2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih dominannya penggunaan metode ceramah dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya. Meskipun metode ceramah dinilai efektif untuk menyampaikan materi secara sistematis, pelaksanaannya belum sepenuhnya sejalan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) implementasi metode ceramah dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu, (2) kendala yang dihadapi dalam implementasinya, dan (3) solusi yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan teori Konstruktivisme Jean Piaget untuk menganalisis implementasi pembelajaran dan Theory of Constraints (TOC) untuk menganalisis kendala beserta solusi yang diterapkan. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah: 1) Teori Kontruktivisme, 2) Teori Kendala. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di SMA Negeri 3 Palangka Raya. Sumber data penelitian yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode ceramah telah dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pada tahap persiapan, guru menyusun modul ajar, tujuan pembelajaran, materi, serta instrumen penilaian. Pada tahap pelaksanaan, guru membuka pembelajaran dengan salam, doa bersama, absensi, dan pertanyaan pemantik, kemudian menyampaikan materi menggunakan metode ceramah yang dipadukan dengan tanya jawab dan diskusi serta mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Tahap evaluasi dilakukan melalui tes tertulis, penugasan, serta penilaian terhadap keaktifan dan pemahaman peserta didik. Kendala yang dihadapi meliputi pembelajaran yang cenderung monoton, rendahnya partisipasi peserta didik, perbedaan karakteristik peserta didik, serta kurangnya kreativitas guru dalam mengembangkan variasi pembelajaran. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru mengembangkan metode ceramah interaktif, memanfaatkan media pembelajaran, meningkatkan kompetensi profesional melalui pelatihan dan supervisi, serta menerapkan pembelajaran kontekstual disertai praktik langsung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode ceramah masih relevan digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu apabila dikembangkan secara inovatif, dikombinasikan dengan metode pembelajaran yang lebih interaktif, serta disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan tuntutan pembelajaran abad ke-21. ABSTRACT This research was motivated by the continued dominance of the lecture method in Hindu Religious Education learning at SMA Negeri 3 Palangka Raya. Although the lecture method is considered effective for delivering learning materials systematically, its implementation has not been fully aligned with the principles of the Merdeka Curriculum, which emphasizes student-centered learning. This study aimed to analyze: (1) the implementation of the lecture method in Hindu Religious Education learning, (2) the obstacles encountered in its implementation, and (3) the solutions adopted to overcome these obstacles. This study employed Jean Piaget's Constructivist Theory to analyze the implementation of the learning process and the Theory of Constraints (TOC) to examine the obstacles and the solutions applied. The theories used to analyze the research problems were: (1) Constructivist Theory and (2) Theory of Constraints. This study employed a qualitative descriptive approach and was conducted at SMA Negeri 3 Palangka Raya. The data sources consisted of primary and secondary data. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings revealed that the implementation of the lecture method was carried out through three stages: preparation, implementation, and evaluation. During the preparation stage, teachers developed teaching modules, learning objectives, learning materials, and assessment instruments. During the implementation stage, teachers began the lesson with greetings, joint prayer, attendance checking, and stimulating questions, followed by the delivery of learning materials using the lecture method combined with question-and-answer sessions and discussions while relating the materials to students' daily lives. The evaluation stage was conducted through written tests, assignments, and assessments of students' participation and understanding. The obstacles encountered included monotonous learning activities, low student participation, differences in students' characteristics, limited teacher creativity in developing varied instructional strategies. To address these obstacles, teachers combined the lecture method with other instructional methods, utilized learning media, enhanced their professional competence through training and supervision, and implemented contextual learning accompanied by practical activities. This study concludes that the lecture method remains relevant in Hindu Religious Education learning, provided that it is implemented innovatively, integrated with more interactive instructional methods, and adapted to students' characteristics and the demands of twenty-first-century learning.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anita Selviana, 2026. Dampak Perkawinan Usia Muda Terhadap Perceraian Studi Kasus Umat Hindu Kaharingan Di Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Pembimbing I Prof. Drs. I Ketut Subagiasta, M.Si,.D.Phil. Pembimbing II Dr. Kuri, S.Ag,.M.Ag. Penelitian ini mengkaji tentang dampak perkawinan usia muda terhadap perceraian studi kasus umat hindu kaharingan di kecamatan katingan hulu kabupaten katingan. Fenomena perkawinan usia muda masih banyak dijumpai terutama karena faktor budaya, ekonomi, dan minimnya pemahaman tentang kesiapan mental serta tanggung jawab dalam membangun rumah tangga. Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:1) Apakah faktor-faktor yang mendorong terjadinya dampak perkawinan usia muda terhadap perceraian studi kasus umat hindu kaharingan di kecamatan katingan hulu? 2) Apakah dampak dari perkawinan usia muda yang berujung pada perceraian studi kasus umat hindu kaharingan di kecamatan katingan hulu? 3) Bagaimana upaya yang dilakukan masyarakat atau pihak terkait untuk mengurangi dampak perkawinan usia muda yang berujung perceraian studi kasus umat hindu kaharingan di kecamatan katingan hulu? di analisis menggunakan teori Kausalitas, Budaya dan Hukum Partisipan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. teknik analisis data yang digunakan ialah kondensasi data, penyajian data dan kesimpulan. Berdasarkan analisis didapatkan hasil yaitu: pertama, Faktor-faktor yang mendorong terjadinya perkawinan usia muda:1) Faktor Internal, 2) Faktor Eksternal, 3) Faktor Keinginan Sendiri, 4) Faktor Pengetahuan, 5) Faktor Kebebasan, Kehamilan, dan Pendidikan; Kedua, Dampak dari perkawinan usia muda yang berujung perceraian meliputi: 1) Dampak Trauma, 2) Dampak Ekonomi, 3) Dampak Sosial, 4) Dampak Tidak Memiliki Anak, 5) Dampak Agama dan Budaya Keterlantaran; Ketiga, Upaya yang dilakukan masyarakat atau pihak terkait untuk mengurangi perceraian perkawinan dini yaitu: 1)Peningkatan penyuluhan dan pendidikan, 2) Penguatan peran keluarga, 3) Pemberdayaan ekonomi masyarakat, 4) Penegakan Regulasi dan dispensasi nikah yang ketat, 5) sosialisasi advokasi melalui tokoh agama dan adat. Kata Kunci : Perkawinan Usia Muda, Perceraian, Hindu Kaharingan, Dampak Sosial.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Etni Marsela 2026. Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A, Putu Cory Chandra Yhani, S.Pd.,M.Pd Skripsi. Pengaruh Penerapan Metode Deep Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Di SMPN 2 Palangka Raya Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya kajian empiris mengenai pengaruh penerapan metode deep learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 2 Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan metode deep learning terhadap hasil belajar siswa dengan menggunakan landasan teori belajar bermakna Ausubel serta teori konstruktivisme Piaget dan Bruner yang menekankan keterlibatan aktif siswa dalam membangun pemahaman secara mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 24 siswa kelas VII, VIII, dan IX yang ditentukan melalui teknik total sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui angket dengan skala Likert dan dokumentasi hasil belajar siswa, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode deep learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa, yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,014 (0,05) dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,246. Nilai tersebut menunjukkan bahwa penerapan metode deep learning mampu menjelaskan 24,6% variasi hasil belajar siswa, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Selain itu, seluruh siswa memperoleh hasil belajar di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan nilai rata-rata sebesar 92,75. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode deep learning memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 2 Palangka Raya, sehingga dapat menjadi salah satu alternatif pendekatan pembelajaran yang mendukung peningkatan kualitas proses dan hasil belajar.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Public speaking merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu dalam mendukung kegiatan akademik maupun persiapan memasuki dunia kerja. Namun, kemampuan public speaking mahasiswa Ilmu Komunikasi Hindu IAHN Tampung Penyang Palangka Raya belum sepenuhnya optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterampilan komunikasi terhadap public speaking mahasiswa Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya serta mengukur besarnya pengaruh yang diberikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Analisis data dilakukan dengan uji validitas, uji reliabilitas, statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear sederhana menggunakan IBM SPSS Statistics 27. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kemampuan public speaking mahasiswa Ilmu Komunikasi Hindu, yang mengindikasikan bahwa semakin baik keterampilan komunikasi yang dimiliki mahasiswa maka semakin tinggi pula kemampuan public speaking-nya. Pengaruh tersebut dibuktikan melalui nilai signifikansi sebesar 0,001 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Adapun kontribusi keterampilan komunikasi terhadap public speaking sebesar 27,3% sedangkan 72,7% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini seperti kepercayaan diri, penguasaan materi, kemampuan storytelling dan pengalaman berbicara di depan umum. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan keterampilan komunikasi perlu menjadi perhatian dalam proses pembelajaran guna meningkatkan kualitas public speaking mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu IAHN Tampung Penyang Palangka Raya.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Wadian Dadas merupakan tradisi ritual pengobatan dan spiritualitas suku Dayak Ma’anyan yang memiliki nilai sakral sesuai dengan ajaran Hindu Kaharingan. Namun, seiring dengan arus modernisasi, tradisi ini menghadapi tantangan besar berupa krisis generasi penerus dan pergeseran makna dari ritual sakral menjadi sekadar seni pertunjukan komersial. Proses pewarisan ini harus dikelola melalui pola pendidikan yang tepat, sehingga menemukan cara agar nilai-nilai luhur di dalamnya tidak akan punah. Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti merumuskan masalah yaitu: (1) Apakah nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dalam pewarisan tradisi Wadian Dadas di Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur, (2) Bagaimanakah pola Pendidikan Agama Hindu dalam pewarisan tradisi Wadian Dadas di Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur, (3) Bagaimanakah implikasi pola Pendidikan Agama Hindu terhadap pewarisan tradisi Wadian Dadas di Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur. Adapun teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini yaitu: (1) Teori Pendidikan, (2) Teori Pewarisan dan (3) Teori Fungsional-Struktural. Metode penelitian menggunakan jenis metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari praktisi Wadian Dadas, Tokoh Adat, Guru Agama Hindu, serta masyarakat Hindu Kaharingan di Kecamatan Awang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Nilai Pendidikan Agama Hindu dalam tradisi Wadian Dadas meliputi aspek Tattwa (keyakinan pada Ranying Hatalla), Susila (etika pengendalian diri), dan Acara (pelaksanaan ritual) yang membentuk moralitas calon Wadian, (2) Pola pendidikan yang digunakan adalah pola informal dan non-formal melalui jalur Herediter (garis keturunan) dan Vocation (Panggilan Hati), dimana proses belajar terjadi secara alami melalui pengalaman langsung dan bimbingan guru, (3) Implikasi dari pola pendidikan ini adalah terjaganya eksistensi tradisi Wadian Dadas sebagai identitas religius, terciptanya mekanisme pertahanan budaya, serta terjaganya keseimbangan sosial dan spiritual masyarakat Hindu Kaharingan di Kecamatan Awang. ABSTRACT Wadian Dadas is a ritual tradition of healing and spirituality among the Dayak Ma’anyan people that holds sacred significance in accordance with the teachings of Kaharingan Hinduism. However, amid the tide of modernization, this tradition faces major challenges in the form of a crisis in the succession of practitioners and a shift in meaning from a sacred ritual to merely a commercial performance art. This process of transmission must be managed through appropriate educational approaches to ensure that the noble values embedded within the tradition do not become extinct. Based on the background described above, the researcher formulates the following research questions: (1) What are the Hindu educational values in the transmission of the Wadian Dadas tradition in Awang Subdistrict, East Barito Regency? (2) What is the pattern of Hindu education in the transmission of the Wadian Dadas tradition in Awang Subdistrict, East Barito Regency? (3) What are the implications of the Hindu educational model for the transmission of the Wadian Dadas tradition in Awang Subdistrict, East Barito Regency? The theories used to examine the issues in this study are: (1) Educational Theory, (2) Theory of Transmission, and (3) Functional-Structural Theory. The research method employed a qualitative approach using ethnography. The data collection techniques used were participant observation, in-depth interviews, and documentation. The research subjects consisted of Wadian Dadas practitioners, traditional leaders, Hindu religious teachers, and the Kaharingan Hindu community in Awang Subdistrict. The research findings indicate that: (1) The values of Hindu education within the Wadian Dadas tradition encompass the aspects of Tattwa (belief in Alahtalla Ngaburiat Hyang Piumung Jaya Pakuluwi), Susila (ethics of self-control), and Acara (ritual practice), which shape the morality of prospective Wadian practitioners; (2) The educational model employed is an informal and non-formal one transmitted through the lines of descent (lineage) and Vocation (calling of the heart), where the learning process occurs naturally through direct experience and the guidance of teachers; (3) The implications of this educational model include the preservation of the Wadian Dadas tradition as a religious identity, the creation of mechanisms for cultural preservation, and the maintenance of social and spiritual balance within the Kaharingan Hindu community in Awang Subdistrict.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Sultema, 2026. Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H, Putu Wisnu Saputra, M.Pd.
Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Pengaruh
Penggunaan Media Papan Bilangan Terhadap Hasil Belajar
Siswa Kelas V.A Pada Mata Pelajaran Matematika Di SDN 2
Menteng
Penelitian ini membahas pengaruh penggunaan media papan bilangan
terhadap hasil belajar siswa kelas V.A pada mata pelajaran Matematika materi KPK
dan FPB di SDN 2 Menteng. Hasil belajar siswa masih belum optimal sehingga
penggunaan media papan bilangan diharapkan dapat membantu meningkatkan hasil
belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media
papan bilangan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V.A di SDN 2
Menteng.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif
dengan desain Pre-Experimental One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini
melibatkan 23 siswa kelas V.A SDN 2 Menteng. Instrumen penelitian berupa tes
hasil belajar melalui pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan statistik
deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji hipotesis Wilcoxon Signed-Rank, dan
analisis N-Gain.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest sebesar 69,35,
sedangkan rata-rata nilai posttest sebesar 83,70, sehingga terjadi peningkatan hasil
belajar setelah penggunaan media papan bilangan. Hasil uji normalitas
menunjukkan nilai signifikan kurang dari 0,05 sehingga data tidak berdistribusi
normal. Oleh karena itu, analisis dilanjutkan menggunakan uji Wilcoxon SignedRank yang memperoleh Z = -4,284 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Hasil
analisis N-Gain sebesar 0,5386 menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar
berada pada kategori sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan
media papan bilangan berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Santi, 2026. Tri Aspiyana, M.Pd., Krisma Natalia, M.Pd. Skripsi. Pendidikan Guru
Sekolah Dasar. Analisis Hubungan Antara Pekerjaan Orang Tua
Sebagai Penambang Emas Dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas IV
Di SDN Petuk Liti 1
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi sebagian besar orang tua siswa
di SDN Petuk Liti 1 yang bekerja sebagai penambang emas sehingga diduga
memiliki hubungan dengan motivasi belajar anak. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara pekerjaan orang tua sebagai penambang emas dengan
motivasi belajar siswa kelas IV di SDN Petuk Liti 1. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian
berjumlah 25 siswa kelas IV, sedangkan sampel penelitian sebanyak 19 siswa yang
dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu siswa yang orang tuanya
bekerja sebagai penambang emas. Instrumen penelitian berupa angket pekerjaan
orang tua dan angket motivasi belajar yang telah melalui uji validitas dan
reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji
korelasi Spearman Rank dengan bantuan program SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan
signifikan antara pekerjaan orang tua sebagai penambang emas dengan motivasi
belajar siswa kelas IV di SDN Petuk Liti 1. Hasil uji korelasi Spearman Rank
memperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,550 dengan nilai signifikansi 0,015
(p < 0,05). Nilai tersebut menunjukkan bahwa tingkat hubungan berada pada
kategori sedang dengan arah hubungan positif. Dengan demikian, hipotesis
alternatif (H₁) diterima dan hipotesis nol (H₀) ditolak. Temuan penelitian ini
menunjukkan bahwa pekerjaan orang tua sebagai penambang emas memiliki
hubungan dengan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama
antara orang tua, guru, dan sekolah dalam memberikan perhatian, pendampingan,
serta dukungan terhadap proses belajar siswa agar motivasi belajar tetap terpelihara.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Juli Astika, 2026 Upaya Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Siswa Kelas I Di SDN 2 Menteng Palangka Raya. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palngka Raya (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Lamri S.Pd.,M.Pd.H. Pembimbing II Niwayan Sukraini S.Pd.,M.Pd Penelitian ini di latar belakangi oleh masih ditemukannya siswa kelas I yang mengalami kesulitan membaca di SDN 2 Menteng Palangka Raya. Kemampuan membaca merupakan keterampilan dasar yang harus dikuasai siswa pada jenjang sekolah dasar karena menjadi fondasi dalam mengikuti proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan upaya guru untuk membantu siswa mengatasi kesulitan membaca yang dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan upaya guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas I di SDN 2 Menteng Palangka Raya, dan (2) mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas I di SDN 2 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sehingga teori yang digunakan yaitu teori Konstruktivisme dan teori Motivasi Belajar. Hasil Penelitian mengungkapkan bahwa cara guru untuk mengatasi masalah membaca pada siswa kelas I dilakukan dengan berbagai metode pengajaran, pemanfaatan alat bantu pembelajaran seperti kartu huruf dan gambar, memberikan bimbingan individu, pendampingan setelah jam sekolah, memberikan dorongan untuk belajar, serta bekerja sama dengan orang tua untuk melatih keterampilan membaca siswa di rumah. Usaha ini berkontribusi dalam peningkatan kemampuan membaca siswa secara bertahap. Sementara itu, tantangan yang dihadapi guru termasuk perbedaan dalam kemampuan membaca siswa, rendahnya minat dan motivasi belajar di kalangan beberapa siswa, keterbatasan waktu untuk pembelajaran, serta kurang aktifnya dukungan dari orang tua di rumah. Namun demikian, guru terus berusaha mengatasi tantangan tersebut dengan menerapkan berbagai strategi belajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Olda Mustika, 2026. Penanaman Sikap Religius Siswa Pada Kegiatan Persembahyangan Basarah di SMPN Satu Atap 2 Kurun Kabupaten Gunung Mas Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A Pembimbing II Megawati, S.Pi.,M.Pd.H Sikap Religius siswa adalah kondisi internal yang tercermin dalam perilaku, kebiasaan, dan cara siswa menjalani aktivitas yang di dasarkan pada nilai-nilai keagamaan. Sikap ini tidak hanya menyangkut pengetahuan tentang agama, tetapi juga bagaimana siswa menghayati, memahami, dan mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mendeskripsikan bagaimana penanaman sikap Religius siswa pada kegiatan persembahyangan Basarah di SMPN Satu Atap 2 Kurun Kabupaten Gunung Mas. (2) Untuk mengidentifikasi apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam penanaman sikap Religius siwa pada kegiatan persembahyangan Basarah di SMPN Satu Atap 2 Kurun Kabupaten Gunung Mas. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualititaif teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan menurut miles dan huberman berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penanaman sikap Religius siswa pada kegiatan persembahyangan Basarah di SMPN Satu Atap 2 Kurun Kabupaten Gunung Mas menggunakan metode pembiasaan. (a) pembiasaan ibadah rutin, (b) pembiasaan sikap gotong royong, (c) pembiasaan sikap bertanggung jawab, (d) pembiasaan sikap etika dan moral. dan metode keteladanan keteladanan kepribasian (akhlak/moral). (2) Apa saja Kendala yang dihadapi dalam penanaman sikap Religius siswa pada kegiatan persembahyangan Basarah di SMPN Satu Atap 2 Kurun Kabupaten Gunung Mas. (a) kendala internal dan (b) kendala ekstenal.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kristin Agustin (2200020). Pembimbing I: Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A. Pembimbing II: Yoppie, M.Pd.H. Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan belajar siswa Hindu kelas V dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu materi Catur Ashrama di SD Negeri 2 Tampang Tumbang Anjir. Hasil observasi awal menunjukkan rata-rata keaktifan kelas hanya mencapai 52,5% dengan ketuntasan klasikal 0%, disebabkan oleh dominasi metode ceramah satu arah dan belum pernah digunakannya media gambar dalam pembelajaran. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana upaya guru dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa Hindu melalui media gambar di SD Negeri 2 Tampang Tumbang Anjir. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif menggunakan model Yasmeen yang terdiri dari lima tahapan yaitu diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 4 siswa Hindu kelas V. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus pada tanggal 27 Juli hingga 4 Agustus 2026. Data dikumpulkan melalui lembar observasi keaktifan siswa yang memuat 5 indikator, lembar observasi upaya guru, jurnal harian guru, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media gambar berbasis karton meningkatkan keaktifan belajar siswa Hindu secara bertahap. Pada pra-siklus rata-rata keaktifan kelas mencapai 43,75% dengan ketuntasan 0% dalam kategori Kurang Aktif. Pada Siklus I meningkat menjadi 53,13% dengan ketuntasan 25% dalam kategori Kurang Aktif. Pada Siklus II meningkat menjadi 84,75% dengan ketuntasan 85%; F1, F2 dan F3 berada pada kategori Aktif/Sangat Aktif, sedangkan F4 berada pada kategori Kurang Aktif. Peningkatan rata-rata dari pra-siklus I sampai Siklus II mencapai 32,29%. Berdasarkan indikator keberhasilan yang ditetapkan, rata-rata kelas dan ketuntasan klasikal mencapai target akhir penelitian, tetapi data menunjukkan arah peningkatan yang konsisten setelah penggunaan media gambar.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KRISTIAN TONI, 2025. Analisis Surat Perdamaian Adat Kerapatan Let Adat Desa Tambak Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Sri Kayun, SH.,M.Si Pembimbing II Ririn Kurniasi, MH Indonesia sebagai negara hukum mengakui dan menghormati keberadaan masyarakat hukum adat beserta hukum adatnya sebagaimana diatur dalam UUD 1945. Lembaga adat, termasuk Kerapatan Let Adat Dayak di Kalimantan Tengah, memiliki peran penting sebagai mekanisme penyelesaian sengketa non-litigasi berbasis musyawarah mufakat yang mencerminkan nilai kearifan lokal dan budaya “Belom Bahadat”. Surat perdamaian adat yang dihasilkan berfungsi sebagai bukti kesepakatan damai dan alat bukti dalam hukum formal, namun tidak setara dengan putusan pengadilan. Permasalahan utama terletak pada belum adanya kepastian hukum mengenai tata cara pendaftaran dan pengakuan surat perdamaian adat dalam sistem peradilan formal. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk menganalisis format, substansi, dan kekuatan hukum surat perdamaian adat Kerapatan Let Adat Desa Tambak guna memberikan kepastian hukum bagi para pihak yang bersengketa. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 2 hal yaitu : (1). Kekuatan Hukum Terhadap Isi Surat Perdamaian Adat Nomor 09/MTR/DT/XI/2021 Dalam Prespektif Hukum Di Indonesia?. (2). Format Dan Substansi Hukum Surat Perdamaian Adat Yang di keluarkan Kerapatan Let Adat Desa Tambak Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau ? Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah tersebut adalah teori penegakan hukum, teori kepastian hukum, dan teori keadilan. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah melakukan analisis terkait putusan perdamaian yang dilakukan oleh kerapatan let adat dengan menghubungkan undang-undang, observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dukumentasi. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya akan dilakukan analisis dengan beberapa langkah-langkah edukasi data, penyajian data dan diuraikan kesimpulan. Dari analisis data tersebut diatas dapat diuraikan : (1). Kekuatan Hukum Terhadap Isi Surat Perdamaian Adat Nomor 09/MTR/DT/XI/2021 Dalam Prespektif Hukum Di Indonesia, yaitu berdasarkan PERDA Kalimantan Tengah No. 16 Tahun 2008 Mengatur Tentang Kelembagaan Adat Dayak Kalimantan Tengah. Serta berpedoman pada 96 pasal Hukum Adat Dayak hasil perdamaian Tumbang Anoi Tahun 1894, mengatur tentang Singer atau Jipen sebagai norma hukum adat dayak. (2). Format Dan Substansi Hukum Surat Perdamaian Adat Yang di keluarkan Kerapatan Let Adat. Surat perdamaian adat yang dikeluarkan oleh Kerapatan Let Adat belum memiliki standar yang jelas mengenai format dan substansi hukumnya, serta belum terdapat kepastian hukum terkait pengakuan dan kekuatan mengikatnya dalam sistem peradilan nasional. Oleh karena itu, diperlukan kajian yang mendalam terhadap format dan substansi hukum surat perdamaian adat guna memastikan bahwa surat tersebut memenuhi syarat sah perjanjian, mencerminkan kewenangan lembaga adat, serta mampu memberikan kepastian hukum, keadilan, dan perlindungan hukum bagi para pihak yang bersengketa. Kata Kunci : Surat Perdamaian Adat, Kekuatan Hukum, Kerapatan Let Adat
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Agung Suderajat. 2026. Implementasi Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Pembelajaran Agama Hindu Di Sdn Percobaan Palangka Raya Skripsi Srata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Istitut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH.,M.Pd.H Pembimbing II Heri Kusuma Tarupay, S.S.,M.Hum Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi model pembelajaran Problem Based Learning pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya, mengidentifikasi bagaimana kendala guru Pendidikan Agama Hindu mengimplementasi model pembelajaran Problem Based Learning di SDN Percobaan Palangka Raya, serta mengetahui Bagaimana upaya untuk mengatasi kendala implementasi model pembelajaran Problem Based Learning pada pembelajaran Agama Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya. Jenis metode yang digunakan dalam Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di SDN Percobaan Palangka Raya. Informan penelitian terdiri atas Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, guru Pendidikan Agama Hindu, dan empat siswa kelas V yang beragama Hindu. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model Problem Based Learning telah dilaksanakan melalui tahapan orientasi masalah, diskusi kelompok, penyelidikan, presentasi hasil, dan evaluasi, sehingga mampu meningkatkan keaktifan, kemampuan berpikir kritis, serta partisipasi siswa dalam pembelajaran. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, rendahnya kreativitas guru dalam mengembangkan kegiatan Problem Based Learning, keterbatasan media pembelajaran, serta perbedaan kemampuan siswa dalam memahami materi. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut yaitu meningkatkan perencanaan pembelajaran, memanfaatkan media yang tersedia, memberikan bimbingan secara intensif kepada siswa, serta mengoptimalkan pengelolaan waktu dan kerja kelompok agar proses pembelajaran berlangsung lebih efektif, aktif, dan bermakna. Penerapan model pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di sekolah dasar.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tobi Aloren Sosilo. 2026, Peran Mantir Adat Dalam Penyelesaian Konflik Rumah Tangga Menurut Hukum Adat Di Desa Rantau Asem Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan. Skripsi Srata Satu, Prodi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Sri Kayun.SH.,M,Si, dan Pembimbing II Dede Suryanto. SH.AH.,MH. Konflik rumah tangga merupakan salah satu permasalahan sosial yang sering terjadi dalam kehidupan masyarakat dan dapat mengganggu keharmonisan keluarga serta ketertiban sosial. Di masyarakat Dayak, penyelesaian konflik rumah tangga tidak hanya dilakukan melalui jalur hukum formal, tetapi juga melalui mekanisme hukum adat yang melibatkan Mantir Adat sebagai pihak yang berwenang dalam menyelesaikan sengketa secara musyawarah. Keberadaan Mantir Adat memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan hubungan sosial serta menegakkan norma-norma adat yang berlaku di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Mantir Adat dalam menyelesaikan konflik rumah tangga, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya konflik rumah tangga yang diselesaikan oleh Mantir Adat, serta menganalisis proses penyelesaian konflik rumah tangga menurut hukum adat yang berlaku di Desa Rantau Asem, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas Mantir Adat, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak yang pernah terlibat dalam penyelesaian konflik rumah tangga melalui mekanisme adat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mantir Adat berperan sebagai mediator, penengah, pemberi nasihat, sekaligus pelaksana hukum adat dalam menyelesaikan konflik rumah tangga. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya konflik rumah tangga antara lain masalah ekonomi, kurangnya komunikasi antara suami dan istri, perselisihan mengenai tanggung jawab keluarga, campur tangan pihak ketiga, serta perselingkuhan. Adapun proses penyelesaian konflik rumah tangga dilakukan melalui pengaduan kepada Mantir Adat, pemanggilan para pihak, musyawarah adat, pemberian nasihat dan pertimbangan adat, hingga tercapainya kesepakatan perdamaian yang dituangkan dalam keputusan atau surat perdamaian adat. Penyelesaian melalui hukum adat dinilai efektif karena mengedepankan musyawarah, kekeluargaan, dan pemulihan hubungan sosial antar pihak yang berkonflik. Kata Kunci: Mantir Adat, Konflik Rumah Tangga, Penyelesaian Sengketa, Hukum Adat Dayak.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Upacara Entas-Entas merupakan salah satu rangkaian Pitra Yadnya dalam tradisi Hindu Jawa yang dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta penyempurnaan roh orang yang telah meninggal dunia agar mencapai alam yang lebih baik dan bersatu dengan Ida sang hyang widhi wasa. Selain memiliki fungsi religius, upacara ini juga mengandung nilai-nilai pendidikan yang berperan dalam pewarisan ajaran dan tradisi Hindu Jawa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan Upacara Entas-Entas umat Hindu Jawa di Pura Giri Antara Loka, Desa Manunggal Jaya, serta menganalisis makna yang terkandung di dalamnya dalam perspektif Pendidikan Hindu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling yang terdiri atas Romo, pemangku, Ketua PHDI, dan serati banten. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Upacara Entas-Entas terdiri atas tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan inti, dan penutup. Tahap persiapan meliputi rapat panitia, gotong royong, persiapan sarana upacara, serta pembersihan diri. Tahap inti berisi rangkaian ritual yang dipimpin oleh Romo dan pemangku, sedangkan tahap penutup ditandai dengan persembahyangan bersama dan penutupan upacara. Upacara ini mengandung makna religius sebagai wujud bhakti kepada Ida sang hyang widhi wasa dan penghormatan kepada leluhur, makna etika dan moral berupa penanaman disiplin, tanggung jawab, ketulusan, dan rasa hormat, serta makna sosial melalui gotong royong, kebersamaan, solidaritas, dan kerukunan. Dengan demikian, Upacara Entas-Entas tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai media Pendidikan Hindu yang efektif dalam mewariskan nilai-nilai religius, etika, moral, dan sosial kepada generasi muda sehingga tradisi Hindu Jawa tetap lestari.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Nesti Lina, 2026. Partisipasi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni dan
Keagamaan Dalam Event Seni Budaya Di Kampus IAHN Tampung
Penyang Palangka Raya. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan
Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya
Pembimbing I: Dr. Pranata, S.Pd.,M.Pd
Pembimbing II: Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.A
Partisipasi mahasiswa dalam event seni budaya merupakan salah satu
bentuk pengembangan potensi, kreativitas, dan kompetensi profesional mahasiswa,
khususnya pada Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan Institut Agama
Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Namun, fenomena di
lapangan menunjukkan bahwa partisipasi mahasiswa dalam event seni budaya
masih tergolong rendah dan cenderung didominasi oleh mahasiswa yang sama dari
waktu ke waktu. Kondisi tersebut mendorong perlunya penelitian untuk memahami
bagaimana mahasiswa memaknai pentingnya partisipasi, faktor-faktor yang
mempengaruhi partisipasi, serta upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan
partisipasi mahasiswa dalam event seni budaya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di IAHN Tampung Penyang Palangka
Raya, pada Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Fakultas Dharma
Acarya. Informan penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling,
meliputi mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Ketua dan
Sekretaris Program Studi, dosen, serta panitia penyelenggara event seni budaya.
Teori yang digunakan yaitu teori fenomenologi oleh Edmund Husserl (1970) dan
Self-Determination Theory (SDT) oleh Deci dan Ryan (1985). Data dikumpulkan
melalui observasi, wawancara semi terstruktur, studi kepustakaan, dan
dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memaknai partisipasi
dalam event seni budaya sebagai sarana pengembangan diri, pembentukan
profesionalisme calon guru dan pelestarian seni budaya. Faktor yang
mempengaruhi partisipasi terdiri atas faktor internal, yaitu minat dan hobi, serta
motivasi mahasiswa dan faktor eksternal seperti kurangnya ajakan dari teman dan
senior, tuntutan akademik dari mata kuliah, dominasi cabang seni tertentu, benturan
jadwal latihan dengan tugas perkuliahan dan salah paham pendapat antar
mahasiswa selama proses latihan untuk penampilan. Program studi telah berupaya
dalam mendorong partisipasi aktif mahasiswa dengan berbagai kebijakan dan
dukungan yang telah dilaksanakan. Selain itu, mahasiswa Program Studi
Pendidikan Seni dan Kegamaan sebagai pihak yang berpartisipasi secara langsung
juga berharap agar IAHN Tampung Penyang Palangka Raya dapat memberikan
perhatian terhadap berbagai cabang seni dan sikap saling merangkul antar
mahasiswa.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sri Beta Handayani. 2026 Strategi Guru Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas V Agama Hindu Di SDN Danau Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur. Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya , pembimbing : (1) Mitro, S.Pd.,M.Si (2) Hendri ,S.Ag.,M,Si Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kedisiplinan belajar dalam membentuk karakter siswa serta masih ditemukannya berbagai permasalahan kedisiplinan pada siswa kelas V Agama Hindu di SDN Danau, Kecamatan Awang, Kabupaten Barito Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa, kendala yang dihadapi guru, serta solusi yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu, dan siswa kelas V Agama Hindu di SDN Danau. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan analisis hasil penelitian menggunakan Teori Behavioristik melalui konsep pengkondisian klasik dan pengkondisian operan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi pendekatan persuasif spiritual melalui kegiatan berdoa sebelum pembelajaran, kontrak belajar, pemberian penguatan positif berupa pujian dan poin, serta internalisasi nilai Dharma melalui metode cerita Itihasa. Kendala yang dihadapi meliputi faktor internal berupa rendahnya motivasi belajar, kejenuhan, dan penggunaan telepon genggam, serta faktor eksternal berupa kurangnya pengawasan orang tua, rasa kantuk saat pembelajaran, dan pengaruh teman sebaya. Strategi yang diterapkan terbukti mendukung peningkatan kedisiplinan belajar siswa. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru melakukan pendekatan individual, mengatur posisi tempat duduk siswa, serta memperkuat kerja sama dengan orang tua agar pembinaan kedisiplinan dapat berlangsung secara berkelanjutan
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pebida Salamiara. 2026. Pembimbing I: Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H.,
M.Pd.H. Pembimbing II: Roy Wentas, S.Pd., M.Pd.H.
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Eksplorasi
Pengalaman Guru dalam Mengelola Perilaku Agresif Verbal
Siswa Kelas IV di SDN 4 Menteng Palangka Raya.
Perilaku agresif verbal merupakan salah satu permasalahan yang masih
sering terjadi pada siswa sekolah dasar. Perilaku tersebut ditunjukkan melalui
tindakan mengejek, berkata kasar, membentak, serta memanggil teman dengan
julukan yang tidak disukai sehingga dapat mengganggu proses pembelajaran dan
hubungan sosial antarsiswa. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan
untuk mengeksplorasi pengalaman guru dalam mengelola perilaku agresif verbal
siswa kelas IV di SDN 4 Menteng Palangka Raya serta mengidentifikasi berbagai
kendala yang dihadapi guru dalam proses penanganannya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
deskriptif. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas IV, dan
siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan
Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan
kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengelola perilaku agresif
verbal melalui teguran, nasihat, pendekatan personal, pembiasaan penggunaan
bahasa yang santun, keteladanan, penguatan pendidikan karakter, serta kerja sama
dengan orang tua. Kendala yang dihadapi meliputi perbedaan karakter siswa,
rendahnya kesadaran siswa terhadap dampak ucapan, pengaruh lingkungan
keluarga, teman sebaya, media sosial, serta keterbatasan waktu dalam
memberikan pembinaan secara individual. Upaya tersebut diharapkan mampu
menciptakan lingkungan belajar yang aman, kondusif, dan mendukung
perkembangan karakter siswa.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ni Komang Niasin,2026,Analisis Peran Guru Dalam Membentuk Sikap Religius Siswa Melalui Pendidikan Agama Hindu Di SDN 2 Menteng Palangka Raya. Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Derson, S.Ag., M.Ag Pembimbing II: Komang Suarta, S.Ag., M.Si Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena belum optimalnya sikap religius siswa Hindu di SDN 2 Menteng Palangka Raya, yang tercermin dari belum konsistennya pelaksanaan doa Tri Sandya, kurang terjaganya kebiasaan salim kepada guru, serta beragamnya kemampuan siswa dalam menghafalkan doa harian. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya kajian mendalam terhadap peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam proses pembentukan sikap religius siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam membentuk sikap religius siswa serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi guru dalam proses tersebut di SDN 2 Menteng Palangka Raya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap enam informan yang dipilih secara purposive sampling, terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu, dan empat siswa Hindu dari kelas III hingga kelas VI. Teknik analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña (2014) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Hindu di SDN 2 Menteng Palangka Raya telah menjalankan lima peran secara terintegrasi dan berkesinambungan, yaitu sebagai educator, mentor, guide, motivator, dan evaluator dalam membentuk sikap religius siswa yang mencakup dimensi sradha, bhakti, dan sila. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala sekolah, kerja sama dengan orang tua, antusiasme siswa, kondisi jumlah siswa Hindu yang terbatas sehingga memungkinkan pendekatan personal yang lebih intensif, serta adanya kegiatan pembiasaan religius di sekolah. Faktor penghambat meliputi perbedaan karakter siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, belum tersedianya ruang ibadah khusus, pengaruh lingkungan luar sekolah, serta keterbatasan pembinaan keagamaan di lingkungan keluarga. Berbagai hambatan tersebut diatasi melalui pembinaan bertahap, peningkatan koordinasi dengan orang tua, dan penciptaan suasana pembelajaran yang kondusif.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
EKA SUSILAWATI, 2026. Filosofi Batu Patahu Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Masaha Kecamatan Mandau Talawang Kabupaten Kapuas. Skripsi Sastra Satu Program Studi Filsafat Agama Hindu, Fakultas Dharma Duta Dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I : Prof Drs. I Ketut Subagiasta, M.Si., D.Phil dan Pembimbing II: I Gede Arya Juni Arta, S.Fil.H., M.Ag. Batu patahu merupakan simbol sakral yang dipercaya memiliki hubungan dengan roh leluhur sehingga memiliki makna penting dalam kehidupan religius dan sosial masyarakat. Penelitian ini membahas: (1) mitologi batu patahu di Desa Masaha Kecamatan Mandau Talawang Kabupaten Kapuas, (2) fungsi batu patahu pada umat Hindu Kaharingan, dan (3) makna filosofi yang terkandung dalam batu patahu. Penelitian ini bertujuan mengetahui mitologi, fungsi, dan makna filosofi batu patahu pada umat Hindu Kaharingan di Desa Masaha. Penelitian menggunakan teori fenomenologi, fungsionalisme, dan simbol dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka, dengan informan tokoh agama Hindu Kaharingan, basir, dan masyarakat Desa Masaha.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) mitologi batu patahu berawal dari ditemukannya tiga batu yang diyakini memiliki kekuatan spiritual dan berkaitan dengan roh leluhur, serta disakralkan melalui pembangunan pasah patahu; (2) batu patahu berfungsi sebagai sarana ritual, penghormatan kepada leluhur, pemersatu masyarakat, pedoman etika, warisan budaya, serta mendukung moderasi beragama; dan (3) filosofi batu patahu mengandung nilai pendidikan, susila, tattwa, etika, penghormatan kepada leluhur, keseimbangan hubungan manusia dengan alam, serta keyakinan kepada Ranying Hatalla Langit sebagai Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian, batu patahu tidak hanya dipahami sebagai benda fisik, tetapi juga sebagai simbol budaya dan spiritual yang mewariskan nilai-nilai kehidupan secara turun-temurun.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Gresti Vionae, 2026. pengaruh penggunaan media papan pengetahuan terhadap
minat belajar IPAS siswa kelas IV SDN 1 Menteng. Fakultas Dharma Acarya,
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Agama Hindu Negeri
Tampung Penyang Palangka raya.
Pembimbing I Dr. Putu Widyanto, M.Pd.H
Pembimbing II Krisma Natalia, M.Pd
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa pada
mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas IV SDN 1
Menteng. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat belajar
siswa yaitu dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik dan interaktif,
seperti media papan pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh penggunaan media papan pengetahuan terhadap minat belajar IPAS siswa
kelas IV SDN 1 Menteng.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode preexperimental dan desain one group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan
di kelas IV A SDN 1 Menteng pada semester genap Tahun Ajaran 2025/2026
dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 27 siswa. Teknik pengumpulan data
dilakukan menggunakan angket minat belajar. Data penelitian dianalisis
menggunakan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistics versi 31 for Windows.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari
penggunaan media papan pengetahuan terhadap minat belajar IPAS siswa kelas IV
SDN 1 Menteng. Hal tersebut dibuktikan berdasarkan hasil uji-t berpasangan yang
memperoleh nilai signifikansi sebesar <0,001 lebih kecil dari 0,05, sehingga H₀
ditolak dan H₁ diterima. Penggunaan media papan pengetahuan membuat siswa
lebih aktif, antusias, serta lebih tertarik dalam mengikuti proses pembelajaran IPAS.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media
papan pengetahuan berpengaruh signifikan terhadap minat belajar IPAS siswa kelas
IV SDN 1 Menteng.