Analisis Kebijakan Instansi Pemerintah Daerah dalam Pembangunan Kepariwisataan di Kabupaten Barito Utara
Analisis Kebijakan Instansi Pemerintah Daerah Dalam Pembangunan Kepariwisataan Di Kabupaten Barito Utara
Profil penulis
1.415 karya publik ditemukan.
Analisis Kebijakan Instansi Pemerintah Daerah Dalam Pembangunan Kepariwisataan Di Kabupaten Barito Utara
Kehadiran Seni kriya katupat sinta pada upacara keagamaan Hindu Kaharingan memiliki makna, fungsi dan tujuan tersendiri dalam praktiknya dan dilatarbelakangi oleh kebudayaan yang menjadi dasarnya. Fenomena yang terjadi adalah tidak semua dari umat dan generasi Hindu Kaharingan itu sendiri mengetahui dan memahami bagaimana eksistensi dari seni kriya katupat sinta pada upacara keagamaan Hindu Kaharingan. Berikut Rumusan masalah dalam penelitian: 1). Bagaimana eksistensi seni kriya katupat sinta pada upacara keagamaan Hindu Kaharingan di Desa Tarusan Danum Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan? 2). Bagaimana bentuk seni kriya katupat sinta yang digunakan pada upacara keagamaan Hindu Kaharingan di Desa Tarusan Danum Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menganalisis eksistensi dan bentuk seni kriya katupat sinta pada upacara keagamaan Hindu Kaharingan di Desa Tarusan Danum Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan dan memahami peran dan dampaknya dalam menjaga tradisi keagamaan dan budaya yang melekat pada umat Hindu Kaharingan di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori eksistensi dan teori bentuk. Sampel dalam penelitian ini meliputi beberapa dari umat Hindu Kaharingan dan guru Sekolah Dasar Negeri di Desa Tarusan Danum. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan terhadap hasil penelitian. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa: 1). Eksistensi dari seni kriya katupat sinta pada upacara keagamaan Hindu Kaharingan di Desa Tarusan Danum Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan masih tetap eksis hingga sekarang, karena pada pelaksanaan upacara keagamaan tersebut, seni kriya katupat sinta masih dipergunakan pada setiap upacara keagamaan Hindu Kaharingan di dalam kehidupan. 2). Katupat sinta berbentuk belah ketupat tidak sama sisi dan berwarna kekuningan (warna janur). Ukuran seni kriya katupat sinta sebenarnya bervariasi tergantung dari seberapa panjang dan lebar daun janur yang digunakan untuk membuatnya.
I Made Lastre. 2024. Upaya Guru Kelas V dalam Mengatasi Kenakalan Siswa di SDN Mintin 2 Kecamatan kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau. Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Made Pustikayasa, S. T., M.Pd.H. Pembimbing 2 Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd., M.Pd.H. Kenakalan siswa merujuk pada perilaku yang dilakukan oleh anak-anak yang belum dewasa, baik secara sengaja maupun tidak, dengan kesadaran bahwa tindakan tersebut melanggar aturan dan dapat dikenai sanksi. Kenakalan seperti tidak mengerjakan PR, kurang disiplin, membuat gaduh, mengganggu teman, melontarkan kata-kata kasar, bolos, dan memukul teman. Kenakalan ini berdampak negatif pada fokus belajar siswa dan dapat menurunkan prestasi akademik serta meningkatkan risiko keterlibatan dalam tindakan kejahatan. Adapun tiga permasalah yang akan dibahas: 1). Apa saja penyebab kenakalan siswa kelas V SDN Mintin 2 Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau?, 2) Bagaimana upaya yang dilakukan oleh guru kelas dalam mengatasi kenakalan siswa kelas V di SDN Mintin 2 Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau?, dan 3) Bagaimana implikasi dari upaya yang telah dilakukan oleh guru kelas V dalam mengatasi kenakalan siswa di SDN Mintin 2 Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau?. Tujuan penelitian adalah untuk mengeksplorasi upaya guru dalam mengatasi kenakalan siswa kelas V di SDN Mintin 2, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, penelitian ini melibatkan wawancara dengan kepala sekolah, guru kelas V, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Observasi, Wawancara, Studi Dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kenakalan teridentifikasi seperti tidak mengerjakan PR, menyontek, dan mengganggu teman. Kenakalan siswa disebabkan oleh faktor internal seperti kondisi psikologis, motivasi rendah, dan kebutuhan perhatian, serta faktor eksternal seperti kurangnya perhatian orang tua dan kondisi keluarga yang kurang harmonis. 2) Sekolah telah menerapkan berbagai upaya, termasuk program konseling rutin, metode pengajaran interaktif, pelatihan guru, dan koordinasi dengan orang tua, serta kegiatan ekstrakurikuler. Guru juga berfokus pada pendekatan personal, menciptakan suasana kelas yang positif, dan menggunakan metode pembelajaran menarik. 3) Upaya ini terbukti efektif, dengan peningkatan motivasi belajar, kedisiplinan, dan interaksi sosial siswa, serta penurunan kenakalan.
Thesa Andika, 2024. Pengaruh Lingkungan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Siswa Kelas VB Di SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya Pembimbing I Tri Aspiyana, M.Pd Pembimbing II Raisa Vienlentia, S.Psi., M.Psi., Psikolog Pendidikan kewarganegaraan merupakan pendidikan yang sangat perlu untuk para siswa agar dapat mencerminkan dan menanamkan akhlak yang baik di dalam jiwa anak dalam masa pertumbuhannya. Terlebih lagi di Tingkat Pendidikan sekolah dasar pelajaran Pendidikan kewarganegaraan merupakan pelajaran yang penting dan harus ada. Faktor pendukung penunjang kesuksesan belajar siwa ialah adanya lingkungan belajar yang baik. Semakin baik lingkungan belajar yang dimiliki serta dirasakan siswa, semakin bertambah banyak prestasi belajar yang siswa dapatkan. Lingkungan belajar siswa bukan hanya sekedar di dalam area sekolah saja tetapi juga lingkungan rumah serta Masyarakat juga ikut andil penting dalam mensukseskan prestasi belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dilakukan di sekolah SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah angket. Dengan subyek penelitian adalah siswa kelas VB yang di ambil secara acak sebanyak 21 siswa/i. Uji coba instrument menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Uji prasyarat mengunakan uji normalitas, linieritas, dan heteroskodastisitas. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil dari penelitian diatas menunjukkan bahwa Lingkungan Belajar terhadap Prestasi Belajar mempunyai pengaruh sebesar 17% yang telah dibuktikan dengan (R2= 0,413 dan p = 0,353 > 0,005), sedangkan sisanya 83% adalah faktor lain yang mempengaruhi Lingkungan Belajar. Dengan demikian Ho,”diterima “ yakni tidak ada pengaruh signifikansi antara Lingkungan Belajar terhadap Prestasi Belajar siswa kelas VB SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangkaraya di terima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa lingkungan belajar tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar, artinya kedua variabel X dan Y tidak berhubungan dan belum berpengaruh secara signifikan.
Susi Arianti, 2024: FilosofiSiroDalamUpacaraNgelutupUmat Hindu Kaharingan Di DesaKalasinKecamatanUutMurungKlabupatenMurung Raya, Pembimbing I Prof. Drs. I Ketut Subagiasta, M.Si.,D.Phil Dan Pembimbing II Kunti Ayu Vedanti, S.Fil.H.,M.Ag Masyarakat Hindu Kaharingan di DesaKalasinKecamatanUutMurungKabupatenMurung Rayadalamkesehariannyatidakterlepasdariupacarakeagamaan. DalampembahasaninipenelitimelakukanpenelitiantentangSirodalamupacaraNgelutupyang merupakanupakarayang tidakdapatdihilangkandarikegiatankeagamaanumat Hindu Kaharingan di DesaKalasin. Siro berfungsisebagai mediamemohonkeselamatanumurpanjangkepadaTuhan/RanyingHatallamelaluiMangkuAmatSangendanNyaiJajaNyangiangberupabajakahbernamaTongang.Siro/Tongan adalahkepercayaanmasyarakatDesaKalasinsebagaiupakarakeagamaan, yang mendasarihaltersebutSiroterbuatdariuratMangkuAmatSangendanNyaiJajaNyangiangyang sudahmenyatupada tanah, sehinggamasyarakatDesaKalasinpercayabahwasudahmenjadibagiandarikehidupanmanusia.Penelitianinibertujuanuntukmengetahuimakna dan fungsiSirodalamupacara, berdasarkanfenomenadiatasdapatmenjadipembelajaran dan pengetahuanbagikaummudadalammelestarikantradisisecaraturuntemurundidaerahmasing-masingsehinggatidakdihilangkan. Penelitianinimenggunakanteorireligi, teorifungsionalismestruktural dan teoriinteraksionalismesimbolik. Penelitianinimenggunakanmetodekualitatif. Penelitianinidilaksanakan di DesaKalasinKecamatanUutMurungKabupatenMurung Raya. Sumberdatanyayaitu primer dan sekunder, sedangkanteknikpengumpulandatanyameliputiobservasi, wawancara, dokumen dan studipustaka. Adapunhasilpenelitianinimenunjukanbahwa 1) bentukfilosofiSiro dalamupacaraNgelutupumat Hindu Kaharingan di DesaKalasinKecamatanUutMurungKabupatenMurung Raya yaitu: bentukSirodalamupacaraterbuatdarikulitkayubajakahTongang. dalambentukfilosofiSiro dalamupacaraNgelutupdimanamenentukanhari, tempat, pemimpin, sarana dan doa, demikian juga denganfilosofibentukSirodalamupcaramasyarakatDesaKalasinpercayabahwaSiroinisebagaiupakara dan sudahadasejaknenekmoyang dan diwajibkandalamupacara. 2) fungsiSiro dalamupacaraNgelutupumat Hindu Kaharingan di DesaKalasinKecamatanUutMurungKabupatenMurung Raya yaitu: fungsireligiadalahkeyakinanumat Hindu Kaharingan pada Sirosebagaiupakara, fungsisosialadalahinteraksiantaramanusiadenganmanusia, dan fungsi Pendidikan, fungsiekonomi, fungsitradisi.3) nilaifilosofiSiro dalamupacaraNgelutupumat Hindu Kaharingan di DesaKalasinKecamatanUutMurungKabupatenMurung Raya yaitu:nilaifilsafatketuhananadalahkeyakinantentangTuhan/RanyingHatalla yang diyakiniumat Hindu Kaharingan, dan beberapanilaisepertinilaikejujuran, nilaipersembahan, nilaikeharmonisan, nilaikeseimbangan, nilaikepatuhan.
Menulis memudahkan siswa untuk berpikir kreatif dan aktif, dan juga mampu memberikan reaksi positif terhadap perkembangan lingkungan sekitar. Kemampauan siswa dalam menulis menjadi hal yang sangat penting yang perlu diperhatikan. Karena pada mata pelajaran bahasa indonesia masih ada beberapa siswa yang kesulitan dalam menulis karangan yang disebabkan kurangnya kemampuan dalam mengembangkan ide untuk mengarang. Maka hal ini berdasarkan teori belajar konstruktivistik belajar adalah proses pembentukan pengetahuan siswa itu sendiri, dengan metode mengajar menggunakan media gambar seri untuk meningkatkan kemapuan siswa dalam menulis karangan. Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat disimpulakan bahwa penggunaan media gambar seri dalam pembelajaran dapat meningkatkan proses pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V SDN 4 Palangka. Meningkatnya kemampuan menulis karangan sederhana dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia dapat dilihat dari hasil persentase tuntas belajar pada siklus I sebesar 40% dan siklus II sebesar 93,33% atau mengalami peningkatan yaitu 53,33%. Sehingga dapat dilihat adanya peningkatan yang terjadi pada kemampuan menulis karangan sederhana siswa kelas V SDN 4 Palangka dengan penggunaan media gambar seri dapat memotivasi dan membantu siswa untuk mengingat isi pelajaran khusunya bahasa indoensia yang terkandung dalam rangkaian gambar.
SINTANI HORIVITA LOKA 2024, Strategi Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Siswa Kelas III SDN 9 Palangka Di Palangka Raya Pembimbing (I) Dr.I Putu Widyanto, M.Pd.H Pembimbing (II) Niwayan Sukraini, S.Pd., M.Pd Penelitian ini dilatarbelakangi kesulitan dalam membaca siswa SDN 9 Palangka seperti kesulitan mengeja, terbata-bata, kesulitan dalam pemenggalan kata, salah dalam menyebutkan huruf, salah dalam menyebutkan kata, dan belum mengenal huruf-huruf abjad dengan baik. Berdasarkan hal tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas III SDN 9 Palangka di Palangka Raya? 2) Apakah faktor pendukung dan penghambat pada strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas III SDN 9 Palangka di Palangka Raya? Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif, subjek penelitian ini adalah 1 orang guru dan 2 orang siswa kelas III, teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan dokumentasi, Teknik analisis data dilakukan dengan empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukan, 1) Kesulitan membaca di kelas III di SDN 9 Palangka di Kota Palangka Raya diantaranya adalah kurangnya kosakata, kesulitan mengenali dan mengucapkan kata-kata, serta masalah dalam memahami isi bacaan. Kurangnya minat atau motivasi untuk membaca juga menjadi tantangan yang signifikan. Untuk mengatasi hal ini, guru menerapkan beberapa strategi seperti pendekatan fonik untuk membantu siswa mengenali suara huruf dan kata, menggunakan buku bacaan yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa, serta melakukan kegiatan membaca bersama di kelas untuk membangun kebiasaan membaca. Selain itu, guru juga bimbingan membaca secara individu diberikan bagi siswa yang memerlukan bantuan tambahan dengan memberikan pendampingan pada proses pembelajaran. Guru berusaha mencari solusi untuk meningkatkan kemampuan membaca. 2) Faktor pendukung dan penghambat dalam keberhasilan mengatasi kesulitan belajar membaca pada siswa kelas III sangat dipengaruhi oleh berbagai factor, yaitu dukungan dari metode pengajaran yang tepat, keterlibatan orang tua, sarana dan prasarana yang memadai, pelatihan guru, dan lingkungan belajar yang kondusif sangat membantu dalam mengatasi kesulitan ini. Namun, kurangnya motivasi siswa, keterbatasan waktu, kendala keluarga, dan masalah kesehatan atau psikologis menjadi tantangan yang harus diatasi dengan kerjasama antara guru, orang tua, dan pihak sekolah. Kata Kunci: Startegi, Guru, Kesulitan Membaca
SURIANTIE, 2024, PERAN GURU DAN ORANG TUA DALAM MENGATAS KESULITAN BELAJAR MEMBACA SISWA KELAS III SDN 1 KERENG BENGKIRAI DOSEN PEMBIMBING I SERLIS RUSANDI, S.Pd., M.Pd DAN DOSEN PEMBIMBING II MEGAWATI, S.Pi., M.Pd.H Guru dan orang tua memiliki peranan penting dalam proses pendidikan anak, baik itu dalam hal memberikan pelajaran maupun dalam hal mengatasi permasalahan terkait pembelajaran tersebut. Berdasarkan observasi di SDN 1 Kereng Bangkirai diketahui dari 35 siswa setidaknya terdapat 6 orang siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca, hal tersebut tentunya menjadi tanggung jawab guru dan orang tua untuk mengatasinya. Berdasarkan hal tersbut maka penelitian ini bertujuan untuk, 1) Menganalisis peran guru dan orang tua dalam mengatasi kesulitan belajar membaca siswa kelas III SDN 1 Kereng Bangkirai, 2) Mengindentifikasi strategi yang akan digunakan, untuk mengatasi kesulitan belajar membaca pada siswa kelas III SDN 1 Kereng Bangkirai, 3) mengindentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam mengatasi kesulitan belajar membaca pada siswa kelas III SDN 1 Kereng Bangkirai. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif, subjek penelitian ini adalah 1 orang guru yang mengajar kelas tiga, 1 orang kepala sekolah dan 3 orang tua siswa kelas tiga yang mengalami kesulitan belajar, teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan dokumentasi, Teknik analisis data dilakukan dengan empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, 1) Peran guru dalam mengatasi kesulitan membaca adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang tepat, melakukan koordinasi dengan orang tua, memberikan pendampingan dan mengawasi perkembangan anak. Sedangkan peran oang tua dalam mengatasi kesulitan membaca adalah melakukan pengawasan terhadap anak, dan menyediakan sarana dan prasarana belajar membaca. 2) Strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca adalah dengan, menerapkan pembelajaran aktif, memberikan pendampingan pada saat dikelas, memberikan tugas membaca tambahan, dan melakukan kerjasama dengan orang tua siswa untuk mengatasi kesulitan membaca siswa. Sedangkan peran orang tua dalam mengatasi kesulitan membaca adalah dengan melakukan pengawasan pada anak pada saat belajar, meminta anak untuk banyak membaca, mengurangi waktu bermain, dan memanggil guru privat untuk les membaca. 3) Faktor pendukung dalam mengatasi kesulitan membaca dari guru adalah adanya sarana dan prasaran pembelajaan yang memadai dan model pembelajaran aktif yang digunakan. Sedangkan faktor penghambat adalah waktu yang terbatas sehingga pengelolaan pembelajaran terkesan sedikit tergesa-gesa. Faktor pendukung dalam mengatasi kesulitan membaca dari orang tua adalah adanya koorduinsi dengan pihak sekolah, adanya keluarga yang dapat membantu, adanya guru les dan adanya buku-buku bacaan.Sedangkan faktor penghambat adalah keterbatas waktu dalam mendidik anak, biaya, dan keadaan anak yang masih sangat suka bermain. Kata Kunci: Peran, Guru,Orang Tua,Kesulitan,Membaca
Indonesia memiliki ciri khas mempunyai sikap toleransi yang tinggi. Salah satu suku yang memiliki sikap toleransi tinggi adalah Suku Dayak Ngaju. Baiknya pendidikan moderasi beragama yang diterapkan dalam kehidupan keluarga Dayak Ngaju, membuat minimnya konflik agama terjadi dalam keluarga. Keluarga Dayak Ngaju dari jaman nenek moyang terbiasa hidup bersama dengan banyak anggota keluarga dalam Huma Betang, yang membuat mereka terbiasa untuk menerima dan memahami perbedaan, seperti perbedaan agama,. Sehingga terciptanya kehidupan keagamaan yang rukun, harmonis, damai, serta menekankan pada keseimbangan, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun masyarakat. Penelitian dengan judul “Pendidikan Moderasi Beragama Dalam Keluarga Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya” memiliki rumusan masalah (1) Bagaimana penerapan pendidikan moderasi beragama dalam keluarga Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya? (2) Bagaimana peranan pendidikan moderasi beragama dalam keluarga Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya? (3) Bagaimana implikasi pendidikan moderasi beragama dalam keluarga Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan penelitian menggunakan aliran fenomenologi. Alasan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif adalah untuk memberikan gambaran pendidikan moderasi dalam keluarga Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data akan dianalisa dengan metode deskriptif kualitatif. Teori dalam penelitian ini adalah teori sosialisasi primer, teori fungsionalisme struktural, dan teori Pendidikan multikultural. Berdasarkan hasil analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa Pendidikan moderasi beragama yang diterapkan oleh keluarga Dayak Ngaju mengajarkan konteks ajaran agama yang moderat, menghindari sikap ekstremisme, intoleran, dan menumbuhkan empati, kegiatan diskusi informal dan dialog terbuka, menjalankan konsep keseimbangan, menanamkan nilai komitmen kebangsaan, menumbuhkan rasa toleransi, persaudaraan, kedamaian, menghargai keberagaman dan perbedaan, kesatuan keluarga, kerukunan keluarga, kedamaian keluarga, kesejahteraan keluarga, dan kebahagiaan keluarga.
Komunikasi Verbal Di Lingkungan Keluarga Dalam Mengantisipasi Konversi Agama di Desa Buntut Bali Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan
Filosofi Lilis Lamiang Dalam Upacara Bayar Hajat Agama Hindu Kaharingan Di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan
Debi Seliang. 2024. Dr. Pranata, S.P d., M.Si., Putu Cory Candra Yhani, S.Pd., M.Pd. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Penerapan Model Kooperatif Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Dalam Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN 8 Menteng Palangka Raya. Hasil belajar merupakan kompetensi atau kemampuan tertentu yang dicapai oleh siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar dan meliputi keterampilan kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Penomena yang terjadi pada siswa kelas V yang menunjukan hasil belajar yang rendah masih dibawah nilai KKM 70. Penelitian dilatar belakangi dalam masih banyak siswa yang kurang aktif saat proses pembelajaran yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti sumber buku. Di sisi lain penggunaan model, metode dan pendekatan yang monoton mempengaruhi keaktifan belajar siswa Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan model kooperatif pada pembelajaran bahasa indonesia dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada setiap siklus. Penelitian yang digunakan ini termasuk penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dilaksanakan siklus prasiklus. Subjek penelitian ini adalah siswa yang berjumlah 33 orang, dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan berupa (a) observasi, (b) tes, (c) penilaian aktivitas siswa,(a) penilaian aktivitas siswa. prosedur penelitian tindakan meliputi tahap: (b) perencanaan tindakan, (c) observasi, (pengamatan) terhadap tindakan, dan (d) refleksi terhadap tindakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas siswa pada pra siklus sebesar 60,1 ( dengan kategori cukup).hasil siklus I pada aktivitas siswa 84( dengan kategori baik) dengan nilai rata-rata 65,90,dan ketuntasan belajar siswa sebesar 63% %,siklus II pada aktivitas siswa 96( dengan kategori sangat baik) dengan nilai rata-rata 81,06 dan ketuntasan belajar siswa 84%.
I Made Lastre. 2024. Upaya Guru Kelas V dalam Mengatasi Kenakalan Siswa di SDN Mintin 2 Kecamatan kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau. Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Made Pustikayasa, S. T., M.Pd.H. Pembimbing 2 Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd., M.Pd.H. Kenakalan siswa merujuk pada perilaku yang dilakukan oleh anak-anak yang belum dewasa, baik secara sengaja maupun tidak, dengan kesadaran bahwa tindakan tersebut melanggar aturan dan dapat dikenai sanksi. Kenakalan seperti tidak mengerjakan PR, kurang disiplin, membuat gaduh, mengganggu teman, melontarkan kata-kata kasar, bolos, dan memukul teman. Kenakalan ini berdampak negatif pada fokus belajar siswa dan dapat menurunkan prestasi akademik serta meningkatkan risiko keterlibatan dalam tindakan kejahatan. Adapun tiga permasalah yang akan dibahas: 1). Apa saja penyebab kenakalan siswa kelas V SDN Mintin 2 Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau?, 2) Bagaimana upaya yang dilakukan oleh guru kelas dalam mengatasi kenakalan siswa kelas V di SDN Mintin 2 Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau?, dan 3) Bagaimana implikasi dari upaya yang telah dilakukan oleh guru kelas V dalam mengatasi kenakalan siswa di SDN Mintin 2 Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau?. Tujuan penelitian adalah untuk mengeksplorasi upaya guru dalam mengatasi kenakalan siswa kelas V di SDN Mintin 2, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, penelitian ini melibatkan wawancara dengan kepala sekolah, guru kelas V, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Observasi, Wawancara, Studi Dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kenakalan teridentifikasi seperti tidak mengerjakan PR, menyontek, dan mengganggu teman. Kenakalan siswa disebabkan oleh faktor internal seperti kondisi psikologis, motivasi rendah, dan kebutuhan perhatian, serta faktor eksternal seperti kurangnya perhatian orang tua dan kondisi keluarga yang kurang harmonis. 2) Sekolah telah menerapkan berbagai upaya, termasuk program konseling rutin, metode pengajaran interaktif, pelatihan guru, dan koordinasi dengan orang tua, serta kegiatan ekstrakurikuler. Guru juga berfokus pada pendekatan personal, menciptakan suasana kelas yang positif, dan menggunakan metode pembelajaran menarik. 3) Upaya ini terbukti efektif, dengan peningkatan motivasi belajar, kedisiplinan, dan interaksi sosial siswa, serta penurunan kenakalan.
Griyahananadi, 2024. Nilai Sakral Pementasan Dramatari Calonarang di Desa Adat Mundeh Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan dalam Persepektif Pendidikan Agama Hindu. Tesis Strata Dua (S-2) Prodi Megister Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pemebimbing I : Dr. Mujiyono, S.Ag., M.Ag. Pembimbing II : Dr. Ni Nyoman Rahmawati, S.Ag., M. Si. sepirit yang sakral. Namun, dewasa ini pementasan dramatari Calonarang hanya profanisme. Ada tiga permaslahan dalam penelitian ini, yaitu: (1) Bagaimana Pementasan Dramatari Calonarang di Desa Adat Mundeh; (2) Bagaimanan Nilai Sakral Pementasan Dramatari Calonarang dalam persepektif pendidikan agama Hindu; (3) Bagaimanan Implikasi Pementasan Dramatari Calonarang. Teori yang digunakan adalah teori Dramaturgi, Religi, dan Fenomenologi. Metode yang digunakan adalah kualitatif data dikumpulkan melalui obserpasi, wawancara, studi Pustaka, dandokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pementasan dramatari Calonarang di Desa Mundeh dilaksanakan 1 tahun sekali setelah 11 hari odalan di Pura Penyarikan. Pementasan mulai sandikala sampai tengah malam. Pementasan dramatari Calonarang di laksanakan di jaba pura penyarikan. Pementasan dilakukan sebagai media penyempurnaan pelaksanaan yajna yang berimplikasi terhadap keharmonisan umat dan masyarakat. tata cara pementasan terkait dengan Pemakaian Kostum, Gambelan, dan Pementasan. (2) Nilai sacral pementasan dramatari calonarang meliputi: Kesucian Penari (jurusunggi) Calonarang, Kesucian Tempat Pementasan, Adegan-Adegan Sakral,, Upacara Akhir Pementasan. (3) Implikasi pementasan tari calonarang di Desa Mundeh adalah Penyempurnaan Yadjna, Keharmonisan Bhuana Agung dan Bhuana Alit, Terpeliharanya teradisi dan Kebudayaan, Menarik wisatawan, Berkembangnya perekonomian masyarakat. (6) Meningkatkan pemahaman terhadap pementasan dramatari Calonarang
ABSTRAK Petikasari Sindiwati. 2024. “ Analisis penerapan gerakan literasi sekolah melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya. Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Dharma Acarya Pembimbing I Dr. Derson, S.Ag., M.Ag dan Pembimbing II Heri Kusuma Tarupay,M.Hum Skripsi ini mengkaji Analisis penerapan gerakan literasi sekolah melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan. Berdasarkan latar belakang tersebut, Skripsi mengkaji tentang (1) Bagaimana penerapan GLS melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya (2) apa kendala dalam penerapan GLS melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya. Teori yang digunakan dua teori : 1) Teori penerapan dan 2) teori strategi. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: (1) Analisis penerapan GLS melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya. telah sampai pada tahap pembiasaan, tahap pengembangan dan tahap pembelajaran. Dalam kegiatan GLS melalui pojok baca ada beberapa gerakan yang diterapkan, yang pertama gerakan orang tua membaca, yang kedua gerakan siswa membaca dan yang ketiga gerakan amplop literasi. (2) apa kendala dalam penerapan GLS melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya. Kendala yang dihadapi dalam penerapan GLS melalui pojok baca yaitu minimnya ketersedian srana dan prasarana seperti buku-buku bacaan yang menarik minat peserta didik untuk membacanya dan buku masih belum menyesuaikan jenjang usia anak buku-buku bacaanya masih beragam dan buku bacaan yang ada di pojok baca tidak diperbarui secara rutin. Serta kedala guru dalam tahap pembelajaran sedangkan kedala siswa yaitu kuarangnya minat baca dikarenakan mereka lebih suka bermain dan memegang handphone dibanding membaca. Kata Kunci: Analisis penerapan, gerakan literasi, pojok baca
Delia Puspita. 2024. Hubungan Antara Metode Diskusi dan Motivasi Belajar Mata Pelajaran Agama Hindu dengan Hasil Belajar Kelas X di SMK Karsa Mulya Palangka Raya. Skripsi. Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing : (I) Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H., (II) Dr. Suryanto, S.Pd., M.Pd. Metode Diskusi merupakan salah satu metode dari beberapa metode yang sering digunakan dalam pembelajaran, dimana bertujuan untuk membuat proses pembelajaran yang bervariasi dan menjadi lebih termotivasi sehingga terjadinya proses pembelajaran dua arah yaitu antara siswa dan guru. Penelitian ini membahas tentang hubungan antara metode diskusi dan motivasi belajar dengan hasil belajar mata pelajaran Agama Hindu kelas X di SMK Karsa Mulya Palangka Raya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuanti dengan penelitian survei asosiatif dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menggambarkan hasil hubungan antara metode diskusi dan motivasi belajar dengan hasil belajar. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa yang beragama Hindu kelas X di SMK Karsa Mulya Palangka Raya berjumlah 17 siswa. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan penyebaran angkat/kuesioner kepada siswa yang beragama Hindu kelas X di SMK Karsa Mulya Palangka Raya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen berskala likert yang terdiri dari 5 dimensi servqual. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini uji korelasi sederhana, uji korelasi ganda dan dan uji prasyarat analisis menggunakan bantuan SPSS versi 29. Hasil dari penelitian sebagai berikut : 1). Metode Diskusi tidak memiliki hubungan atau tidak berkorelasi secara signifikan dengan Hasil Belajar, 2). Motivasi Belajar memiliki hubungan/berkorelasi secara signifikan dengan Hasil Belajar, 3). Hasil analisis data didapatkan nilai F change 0,032 0,05 maka bisa ditarik kesimpulan bahwa variabel Metode Diskusi, dan Motivasi Belajar memiliki hubungan secara signifikan dengan Hasil Belajar secara simultan atau secara bersama-sama.
Penelitian ini dilatar belakangi kesulitan siswa dalam menulis karangan sederhana, dikarenakan kurangnya kemampuan siswa dalam mengembangkan ide untuk mengarang. Sehingga penggunaan media pembelajaran yang efektif dalam proses pembelajaran sangatlah penting. Tujuan penelitian ini (1) untuk mengetahui bagaimana meningkatkan kemampuan siswa menulis karangan melalui media gambar seri pada siswa kelas V SDN 4 Palangka. (2) untuk mengetahui bagaimanakah efektivitas penggunaan media gambar seri untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan pada siswa kelas V SDN 4 Palangka. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori belajar konstruktivistik. Jenis penelitian adalah Jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 4 Palangka yang berjumlah 15 orang. Teknik analisis data dari hasil observasi aktivitas siswa siklus I dan siklus II, analisis data dari hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya peningkatan pada kemampuan menulis karangan sederhana dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia melalui penggunaan media gambar seri, memotivasi dan membantu siswa untuk mengingat isi pelajaran khusunya Bahasa Indoensia yang terkandung dalam rangkaian gambar. Dapat dilihat dari hasil persentase tuntas belajar pada siklus I sebesar 40% dan siklus II sebesar 93,33% atau mengalami peningkatan yaitu 53,33%.
SURIANTIE, 2024, PERAN GURU DAN ORANG TUA DALAM MENGATAS KESULITAN BELAJAR MEMBACA SISWA KELAS III SDN 1 KERENG BENGKIRAI DOSEN PEMBIMBING I SERLIS RUSANDI, S.Pd., M.Pd DAN DOSEN PEMBIMBING II MEGAWATI, S.Pi., M.Pd.H Guru dan orang tua memiliki peranan penting dalam proses pendidikan anak, baik itu dalam hal memberikan pelajaran maupun dalam hal mengatasi permasalahan terkait pembelajaran tersebut. Berdasarkan observasi di SDN 1 Kereng Bangkirai diketahui dari 35 siswa setidaknya terdapat 6 orang siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca, hal tersebut tentunya menjadi tanggung jawab guru dan orang tua untuk mengatasinya. Berdasarkan hal tersbut maka penelitian ini bertujuan untuk, 1) Menganalisis peran guru dan orang tua dalam mengatasi kesulitan belajar membaca siswa kelas III SDN 1 Kereng Bangkirai, 2) Mengindentifikasi strategi yang akan digunakan, untuk mengatasi kesulitan belajar membaca pada siswa kelas III SDN 1 Kereng Bangkirai, 3) mengindentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam mengatasi kesulitan belajar membaca pada siswa kelas III SDN 1 Kereng Bangkirai. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif, subjek penelitian ini adalah 1 orang guru yang mengajar kelas tiga, 1 orang kepala sekolah dan 3 orang tua siswa kelas tiga yang mengalami kesulitan belajar, teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan dokumentasi, Teknik analisis data dilakukan dengan empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, 1) Peran guru dalam mengatasi kesulitan membaca adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang tepat, melakukan koordinasi dengan orang tua, memberikan pendampingan dan mengawasi perkembangan anak. Sedangkan peran oang tua dalam mengatasi kesulitan membaca adalah melakukan pengawasan terhadap anak, dan menyediakan sarana dan prasarana belajar membaca. 2) Strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca adalah dengan, menerapkan pembelajaran aktif, memberikan pendampingan pada saat dikelas, memberikan tugas membaca tambahan, dan melakukan kerjasama dengan orang tua siswa untuk mengatasi kesulitan membaca siswa. Sedangkan peran orang tua dalam mengatasi kesulitan membaca adalah dengan melakukan pengawasan pada anak pada saat belajar, meminta anak untuk banyak membaca, mengurangi waktu bermain, dan memanggil guru privat untuk les membaca. 3) Faktor pendukung dalam mengatasi kesulitan membaca dari guru adalah adanya sarana dan prasaran pembelajaan yang memadai dan model pembelajaran aktif yang digunakan. Sedangkan faktor penghambat adalah waktu yang terbatas sehingga pengelolaan pembelajaran terkesan sedikit tergesa-gesa. Faktor pendukung dalam mengatasi kesulitan membaca dari orang tua adalah adanya koorduinsi dengan pihak sekolah, adanya keluarga yang dapat membantu, adanya guru les dan adanya buku-buku bacaan.Sedangkan faktor penghambat adalah keterbatas waktu dalam mendidik anak, biaya, dan keadaan anak yang masih sangat suka bermain. Kata Kunci: Peran, Guru,Orang Tua,Kesulitan,Membaca
ABSTRAK Sundari, 2024. Eksistensi UKM Seni Lukis dan Kaligrafi pada Mahasiswa IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si, Pembimbing II : Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH.,M.Pd.H. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seni lukis dan kaligrafi menjadi wadah pengembangan bakat minat mahasiswa di bidang seni lukis dan kaligrafi. Tersedianya sarana dan prasarana menjadi penunjang bagi Mahasiswa untuk melatih kemampuan yang ada di dalam diri. Namun hal ini belum terealisasi dengan baik dikarenakan adanya kendala internal dan eksternal eksistensi UKM seni lukis dan kaligrafi yang dihadapi oleh Mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Eksistensi UKM seni lukis dan kaligrafi pada mahasiswa IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, 2) Kendala UKM seni lukis dan kaligrafi pada mahasiswa IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, 3) Upaya pelestarian UKM seni lukis dan kaligrafi pada mahasiswa IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu mengkaji, menggali dan memahami tentang eksistensi UKM seni lukis dan kaligrafi pada Mahasiswa di Kampus IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu teori eksistensi, teori kendala, dan teori behavioristik. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pendekaan kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dnegan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik Analisis Data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun informan dalam penelitian ini terdiri dari pembina, pelatih, ketua UKM, dan 2 orang anggota UKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Eksistensi UKM seni lukis dan kaligrafi terbagi menjadi empat yaitu eksistensi anggota, pembina dan pelatih yangmana dari anggota UKM mengalami kemunduran peminat dari tahun ke tahunnya, pelatih UKM di tahun 2022 dan 2023 memiliki pelatih yang berbeda, Pembina UKM dari 2021 sampai 2023 masih tetap sama. Kemudian eksistensi kegiatan UKM yang mana kegiatan ini masih belum berkembang, karena kegiatan UKM hanya berkaitan dengan kegiatan latihan saja. Selanjutnya eksistensi sarana dan prasarana yang mana kini mengalami kemajuan, yang dahulunya terbatas oleh sarana dan prasarana, kini sudah memiliki sarana prasarana untuk latihan. Kemudian eksistensi hasil karya yang mana ada nya hasil karya pada UKM seni lukis dan kaligrafi yakni di tahun 2023, dikarenakan tahun sebelumnya tidak memiliki sarana dan prasarana. 2) Kendala yang dihadapi UKM seni lukis dan kaligrafi terbagi menjadi dua yaitu kendala internal yang meliputi kurangnya motivasi, kurangnya kepercayaan diri dan tidak tersedianya ruang latihan. Sedangkan kendala eksternalnya terdiri dari terbatasnya toko penjualan alat kesenian, kurangnya pembinaan dari Lembaga Kampus dan kurangnya jaringan link untuk mengikuti perlombaan. 3)Upaya pelestarian UKM seni lukis dan kaligrafi terdiri dari dua upaya yakni upaya yang sudah dilaksanakan dan upaya yang akan di laksanakan. Kata Kunci : Eksistensi, UKM Seni Lukis dan Kaligrafi
Thesa Andika, 2024. Pengaruh Lingkungan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Siswa Kelas VB di SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya Pembimbing I Tri Aspiyana, M.Pd Pembimbing II Raisa Vienlentia, S.Psi., M.Psi., Psikolog Pendidikan kewarganegaraan merupakan pendidikan yang sangat perlu untuk para siswa agar dapat mencerminkan dan menanamkan akhlak yang baik di dalam jiwa anak dalam masa pertumbuhannya. Terlebih lagi di Tingkat Pendidikan sekolah dasar pelajaran Pendidikan kewarganegaraan merupakan pelajaran yang penting dan harus ada. Faktor pendukung penunjang kesuksesan belajar siwa ialah adanya lingkungan belajar yang baik. Semakin baik lingkungan belajar yang dimiliki serta dirasakan siswa, semakin bertambah banyak prestasi belajar yang siswa dapatkan. Permasalahan yang di bahas dalam penelitian ini yaitu : (1) Apakah ada pengaruh lingkungan belajar terhadap prestasi belajar pendidikan kewarganegaraan siswa kelas VB di SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. (2) Apakah faktor luar mempengaruhi prestasi belajar siswa kelas VB di SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Penulisan ini bertujuan (1) Untuk mengetahui lingkungan belajar yang baik, yang dapat diterapkan di Kelas VB SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. (2) Untuk mengetahui prestasi belajar yang diperoleh siswa kelas VB di SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. (3) Untuk mengetahui keterkaitan antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar siswa kelas VB di SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Penelitian ini dilakukan dilakukan di sekolah SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah angket. Dengan subyek penelitian adalah siswa kelas VB yang di ambil secara acak sebanyak 21 siswa/i. Uji coba instrument menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Uji prasyarat mengunakan uji normalitas, linieritas, dan heteroskodastisitas. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil dari penelitian diatas menunjukkan bahwa Lingkungan Belajar terhadap Prestasi Belajar mempunyai pengaruh sebesar 17% yang telah dibuktikan dengan (R2= 0,413 dan p = 0,353 > 0,005), sedangkan sisanya 83% adalah faktor lain yang mempengaruhi Lingkungan Belajar. Dengan demikian Ho,”diterima “ yakni tidak ada pengaruh signifikansi antara lingkungan belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas VB SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangkaraya di terima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa lingkungan belajar tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar, artinya kedua variabel X dan Y tidak berhubungan dan belum berpengaruh secara signifikan.