Abstrak
INDRI, 2023 : Strategi Guru Agama Hindu dalam Membudayakan Literasi Siswa Hindu di SMPN 1 Manuhing Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas. Pembimbing (I) Hendri, S.Ag.,M.Si. Pembimbing (II) I Komang Mertayasa, S.Pd.H.,M.Si. Pendidikan memegang peranan penting dan diperlukan oleh setiap individu karena melalui proses pendidikan individu akan mampu mengikuti gerak pembangunan yang sedang berlangsung sekarang maupun masa yang akan datang. Pendidikan menduduki posisi sentral dalam pembangunan, karena sasaranya adalah kualitas Sumber Daya Manusia. Budaya literasi rakyat Indoensia masih diklaim rendah. Menurut data United Nations Eductional Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dalam Lestari, 2019) indeks minat baca masyarakat Indonesia pada tahun 2012 hanya 0,001 dan hanya 1 dari 1000 orang Indonesia yang tertarik membaca. SMPN 1 Manuhing merupakan sekolah yang berada di Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Masa, dan di sekolah ini telah menerapkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Oleh sebab itu peneliti meneliti tentang Strategi Guru Agama Hindu dalam Membudayakan Literasi Siswa Hindu, dengan lokasi penelitian di SMPN 1 Manuhing Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas. Penelitan ini berusaha menjawab 2 (dua) pertanyaan pokok : (1) Bagaimana Strategi Guru Agama Hindu dalam Memnudayakan Literasi Siswa Hindu di SMPN 1 Manuhing Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas?. (2) Apa Saja Kendala Guru Agama Hindu dalam Membudayakan Literasi Siswa Hindu di SMPN 1 Manuhing Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Metode penentuan informan adalah metode purposive sampling, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dengan teknik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian tentang Stategi Guru Agama Hindu dalam Membudayakan Literasi Siswa Hindu di SMPN 1 Manuhing Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas. Strategi dalam membudayakan literasi terdapat beberapa strategi yang digunakan yaitu guru meminta siswa untuk membaca 15 menit sebelum pemebelajaran dimulai. Strategi yang digunakan yaitu guru membawa siswa untuk menonton video yang berkaitan dengan pendidikan agama Hindu menggunakan laptop dan Guru Agama Hindu memberikan siswa tugas membuat cerita yang berkaitan dengan Ajaran Hindu. Kendala Guru Agama Hindu dalam Membudayakan Literasi Siswa Hindu di SMPN 1 Manuhing Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas. Terdapat dua kendala yaitu, Kendala internal, masih terdapat beberapa peserta didik yang masih malas untuk memebaca. Masih terdapat siswa yang kurang dalam menguasai bahasa Indonesia. Kendala eksternal, guru dalam membudayakan Literasi pada siswa bahwa masih kurang dalam hal penunjang buku-buku yang berkaitan dengan pendidikan Agama Hindu, fasilitas pembelajaran masih belum memadai dan kurangnya dukungan dari orang tua siswa, Keadaan perpustakaan masih belum memadai