2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pembelajaran nilai-nilai agama Hindu memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kepribadian peserta didik sejak usia dini. Salah satu ajaran pokok yang menjadi landasan moral adalah Tri Kaya Parisudha, yaitu berpikir baik (Manacika), berkata baik (Wacika), dan berbuat baik (Kayika). Namun, dalam praktiknya, guru sering menghadapi kendala seperti keterbatasan waktu pembelajaran, variasi tingkat pemahaman siswa, serta kurangnya dukungan dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Hal tersebut menjadi latar belakang penting bagi penelitian ini yang berupaya mengkaji bagaimana pelaksanaan pembelajaran Tri Kaya Parisudha diterapkan di sekolah dasar serta sejauh mana nilai-nilai moral ini dapat diinternalisasi oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran ajaran Tri Kaya Parisudha pada siswa Hindu kelas 3 di SD Negeri 8 Langkai Palangka Raya, menganalisis kendala yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran, serta mengidentifikasi upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi guru agama Hindu, kepala sekolah, dan siswa kelas 3 beragama Hindu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Tri Kaya Parisudha dilaksanakan melalui metode keteladanan, pembiasaan, diskusi, serta kegiatan keagamaan seperti doa pagi dan dharma wacana. Guru berperan aktif dalam menanamkan nilai-nilai moral melalui praktik langsung dan penguatan karakter, sedangkan kepala sekolah memberikan dukungan melalui kebijakan dan penyediaan sarana keagamaan. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dan fasilitas, upaya kreatif guru dan dukungan sekolah mampu meningkatkan antusiasme serta pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Tri Kaya Parisudha. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman nyata dan humanistik sangat efektif dalam membentuk karakter siswa yang beriman, santun, dan berakhlak mulia.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Evi Prastika. 2025. Minat Belajar Generasi Muda Hindu Kaharingan Terhadap Seni Kriya Katupat sukup di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Derson, S.Ag., M.Ag Pembimbing II Hendri, S.Ag., M.Si Katupat sukup merupakan seni kriya tradisional khas Hindu Kaharingan di Desa Tewang Rangas, Kabupaten Katingan. Bentuknya menyerupai buah manggis dan digunakan dalam upacara atau ritual umat Hindu Kaharingan, mencerminkan nilai estetika, simbolisme, dan fungsi spiritual dalam kehidupan masyarakat. Akan tetapi dalam konteks ini proses pembuatan katupat sukup di Desa Tewang Rangas saat ini hanya dilakukan oleh kalangan lanjut usia, tanpa partisipasi aktif dari generasi muda Hindu Kaharingan. Meskipun terdapat ajakan dari keluarga atau tokoh adat untuk berpartisipasi, banyak generasi muda yang memilih untuk tidak ikut serta. Bahkan, sebagian dari mereka tidak mengenali bentuk katupat sukup dan menganggap proses pembuatannya terlalu rumit serta tidak relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari. Berdasarkan latar beelakang, maka penelitian ini mengkaji: (1) Bagaimana proses pembuatan seni kriya katupat sukup di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan? (2) Bagaimana minat belajar generasi muda Hindu Kaharingan terhadap seni kriya katupat sukup di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan Teori yang digunakan untuk menganalisis terhadap rumusan masalah yaitu menggunakan 2 (dua) teori. (1) Teori Penciptaan Seni, (2) Teori Behavioristik, sedangkan teknik yang digunakan teknik pengumpulan data yakni, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian data dianalisis dengan menggunakan Teknik Purposive Sampling. Adapun hasil dari penelitian Minat Belajar Generasi Muda Terhadap Seni Kriya Katupat sukup dijelaskan sebagai berikut: (1). 1 Pengertian Seni Kriya Katupat sukup, 2 Penggunaan dsn Fungsi Seni Kriya Katupat sukup di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan, 3 Pembuatan Katupat sukup di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan. KataKunci: Minat Belajar, Generasi Muda, Hindu Kaharingan, Seni Kriya, Katupat sukup, Desa Tewang Rangas, Tradisi.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Romario, Vivo, R, 2025, Penerapan Problem Based Learning Bderbantu Media Konkret Pada Mata Pelajaran IPAS Di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dosen Pembimbing I: Dr. Pranata, S.Pd., M.Si Dan Dosen Pembimbing Kedua Putu Cory Candra Yhani, S.Pd., M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantu media konkret pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas V SDN 1 Menteng Palangka Raya, mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru maupun siswa, serta menjelaskan upaya guru dalam mengatasi kendala tersebut. Pembelajaran IPAS merupakan salah satu mata pelajaran penting di sekolah dasar yang menuntut siswa untuk memahami konsep abstrak sekaligus mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penerapan PBL yang dipadukan dengan media konkret diharapkan dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan bermakna. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik penentuan informan dilakukan dengan purposive sampling yang melibatkan Kepala Sekolah, Wali Kelas V, serta dua orang siswa kelas V SDN 1 Menteng Palangka Raya. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya hasil penelitian disajikan dalam bentuk laporan skripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL berbantu media konkret dapat meningkatkan antusiasme, keaktifan, dan pemahaman siswa dalam pembelajaran IPAS. Siswa lebih mudah memahami konsep-konsep abstrak karena adanya media nyata yang dapat diamati dan digunakan secara langsung. Kendala yang dihadapi dalam penerapan PBL meliputi keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan siswa, serta ketersediaan media konkret yang belum sepenuhnya memadai. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru melakukan beberapa upaya, antara lain menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kondisi kelas, memanfaatkan media yang tersedia secara maksimal, serta memberikan pendampingan lebih intensif kepada siswa yang masih mengalami kesulitan. Kata Kunci: Problem Based Learning, Media Konkret, Pembelajaran IPAS, Siswa Sekolah Dasar.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Bella Ansari. 2025. Analisis Karakteristik Gaya Belajar Siswa Hindu Kelas VII SMP Negeri 3 Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Lamri, S.Pd., M.Pd.H. Pembimbing II Santang, S.Pd., M.Hum. Perbedaan gaya belajar pada setiap individu menunjukan cara tercepat bagi setiap individu dalam upaya menyerap sebuah informasi dari luar dirinya. Hal tersebut yang menentukan dimana guru harus mempertimbangkan proses pembelajaran sehingga dapat mencakup berbagai karakteristik gaya belajar peserta didik. Selain itu, guru juga harus mengarahkan peserta didik menjadi seorang yang berperilaku yang cerdas, berbudi pekerti luhur, cakap, dan memiliki keterampilan. Peran guru selain mengarahkan juga sebagai fasilitator yang bertugas merangsang atau memberikan stimulus dan membantu peserta didik untuk mau belajar sendiri. Oleh karena itu, seorang guru harus mampu memahami dan mengetahui gaya belajar siswa guna sebagai salah satu kunci keberhasilan suatu pembelajaran. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik gaya belajar siswa Hindu sekaligus mengetahui hambatan yang dialami oleh siswa maupun guru berkaitan dengan gaya belajar siswa Hindu di SMP Negeri 3 Palangka Raya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan melibatkan wakil kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu, dan siswa Hindu kelas VII. Adapun untuk Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dan untuk Teknik analisis datanya yaitu melalui kondensasi data (Data Condensation), penyajian data (Data Display), dan penarikan kesimpulan (Conclusion Drawing/ Verifications). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa Hindu kelas VII memiliki karakteristik gaya belajar yang beragam: visual lebih mudah memahami melalui membaca, auditori lebih efektif melalui penjelasan lisan dan diskusi, sedangkan kinestetik unggul dalam praktik langsung. Perbedaan ini sejalan dengan teori humanistik yang menekankan keunikan individu dalam proses belajar. Selain itu, ditemukan hambatan pada aspek otogenik (kesiapan siswa) dan didaktis (strategi guru), namun dapat diatasi dengan variasi metode pembelajaran yang mengintegrasikan ketiga gaya belajar, sehingga pembelajaran Pendidikan Agama Hindu menjadi lebih efektif, inklusif, dan bermakna.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Santy Yesy. 2025. Penerapan Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Perspektif Pendidikan Agama Hindu pada Mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya. Skripsi. Prodi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya . Pembimbing I: Tri Aspiyana,M.Pd pembimbing II: Krisma Natalia,M.Pd Skripsi ini mengkaji tentang Penerapan Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Perspektif Pendidikan Agama Hindu pada mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya. Fenomena dikampus IAHN-TP Palangka Raya pada kehidupan sosial akademik dan keagamaan mahasiswa sangat multikultur tidak hanya mahasiswa hindu tetapi juga terdapat mahasiwa dari agama kristen, islam, dan katolik, di dalam kehidupan tentunya ada nilai-nilai moderasi beragama. Berdasarkan dari latar belakang tersebut rumusan masalah yang dikaji yakni penerapan Nilai Toleransi dalam Moderasi Beragama berdasarkan perspektif pendidikan agama Hindu Pada Mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya dan Penerapan Nilai Anti Kekerasan dalam Moderasi Beragama berdasarkan perspektif pendidikan agama Hindu pada Mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan penerapan nilai toleransi dan nilai anti-kekerasan dalam moderasi beragama pada mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya dengan menggunakan teori pendidikan Nilai Prof.Vekantaiah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berlandaskan fenomenologi, jenis data yang digunakan data kualitatif, sumber data primer dan sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling, dalam penelitian peneliti sebagai instrumen penelitian utama, pedoman observasi dan wawancara sebagai instrumen pendukung, teknik analisis data yang digunakan analisis data Miles dan Huberman terdiri dari kondensasi data, penyajian data (display data), dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dengan member check dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai toleransi dan anti kekerasan tercermin pada mahasiswa dalam sosial, akademik, dan sikap mahasiswa dijalankan dengan baik mampu saling menerima, menghormati, dan menghargai perbedaan sehingga interaksi sosial yang harmonis dapat terjaga secara konsisten. Sementara itu, penerapan nilai anti-kekerasan dijalankan dengan baik penuh cinta kasih terlihat dari absennya tindakan kekerasan verbal maupun nonverbal, serta terciptanya lingkungan kampus yang damai, saling menghargai, dan menjunjung tinggi martabat bersama.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Warni Sari. 2025. Dampak Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Seni Budaya Siswa SDN 1 Pahirangan Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Serlis Rusandi, S.Pd., M.Pd. Pembimbing II. Susi, S.Fil.H., M.Fil.H Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya partisipasi dan hasil belajar siswa ketika pembelajaran masih didominasi metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar mata pelajaran Seni Budaya siswa kelas VI SDN 1 Pahirangan, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 7 siswa kelas VI SDN 1 Pahirangan. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru dan siswa, tes hasil belajar, serta dokumentasi. Analisis dilakukan secara deskriptif komparatif dengan membandingkan hasil pratindakan dan siklus I. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa setelah penerapan Problem Based Learning. Pada tahap pratindakan, rata-rata capaian ketuntasan siswa hanya mencapai 20%, sedangkan pada siklus I meningkat menjadi 33,77%. Selain itu, penerapan Problem Based Learning juga meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Siswa lebih aktif dalam bertanya, berdiskusi, mengemukakan pendapat, serta bekerja sama dalam kelompok. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam memecahkan masalah secara sistematis. Temuan ini menunjukan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning mampu meningkatkan hasil belajar dan kualitas proses pembelajaran Seni Budaya di SDN 1 Pahirangan
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK NARTISA,2025. Peran Penyuluh Agama Hindu Dalam Pembiasaan Basarah Pada Siswa Agama Hindu Desa Pundu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya (IAHN-TP) Palangka Raya Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan,S.H.,M,Pd.H Dan Pembimbing II Megawati,S.Pi.,M.Pd.H Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat siswa Hindu di Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, untuk mengikuti kegiatan Basarah yang rutin dilaksanakan di Balai Basarah setiap hari Sabtu. Sebagian besar siswa lebih memilih bermain atau melakukan aktivitas lain dibandingkan berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan, sehingga menimbulkan tantangan dalam menanamkan kesadaran spiritual sejak dini. Dalam konteks ini, peran penyuluh agama Hindu menjadi sangat penting, bukan hanya sebagai penyampai ajaran, tetapi juga sebagai pembimbing, motivator, fasilitator, sekaligus teladan dalam membiasakan siswa melaksanakan Basarah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran penyuluh agama Hindu dalam pembiasaan Basarah serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian ditentukan secara purposive sampling, meliputi penyuluh agama Hindu, guru, siswa, orang tua, serta pengurus majelis kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh agama Hindu berperan strategis dalam memberikan pemahaman tentang Basarah, membimbing praktik ibadah, memotivasi siswa, serta menjalin kerja sama dengan sekolah dan orang tua untuk menanamkan nilai-nilai religius. Kendala yang dihadapi antara lain kurangnya motivasi siswa, pengaruh lingkungan pergaulan, serta keterbatasan fasilitas pendukung. Untuk mengatasinya, penyuluh melakukan pendekatan personal, memberikan teladan, serta meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait. Dengan demikian, peran penyuluh agama Hindu terbukti sangat penting dalam membentuk kebiasaan Basarah pada siswa, sehingga dapat mencetak generasi muda Hindu yang religius, disiplin, dan berkarakter.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam strategi manajemen kelas yang diterapkan oleh guru kelas V di SDN 1 Langkai Kota Palangka Raya dalam mengatasi berbagai masalah perilaku siswa, seperti kurang fokus, berbicara sendiri, dan sulit mengikuti instruksi. Penelitian kualitatif dengan pendekatan konstruktivisme dan fenomenologis ini dilaksanakan di SDN 1 Langkai. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, dengan informan kunci terdiri dari guru kelas dan siswa kelas V. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa strategi guru efektif dalam menciptakan lingkungan kelas yang kondusif dan mendukung perkembangan perilaku positif siswa. Strategi tersebut mencakup: (1) Perencanaan Partisipatif melalui pelibatan siswa dalam penyusunan aturan kelas untuk membangun rasa tanggung jawab; (2) Pengorganisasian Dimensi Fisik dan Sosio-Emosional yang optimal, seperti penataan tempat duduk berdasarkan karakteristik siswa, serta membangun hubungan interpersonal yang suportif dan berbasis empati ; dan (3) Pengendalian Perilaku melalui penerapan Disiplin Positif yang konsisten, berfokus pada pemberian pujian/penguatan positif, kegiatan refleksi diri, dan dialog korektif yang bersifat membimbing alih-alih menghukum. Selain itu, guru juga aktif menjalin kerja sama dengan orang tua untuk memantau perilaku siswa secara lebih optimal. Dengan demikian, strategi manajemen kelas ini terbukti efektif mengatasi masalah perilaku siswa dan membentuk karakter positif.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTARK SILPANO RISKI,2025: Peran Damang Dalam Penyelesaian Kasus Hamil Diluar Nikah Di Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Starata Satu Program Studi Hukum Adat, Fakultas Dharma Sastra, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I I Komang Darman, SH., M.H Pembimbing II Dede Suryanto, M.H Penelitian ini membahas peran Damang sebagai kepala adat dalam penyelesaian kasus kehamilan di luar nikah di Kecamatan Mihing Raya, Kabupaten Gunung Mas. Pergeseran budaya lokal Dayak yang sebelumnya menjunjung tinggi nilai belum bahadat (hidup beradab) mengalami pelemahan akibat pengaruh budaya luar, kemajuan teknologi, dan keterbukaan informasi. Kondisi ini diperburuk oleh lemahnya pengawasan orang tua, rendahnya literasi digital, serta tingginya rasa ingin tahu remaja yang mendorong terjadinya pergaulan bebas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori kausalitas dan teori tindakan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kedamangan berperan penting dalam mencegah dan menyelesaikan kasus kehamilan di luar nikah melalui sosialisasi, penguatan kerja sama dengan lembaga terkait, serta penerapan hukum adat yang disinergikan dengan hukum negara. Mekanisme penyelesaian dilakukan secara hibrid, yakni melalui musyawarah adat hingga pengesahan perkawinan adat, yang pada kasus tertentu melibatkan pengadilan untuk memperoleh dispensasi kawin. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa maraknya kasus kehamilan di luar nikah di Kecamatan Mihing Raya merupakan dampak dari pergeseran budaya dan lemahnya kontrol sosial, sementara peran Kedamangan menjadi instrumen penting dalam menjaga keseimbangan antara norma adat dan hukum negara demi terciptanya ketertiban sosial. Berdasarkan temuan di lapangan, peran Damang tidak hanya sebatas penyelesai sengketa adat, tetapi juga sebagai tokoh panutan yang berfungsi membina moral masyarakat, terutama generasi muda, agar kembali memahami nilai belum bahadat. Melalui keputusan adat yang mengedepankan musyawarah, keseimbangan, dan tanggung jawab, Kedamangan berhasil mendorong terciptanya perdamaian dan pemulihan hubungan antar keluarga yang terlibat. Penelitian ini menunjukkan bahwa penyelesaian adat memiliki efektivitas tinggi dalam menjaga harmoni sosial di tengah pengaruh modernisasi dan perubahan nilai budaya
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Krisnawati. 2025. Implementasi Ajaran Tri Hita Karana dalam Kegiatan Bakti Sosial Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Hindu di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi. Dibimbing oleh Pembimbing I Mitro S.Pd.,M.Si dan pebimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag,M.Si. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya implementasi ajaran Tri Hita Karana dalam kehidupan akademik, khususnya melalui kegiatan bakti sosial mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi, kendala, serta upaya mengoptimalkan ajaran Tri Hita Karana dalam kegiatan bakti sosial mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Hindu di IAHN-TP Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran Tri Hita Karana telah diimplementasikan dalam tiga dimensi utama. Dimensi Parahyangan diwujudkan dengan doa bersama sebelum kegiatan sebagai bentuk bhakti kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Dimensi Pawongan tampak dalam semangat gotong royong, solidaritas, dan kebersamaan antar mahasiswa. Dimensi Palemahan terealisasi melalui kegiatan menjaga kebersihan, menata taman, dan penghijauan lingkungan kampus. Kendala yang dihadapi meliputi faktor internal, yaitu rendahnya motivasi dan pemahaman mahasiswa mengenai Tri Hita Karana, serta faktor eksternal berupa keterbatasan sarana kebersihan dan jadwal kegiatan yang berbenturan dengan perkuliahan. Untuk mengatasi kendala tersebut, pengelola melakukan pengarahan, pembinaan, dan memberi keteladanan, sedangkan mahasiswa mengusulkan inovasi seperti kegiatan penghijauan, refleksi bersama, dan pembagian tugas yang jelas agar keterlibatan lebih merata. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan bakti sosial tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga sarana pembentukan karakter religius, sosial, dan peduli lingkungan mahasiswa sesuai ajaran Tri Hita Karana. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi penguatan pendidikan karakter berbasis nilai- nilai Hindu di perguruan tinggi. Kata kunci: Tri Hita Karana, bakti sosial, mahasiswa,
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Risa Widya, 2025 Nilai Pendidikan Hindu Dalam Pelaksananaan Yadnya Sesa Umat Hindu Bali di Desa Lunuk Ramba Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas Pembimbing I Mitro S.Pd., M.Si Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag, M.Si Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai pendidikan Hindu yang terkandung dalam pelaksanaan Yadnya Sesa oleh masyarakat Hindu etnis Bali di Desa Lunuk Ramba, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas. Yadnya Sesa merupakan salah satu bentuk dalam ajaran Hindu yang dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Praktik keagamaan ini tidak hanya menjadi bagian dari ritual keagamaan, tetapi juga mengandung nilai-nilai pendidikan yang mencerminkan ajaran filsafat Hindu, seperti nilai religius, etika, tanggung jawab sosial, serta keselarasan dengan alam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan tokoh agama Hindu setempat, serta dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Yadnya Sesa tidak hanya sebagai kewajiban spiritual, tetapi juga sarana edukasi religius yang diwariskan antar generasi. Nilai-nilai pendidikan Hindu yang muncul mencakup nilai religius (ketulusan dan keikhlasan dalam berbakti kepada Tuhan), nilai etika (penghormatan kepada leluhur dan alam), serta nilai sosial budaya (melestarikan tradisi dan membentuk sikap gotong royong). Dengan demikian, Yadnya Sesa berperan penting dalam membentuk karakter dan spiritualitas umat Hindu, serta memperkuat identitas budaya umat hindu.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Ayu Lestari, 2025, Upaya Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Memotivasi Disiplin Belajar Siswa Hindu Di SD Negeri-6 Menteng Palangka Raya. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H., M,Pd. Pembimbing II Megawati, S.Pi., M.Pd.H Penelitian ini berawal dari pentingnya kontribusi guru Pendidikan Agama Hindu dalam membentuk karakter siswa, terutama dalam hal kedisiplinan belajar. Disiplin dalam belajar adalah salah satu faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan di bidang pendidikan. Namun, dalam kenyataannya, masih ada siswa Hindu di SD Negeri-6 Menteng Palangka Raya yang menunjukkan kurangnya disiplin, seperti sering terlambat dalam menyelesaikan tugas, kurang memperhatikan saat pelajaran berlangsung, dan tidak taat pada aturan kelas. Situasi ini memerlukan strategi dan usaha khusus dari guru Pendidikan Agama Hindu untuk meningkatkan motivasi dan membiasakan perilaku disiplin belajar. Berdasarkan uraian diatas rumusan masalah yang di anggkat dari penelitian adalah sebagai berikut: 1. Upaya Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Memotivasi Disiplin Belajar Siswa Hindu Di SD Negeri-6 Menteng Palangaka Raya? 2. Apa Saja Kendala Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Memotivasi Disiplin Belajar Siswa Hindu Di SD Negeri-6 Menteng Palangka Raya?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data untuk memperoleh sebuah data tentang Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Memotivasi Disiplin Belajar Siswa Hindu di SD Negeri - 6 Menteng Palangka Raya. melalu wawancara, observasi dan dokumentasi yang dilakukan dengan kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu dan siswa Hindu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengajar Pendidikan Agama Hindu berusaha keras untuk meningkatkan disiplin belajar siswa, seperti: memberikan contoh melalui sikap disiplin, memberikan nasihat dan dorongan religius sesuai ajaran dharma, memberikan penghargaan kepada siswa yang taat disiplin, serta menerapkan hukuman yang mendidik bagi siswa yang melanggar kebijakan. Beberapa tantangan yang dihadapi termasuk kurangnya perhatian dari orang tua di rumah, dampak dari lingkungan sosial, serta kurangnya kesadaran siswa akan pentingnya disiplin. Beberapa solusi yang diterapkan oleh guru termasuk menjalin kerjasama dengan orang tua, meningkatkan pendekatan pribadi terhadap siswa, dan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan agar siswa lebih terdorong untuk bersikap disiplin. Dengan demikian, studi ini menegaskan bahwa peranan pengajar Pendidikan Agama Hindu sangat krusial dalam mengembangkan sikap disiplin belajar siswa melalui motivasi yang berkelanjutan, meskipun masih ada tantangan yang membutuhkan kerjasama antara guru, siswa, dan orang tua.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pariwisata telah menjadi kebutuhan bagi masyarakat, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara serius dan melibatkan para pemangku kepentingan. Salah satu bentuk pariwisata yang sedang berkembang adalah ekowisata, yaitu pariwisata berkelanjutan berbasis alam yang bertujuan memberdayakan masyarakat lokal. Desa Tangkahen, yang terletak di Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, memiliki potensi ekowisata yang melimpah, dikelilingi oleh hutan, sungai, serta beragam flora dan fauna. Namun, pemanfaatan potensi ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekowisata di Desa Tangkahen dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan strategi kualitatif, menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa penduduk Desa Tangkahen telah terlibat dalam semua aspek pengelolaan ekowisata, seperti penyediaan transportasi, akomodasi, pemandu, dan layanan publisitas. Tingkat partisipasi didasarkan pada unsur internal seperti kesadaran, keterampilan, dan pengetahuan, serta unsur eksternal seperti dukungan pemerintah, kebijakan pengelolaan, dan peluang ekonomi. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pembangunan berkelanjutan ekowisata. Oleh karena itu, rencana induk ekonomi, lingkungan, dan sosial yang disertai dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan sangat penting untuk meningkatkan Desa Tangkahen sebagai destinasi ekowisata terbaik di Kalimantan Tengah.Kata kunci: partisipasi masyarakat, ekowisata, pengelolaan wisata, Desa Tangkahen.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Silis Sech, 2025 : Potensi Ekowisata Danau Malawen Sebagai Daya Tarik Wisata Di Kabupaten Barito Selatan Obyek Wisata Danau Malawen, sebuah permata alam yang ada di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, menyimpan potensi yang luar biasa untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata. Atas dasar anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada dua aspek permasalahan, yaitu 1) Bagaimana Potensi Ekowisata Danau Malawen sebagai daya tarik Wisata di Kabupaten Barito Selatan?., 2) Apa saja kendala dan solusi yang upayakan pada Potensi Ekowisata Danau Malawen sebagai daya tarik Wisata di Kabupaten Barito Selatan? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan analisis, digunakan Teori Kendala, dan Teori Strategi. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Berdasarkan telaah dan metode analisis tersebut dapat diasumsikan sebagai berikut. Pertama, Potensi wisata agar dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat terbaik bagi Masyarakat tidak terlepas dari peran pemerintah daerah. Pemerintah berusaha mewujudkan tata kelola wisata yang bertanggung jawab, ramah lingkungan, dan berbasis kearifan lokal melalui berbagai kebijakan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Sangat diperlukan adanya dukungan dan kerjasama dari pihak pengelola dalam mengembangkan kawasan wisata agar lebih baik lagi dan dapat dikenal luas lagi keberadaanya, perlunya anggaran yang mencukupi untuk pembangunan fasilitas yang memadai, seperti sarana dan prasarana yang ada, guna memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para wisatawan yang berkunjung dilokasi tersebut. Kedua, Kendala yang dialami dalam pengelolaan Ekowisata Danau Malawen sebagai daya tarik Wisata di Kabupaten Barito Selatan yaitu; (1) terbatasnya anggaran, masukan ide dari pihak pengelola terkait metode pengembangan, minimnya kualitas sumber daya manusia dari pihak pengelola, dan terhambatnya tahapan pengelolaan karena kondisi iklim; (2) kurangnya perhatian dan kepedulian pihak pengelola dalam menjalin kerja sama terhadap pemerintah, dan kurangnya promosi pariwisata.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Agustin : Nganjan Sapundu Dalam Ritual Nyorat Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan (Perspektif Filsafat Hindu). Pembimbing I, Prof Tiwi Etika, S.Ag.,M.Ag.,Ph.D, Pembimbing II, I Gede Arya Juni Arta, S.Fil.H.,M.Ag Nganjan sapundu memiliki makna simbolik yang magis sekaligus spiritualis baik melalui gerak maupun suara yang ditampilkan dalam rangka pelaksanaan upacara nyorat yang dilakukan di Desa Batu Tukan kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah, Pertama bagaimana bentuk dan proses pelaksanaan nganjan sapundu dalam upacara nyorat di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan, kedua apa makna simbolik gerak dan suara dalam pelaksanaan nganjan sapundu dalam upacara nyorat di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan, ketiga bagaimanakah filosofi nganjan sapundu dalam upacara nyorat di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk pengumpulkan data adalah: metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini yaitu pisor, ketua MKAHK desa Batu Tukan dan masyarakat Hindu Kaharingan Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa: pertama, nganjan merupakan sebuah tarian sakral dalam upacara nyorat yang dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada roh leluhur yang telah meninggal dunia dan akan dihantarkan ke lewu tatau (alam baka). Kedua makna simbolik dalam pelaksanaan nganjan pada upacara nyorat umat Hindu Kaharingan mencerminkan bahwa nganjan bukan sekadar bentuk penghormatan kepada roh leluhur, tetapi juga sebagai media komunikasi spiritual antara manusia, alam, leluhur, dan Tuhan. Ketiga mengungkapkan Filsafat pantangan (Pali) dalam pelaksanaan nganjan pada upacara nyorat dalam tradisi Hindu Kaharingan memiliki peranan penting sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur, roh, serta nilai-nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun. Selanjutnya filsafat perlengkapan yang dikenakan dalam pelaksanaan nganjan memiliki nilai estetika yang tidak hanya menekankan pada aspek keindahan, tetapi juga makna simbolik yang mendalam. Kata Kunci: Nganjan sapundu, Upacara nyorat, Hindu Kaharingan, Filosofi Hindu
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Krisnawati. 2025. Implementasi Ajaran Tri Hita Karana dalam Kegiatan Bakti Sosial Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Hindu di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi. Dibimbing oleh Pembimbing I Mitro S.Pd.,M.Si dan pebimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag,M.Si. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya implementasi ajaran Tri Hita Karana dalam kehidupan akademik, khususnya melalui kegiatan bakti sosial mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi, kendala, serta upaya mengoptimalkan ajaran Tri Hita Karana dalam kegiatan bakti sosial mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Hindu di IAHN-TP Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran Tri Hita Karana telah diimplementasikan dalam tiga dimensi utama. Dimensi Parahyangan diwujudkan dengan doa bersama sebelum kegiatan sebagai bentuk bhakti kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Dimensi Pawongan tampak dalam semangat gotong royong, solidaritas, dan kebersamaan antar mahasiswa. Dimensi Palemahan terealisasi melalui kegiatan menjaga kebersihan, menata taman, dan penghijauan lingkungan kampus. Kendala yang dihadapi meliputi faktor internal, yaitu rendahnya motivasi dan pemahaman mahasiswa mengenai Tri Hita Karana, serta faktor eksternal berupa keterbatasan sarana kebersihan dan jadwal kegiatan yang berbenturan dengan perkuliahan. Untuk mengatasi kendala tersebut, pengelola melakukan pengarahan, pembinaan, dan memberi keteladanan, sedangkan mahasiswa mengusulkan inovasi seperti kegiatan penghijauan, refleksi bersama, dan pembagian tugas yang jelas agar keterlibatan lebih merata. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan bakti sosial tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga sarana pembentukan karakter religius, sosial, dan peduli lingkungan mahasiswa sesuai ajaran Tri Hita Karana. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi penguatan pendidikan karakter berbasis nilai- nilai Hindu di perguruan tinggi. Kata kunci: Tri Hita Karana, bakti sosial, mahasiswa,
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Refi Marisca, 2025: Pengelolaan Objek Wisata Liang Pandan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Murung Kabupaten Murung Raya, Prodi Pramuwisata Budaya dan Keagamaan, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangkaraya, Pembimbing 1: Dr. Wayan Gepu,. S.Ag., M.Fil.H Pembimbing 2: Muthia Farida, M.Pd Pengelolaan objek wisata alam memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan ekonomi lokal, namun implementasinya sering menghadapi kendala struktural serta partisipasi masyarakat yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi pengelolaan objek wisata Liang Pandan terhadap ekonomi masyarakat di Kabupaten Murung Raya, serta mengidentifikasi faktor pendukung, hambatan, dan strategi optimalisasi pengelolaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, melibatkan 10 informan purposive yang terdiri atas unsur pemerintah, pengelola Pokdarwis, masyarakat lokal, dan wisatawan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Liang Pandan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat melalui munculnya UMKM, jasa parkir, homestay, dan usaha mikro lainnya. Faktor pendukung utama meliputi dukungan regulasi pemerintah, peran aktif Pokdarwis, partisipasi masyarakat, serta promosi alami melalui media sosial wisatawan. Hambatan yang dihadapi mencakup keterbatasan infrastruktur dan anggaran, rendahnya kapasitas SDM pengelola, kurangnya promosi digital kelembagaan, serta persoalan kebersihan dan perilaku vandalisme. Pengelolaan objek wisata Liang Pandan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha kecil dan kesempatan kerja lokal, menegaskan peran pariwisata berbasis masyarakat sebagai motor pembangunan ekonomi daerah. Strategi optimalisasi pengelolaan meliputi penguatan kolaborasi multipihak, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas SDM, promosi berbasis digital, serta tata kelola lingkungan yang berkelanjutan. Temuan ini memperkuat teori Pariwisata Berkelanjutan, Local Economic Development, dan Community-Based Tourism (CBT), serta memberikan bukti empiris mengenai pentingnya tata kelola partisipatif dalam pengembangan wisata alam di Kalimantan Tengah.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dela Puspita, 2025, Hubungan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMPN-7 Lahei Kabupaten Barito Utara Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institute Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangkaraya Pembimbing (1) Dr. Pranata, S.Pd., M. Si dan Pembimbing (II) Krisma Natalia M.Pd. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya motivasi belajar sebagai salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan siswa dalam pretasi belajar yang optimal. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat motivasi belajar siswa, prestasi, serta hubungan motivasi terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMPN-7 Lahei, Kabupaten Barito Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian berjumlah 27 siswa dari kelas VII dan VIII, dengan teknik pengumpulan data melalui angket dan dokumentasi nilai rapor. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner (angket) untuk variabel Motivasi Belajar yang telah teruji reliabel (α=0.865), dan melalui dokumentasi nilai akhir mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu untuk variabel Prestasi Belajar. Sebelum menguji hipotesis, dilakukan uji prasyarat normalitas menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk. Karena hasil uji normalitas menunjukkan data Prestasi Belajar tidak berdistribusi normal (Sig.=0.000), maka teknik analisis statistik yang digunakan untuk menguji hubungan adalah Uji Korelasi Spearman's Rho (non-parametrik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa berada pada kategori tinggi dengan rata-rata skor 86,00 dan standar deviasi 10,09 di mana sebagian besar siswa (66,67%) berada pada kategori tinggi dan 33,33% berada pada kategori sangat tinggi. Prestasi belajar siswa berada pada kategori cukup hingga baik dengan rata-rata 74,04 dan standar deviasi 6,41; mayoritas siswa (66,67%) berada pada kategori cukup, 25,93% berada pada kategori baik, dan hanya 6,42% yang mencapai kategori sangat baik. Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman Rank diperoleh nilai koefisien korelasi -0,211 dengan signifikansi 0,249 (p > 0,05. hipotesis nol (H₀) yang menyatakan tidak ada hubungan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar diterima, sedangkan hipotesis alternatif (H₁) ditolak. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan yang sangat lemah dan bersifat negatif motivasi belajar terhadap prestasi belajar, serta hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun motivasi belajar siswa relatif tinggi, hal tersebut belum secara langsung berdampak pada peningkatan pretasi belajar. Faktor lain seperti strategi pembelajaran, dukungan orang tua, serta lingkungan belajar kemungkinan turut berpengaruh terhadap capaian akademik siswa.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Nafa Puspitasari, 2025. Strategi Guru Pendidikan Agama Hindu dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas V SDN 4 Menteng Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Derson, S.Ag., M.Ag., dan Pembimbing II: Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Proses pembelajaran masih didominasi metode ceramah sehingga siswa kurang aktif dan cenderung pasif. Padahal, Pendidikan Agama Hindu memiliki peran penting dalam menanamkan nilai spiritual, moral, serta membentuk karakter peserta didik. Kondisi tersebut mendorong perlunya strategi pembelajaran yang tepat agar motivasi belajar siswa dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penerapannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu, dan siswa kelas V beragama Hindu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan strategi ceramah interaktif, diskusi kelompok, tanya jawab, metode bercerita, pemanfaatan media sederhana, serta pemberian pujian dan penghargaan. Faktor pendukung strategi ini adalah dukungan sekolah dan semangat belajar siswa, sedangkan hambatannya meliputi keterbatasan sarana, perbedaan karakteristik siswa, dan kurangnya perhatian sebagian peserta didik. Secara umum, strategi yang diterapkan guru terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar siswa meskipun masih menghadapi sejumlah kendala. Kata Kunci: Strategi Guru, Pendidikan Agama Hindu, Motivasi Belajar
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rendahnya minat baca siswa kelas V di SDN 8 Menteng Palangka Raya menjadi masalah utama yang memerlukan analisis, sejalan dengan data literasi nasional yang memprihatinkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab rendahnya minat baca siswa kelas V dan upaya guru dalam mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif studi kasus untuk menggali fenomena secara holistik dan mendalam. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terhadap guru, kepala sekolah, dan siswa, serta dokumentasi. Teori Kerangka penelitian didasarkan pada Teori Konstruktivisme, yang menekankan bahwa motivasi belajar tumbuh dari keterlibatan aktif siswa dalam membangun pengetahuan. Teori Behavioristik menganalisis strategi guru dalam membentuk perilaku membaca melalui pemberian stimulus dan penguatan positif. Hasil menemukan faktor internal, seperti kemampuan membaca yang belum merata dan rendahnya motivasi intrinsik karena dominasi gadget. Faktor eksternal meliputi minimnya dukungan orang tua dan keterbatasan bahan bacaan yang menarik di sekolah. Guru berupaya mengatasi hal ini dengan metode interaktif (mendongeng), diskusi cerita, dan pemberian penguatan positif. Peningkatan minat baca membutuhkan sinergi yang solid antara guru, sekolah, dan orang tua dalam menciptakan ekosistem literasi yang mendukung.