2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
Santiya. 2023. Eksistensi Pasraman Penyang Karuhei Dalam penyelenggaraan Pendidikan Agama Hindu Di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten katingan. Prodi Pendidikan Agama Hindu. Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag., M.Si dan Pembimbing II I Made Paramarta, S.Ag., M.Si
Skripsi ini mengkaji tentang Eksistensi Pasraman Penyang Karuhei Dalam Penyelenggaraan Pendidikan Agama Hindu Di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Berdasarkan observasi sementara ditemukan fenomena, pelayanan oleh pengurus pasraman penyang karuhei di desa tumbang Kaman kecamatan sanaman mantikei kabupaten katingan masih kurang dalam melakukan pembinaan generasi siswa hindu seperti pelayanan setiap kegiatan-kegiatan di pasraman. Hal tersebut secara umum terjafi dikarenakan terkendala oleh waktu, karena pengurus pasraman penyang karuhei di desa tumbang Kaman kecamatan sanaman mantikei selain melakukan pelayanan terhadap generasi hindu, pengurus pasraman penyang karuhei juga memilki kesibukan-kesibukan yang lain yang harus dikerjakan seperti bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua teori yaitu, teori kendala dan teori eksistensi sedangkan metode yang digunakan dalama penelitian ini yaitu metode observasi, wawancara, dan studi dokumen. Dalam penelitian ini juga penentuan informan dilakukan secara purposive dengan memilih yang di anggap memiliki pengetahuan dan wawasan yang memadai terhadap objek penelitian, sedangkan jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan data kualitatif yang didukung oleh data kuantitatif berupa data luas wilayah, jumlah penduduk, dan mata pencaharian masyarakat Desa Tumbang Kaman.
Eksistensi pasraman penyang karuhei di desa Tumbang Kaman masih berfungsi dan eksis dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengurus pasraman penyang karuhei. Hal ini tampak pada hasil penelitian bahwa pengurus pasraman penyang karuhei di desa tumbang Kaman selalu memberikan pelayanan terhadap generasi hindu, hanya saja ada beberapa kendala yang ada di pasraman penyang karuhei ini. Kendala yang dihadapi oleh pengurus pasraman penyang karuhei ini diantaranya kurangnya sarana dan prasarana pembelajaran, dan bahkan tempat melaksanakan kegiatan secara khusus masih belum ada dikarenakan masih kekurangan dana.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Krisna. 2023. Eksistensi Musik Rabab Dalam Masyarakat Hindu Kaharingan
di Desa Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas. Skripsi,
Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung
Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Komang Suarta, S.Ag., M.Si
Pembimbing II: I Made Paramarta, S.Ag., M.Si.
Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu: teori
eksistensi, teori interpretative simbolik, teori fungsionalisme. Data yang telah
dikumpul dianalisi dengan pendekatan kualitatif. Teknik informan yang digunakan
yaitu Porposive Sampling. Teknik Pengumpulan Data dilakukan dengan observasi,
wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian yaitu: Seniman,
Tokoh Agama Hindu Kaharingan dan Generasi muda Hindu Kaharingan di Desa
Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas.
Hasil penelitian digunakan untuk menunjukan bahwa: 1) Eksistensi musik
Rabab pada masyarakat Hindu Kaharingan tersebut yaitu berupa upacara
manyagiang, tasai, karungut dan tarian yang sudah turun temurun diwariskan
hingga sekarang sehingga masih eksis. 2) Interpretatif Simbolik yakni makna yang
terkandung di dalam alat musik rabab berupa tempat menyimat berbahan kayu ulin,
sapaking untuk mengatur tali senar, tempurung kelapa sebagai badan rabab, senta
untuk penyangga tali senar, rotan sebagai tali senar (dawai), tangkai penggesek
berbentuk melengkung dari bagian panggak ke ujung agak mengecil, palapah
pahakung sebagai tali penggesek. 3) Fungsionalisme yaitu dapat dilihat dari
kegunaan dan fungsinya musik rabab pada beberapa upacara dan kesenian dalam
masyarat Hindu Kaharingan seperti upacara manyangiang adan acara hiburan
karungut, tasai, dan juga tarian. Selain itu juga ada beberapa nilai yang terkandung
dalam musik rabab yakni nilai keagamaan, ritual, sosial, dan budaya.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Santiya. 2023. Eksistensi Pasraman Penyang Karuhei Dalam penyelenggaraan Pendidikan Agama Hindu Di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten katingan. Prodi Pendidikan Agama Hindu. Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag., M.Si dan Pembimbing II I Made Paramarta, S.Ag., M.Si Skripsi ini mengkaji tentang Eksistensi Pasraman Penyang Karuhei Dalam Penyelenggaraan Pendidikan Agama Hindu Di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Berdasarkan observasi sementara ditemukan fenomena, pelayanan oleh pengurus pasraman penyang karuhei di desa tumbang Kaman kecamatan sanaman mantikei kabupaten katingan masih kurang dalam melakukan pembinaan generasi siswa hindu seperti pelayanan setiap kegiatan-kegiatan di pasraman. Hal tersebut secara umum terjafi dikarenakan terkendala oleh waktu, karena pengurus pasraman penyang karuhei di desa tumbang Kaman kecamatan sanaman mantikei selain melakukan pelayanan terhadap generasi hindu, pengurus pasraman penyang karuhei juga memilki kesibukan-kesibukan yang lain yang harus dikerjakan seperti bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua teori yaitu, teori kendala dan teori eksistensi sedangkan metode yang digunakan dalama penelitian ini yaitu metode observasi, wawancara, dan studi dokumen. Dalam penelitian ini juga penentuan informan dilakukan secara purposive dengan memilih yang di anggap memiliki pengetahuan dan wawasan yang memadai terhadap objek penelitian, sedangkan jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan data kualitatif yang didukung oleh data kuantitatif berupa data luas wilayah, jumlah penduduk, dan mata pencaharian masyarakat Desa Tumbang Kaman. Eksistensi pasraman penyang karuhei di desa Tumbang Kaman masih berfungsi dan eksis dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengurus pasraman penyang karuhei. Hal ini tampak pada hasil penelitian bahwa pengurus pasraman penyang karuhei di desa tumbang Kaman selalu memberikan pelayanan terhadap generasi hindu, hanya saja ada beberapa kendala yang ada di pasraman penyang karuhei ini. Kendala yang dihadapi oleh pengurus pasraman penyang karuhei ini diantaranya kurangnya sarana dan prasarana pembelajaran, dan bahkan tempat melaksanakan kegiatan secara khusus masih belum ada dikarenakan masih kekurangan dana.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
Supriadi. 2023. Peranan Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Tat Tvam Asi Bagi Siswa Di SMPN-3 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarrya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya.
Pembimbing I. Hendri, S. Ag., M. Si
Pembimbing II. Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd., M.Pd. H
Pentingya peranan guru agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu di SMPN-3 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Dengan menanamkan nilai-nilai Tat Tvam Asi siswa Hindu diharapkan mampu menjadi pribadi yang baik, bertingkah laku yang baik, sopan dan santun dalam berbicara serta mampu mengamalkan ajaran nilai-nilai Tat Tvam Asi baik dilingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Berdasarkan latar belakang diatas dapat ditarik beberapa rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain: 1). Bagaimanakah peranan guru agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu di SMPN-3 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau, 2). Apa sajakah kendala guru agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu SMPN-3 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan medeskripsikan peranan guru agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu.
Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Peneliti menggunakan teknik Purposive, teknik pengumpulan data, menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Waktu penelitian dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 17 April - 17 Mei 2023. Adapun yang menjadi tempat penelitian yaitu SMPN-3 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau.
Hasil penelitian yaitu 1). Peranan guru agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu yaitu: sebagai pendidikan, pembimbing dan teladan, 2). Kendala guru agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu yaitu: 1) Internal yaitu berasal dari siswa agama Hindu seperti kurangnya kesadaran terkait nilai-nilai Tat Tvam Asi dan karakter siswa yang kurang baik. Dan 2) Kendala Eksternal, yaitu kurangnya waktu belajar di sekolah dan pengaruh buruk dari lingkungan sekitar baik itu di sekolah maupun di rumah. Adapun upaya yang dilakukan yaitu dari guru agama Hindu dengan memberikan tambahan waktu belajar di luar jam belajar di sekolah Dan pihak sekolah memberikan pengawasan secara langsung terkait penerapan nilai-nilai Tat Tvam Asi.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Elfaren Louis. 2023. Eksistensi Ritual Ngalangkang Pada Umat Hindu
Kaharingan di Desa Tanjung Jawa Kabupaten Barito Selatan
(Kajian Pendidikan Hindu). Skripsi Program Studi
Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut
Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP)
Palangka Raya
Pembimbing I Dr.Derson,S.Ag.,M.Ag
Pembimbing II Dr.Nali Eka, S.Ag.,M.Si
Penelitian dalam skripsi ini mengkaji Eksistensi Ritual Ngalangkang Pada
Umat Hindu Kaharingan di Desa Tanjung Jawa Kabupaten Barito Selatan (Kajian
Pendidikan Hindu). Ritual Ngalangkang ini merupakan ritual kematian yang
bertujuan untuk mendoakan keluarga yang meninggal dan memberikan Panguta
(persembahan) bekal sesajen kepada Diau/Roh dalam perjalanan menuju Gunung
Lumut yang disebut ritual Ngalangkang. Namun kenyataan sekarang ini ada
beberapa para generasi pemuda,yang kurang memperhatikan serta kajian nilai
pendidikan Hindu yang terkandung dalam ritual Ngalangkang dan hanya orang
tua saja yang mengetahui pelaksaan ritual Ngalangkang. Berdasarkan latar
belakang, maka dalam penelitian ini mengkaji: (1) Bagaimana proses ritual
Ngalangkang pada Hindu Hindu Kaharingan di Desa Tanjung Jawa Kabupaten
Barito Selatan? (2) Bagaimana eksistensi ritual Ngalangkang? (3) Apa saja nilai
pendidikanHindu dalam ritual Ngalangkang di Desa Tanjung Jawa, Kecamatan
Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan?
Teori yang digunakan untuk menganalisis terhadap rumusan masalah,
yaitu mengunakan 3 (tiga) teori. (1) Teori religi, (2) Teori simbol, dan (3) Teori
nilai. Sedangkan tekhnik yang digunakan dalam pengumpulan data, yakni
observasi, wawancara, dokumentasi, kemudian data dianalisis dengan
menggunakan metode deskriptif kualitatif berupa wawancara dengan para
informan yang benar-benar mengetahui tentang permasalahan yang diteliti. 1.
Adapun tahapan prose ritual Ngalangkang akan dijelskan sebagai berikut. (1)
Melaksanakan musyawarah/mufakat, yaitu keluarga menyepakati waktu, tanggal,
bulan, dimana tempat yang akan dilaksanakan sebelum pelaksanaan ritual
Ngalangkang, (2) Pada tahap inti atau pokok pelaksanaan ritual Ngalangkang
dimana Mantir Adat dan Pangulu sudah memulai duduk untuk memimpin ritual
batawur (menyampaikan doa atau mantra-mantra yang ditujukan kepada Diau
atau roh leluhur yang dilaksanakan ritual Ngalangkang tersebut. proses tahap
yang siap untuk melaksanakan kegiatan ritual, (3) melaksanakan mindri pander
(rapat berdiri ngomong) yang dilakukan oleh pihak keluarga yang melaksanakan
ritual Ngalangkang ini, bahwa memberitahukan bahwa ritual Ngalangkang ini
telah terlaksana dengan baik. 2) Eksistensi ritual Ngalangkang, yaitu keaktifan
xi IAHN-TP Palangka Raya
pemuda jaman dahulu lebih aktif dan esksis dari jaman sekarang ini, banyak yang
tidak terlalu memperdulikan dan cuek saja. Sedangkan para tokoh Adat Hindu
Kaharingan, Mantir Adat dan orang tua sangatmengharapkan keaktifan dan
keikut sertaan pemuda dalam ritual Ngalangkang ini dikarenakan pemuda ini lah
yang akan diharapkan nantinya sebagai generasi penerus dalam pelaksanaan ritual
Ngalangkang ini. (3) Nilai pendidikan dalam ritual Ngalangkang, yaitu atau
Ketuhanan atau kebenaran, yang dipimpin oleh seorang tukang pirik sawis
(Pamulu Adat) pada ritual Ngalangkang dengan mantra-mantra dan sesajen yang
disampaikan melalui beras tawur dengan memohon kepada Tuhan beserta
manifestasinya memohon segala bimbing agar kegiatan ritual dapat berjalan
lancar sesuai dengan yang diharapan yang diinginkan.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Juliadi. S, 2023. Kedudukan Hak Waris Janda Dalam Pembagian Harta Warisan Pada Masyarakat Dayak Lawangan Ampah di Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur. Skripsi, Prodi Hukum Adat, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I :Armadiansyah, S.Ag.,SH.,MH, Pembimbing II : Sri Kayun, SH.,M.Si. Peralihan harta warisan dari pemilik warisan kepada ahli waris merupakan peristiwa hukum yang sangat penting di tengah-tengah masyarakat. Karena itu dalam proses penerusan dan pembagiannya hendaknya selalu menganut asas keadilan bagi penerima warisan. Salah satu persoalan hukum waris di Indonesia adalah mengenai kedudukan hak waris janda. Berbicara kedudukan hak waris janda merupakan suatu rangkaian yang bulat yang bersangkut-paut dengan perkawinan, penceraian, harta gono-gini dan warisan. Dalam penelitian ini bertujuan untuk : 1). Mengetahui bagaimanakah kedudukan hak waris janda terhadap harta warisan peninggalan suaminya pada masyarakat suku Dayak Lawangan Ampah di Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur. 2). bagaimanakah proses pembagian harta warisan terhadap hak waris janda pada masyarakat suku Dayak Lawangan Ampah di Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur. Penelitian ini dianalisis menggunakan dua teori yaitu Teori The Living law (Eugene Ehrlich) dan Teori Keadilan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan melakukan pegumpulan data melalui teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa :1) kedudukan janda terhadap harta warisan peninggalan suaminya pada masyarakat Dayak Lawangan Ampah adalah tetap sama tetapi ia tidak memiliki hak penuh atas harta tersebut, karena dalam hukum adat Dayak Lawangan anaklah yang menjadi ahli waris utama. Namun apabila janda tersebut menikah lagi maka harta warisan tersebut mutlak menjadi hak anaknya dan janda tidak berhak lagi atas harta tersebut.2) Proses pembagian harta warisan terhadaap janda pada masyarakat suku Dayak Lawangan Ampah dapat dilakukan melalui musyawarah keluarga dan apabila keluarga tidak mendapatkan kesepakatan maka akan dilanjutkan secara hukum adat yang diselesaikan oleh para pemangku adat. Selain itu ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan dalam pembagian harta warisan yaitu, ikatan perkawinan, wasiat atau hibah, harta peninggalan, dan keberadaan anak.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pelek Rujin Pangawin adalah tata cara atau persyaratan yang harus dipenuhi pada saat pelaksanaan upacara perkawinan, baik sebelum pelaksanaannya maupun disaat upacara perkawinan itu dilaksanakan serta awal mulanya kehidupan berumah tangga termasuk di dalamnya ada Jalan Adat yang harus dibayar oleh seorang laki-laki terhadap perempuan dan keluargannya. Pelek Rujin Pangawin dilaksakan agar kehidupan kedua mempelai mudah rejeki, panjang umur, bahagia dan sejahtera. Berdasarkan latar belakang di atas, maka pada penelitian ini terdapat tiga perumusan masalah dalam skripsi ini adalah; (1) Bagaimanakah Mitologi Pelek Rujin Pangawin pada upacara perkawinan umat agama Hindu Kaharingan di Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. (2) Bagaimanakah proses pelaksanaan Pelek Rujin Pangawin pada upacara perkawinan umat agama Hindu Kaharingan di Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. (3) Bagaimanakah makna Filosofi Pelek Rujin Pangawin pada upacara perkawinan umat agama Hindu Kaharingan di Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah Teori Religi dan Teori Simbol. Subjek penelitian ini adalah Tokoh keagamaan Hindu dan Umat Hindu Kaharingan Kelurahan Tehang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tahapan prosesi perkawinan memiliki makna simbolik, dimana simbol-simbol tersebut mempunyai makna dan fungsi masing yang saling berkaitan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Dayak Ngaju. Simbol-simbol tersebut selalu mempunyai peranan dan sebagai petunjuk bagi para penganutnya
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
SANTIA, 2023. Perbandingan Hasil Belajar Dengan Motivasi Belajar SiswaPendidikan Agama Hindu Menggunakan Metode Problem Based-Learning Dan Metode Ceramah SMP Negeri Satu Atap 1 Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Strata Satu (S-1), Fakulatas Dharma Acarya, Program Studi Pendididkan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Dr. Suryanto, S.Pd.,M.Pd dan Pembimbing (II) Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat Perbandingan Hasil Belajar dengan Motivasi Belajar Siswa. Penelitian ini membandingkan dua Metode Pembelajaran yaitu Metode Probelm Based-Learning dan Metode Ceramah di SMP Negeri Satu Atap 1 Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kunatitatif dilengkapi dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, angket dan dokumentasi. Sedangkan untuk memperoleh data menggunakan instrumen berupa angket dan menggunakan teori Kontruktivisme.
Berdasarkan analisis data dan pengujian Hipotesis eksperimen dua metode pembelajaran yang telah dilakukan, maka penulis dapat menyimpulkan hasil penelitian sebagai berikut : (1) Pada Proses Pembelajaran menggunakan metode Problem Based-Learning Pada kelas VIIa siswa mendapatkan Nilai Hasil Belajar 92,5 dan Motivasi belajar 82%,(2) Pada Proses Pembelajaran mengunakan metode Ceramah pada kelas VIIb siswa mendapatkan Nilai Hasil Belajar 72,5 dan Motivasi Belajar 77% dan (3) Berdasarkan Hasil Eksperimen dari dua metode pembelajaran Problem Based-Learning dan Metode Ceramah, terdapat Perbedaan antara Hasil Belajar dengan Motivasi Belajar Siswa Pendidikan Agama Hindu menggunakan Metode Problem Based-Learning dan Metode Ceramah SMP Negeri Satu Atap 1 Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas.
Jadi, Demikian dapat disimpulkan hasil akhir penelitian adalah Terdapatnya Perbedaan Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Siswa Pendidikan Agama Hindu menggunakan Metode Problem Based-Learning dan Metode Ceramah SMP Negeri Satu Atap 1 Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Secara umum tujuan Penelitian ini adalah gambaran tentang jejaring sosial terhadap perilaku siswa sehingga dapat dijadikan pedoman serta penambahan wawasan tentang penggunaan jejaring sosial terhadap perilaku siswa di SMPN Satu Atap 1 Katingan Hulu Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah. Serta untuk mengetahui efektivitas jejaring sosial terhadap perilaku siswa dalam menggunakan jejaring sosial. Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti ini terdapat dua rumusan masalah dalam skripsi ini adalah; 1)Bagaimana Efektivitas Jejaring Sosial Terhadap Perilaku Siswa/Siswi di SMPN SatuAt ap 1Katingan Hulu Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan Kalimantan tengah? 2)Apa Dampak Jejaring Sosial Terhadap Perilaku Siswa/Siswi di SMPN Satu Atap 1 Katingan Hulu Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan Kalimantan tengah? Jenis dan Pendekatan Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan 1)pengumpulan data, 2) Reduksi data, 3) penyajian data, 4) kesimpulan (verifikasi) teori yang digunakan untuk mengkaji masalah dalam penelitian ini adalah: 1) teori efektivitas. Subjek penelitian ini adalah Kepala sekolah, Guru dan siswa/siswi. Hasil kajian dalam penulisan ini, bahwa jejaring sosial, di SMPN Satu Atap 1 Katingan Hulu Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan Kalimantan tengah Ketergantungan penggunaan jejaring sosial terhadap perilaku siswa sangat tidak efektif dalam proses pembelajaran akan tetapi pemanfaatan jejaring sosial dalam proses pembelajaran sebagai sumber pendukung dalam proses pembelajaran berupa bahan ajar, dan referensi belajar mudah diakses dengan memanfaatkan jejaring sosial. Kemudahan yang ditawarkan memberi dampak terhadap intensitas Adapun, Dampak positifnya yaitu: Dapat membangun komunitas belajar, menambah pengetahuan, dan membuat siswa melek teknologi. Sedangkan dampak negatifnya yaitu: kecanduan jejaring sosial yang menyebabkan siswa menunda bahkan tidak mengerjakan tugas ataupun pekerjaan rumah. penggunaan jejearing sosial pada siswa/siswi di SMPN Satu Atap Satu Katingan Hulu dalam proses pembelajaran sangat efektif sebagai penunjang pembelajaran.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
SECI LESTARINA, 2023. Upacara kematian turu olo pada umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kabupaten Barito Utara (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)
Pembimbing I Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag
Pembimbing II Dr. Nali Eka, S.Ag.,M.Si
Upacara Turu Olo juga merupakan suatu upacara yang ditujukan kepada leluhur (pitra yadnya). Upacara ini dilaksankan sebagai ungkapan syukur kepada Dewa Kelelungan Aning Kekelio sebagai manisfestasi Ranying Hatalla Langit Juus Tuha Alah Tala yang telah diyakini membantu dan mewujudkan harapan apa yang dikehendaki atau diinginkan.
Berdasarkan uraian di atas, rumusan masalah yang dapat diangkat oleh peneliti yaitu: 1. Bagaimana Pelaksanaan Upacara Kematian Turu Olo Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara? 2. Apakah Fungsi Upacara Kematian Turu Olo Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara? 3. Bagaimana Perspektif Pendidikan Agama Hindu dalam Upacara Kematian Turu Olo Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara?. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami proses pelaksanaan upacara Kematian Turu Olo pada umat Hindu Kaharingan, fungsi dan nilai-nilai yang terkandung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan teori Religi, teori Fungsional Struktural, dan teori Nilai.
Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian di Desa Payang Ara, jenis dan sumber data yang digunakan: sumber data primer dan data sekunder, teknik penentuan informan yaitu teknik purposive, teknik pengumpulan data yang digunakan: observasi, wawancara, dan dokumentasi, instrument penelitian kualitatif, teknik analisis data yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan.
Dari penelitian yang dilakukan tentang upacara Kematian Turu Olo pada umat Hindu yaitu dalam pelaksanaannya memiliki beberapa tahap:1. Persiapan, 2. Pelaksanaan, 3. Tahap akhir yang memiliki fungsi sebagai: 1. Menjaga hubungan harmonis dengan tuhan dan leluhur, 2. Menjaga hubungan harmoni dengan sosial sesama manusia. Selain mempunyai fungsi upacara Kematian Turu Olo juga perspektif pendidikan agama Hindu terhadap upacara yakni: 1. Perspektif pendidikan Tattwa agama Hindu, 2. Perspektif pendidikan Etika agama Hindu, 3. Perspektif pendidikan upacara agama Hindu.
Upacara Kematian Turu Olo ini biasanya dilakukan setelah penguburan atau setelah orang meninggal, dimana penduduk setempat bergotong-royong untuk membuat perlengkapan sarana dan prasarana untuk memberikan sesaji kepada roh bagi umat Hindu kaharingan yang berada di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. bahwa Turu Olo memiliki nilai magis yang sangat tinggi, karena di samping bisa memberikan tuah rezeki kepada keluarga dan anak cucunya juga diyakini sebagai pelindung terhadap segala gangguan malapetaka.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
SAPTUNI, 2023. Nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Upacara Nenos Luang Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Penda Asam. Dosen Pembimbing I, Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag dan Dosen Pembimbing II, Suwito, S.Ag., M.Si.
Upacara merupakan bagian dari tri kerangka dasar agama Hindu yaitu tattwa (filsafat), etika (susila) dan upacara. Ketiga kerangka tersebut tidak dapat dipisahkan karna saling berhubungan satu sama lain yang mana sifat nya saling berkaitan dan menyesuaikan desa, kala patra artinya sesuai waktu, tempat, dan keadaan daerah setempat berbeda-beda dalam pelaksanaan ritualnya. Demikian pula dalam rukun upacara kematian umat Hindu Kaharingan di desa Penda asam yang memiliki keunikan dan perbedaan yang salah satunya adalah upacara Nenos Luang. Upacara memutuskan hubungan dengan Diyau belum ada yang mengangkat nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam upacara Nenos Luang menjadi menarik untuk di teliti pada umat Hindu Kaharingan di Desa Penda Asam Kabupaten Barito Selatan.
Berdasarkan permaslahan di atas peneliti memperoleh dua formula rumusan masalah sebagai berikut ini: (1) Bagaimanakah proses pelaksanaan upacara Nenos Luang pada rukun upacara kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Penda Asam Kabupaten Barito Selatan?, (2) Apakah nilai-nilai pendidikan Agama Hindu dalam Upacara Nenos Luang Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Penda Asam Kabupaten Barito Selatan?
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori religi menurut Koentjaraningrat dengan tiga pendekatan yaitu (1) teori religi yang dalam pendekatan berorientasi kepada keyakinan, (2) teori religi yang dalam pendekatan berorientasi kepada sikap terhadap alam gaib atau hal-hal yang bersifat gaib, dan (3) teori religi yang dalam pendekatan berorientasi kepada upacara religi. Teori nilai menurut Natonegoro.
Berdasarkan hasil penelitian melalui wawancara dan dokumentasi yang diperoleh dari beberapa sumber bahwa dapat disimpulan terdapat beberapa tahapan pelaksanaan upacara Nenos Luang yaitu. (1) Tahapan persiapan Paner Jampa Asbah dan meyiapkan sarana dan prasarana (2) tahapan pelaksanaan upacara Nenos Luang sampai dengan selesai, (3) tahap akhir paner jampa Nupon Gawi dan Nyarah Tamai berupa uang dan sepotong besi sebagai syarat yang diberikan kepada penutui. Selain proses upacara Nenos Luang terdapat itu nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam upacara Nenos Luang 1) Nilai-nilai Pendidikan Hindu yang terdapat dalam upacara Nenos Luang pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Penda Asam berikut adalah (1) Nilai Pendidikan Tattwa dimana pelaksanaan upacara Nenos Luang di tujukan kepada Diyau/almarhum/leluhur sebagai bentuk penghormatan, rasa terima kasih dan menghargai liau (almarhum) disaat-saat terakhir, (2) Nilai Pendidikan yang dapat dilihat dari aturan dalam pelaksanaan upacara Nenos Luang dan pantangan yang harus di lakukan saat awal kematian sampai pelaksanaan upacara Nenos Luang selesai, (3) Nilai Pendidikan Upacara terdapat penerapan ajaran keagamaan yang untuk menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan tuhan, leluhur dan sesamanya, (4) Nilai Pendidikan Sosial dilihat dari kebersamaan dan gontong royong saling membantu dari awal pelaksanaan upacara Nenos Luang sampai selesai.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
Sunarti, 2023. Pelaksanaan Puja Tri Sandhya Pada Siswa Agama Hindu Di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya.
Pembimbing (I) Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag.
Pembimbing (II) Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A.
Skripsi ini mengkaji tentang pelaksanaan Puja Tri Sandhya pada siswa agama Hindu di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat. Terdapat fenomena yang terjadi pada siswa yaitu sebagian siswa kesulitan dalam melantunkan, kurangnya minat belajar siswa dalam menghapal dan kurangnya kedisiplinan dalam melaksanakan Puja Tri Sandhya. Adapun rumusan masalah yang diteliti yaitu 1) Bagaimanakah pelaksanaan Puja Tri Sandhya pada siswa agama Hindu di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat? 2) Apa kendala dari pelaksanaan Puja Tri Sandhya pada siswa agama Hindu di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat? 3) Bagaimanakah strategi guru dalam mengajarkan Puja Tri Sandhya pada siswa Agama Hindu di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat? Teori yang digunakan yakni teori humanistik, teori konstruktivisme, dan teori strategi. Penelitian ini bertujuan mengkaji pelaksanaan Puja Tri Sandhya, kendala pelaksanaan Puja Tri Sandhya dan strategi guru mengajarkan Puja Tri Sandhya pada siswa Agama Hindu di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat. Penelitian ini mempunyai manfaat untuk menambah ilmu pengetahuan.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif yaitu dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan meliputi empat langkah yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini: 1) pelaksanaan Puja Tri Sandhya pada siswa agama Hindu di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat belum berjalan secara maksimal. 2) Kendala dari pelaksanaan Puja Tri Sandhya pada siswa Agama Hindu di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat ada 2 (dua) yaitu : Kendala internal yaitu kurangnya minat siswa, siswa kesulitan menghapal Puja Tri Sandhya dan siswa belum terbiasa melaksanakan Puja Tri Sandhya, sedangkan kendala eksternal yaitu guru kurang bisa melatih siswa, orang tua kurang memberikan motivasi dan kurangnya kedisiplinan siswa saat melaksanakan Puja Tri Sandhya bersama. 3) Strategi guru dalam mengajarkan Puja Tri Sandhya pada siswa agama Hindu di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat yaitu strategi guru dalam melatih siswa, strategi guru dalam memotivasi siswa dan strategi guru dalam membimbing siswa melaksanakan Puja Tri Sandhya.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Supriadi. 2023. Peranan Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Tat Tvam Asi Bagi Siswa Di SMPN-3 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarrya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Hendri, S. Ag., M. Si Pembimbing II. Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd., M.Pd. H Pentingya peranan guru agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu di SMPN-3 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Dengan menanamkan nilai-nilai Tat Tvam Asi siswa Hindu diharapkan mampu menjadi pribadi yang baik, bertingkah laku yang baik, sopan dan santun dalam berbicara serta mampu mengamalkan ajaran nilai-nilai Tat Tvam Asi baik dilingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Berdasarkan latar belakang diatas dapat ditarik beberapa rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain: 1). Bagaimanakah peranan guru agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu di SMPN-3 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau, 2). Apa sajakah kendala guru agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu SMPN-3 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan medeskripsikan peranan guru agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Peneliti menggunakan teknik Purposive, teknik pengumpulan data, menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Waktu penelitian dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 17 April - 17 Mei 2023. Adapun yang menjadi tempat penelitian yaitu SMPN-3 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Hasil penelitian yaitu 1). Peranan guru agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu yaitu: sebagai pendidikan, pembimbing dan teladan, 2). Kendala guru agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu yaitu: 1) Internal yaitu berasal dari siswa agama Hindu seperti kurangnya kesadaran terkait nilai-nilai Tat Tvam Asi dan karakter siswa yang kurang baik. Dan 2) Kendala Eksternal, yaitu kurangnya waktu belajar di sekolah dan pengaruh buruk dari lingkungan sekitar baik itu di sekolah maupun di rumah. Adapun upaya yang dilakukan yaitu dari guru agama Hindu dengan memberikan tambahan waktu belajar di luar jam belajar di sekolah Dan pihak sekolah memberikan pengawasan secara langsung terkait penerapan nilai-nilai Tat Tvam Asi.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Sunarti, 2023. Pelaksanaan Puja Tri Sandhya Pada Siswa Agama Hindu Di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing (I) Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag. Pembimbing (II) Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A. Skripsi ini mengkaji tentang pelaksanaan Puja Tri Sandhya pada siswa agama Hindu di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat. Terdapat fenomena yang terjadi pada siswa yaitu sebagian siswa kesulitan dalam melantunkan, kurangnya minat belajar siswa dalam menghapal dan kurangnya kedisiplinan dalam melaksanakan Puja Tri Sandhya. Adapun rumusan masalah yang diteliti yaitu 1) Bagaimanakah pelaksanaan Puja Tri Sandhya pada siswa agama Hindu di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat? 2) Apa kendala dari pelaksanaan Puja Tri Sandhya pada siswa agama Hindu di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat? 3) Bagaimanakah strategi guru dalam mengajarkan Puja Tri Sandhya pada siswa Agama Hindu di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat? Teori yang digunakan yakni teori humanistik, teori konstruktivisme, dan teori strategi. Penelitian ini bertujuan mengkaji pelaksanaan Puja Tri Sandhya, kendala pelaksanaan Puja Tri Sandhya dan strategi guru mengajarkan Puja Tri Sandhya pada siswa Agama Hindu di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat. Penelitian ini mempunyai manfaat untuk menambah ilmu pengetahuan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif yaitu dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan meliputi empat langkah yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini: 1) pelaksanaan Puja Tri Sandhya pada siswa agama Hindu di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat belum berjalan secara maksimal. 2) Kendala dari pelaksanaan Puja Tri Sandhya pada siswa Agama Hindu di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat ada 2 (dua) yaitu : Kendala internal yaitu kurangnya minat siswa, siswa kesulitan menghapal Puja Tri Sandhya dan siswa belum terbiasa melaksanakan Puja Tri Sandhya, sedangkan kendala eksternal yaitu guru kurang bisa melatih siswa, orang tua kurang memberikan motivasi dan kurangnya kedisiplinan siswa saat melaksanakan Puja Tri Sandhya bersama. 3) Strategi guru dalam mengajarkan Puja Tri Sandhya pada siswa agama Hindu di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat yaitu strategi guru dalam melatih siswa, strategi guru dalam memotivasi siswa dan strategi guru dalam membimbing siswa melaksanakan Puja Tri Sandhya.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Gusanawati. 2023. Eksistensi Tari Tradisional Kalimantan Tengah Pada Ekstrakurikuler Seni Tari Di SMP Negeri 3 Palangka Raya. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I: Komang Suarta, S.Ag., M.Si. Pembimbing II: Susi, M.Fil.H. Tari Tradisional Kalimantan Tengah yang memiliki beraneka ragam seni tari yang eksis pada masanya dan sudah berkembang sejak dahulu dan ada beberapa juga tarian yang masih tetap dikembangkan hingga kini. Walaupun beberapa tari mungkin masih ada dan sebagian yang lain sudah mulai hilang, bahkan ada yang berubah fungsinya. Jika dahulu tarian tradisional daerah Kalimantan Tengah ada yang hanya digunakan untuk mengobati ataupun menghibur keluarga kerajaan, kini sudah menjadi hiburan masyarakat. Sementara beberapa tari tradisional sudah banyak berevolusi, karena munculnya tari kreasi baru yang sekarang lebih diminati. Di dalam penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui eksistensi tari tradisional Kalimantan Tengah pada ekstrakurikuler seni tari di SMP Negeri 3 Palangka Raya. 2) mengetahui kendala yang mempengaruhi tari tradisional Kalimantan Tengah pada ekstrakurikuler seni tari di SMP Negeri 3 Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan lokasi penelitian di SMP Negeri 3 Palangka Raya. Penelitian ini dilakukan selama bulan Juni sampai dengan Juli 2023. Informan ditentukan melalui purposive sampling, yang menjadi informan dalam penelitian ini yaitu Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Pembina, Pelatih, dan beberapa Siswa dari Anggota ekstrakurikuler seni tari. Data ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sebagai instrumen utama dalam penelitian ini peneliti dibantu dengan wawancara, kamera dan alat tulis. Setelah itu dilakukan dengan verifikasi, analisis data dengan beberapa teori yang relevan seperti teori fenomenologi dan teori kendala. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka didapatkan hasil bahwa 1) Eksistensi tari tradisional Kalimantan Tengah pada ekstrakurikuler seni tari tidak terlepas dari dasar yang dibuat oleh pihak sekolah untuk menetapkan ekstrakurikuler yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Kepala SMP Negeri 3 Palangka Raya. 2) Minat Siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler seni tari, ketersediaan Pelatih sangat Pengelolaan manajemen ekstrakurikuler sebagai landasan terlaksananya sebuah kegiatan ekstrakurikuler mulai dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan, dukungan, pelaporan, penilaian, evaluasi dan supervisi kegiatan. 3) Kendala yang menjadi permasalan adalah penyeleksian Siswa, penetapan surat keputusan kepengurusan ekstrakurikuler, penyusunan perencanaan, pengaruh pada pelaksanaan kegiatan dan dukungan fasilitas sekolah.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Krisna. 2023. Eksistensi Musik Rabab Dalam Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Komang Suarta, S.Ag., M.Si Pembimbing II: I Made Paramarta, S.Ag., M.Si. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu: teori eksistensi, teori interpretative simbolik, teori fungsionalisme. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekatan kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Teknik Pengumpulan Data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian yaitu: Seniman, Tokoh Agama Hindu Kaharingan dan Generasi muda Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas. Hasil penelitian digunakan untuk menunjukan bahwa: 1) Eksistensi musik Rabab pada masyarakat Hindu Kaharingan tersebut yaitu berupa upacara manyagiang, tasai, karungut dan tarian yang sudah turun temurun diwariskan hingga sekarang sehingga masih eksis. 2) Interpretatif Simbolik yakni makna yang terkandung di dalam alat musik rabab berupa tempat menyimat berbahan kayu ulin, sapaking untuk mengatur tali senar, tempurung kelapa sebagai badan rabab, senta untuk penyangga tali senar, rotan sebagai tali senar (dawai), tangkai penggesek berbentuk melengkung dari bagian panggak ke ujung agak mengecil, palapah pahakung sebagai tali penggesek. 3) Fungsionalisme yaitu dapat dilihat dari kegunaan dan fungsinya musik rabab pada beberapa upacara dan kesenian dalam masyarat Hindu Kaharingan seperti upacara manyangiang adan acara hiburan karungut, tasai, dan juga tarian. Selain itu juga ada beberapa nilai yang terkandung dalam musik rabab yakni nilai keagamaan, ritual, sosial, dan budaya.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Skripsi ini mengkaji tentang efektivitas model pembelajaran berbasis proyek terhadap motivasi dan hasil belajar siswa di SD Negeri Percobaan Palangka Raya. Hal tersebut dilihat dari fenomena dalam model pembelajaran berbasis proyek, belum diketahuinya motivasi dan hasil belajar siswa dari Projek penguatan profil pelajar Pancasila di SDN Percobaan, sebab harus ada 4 hal supaya dikatakan berhasil dalam profil pelajar Pancasila yakni: Budaya satuan pendidikan, Pembelajaran intrakulikuler, Projek penguatan profil pelajar Pancasila dan Ekstrakulikuler. Berdasarkan latar belakang tersebut, masalah yang dikaji yakni: 1) Bagaimana efektivitas model pembelajaran berbasis proyek terhadap motivasi belajar siswa di kelas IVC SDN Percobaan Palangka Raya?, 2) Bagaimana efektivitas model pembelajaran berbasis proyek terhadap hasil belajar siswa di kelas IVC SDN Percobaan Palangka Raya?. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas model pembelajaran berbasis proyek terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Rumusan masalah dikaji menggunakan teori konstruktivisme. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei pada siswa. Populasi dan sampelnya seluruh siswa kelas IV-C berjumlah 28 orang dengan teknik nonprobability sampling berupa sampling jenuh. Teknik ini digunakan karena semua anggota populasi dalam penelitian digunakan sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes angket, kemudian data tersebut dianalisis menggunakan rumus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran berbasis proyek di kelas IV-C SD Negeri Percobaan Palangka Raya bekerja efektif terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari data pengamatan terhadap motivasi siswa yang dilakukan melalui angket menunjukkan motivasi siswa Baik dengan nilai rata-rata 3,15 dan berdasarkan pengamatan terhadap raport siswa, dapat dijelaskan bahwa sesuai dengan kriteria penilaian yang sudah ditetapkan di SDN Percobaan Palangka Raya, maka nilai rata-rata hasil belajar siswa yang diperoleh adalah 3,17 dengan kriteria Berkembang Sesuai Harapan sebanyak 28 siswa.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan berhitung dengan menggunakan Media Belajar Microsoft PowerPoint pada pelajaran Matematika materi Diagram Batang dan Tabel Frekuensi kelas IIIA SDN 8 Menteng Palangka Raya. Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dengan mencari peningkatan hasil belajar siswa dalam setiap pelaksanaan siklusnya dengan menggunakan media pembelajaran Microsoft PowerPoint untuk mempasilitasi materi belajar siswa. dengan melibatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran dan bantuan guru kelas sebagai pengamatan membantu peneliti. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IIIA SDN 8 Menteng Palangka Raya tahun pelajaran 2023/2024, yang berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan berupa: (a) observasi; (b) tes; (c) angket dan kuesioner (d) Penilaian aktifitas siswa. Prosedur penelitian tindakan meliputi tahap: (a) perencanaan tindakan, (b) pelaksanaan tindakan, (c) observasi (Pengamatan) terhadap tindakan, dan (d) refleksi terhadap tindakan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Behavioristik. Hasil observasi pada proses pembelajaran PraTindakan, siklus I dan siklus II hingga Post-test menunjukkan bahwa keaktifan ranah Kognitif siswa mengalami peningkatan pada rerata nilai akhir belajar persentase skor siswa, yaitu dari Pratindakan 15, siklus I dengan nilai 67,5. Dan 74,1672 pada siklus II, kemudian mendapatkan nilai akhir Post-test adalah 92,5.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kreativitas guru sangat diperlukan dalam suatu proses pembelajaran guna meningkatkan motivasi peserta didik. Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan terkait kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan berupa kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan (conclusions drawing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki kreativitas yang baik dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik (1) Kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik yaitu dengan (a) Menggunakan Metode Tanya jawab, ceramah, dan diskusi kelompok. (b) Media pembelajaran yang digunakan LCD proyektor untuk menampilkan pembelajaran. (c) Guru membuat perencanaan sebelum proses pembelajaran dan melakukan evaluasi. (d) Beberapa metode dan strategi pembelajaran yang digunakan. Beberapa metode dan strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru adalah untuk meningkatkan motivasi dan menarik minat belajar pada peserta didik. (2) Kendala guru dalam meningkatkan kreativitas untuk memotivasi belajar peserta didik yaitu: (a) Karakter dan perilaku peserta didik yang berbeda-beda. (b) Peserta didik yang tidak bisa membaca dan berhitung akan kesulitan mengikuti kegiatan pembelajaran. (c) Sarana dan prasarana yang terbatas. Beberapa kendala tersebut dapat menghalangi dan menghambat jalannya suatu proses pembelajaran.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Safitri, 2023, Tandrik Karang Alu pada Upacara Wara di Desa Bengahon Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. Skripsi Strata Satu Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negri (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I: Suwito, S.Ag.,M.Si dan Pembimbing II: Niwayan Sukraini, M.Pd
Tari daerah merupakan perwujudan budaya pada suatu daerah yang dilestarikan sejak turun temurun. Setiap tari daerah memiliki keunikan tersendiri dan mengandung adat istiadat serta budaya di masing-masing daerah atau wilayah.
Tandrik Karang Alu adalah permainan sakral dimainkan dengan tujuan khusus Untuk menyambut kedatangan Liau yang sudah dipanggil oleh Kandong. Berdasarkan latar belakang, penelitian ini terdapat tiga permasalahan yang dibahas sebagai berikut: (1) Bagaimana pelaksanaan Tandrik Karang Alu pada Upacara Wara di Desa Bengahon Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara? (2) Apa fungsi Tandrik Karang Alu pada Upacara Wara (3) Apa makna religius yang terkandung dalam Tandrik Karang Alu pada Upacara Wara?
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan, fungsi dan makna religius yang terkandung pada Tandrik Karang Alu pada Upacara Wara. untuk membedakan masalah dalam penelitian ini dapat digunakan beberapa teori: (1) Teori Religi, (2) Teori Fungsional Struktural dan (3) Teori Simbol. Teknik yang digunakan yaitu teknik Purposive Sampling dalam penelitian Kualitatif dan lokasi di Desa Bengahon Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: (1) Teknik Observasi (2) Teknik Wawancara (3) Teknik Dokumentasi. Objek penelitian ini adalah Tandrik Karang Alu pada Upacara Wara di Desa Bengahon dengan Subjek penelitian Kandong, Ketua Adat dan Masyarakat Desa Bengahon.
Hasil penelitian ini adalah: (1) Pelaksanaan Tandrik Karang Alu pada Upacara Wara dilaksanakan setelah Kandong melakukan proses pemanggilan Liau untuk menghadiri Upacara Wara. (2) Fungsi Tandrik Karang Alu diuraikan menjadi lima yaitu fungsi sarana, fungsi etika fungsi religius dan fungsi sosial (3) Makna Religius yang terkandung dalam Tandrik Karang Alu pada Upacara Wara diuraikan menjadi tiga bagian yaitu Makna Sosial dan Makna Estetika.