Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2025Versi 1

HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI SMPN-7 LAHEI KABUPATEN BARITO UTARA

Koleksi Perpustakaan•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Dela Puspita, 2025, Hubungan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMPN-7 Lahei Kabupaten Barito Utara Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institute Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangkaraya Pembimbing (1) Dr. Pranata, S.Pd., M. Si dan Pembimbing (II) Krisma Natalia M.Pd. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya motivasi belajar sebagai salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan siswa dalam pretasi belajar yang optimal. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat motivasi belajar siswa, prestasi, serta hubungan motivasi terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMPN-7 Lahei, Kabupaten Barito Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian berjumlah 27 siswa dari kelas VII dan VIII, dengan teknik pengumpulan data melalui angket dan dokumentasi nilai rapor. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner (angket) untuk variabel Motivasi Belajar yang telah teruji reliabel (α=0.865), dan melalui dokumentasi nilai akhir mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu untuk variabel Prestasi Belajar. Sebelum menguji hipotesis, dilakukan uji prasyarat normalitas menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk. Karena hasil uji normalitas menunjukkan data Prestasi Belajar tidak berdistribusi normal (Sig.=0.000), maka teknik analisis statistik yang digunakan untuk menguji hubungan adalah Uji Korelasi Spearman's Rho (non-parametrik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa berada pada kategori tinggi dengan rata-rata skor 86,00 dan standar deviasi 10,09 di mana sebagian besar siswa (66,67%) berada pada kategori tinggi dan 33,33% berada pada kategori sangat tinggi. Prestasi belajar siswa berada pada kategori cukup hingga baik dengan rata-rata 74,04 dan standar deviasi 6,41; mayoritas siswa (66,67%) berada pada kategori cukup, 25,93% berada pada kategori baik, dan hanya 6,42% yang mencapai kategori sangat baik. Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman Rank diperoleh nilai koefisien korelasi -0,211 dengan signifikansi 0,249 (p > 0,05. hipotesis nol (H₀) yang menyatakan tidak ada hubungan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar diterima, sedangkan hipotesis alternatif (H₁) ditolak. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan yang sangat lemah dan bersifat negatif motivasi belajar terhadap prestasi belajar, serta hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun motivasi belajar siswa relatif tinggi, hal tersebut belum secara langsung berdampak pada peningkatan pretasi belajar. Faktor lain seperti strategi pembelajaran, dukungan orang tua, serta lingkungan belajar kemungkinan turut berpengaruh terhadap capaian akademik siswa.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI SMPN-7 LAHEI KABUPATEN BARITO UTARA2025 · oai:ais:library-item:2685