2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Upaya mewujudkan pembelajaran yang efektif sangat tergantung kepada bagaimana guru dapat mengembangkan strategi pembelajaran, serta dapat memilih strategi yang tepat dalam kegiatan pembelajaran. Strategi merupakan usaha untuk memperoleh kesuksesan dan keberhasilan dalam mencapai tujuan. Setidaknya ada ada 3 jenis strategi yang berkaitan dengan pembelajaran yang harus dikuasai oleh guru, yakni: a) strategi pengorganisasian pembelajaran, b) strategi penyampaian pembelajaran, c) strategi pengelolaan pembelajaran. Pembelajaran yang efektif apabila kegiatan mengajar dapat mencapai tujuan yaitu peserta didik belajar meraih target sesuai dengan kriteria target pada perencanaan awal. Pembelajaran dapat dikatakan efektif jika peserta didik dapat menyerap materi pelajaran dan mempraktekannya sehingga memperoleh kompetensi dan keterampilan terbaiknya. Pembelajaran efektif berarti guru menggunakan waktu yang sesingkat-singkatnya dengan hasil setinggi-tingginya. Jadi mengajar yang efektif berarti mengajar yang efisien. Salah satu upaya untuk mewujudkan pembelajaran efektif apabila guru dapat menerapkan strategi dan metode pembelajaran yang efektif. Walaupun tidak dapat dijadikan jaminan, bahwa variasi strategi dan metode guru mengajar akan dapat menyebabkan pembelajaran efektif, namun setidak-tidaknya dengan kebervariasian menggunakan strategi dan metode itu, guru benar-benar berusaha secara maksimal untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran. Dengan kebervariasian strategi dan metode setidaknya dapat menjadi jaminan tumbuh berkembangnya motivasi dan minat peserta didik terhadap proses pembelajaran. Melalui buku ini diharapkan dapat memberikan modal pengetahuan bagi para pengamat pendidikan serta para pimpinan satuan pendidikan. Selain itu, juga diperuntukkan bagi para mahasiswa untuk mengembangkan buku ini dan menjadi rujukan referensi. Semoga apa yang telah diupayakan ini bermanfaat bagi para pembaca. Selain itu, juga memberi manfaat bagi seluruh civitas akademika.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kehadiran buku ini berperan penting dalam menambah pengetahuan serta sumber belajar bagi mahasiswa, guru, maupun dosen khususnya di bidang sekolah dasar. Buku ini berisikan penjelasan tentang sejarah PPKn, pengembangan materi PPKn, teori belajar pembelajaran PPKn, penerapan pendekatan saintifik pada pembelajaran PPKn, model-model pembelajaran PPKn, media pembelajaran PPKn, dan tahapan perencanaan dalam pembelajaran tematik yang berkaitan dengan PPKn. Semoga hadirnya buku ini menjadi dampak perubahan demi kemajuan bangsa Indonesia dan siap menghadapi era Industri 4.0. Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Di kalangan pendidik, istilah aktivitas pembelajaran dapat kita temui pada saat bimbingan karya tulis ilmiah dalam rangka kenaikan pangkat. Dengan diberlakukannya karya tulis ilmiah sebagai syarat kenaikan pangkat, selain dapat mengembangkan kemampuan dalam perbaikan kinerjanya juga dapat dijadikan sarana belajar bagi pendidik dalam mengkaji masalah pendidikan yang terjadi secara luas. Saat mengikuti program pelatihan dan bimbingan penulisan karya tulis ilmiah, banyak ditemukannya para pendidik menulis aktivitas pembelajaran sebagai masalah umum dalam penelitiannya.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku Model Brain Based Learning (BBL) bermuatan Multiple Intelligences (MI) ini terdiri dari beberapa materi secara teori dan praktik. Konsep kurikulum, Model Brain Based Learning (BBL) bermuatan Multiple Intelligences (MI) yang dituangkan dalam model pembelajaran dan masih banyak lagi pembahasan materi yang selanjutnya yang diuraikan dalam buku ini.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Perkembangan IPTEK di era sekarang ini mendorong terjadinya berbagai perubahan. Kemajuan teknologi menuntut individu untuk memiliki keterampilan lebih, baik ilmu pengetahuan maupun sikap dan perilaku. Tujuannya agar setiap individu mampu menghadapi dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi, tanpa terkecuali bidang pendidikan. Pendidikan menjadi suatu kebutuhan hidup setiap individu dan memperoleh pendidikan berkualitas merupakan hak bagi setiap warga negara, termasuk bagi anak usia dini. Pendidikan yang tepat bagi anak usia dini ditentukan pula oleh pembelajaran yang berkualitas. Untuk itu, orangtua perlu mengetahui dan memahami pembelajaran yang tepat bagi anak-anak agar si anak dapat menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Buku berjudul Pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini hadir dengan menjabarkan konsep-konsep belajar dan pembelajaran yang tepat bagi anak usia dini. Mengawali pembahasan seputar teori dan konsep umum pembelajaran di pendidikan anak usia dini (PAUD), buku ini semakin menarik karena dilengkapi materi pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan perkembangan kurikulum. Di lingkungan akademik, buku ini sangat tepat digunakan bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan pada program studi pendidikan guru untuk anak usia dini. Sementara bagi kalangan umum, buku ini menjadi sumbangan ilmu pengetahuan yang dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran bagi para orangtua akan pentingnya pendidikan berkualitas sejak dini Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pada buku ini dibahas dua bagian utama yaitu optimasi problem based learning dan implementasinya pada pembelajaran sains di sekolah dasar dan pengembangan pembelajaran sain di sekolah dasar berdasarkan kurikulum 2013.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tesis ini mendeskripsikan upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP Negeri di Kota Palangka Raya. Guru agama Hindu belum banyak memahami peningkatan kompetensi pembelajaran secara daring dan upaya guru memberikan metode pembelajaran yang tepat agar apa yang disampaikan diterima siswa dengan baik. Ditemukan berbagai kendala dalam menyampaikan metode pembelajaran yang tepat. Berdasarkan hal di atas, fokus penelitian ini ialah (1) bagaimana upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP negeri di Kota Palangka Raya, (2) faktor-faktor yang memengaruhi upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP negeri di Kota Palangka Raya, dan (3) bagaimana implikasi upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP negeri di Kota Palangka Raya. Tujuan penelitian ini ialah mengkaji dan mendeskripsikan upaya, faktor-faktor, dan implikasi upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu di Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dengan alat bantu. Data diverifikasi, dianalisis dengan teori fenomenologi, teori motivasi, dan teori konstruktivisme dan disajikan secara formal dan informal. Berdasarkan analisis ditemukan bahwa upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP negeri di Kota Palangka Raya dilakukan dengan mengikuti workshop, IHT, pelatihan kurikulum, pengembangan diri, dan bergabung dengan MGMP. Yang memengaruhi upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP negeri di Kota Palangka Raya ialah (1) faktor pendukung, di antaranya kesadaran diri, tingkat pendidikan, tingkat kecerdasan, pengalaman mengajar, pengalaman pelatihan, sarana dan prasarana, dan supervisi kepala sekolah; dan (2) faktor penghambat, di antaranya adanya PPKM, penggunaan teknologi, minat, motivasi, dan program peningkatan keprofesian berkelanjutan. Implikasi upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP negeri di Kota Palangka Raya di antaranya terdiri atas implikasi positif yang terdiri atas percepatan transformasi pendidikan, munculnya kreativititas tanpa batas, guru menjadi lebih akrab dan melek teknologi, pembelajaran daring lebih menyenangkan, pembelajaran daring lebih berkualitas, sedangkan implikasi negatif terdiri atas guru yang kurang terlatih, kesulitan memahami sistem yang ada di e-learning, dan kurangnya implementasi pembelajaran menggunakan ICT. Kata kunci: kompetensi guru, new normal, pembelajaran daring
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Crisno. 2021. Habukung Dalam Upacara Kematian Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan (Kajian Sosio-Filosofis). Pembimbing I, Nyoman Sarma, S.Ag.,M.Fil.H dan Pembimbing II, I Gusti Agung Dharmawan, S.Pd.H.,M.Pd Habukung merupakan bentuk tarian Sakral, Habukung dilaksanakan dengan bebagai macam jenis dan bentuk, Habukung memiliki tujuan khusus yaitu roh (Ganan Bukung), akan dijadikan pembantu (Jipen) bagi roh orang yang meninggal (Liau) pada saat perjalanan menuju surga (Lewu Tatau). Habukung yang memiliki nilai leluhur, yang harus dijaga dan dilestarikan sehingga para generasi penerus khusunya bagi umat Hindu Kaharingan selanjutnya tetap berpegang teguh mempertahankan keyakinan dan kepercayaan mereka terhadap tradisi-tradiri leluhur. Berdasarkan latar belakang, maka pada penelitian ini terdapat tiga perumusan masalah dalam skripsi ini yaitu: (1) Bagaimanakah mitologi Habukung dalam upacara kematian pada umat Hindu Kaharingan; (2) Bagaimanakah bentuk pelaksanaan Habukung dalam upacara kematian pada umat Hindu Kaharingan; (3) Bagaiman makna sosio-filosofis Habukung dalam upacara kematian pada umat Hindu Kaharingan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah; (1) Teori Mitologi; (2). Teori Religi; (3). Teori Intraksionalisme Simbolik. Penelitian tentang Habukung dalam upacara kematian pada umat Hindu Kaharingan, penulis menggunakan metode pengumpulan data yaitu: Observasi, Kepustakaan, Dokumentasi, Wawancara. Subjek penelitian ini adalah tokoh keagamaan Hindu Kaharingan dan rohaniawan. Hasil penelitian ini adalah: (1). Mitologi Habukung dalam upacara kematian pada umat Hindu Kaharingan dan tujuan pelaksanaan; (2). Bentuk pelaksanaan Habukung yang masuk dalam beberapa bagian yaitu: proses pelaksanaan Habukung, sarana dan prasarana yang digunakan, jenis dan bentuk dari topeng Bukung, dan pantangan yang terdapat pada pelaksanaan Habukung; (3). Makna sosio-filosofis Habukung yang termasuk dalam beberapa bagian yaitu: makna etika, makna religius, makna sosial dan makna filsafatnya. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Habukung dalam upacara kematian pada umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan (Kajian Sosio-Filosofis) merupakan tradisi yang dilaksanakan secara turun-temurun oleh nenek moyang pada zaman dulu, bertentuk tarian Sakral dan memiliki roh (Ganan Bukung), tujuannya, roh (Ganan Bukung) akan dijadikan pembantu (Jipen) bagi roh orang yang meninggal dunia (Liau), pada saat perjalanan menuju surga (Lewu Tatau).
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
EKA RESIANA, 2021. Implementasi pendidikan Etika Pada Siswa di SMAN-1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Pembimbing I Yuni Permata, S.Pd.,M.Si Pembimbing II I Komang Mertayasa, S.Pd.H.,M.Si
Peran seorang guru yang akan mengerti akan tugas dan fungsinya sebagai seorang guru, dapat dijadikan panutan bagi siswa dengan menunjukan sikap dan prilaku yang baik. Etika merupakan langkah awal yang harus ditanamkan oleh guru dalam segala aspek kehidupan, etika merupakan tatanan yang menjaga hubungan kehamonisan dalam lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Disamping itu juga guru adalah sebagai panutan dan contoh yang baik bagi anak didiknya. Hal ini dikarenakan dari prilaku siswa diluar jam sekolah yang kurang terkontrol terjadi kenakalan remaja seperti perkataan yang kurang baik dan tak menghormati guru. Banyak hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh para siswa namun mereka melakukannya juga tanpa rasa ragu dan tanpa merasa bersalah.
Penelitian ini dilaksanakan di SMAN-1 Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Rumusan masalah dalam penelitian Ini ialah (1) Bagaimana Implementasi Pendidikan Etika di SMAN-1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara? (2) Apakah Kendala-kendala Dalam Implementasi Pendidikan Etika di SMAN-1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara?
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dalam pengumpulan data ini dilakukan teknik Observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah dilakukan analisis data diperoleh hasil bahwa (1) penerapan pendidikan etika pada siswa SMAN-1 Gunung Timang kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara, berjalan dengan cukup baik. Namun demikian masih perlu ditingkatkan mengingat masih belum sepenuhnya siswa dapat menerapkannya, sehingga masih ditemukan adanya pelanggaran etika oleh siswa di lingkungan sekolah. (2) Hambatan dari implementasi pendidikan etika pada siswa yaitu dari Faktor diri sendiri siswa tersebut dan faktor dari pertemanan. Hal ini membuat siswa kurang memahami makna dan tujuan tentang pendidikan etika tersebut secara baik.
Di dalam penelitian ini ada beberapa hal yang disarankan (1) pihak sekolah diharapkan mendukung sepenuhnya dalam penerapan pendidikan Etika (2) kepada siswa agar selalu membiasakan diri taat dan berbakti pada catur guru dan memahami serta mengerti, tentang ajaran etika pada catur guru dan memahami dan mengerti tentang ajaran Tri Kaya Parisudha sehingga perilaku siswa menjadi lebih baik.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
Dona Mutiara Kasih, 2021. Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Pada Era New Normal Di SMA Negeri 2 Patas I Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan. Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I Dr.Drs. I Wayan Karya, M.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Roy Wentas, S.Pd.,M.Pd.H .
Dalam proses belajar mengajar merupakan interaksi antara guru dan siswa. Banyak macam teknik atau bentuk pengajaran yang bisa digunakan guru-guru didalam kelas seperti pengajaran menggunakan metode untuk menyampaikan sebuah pelajaran. Pada Era New Normal saat ini proses belajar mengajar menggunakan metode daring dan luring untuk menyampaikan atau memberi materi dan tugas bagi siswa dalam mata pelajaran pendidikan agama Hindu. Metode pembelajaran pada Era New Normal saat ini sangat membantu seorang guru dan juga siswa untuk melakukan pembelajaran dan meningkatkan semangat belajar siswa pada masa pandemik covid-19 saat ini khususnya pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu. Maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : (1). Bagaimana Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu pada Era New Normal di SMA Negeri 2 Patas I, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, (2). Apa saja kendala Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu pada Era New Normal di SMA Negeri 2 Patas I, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, (3). Bagaimana Solusi Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu pada Era New Normal di SMA Negeri 2 Patas I Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan.
Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Patas I Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan. Penelitian ini dilakukan selama satu bulan yaitu dari tanggal 22 April s/d 24 Mei 2021 sesuai dengan surat izin yang dikeluarkan oleh Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dalam penelitian ini penentuan informan adalah teknik Snowball, informan yang ditentukan langsung oleh peneliti dianggap memenuhi kriteria dalam memberi informasi dan data yang dibutuhkan peneliti. Informan yang memenuhi kriteria diantaranya Guru Agama Hindu Cadianson, S.Ag selaku informan kunci, Kepala Sekolah Antung Supriyadi, S.Pd selaku informan pendukung dan siswa-siswi yang beragama Hindu, Orang tua siswa dan Masyarakat Hindu di Desa Patas I. penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi untuk mendapatkan data dan informasi yang dibutuhkan peneliti.
Hasil dari penelitian selama satu bulan menunjukkan bahwa, pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMA Negeri 2 Patas I masih belum maksimal yang disebabkan oleh banyaknya siswa yang tempat tinggalnya kesulitan dengan akses internet, tidak mempunyai sarana pendukung dan juga tidak mempunyai pulsa dan kuota internet. Namun sekolah tetap berusaha untuk memberikan solusi mengenai hal tersebut dengan menerapkan sistem pembelajaran luring bagi siswa yang tidak mempunyai sarana pendukung seperti Hp, dan menerap sistem daring bagi siswa yang tempat tinggalnya di Desa Patas I, sedangkan bagi siswa yang tempat tinggalnya jauh dan kesulitan dengan jaringan maka sekolah menerapkan sistem guru kunjung.
Kata kunci : New Normal, Pelaksanaan, Pendidikan Agama Hindu
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAKSI
Ida Ayu Sri Eka Gayatri. 2021. Peranan Guru Agama Hindu Dalam Penguatan Nilai-Nilai Tat Tvam Asi Bagi Siswa Hindu Di SDN Dwipasari Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala. Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarrya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya.
Pembimbing I. Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H.,M.Pd.H
Pembimbing II. Luh Putu Muliani Handayani, S.Fil.H.,M.Fil.H
Siswa Hindu berada di lingkungan sekolah masih melakukan etika yang tidak baik seperti berperilaku yang tidak sopan dan santun, berbicara yang kurang baik untuk di dengar, siswa berkelahi, saling membuli dan jahil dengan teman-temannya di sekolah. Oleh sebab itu pentingya peranan guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu di SDN Dwipasari Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala. Dengan guru agama Hindu memberikan penguatan pada siswa mengenai ajaran nilai-nilai Tat Tvam Asi maka siswa Hindu akan selalu memiliki etika prilaku yang sopan dan santun, memiliki rasa saling menyayangi terhadap guru-guru dan teman-temannya, serta menjaga lingkungan alam sekitar sekolah. Berdasarkan latar belakang diatas dapat ditarik beberapa rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain : 1). Bagaimanakah peranan guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu di SDN Dwipasari, 2). Apa sajakah kendala guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu di SDN Dwipasari, 3). Bagaimanakah Upaya-upaya guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu di SDN Dwipasari. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan medeskripsikan peranan guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu.
Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Peneliti menggunakan teknik Purposive, dalam mencantumkan informan yang akan dijadikan sebagai instrumen. Dalam teknik pengumpulan data, peneliti menggunakan beberapa metode, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data yang digunakan meliputi tiga langkah yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Waktu penelitian dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 28 april-18 mei 2021. Adapun yang menjadi tempat penelitian yaitu SDN Dwipasari Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala.
Hasil penelitian yaitu 1). Peranan guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu yaitu: peran sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, teladan, dan motivator. 2). Kendala guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu yaitu: kendala secara intrinsik kurangnya kemampuan guru agama Hindu dalam bidang ilmu teknologi, dan siswa Hindu yaitu kurangnya motivasi siswa dalam belajar, kurangnya daya ingat siswa, kemudian secara ekstrinsik yaitu mengenai jam belajar terbatas, buku pelajaran, dan lingkungan. 3). Upaya guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu yakni: upaya memberikan penjelasan, pembelajaran, teladan, dan bimbingan.
Kata Kunci : Peranan Guru Agama Hindu, Penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK SELI DUNI ANTI, 2020, Pembagian Hak Waris Anak Dalam Kasus Penceraian Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Pelari Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara Skripsi. Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri “Tampung Penyang” (IAHN-TP). Palangka Raya Pembimbing (I). Mariatie, S.Ag.,M.Si. Pembimbing (II). Armadiansyah, S.Ag,SH,MH. Secara umum masyarakat Hindu Kaharingan (Suku Dayak Tewoyan) di Desa Pelari Kecamatan Gunung Timang memiliki sistem kekeluargaan parental (bilateral) menurut sistem ini bahwa garis keturunan didasarkan pada garis Bapak dan Ibu sama saja atau anak laki-laki dan anak perempuan mempunyai hak waris yang sama, setara dan seimbang. Sistem kekeluargaan parental (bilateral) inilah yang mempengaruhi sistem kewarisan masyarakat Hindu Kaharingan (Suku Dayak Tewoyan) di Desa Pelari Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 2 (dua) hal yaitu : (1) bagaimana kedudukan hak waris anak dalam masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Pelari Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara?. (2) bagaimana pembagian hak waris anak dalam kasus penceraian pada masyarakat umat Hindu Kaharingan di Desa Pelari Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara?. Subjek penelitian adalah Tokoh Masyarakat, Pemuka Adat, Mantir Kepala Adat, Pejabat Desa, dan Warga Masyarakat yang terkait langsung dengan masalah penelitian. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dan rancangan studi kasus dengan langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Objek penelitian ini adalah Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Pelari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptip Kualitatif yaitu dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan hasil studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa harta warisan itu dapat dimiliki oleh ahli waris dengan ketentuan undang-undang, adanya wasiat dari pewaris atau karena penceraian dan kematian. Jika terjadi penceraian dalam masyarakat Hindu Kaharingan (khususnya suku Dayak Tewoyan di Desa Pelari) maka diatur berdasarkan hukum adat dan sesuai dengan Surat Perjanjian Kawin (Kelakar) yang terdapat pada pasal 3 ayat (3) yang dibuat pada saat melakukan perkawinan. Inilah yang nantinya menjadi dasar pembagian harta perkawinan (gono-gini) jika terjadinya penceraian. Dalam pembagian hak waris anak, pewaris harus memiliki lembaga adat baik Damang/Mantir Adat agar menjauhkan dari cara-cara penyelesaian yang tidak benar dengan memperlakukan ahli waris secara sewenang-wenang tanpa menghargai hak-haknya. Secara umum masyarakat Dayak khususnya masyarakat di Desa Pelari menganut sistem kekeluargaan parental (bilateral), yaitu anak perempuan maupun anak laki-laki berhak sebagai ahli waris dan mempunyai kedudukan yang sama, setara dan seimbang.. Kata Kunci : Pembagian, Hak Waris Anak, Penceraian
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK SITI PURNAMA,2021, Ritual Nyapak Jaang Buluh Sahnya Perceraian Menurut Hukum Agama Hindu (Studi Kasus di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan) Skripsi, Fakultas Dharma Sastra, Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Dr. Ni Nyoman Rahmawati,S.Ag.,M.Si. Pembimbing (II) Budhi Widodo, S.H.,M.H. Ritual Nyapak Jaang Buluh adalah sebuah ritual akhir sebagai dalam perceraian bagi umat Hindu Kaharingan yang akan bercerai supaya dalam perceraian menjadi Sah menurut Agama Hindu Kaharingan di desa setempat sehingga masyarakat tidak berprasangka buruk lagi terhadap pasangan itu. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 3 (tiga) hal yaitu : (1) Faktor penyebab terjadinya perceraian di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan ? (2) Proses Pelaksanaan Ritual Nyapak Jaang Buluh Di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan ? (3) Dampak Ritual Nyapak Jaang Buluh Terhadap Kedua Belah Pihak Keluarga Yang Melaksanakan Ritual di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan. Subjek penelitian adalah Mantir Adat, Pisor, Orang Tua pihak perempuan dan tokoh masyarakat. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Dari analisis data tersebut diatas maka dapat disimpulkan : (1) Faktor penyebab terjadinya perceraian di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan yaitu terdiri dari 2 faktor yaitu: faktor internal (gangguan mental, suami lebih berkuasa dan penganiayaan/kekerasan (KDRT) dan faktor eksternal (faktor perjodohan, faktor pendidikan). (2) Proses pelaksanaan Ritual Nyapak Jaang Buluh di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan (tahap pelaporan,tahap pemanggilan keluarga pihak laki-laki, dan tahap penyelesaian kasus/perkara pada tahap ini kedua pasangan mengakhiri perkawinan mereka dengan melaksanakan Ritual Nyapak Jaang Buluh. (3) Dampak Ritual Nyapak Jaang Buluh terhadap kedua belah pihak keluarga yang melaksanakan Ritual di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan yaitu dampak positif (bagi perempuan : tidak merasa ketakutan dan mulai merasa kenyamanan) dan dampak negatif (bagi laki-laki : merasa kesepian cenderung menyendiri dan tidak suka bergaul) memiliki beban masalah setelah bercerai. Kata kunci : Ritual Nyapak Jaang Buluh, Sahnya perceraian, Hukum Agama Hindu
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Furmasari Fita, 2021, Kedudukan Surat Keterangan Tanah Adat (SKTA) Sebagai Alat Pembuktian Dalam Penyelesaian Sengketa Tanah Adat Di Wilayah Kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan Skripsi. Fakultas Dharma Sastra, Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I) Mariatie, S.Ag.M.Si. Pembimbing (II) Gelar Sumbogo Peni, S.Ag.,M.Si. Guna memberikan kepastian hukum terhadap Surat Keterangan Tanah Adat dalam hukum adat maka pemerintah mengeluarkan Peraturan Gubernur No.13 Tahun 2009 tentang tanah adat dan hak-hak diatas tanah adat di Provinsi Kalimantan Tengah. Surat Keterangan Tanah Adat merupakan bukti atas pengakuan hak kepemilikan atas tanah adat, dengan demikian Surat Keterangan Tanah Adat dalam kedudukannya mendapat pengakuan sebagai alat bukti apabila terjadi sengketa tanah. Untuk mendapatkan Surat Keterangan Tanah Adat masyarakat harus mendaftarkan tanahnya kelembaga kedamangan supaya tanah yang dikuasai tidak dapat diklaim oleh orang lain dengan adanya bukti dokumen dari lembaga kedamangan serta mendapat perlindungan hukum kepada pemegang hak tersebut. Permasalahan dalam penelitian ini adalah : (1). Bagaimana Kedudukan Surat Keterangan Tanah Adat sebagai alat pembuktian dalam penyelesaian sengketa tanah di wilayah kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan ? (2). Bagaimana Kekuatan Hukum Surat Keterangan Tanah Adat sebagai alat pembuktian dalam penyelesaian sengketa tanah di wilayah kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan ? (3) Apa factor penyebab terjadinya sengketa tanah di wilayah kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan ? Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah tersebut adalah Teori Kepastian Hukum, Teori Perlindungan Hukum dan Teori Pluralisme Hukum. Subjek penelitian ini adalah kepala adat/damang, mantir adat dan tokoh adat. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara, dokumentasidankepustakaan. Data dianalisis dengan metode kuantitatif artinya data yang didapatkan disajikan dalam bentuk table dan kualitatif dengan mereduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan yang tertuju pada masalah yang diteliti di lingkungan masyarakat tentang Kedudukan Surat Keterangan Tanah Adat sebagai alat pembuktian dalam penyelesaian sengketa tanah di wilayah kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kedudukan Surat Keterangan Tanah Adat sebagai alat pembuktian dalam penyelesaian sengketa tanah di wilayah kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan Surat Keterangan Tanah Adat dalam hukum adat mendapatkan pengakuan dimasyarakat adat sendiri sebagai bukti hak atas kepemilikan sebidang tanah yang secara adat memiliki kepastian hukum dengan adanya peraturan dari Gubernur Provinsi Kalimantan. (2) Kekuatan Hukum Surat Keterangan Tanah Adat sebagai alat pembuktian dalam penyelesaian sengketa tanah di wilayah kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan memilliki kekuatan hukum secara Hukum Adat dengan diperkuat adanya Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 13 Tahun 2009 tentang Tanah Adat dan Hak-hak Adat diatas tanah adat di Provinsi Kalimantan Tengah dan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) sebagai sarana dalam memberikan kepastian hukum. (3) Faktor penyebab terjadinya sengketa ix tanah yaitu dipicu oleh keadaan ekonomi serta karena adanya pengklaiman tanah yang menggeser batas patok tanah milik orang lain sehingga terjadilah konflik sengketa tanah. Kata Kunci :Kedamangan, SKTA, Kekuatan Hukum SKTA
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
MEINISYA, 2021 : Peran Lembaga Kedamangan Dalam Penyelesaian Kasus Penghinaan Dan Pencemaran Nama Baik Melalui Media Sosial Di Desa Baun Bango Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Made Kastama SH.,MH. Pembimbing II I Komang Darman SH.,MH. Lembaga Adat Kedamangan merupakan Lembaga Sentral yang bertanggungjawab penuh agar tetap lestari, berdayaguna dan berkembangnya hukum adat dayak, adat istiadat, dan kebiasaan-kebiasaan, tradisi dalam masyarakat dayak Kalimantan Tengah secara umumnya dan Kabupaten Katingan pada khususnya. Dengan adanya lembaga adat dalam menyelesaikan kasus penghinaan dan pencemaran nama baik melalui media sosial di Desa Baun Bango Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan supaya kasus tersebut dapat diselesaikan dengan musyawarah mufakat. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 2 (dua) hal yaitu (1) Bagaimana Proses Penyelesaian Kasus Penghinaan Dan Pencemaran Nama Baik Melalui Media Social (Facebook) di Desa Baun Bango Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan? (2) Bagaimana Penerapan Sanksi Adat Terhadap Pelaku ditinjau dari Hukum Adat Desa Baun Bango Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan? Subjek penelitian adalah Damang Kepala Adat, Kepala Desa, Mantir Adat, dan Tokoh masyarakat. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dan rancangan studi kasus dengan langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Objek penelitian ini adalah Peran Lembaga Kedamangan Dalam Penyelesaian Kasus Penghinaan Dan Pencemaran Nama Baik Melalui Media Sosial Di Desa Baun Bango Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptip Kualiitatif yaitu dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan hasil studi kepustakaan. Hasil penelitian telah menunjuk. bahwa Peran Lembaga Kedamangan Dalam Penyelesaian Kasus Penghinaan Dan Pencemaran Nama Baik Melalui Media Sosial Di Desa Baun Bango Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan tersebut adalah dalam keputusan Damang Kepala Adat bahwa si pelaku dikenakan pasal 50 tentang Singer Tandahan Randan (Denda Adat Tuduhan Serampangan). sejumlah 20 kati ramu, bilamana diuangkan yaitu sebesar Rp. 5.000.000,00-, (lima juta rupiah). Dalam kasus ini Damang Kepala Adat memberikan jalan berdamai dan permasalahan kasus pun dapat diselesaikan melalu perdamaian adat dan dasarnya penyelesaian kasus melalui Lembaga Kedamangan bukan menitik beratkan pada menang atau kalah dari salah satu pihak melainkan kembalinya keadaan keseimbangan yang terganggu, sehingga masing-masing pihak dapat hidup kembali dalam kehidupan dan ikatan dengan keseluruhan secara tenang tentram dan damai. Dari hasil penelitian dan analisis data tersebut maka dapat disimpulkan yaitu : (1) Proses Penyelesaian Kasus Penghinaan Dan Pencemaran Nama Baik Melalui Media Social (Facebook) di Desa Baun Bango Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan adalah selain diatur diberbagai peraturan Perundang-Undangan seperti Ketentuan hukum adat yaitu 96 pasal Perjanjian Tumbang Anoi yg tertuang pada pasal 50 tentang Singer Tandahan Randan (Denda Adat Tuduhan Serampangan). Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 16 tahun 2008, tentang Kelembagaan Adat Dayak di Kalimantan Tengah yang telah diperbaharui dengan Perda No 1 Tahun 2010, yang menjelaskan tentang peradilan adat dan singer, bagi pelanggar Hukum Adat Dayak Kalimantan Tengah. (2) Penerapan Sanksi Adat Terhadap Pelaku Kasus Penghinaan dan Pencemaran Nama Baik Melalui Media Sosial ditinjau dari Hukum Adat Desa Baun Bango Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan yaitu bersifat final dan mengikat bagi para pihak dan memiliki kekuatan hukum berdasarkan telah diatur didalam pasal 28 Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 16 tahun 2008 tentang Kelembagaan Adat Dayak di Kalimantan Tengah, segala perselisihan, sengketa, dan pelanggaran hukum adat yang telah didamaikan dan diberi sanksi adat melalu keputusan Kerapatan Mantir/Let Perdamaian Adat ditingkat Kecamatan, adalah bersifat final dan mengikat para pihak. Kata Kunci : Lembaga Kedamangan, Penyelesaian Kasus, dan Penghinaan
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SUSANTIE, 2021. Tata Kelola Keberadaan Peninggalan Bawi Ayah BagiUmat Hindu Kaharingan Di Desa Tangkahen Kabupaten PulangPisau. Tesis Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Agama Hindu Program Pascasarjana IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Prof. Drs. I Ketut Subagiasta, M.Si.,D.Phil, Pembimbing II Tiwi Etika, S.Ag., M.Ag.,Ph.D. Tesis ini mengkaji Tata Kelola Keberadaan Peninggalan Bawi Ayah BagiUmat Hindu Kaharingan di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau. Fenomena yang terjadi, belum terkelola dengan baik dan maksimal peninggalan dari Bawi Ayah yang ada di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau. Berdasarkan uraian tersebut masalah yang dikaji adalah : 1. Bagaimanakah tata kelola keberadaan peninggalan Bawi Ayah di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau?, 2. Apa makna yang tersirat dari peninggalan Bawi Ayah bagi umat Hindu Kaharingan di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau?, 3. Apa nilai pendidikan yang tersirat dari peninggalan Bawi Ayah bagi pendidikan agama Hindu di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau?. Tujuan penelitian ini, untuk mengkaji dan menggali pengetahuan tentang tata kelola keberadaan peninnggalan Bawi Ayah, makna yang tersirat dari peninggalan Bawi Ayah dan nilai pendidikan peninggalan Bawi Ayah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data kualitatif. Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan adalah secara Purposive. Teknik pengumpulan data adalah melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dikaji dengan menggunakan teori manajemen analisis sistem, teori fungsionalisme struktural dan teori kebudayaan. Dari hasil penelitian ini memperoleh hasil bahwa perlunya tata kelola keberadaan peninggalan Bawi Ayah bagi umat Hindu Kaharingan di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau, melalui berbagai tahap perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan. Peninggalan dari Bawi Ayah memiliki makna yang terkandung didalamnya dan nilai-nilai pendidikan agama Hindu pada peninggalan tersebut
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rama Saputra, 2021. Peranan GuruParaman Dalam Meningkatkan Minat Basarah di Desa Tarantang Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang ( IAHN-TP) palangka Raya. Pembimbing ( I ) Suryanto, S.Pd.,M.Pd, Pembimbing ( II ) Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si. Penanaman nilai-nilai Sraddha dan Bhakti agama Hindu dapat diselenggarakan dalam bentuk pasraman melalui jalur pendidikan formal dan nonformal. Penelitian ini berfokus mengungkap peranan guru pasraman nonformal dalam meningkatkan minat siswa melakukan Bhakti berupa peribadatan Basarah pada umat Hindu Kaharingan. Di dalam Pasraman Penyang Hinje Simpei adapun yang melatar belakangi rumusan masalah terdapat 3 Masalah, malasah yang ( 1 ) Bagaimanakah Peran Guru dalam Meningkatkan Minat Basarah pada Pasraman Penyang Hinje Simpei ? ( 2 ) Apa saja Kendala yang dihadapi Guru Pasraman dalam meningkatkan Minat Basarah Siswa Pasraman Penyang Hinje Simpei ? (3)Apa Upaya yang dilakakukan oleh Guru Pasraman Penyang Hinje Simpei Untuk meningkatkan Minat Basarah Siswa di Pasraman Penyang Hinje Simpei. Penulisan ini bertujuan : ( 1 ) untuk mengetahui dan mendiskripsikan Bagaimana Peran Guru dalam Meningkatkan Minat Basarah Siswa Di Desa Tarantang kecematan Mantangai Kabupaten Kapuas. ( 2 ) untuk mengetahui dan mendiskripsikan apa kendala Guru dalam Meningkatkan Minat Basarah Siswa di Desa Tarantang Kecematan Mantangai Kabupaten Kapuas. (3) untuk mengetahui mendiskripsikan Upaya yang dilakukan Guru untuk meningkatkan minat Basarah Siswa Teori yang di gunakan untuk penelitian ini untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori Behaviorisme menekankan hanya pada hal-hal yang dapat diobservasi secara kasat mata, maka teori ini memandang proses belajar yang alami oleh manusia oleh kondisi stimulus ( S ) dan respon ( R ). Penelitian ini dilakukan pada Pasraman Penyang Hinje Simpei di Desa Tarantang Kecamatan Mnatangai Kabupaten Kapuas. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan jumlah informan terdiri dari 13 orang , yang menjadi instrumen penelitian adalah penelitian sendiri. waktu yang di gunakan untuk penelitian ini kurang lebih 1 ( satu ) bulan di mulai dari tanggal 22 april s/d 24 Mei 2021 untuk mendapatkan hasil yang kita inginkan Teknik pengumpulan data yang di gunakan yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Bagaimanakah Peran Guru dalam meningkatkan Minat Basarah siswa Pada Pasraman Penyang Hinje Simpei ( a ) memberikan siswa Motivasi ( b ) 10 IAHN-TP Palangka Raya memberikan dorongan ( c ) menyediakan fasilitas ( d ) mengajarkan siswa membuat sarana prasarana ( e ) latihan yoga dan ( F ) latihan menari ( 2 ) Apa saja Kendala yang dihadapi Guru Pasraman dalam meningkatkan Minat Basarah Siswa Pasraman Penyang Hinje Simpei ( a ) kurangnya minat siswa dalam mengikuti ibadah Basarah ( b ) kurangnya dorongan dari orang tua ( c ) malas ( d ) minimnya pengetahuan tentang Agama ( d ) jarak dan kurang termotivasi. ( 3) Apa upaya yang dilakukan Guru dalam meningkatkan minat Basarah siswa (a) memberikan motivasi (b) memberikan pembelajaran yang menarik (c) memberikan nasehat (d) memberikan kepercayaan kepada siswa (e) memberikan Bimbingan ke siswa.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
EKA RESIANA, 2021. Implementasi pendidikan Etika Pada Siswa di SMAN-1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Pembimbing I Yuni Permata, S.Pd.,M.Si Pembimbing II I Komang Mertayasa, S.Pd.H.,M.Si Peran seorang guru yang akan mengerti akan tugas dan fungsinya sebagai seorang guru, dapat dijadikan panutan bagi siswa dengan menunjukan sikap dan prilaku yang baik. Etika merupakan langkah awal yang harus ditanamkan oleh guru dalam segala aspek kehidupan, etika merupakan tatanan yang menjaga hubungan kehamonisan dalam lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Disamping itu juga guru adalah sebagai panutan dan contoh yang baik bagi anak didiknya. Hal ini dikarenakan dari prilaku siswa diluar jam sekolah yang kurang terkontrol terjadi kenakalan remaja seperti perkataan yang kurang baik dan tak menghormati guru. Banyak hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh para siswa namun mereka melakukannya juga tanpa rasa ragu dan tanpa merasa bersalah. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN-1 Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Rumusan masalah dalam penelitian Ini ialah (1) Bagaimana Implementasi Pendidikan Etika di SMAN-1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara? (2) Apakah Kendala-kendala Dalam Implementasi Pendidikan Etika di SMAN-1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara? Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dalam pengumpulan data ini dilakukan teknik Observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah dilakukan analisis data diperoleh hasil bahwa (1) penerapan pendidikan etika pada siswa SMAN-1 Gunung Timang kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara, berjalan dengan cukup baik. Namun demikian masih perlu ditingkatkan mengingat masih belum sepenuhnya siswa dapat menerapkannya, sehingga masih ditemukan adanya pelanggaran etika oleh siswa di lingkungan sekolah. (2) Hambatan dari implementasi pendidikan etika pada siswa yaitu dari Faktor diri sendiri siswa tersebut dan faktor dari pertemanan. Hal ini membuat siswa kurang memahami makna dan tujuan tentang pendidikan etika tersebut secara baik. Di dalam penelitian ini ada beberapa hal yang disarankan (1) pihak sekolah diharapkan mendukung sepenuhnya dalam penerapan pendidikan Etika (2) kepada siswa agar selalu membiasakan diri taat dan berbakti pada catur guru dan memahami serta mengerti, tentang ajaran etika pada catur guru dan memahami dan mengerti tentang ajaran Tri Kaya Parisudha sehingga perilaku siswa menjadi lebih baik.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MANSUR, 2021. Pembelajaran Agama Hindu Pada Siswa Hindu Melalui Sistem Daring di SMPN-2 Runga Desa Tumbang Malahoi Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas. Pembimbing (I) I Made Paramarta, S.Ag.,M.Si Pembimbing (II) Santang, S.Pd., M.Hum. Skripsi ini meneliti dan mengkaji, tentang pelaksanaan pembelajaran agama Hindu pada Siswa Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan. Pembelajaran agama Hindu yang dilaksanakan di SMPN-2 Rungan secara Daring ini belum terlaksanana secara maksimal kerena beberapa kendala yang dialami. Fenomena yang terjadi dilapangan kurangnya fasilitas pendukung terlaksananya pembelajaran agama Hindu secara Daring. Penelitian ini membahas tentang beberapa rumusan masalah seperti berikut ini: 1) Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran agama Hindu pada siswa Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan, 2) Apakah kendala yang dialami siswa Hindu dalam pembelajaran agama Hindu pada siswa Hindu melalui sistem Daring, 3) Bagaimanakah cara mengatasi kendala yang dialami siswa Hindu dalam mengikuti pembelajaran agama Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana sistem pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan secara daring di SMPN-2 Rungan di Desa Tumbang Malahoi Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berdasarkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian adalah kepala sekolah, guru agama Hindu dan siswa agama Hindu di SMPN-2 Rungan Desa Tumbang Malahoi. Teknis analisis data menggunakan metode deskritif dan melalui tiga tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data serta penyajian data. Hasil yang peneliti peroleh dari 1) pelaksanaan pembelajaran agama Hindu pada siswa Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan saat ini belum terlaksana secara maksimal atau secara efektif. 2) kendala yang dialami siswa Hindu dalam pembelajaran agama Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan adalah kurangnya fasilitas pendukung bagi para siswa seperti tidak memiliki Handphone, jaringan yang tidak bagus dan semangat siswa yang kurang. 3) mengatasi kendala yang dialami siswa Hindu dalam mengikuti pembelajaran agama Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan adalah belajar bekelompok atau meminjam handphone orang tua, mencari lokasi yang ada jaringan dan guru dapat meningkatkan semangat siswa dengan menggunakan media pembelajaran yang kreatif dan menarik.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
I GUSTI AYU WISMANTARI. 2021. Implementasi Ajaran Siwaratri Kalpa Dalam Pelaksanaan Hari Raya Siwaratri Pada Masyarakat Hindu Di Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Persfektif Pendidikan) Pembimbing I : Mujiyono S.Ag.,M.Ag Pembimbing II: Komang Suarta, S.Ag.,M.Si Sebagaimana diketahui bahwa ajaran agama Hindu meliputi Tattwa, Etika dan Upacara. Begitu juga pada aktifitas persembahyangan upacara Siwaratri. Permasalahan penelitian ini yakni: 1. Bagaimana Implementasi Ajaran Siwaratri Kalpa dalam Pelaksanaan hari raya Siwaratri di Desa Labuhan? 2. Apakah Fungsi Ajaran Siwaratri Kalpa dalam Pelaksanaan Hari Raya Siwaratri? 3. Apakah nilainilai pendidikan yang terkandung di dalam pelaksanaan hari raya Swaratri?. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui Implementasi ajaran Siwaratri Kalpa dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri di Desa Labuhan, untuk mengetahui fungsi ajaran Siwaratri Kalpa dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri, untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif Kualitati. Dan ini sampelnya adalah sampel mutlak, yakni seluruh populasi dalam penelitian ini. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan beberapa metode, seperti metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data yang digunakan meliputi empat langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan vertivikasi atau menarik kesimpulan. Waktu penelitian dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 16 april – 17 mei 2021. Adapun yang menjadi tempat penelitian yaitu di Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan. Hasil penelitian yaitu: 1. Implementasi ajaran Siwaratri Kalpa dalam pelaksanaan hari raa Siwaratri yaitu: Menurut ajaran Siwaratri Kalpa bahwa elaksanaan hari raya Siwaratri merupakan pemujaan kehadapan Sang Hyang Siwa. 2. Fungsi ajaran Siwaratri Kalpa dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri yakni: Upacara Siwaratri bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada manusia untuk menyadari bahwa di dalam dirinya selalu ada pertarungan antara Suru Sampad dan Asuri Sampad. 3. Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri di Desa Labuhan yakni: a. Nilai Relegiu. b. Nilai Spiritual. c. Nilai Etika. d. Nilai Estetika. e. Nilai Moralitas, f. Nilai keagamaan Diharapkan kepada umat Hindu agar selalu mengikuti persembahyangan Siwaratri dan mmengikuti brata Siwaratri dan lebih mengikatkan Sradha dan Bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa.