2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Komunikasi digital merupakan bentuk dari interaksi institusi dan masyarakat dengan medium teknologi internet. Interaksi ini tidak sekadar menjalankan fungsi-fungsi kehumasan dan upaya meningkatan citra semata, melainkan juga membangun kepercayaan masyarakat yang pada akhirnya dapat melibatkan masyarakat dalam publikasi program-program yang dilaksanakan institusi. Terlebih di era digital, keberadaan media sosial dan beragam aplikasi di telepon ganggam membuat koneksi antara institusi dan masyarakat semakin tak terbatas ruang dan waktu. Institusi tidak bisa lagi bertahan dengan media satu arah semata, melainkan harus dapat beradaptasi dalam era media baru dimana masyarakat atau netizen bisa langsung melakukan komunikasi. Juga, netizen saat ini seolah-olah memiliki kekuatan dalam membentuk opini maupun sentimen melalui perbincangan antarnetizen (viral) terhadap institusi. Buku ini merupakan referensi dalam komunikasi digital. Tidak sekadar memaparkan teori atau konsep semata, tetapi juga memuat mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai pada pengawasan serta evaluasi dalam melakukan komunikasi dan pelayanan publik digital dengan memanfaatkan media sosial. Selain itu juga memuat: Karakter budaya digital; SOP pelaksanaan komunikasi digital; KPI dalam komunikasi digital; Manajemen SDM pengelola komunikai digital; Pengawasan dan evaluasi komunikasi digital. Buku referensi bagi praktisi dan pranata humas di institusi maupun lembaga/kementerian. Juga, dapat dimanfaatkan oleh mereka yang tertarik pada kajian tentang komunikasi digital dari berbagai perspektif di bidang Ilmu Komunikasi, Pemasaran, Periklanan, Public Relations, Jurnalisme, Sosial, Budaya maupun Politik.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Proses komunikasi di dunia digital, tidak berlangsung di ruang hampa, karena itu penting untuk membenahi tata kelola dari pola komunikasi digital. Komunikasi digital adalah realitas dan bentuk baru dari kehidupan manusia modern. Format tersebut, membentuk kompleksitas serta budaya yang menyertainya. Perencanaan komunikasi digital menjadi sebuah hal vital di masa kini. Bila tidak mampu dikelola, kegagalan komunikasi digital bisa jadi berdampak fatal bagi eksistensi sebuah citra. Buku ini menawarkan perspektif yang lengkap dalam mengelola strategi komunikasi digital. Pada akhirnya, buku yang dirangkum dari beberapa penulis yang dijadikan sebuah kolaborasi ini menawarkan kedalaman pembahasan dari aspek teoritik hingga tingkat praktis, disertai berbagai detail operasional dalam mengelola hingga mengukur keberhasilan manajemen komunikasi digital. Semoga dengan kehadiran buku ini dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan dan wawasan akan pengetahuan tentang manajemen komunikasi digital terkini.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Komunikasi politik adalah fenomena yang selalu menarik untuk dicermati dalam setiap sistem politik. Namun, studi tentang komunikasi politik yang diperuntukkan bagi para politikus ataupun pejabat negara terasa masih langka dan harus terus menjadi sentral perhatian. Buku Komunikasi Politik ini adalah salah satunya. Tidak hanya membahas hakikat komunikasi politik, buku ini secara detail dan komplet juga akan membahas praktik komunikasi politik dalam demokrasi dan hubungan internasional. Para politikus selalu mencari dan mengejar kekuasaan dalam seluruh perjuangan politiknya. Itu adalah hal yang biasa dalam politik. Menyimak buku Komunikasi Politik, Mempertahankan Integritas Akademisi, Politikus, dan Negarawan yang ditulis oleh Dr. Thomas Tokan Pureklolon, penulis berupaya untuk membuka horizon para politikus secara terang-benderang dengan menawarkan pemikiran-pemikiran yang mampu mencerahkan para politikus dalam kiprah politiknya, di mana para politikus bukan hanya berjuang untuk meraih kekuasaan, melainkan juga mampu mempertahankan integritas dalam seluruh perjuangan sebagai elite politik di negeri ini. Akbar Tandjung Politikus Senior/Tokoh Nasional Ketika praktik politik dari elite politik di negeri ini tidak pernah absen terhadap tawar-menawar (bargaining position) dalam dukungan politik di hampir semuah ranah, buku Komunikasi Politik yang ditulis oleh Dr. Thomas Tokan Pureklolon hadir untuk memberikan pencerahan yang sangat memadai. Bagi saya, buku ini layak dibaca oleh adik-adik mahasiswa S-1, S-2, S-3, akademisi (para dosen), politikus, pejabat negara, dan tentu juga para peneliti dalam mengomunikasikan ide politik dan maksud politiknya secara cerdas dan berkualitas di negeri ini. Prof. Dr. Ikrar Nusa Bakti, Ph.D. Profesor Riset di Pusat Penelitian Politik LIPI Di tengah arus demokratisasi dan keterbukaan saat ini, komunikasi politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi semakin penting. Hubungan antara pemerintah dan rakyat dan sebaliknya memerlukan komunikasi politik yang cerdas dan solutif agar tidak terjadi penyimpangan sehingga membingungkan masyarakat. Publik Indonesia membutuhkan pencerahan dalam komunikasi politik untuk mencapai tujuan reformasi seperti yang diperjuangkan sejak kejatuhan rezim otoriter Orde Baru pada akhir 1990-an. Buku ini merupakan salah satu sumbangsih dari penulis untuk proses pencerahan tersebut dan layak dibaca oleh mahasiswa, akademisi, profesional, politikus, birokrat, maupun masyarakat pada umumnya. Prof. Aleksius Jemadu, Ph.D. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pelita Harapan
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Banyak kajian mengenai politik Indonesia, tetapi sedikit kajian mengenai kiprah DPR. Apalagi dengan menggunakan perspektif fenomenologis dan dramaturgis. Buku ini adalah salah satu di antaranya. Prof. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D. (Guru Besar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran) Inilah gambaran interaksionis simbolik dan dramaturgisnya para wakil rakyat di DPR. Prof. Drs. Effendi Gazali, M.Si., MPS.ID., Ph.D. (Pakar Komunikasi Politik) Ada dua alasan mengapa buku ini menarik untuk dibaca. Pertama, dari sisi akademik, terbitnya sebuah buku niscaya akan memperkaya wacana tentang subject matter yang dikaji, apalagi bila diangkat penelitian, akan memberikan perspektif baru mengenai dimensi empiris dari teori yang dipakai sebagai tools analysis-nya. Kedua, secara praktis hingar-bingar politik Indonesia mutakhir perlu mendapatkan justifikasi ilmiah. Ini akan membantu kita dalam menjelaskan mengapa kita berubah, ke mana perubahan dilakukan dan bagaimana menyikapi perubahan itu. Indria Samego, M.A., Ph.D. (Profesor Riset Bidang Perbandingan Politik LIPI). Dengan terbitnya buku ini… ‘terbitlah terang’ bagi mereka yang buta akan masalah Komunikasi Politik dengan segala pernak-perniknya, khususnya yang terjadi di negeri ini. Ada baiknya buku ini dijadikan bacaan wajib para pemerhati dan praktisi politik, agar dunia politik kita menjadi ‘terang’ dan tidak lagi berada dalam kegelapan. Eros Djarot (Politisi, Seniman, Budayawan).
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Sinto, 2023. “Eksistensi Pasah Patahu Dalam Ajaran Hindu Kaharingan Di Desa Pangi,Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau”. Dengan Dosen Pembimbing I Dr. Wayan Gepu, S.Ag.,M.Fil.H dan Dosen Pembimbing II Rabiadi, S. Sos.H.,M.Pd.H Agama Hindu Kaharingan merupakan agama tertua di Kalimantan Tengah dan memiliki banyak sekali tempat suci local genius yang telah disucikan dengan beragam upacara maupun ritual yang dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan, salah satunya adalah Pasah Patahu. Pasah Patahu merupakan tempat suci bagi umat Hindu Kaharingan, yang merupakan tempat bagi umat Hindu Kaharingan untuk memuja dan memuji nama Ranying Hatalla Langit yang bermanifestasikan menjadi Patahu ataupun roh-roh suci lainnya. Umat Hindu Kaharingan melaksanakan ritual di Pasah Patahu ini salah satunya yaitu Pakanan Sahur Lewu, yang dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau setiap tanggal 1 Januari yaitu bertepatan pada Tahun Baru atau mengawali tahun.Prosesi Pakanan Sahur Lewu ini dilaksanakan sebagai wujud bhakti ataupun rasa terima kasih para umat kepada manifestasi Ranying Hatalla Langit yaitu Patahu dan roh-roh suci lainnya yang sudah menjaga kampung tersebut dari hal-hal negative ataupun dari hal-hal yang tidak baik. Pasah Patahu juga sebagai wahana bagi umat Hindu Kaharingan untuk merekatkan nilai persatuan antar umat. Karena disana umat bersatu padu ataupun bergortong royong dalam pembuatan sarana dan prasarana untuk melakukan ritual Pakanan Sahur Lewu.. Adapun rumusan masalah di dalam penelitian ini adalah : 1.Bagaimanakah Eksistensi pasah Patahu Bagi Umat Hindu di desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau? 2. Bagaimanakah Fungsi Pasah Patahu Bagi Umat Hiindu Kaharingan Di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau? 3. Bagaimanakah makna Pasah Patahu Bagi Umat Hiindu Kaharingan Di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau? Tujuan penelitian ada tiga yaitu untuk mengetahui eksistensi Pasah Patahu dalam ajaran Hindu Kaharingan di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau untuk mengetahui fungsi Pasah Patahu tersebut pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau, untuk mengetahui makna filosofis Pasah Patahu tersebut pada umat Hindu Kaharingan di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Konsep yang diajukan adalah Eksistensi, eksistensi Pasah Patahu, umat Hindu Kaharingan, dan kajian filosofis. Teori yang digunakan yaitu Teori Religi, Teori Fungsional Struktural dan Teori Interaksionalisme Simbolik. Metode Penelitian yang dipergunakan adalah metode penelitian Kualitatif yaitu penelitian yang dilaksanakan langsung di lapangan. Penelitian dilaksanakan langsung di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Sumber data yaitu data Primer dan data Sekunder dengan subyek penelitian Basir, tokoh Agama Hindu Kaharingan, tokoh Masyarakat, dan Mantir Adat. Teknik dalam pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumen yang dianalisis dengan teknik analisis data yang dapat ditarik suatu kesimpulan: 1) Eksistensi Pasah Patahu yaitu berada di depan balai basarah umat hindu kaharingan di desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau Masyarakat sangat mempercayai keberadaannya Pasah Patahu. Sebagai bentuk keberadaannya, maka setiap tahun dilaksanakan upacara Pakanan Sahur Lewu, yaitu setiap tanggal 1 Januari atau pada awal tahun baru. Pasah Patahu adalah hasil perjanjian masyarakat terdahulu dengan para Patahu pada saat pertama kali merintis sebuah kampung supaya dapat menjadi kampung yang dapat ditinggali. 2) Fungsi Pasah Patahu yaitu tempat memberikan sesajen kepada roh halus penjaga kampung (Patahu). Selain sebagai tempat menyimpan sesajen, Pasah Patahu juga sebagai tempat menghaturkan harapan dan permohonan supaya apa yang dicita-citakan dapat terwujud. 3). Makna Filosofis Pasah Patahu adalah sebagai simbol kepercayaan dari umat Hindu Kaharingan kepada Ranying Hatalla Langit dan kepada para Patahu. Makna Pasah Patahu adalah sebagai pelindung. Pasah Patahu adalah tempat memberikan sesajen kepada roh halus penjaga kampung (Patahu) yang telah menjaga kampung tersebut sehingga jauh dari marabahaya dan dari hal-hal negative lainnya.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
andika, 2023. Ritual Pakanan Tajahan Lewu di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur Dalam Perspektif Hukum Hindu. Dengan Dosen Pembimbing I Dra. Ni Made Ratini. dan Dosen Pembimbing II Mariatie.S.Ag.,M.Si. Ritual Pakanan Tajahan Lewu mengandung konsep kepercayaan terhadap adanya makhluk gaib yang menghuni alam gaib yang menjelma menjadi Ganan (kekuatan) atau makhluk yang menunggu tempat tersebut, Hal yang dipercaya mampu menjaga serta melindungi masyarakat. Anggapan masyarakat terhadap upacara ritual Pakanan Tajahan Lewu merupakan suatu bentuk ritual dengan tujuan untuk menetralisir kembali hubungan antara alam manusia dan alam makhluk gaib serta memohon perlindungan kepada roh-roh gaib atau ganan tajahan lewu untuk kelangsungan hidup masyarakat Desa Bukit Batu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur. Masalah yang diteliti mencakup 3 (tiga) yaitu : 1) Bagaimanakah bentuk dan proses pelaksanaan Ritual Pakanan Tajahan Lewu di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur ? 2) Faktor apakah yang menyebabkan dilaksanakan Ritual Pakanan Tajahan Lewu di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur? 3) Apakah dampak yang ditimbulkan apabila Ritual Pakanan Tajahan Lewu tidak dilaksanakan ? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Jenis penelitian menggunakan data primer dan skunder, sedangkan teknik penentuan informan adalah Teknik Purposive sampling. Dari analisis data tersebut maka dapat disimpulkan: 1) Bentuk dan proses pelaksanaan Ritual Pakanan Tajahan Lewu di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur adalah ada dua bentuk pelaksanaan yaitu a) proses batawur atau narinjet behas b) dibuat sebuah balai yang yaitu balai daras atau balai yang dibuat menggunakan kayu sebagai tempat untuk menyimpan sesajen. Adapun proses pelaksanaan Ritualnya yaitu menyiapkan sarana dan prasarana berupa peralatan dan sesajen yang akan dipersembahkan,Pemotongan hewan, Memasak sesajen, Memasukan sesajen kedalam balai daras, Meteng sirau menggunakan lilis lamiang. 2) Faktor yang menyebabkan dilaksanakan Ritual Pakanan Tajahan Lewu di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur adalah adanya hajatan masyarakat dan juga adanya pelanggaran pali ditempat lokasi tersebut sehingga dilaksanakannya ritual Pakanan Tajahan Lewu itu sendiri untuk menetralisir kembali hubungan antara masyarakat dengan penghuni atau roh Tajahan Lewu. 3) Dampak yang ditimbulkan apabila Ritual Pakanan Tajahan Lewu tidak dilaksanakan adalah berdampak negatif yangakan terjadi pada kehidupan umat manusia seperti mendapatkan kesialan,mendapatkan mimpi buruk dan tidak dapat tidur dengan nyenyak, dapat menjadi gila atau hilangnya cara berpikit yang baik, berakibat fatal misalnya mendapat kesusahan bahkan menyebabkan kematian. Dampak buruk tidak hanya terjadi oleh orang yang tidak sengaja merusak atau mengganggu Tajahan Lewu saja tapi juga akan berdampak pada keluarganya, misalnya anak istri orang tua dan masyarakat sekitarnya apabila pali atau pantangan itu dilanggar.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dona Mutiara Kasih, 2023. Strategi Guru Agama Hindu Mengatasi Keterbatasan Sumber Pendidikan Hindu Di SMPN Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan. Tesis Strata Dua (S-2) Prodi Magister Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag. Pembimbing II : Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A.
Tesis ini mengkaji tentang strategi guru agama Hindu dalam mengatasi keterbatasan sumber pendidikan Hindu di SMPN Kecamatan Gunung Bintang Awai. Fenomena yang terjadi terbatasnya buku-buku ajaran agama Hindu, jurnal, gambar-gambar dan simbol-simbol agama Hindu, sulitnya jaringan internet, yang menyebabkan pembelajaran agama Hindu kurang atau tidak maksimal, sehingga perlu adanya sebuah strategi dan tentunya ada kendala serta imlpikasi. Berdasarkan latar belakang tersebut di atas maka penelitian ini mengkaji tentang 1) Bagaimana strategi guru agama Hindu mengatasi keterbatasan sumber pendidikan Hindu di SMPN Kecamatan Gunung Bintang Awai.? 2) Bagaimana kendala guru agama Hindu dalam mengatasi keterbatasan sumber pendidikan Hindu di SMPN Kecamatan Gunung Bintang Awai.? 3) Bagaimana implikasi strategi yang diterapkan oleh guru agama Hindu dalam mengatasi keterbatasan sumber pendidikan Hindu di SMPN Kecamatan Gunung Bintang Awai?. Penelitian ini memiliki tujuan mengkaji dan mendeskripsikan strategi guru dalam mengatasi keterbatasan sumber pendidikan Hindu, bermanfaat untuk memperluas ilmu pengetahuan dan wawasan bagi guru tentang pendidikan agama Hindu dan meningkatkan hasil serta minat belajar siswa. Rumusan masalah di atas dikaji dengan teori tindakan sosial, teori humanisme, dan teori behavioristik.
Tesis ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan emik, peneliti menjadi instrumen utama penelitian dan teknik informan yakni purposive yaitu kepala sekolah, guru agama Hindu dan siswa agama Hindu. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi partisipasif, wawancara semi terstruktur, dan studi dokumen, setelah data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, selanjutnya penyajian hasil analisis data.
Hasil analisis yang dikaji dengan teori menjelaskan strategi yang diterapkan guru di SMPN Kecamatan Gunung Bintang Awai yakni mengikuti pelatihan, kerja kelompok, mengakses materi dari internet, meningkatkan kreativitas guru, buku paket sebagai sumber belajar dan pemanfaatan lingkungan belajar, dalam menerapkan strategi tentu ada sebuah kendala yakni sulitnya akses jalan ke tempat pelatihan, kurangnya minat siswa mengikuti kerja kelompok, minimnya fasilitas internet, minimnya sarana dan prasarana, terbatasnya ketersediaan buku paket, dan belum dimanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar, dari sebuah strategi dan kendala tentu ada sebuah implikasi yang ditimbulkan guru maupun siswa di SMPN Kecamatan Gunung Bintang Awai, dari ketiga rumusan masalah ditemukan bahwa di SMPN Kecamatan Gunung Bintang Awai penggunaan sumber pendidikan masih belum maksimal karena ketersediaan sumber pendidikan di sekolah-sekolah tersebut masih belum mencukupi, guru kurang kreatif dan inovatif dalam mengatasi keterbatasan sumber belajar seperti melakukan penelitian dan membuat buku pembelajaran atau modul.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Krismoni, 2023, Akibat Hukum Tidak Dilaksananakan Pencatatan Perkawinan Terhadap Masayarakat Di Desa Kalasin (Studi Kasus di Desa Kalasin Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya) Skripsi. Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP), Palangka Raya. Pembimbing (I) Sri Kayun, SH.,M.Si. Pembimbing (II) I Kadek Kartike Yase,MH Kesadaran Hukum masyarakat dalam mencatatkan akta perkawinan sangat penting karena dengan adanya akta perkawinan, maka perkawinan akan mempunyai bukti yang autentik secara hukum tentang status perkawinan yang telah dilaksanakan oleh kedua belah pihak. Tetapi realita yang ada di masyarakat, bahwa pentingnya Akta Perkawinan belum sepenuhnya dapat diketahui secara menyeluruh oleh masyarakat di pedesaan dalam hal ini masyarakat Desa Kalasin yang minim kesadaran hukumnya tentang pencatatan Akta Perkawinan. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 3 (tiga) hal yaitu: (1) Apa faktor yang menyebabkan masyarakat tidak melakukan pencatatan akta perkawinan di desa Kalasin Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya dalam melakukan pencatatan akta perkawinan?. (2) Apa akibat hukum tidak dilaksanakan pencatatan perkawinan terhadap masyarakat di desa kalasin (3) Bagaiman solusi agar masyarakat sadar akan pentingnya akta perkawinan di Desa kalasin Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya ? Lokasi penelitian di desa kalasin Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya, Kepala Desa kalasin. Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan yang ada di Desa kalasin. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dengan langkah reduksi data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: Akibat Hukum tidak dilaksanakan pencatatan perkawinan terhadap Masyarakat Hindu Kaharingan dalam pencatatan Akta Perkawinan di Desa kalasin sangat rendah karena beberapa faktor yaitu faktor pengetahuan dan pemahaman hukum,faktor sosialisasi,faktor ekonomi, faktor geografis dan faktor pendidikan, adapun akibat hukum jika perkawinannya tidak dicatatkan yaitu: perkawinan dianggap tidak sah secara hukum positif, perkawinan dilakukan dengan agama dan kepercayaan tetapi dimata negara perkawinan tersebut tidak diakui karena tidak dicatatkan di Kantor Catatan Sipil, anak hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibu serta istri dan anak-anak yang dilahirkan dari perkawinan tesebut tidak berhak menuntut nafkah. Kemudian upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat tentang pencatatan akta perkawinan yaitu: memberikan pembinaan kepada masyarakat tentang pentingnya memiliki akta perkawinan, mengadakan sosialisasi tentang tata cara mencatatkan perkawinan mulai dari surat keterangan dari desa sampai memiliki akta perkawinan, jemput bola, pelayanan online dan pencatatan sipil masal.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Perkelahian atau pertengkaran adalah perbuatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan kata-kata ataupun adu tenaga. Kasus perkelahian yang terjadi di Desa Tumbang Kanei dalam penyelesaiannya melalui proses hasaki hapalas yang pada hakekatnya Lembaga Agama Hindu Kaharingan berperan dalam menyelesaikan kasus dengan hasaki hapalas mengkumpulkan kedua belah pihak agar perkelahian tidak terjadi lagi dan perkelahian ini diselesaikan secara kekeluargaan. Masalah yang diteliti yaitu:(1) Bagaimana peran Lembaga Agama Hindu Kaharingan dalam proses penyelesaian kasus perkelahian di Desa Tumbang Kanei Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan?, (2) Bagaimana proses penyelesaian kasus perkelahian melalui Keagamaan Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Kanei Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan?. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui peran Lembaga Agama Hindu dalam penyelesaian kasus perkelahian dan proses penyelesaian kasus perkelahian . Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Penyelesaian Sangketa dan Teori Kewenangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) peran Lembaga Agama Hindu Kaharingan dalam penyelesaian kasus perkelahian adalah sangat berperan dalam menyelesaikan kasus perkelahian dengan hasaki hapalas yang dimana bertujuan untuk menasehati kedua belah pihak agar tidak mengulangi komflik dan tidak menimbulkan rasa dendam antara satu sama lain dan pada dasarnya Lembaga Agama Hindu Kaharingan memiliki kewenangan untuk ikut serta dalam membantu menyelesaikan kasus perkelahian di Desa Tumbang Kanei. (2) peroses penyelesaian kasus perkelahian yang dilakukan oleh Lembaga Agama Hindu Kaharingan Desa Tumbang Kanei dapat penulis simpulkan proses penyelesaian melalui beberapa tahap. Yang pertama adalah mengumpulkan keluarga dari kedua pihak, kedua yaitu kedua pihak saling duduk bersampingan supaya Lembaga Agama Hindu Kaharingan dapat melaksanakan hasaki hapalas, dan yang terakhir kedua belah pihak yang berkomplik saling memaafkan satu sama lain.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini menggali bagaimana implementasi pembelajaran pendidikan agama Hindu berbasis kearifan lokal di SMA Negeri se-kota Palangka Raya. Agama Hindu dikenal kental terhadap ajaran, budaya dan nilai-nilai kearifan lokal di dalamnya, salah-satunya ajaran yang juga merupakan bagian dari Hindu di Kalimantan Tengah yaitu ajaran kearifan lokal Hindu Kaharingan. Pada SMA Negeri se-kota Palangka Raya banyak siswa yang masih menganut ajaran Hindu kaharingan sehingga dalam penelitian ini mengkaji bagaimana implementasi yang pembelajaran kearifan lokal Hindu Kaharingan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan latar belakang tersebut maka rumusan masalahnya: Bagaimanakah implementasi, kendala, dan solusi yang dilakukan dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu berbasis kearifan lokal di SMA Negeri se-Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah: 1). Teori Kognitivisme, 2). Teori Kendala, 3). Teori Behavioristik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif Kualitatif dengan lokasi di SMA Negeri 1 Palangka Raya, SMA Negeri 3 Palangka Raya, dan SMA Negeri 6 Palangka Raya. Sumber data penelitian yaitu sumber data Primer dan sumber data sekunder. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa para guru agama Hindu di SMA Negeri se-Kota Palangka Raya juga melaksanakan pembelajaran pendidikan agama Hindu berbasis kearifan lokal Hindu Kaharingan dalam proses pembelajaran dengan mengkolaborasikan, mengaitkan, menyatukan ajaran Hindu Kaharingan dengan Hindu secara umum. Meskipun di dalam penerapannya terdapat kendala yaitu kurangnya bahan ajar yang dapat menjadi pedoman untuk mendukung pembelajaran pendidikan agama Hindu berbasis kearifan lokal Hindu Kaharingan agar dapat pengetahuan dan pemahaman siswa lebih mendalam. Selain itu, kendala lain yang dirasakan oleh guru agama Hindu dan siswa agama Hindu di beberapa sekolah yaitu tidak mendapatkan ruang belajar khusus mata pelajaran agama Hindu yang layak dan nyaman karena guru dan peserta didik menganggap pembelajaran agama merupakan privasi dan membutuhkan ruang privat. Solusi yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut yaitu para guru dan siswa memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk mencari sumber maupun literatur lain yang ada di internet mengenai materi kearifan lokal Hindu Kaharingan. Kedua, para guru masih mengupayakan untuk mengusulkan ruang kelas khusus agama Hindu kepada pihak sekolah agar kiranya dapat dipertimbangkan.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
mahasiswa
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
Lara Ayu Tirtha HDKS
Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH.M.Pd.H
Pembimbing II Megawati,S.Pi., M.Pd.H,
Program Studi Pendidikan Agama Hindu
FAKTOR TERJADINYA KESENJANGAN PEMAHAMAN DALAM PEMBELAJARAN AGAMA HINDU DI SDN 1 PEMANTANG KECAMATAN MENTAYA HULU KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR.
Faktor Terjadinya Kesenjangan Pemahaman Dalam Pembelajaran Agama Hindu adalah untuk mengetahui, memahami, dan mengerti faktor-faktor yang mempengaruhi kesenjangan pendidikan. Faktor kesenjangan pemahaman siswa kelas V dalam memahami pembelajaran pendidikan Agama Hindu masih ada ada beberapa siswa diantaranya yang sulit untuk memahami materi. Berdasarkan latar belakang diatas, maka dalam penelitian ada dua permasalahan yang akan dibahas antara lain (1) Faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya kesenjangan pemahaman dalam pembelajaran Agama Hindu Kelas V di SDN 1 Pemantang Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, (2) Upaya apa saja yang dilakukan guru pendidikan agama hindu dalam mengatasi faktor terjadinya kesenjangan pemahaman dalam pembelajaran Agama Hindu Kelas V di SDN 1 Pemantang Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya faktor kesenjangan pemahaman dan mengetahui mendeskripsikan upaya guru pendidikan agama hindu dalam mengatasi kesenjangan pemamahaman pembelajaran siswa kelas V pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN 1 Pemantang Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori kognitif dan teori kontruktivisme.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun untuk pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menganalisis data yang diperoleh peneliti menggunakan Teknik anaalisis deskriptif kualitatif dengan langkah pengumpulan data, kondesansi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian bahwa :1) Faktor-faktor yang menyebabkan kesenjangan pemahaman yang bersumber dari faktor eksternal yang berasal dari luar mencakup lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat dan faktor internal dalam diri individu yang diantaranya minat belajar, kepercayaan diri seseorang, tingkat komsentrasi dalam belajar, kebiasaan belajar,frekuensi belajar, cita-cita atau motivasi belajar.2) upaya yang dilakukan dalam mengatasi faktor kesenjangan pemahaman pembelajaran yaitu memberikan bimbingan pemahaman pembelajaran Agama Hindu, memberikan contoh dalam pembelajaran Agama Hindu, Memberikan Bimbingan pada pembelajaran Agama Hindu agar pembelajaran tersebut dapat berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
Saputra, Alek. 2023. Eksistensi Sanggar Bukit Pandu dalam Pelestarian Seni
Musik Tradisional di Kelurahan Tehang Kecamatan
Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Prodi
Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya
Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka
Raya.
Pembimbing I. Lamri, S.Pd.,M.Pd
Pembimbing II. Roy Wentas, S.Pd.,M.Pd
Adanya sanggar seni yang tersebar dibeberapa desa disuatu daerah semakin
banyak anak-anak generasi penerus bangsa dapat menyalurkan hobi mereka
dibidang seni dan secara tidak langsung mereka dapat melakukan pelestarian
budaya daerah agar tidak punah. Seperti halnya eksistensi Sanggar Bukit Pandu
dalam Pelestarian Seni Musik Tradisional di Kelurahan Tehang Kecamatan
Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Rumusan masalah dalam penelitian ini
antara lain : 1). Bagaimanakah Eksistensi Sanggar Bukit Pandu dalam Pelestarian
Seni Musik Tradisional? 2). Apa kendala pengurus Sanggar Bukit Pandu dalam
Pelestarian Seni Musik Tradisional? 3) Bagaimana upaya pengurus Sanggar Bukit
Pandu dalam Pelestarian Seni Musik Tradisional di Kelurahan Tehang Kecamatan
Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas?. Adapun tujuan umum penelitian ini
betujuan untuk memahami dan mengetahui Eksistensi Sanggar Bukit Pandu
dalam Pelestarian Seni Musik Tradisional di Kelurahan Tehang Kecamatan
Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan
adalah Teori Eksistensi dari Soren Kierkegaard, Teori Kendala (Theory of
contraints) dan Teori Efektivitas Organisasi. Sampel pada penelitian ini adalah
Lurah Tehang, Pengurus Sanggar Bukit Pandu 3 orang dan tokoh masyarakat 2
orang di Kelurahan Tehang. Pengumpulan data menggunakan observasi, Metode
Wawancara, Studi Kepustakaan, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan
pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, data dan penarikan kesimpulan.
Waktu dalam penelitian ini bulan 1 September hingga 1 Oktober 2023.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa 1). Keberadaan Sanggar Bukit
Pandu Dalam Pelestarian Seni Musik Tradisional di Kelurahan Tehang sudah
diakui karena sudah memiliki SK kepengurusan tetap dengan tembusan kepada
Dinas Pariwisata di Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas. 2). kendala pengurus
Sanggar Bukit Pandu dalam Pelestarian Seni Musik Tradisional meliputi
kurangnya waktu para pelatih, kendala dalam proses latihan, kendala sarana dan
prasarana sanggar. 3). Upaya yang dilakukan untuk mengatasi Kendala Sanggar
Bukit Pandu dalam pelestarian Seni Musik Tradisional di Kelurahan Tehang yaitu
melalui menyediakan tempat latihan, melakukan pembinaan, dan menyediakan
sarana dan prasarana.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
I Wayan Lesmana Wijaye. 2023. Pemanfaatan Media Pembelajaran Audio Visual dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Hindu di SMAN 1 Basarang Kabupaten Kapuas
Dosen Pembimbing Skripsi 1. Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H., M.Pd.H.
Dosen Pembimbing Skripsi 2. Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd., M.Pd.H.
Skripsi ini mengkaji tentang pemanfaatan media pembelajaran audio visual dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SMAN 1 Basarang, Kabupaten Kapuas. Media audio visual merupakan media yang menggabungkan antara suara dan gambar seperti film. Media pembelajaran perlu dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran agar dapat meningkatkan motivasi belajar siswa khususnya siswa agama Hindu.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang pengumpulan datanya dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi dan tes. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas X beragama Hindu yang berjumlah 11 orang pada semester 2 di SMAN 1 Basarang, Kabupaten Kapuas. Teori yang digunakan dalam memecahkan masalah dengan menggunakan teori behavioristik dan teori humanistik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pemanfaatan media audio visual dimulai dari tahapan penyiapan RPP, menyiapkan media audio visual yang akan digunakan dalam pembelajaran berupa film Ramayana yang durasinya disesuainkan dengan jam pelajaran, mempersiapkan kelistrikan, menyiapkan LCD proyektor dan memastikan LCD proyektor dapat berfungsi dengan baik sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. 2) Aktivitas peneliti pada siklus 1 kurang melakukan persiapan sehingga penanyangan film menjadi terpotong-potong dan mengakibatkan informasi yang didapat oleh siswa menjadi tidak utuh. Dengan skor yang diperoleh 3,07 dengan kreteria baik. Dan pada siklus 2, peneliti telah melakukan persiapan yang matang sehingga media audio visual berupa film Ramayana yang digunakan telah dapat disimak dengan baik oleh siswa dan siswapun mendapatkan informasi yang utuh. Dengan skor yang diperoleh pada siklus 2 yaitu 3,7 dengan kriteria sangat baik. Aktivitas siswa menunjukan adanya peningkatan aktivitas belajar yang signifikan dari siklus 1 dan siklus 2. Pada siklus 1 total skor 23 dengan rata-rata 2,5 dengan kriteria cukup baik sedangkan pada siklus 2 total skor 33 dengan rata-rata 3,6 dengan kriteria Sangat Baik. Motivasi belajar siswa yang dilihat dari hasil belajar siswa menunjukkan adanya peningkatan dimana pada siklus 1 jumlah siswa yang tuntas ada 8 orang dari 11 orang siswa dengan persentase 73% dan dengan kriteria Baik. Sedangkan pada siklus 2 seluruh siswa tuntas (11 orang) dengan persentase 100% dan dengan kriteria Sangat Baik.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Keberadaan integrasi Kaharingan dengan Hindu terhadap pola pembelajaran pendidikan agama Hindu yang tidak lepas dari keberadaannya pada Pendidikan, dimana pendidikan diyakini sangat berpengaruh akan keberadaan dari integrasi Hindu yang ada di Indonesia terutama di wilayah Kalimantan Tengah. Maka dari itu pendidikan mempunyai peran yang sangat penting sebagai penunjang pengetahuan secara spiritual, moral maupun etika yang sudah seharusnya dimiliki oleh setiap umatnya, agar tidak hilang dari generasi Pendidikan tentang agama menjadi otoritas utama. Berdasarkan permasalahan dari latar belakang penelitian ini yaitu (1) Bagaimana pengaruh eksistensi intergrasi Kaharingan dengan agama Hindu terhadap pola pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Se-Kecamatan Bukit Batu Palangka Raya (2) Apa saja kendala yang dihadapi Guru dalam eksistensi integrasi Kaharingan dengan Hindu terhadap pola pembelajaran Pendidikan Agama Hindu SMA Se-Kecamatan Bukit Batu Palangka Raya (3) Bagaimana upaya guru menerapkan eksistensi integrasi Kaharingan dengan Agama Hindu terhadap pola pembelajaran Pendidikan Agama Hindu SMA Se-Kecamatan Bukit Batu Palangka Raya. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini yakni (1) Teori Fenomenologi dan (2) Teori Kendala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik observasi, wawancara,dokumentasi. Adapun teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling, penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data, kondensasi data dan veritifikasi data. Hasil penelitian adalah (1) dampak dilihat dari penyesuaian diri dengan tempat dan waktu yang berbeda (desa kala patra), persamaan/kesamaan pada sarana-prasarana serta tujuan upacara keagamaan, adanya penguatan pemahaman tentang eksistensi integrasi Kaharingan dengan Hindu, melalui bahan praktek serta kegiatan-kegiatan bersifat kerohanian.(2) keterbatasan kurikulum ajaran Kaharingan, implementasi eksistensi integrasi Hindu melalui media sosial, pembelajaran kurang efektif dan rasa ingin tahu siswa berkurang, dan kreatifitas guru agama Hindu diperlukan. (3) Penyeimbangan bentuk pembelajaran melalui materi dan praktek, menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Agama Hindu adalah agama yang sarat dengan upacara ritual. Pembuatan Sandung bagi umat Hindu Kaharingan sebagai wujud bhakti dan bentuk implementasi dari ajaran Tri Rna, yaitu Pitra Rna, membalas semua kebaikan yang telah diberikan orang tua kepada keturunannya atau suatu kewajiban dan tanggung jawab umat terhadap keluarganya yang telah meninggal dunia, apabila ada salah satu dari umat Hindu Kaharingan meninggal dunia harus menjalani proses upacara ritual Tiwah, pada saat Tiwah orang tua atau keluarga yang telah meninggal dunia tersebut dibuatkan atau dibangun sandung sebagai tempat menyimpan tulang belulang yang sudah dibersihkan dan disucikan. Berdasarkan fenomena pada latar belakang di atas, maka dapat diformulasikan rumusan masalah sebagai berikut: (1). Bagaimanakah Proses pembuatan Sandung Menurut Umat Hindu Kaharingan di Kelurahan Kampuri Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas? (2). Mengapakah ada perbedaan bentuk bangunan Sandung di Kelurahan Kampuri Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas? (3). Apakah Makna Sandung dalam Perspektif Hukum Hindu di Kelurahan Kampuri Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas? Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengeksplor proses pembuatan sandung serta menggali sumber-sumber pengetahuan yang terkait dengan tata cara pendirian atau pembangunan Sandung bagi umat Hindu Kaharingan di Kelurahan Kampuri Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas. Teori yang digunakan untuk membedah permasalahan penelitian adalah (1) Teori Religiusitas, (2) Teori Bentuk Arsitektur (3) Teori Simbol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, Teknik pengumpulan data menggunakan (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Dokumentasi. Hasil penelitian. Menentukan lokasi, memilih bahan yang akan digunakan dan menentukan waktu yang baik adalah hal penting yang harus diperhatikan dalam membuat Sandung. Lokasi tempat didirikannya Sandung juga perlu dibersihkan secara skala dan niskala. Pembuatan Sandung memerlukan sarana prasarana atau syarat khusus. Pada saat membuat Sandung ada beberapa pantangan/larangan (Pali) yang harus ditaati oleh pihak keluarga / ahli waris agar tidak terjadi rutas (kesialan), tulah sahu (kualat), kicas (seret rezeki) maupun akibat yang tidak baik lainnya yang berpengaruh pada kehidupan keluarga. Perbedaan bentuk konstruksi bangunan Sandung di Kelurahan Kampuri Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas dipengaruhi oleh 2 (Dua) faktor yaitu (1) Riwayat kehidupan Liau Haring Kaharingan. (2) Penyebab kematian Liau Haring Kaharingan apakah meninggal secara wajar misalnya meninggal karena penyakit, lanjut usia atau penyebab kematian yang biasa dialami oleh manusia pada umumnya. Meninggal secara tidak wajar misalnya meninggal akibat berkelahi, berperang, kecelakaan, dimangsa binatang buas, tenggelam, tertimpa tanah longsor dan penyebab kematian yang sifatnya rampasan nyawa lainnya. Perbedaan bentuk konstruksi bangunan Sandung yaitu : (1) Sandung Bajihi ije (Sandung bertiang Tunggal), (2) Sandung bajihi Due (Sandung bertiang Dua), (3) Sandung bajihi Epat (Sandung bertiang Empat), (4) Sandung Bajihi Lime (Sandung bertiang Lima), (5) Sandung Bajihi Jahawen (Sandung bertiang Enam). (6) Sandung Munduk (Sandung duduk/tidak bertiang). Apabila terjadi kesalahan dalam memilih jenis konstruksi Sandung maka bisa terjadi rutas (kesialan), tulah sahu (kualat), kicas (seret rezeki) maupun akibat yang tidak baik lainnya yang berpengaruh pada kehidupan para ahli waris. Makna Sandung dalam perspektif Hukum Hindu. Makna simbol-simbol yang terdapat pada (1) Tiang Sandung. (2) Gelagar penyangga bagian bawah lantai Sandung. (4) Lantai Sandung. (4) Garasi Sandung. (5) Dinding Sandung. (6) Penopang atap Sandung / Tulang Gayung. (7) Sapau Sandung / atap Sandung adalah gambaran perjalanan kehidupan dan kematian Liau Haring Kaharingan yang pada akhirnya semua kembali keasalnya yaitu Lewu Tatau, jia Rumpang Tulang Rundung Raja Isen Kamalesu Uhat artinya kembali ke alam keabadian Tuhan. Setiap orang wajib menjaga sakralitas Sandung. Sandung adalah bangunan yang dianggap suci, ada beberapa pantangan/larangan (Pali) yang harus ditaati oleh keluarga dan masyarakat agar tidak terjadi rutas (kesialan), tulah sahu (kualat), kicas (seret rezeki) maupun akibat yang tidak baik lainnya yang berpengaruh pada kehidupan orang yang berada diwilayah Sandung itu. Orang yang dengan sengaja melakukan penghinaan dengan mengeluarkan ucapan atau kata-kata kotor terhadap Sandung dapat dituntut secara adat yang berlaku berupa hukuman singer sala basa sebesar 15-30 kati ramu. Nilai satu kati ramu setara dengan nilai uang seratus ribu rupiah dan wajib untuk melaksanakan ritual / perdamaian sebagai permohonan maaf terhadap waris maupun arwah yang ada di dalam Sandung. Tidak jarang juga ada kejadian akibat perlakuan yang tidak baik terhadap bangunan Sandung misalnya pencurian, perusakan, pembakaran yang sifatnya dilakukan dengan sengaja maka yang bersangkutan dapat dituntut sesuai dengan hukum adat Dayak Kalimantan Tengah yaitu dengan: “Pasal 49 Singer Kehun Karusak Kubur, Sandung Pantar (denda kerusakan/kebakaran kubur, Sandung pantar).Tindakan kejahatan terhadap Sandung apabila tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan maupun secara adat dan sudah tergolong pelanggaran berat yang bersifat penodaan agama maka pihak ahli waris bisa menyelesaikannya sesuai aturan hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Ritual hinting pali merupakan suatu aturan hukum dalam Hindu Kaharingan yang pemasangannya tidak dilakukan disembarang tempat. Ritual dilaksanakan yang dipimpin oleh penyelenggara ritual agama Hindu Kaharingan yaitu seorang Pisur ataupun Basir, yang bermakna di tempat tersebut ada pantangan pali yang bersifat sakral dan suci. Perkembangan zaman saat ini terlebih bagi pihak yang tidak memahami atau pihak yang memiliki kepentingan lain banyak berpendapat tentang Hinting Pali, seperti menyatakan hinting pali sebagai adat budaya Dayak yang turun temurun dilaksanakan, maka dapat dilaksanakan untuk menghinting perusahaan yang bersengketa. Ritual hinting pali yang dilakukan oleh masyarakat Hindu Kaharingan tentu tidak menyimpang dari aturan yang sudah ditetapkan atau dengan kata lain telah sesuai dengan aturan lembaga keagamaan. Peneliti tertarik untuk meneliti tentang “Ritual Hinting Pali Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Perspektif Hukum Hindu)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam mengenai pelaksanaan Ritual hinting pali, untuk mengkaji lebih dalam tentang faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya pelaksanaan ritual hinting pali serta untuk mengkaji lebih dalam tentang kebijakan dari lembaga keagamaan atau Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan dalam pelaksanaan ritual hinting pali di Sampit Kabupaten Kotawarngin Timur. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Dasar pelaksanaan pemasangan Hinting Pali adalah Kitab suci Panaturan Pasal 63 tentang asal Pali dan Tulah. dan tentang pelaksanaan Tiwah Suntu, ritual Hinting pali juga telah dilaksanakan sejak zaman dahulu yang diwariskan turun temurun oleh pemeluk agama Hindu Kaharingan dalam pelaksanan ritual Nahunan, perkawinan, kematian dan Tiwah. Sarana dan prasarana dalam pemasangan ritual Hinting Pali meliputi: Rotan, Daun Sawang, Kapur Sirih, Tawur, parapen, hewan korban, pehun kayu (kayu yang habis dibakar). Tata cara pemasangan hinting pali harus dilaksanakan oleh basir atau pisur. Sebelum dilaksanakan ritual manawur, maka dipersiapkan terlebih dahulu sarana dan prasarana untuk pemasangan hinting pali tersebut, kemudian basir atau pisur melaksanakan ritual manawur yaitu manawur untuk memanggil rajan pali atau penguasa pali agar bisa hadir ke tempat pelaksanaan ritual untuk menerima yang menjadi bagian mereka. Setelah itu barulah diadakan pemasangan hinting pali di tempat yang telah ditentukan. Ritual hinting pali menurut agama Hindu Kaharingan sesuai dengan pelaksanaanya dibagi kedalam dua factor atau kegiatan pokok yaitu hinting pali untuk mambaleh bunu dan hinting pali untuk ritual keagamaan. Kebijakan yang dilakukan oleh lembaga agama Hindu Kaharingan khususnya Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan dalam pelaksanaan pemasangan Hinting pali meliputi kegiatan rapat kerja atau koordinasi dengan Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan Pusat, mengadakan sosialisasi, melakukan pelepasan hinting pali.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
Septenando, 2023. Nilai Estetika Seni Ukir Talawang di Kecamatan Jekan Raya
Kota Palangka Raya. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut
Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya.
Pembimbing I: Dr. AA. Gede Wiranata, S.Ag., M.Ag., Pembimbing II: I
Made Paramarta, S. Ag., M. Si
Seni ukir memiliki nilai keindahan, namun di Kecamatan Jekan Raya Kota
Palangka Raya masyarakat belum mengetahui nilai estetika ataupun fungsi dari
bentuk-bentuk ukiran Talawang, terkhususnya untuk generasi-generasi muda nya.
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui nilai estetika seni ukir Talawang di
Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya, 2) Mengetahui bentuk seni ukir
Talawang di Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya, dan 3) Mengetahui
fungsi yang terkandung pada seni ukir Talawang di Kecamatan Jekan Raya Kota
Palangka Raya.
Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu: teori
estetika, teori bentuk dan teori fungsional. Data yang telah dikumpul dianalisi
dengan pendekatan kualitatif. Teknik penentuan informan yang digunakan yaitu
Snowball Sampling. sumber data yang pada awanya sedikit tersebut belum mampu
memberikan data yang memuaskan, maka peneiti mencari informan lain yang
digunakan sebagai sumber data. Adapun informan dalam penelitian ini terdiri Ketua
sanggar, Pengrajin, dan masyarakat Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Nilai estetika seni ukir Talawang
dapat dikaji berdasarkan keindahan bentuk, warna, tema, dan motif hias, 2) Bentuk
seni ukir Talawang menyerupai manusia yang dikenal dengan nama motif
Tambarirang Marung Singkap Langit atau Kambe Rawit, Bajakah Kalalawit,
Karekot Bajei, Pusu Pinang, Lamantek Tingang, Tantai Lawai dan Tajim
Hempeng. 3) Fungsi seni ukir Talawang memiliki beberapa fungsi yakni fungsi
hias, fungsi magis, dan fungsi ekonomis.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkelahian atau pertengkaran adalah perbuatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan kata-kata ataupun adu tenaga. Kasus perkelahian yang terjadi di Desa Tumbang Kanei dalam penyelesaiannya melalui proses hasaki hapalas yang pada hakekatnya Lembaga Agama Hindu Kaharingan berperan dalam menyelesaikan kasus dengan hasaki hapalas mengkumpulkan kedua belah pihak agar perkelahian tidak terjadi lagi dan perkelahian ini diselesaikan secara kekeluargaan. Masalah yang diteliti yaitu:(1) Bagaimana peran Lembaga Agama Hindu Kaharingan dalam proses penyelesaian kasus perkelahian di Desa Tumbang Kanei Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan?, (2) Bagaimana proses penyelesaian kasus perkelahian melalui Keagamaan Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Kanei Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan?. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui peran Lembaga Agama Hindu dalam penyelesaian kasus perkelahian dan proses penyelesaian kasus perkelahian . Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Penyelesaian Sangketa dan Teori Kewenangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) peran Lembaga Agama Hindu Kaharingan dalam penyelesaian kasus perkelahian adalah sangat berperan dalam menyelesaikan kasus perkelahian dengan hasaki hapalas yang dimana bertujuan untuk menasehati kedua belah pihak agar tidak mengulangi komflik dan tidak menimbulkan rasa dendam antara satu sama lain dan pada dasarnya Lembaga Agama Hindu Kaharingan memiliki kewenangan untuk ikut serta dalam membantu menyelesaikan kasus perkelahian di Desa Tumbang Kanei. (2) peroses penyelesaian kasus perkelahian yang dilakukan oleh Lembaga Agama Hindu Kaharingan Desa Tumbang Kanei dapat penulis simpulkan proses penyelesaian melalui beberapa tahap. Yang pertama adalah mengumpulkan keluarga dari kedua pihak, kedua yaitu kedua pihak saling duduk bersampingan supaya Lembaga Agama Hindu Kaharingan dapat melaksanakan hasaki hapalas, dan yang terakhir kedua belah pihak yang berkomplik saling memaafkan satu sama lain.