Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2023Versi 1

TANDRIK KARANG ALU PADA UPACARA WARA DI DESA BENGAHON KECAMATAN LAHEI KABUPATEN BARITO UTARA

Koleksi Perpustakaan•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Safitri, 2023, Tandrik Karang Alu pada Upacara Wara di Desa Bengahon Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. Skripsi Strata Satu Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negri (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I: Suwito, S.Ag.,M.Si dan Pembimbing II: Niwayan Sukraini, M.Pd Tari daerah merupakan perwujudan budaya pada suatu daerah yang dilestarikan sejak turun temurun. Setiap tari daerah memiliki keunikan tersendiri dan mengandung adat istiadat serta budaya di masing-masing daerah atau wilayah. Tandrik Karang Alu adalah permainan sakral dimainkan dengan tujuan khusus Untuk menyambut kedatangan Liau yang sudah dipanggil oleh Kandong. Berdasarkan latar belakang, penelitian ini terdapat tiga permasalahan yang dibahas sebagai berikut: (1) Bagaimana pelaksanaan Tandrik Karang Alu pada Upacara Wara di Desa Bengahon Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara? (2) Apa fungsi Tandrik Karang Alu pada Upacara Wara (3) Apa makna religius yang terkandung dalam Tandrik Karang Alu pada Upacara Wara? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan, fungsi dan makna religius yang terkandung pada Tandrik Karang Alu pada Upacara Wara. untuk membedakan masalah dalam penelitian ini dapat digunakan beberapa teori: (1) Teori Religi, (2) Teori Fungsional Struktural dan (3) Teori Simbol. Teknik yang digunakan yaitu teknik Purposive Sampling dalam penelitian Kualitatif dan lokasi di Desa Bengahon Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: (1) Teknik Observasi (2) Teknik Wawancara (3) Teknik Dokumentasi. Objek penelitian ini adalah Tandrik Karang Alu pada Upacara Wara di Desa Bengahon dengan Subjek penelitian Kandong, Ketua Adat dan Masyarakat Desa Bengahon. Hasil penelitian ini adalah: (1) Pelaksanaan Tandrik Karang Alu pada Upacara Wara dilaksanakan setelah Kandong melakukan proses pemanggilan Liau untuk menghadiri Upacara Wara. (2) Fungsi Tandrik Karang Alu diuraikan menjadi lima yaitu fungsi sarana, fungsi etika fungsi religius dan fungsi sosial (3) Makna Religius yang terkandung dalam Tandrik Karang Alu pada Upacara Wara diuraikan menjadi tiga bagian yaitu Makna Sosial dan Makna Estetika.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1TANDRIK KARANG ALU PADA UPACARA WARA DI DESA BENGAHON KECAMATAN LAHEI KABUPATEN BARITO UTARA2023 · oai:ais:library-item:2239