SHINTA CRISTINA GUSTIANIKA
2023 · Thesis · Open Access
SHINTA CRISTINA GUSTIANIKA, 2023: Pengembangan Agrowisata Larosa Sebagai Daya Tarik Wisatawan di Kota Palangka Raya, Pembimbing I: Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Ag dan Pembimbing II: Buhol, S.Ag., M.Fil.H Agrowisata merupakan serangkain kegiatan pedesaan, termasuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan Bertani, memperlajari kebudayaan lokal, menikmati pemandangan dan keragaman hayati, mempraktekkan pertanian organik dan konvensial, dan memanen buah-buahan serta sayuran tropis. Selain itu, agrowisata juga dapat berperan sebagai media promosi produk pertanian, menjadi media Pendidikan, dan menjadi peluang pengembangan diverifikasi produk agribisnis. Berdasarkan permasalahan dari latar belakang penelitian ini yaitu (1) (Bagaimana perkembangan agrowisata larosa sebagai daya tarik wisatawan di Kota Palangka Raya) (2) Bagaimana kendala Pengembangan Agrowisata Larosa sebagai daya tarik wisatawan di Kota Palangka Raya. Adapun teori yang digunakan dalam mengkaji permasalahan ini yaitu: (1) teori pengembangan pariwisata (2) teori kendala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif, teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui metode, observasi, kepustakaan, wawancara dan dokumentasi. Penentuan informan yang digunakan adalah teknik purposive sampling dengan teknik penentuan innforman dengan pertimbangan tertentu. Penelitian ini dengan menggunakan teknik analisis data yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian adalah: (1) Pengembangan Agrowisata Larosa, sebagai Daya Tarik Wisatawan di Kota Palangka Raya adalah suatu proses yang dilakukan seorang pengelola disitulah dapat dilihat keadaan Agrowisata Larosa yang sudah cukup berkembang, pengembangan wisata ini di perlakukankan dari tahun ke tahun dan sudah banyak sekali perubahan yang nampak seperti hal ini bisa dilihat dari segi sarana-prasarana. (2) Kendala dalam pengembangan adalah dari pengelolaan fasilitasnya dan kenyamanan, keindahan serta keamanan untuk pengunjung dan kurangnya dana sehingga fasilitas juga terbatas.
INDA
2023 · Thesis · Open Access
INDA,2023, Peran Mantir Adat Dalam Penyelesaian Perkawinan Dibawah Umur Di Desa Tewang Tampang Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Skripsi, Fakultas Dharma Sastra, Prodi Hukum Adat Institute Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Dra Made Ratini, M.Si. Pembimbing (II) Sri kayun, SH.,M,Si Perkawinan di bawah umur merupakan perkawinan yang dilangsungkan oleh seorang perempuan dan laki-laki sebelum usia 19 tahun karena melanggar adat dan diselesaikan oleh mantir adat melalui perkawinan adat setempat sehingga terhindar dampak bagi lingkungan sekitar. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 2 (dua) hal yaitu : (1) peran mantir adat dalam proses penyelesaian perkawinan di bawah umur di desa tewang tampang kecamatan tasik payawan kabupaten katingan ? (2) Dampak apabila tidak dilakukan penyelesaikan secara adat pada perkawinan di bawah umur di desa tewang tampang kecamatan tasik payawan kabupaten katingan ? Adapun Teori yang yang relevan dalam penelitian ini adalah Teori Kewenangan dan Teori sebab akibat (kausalitas). Subjek penelitian Kedamangan, Mantir adat, Masyarakat, Tokoh Masyarakat, Kepala Desa, Pihak perempuan dan Orang tua Pihak Laki laki. Metode yang di gunakan untuk pengumpulan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul di analisis dengan metode kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Dari analisis data tersebut di atas maka dapat disimpulkan : (1) Peran mantir adat dalam proses penyelesaian perkawinan di bawah umur di desa tewang tampang kecamatan tasik payawan kabupaten katingan yaitu mantir adat menyelesaikan dengan adat setempat dan proses penyelasaian tahap pelaporan, musyawarah, pelaksanaan upacara perkawinan. (2) Dampak apabila tidak dilakukan penyelesaikan secara adat pada perkawinan di bawah umur di desa tewang tampang kecamatan tasik payawan kabupaten katingan yaitu Dampak positif bagi kedua pasangan terhindar dari prasangka masyarakat lingkungan dan penetralan lingkungan. Dampak negatif terdapat Malapetaka tidak hanya bagi kedua pasangan namun lingkungan sekitarpun berdampak buruk. Kata kunci : Perkawinan di bawah umur, Peran Mantir Adat, Dampak
NOVA
2023 · Thesis · Open Access
NOVA, 2023 : Pengembangan Dan Pengelolaan Wisata Alam Riam Gahis Di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan, Prodi Pramuwisata Budaya Dan Keagaamaan, Fakultas Dharma Dhuta Dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I : Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si, Pembimbing II : I Gusti Agung Dharmawan, S.Pd.H., M.Pd Wisata Alam Riam Gahis merupakan salah satu wisata yang berada di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Wisata ini merupakan wisata yang berbasis alam yang alami, daya tarik dari wisata yang dimiliki yaitu alam yang alami serta keadaan hutan yang masih asri dan air sungai dengan banyaknya bebatuan menimbulkan gelombang yang indah, pemandangan inilah yang memberikan pemandangan yang indah untuk dinikmati para pengunjung wisatawan. Berdasarkan latar belakang, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu; (1) Bagaimana Partisipasi Pemerintah Desa Dalam Pengelolaan Wisata Alam Riam Gahis Di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan; (2) Apa Faktor Penghambat Dan Pendukung Aset Wisata Alam Riam Gahis Di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah; observasi, wawancara, dokumentasi. Dalam penelitian ini juga menggunakan metode purposif sampling, dimana informan sudah ditentukan yaitu 3 Pemerintah Desa, pengelola Wisata serta pengunjung/masyarakat. Teori yang digunakan untuk mengkaji penelitian ini adalah; (1) Teori Manajemen, (2) Teori Pengembangan. Hasil penelitian ini dapat adalah; (1) Partisipasi yang dilakukan pihak Pemerintah Desa atau Tim Pengelola dalam pengelolaan guna mencapai sasaran yang hendak dituju.(2) Faktor penghambat dan pendukung yang dihadapi yaitu kurangnya anggaran dana untuk pengelolaan serta pengembangan, kurangnya kerjasama antar Pemerintah Desa maupun tim pengelola wisata. Faktor pendukung Wisata Alam Riam Gahis memiliki Alam yang sangat alami serta tempat yang menarik dengan alam yang indah dan sejuk.
ALIPIRGO
2023 · Thesis · Open Access
ALIPIRGO, 2023, Hakekat Perkawinan Ticak Kacang Pada Masyarakat Suku Dayak Siang di Desa Tumbang Kolon Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya. Skripsi srata satu, Prodi Hukum Agama Hindu Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Armadiansyah, S.Ag., SH.,MH, dan Pembimbing II Emilson Atharwan, SH.,MH. Hakekat perkawinan ticak kacang yaitu perkawinan yang dilaksanakan secara sederhana dalam perayaannya dan dilaksanakan selama satu hari, perkawinan ini dilaksanakan atas kesepakatan antara kedua belah pihak keluarga orang tua pria dan wanita calon panganten, melihat kekurangan-kekurangan dalam melaksanakan perkawinan normal tidak dapat dilaksanakan, maka perkawinan ini dipakai untuk jalan tengah supaya anak kedua belah pihak tersebut dapat melangsungkan perkawinan secara sederhana tetapi tetap sah. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup dua hal 2 (dua) hal yaitu : (1) apakah hakekat perkawinan ticak kacang pada masyarakat Dayak Siang di Desa Tumbang Kolon Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya ?. (2) bagaimana proses perkawinan ticak kacang pada masyarakat Dayak Siang di Desa Tumbang Kolon Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya ?. Subjek penelitian adalah mantir adat di Desa Tumbang Kolon, kepala Desa Tumbang Kolon. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, penelitian ini menggunakan tehnik penentuan informan yaitu purvosiv sampling. Informan dalam penelitian ini adalah berjumlah 6 orang antara lain : 1 orang mantir adat, 3 orang tokoh masyarakat, dan 2 orang perangkat desa. Teknik pengumpulan data dengan cara yaitu dengan cara wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Dalam penelitian ini data-data yang diperoleh dari narasumber maupun dari buku-buku dikumpulkan dan disusun secara sistematis kemudian dianalisis secara kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, verifikasi data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, (1) Hakekat Perkawinan Ticak Kacang Pada Masyarakat Suku Dayak Siang adalah perkawinan yang sederhana selama satu hari dilaksanakan berdasarkan kemampuan kedua belah pihak keluarga antara pria dan wanita dan untuk tetap melaksanakan perkawinan maka pernikahan ini diambil untuk jalan tengah supaya tetap bisa melangsungkan perkawinan berdasarkan kesempakatan yang telah dimusyawarahkan antara dua pihak keluarga untuk bisa melaksanakan perkawinan yang secara sederhana tetapi sah berdasarkan adat budaya dan tradisi. (2) Proses perkawinan ticak kacang yaitu berawal dari pongumang auh, nyoro kisok, ngana kisok, dan pelaksanaan perkawinan. Dalam pelaksanaan perkawinan terdapat beberapa tahap, pertama marak panganten, kedua pengukuhan panganten, ketiga nasehat penganten, keempat menanam batang sawang dan kelima mamali selama 3 hari.
ALDI PRANATA
2023 · Thesis · Open Access
ALDI PRANATA, 2023, Implementasi Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 Tentang Perkebunan Terhadap Pengaturan Kebun Plasma Kelapa Sawit Pengelolaan Koperasi Harapan Sejahtera Di Desa Penda Durian Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi strata satu, Program Studi Hukum Adat, Fakultas Dharma Sastra, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing(I) Dr. Ni Nyoman Rahmawati, S.Ag.,M.Si. Pembimbing(II) Armadiansyah, S.Ag.,SH.,MH. Undang–Undang Nomor 39 Tahun 2014 Tentang Perkebunan sebagaimana Pasal 58 ayat (1) UU Perkebunan menyatakan “perusahaan perkebunan yang memiliki izin usaha perkebunan untuk budidaya wajib memfasilitasi pembangunan kebun masyarakat sekitar paling rendah 20% dari total luas areal kebun yang diusahakan oleh perusahaan perkebunan. Oleh sebab itu, penelitian ini berupaya mengeksplorasi terkait usaha kemitraan dan pengelolaan kebun plasma berupa fasilitasi 20% dari PT. Mentaya Sawit Mas (MSM) Wilmar Group kepada Koperasi Harapan Sejahtera. Masalah yang diteliti yaitu (1)Bagaimana implementasi usaha kemitraan antara perusahaan kelapa sawit PT. Mentaya Sawit Mas (MSM) Wilmar Group dengan Koperasi Harapan Sejahtera di Desa Penda Durian Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur? (2)Bagaimana pengelolaan Kebun Plasma Kelapa Sawit 20% dari kebun Inti PT. Mentaya Sawit Mas (MSM) Wilmar Group yang dikelola oleh Koperasi Harapan sejahtera di Desa Penda Durian Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur? Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. teknik penentuan informan penelitian ini yaitu Teknik Purposive sampling. Informan dalam penelitian ini adalah berjumlah 6 orang antara lain 1 orang Ketua Koperasi Harapan Sejahtera, 2 orang Humas dan Staf Plasma PT. Mentaya Sawit Mas (MSM) Wilmar Group, 1 orang Kepala Desa Penda Durian, dan 2 orang tokoh masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa, 1)Implementasi Usaha Kemitraan antara perusahaan kelapa sawit PT. Mentaya Sawit Mas (MSM) Wilmar Group dengan Koperasi Harapan di desa penda durian kecamatan mentaya hulu kabupaten kotawaringin timur, didasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 Tentang Perkebunan yang selanjutnya disebut (UU Perkebunan) mewajibkan setiap perusahaan perkebunan agar memfasilitasi pembangunan kebun masyarakat sekitar paling rendah 20% dari total luas areal kebun inti yang diusahakan. 2)Pengelolaan kebun plasma kelapa sawit 20% dari kebun inti PT. Mentaya Sawit Mas (MSM) Wilmar Group yang dikelola oleh Koperasi Harapan Sejahtera di Desa Penda Durian Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, telah dilaksanakan kewajibannya untuk memberikan fasilitasi Pembangunan kebun masyarakat 20% dengan total lahan 150 Ha kepada anggota koperasi 177 orang.
MADE SUKRINI
2023 · Thesis · Open Access
ABSTRAK MADE SUKRINI, 2023 Makna Japa Mantra Siwaratri Bagi Pemuda Hindu Di Desa Mantaren II Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau. Prodi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S.Ag.,M. Ag dan Pembimbing II Dr. Suryanto, S.Pd.,M.P.d. Umat Hindu di Desa Mantaren II Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau melaksanakan perayaan hari raya Siwaratri dengan melaksanakan persembahyangan bersama dilanjutkan dengan kegiatan spiritual dalam bentuk pengulangan nama suci Tuhan atau japa mantra. Penelitian ini mengkaji tentang makna japa mantra Siwaratri bagi pemuda Hindu di Desa Mantaren II Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengeksplorasi proses pelaksanaan japa mantra Siwaratri di Desa Mantaren II Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau; (2) Mengungkap makna pelaksanaan japa mantra Siwaratri bagi pemuda Hindu di Desa Mantaren II Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau; (3) Mengidentifikasi kendala-kendala dalam pelaksanaan japa mantra Siwaratri di Desa Mantaren II Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interpretatif. Penelitian ini berlokasi di Desa Mantaren II, dilaksanakan selama bulan Januari sampai dengan Februari 2023. Informan penelitian adalah Rohaniawan Hindu, Pengurus PHDI Kecamatan Kahayan Hilir, dan Pemuda Hindu Desa Mantaren II. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif menurut Miles & Huberman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, pelaksanaan japa mantra Siwaratri di Desa Mantaren II memiliki tahapan yaitu, persiapan, persembahyangan, japa mantra Siwaratri, dan pasca japa mantra Siwaratri. Makna pelaksanaan japa mantra Siwaratri bagi pemuda Hindu di Desa Mantaren II yaitu makna ketenangan batin, makna peningkatan rasa welas asih, makna sabar dan bijaksana, makna proses pendidikan karakter, makna spritual, dan makna damai. Kendala yang dihadapi pemuda Hindu dalam pelaksanaan japa mantra Siwaratri di Desa Mantaren II yaitu kendala internal berupa, kurangnya motivasi dalam diri, pikiran yang kurang kosentrasi, dan keadaan fisik yang kurang sehat. Adapun kendala eksternal berupa, tempat yang kurang nyaman, cuaca yang kurang mendukung, gangguan hewan kecil, pengaruh teman yang kurang baik, dan kurangnya dorongan para tokoh umat Hindu setempat.
FRA WAHYU NATALIA
2023 · Thesis · Open Access
Fra Wahyu Natalia (2023) Strategi Pengembangan Atraksi Objek Wisata Bumi Perkemahan Panglima Batur di Desa Trahean Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara Pembimbing I, Dr. I Wayan Salendra,S.Ag., M.Si Pembimbing II, I Wayan Sutarwam,S.Pd., M.Pd.H Bumi Perkemahan Panglima Batur merupakan salah satu objek wisata unggulan yang ada di Barito Utara. Objek wisata ini memiliki berbagai fasilitas yang penunjang sehingga memungkinkan wisatawan dapat menikmati wisata dengan baik. Meskipun demikian objek wisata ini masih belum memiliki banyak atraksi wisata yang ditawarkan, sejauh ini yang ditawarkan hanya atraksi alamnya saja sedangkan atraksi buatan masih sangat terbatas. Berdasarkan latar belakang diatas maka, permasalahan dalam penelitian ini adalah faktor penghambat dan faktor pendorong pengembangan objek wisata Bumi Perkemahan Panglima Batur dan strategi pengembangan atraksi wisata yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Barito Utara. Teori yang digunakan adalah teori daya tarik wisata dan pengembangan pariwisata. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah pengelola objek wisata Bumi Perkemahan Panglima Batur baik pemerintah maupun masyarakat. Teknik analisis yang digunakan adalah: 1) pengumpulan data 2) reduksi data 3) penyajian data 4) verifikasi (penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat faktor penghambat yang terjadi dalam pengembangan objek wisata adalah: 1) terbatasnya dana, 2) kurangnya sumber daya manusia, 3) kurangnya kesadaran masyarakat, 4) kurangnya kerjasama dengan pihak swasta, dan 5) keterbatasan fasilitas. Selanjutnya terdapat juga faktor pendorong adalah, 1) potensi alam 2) suasana objek wisata yang nyaman, 3) kondisi wisata yang aman, 4) akses yang mudah, dan 5) kemajuan teknologi informasi. Adapun strategi pengembangan atraksi wisata yang dilakukan adalah, 1) menambah berbagai fasilitas, 2) sarana prasarana wisata, 3) meningkatkan promosi wisata, 4) melakukan kerjasama dengan dinas lain serta masyarakat, 5) membuat rencana lanjutan pada hasil pengembangan yang ada, 6) memaksimalkan potensi alam, 7) mengamati apa yang menjadi keinginan masyarakat atau wisatawan. Dengan adanya strategi pengembangan ini akan meningkatkan jumlah pengunjung sehingga pendapatan daerah pun dapat meningkat dan tercapainya target yang telah ditetapkan.
SELIN KOBI
2023 · Thesis · Open Access
ABSTRAK SELIN KOBI, 2023: Pengembangan wisata Batu Batungkat di Desa Kubung kecamatan delang Kabupaten Lamandau. Pembimbing 1: Dr. Kadek Sukiada, S.Ag. Msi dan pembimbing 2: Buhol, S.Ag., MFIL.H. Wisata Batu Batungkat di Desa Kubung merupakan salah satu objek wisata yang sangat terkenal dengan keunukan nya wisata yang berbentuk seperti rumah dengan ketinggian kurang lebih 15 m. dari permukaan tanah di kelilingi perbukitan sehingga memiliki pemandangan yang indah wisata Batu Batungkat merupakan salah satu aset yang dimiliki oleh kecamatan Delang lokasi Batu Batungkat berada di sebelah kiri masuk kedalam sekitar 5 km pinggiran jalan raya utama yaitu di Trans Kalimantan Km 10 yang menghubungkan akses menuju perbatasan antara Kalimantan Tengah dan Kalimatan Barat. Namun kawasan ini masih belum terrkelola dengan baik serta masih terbatasnya sarana dan prasarana yang dimiliki. Berdasrakan permasalahan latar belakang penelitian ini yaitu (1) Bagaimanakah pengembangan wisata Batu Batungkat di Desa Kubung kecamatan Delang Kabupaten Lamandau, (2) apakah kendala pengembangan wisata Batu Batungkat di Desa Kubung kecamatan Delang Kabupaten Lamandau, serta upaya masyarakat dan pemerintah dalam pengembangan wisata Batu Batungkat di Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau. Metode Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Analisis deskriptif kualikatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: observasi, wawancara, dokumentasi, dan keperpustakaan teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan ini adalah; (1) teori pengembangan pariwisata dan (2) teori kendala pariwisata. subjek penelitian ini adalah dinas pariwisata, masyarakat, pemerintahan Desa, tokoh masyarakat, juru kunci. Hasil penelitian ini adalah; pengembangan wisata Batu Batungkat perlu di kelola dan di jaga kebersihannya dan fasilitas yang ada, supaya wisata tersebut dapat dikenal oleh para wisatawan (2) kendala yang paling utama dihadapi anggaran yang tidak memadai yang digunakan dalam pengembangan wisata Batu Batungkat, serta perlu di tingkatkan kembali partisipasi masyarakat dan pemerintah, (3) upaya yang harus dilakukan melakukan musrembang Desa, melaksanakan festival budaya seperti Babukung, melakukan promosi melalui media sosial dan kunjungan ke dinas-dinas terkait, serta melakukan swadaya masyarakat baik material maupun tenaga.
NI PUTU KRISTINA
2023 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Ni Putu Kristina, 2023: Peran Pemerintah Desa Dalam Penyelesaian Sengketa Perbatasan Lahan Perkebunan Masyarakat Di Desa Tajau Pecah Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan Skripsi. Fakultas Dharma Sastra, Program Studi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Komang Darman, S.H.,MH. Pembimbing II, Ni Putu Paramita Dewi, S.H.,M.H. Pemerintah Desa adalah unsur penyelenggara Pemerintahan Desa yang bertugas untuk mengatur dan melaksanakan pemerintahan ditingkat Desa yang dikepalai oleh Kepala Desa dan dibantu Perangkat Desa sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Desa. Jika terjadi konflik atau sengketa pada masyarakat, Pemerintah Desa bertindak sebagai pemimpin, sebagai mediator dan sebagai Hakim perdamaian untuk mendamaikan dari kedua belah pihak yang bersengketa, dan juga dalam penyelesaian sengketa perbatasan lahan pada masyarakat. Masalah yang diteliti : (1) Peran Pemerintah Desa Dalam Penyelesaian Sengketa Perbatasan Lahan Perkebunan Masyarakat Di Desa Tajau Pecah Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut Kaimantan Selatan. (2) Bagaimanakah Proses Penyelesaian Sengketa Perbatasan Lahan Perkebunan Masyarakat di Desa Tajau Pecah Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan. Subyek penelitian adalah Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kaur Keuangan, Kasi Pemerintahan, Kasi Pelayanan & kesejahteraan, kaur umum & perencanaan, RT, Polsek Batu Ampar, Pengacara dan pihak-pihak yang bersangkutan dengan penyelesaian sengketa perbatasan lahan di Desa Tajau Pecah. Obyek Penelitian adalah Kasus Sengketa Perbatasan Lahan Perkebunan Masyarakat di Desa Tajau Pecah. Metode yang digunakan dalam dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kewenangan dari Philipus M. Hadjon dan Teori Keadilan dari John Rawls. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Pemerintah Desa sangat berperan penting yaitu sebagai Pemerintah Desa sebagai pemimpin, sebagai mediator dan sebagai hakim perdamaian desa. Proses penyelesaian sengketa perbatasan lahan perkebunan masyarakat yang terjadi di Desa Tajau Pecah dilakukan secara mediasi, dalam hal ini kepala desa sebagai mediator dalam memediasi para pihak yang bersengketa. Dalam mediasi ada beberapa tahapan yang dilakukan yaitu, mengajukan pengaduan, menghadirkan para pihak, mengumpukan data, mediasi dan putusan.
INDRA PRAYOGI
2023 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Indra Prayogi, 2023 Peran Mantir Adat Dayak Siang Dalam Menyelesaikan Kasus Hamil Di Luar Nikah Di Desa Narui Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya. Program Studi Hukum Adat, Fakultas Dharma Sastra, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Dr. Ni Nyoman Rahmawati, S.Ag., M.Si. Pembimbing (II) Ni Wayan Eka Sumartini, S.H Kasus hamil di luar nikah merupakan perbuatan yang melanggar kaidah/norma adat dan agama, serta dapat menganggu keseimbangan dan keharmonisan di masyarakat. Maka untuk memulihkan ketentraman dan keseimbangan yang telah terganggu maka terjadi reaksi adat dan sanksi adat. Terkait dengan itu maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Apa Faktor penyebab terjadinya Kasus Hamil diluar Nikah di Desa Narui, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya ? (2) Bagaimanakah Proses Penyelesain Kasus Hamil diluar Nikah di Desa Narui, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya ? (3) Bagaimanakah Upaya Mantir Adat Dayak Siang dalam menangani Pencegahan Kasus Hamil diluar Nikah di Desa Narui, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya Permasalahan dianalisis dengan teori Tindakan Sosial, Keadilan Sosial, Sebab akibat (Qausalitas), dan teori Von Savigny (Sejarah Hukum).Informan ditentukan secara porposif sampling, pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan, data dianalisis melalui beberapa tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa (1) Faktor Penyebab Terjadinya Kasus Hamil Diluar Nikah di desa Narui Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya dikarenakan faktor internal dan eksternal. Adapun Faktor internal meliputi : (a) kurangnya rasa hormat/patuh anak kepada orang tuanya, (b) Kurang mendapatkan pendidikan agama dalam keluarga, dan (c) Kurangnya pengendalian diri. Sedangkan Faktor Eksternal meliputi : (a) Pergaulan Bebas, (b) Kemajuan Teknologi, (c) kurangnya kontrol orang tua, dan (d) Kurang memahami aturan adat. (2) Proses Penyelesaian dilakukan melalui beberapa tahapan :(a) Adanya pengaduan oleh pihak terkait dengan kasus yang terjadi kepada pihak mantir adat; (b) Pemanggilan kepada pihak terlapor: (c) Penetapan tanggal siding; dan (d) Penyelenggaran sidang. Musyawarah/mufakat melalui sidang peradilan adat berpegang teguh pada Perjanjian Rapat Tumbang Anoi 96 Pasal tahun 1894 dengan filosofi masyarakat hukum adat adalah “Belum Bahadat”. hasil keputusan adalah berupa Sanksi (Cipon) adat yang dikenakan kepada pelaku yaitu pasal 137 pelanggaran Kouh Dusa Kanak Kalih Hukum Adat 30-45 Cipon, dinilai dengan mata uang Rupiah yaitu sebesar Rp. 4.500.000,- (Empat Juta Lima Ratus Ribu Rupiah), Serta melaksanakan Upacara Nawai Ondo berupa syukuran. (3) Upaya Mantir Adat Dayak Siang Dalam Menangani Pencegahan Kasus Hamil Diluar Nikah tersebut dengan pelayanan 1 x 24 jam dan sosialisasi aturan adat.
HARDIANTO
2023 · Thesis · Open Access
Hardianto, 2019. Penyelesaian Kasus Perselingkuhan oleh Kedamangan Di Desa Tumbang Bantian Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Intitut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Riwun. S.Ag, M.Si dan pembimbing II Alfred Yetno.SH.MH. Perselingkuhan pada umumnya banyak terjadi pada anggota keluarga yang kurang memiliki kualitas keagamaan yang mantap, lemahnya dasar cinta, komunikasi yang kurang lancar dan harmonis, sikap egois dari masing-masing, emosi yang kurang stabil, dan kurang mampu membuat penyesuaian diri. Berdasarkan hasil peninjauan di Desa Tumbang Bantian pada tanggal 10 Januari 2023 langsung bertemu kedua pasang suami istri yang bernama Naurika dan Pendi. Naurika menjalas kronologi awal dari perselingkuhan Pendi adalah kurang rasa keharmonisan dalam rumah tangga. Permasalhan yang diteliti adalah 1) faktor penyebab terjadinya Perselingkuhan di Desa Tumbang Bantian Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya? 2) Bagaimana proses Penyelesaian Kasus Perselingkuhan Oleh Kedamangan di Desa Tumbang Bantian Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya? 3) Apa dampak dari perselingkuhan apabila tidak diselesaikan oleh Kedamangan di Desa Tumbang Bantian Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yang dimana maksud untuk memahami fenomena apa yang dialami oleh subjek penelitian. Untuk jenis penelitian yang menggunakan data primer dan skunder dan teknik informan untuk tujuan tertentu yang menghubungkan data yang dilakukan dengan cara teknik observasi, teknik keperpustakaan, dokumentasi, dan wawancara. Dari hasil penelitian dapat dianalisis: 1) faktor peyebab terjadinya perselingkuhan Di Desa Tumbang Bantian Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya karena faktor internal dan eksternal faktor internal bersumber dari dalam kehidupan perkawinan yaitu adanya komplik yang tidak kunjung selesai dan terus menerus yang selalu menjadi adanya pertengkaran dalam rumah tangga keluarga tersebut yang melatar belakangi ekonomi. Sedangkan faktor ekternal yaitu bersumber dari luar kehidapan perkawinan pasangan itu sendiri, dengan kemajuan teknologi seperti lingkungan pergaulan yang mengunakan fasilitas internet melalui hp/smartphone selalu mendorong mereka untuk mengambil keputusan mencoba menjalin hubungan perselingkuhan, pengaruh hp/smartphone yang membuat mereka menjalin hubungan secara diam-diam. 2) Penyelesaian Kasus perselingkuhan, pemangilan kedua belah pihak pihak laki-laki maupun pihak perempuan untuk mencari solusinya musyawarah atau mufakat, laporan, menyakan kepada kedua belah pihak, dan para Damang Kepala Adat serta Mantir Adat, Tokoh Masyarakat ikut hadir dalam penyelesaian tersebut 3) dampak dari penyelesain perselingkuhan yang pertama untuk anak mereka yang dimana masih usia dini, mempengaruh pergaulan anak pada umunya. Kata Kunci: Penyelesaian, Kasus Perselingkuhan, Kedamangan.
ERSA
2023 · Thesis · Open Access
ERSA, 2023 : Peranan Lembaga Adat Kedamangan Dalam Penyelesaian Kasus Pencemaran Limbah PT. Indo Muro Kencana Di Desa Batu Mirau Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya. Skpripsi Program Studi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institute Agama Hindu Negeri Tamping Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I I Komang Darman, SH., MH, Pembimbing II Ni Putu Paramita Dewi, SH., MH Pencemaran limbah PT. Indo Muro Kencana di Sungai Maan wilayah Desa Batu mirau Kecamatan Sungai babuat kabupaten murung raya menimbulkan keluhan Masyarakat sekitar, kasus pencemaran limbah PT. Indo Muro Kencana yang mencemari Sungai Maan sangat berdampak sehingga mengakibatkan aktivitas masyarakat dalam memenuhi keperluan hidup sehari-hari menjadi terganggu karena sulit mencari air bersih untuk kebutuhan seperti memasak dan mandi. Permasalahan yang diteliti mencakup 3 (tiga) hal yakni : (1). Bagaimanakah peranan lembaga adat Kedamangan dalam menyelesaikan kasus pencemaran limbah PT. Indo Muro Kencana di Desa Batu Mirau Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya? (2). Bagaimana proses Penyelesaian kasus pencemaran limbah PT. Indo Muro Kencana melalui lembaga adat Kedamangan masyarakat Dayak Siang di Desa Batu Mirau Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya? (3). Apakah yang menjadi dasar pertimbangan penyelesaian kasus Pencemaran limbah PT. Indo Muro Kencana melalui lembaga adat Kedamangan masyarakat Dayak Siang di Desa Batu Mirau Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya dalam menyelesaikan kasus pencemaran limbah PT. Indo Muro Kencana di Desa Batu Mirau Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya. Subjek dalam penelitian dalam penulisan ini adalah, Kedamangan Kecamatan Sungai Babuat, Dewan Adat Dayak Kabupaten Murung Raya, dan Humas PT. Indo Muro Kencana. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode Observasi, Wawancara, Dokumentasi, dan Studi Kepustakaan. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dengan proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verivikasi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut maka dapat disimpulkan : (1). Peranan Lembaga Adat Kedamangan dalam menyelesaikan kasus pencemaran limbah yaitu sebagai Mediator, Pemimpin, dan Hakim Perdamaian. (2). Proses penyelesaian kasus melalui lembaga adat kedamangan dayak siang memiliki beberapa tahapan, adapun tahapan-tahapannya yaitu tahap pelaporan, tahap pemanggilan kedua belah pihak, dan tahap pengambilan keputusan. (3). Dasar pertimbangan PT. Indo Muro menyelesaikan kasus pencemaran limbah adalah dapat memberikan keadilan dan kepastian hukum bagi kedua belah dalam kasus pencemaran limbah PT. Indo Muro Kencana di desa Batu Mirau Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya.
VEDA WIRATAMA
2023 · Thesis · Open Access
Penelitian ini mengkaji tentang status sosial ekonomi orangtua dan minat belajar dengan prestasi belajar siswa pada pendidikan agama Hindu di SMKN 1 Cempaga Hulu dan SMAN 1 Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. status sosial ekonomi orangtua siswa agama Hindu di SMKN 1 Cempaga Hulu dan SMAN 1 Cempaga Hulu dapat dikatakan sebagian besar berstatus sosial ekonomi menengah kebawah dengan rata-rata pekerjaan orangtua siswa sebagai petani kemudian karyawan swasta, wirausaha dan perangkat desa, dalam mengikuti pembelajaran siswa agama Hindu di SMKN 1 Cempaga Hulu dan SMAN 1 Cempaga Hulu memiliki prestasi belajar yang sangat baik. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa dan orangtua, sedangkan objeknya dalah status sosial ekonomi orangtua dan minat belajar dengan prestasi belajar siswa pada pendidikan agama Hindu di SMKN 1 Cempaga Hulu dan SMAN 1 Cempaga Hulu, Teknik pengumpulan data dengan metode kualitatif, diperoleh dari observasi, wawancara, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis didapatkan hasil yakni prestasi belajar siswa agama Hindu tidak dipengaruhi oleh status sosial ekonomi orangtua, Pertama Prestasi Belajar Siswa Pada Pendidikan Agama Hindu Di SMKN 1 Cempaga Hulu dan SMAN 1 Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur sebagai berikut: 1) internal prestasi belajar siswa 2) Fisiologis siswa 3) Motivasi 4) Intelegensi dan Akademik, 5) eksternal prestasi belajar siswa, 6) Kondisi Ruang Kelas, 6) Sarana dan Sumber Belajar, kedua Status Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Pendidikan Agama Hindu Di SMKN dan SMAN 1 Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur sebagai berikut: 1) Pekerjaan orangtua, 2) Pendidikan orangtua, 3) Pendapatan orangtua, 4) Hubugan status sosial ekonomi terhadap prestasi belajar, dan ketiga Minat Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Pada Pendidikan Agama Hindu Di SMKN dan SMAN 1 Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur berikut: 1) Menumbuhkan minat belajar agama Hindu 2) Manfaat belajar agama Hindu. 3) Hubungan Minat Dalam Prestasi 4) Strategi Menumbuhkan Minat Belajar.
RISKY DHARMA ADITYA
2023 · Thesis · Open Access
Objek wisata Surung Danum di Kelurahan Habaring Hurung Kota Palangka Raya, merupakan objek wisata sumber daya alam buatan, Salah satu potensi alam wisata Surung Danum adalah air hitamnya. Akan tetapi kemampuan manejerial masyarakat masih kurang dalam mengelola dikarenakan sumber daya manusianya masih kurang mumpuni. Maka dari itu agar tetap terjaga dan diminati oleh pengunjung, maka pemberdayaan SDM perlu dilakukan dalam upaya memberi kemampuan pelaku usaha wisata untuk menangani kunjungan wisatawan. Pemberdayaan SDM dapat memberikan informasi kepada pengelola tentang tingkat atau besarnya kemampuan yang dimiliki individu pelaku usaha wisata. Tingkat kemampuan dapat dijadikan acuan dan kebijakan untuk meningkatkan kualitas SDM pelaku usaha bidang pariwisata. Oleh karena itu, penting dilakukan kajian tentang pemberdayaan pelaku usaha wisata Surung Danum untuk mengetahui apakah pemberdayaan SDM pelaku usaha wisata tersebut memadai kemampuan individunya.Berdasarkan permasalahan dari latar belakang penelitian ini yaitu (1) Bagaimanakah pemberdayaan SDM para pelaku usaha di kawasan wisata Surung Danum (2) Bagaimanakah keterlibatan pemerintah setempat terhadap pemberdayaan pelaku usaha di kawasan wisata Surung Danum. Adapun teori yang digunakan dalam mengkaji permasalahan ini yaitu: (1) Teori Manajemen Sumber Daya Manusia (2) Teori Pemberdayaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif, teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui metode: observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Penentuan informan yang digunakan adalah teknik purposivesampling dengan teknik penentuan sampel sudah ditentukan. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) pemberdayaan SDM pelaku usaha wisata Surung Danum diperlukan untuk meningkatkan kualitas daya pikir dan daya fisik tiap individu pelaku usaha terkait bidang pelayanan pengunjung, baik dalam bentuk pelatihan dan pengajaran atau kegiatan sejenisnya (2) Keterlibatan pemerintah setempat terhadap pemberdayaan pelaku usaha wisata Surung Danum tidak dapat direalisasikan karena belum terjalin kerjasama antara pemerintah Kelurahan Habring Hurung dengan pengelola kawasan wisata Surung Danum.
ENI DIA
2023 · Thesis · Open Access
ENI DIA, 2023: Marketing Strategy of Tahura Anggrek Pama Magaram Persada Tourism Object in Siong Village, Paju Epat District, East Barito Regency. Supervisor I: Dr. Kuri, S.Ag., M.Ag and Supervisor II: Muthia Farida, M.Pd Tahura Anggrek Pama Magaram Persada in Siong Village, Paju Epat District, East Barito Regency is a typical Kalimantan black orchid conservation place and is an icon of East Barito Regency which is starting to become extinct, and this tourist attraction is the original habitat of black orchids and there are several facilities that already exist in it such as outbound games, gazebos, toilets, parking and more. This is the attraction and potential that must be developed and marketed, of course, it can bring income to the village government and local tourism actors. However, the beauty and potential of this tourist attraction is not directly proportional to the interest of visitors to travel there. This study aims to answer the following problems: (1) what are the marketing strategies of Tahura Anggrek Pama Magaram Persada tourism in Siong Village, Paju Epat District, East Barito Regency?, (2) what are the obstacles in the implementation of marketing the Tahura Anggrek Pama Magaram Persada tourist attraction in Siong Kecamata Paju Epat Village, East Barito Regency? The method was a qualitative descriptive analysis method using data collections of techniques: interviews, observation, documentation, and literature. The theories used to study this problem were (1) SWOT analysis and (2) 7p marketing mix. The subjects of this study were tourism object managers, Cultural Tourism, Youth and Sports Offices, Tourism Awareness Groups, village governments, and visitors. The results of this study are; (1) the marketing strategy that has been applied to tourist attractions is a word of mouth strategy, with a SWOT analysis using a 7 p marketing mix, alternative strategies can be used in marketing Tahura attractions (2) factors that become obstacles in the implementation of marketing of Tahura Anggrek Pama Magaram Persada tourist attractions are as follows: (a) budget constraints, (b) lack of quality and quantity of human resources, (c) promotion that has not been maximized, (d) facilities and infrastructure that have not been maximized, (e) location far from the city center and poor road access.
SILASIE
2023 · Thesis · Open Access
SILASIE, 2023: Strategi Pengelola Dalam Pengembangan Wisata Pesona Alam Lestari (PAL) Di Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si dan Pembimbing II: Sulandra, S.Pi., M.Si. Pariwisata merupakan faktor yang menentukan lokasi industri untuk memajukan ekonomi di daerah-daerah yang kurang berkembang. Pariwisata juga merupakan salah satu upaya pemanfaatan sumber daya alam yang banyak dikembangkan untuk menggerakkan perekonomian suatu daerah, seiring dengan perkembangan teknologi, akses dan transportasi memberikan peluang besar dalam pengembangan wisata. Namun, keberadaan objek wisata harus dikelola dan dikembangkan dengan baik agar terus berkembang dan menjadi tujuan wisata. Salah satunya adalah Wisata Pesona Alam Lestari yang ada di Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelola dalam pengembangan Wisata Pesona Alam Lestari di Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Dengan permasalahan: (1) Bagaimana strategi pengelola dalam pengembangan Wisata Pesona Alam Lestari di Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. (2) Apa saja Kendala dalam pengelolaan Wisata Pesona Alam Lestari yang ada di Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori manajemen dan teori kendala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari empat tahap dalam proses analisis dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, dalam penelitian ini peneliti dapat menyimpulkan beberapa hal: (1) Strategi pengelola dalam pengembangan wisata Pesona Alam Lestari menggunakan strategi analisis SWOT yaitu strength (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunity (peluang), threat (ancaman) dalam hal ini perlu ditingkatkan sektor pembangunan sarana dan prasarana, pengembangan SDM dan melakukan kerja sama yang baik antar pemilik wisata, karyawan maupun masyarakat sebagai pelaku usaha. (2) Kendala yang dialami dalam pengelolaan Wisata Pesona Alam Lestari yaitu kurang optimalnya dana yang dimiliki pengelola, sehingga pengembangan wisata kurang maksimal, kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang benar-benar memahami dibidang pariwisata serta tidak ada kebijakan dalam menjalin kerjasama terhadap pemerintah daerah ataupun pihak lain.
MURTIANA
2023 · Thesis · Open Access
MURTIANA, 2023, Ritual Bayar Saut Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur (Perspektif Hukum Hindu) Skripsi. Fakultas Dharma Sastra. Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri “Tampung Penyang” (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I) Dra. Ni Made Ratini, M.Si. Pembimbing (II). I Kadek Kartika Yase, SH.AH., MH. Ritual Bayar Saut adalah ritual yang dilaksanakan untuk membayar hajat (janji) atas terpenuhinya permintaan yang dimohonkan kepada para leluhur berupa persembahan atau korban suci sesuai yang dijanjikan. Masalah yang diteliti : (1). Bagaimana proses pelaksanaan ritual Bayar Saut di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur? (2) Faktor apa yang mendorong umat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur melaksanakan ritual Bayar Saut? (3) Apa dampak yang terjadi apabila tidak dilaksanakan ritual Bayar Saut bagi masyarakat Hindu Kaharingan? Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah tersebut adalah Teori Religi, Teori Simbol dan Teori Kausalitas atau Sebab Akibat. Subjek penelitian ini adalah Pisor, Ketua Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan, Tokoh Agama Hindu Kaharingan, Tokoh masyarakat di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Pihak yang melaksanakan ritual. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan metode kualitatif dengan Langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Proses pelaksanaan ritual Bayar Saut di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur terlebih dahulu mencari Pisor untuk memimpin ritual dan hari pelaksanaannya ditentukan dengan memilih hari yang baik, menyiapkan sarana dan prasarana lengkap, melalui tahapan-tahapan proses yang harus dilakukan, serta setelah melaksanakan ritual ada pali atau pantangan. (2) Faktor yang mendorong umat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur melaksanakan ritual Bayar Saut terdapat 3 faktor yaitu, faktor sakit, faktor kepercayaan terhadap leluhur, dan faktor adanya hajat (janji) kepada leluhur. (3) Dampak yang terjadi apabila tidak dilaksanakan ritual Bayar Saut bagi masyarakat Hindu Kaharingan ada 2 dampak yaitu, sakit-sakitan dan terkena sial. Kata Kunci : Ritual, Bayar Saut, Perspektif Hukum Hindu
NI WAYAN HARYATI UTAMI
2023 · Thesis · Open Access
Penelitian dengan judul Analisis Kualitas Pelayanan Publik Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan publik dimana kualitas pelayanan publik tidak lepas dari bagaimana penerapan Standard Operational Procedure (SOP) dan apa saja kendala yang dihadapi dalam peningkatan kualitas pelayanan publik. Penelitian ini terfokus pada kualitas pelayanan publik Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas dengan perumusan masalah: 1) Bagaimanakah kualitas pelayanan publik, 2) Bagaimanakah penerapan SOP dalam pelaksanaan pelayanan publik dan 3) Apa saja kendala-kendala dalam peningkatan kualitas pelayanan publik pada Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas. Adapun teori yang digunakan untuk membedah permasalahan tersebut di atas adalah teori kualitas pelayanan publik Zeithaml et al, teori SOP Arnina P dan teori kendala Hansen dan Mowen. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian ini mencakup beberapa hal: pertama, dilihat dari lima dimensi kualitas pelayanan publik SERVQUAL yaitu dimensi tangible (wujud), dimensi reliability (kehandalan), dimensi responsiveness (ketanggapan), dimensi assurance (jaminan) dan dimensi empathy (empati), kualitas pelayanan publik Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas dapat dikatakan baik. Kedua, dalam penerapan Standard Operational Procedure (SOP) dalam pelayanan publik pada Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas sudah dapat dikatakan baik hal ini ditandai dengan petugas memahami dan sudah bekerja sesuai dengan SOP dan pelanggan yang merasa minimnya kesalahan pada saat melengkapi berkas. Namun SOP yang ada tidak dipasang di ruangan agar pelanggan mengetahuinya dan belum dicetak serta dibukukan agar setiap petugas memilikinya. Ketiga, terdapat kendala internal dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan publik, dimana yang menjadi kendala adalah keterbatasan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia, keterbatasan anggaran, keterbatasan sarana prasarana dan keterlambatan regulasi. Kemudian untuk kendala eksternal yaitu adanya kendala jarak dan jaringan, kurangnya kemampuan pelanggan dalam menguasai IT dan kendala dalam penyampaian data. Untuk kendala mengikat berasal dari Sumber Daya Manuasia (SDM) yang terbatas serta sarana dan prasarana yang sebagian sudah tidak layak pakai dan tidak terdapat kendala tidak mengikat, karena sumber daya yang ada sudah dimanfaatkan semaksimal mungkin.
INDRI
2023 · Thesis · Open Access
INDRI, 2023 : Strategi Guru Agama Hindu dalam Membudayakan Literasi Siswa Hindu di SMPN 1 Manuhing Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas. Pembimbing (I) Hendri, S.Ag.,M.Si. Pembimbing (II) I Komang Mertayasa, S.Pd.H.,M.Si. Pendidikan memegang peranan penting dan diperlukan oleh setiap individu karena melalui proses pendidikan individu akan mampu mengikuti gerak pembangunan yang sedang berlangsung sekarang maupun masa yang akan datang. Pendidikan menduduki posisi sentral dalam pembangunan, karena sasaranya adalah kualitas Sumber Daya Manusia. Budaya literasi rakyat Indoensia masih diklaim rendah. Menurut data United Nations Eductional Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dalam Lestari, 2019) indeks minat baca masyarakat Indonesia pada tahun 2012 hanya 0,001 dan hanya 1 dari 1000 orang Indonesia yang tertarik membaca. SMPN 1 Manuhing merupakan sekolah yang berada di Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Masa, dan di sekolah ini telah menerapkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Oleh sebab itu peneliti meneliti tentang Strategi Guru Agama Hindu dalam Membudayakan Literasi Siswa Hindu, dengan lokasi penelitian di SMPN 1 Manuhing Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas. Penelitan ini berusaha menjawab 2 (dua) pertanyaan pokok : (1) Bagaimana Strategi Guru Agama Hindu dalam Memnudayakan Literasi Siswa Hindu di SMPN 1 Manuhing Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas?. (2) Apa Saja Kendala Guru Agama Hindu dalam Membudayakan Literasi Siswa Hindu di SMPN 1 Manuhing Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Metode penentuan informan adalah metode purposive sampling, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dengan teknik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian tentang Stategi Guru Agama Hindu dalam Membudayakan Literasi Siswa Hindu di SMPN 1 Manuhing Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas. Strategi dalam membudayakan literasi terdapat beberapa strategi yang digunakan yaitu guru meminta siswa untuk membaca 15 menit sebelum pemebelajaran dimulai. Strategi yang digunakan yaitu guru membawa siswa untuk menonton video yang berkaitan dengan pendidikan agama Hindu menggunakan laptop dan Guru Agama Hindu memberikan siswa tugas membuat cerita yang berkaitan dengan Ajaran Hindu. Kendala Guru Agama Hindu dalam Membudayakan Literasi Siswa Hindu di SMPN 1 Manuhing Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas. Terdapat dua kendala yaitu, Kendala internal, masih terdapat beberapa peserta didik yang masih malas untuk memebaca. Masih terdapat siswa yang kurang dalam menguasai bahasa Indonesia. Kendala eksternal, guru dalam membudayakan Literasi pada siswa bahwa masih kurang dalam hal penunjang buku-buku yang berkaitan dengan pendidikan Agama Hindu, fasilitas pembelajaran masih belum memadai dan kurangnya dukungan dari orang tua siswa, Keadaan perpustakaan masih belum memadai
WAYAN SULASTRI
2023 · Thesis · Open Access
ABSTRAK WAYAN SULASTRI: (2023) Pengembangan Fasilitas Dalam Menarik Minat Wisatawan Ke Objek Wisata Kahui Di Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya (pembimbing I Handoko, S.Ag., M.Si dan pembimbing II I Wayan Sindia Griya Danika, S.Kom., M.T). Pengembangan pariwisata merupakan suatu rangkaian upaya untuk mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan berbagai sumber daya pariwisata mengintegrasikan segala bentuk aspek diluar pariwisata yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka pada penelitian ini terdapat dua perumusan masalah dalam skripsi ini adalah, (1) Bagaimana pengembangan fasilitas dalam menarik minat wisatawan ke objek wisata kahui di kecamatan bukit batu kota palangka raya, (2) bagaimana kendala pengembangan fasilitas dalam menarik minat wisatawan ke objek wisata kahui di kecamatan bukit batu kota palangka raya. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah, (1) Teori pengembangan pariwisata (2) Teori kendala. Subjek penelitian ini adalah mulai dari: pemilik objek wisata kahui, penjaga objek wisata kahui, lurah kelurahan sei gohong, masyarakat lokal yang ada di sekitar objek wisata kahui, dan wisatawan yang berkunjung ke objek wisata kahui. Hasil penelitian ini adalah, (1) untuk mengetahui pengembangan fasilitas objek wisata kahui, (2) untuk mengetahui kendala dalam pengembangan fasilitas objek wisata kahui. Hasil kajian penulis dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengembangan fasilitas dalam menarik minat wisatawan ke objek wisata kahui meliputi pengembangan atraksi wisata, fasilitas wisata, infrastruktur wisata, transportasi wisata dan hospitality (keramah-tamahan). Kendala yang di alami dalam pengembangan wisata kahui yaitu kurang flaying fox, dermaga tepi sungai, penampilan tarian daerah dayak Kalimantan tengah, tracking malam, paket wisata penelitian tumbuhan dan binatang, warung, penginapan, toilet, jalan, bus pariwisata dan kemanan serta pelayanan yang masih akan dikembangkan untuk meningkatkan daya tarik wisatawan.