakanan Batu dan lain sebagainya. Tujuan pelaksanaan ritual Nyorat umat �indu .Kaharingan di Desa Rantau Bahai Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan adalah bertujuan untuk mengantar roh orang yang sudah meningga1 ke Lewu tatau dia Rumpang Tulang rundung Raja Isen Kamalesu Uhat (Sorga). Adapun yang menjadi rumusan masalah peneliti yaitu: ( 1) Bagaimanakah pelaksanaan upacara Nyorat umat Hindu (Kaharingan) di Desa Rantau Bahai Kecamatan katingan Hu)u Kabupaten Katingan?. (2) Apa tujuan upacara Nyorat yang dilaksanakan umat Hindu (Kaharingan) di Desa Rantau Bahai Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan?. (3) Nilai filosofi apa yang terkandung dalam ritual Nyorat umat Hindu (Kaharingan) di Desa Rantau Bahai Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Metode penelitian yaitu untuk memahami secara mendalam nilai filosofi upacara Nyorat. Adapun hasil dari penelitian yaitu (I) Rangkaian pelaksanaan ritual Nyorat umat Hindu Kaharingan di Desa Rantau Bahai Kecamatan katingan Hulu Kabupaten Katingan, terdiri dari; Manawur, Manganjan, Pembunuhan Hewan korban, mamapas, pembongkaran Pandung, Malapas Pakaian balu (pelepasan atribut janda). Tempat pelaksanaan di Desa Rantau Bahai Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan adalah diluar rumah orang yang meninggal. (3) Nilai-nilai yang terkandung di dalam ritual Nyorat yaitu nilai filosofi, nilai religius, nilai etika, nilai estetika dan nilai sosial. Semoga dengan adanya ritual Nyorat ini dapat meningkatk.an rasa solidaritas persaudaraan diantara sesama umat Hindu (Kaharingan) pada umumnya. Kata Kunci: Ritual, Hindu (Kaharingan), dan Nyorat
ERDISON
2020 · Thesis · Open Access
Tesis ini mengkaji legalitas hukum dalam sistem perkawinan pada masyarakat Hindu Kaharingan. Fenomena yang terjadi, kurangnya kesadaran hukum masyarakat Hindu Kaharingan, dalam mentaati aturan untuk mendapatkan keabsahan dari perkawinan yang dilaksanakan. Berdasarkan uraian tersebut masalah yang dikaji :1. Bagaimanakah standar operasional prosedur mendapatkan legalitas hukum sistem perkawinan Hindu Kaharingan pada masyarakat Hindu Kaharingan?,2. Bagaimanakah sistem pelaksanaan perkawinan Hindu Kaharingan pada masyarakat Hindu Kaharingan?, 3. Apakah implikasi legalitas hukum dalam sistem perkawinan Hindu Kaharingan pada masyarakat Hindu Kaharingan?. Tujuan penelitian, untuk mengetahui, menjelaskan, dan mendiskripsikan legalitas hukum sistem perkawinan Hindu Kaharingan pada masyarakat Hindu Kaharingan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jenis data terdiri dari data kualitatif dan data kuantitatif. Sumber data terdiri dari data primer, dan data skunder. Teknik penentuan informan secara Purposive, dan sebagai instrument kunci yakni peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi dokumen dan kepustakaan. Analisis data, melalui pengumpulan informasi, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dikaji dengan teori validitas hukum, teori sistem hukum dan teori kausalitas, maka memperoleh hasil bahwa setiap perkawinan harus mendapatkan legalitas keabsahan hukum yang diatur didalam perundang-undangan yang berlaku, sistem perkawinan masyarakat Hindu Kaharingan memiliki prosedur satu kesatuan tersusun secara sistematis, dan pada setiap perkawinan memiliki implikasi positif yang bersifat baik bagi perkawinan tersebut, dan didalam perkawinan tentu ada berbanding implikasi negatif, yang menjadikan perkawinan tersebut tidak sesuai dengan adat, lembaga agama Hindu Kaharingan, bahkan tidak memiliki keabsahan pada Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil di Kabupaten Katingan. Berdasarkan penelitian di atas maka peneliti menemukan temuan baru bahwa pada sistem perkawinan yang dilaksanakan masyarakat Hindu Kaharingan, sah dan memiliki legalitas hukum, berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
LIRA HARTAMI
2020 · Thesis · Open Access
LIRA HARTAMI, 2020. Peran Komunikasi Dalam Menjaga Keharmonisan Umat Beragama di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Pembimbing I, Dr. Tardi Edung, S.Ag.,M.Ag. Pembimbing II, Hadianto Ego Gantiano, M.Pd.H. Masyarakat yang berada di desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan adalah masyarakat heterogen dilihat dari suku atau etnik seperti Jawa, Bali dan Dayak, maupun agama yang di anut seperti Islam, Kristen, Hindu dan Katolik serta budaya, kemudian hal ini dipengaruhi oleh teknologi komunikasi yang membuat masyarakat desa Kalahien cenderung apatis terhadap lingkungan sosial. Serta kurang terlibatnya generasi muda Hindu Kaharingan (pemuda) dalam pelaksanaan persembahyangan basarah. Hal seperti ini yang dapat menimbulkan mudahnya terjadi konflik di dalam masyarakat terutama antar umat beragama. Masalah dalam penelitian ini adalah, 1) Apa fungsi komunikasi yang digunakan dalam menjaga keharmonisan umat beragama di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. 2) Bagaimana peran komunikasi dalam menjaga keharmonisan umat beragama di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Fungsionalisme Struktural dan Teori Peran. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Peneliti ingin mendeskripsikan data lapangan mengenai permasalahan penelitian, pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumen sedangkan teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan pertimbangan tertentu. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data menurut Miles dan Huberman yaitu mulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dibahas peneliti dapat disimpulkan, 1). Fungsi komunikasi yang digunakan untuk menjaga keharmonisan umat beragama adalah memiliki fungsi yang cukup strategis sebagai suatu sarana yang digunakan untuk memberikan pembelajaran atau pengetahuan agama kepada umat, mengingat para pemuka agama adalah seorang yang dianggap paling mampu dan paham mengenai ajaran agama, pembelajaran dan penjelasan keagamaan berfungsi menjadi acuan umat agar dapat hidup rukun dan harmonis dalam lingkungan yang beragam. 2). Peran komunikasi untuk menjaga keharmonisan umat beragama adalah bahwa setiap manusia berdiri diatas perannya masing-masing, dalam hal ini yang berperan penting yaitu pemuka agama, tokoh masyarakat dan pemuda, sebagai seseorang yang dijadikan suri taudalan dalam tatanan masyarakat seyogyanya juga harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Memberikan stimulus-stimulus dan penghargaan kepada masyarakat dalam hal menyampaikan ajaran agama juga penting agar masyarakat yang berbeda mampu saling menghargai dan menghormati orang lain untuk dapat mewujudkan kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.
RAYANI
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Rayani, 2020. Penyelesaian Sengketa Tanah Masyarakat Hindu Kaharingan dengan Perusahaan Batubara oleh Lembaga Adat Desa di Desa Patas I Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan. Skripsi Strata Satu Program Studi Hukum Agama Hindu Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Budhi Widodo, SH.,MH, Pembimbing II Dra. Ni Made Ratini, M.Si. Konfik atas tanah biasanya terjadi diantara sesama masyarakat adat ataupun antar masyarakat dengan pihak perusahaan khususnya di desa Patas I. Kerap perusahaan menujukan keegoisannya dengan melanggar aturan atau perjanjian yang sudah disepakati, dengan melakukan penebangan pohon madu (pohon besar), sehingga mengakibatkan suatu konflik atau kesalahpahaman antara pihak perusahaan dengan masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Patas I Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan. Penyelesaian sengketa tanah oleh lembaga adat desa merupakan wewenang serta tanggungjawab yang sangat besar. Penyelesaian melalui jalur alternatif ini merupakan jalan utama bagi masyarakat adat, supaya memperoleh keputusan yang tidak memberatkan kedua belah pihak untuk mencapai perdamaian dan keharmonisan kehidupan masyarakat. Berdasarkan latar belakang diatas, maka dalam penelitian ini ada dua permasalahan yang harus dibahas antara lain, (1) Apa dasar hukum Lembaga Adat Desa dalam menyelesaikan sengketa tanah masyarakat Hindu Kaharingan dengan perusahaan batubara di Desa Patas I Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan, (2) Bagaimana proses penyelesaian sengketa sengketa tanah masyarakat Hindu Kaharingan dengan perusahaan batubara oleh Lembaga Adat Desa di Desa Patas I Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori Kewenangan dan teori Keadilan oleh John Rawls. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Kualitatif dan metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan langkah-langkah reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) dasar hukum Lembaga Adat Desa menyelesaikan sengketa tanah masyarakat Hindu Kaharingan dengan perusahaan batubara melalui peradilan adat yaitu Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2018, berdasarkan hukum adat desa Patas I dan berdasarkan hukum agama Hindu Kaharingan. (2) beberapa tahap proses penyelesaian sengketa tanah masyarakat Hindu Kaharingan dengan perusahaan batubara adalah sebagai berikut, pelaporan atau pengaduan, penelitian perkata, penentuan hari sidang, pemanggilan para pihak, sidang adat desa, pengambilan putusan dan sanksi upacara ritual.
WAYAN SUDARME YASE
2020 · Thesis · Open Access
Kebijakan Pemerintah Desa Dalam Pengelolaan Dan Pemanfaatan Dana Desa di Desa Manatren II Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Made Kastama, SH.,MH, Pembimbing II I Komang Darman, SH.,MH Secara yuridis keberadaan desa telah di atur didalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa tepatnya pada pasal 18 yang menyatakan bahwa kewenangan desa meliputi kewenangan dibidang penyelenggaraan pemerintah Desa, pelaksanaan pembangunan Desa, pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul dan adat istiadat Desa. Dengan demikian pemerintah desa dalam hal ini diberikan wewenang untuk mengatur dan mengurus penyelenggaraan baik dari pembangunan sampai dengan pemberdayaan masyarakat desa, maka dari itu pemerintah desa dalam hal ini pemerintah Desa Mantaren II diberikan kebebasan untuk mengatur dan membuat kebijakannya sendiri terutama dalam mengelola dan memanfaatkan dana desa. Masalah yang diteliti dalam Skripsi ini mencakup 2 (dua) hal yaitu : (1) Bagaimana Kebijakan Pemerintah Desa Dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Dana Desa di Desa Mantaren II Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau ? (2) Apa Saja Yang menjadi Hambatan Pemerintah Desa Dalam Mengelola Dana Desa di Desa Mantaren II Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau ?. Subjek penelitian ini adalah Camat Kahayan Hilir, Kepala Desa Mantaren II, Sekretaris Desa Mantaren II, Kepala Urusan (Kaur) Pembangunan Desa Mantaren II, Ketua BPD Mantaren II dan Tokoh Masyarakat yang ada di Desa Mantaren II. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode Observasi, Wawancara, Kepustakaan dan Dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Dari analisis data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa : Kebijakan Yang Dilakukan Oleh Pemerintah Desa Mantaren II Dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Dana Desa di Desa Mantaren II adalah sesaui dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018.Dimana dijelaskan pada Pasal 1 angka 6 menyatakan bahwa : Pengelolaan Keuangan Desa adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, dan pertanggungjawaban keuangan desa. Dalam pelaksanaannya pemerintah desa didalam membuat kebijakan terkait pengelolaan dan pemanfaatan dana desa yaitu dengan membuat program kerja yang sesuai dengan Skala Prioritas Pembangunan Desa yang terdiri dari; Program Pembangunan Desa dan 2) Program Pemberdayaan Masyarakat, dimana dalam proses pelaksanaannya juga melibatkan lembaga lain seperti Masyarakat dan BPD baik dari proses perencanaan sampai dengan pertanggungjawaban dalam pengelolaan keuangan desa.
MADE GEDE ARDIKA
2020 · Thesis · Open Access
Peran seorang pemimpin dalam suatu organisasi menjadi hal yang urgen dan penting untuk memperbaiki tingkat kehadiran tenaga pendidik yang berdampak pada kinerja tenaga pendidik. Pengaruh seorang pemimpin sangat penting untuk mendorong tenaga pendidik sehingga lebih berdisplin dan meningkatkan kinerja tentunya dengan kebijakan dan keputusan yang dibuat agar tenaga pendidik dapat melaksanakan tugas yang dibebankan kepada tenaga pendidik demi mewujudkan tujuan yang ingin dicapai oleh Pasraman Widya Bhakti Kota Palangka Raya, yaitu terwujudnya kedisiplinan dari seluruh komponen untuk membentuk kepribadian yang tangguh dan kokoh serta meningkatkan mutu pendidikan yang edukatif dan berwawasan. Atas dasar latar belakang tersebut, penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada tiga aspek permasalahan, yaitu bentuk pengaruh kepemimpinan, fungsi pengaruh kepemimpinan, dan implikasi pengaruh kepemimpinan terhadap disiplin dan kinerja tenaga pendidik di Pasraman Widya Bhakti Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisis permasalahan tersebut yakni teori fungsionalisme struktural, teori manajemen, dan teori pendukung di antaranya teori situasional dan teori ciri-ciri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yakni observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Selanjutnya data diolah melalui teknik analisis data, yakni dengan melakukan reduksi data, menyajikan data dalam bentuk uraian singkat dengan teks yang bersifat naratif dan melakukan penarikan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini disampaikan sebagai berikut. (1) Bentuk pengaruh kepemimpinan, yakni kata-kata, tindakan, bahasa tubuh, sikap dan keputusan. (2) Fungsi pengaruh kepemimpinan, yakni instruksi, konsultasi, partisipasi, delegasi, dan pengendalian. Lima fungsi pengaruh kepemimpinan tenaga pendidik dituntut untuk dapat melaksanakan apa yang menjadi tuntutan dari ketua pasraman dan mencari solusi untuk meningkatkan disiplin dan kinerja tenaga pendidik (3) Implikasi pengaruh kepemimpinan terhadap disiplin dan kinerja, yakni meningkatnya kuantitas kerja, meningkatnya kualitas kerja, inisiatif tenaga pendidik, kehadiran tenaga pendidik, dan memiliki kemampuan bekerja sama.
HANDISKA AYU HEPI IRJANTI
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Handiska Ayu Hepi Irjanti, MMP.17 103 005, Manajemen Pengembangan Kapasitas dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kajamei, Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan, Tesis: Manajemen Pendidikan Agama Hindu, Program Pascasarjana IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si, Pembimbing II: Dr. Sihung, S.Ag., M.Si. Tesis ini mengkaji manajemen pengembangan kapasitas dalam meningkatkan mutu pendidikan SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kajamei (perspektif manajemen pendidikan Hindu). Penelitian ini dilakukan berdasarkan latar belakang masalah di lapangan bahwa tidak terselenggaranya manajemen pengembangan kapasitas dalam meningkatkan mutu pendidikan SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kajamei (perspektif manajemen pendidikan Hindu). Dalam penelitian ini ditetapkan rumusan masalah. 1). bagaimanakah sistem manajemen pengembangan kapasitas dalam meningkatkan mutu pendidikan SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kejamei (perspektif manajemen pendidikan Hindu); 2). apakah fungsi manajemen pengembangan kapasitas dalam meningkatkan mutu pendidikan SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kejamei (perspektif manajemen pendidikan Hindu); 3). bagaimanakah implikasi manajemen pengembangan kapasitas dalam meningkatkan mutu pendidikan SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kejamei (perspektif manajemen pendidikan Hindu). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan menemukan bahwa : 1). Sistem manajemen pengembangan kapasitas dalam meningkatkan mutu pendidikan SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kejamei (perspektif manajemen pendidikan Hindu) yang dikaji menggunakan teori fungsional struktural didapatkan bahwa : dalam memaksimalkan penyediaan dan pembinaan tenaga pendidik, sekolah mengadakan rekrutmen yang sebelumnya telah diadakan perencanaan berdasarkan keperluan yang dibutuhkan sekolah. Selanjutnya dalam menyempurnakan strategi rekrutmen siswa melalui promosi, sekolah melakukan pengakraban bersama wali murid dan menggratiskan semua biaya pendidikan. Selain itu sekolah juga membuat program-program sesuai dengan kebutuhan siswa melalui pembinaan ibadah, pemberian motivasi belajar dan kegiatan ekstrakurikuler. 2). Fungsi manajemen pengembangan kapasitas dalam meningkatkan mutu pendidikan SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kejamei (perspektif manajemen pendidikan Hindu) yang dikaji menggunakan teori manajemen, mengacu pada empat tindakan manajerial yang di sebut POAC. Dalam perencanaan terdapat program jangka panjang, menengah dan pendek yang dilakukan dalam meningkatkan mutu pendidikan SMPN Satu Atap. Pengorganisasian tanpak jelas dengan struktur organisasi sebagai fungsi kordinasi dan wewenang. Pelaksanaan sebagai bentuk pengarah, proses merumuskan kembali aturan SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kajamei. Sedangkan pengawasan, merupakan usaha sistematis untuk menetapkan standar pelaksanaan di SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kajamei. 3). Implikasi manajemen pengembangan kapasitas dalam meningkatkan mutu pendidikan SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kajamei yang dikaji menggunakan teori pendidikan, tentu mempunyai implikasi positif dan implikasi negatif dalam meningkatkan mutu pendidikan SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kajamei. Implikasi positif mengacu pada pemerataan pendidikan, peserta didik semakin bertambah, pembiayaan pendidikan gratis dan pengembangan dalam meningkatkan kapasitas individu. Sedangkan implikasi negatif mengacu pada hambatan dalam perencanaan kurangnya pendanaan dalam meningkatkan mutu pendidikan, hambatan dalam pengorganisasian jumlah kekurangan guru yang cukup besar, hambatan dalam pelaksanaan sekolah belum mengevaluasi program kerja dengan pendekatan analisis SWOT serta masih ada guru yang mengajar bukan berdasarkan kualifikasinya, hambatan dalam pengawasan yaitu pengawasan hanya dilakukan bila ada waktu saja serta terganggunya komunikasi dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dari temuan di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan manajemen pengembangan kapasitas dalam meningkatkan mutu pendidikan (perspektif manajemen Hindu) pada SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kajamei, masih belum berhasil dalam meningkatkan mutu pendidikan. Hal ini dikarenakan kukurangan jumlah guru yang cukup besar, buku bahan belajar diperpustakaan yang masih belum ada, pendanaan yang kurang dan kurang pemahaman kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan.
I WAYAN MARIADI
2020 · Thesis · Open Access
Karakter akan terbentuk jika aktivitas dilakukan berulang-ulang secara rutin hingga menjadi suatu kebiasaan. Kebiasaan itu akan membentuk karakter remaja. Individu yang berkarakter baik atau unggul adalah seseorang yang berusaha melakukan hal yang baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, bangsa, dan negara yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Namun, pada kenyataannya karakter remaja zaman dulu dan karakter remaja zaman sekarang sangatlah berbeda. Perbedaan tersebut terlihat mulai dari gaya hidup, percintaan, permainan, teknologi, bahasa, sosialisasi, dan lain-lain. Remaja cenderung ingin mengikuti kehendaknya sendiri tanpa memperhatikan norma-norma yang berlaku dalam kehidupan sosial masyarakat. Adapun rumusan masalah dalam penelitian adalah (1) bagaimana proses pembentukan karakter remaja dalam perspektif pendidikan Hindu di Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, (2) apa saja faktor penghambat dalam pembentukan karakter remaja dalam perspektif pendidikan Hindu di Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, dan (3) bagaimana upaya yang dilakukan untuk mendorong terbentuknya karakter remaja dalam perspektif pendidikan Hindu di Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya? Teori yang digunakan adalah teori behavioristik, teori motivasi dan teori pembelajaran konstruktivistik. Data diperoleh dengan metode observasi, partisipasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Selanjutnya data tersebut diinterpretasi dengan memberi makna dan menjelaskan pola atau kategori serta mencari karakteristik antara berbagai konsep. Hasil penelitian dalam tesis ini menunjukkan bahwa proses pembentukan karakter remaja dalam perspektif pendidikan agama Hindu meliputi, pertama, dilakukan dengan cara pengenalan terhadap ajaran-ajaran agama Hindu melalui pendidikan informal, nonformal, dan pendidikan secara formal; kedua, memberikan pemahaman setelah dilakukan pengenalan tentang ajaran agama Hindu; ketiga, setelah dipahami alangkah baiknya dibudayakan dalam kehidupan sehari-hari, keempat, setelah dilakukan pembudayaan atau pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari terwujudlah suatu internalisasi menjadi karakter. Ada dua faktor utama penghambat dalam pembentukan karakter remaja, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang penyebabnya dari dalam diri seseorang atau individu itu sendiri, seperti potensi spiritual, potensi emosional, potensi psikologis buruk, serta potensi intelektual yang tidak seimbang. Tantangan eksternal berupa tantangan yang dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, pendidikan, dan lingungan masyarakat. Adapun upaya yang dilakukan untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan cara menumbuhkan kebiasaan baik, pemahaman, pengajaran, serta keteladanan di lingkungan keluarga, pendidikan, serta dalam lingkungan masyarakat itu sendiri.
SRIYAYUNI
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK SRIYAYUNI, 2020. Penyelesaian Kasus Perceraian Melalui Lembaga Kedamangan Di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas. Tesis Strata Dua (S-2), Prodi Ilmu Hukum Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag Pembimbing (II) Dr. Drs. I Made Suyasa, MAP.,M.Si Akhir-akhir ini banyak sekali dijumpai kasus-kasus di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas, khususnya mengenai masalah rumah tangga salah satunya yaitu masalah kasus perceraian yang mengharuskan Damang kepala adat untuk menyelesaikan kasus tersebut. Ketidak harmonisan dalam rumah tangga, alasan yang paling kerap dikemukakan oleh pasangan suami istri yang akan bercerai. Perceraian dalam masyarakat Dayak tidak lepas dari surat perjanjian perkawinan yang dilakukan. Dalam surat kawin dituangkan perjanjian kawin yang memuat beberapa ketentuan atas kesepakatan bersama, salah satunya mengatur tentang perceraian sebagai kekuatan Hukum Adat dalam mengambil keputusan oleh Damang Kepala Adat. Rumusan masalah pada penelitian ini ada tiga (3) yaitu 1). Faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya perceraian di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas? 2). Bagaimana proses penyelesaian kasus perceraian melalui Damang Kepala Adat di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas? 3). Bagaimanakah implikasi hukum putusan damang kepala adat pada penyelesaian kasus perceraian di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas? Teori yang digunakan yaitu tindakan sosial (Max Weber), teori keadilan (Rawls), teori koflik (Lewis A. Coser). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami penomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dari lapangan, penyebab perceraian terbagi menjadi dua faktor yaitu, faktor internal (faktor usia muda, faktor ketidak sesuaian pendapat dalam rumah tangga dan faktor kekerasan dalam rumah tangga) dan faktor eksternal (faktor ekonomi, faktor ikut campur orang tua dan faktor orang ketiga/perselingkuhan). Sedangkan proses penyelesaian kasus perceraian tersebut diselesaikan secara musyawarah mufakat yang diselesaikan oleh damang. Kemudian implikasi hukum putusan damang kepala adat pada penyelesaian kasus perceraian dampak positif (mempererat hubungan sosial, menegakkan hukum adat, dan mengembalikan keseimbangan alam) dan dampak negatif (rusaknya keseimbangan alam, terganggunya hubungan sosial dan berpengaruh terhadap perkembangan psikologis anak). Sedangkan sanksi adat sesuai dengan tindakannya yaitu pelanggaran adat pasal 2 Singer Tungkun ( denda adat merampas ietri orang) dan 5 Singer Hatulang Belum (denda adat dalam perceraian sepihak). Dalam pasal ini, jenis tindakan sengaja dilakukan, maka dapat dikenakan sanksi atau denda sesuai kontrak surat perjanjian kawin kedua belah pihak dan kekuatan hukum putusan yang dikeluarkan lembaga kedamangan terhadap pelaku bersifat mengikat dan sah, yang disaksikan orang banyak seperti damang, mantir adat, keluarga/ahli waris kedua belah pihak, tokoh masyarakat dan masyarakat.
RIA ANCOI
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK RIA ANCOI, 2020 : Peran Mantir Adat dalam Penyelesaian Rujuk Akibat Perceraian pada Masayarakat Hindu Kaharingan Di Desa Pelantaran Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kota Waringin Timur. Tesis Program Studi Magister Ilmu Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I) Dr. Derson, S.Ag., M.Ag. Pembimbing (II) Dr. Kuri, S.Ag., M.Ag. Salah satu fenomena yang terjadi dilingkungan masyarakat, terutama didalam lingkungan berumah tangga, pasti memiliki sebuah permasalahan seperti pertengkaran yang dapat menyebabkan kerusakan ataupun terjadinya sebuah perceraian,dari ada perceraian tersebut setiap orang mempunyai hak untuk melakukan rujuk, karena masih merasa ingin melanjutkan kehidupan berumah tangga dengan orang yang sama dengan adanya rasa cinta, sehingga memerlukan peran Mantir Adat untuk memabantu penyelesaian rujuk akibat perceraian pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Pelantaran Kecamatan Cempaga Hulu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menjelaskan peran Mantir Adat dalam penyelesaian rujuk akibat perceraian pada masayarakat Hindu Kaharingan, dan untuk mengetahui dan menjelaskan penyelesaian rujuk akibat perceraian pada masayarakat Hindu Kaharingan. Serta untuk mengetahui dan menjelaskan persepsi masyarakat terhadap peran Mantir Adat dalam penyelesaian rujuk akibat perceraian pada masayarakat Hindu Kaharingan di di desa Pelantaran Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kota Waringin Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kualitatif yaitu penelitan yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek peneliti secara holistic, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini dialaksanakan di desa Pelantaran Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kota Waringin Timur. Adapun sumber data pada penelitian ini menggunakan dua sumber yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder, Teknik Penentuan Informan adalah Purposive Sampling dan yang menjadi subjek penelitian Mantir Adat, tokoh adat, Basir/Pisor, masyarakat adat dan para pelaku rujuk. Teknik pengumpulan data teknik observasi, teknik wawancara, studi kepustakaan dan teknik dokumentasi. Instrumen penelitian dalam penelitian ini adalah tape recorder, camera dan pedoman wawancara, kemudian teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verfikasi. Berdasarkan hasil penelitian dilapangan bahwa peran Mantir Adat yaitu Pertama Peran Mantir Adat sebagai Penegak Hukum, Kedua Peran Mantir Adat sebagai Hakim Perdamaian, Peran Mantir Adat sebagai Pemutus Perakara.Proses Penyelesaian Rujuk Akibat Perceraian Pada Masyarakat Hindu Kaharingan oleh Mantir Adat yaitu tahap pertama Pelaporan, tahap kedua sidang perdamaian, Tahap Ketiga Pengambilan Keputusan. Sedangkan Persepsi Masyarakat Terhadap Peran Mantir Adat Dalam Penyelesaian Rujuk Akibat Perceraian Pada Masyarakat Hindu Kaharingan yaitu Membantu meringankan proses rujuk, dalam menangani permasalaha cepat, sigap dan siaga, Peran mantir adat dapat memberikan rasa keadilan terhadap pihak yang berperkara, sangat di apresiasi dan dinilai baik dalam penyelesaian rujuk, keputusannya dapat diterima oleh semua pihak, penyelesaiannya cepat, dan tepat waktu. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Masyarakat Terhadap Peran Mantir Adat faktor internal dan faktor eksternal. Faktor Internal yaitu adanya perhatian, pengalaman, dan kebutuhan searah, sedangkan faktor eksternal yaitu adanya stimulus, objek yang dipersepsi dan adanya lingkungan masyarakat.
JOKO
2019 · Thesis · Open Access
, 2019, Persepsi Masyarakat Hindu Kaharingan Tehadap Balai Patahu di Desa Pelantaran Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur ( Perspektif Hukum Hindu ) Skripsi. Fakultas Dharma Sastra, Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri “Tampung Penyang”(IAHN-TP) Palangka Raya.Pembimbing (I). Mariatie., S.Ag.,M.Si. Pembimbing (II). I Wayan Dana.,S.Pd.,M.Si. Masyarakat Suku Dayak Ngaju pada khususnya Desa Pelantaran Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur dalam kehidupan sehari-hari tidak pernah lepas dari prilaku yang berhubungan dengan adat istiadat yang terkumpul kedalam Hukum adat kehidupan yang mengatur tentang aturan sosial masyarakat termasuk di dalamnya mengatur tetang kehidupan masyarakat. Dalam melestarikan dan menjaga Balai Patahu suku Dayak Ngaju khususnya masyarakat Desa Pelantaran Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur bertujuan untuk melaksanakan dengan sumber dan pedoman pada adat istiadat setempat, yang tidak bertatatangan dengan Hukum ataupun Peraturan Pemerintah. dalam perspektif Hindu, yaitu terdapat dalam Sruti, Smrti, Sila, Acara, dan Atmanastuti serta terdapat dalam Kitab Suci Panaturan pada Pasal 18 ayat 5. Sehingga peneliti ingin meneliti Persepsi Masyarakat Tehadap Balai Patahu di Desa Pelantaran Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur ( Perspektif Hukum Hindu ). Berdasarkan latar belakang diatas maka dalam penelitian ini ada rumusan masalah antara lain 1). Bagaimana persepsi masyarakat Hindu Kaharingan terhadap Balai Patahu di Desa Pelantaran Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur perspektif Hukum Hindu? 2) Bagaimanakah dampak apabila Balai Patahu tidak dilestarikan di Desa Pelantaran Kecamatan Cempaga Huu Kabupaten Kotawaringin Timur ? Teori dalam menganalisis rumusan masalah adalah teori Receptio Compleksu, Teori Keseimbangan, Teori Teligi, Subjek Penelitian ini adalah tokoh masyarakat, Basir/Pisor, metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, metode dukumentadi, metode wawancara, dan kepustakaan. Data yang telah terkumpul dianalisi dengan metode analisis deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah reduksi penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verfikasi. Hasil penelitian menujukan bahwa : (1) Persepsi Masyarakat Hindu Kaharingan Terhadap keberadaan Balai Patahu di Desa Pelantaran Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur yaitu Balai Patahu sebagai tempat pemujaan, tempat berdo’a meminta pertolongan dalam kehidupan agar mendapatkan kehidupan yang sejahtera dan damai, Balai Patahu juga sangai dinyakini dan disakralkan oleh masyarakat dan dilestarikan dan dijaga oleh masyarakat turun temurun sampai saat ini. (2) Dampak apabila Balai Patahu tidak dilestarikan yaitu berdampak kepada masyarakat setempat jika tidak menjaga dan melestarikan Balai Patahu maka mala petaka dan marabahaya yang akan menimpa masyarakat setempat. Mengalami sakit-sakitan kurang harmonisnya hubugan manusia dengan alam lingungan manusia sesama manusia dan manusia dengan Sang pencipta, sering mengalami mimpi-mimpi buruk dan sebagainya.
SURIYA
2019 · Thesis · Open Access
Pali Violation of the Ma'auh Laman Ceremony in the Hindu Kaharingan Community in Sambi Village, Arut Utara District, West Kotawaringin Regency (Hindu Law Perspective)