Abstrak
Bella Ansari. 2025. Analisis Karakteristik Gaya Belajar Siswa Hindu Kelas VII SMP Negeri 3 Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Lamri, S.Pd., M.Pd.H. Pembimbing II Santang, S.Pd., M.Hum. Perbedaan gaya belajar pada setiap individu menunjukan cara tercepat bagi setiap individu dalam upaya menyerap sebuah informasi dari luar dirinya. Hal tersebut yang menentukan dimana guru harus mempertimbangkan proses pembelajaran sehingga dapat mencakup berbagai karakteristik gaya belajar peserta didik. Selain itu, guru juga harus mengarahkan peserta didik menjadi seorang yang berperilaku yang cerdas, berbudi pekerti luhur, cakap, dan memiliki keterampilan. Peran guru selain mengarahkan juga sebagai fasilitator yang bertugas merangsang atau memberikan stimulus dan membantu peserta didik untuk mau belajar sendiri. Oleh karena itu, seorang guru harus mampu memahami dan mengetahui gaya belajar siswa guna sebagai salah satu kunci keberhasilan suatu pembelajaran. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik gaya belajar siswa Hindu sekaligus mengetahui hambatan yang dialami oleh siswa maupun guru berkaitan dengan gaya belajar siswa Hindu di SMP Negeri 3 Palangka Raya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan melibatkan wakil kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu, dan siswa Hindu kelas VII. Adapun untuk Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dan untuk Teknik analisis datanya yaitu melalui kondensasi data (Data Condensation), penyajian data (Data Display), dan penarikan kesimpulan (Conclusion Drawing/ Verifications). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa Hindu kelas VII memiliki karakteristik gaya belajar yang beragam: visual lebih mudah memahami melalui membaca, auditori lebih efektif melalui penjelasan lisan dan diskusi, sedangkan kinestetik unggul dalam praktik langsung. Perbedaan ini sejalan dengan teori humanistik yang menekankan keunikan individu dalam proses belajar. Selain itu, ditemukan hambatan pada aspek otogenik (kesiapan siswa) dan didaktis (strategi guru), namun dapat diatasi dengan variasi metode pembelajaran yang mengintegrasikan ketiga gaya belajar, sehingga pembelajaran Pendidikan Agama Hindu menjadi lebih efektif, inklusif, dan bermakna.