Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

S

1.409 karya publik ditemukan.

162025: 112025: 12026: 932025: 1832024: 1952023: 2442022: 2242021: 2942020: 572019: 12018: 312017: 802010: 1

Penerapan Model Project Based Learning Untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Pada Pembelajaran Seni Rupa di SMKN 4 Palangka Raya

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pendidikan seni rupa memiliki peranan penting dalam pengembangan kreativitas siswa, terutama di sekolah kejuruan yang menekankan pada penguasaan keterampilan praktis. Namun, berdasarkan observasi awal yang dilakukan di kelas X DKV 3 SMKN 4 Palangka Raya, ditemukan bahwa pembelajaran seni rupa masih bersifat konvensional dan berpusat pada teori, sehingga mengakibatkan rendahnya keterlibatan siswa dalam proses belajar dan berimbas pada kurangnya kreativitas dalam mengekspresikan ide. Kurangnya penggunaan model pembelajaran yang tepat menyebabkan kreativitas siswa pada pembelajaran seni rupa rendah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti menerapkan model pembelajaran Project Based Learning yang diyakini mampu meningkatkan kreativitas siswa karena menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran melalui kegiatan berbasis proyek. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus menggunakan model Yasmeen, modifikasi dari model spiral Kemmis dan Taggart. Tahapan yang dilakukan dalam setiap siklus meliputi diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X DKV 3 SMKN 4 Palangka Raya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan penilaian hasil proyek siswa untuk mengetahui tingkat kreativitas dan keterlibatan dalam pembelajaran seni rupa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning berhasil meningkatkan keterlibatan dan kreativitas siswa secara signifikan. Keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran meningkat, guru lebih terstruktur dan percaya diri dalam mengelola kelas, serta terjadi peningkatan nilai kreativitas siswa dari rata-rata 73 pada tahap pra-siklus menjadi 82 pada siklus I dan 86 pada siklus II. Selain itu, terjadi pergeseran kategori capaian belajar siswa, di mana pada siklus II tidak ada lagi siswa dalam kategori “Kurang Baik”, dan sebagian siswa telah mencapai kategori “Sangat Baik”. Temuan ini menunjukkan bahwa model Project Based Learning efektif dalam meningkatkan kreativitas siswa pada pembelajaran seni rupa di SMKN 4 Palangka Raya.

LEARNING BY DOING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGGAMBAR DALAM PEMBELAJARAN SENI RUPA PADA SISWA KELAS X TKR A SMK KARSA MULYA

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Skripsi ini mengkaji tentang metode learning by doing dalam meningkatkan keterampilan menggambar pada siswa kelas x tkr a SMK Karsa mulya. Di SMK Karsa Mulya, khususnya kelas X TKR A, ditemukan bahwa keterampilan menggambar siswa masih tergolong rendah, dilihat dari ketidaktepatan proporsi, perspektif, serta pewarnaan dan kontrol tangan yang belum stabil. Guru seni budaya telah menerapkan metode Learning by Doing untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode ini dikenal mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran melalui praktik langsung. Namun, hasilnya belum maksimal dan belum sepenuhnya mencapai standar pembelajaran yang ditetapkan Kemendikbudristek. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode Learning by Doing, kendala yang dihadapi, serta solusi yang dilakukan guru dalam meningkatkan keterampilan menggambar siswa kelas X TKR A di SMK Karsa Mulya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fokus penelitian terletak pada aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung, serta kendala-kendala yang dihadapi dalam menerapkan metode tersebut. Teori yang digunakan untuk membantu peneliti mengkaji fenomena ini adalah teori behavioristik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan metode Learning by Doing dalam pembelajaran seni rupa di kelas X TKR A SMK Karsa Mulya memberikan dampak positif terhadap peningkatan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman siswa. Meskipun demikian, dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa kendala, baik dari sisi guru maupun siswa. Kendala tersebut meliputi keterbatasan waktu untuk diskusi karya, perbedaan kemampuan antar siswa, gangguan konsentrasi, penggunaan istilah yang sulit dipahami dengan penjelasan yang terlalu cepat, serta kurangnya ketertarikan siswa terhadap topik pembelajaran tertentu. Oleh karena itu, meskipun metode ini tergolong efektif, perlu adanya penguatan pada tahap evaluasi dan refleksi akhir agar siswa mampu menilai hasil karyanya secara lebih kritis dan mendalam, serta mendorong peningkatan kualitas pembelajaran seni rupa secara berkelanjutan.

Peran Organisasi PC KMHDI Palangka Raya dalam meningkatkan kemampuan Public Speaking Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu di Fakultas Dharma Acarya.

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAKSI ALKI SAPUTRA, 2025. Peran Organisasi PC KMHDI Palangka Raya dalam meningkatkan kemampuan Public Speaking Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu di Fakultas Dharma Acarya. Fakultas Dharma Acarya, Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Putu Widyanto, M.Pd.H, Pembibmbing II Serlis Rusandi, S.Pd., M.Pd.H. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran organisasi PC KMHDI Palangka Raya dalam meningkatkan kemampuan public speaking mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu di Fakultas Dharma Acarya. Keterampilan public speaking sangat penting bagi mahasiswa untuk mendukung aktivitas akademik, seperti seminar proposal, dan laporan akhir. Oleh karena itu, peran organisasi kemahasiswaan dinilai strategis dalam memfasilitasi pengembangan keterampilan komunikasi mahasiswa. Fokus kajian ini diarahkan pada tiga tujuan utama, yaitu: (1) mendeskripsikan peran organisasi dalam peningkatan kemampuan public speaking, (2) mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses tersebut, serta (3) menggambarkan upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan yang ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan landasan teori peran, teori humanistik, dan teori manajemen strategis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan terdiri dari Ketua Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Ketua PC KMHDI Palangka Raya, Ketua Bidang Kaderisasi, pengurus organisasi, serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan pengumpulan, kondensasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Metode ini digunakan untuk memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai kontribusi organisasi terhadap peningkatan kompetensi komunikasi lisan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PC KMHDI Palangka Raya memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan public speaking mahasiswa melalui kegiatan seperti Diklat Manajemen Organisasi (DMO). Program ini melatih mahasiswa berbicara di depan umum dan menumbuhkan rasa percaya diri. Kendala utama yang dihadapi adalah kurangnya kepercayaan diri, serta keterbatasan sarana dan waktu pelatihan. Pelatihan yang ada belum dilaksanakan secara rutin dan terstruktur. Untuk mengatasi hal tersebut, organisasi memberikan pendampingan oleh kader senior, motivasi berkelanjutan, serta latihan public speaking dalam kegiatan organisasi. Ke depan, PC KMHDI Palangka Raya merencanakan pelatihan terstruktur oleh pelatih profesional. Dengan demikian, organisasi ini berperan strategis dalam mendukung pengembangan kapasitas komunikasi mahasiswa sebagai calon pemimpin umat Hindu.

Interaksi Teman Sebaya Sebagai Motivasi Belajar Siswa Hindu Di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Minat dan semangat siswa pada proses belajar disebut juga sebagai motivas belajar, motivasi belajar pada siswa tidak timbul begitu saja, melainkan perlu adanya rangsangan baik secara internal maupun eksternal. Rangsangan motivasi secara internal disebabkan oleh keinginan untuk mencapai prestasi belajar, sedangkan rangsangan secara eksternal, disebabkan oleh orang tua, keluarga, lingkungan sosial, lingkungan sekolah, guru, dan teman sebayanya melalui interaksi yang terjalin setiap saat, baik dalam kelas, maupun diluar kelas. Penelitian yang dilakukan berfokus pada interaksi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa, khususnya siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Penelitian yang dilakukan memiliki tujuan yaitu; (1) Untuk mendeskripsikan interkasi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. (2) Untuk mendeskripsikan dan mengkaji kendala dan solusi interakasi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Untuk mencapai tujuan diatas, peneliti mengunakan jenis metode penelitian kualitatif yang berlangsung di sekolah Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Adapun teori yang digunakan yaitu, teori behaviorisme dan teori interaksi simbolik. Penentuan informan dengan mengunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari, guru agaa Hindu, orang tua siswa, dan siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian yagn dilakukan yaitu; (1) observasi, (2) wawancara, dan (3) dokumentasi. Selanjtunya, data dianalisis melalui tiga tahap yaitu; kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut; 1) Bagaimana interaksi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya, (2) Bagaimana kendala dan solusi interaksi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya.

Pengaruh Pengelolaan Kelas Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas V C Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di SDN Percobaan Palangka Raya

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kusni Susanti, 2025. Pengaruh Pengelolaan Kelas Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas V C Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di SDN Percobaan Palangka Raya Skripsi: Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN TP) Palangka Raya. Pembimbing I Tri Aspiyana M.Pd., Pembimbing II Santang S.Pd., M. Hum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengelolaan kelas terhadap minat belajar siswa kelas V C dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia di SDN Percobaan Palangka Raya. Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah rendahnya minat belajar siswa, yang ditunjukkan melalui kurangnya perhatian selama proses pembelajaran berlangsung, dominasi metode pembelajaran ceramah yang bersifat monoton, serta minimnya upaya guru dalam memberikan motivasi kepada peserta didik. Dalam konteks tersebut, pengelolaan kelas yang baik diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif, interaktif, dan menyenangkan, sehingga mampu mendorong peningkatan minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei sebagai teknik utama. Sampel penelitian terdiri dari 30 siswa kelas V C yang dipilih secara keseluruhan (total sampling). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket, observasi langsung di kelas, serta dokumentasi pendukung. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Spearman untuk mengetahui hubungan antara variabel pengelolaan kelas dan minat belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pengelolaan kelas dan minat belajar siswa. Artinya, semakin baik kualitas pengelolaan kelas oleh guru, maka semakin tinggi pula minat siswa dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia. Temuan ini menegaskan bahwa strategi pengelolaan kelas yang efektif merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan motivasi dan antusiasme siswa terhadap proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru diharapkan dapat merancang dan menerapkan manajemen kelas yang inovatif dan adaptif agar suasana belajar menjadi lebih menarik dan optimal. Kata Kunci: Pengelolaan Kelas, Minat Belajar, Bahasa Indonesia, Siswa Sekolah Dasar

Eefektivitas Penanganan Kesulitan membaca Pada siswa Di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Anastasya, Siska, 2025, Efektivitas Penanganan Kesulitan Membaca Pada Siswa di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dosen Pembimbing I: Dr. Suryanto, S.P.d.,M.Pd Dan Dosen Pembimbing II: Santang, S,Pd.,M.Hum Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang efektivitas penanganan kesulitan membaca pada siswa di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya. Kesulitan membaca merupakan salah satu permasalahan fundamental dalam pendidikan dasar yang dapat berdampak signifikan terhadap prestasi belajar siswa secara keseluruhan. Mengingat pentingnya kemampuan membaca sebagai landasan pembelajaran, identifikasi dan penanganan yang efektif menjadi krusial. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dan teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya disajikan dalam laporan penelitian berupa skripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan kesulitan membaca di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya telah dilakukan melalui beberapa strategi, meliputi (1). bimbingan individual, penggunaan metode membaca yang bervariasi, serta dukungan dari guru dan orang tua. Meskipun demikian, efektivitas penanganan ini bervariasi antar siswa, tergantung pada tingkat kesulitan, konsistensi intervensi, dan faktor pendukung lainnya. (2) faktor penyebab kesulitan membaca pada siswa kurangnya keinginan untuk belajar, minimnya motivasi dan inisiatif untuk berlatih membaca di luar jam pelajaran, perhatian serta bimbingan orang tua dalam membimbing anak-anak mereka belajar membaca di luar jam sekolah masih sangat terbatas. Hal ini mengakibatkan siswa tidak mendapatkan penguatan yang cukup di lingkungan rumah untuk mengembangkan kemampuan membaca mereka. (3) Upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi kesulitan membaca dengan menyesuaikan materi bacaan dengan tingkat kemampuan siswa. memilih buku yang sesuai dengan level membaca siswa, siswa didorong untuk membaca buku bersama-sama, menciptakan lingkungan belajar yang suportif. untuk membangun kepercayaan diri dan kelancaran siswa, siswa diminta membaca buku dengan suara keras menggunakan mikrofon di depan kelas secara bergantian.

PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPAS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VB DI SDN-1 KERENG BANGKIRAI

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Ulandari Novi Wulandari. 2025. Penerapan Proplem Based Learning Dalam pembelajaran IPAS terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V di SDN-1 Kereng Bingkirai Skripsi Srata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Institut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M. A dan pembimbing II Ibu Putu Cory Candra Yhani S. Pd., M. Pd Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami peran guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPAS di SDN-1 Kereng Bangkirai. Teori yang digunakan dalam analisis adalah teori Behavioristik. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, berlokasi SDN-1 Kereng Bangkirai., dan menggunakan sumber data primer dan sekunder. Subjek penelitian adalah Guru Kelas V, siswa kelas V, dan Kepala Sekolah SDN-1 Kereng Bangkirai.. Jenis metode yang digunakan deskriptif kualitatif dengan model (observasi, wawancara, dokumentasi). Metode adalah membahas suatu proses atau objek, tujuannya adalah untuk merasakan dan memahami pengatahuan suatu fenomena tertentu berdasarkan pengatahuan dan gagasan yang telah diketahui sebelumnya, sehingga diperoleh informasi yang diperlukan untuk penelitian. Pendekatan ini jelas memudahkan analisis, memperjelas pemahaman subjek, dan memberikan nilai objektivitas sekaligus membatasi bidang kajian oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif untuk melakukan Penelitian. H Hasil penelitian menujukan (1) peran guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa yaitu berperan sebagai motivator, fasilitator, administrator dan evaluator. (2) Hambatan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis meliputi karakter siswa, kurangnya keaktifan belajar, sopan santun, dan konsentrasi belajar, serta faktor internal seperti kesehatan, minat belajar, dan kemampuan siswa, serta faktor eksternal seperti keluarga, masyarakat, dan lingkungan. (3) Upaya guru kelas V dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa termasuk memberikan tes kemampuan berpikir kritis dan memberikan reward/hadiah.

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN HERBARIUM SISWA KELAS IV SDN 1 MENTENG PALANGKA RAYA

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini mengkaji tentang implementasi model pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan pengetahuan herbarium siswa kelas IV SDN 1 Menteng Palangka Raya. Berdasarkan situasi saat ini, menunjukkan bahwa guru masih menggunakan pendekatan pembelajaran konvensional yang cenderung memusatkan siswa pada diri mereka sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan penerapan model pembelajaran berbasis proyek terhadap pengetahuan herbarium siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen dengan desain true eksperimental tipe pretest-posttest control group desain. Dua kelas terlibat dalam kelas ini yaitu, kelas IV A berfungsi sebagai kelas kontrol dan kelas IV B berfungsi sebagai kelas eksperimen yang mana pemilihan teknik pengambilan sampel Probability Sampling dengan jenis simple random sampling. Pengumpulan data dikumpulkan melalui tes berbentuk pilihan ganda yang dilakukan sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran berbasis proyek, yang mana tujuannya adalah untuk mengukur peningkatan pengetahuan herbarium siswa. Penelitian ini dianalisis menggunakan uji normalitas, uji hipotesis (uji mann-whitney u test), dan uji n-gain (gain score). Hasil uji Mann-Whitney U Test menunjukkan nilai signifikansi Asymp. Sig. (2-tailed) yaitu 0,000 taraf signifikansi 0,05 (0,000 0,05) yang artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan signifikan dalam pengetahuan herbarium siswa. Sedangkan nilai uji N-Gain yaitu, nilai rerata (mean) pada kelas kontrol adalah 0,41 yang menujukkan bahwa nilai N-Gain dalam rentang berada antara 0,30 hingga kurang dari 0,70. Maka termasuk dalam kategori sedang. Kemudian nilai rerata (mean) pada kelas eksperimen adalah 0,75 menunjukkan bahwa nilai N-Gain dalam rentang lebih besar atau sama dengan 0,70 yang termasuk kategori tinggi. Jadi dapat dapat disimpulkan dari hasil analisis di atas pada N-Gain Score bahwa model pembelajaran berbasis proyek (pembuatan herbarium) termasuk dalam interpretasi tinggi.

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Cooperatif Type Jigsaw Pada Mata Pelajaran IPAS Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Negeri 4 Palangka

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Novita Sahfitri. 2025. Serlis Rusandi, M.Pd., Putu Cory Candra Yhani, S.Pd, M.Pd. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Cooperatif Type Jigsaw Pada Mata Pelajaran IPAS Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Negeri 4 Palangka. Skripsi ini mengkaji tentang Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Cooperatif Type Jigsaw Pada Mata Pelajaran IPAS Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Negeri 4 Palangka. Hal tersebut didasari fenomena rendahnya hasil belajar IPAS siswa, yang diduga disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran yang kurang tepat. Berdasarkan latar belakang tersebut, masalah yang dikaji yakni: 1) Bagaimana pengaruh penerapan model pembelajaran cooperatif type jigsaw terhadap hasil belajar siswa?, 2) Apakah ada perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran cooperatif type jigsaw?. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan dapat memberikan gambaran mengenai pengaruh dari model pembelajaran cooperatif type jigsaw dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Teori yang digunakan untuk mengkaji rumusan masalah adalah Teori Konstruktivisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode eksperimen. Bentuk desain yang digunakan adalah Quasi Experiment Design dengan jenis One-Group Pretest-Postest Quasi-Experimental Design. Untuk pengambilan sampel dari seluruh siswa kelas IVB berjumlah 15 orang. Pengumpulan data menggunakan tes tertulis (essay) dan observasi keaktifan siswa, yang dilakkukan sebelum dan sedudah penerapan model pembelajaran cooperatif type jigsaw untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Data dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran cooperatif type jigsaw di kelas IVB SD Negeri 4 Palangka bekerja efektif terhadap hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari analisis data dengan uji N-Gain dan uji T-Test. Hasil uji N-Gain Score yaitu nilai rata-rata (mean) sebesar 0,6218, yang berarti menunjukkan bahwa efektivitas penerapan model pembelajaran cooperatif type jigsaw termasuk dalam kategori sedang. Kemudian, pada N-Gain Presentase sebesar 62.18%, yang menunjukkan bahwa hasilnya cukup efektif. Selain itu, pada hasil uji Paired Samples T-Test menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest setelah penerapan model cooperatif type jigsaw dengan Sig. (2 -tailed) sebesar 0,000, yang berarti terdapat pengaruh dari penerapan model pembelajaran cooperatif type jigsaw pada mata pelajaran IPAS terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 4 Palangka.

Judul Skripsi : Penanaman Nilai Pendidikan Hindu Dalam Persembahyangan Basarah Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

SALMI, 2025. Penanaman Nilai Pendidikan Hindu dalam Persembahyangan Basarah pada umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si Pembimbing II Yoppie, M. Pd. H Penanaman Nilai pendidikan dalam persembahyangan Basarah merupakan penanaman yang sangat penting. Penanaman nilai dalarn persembahyangan Basarah tersebut yaitu sebagai berikut: Ketua Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan adalah pemimpin bagi umat Hindu Kaharingan yang berada di Desa tersebut, yang mana sudah diberikan tugas dan tanggung jawab untuk memimpin umat. Selain majelis kelompok melakukan penanaman terhadap pelaksanaan Basarah misalkan Basarah di tempat balai dan di tempat orang meninggal (Basarah Ampung). Sehingga dengan adanya permasalahan diatas penulis tertarik untuk mengkaji: 1. Apa saja nilai-nilai pendidikan Hindu dalam upacara Persembayangan Basarah di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. 2. Apa saja kendala penanaman nilai pendidikan Hindu dalam Upacara Persembayangan Basarah di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.Tujuan umum mengacu pada judul. 2. Tujuan Khusus yaitu untuk mengetahui Untuk mengetahui apa saja nilai Pendidikan Hindu dalam upacara Persembahyangan Basarah pada umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. 2. Untuk mengetahui kendala penanaman nilai-nilai pendidikan Hindu dalam Upacara Persembayangan Basarah di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. Teori yang digunakan untuk memecah rumusan masalah menggunakan tiga teori yaitu teori bentu, teori pelestarian budaya, dan teori nilai. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan penentuan informan yaitu Teknik purposive sampling. Sementara itu, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi, selanjutnya Teknik analisis data yang digunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Berdasakan Hasil penelitian: 1. Apa saja nilai-nilai pendidikan Hindu dalam upacara Persembayangan Basarah di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. 2. Apa saja kendala penanaman nilai pendidikan Hindu dalam Upacara Persembayangan Basarah di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. Kata kunci : Penanaman Nilai, pendidikan agama Hindu dan Pelaksanaan Basarah.

PERSEPSI SISWA HINDU TERHADAP MAHASISWA IAHN-TP PALANGKA RAYA DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM PRAKTIKUM SEKOLAH DI SMP NEGERI 1 PALANGKA RAYA

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Program Praktikum Sekolah (PPS) merupakan rangkaian tugas akhir sekaligus bagian dari mata kuliah yang wajib dijalani oleh setiap mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Hindu di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya untuk menyelesaikan studinya. Sehubungan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa Hindu terhadap mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya dalam melaksanakan Program Praktikum Sekolah di SMP Negeri 1 Palangka Raya. Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana pandangan siswa Hindu terhadap pelaksanaan PPS oleh mahasiswa IAHN-TP di SMP Negeri 1 Palangka Raya. Dalam penelitian ini, populasi yang ditetapkan meliputi Siswa agama Hindu yang berjumlah 13 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi angket dan dokumentasi, kemudian data tersebut dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, Pelaksanaan Program Praktikum Sekolah oleh mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya secara umum mendapatkan penilaian yang sangat baik dari para siswa Hindu. Hal ini dapat dilihat dari hasil angket yang diisi oleh siswa, dengan aspek kompetensi pedagogik, kepribadian, dan sosial termasuk dalam kategori sangat baik. Oleh karena itu, mahasiswa PPS IAHN-TP Palangka Raya yang mengampu mata pelajaran agama Hindu di SMP Negeri 1 Palangka Raya perlu lebih memperkuat persiapan dalam mengajar agar pelaksanaan PPS dapat berlangsung secara lebih efektif dan efisien.

Transformasi Adi Widya Pasraman Menjadi Adi Widyalaya dan Implikasinya terhadap Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini mengkaji transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya serta implikasinya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Transformasi ini didorong oleh terbitnya Peraturan Menteri Agama Nomor 2 tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Widyalaya. Terbitnya Peraturan Menteri Agama ini bertujuan untuk mengubah status pasraman formal menjadi satuan pendidikan Widyalaya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis dan mendeskripsikan proses transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya, (2) mendeskripsikan implikasi transformasi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memahami, menganalisis, dan mendeskripsikan transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya serta implikasinya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Lokasi penelitian dilakukan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Informan dalam penelitian ini terdiri dari koordinator pendidikan, kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dibantu dengan menggunakan pedoman observasi, dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif menurut Miles & Huberman (2014). Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa proses transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya harus melengkapi persyaratan, mulai dari persyaratan administratif, teknis, dan kelayakan pendirian. Dengan melengkapi persyaratan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah melakukan verifikasi terhadap berkas tersebut dan selanjutnya diserahkan kepada Direktur Jenderal Bimas Hindu RI. Implikasi transformasi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya memberikan dampak yang positif terhadap delapan standar nasional pendidikan.

EKSPLORASI PEMAHAMAN UMAT HINDU KAHARINGAN TERHADAP PERSEMBAHYANGAN BASARAH DI DESA DANAU SADAR KECAMATAN DUSUN SELATAN KABUPATEN BARITO SELATAN

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Selvi Pebriyanti. 2025. Eksplorasi Pemahaman Umat Hindu Kaharingan Terhadap Persembahyangan Basarah Di Desa Danau Sadar Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag., M.Si Pembimbing II Hendri, S.Ag., M.Si Persembahyangan Basarah adalah cara kita mendekatkan diri dengan Tuhan serta menguatkan Sradha dan Bhakti terhadap Ranying Hatalla (Tuhan). Sehingga dalam upaya untuk menumbuhkan Sradha dan Bhakti umat Hindu Kaharingan itu sendiri, hal ini diperlukan pemahaman yang benar terhadap persembahyangan Basarah sehingga dapat memahami secara baik dan sesuai dengan ajaran yang ada, maka dapat diuraikan rumusan masalah yang ada dalam penulisan ini yaitu: 1. Bagaimana eksplorasi pemahaman umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah di desa danau sadar kecamatan dusun selatan kabupaten barito selatan ? 2. Apa kendala yang dihadapi umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah di Desa Danau Sadar Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan ?. Penelitian ini bertujuan: 1. Untuk mendeskripsikan eksplorasi pemahaman umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah di Desa Danau Sadar Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. 2. Untuk mendeskripsikan kendala yang dihadapi umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah di Desa Danau Sadar Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Religius. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) bagaimana eksplorasi pemahaman umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah di Desa Danau Sadar Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan adalah pemahaman umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah masih sedikit rendah. (2) Apa kendala yang dihadapi umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah di Desa Danau Sadar Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan adalah: a. Tidak pernah ada pembinaan terkait persembahyangan Basarah, b. Transportasi dan c. Kurangnya kesadaran diri. Kata Kunci: Eksplorasi Pemahaman, Umat Hindu Kaharingan, dan Persembahyangan Basarah.

Peran guru dalam membentuk karakter siswa melalui pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam membentuk karakter siswa melalui pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 1 Pasak Talawang, Kabupaten Kapuas. Fokus utama penelitian ini adalah strategi yang digunakan guru dalam pembelajaran serta nilai-nilai karakter yang berhasil ditanamkan kepada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu, dan siswa beragama Hindu kelas X dan XI.Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran sentral sebagai pendidik, pengajar, dan pembimbing dalam proses pembentukan karakter siswa. Strategi yang digunakan antara lain pendekatan humanistik, penggunaan metode pembelajaran yang variatif dan kontekstual, serta keteladanan dalam sikap dan perilaku. Nilai-nilai karakter yang berhasil ditanamkan melalui pembelajaran Pendidikan Agama Hindu meliputi kejujuran, tanggung jawab, empati, disiplin, dan kerja sama. Selain itu, pembelajaran juga didukung oleh lingkungan sekolah yang toleran dan program supervisi yang mendukung peningkatan profesionalisme guru.Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Hindu memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk karakter siswa, terutama ketika didukung oleh strategi pembelajaran yang tepat dan peran aktif guru sebagai teladan. Oleh karena itu, penting bagi sekolah untuk terus mendorong inovasi dalam pembelajaran agama sebagai bagian dari upaya membangun karakter peserta didik secara menyeluruh

peran guru dalam memberikan motivasi belajar ajaran catur guru pada siswa Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dalam memberikan motivasi belajar ajaran Catur Guru kepada siswa Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya. Ajaran Catur Guru, yang terdiri atas Guru Swadyaya (Tuhan), Guru Rupaka (orang tua), Guru Pengajian (guru di sekolah), dan Guru Wisesa (pemerintah), merupakan pilar penting dalam pendidikan agama Hindu yang bertujuan membentuk karakter, etika, dan spiritualitas peserta didik. Motivasi belajar menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran, khususnya dalam penanaman nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap guru serta siswa Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan aktif sebagai motivator, pembimbing, dan pengawas dalam proses pembelajaran. Guru berupaya membangun semangat belajar siswa dengan menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi, memberikan penghargaan, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, serta men jalin kolaborasi dengan sesama guru. Kendala yang dihadapi antara lain perbedaan karakteristik siswa, rendahnya motivasi internal, kurangnya konsentrasi belajar, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Upaya untuk mengatasi kendala tersebut dilakukan dengan pendekatan yang bersifat humanistik, yang menekankan pada pemahaman individu secara menyeluruh, baik dari aspek emosional, moral, maupun intelektual.Penelitian ini memperkuat relevansi teori belajar humanistik dalam konteks pendidikan agama Hindu di tingkat sekolah dasar. Guru tidak hanya menjadi penyampai materi, tetapi juga berperan sebagai agen pembentuk nilai-nilai dan karakter siswa. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan keilmuan dalam bidang pendidikan agama Hindu, sedangkan secara praktis dapat dijadikan acuan dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif, kontekstual, dan inspiratif. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi guru, sekolah, dan pengambil kebijakan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran agama Hindu berbasis nilai-nilai Catur Guru.

EFEKTIVITAS METODE CERAMAH DALAM PEMBELAJARAN SENI MUSIK PADA SISWA KELAS XI SMAN 1 KASONGAN

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penggunaan metodel ceramah yangl dilakukan olehl guru seni budaya pada pembelajaranl seni musik kelas XI di SMA Negeri 1 Kasongan terdapat kendala dalam menerapkan metode ceramah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan: 1) Efektivitas Metode Ceramah Dalam Pembelajaran Seni Musik Pada Siswa Kelas XI SMA 1 Kasongan, 2) Kendala Metode Ceramah Dalam Pembelajaran Seni Musik Pada Siswa Kelas XI SMA 1 Kasongan. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah Teori Kontruktivisme dan Teori Kendala. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Kasongan. Sumber data penelitian yaitu sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran seni musik dengan metode ceramah didukung oleh pengelolaan yang terstruktur, penggunaan media pembelajaran yang menarik seperti video dan papan tulis interaktif, serta keterampilan mengajar guru yang baik. Kendala yang dihadapi meliputi kurang fokus siswa akibat kelelahan, suasana kelas yang tidak kondusif, dan penyampaian materi yang kurang variatif. Upaya mengatasi kendala dilakukan dengan memperkaya media pembelajaran, mengaktifkan partisipasi siswa, serta meningkatkan interaksi dan suasana kelas yang menyenangkan. Berdasarkan analisis, dapat disimpulkan bahwa metode ceramah efektif jika didukung media yang menarik dan pengelolaan yang baik, serta perlu adanya inovasi untuk mengatasi hambatan yang muncul selama proses pembelajaran. Penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran seni musik yang lebih variatif dan efektif di masa mendatang.

PERAN GURU SENI BUDAYA DALAM MENGEMBANGKAN POTENSI SISWA MELALUI FESTIVAL LOMBA SENI SISWA NASIONAL (FLS2N) BIDANG SENI TARI DI SMP NEGERI 1 SERUYAN TENGAH

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Susi, 2025. The Role of Cultural Arts Teachers in Developing Students' Potential through the National Student Art Festival and Competition (FLS2N) in the Field of Dance at SMP Negeri 1 Seruyan Tengah. Undergraduate Thesis, Study Program of Arts and Religious Education, Faculty of Dharma Acarya, State Hindu Institute Tampung Penyang Palangka Raya. Advisor I Dr. Pranata, S.Pd., M.Si. Advisor II Roy Wentas, M.Pd.H. The National Student Art Festival and Competition (FLS2N) is an annual event held to foster students’ talents and potential in the arts. One of the categories participated in by SMP Negeri 1 Seruyan Tengah is traditional dance. In its implementation, the role of cultural arts teachers is essential—as motivators, facilitators, mentors, and coaches. This study aims to describe the role of cultural arts teachers in developing students' potential through the FLS2N dance category, identify the challenges faced, and explore the efforts made by teachers to overcome these challenges. This research employed a qualitative method with a case study approach, supported by the theories of role, constraint, and humanism. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The data were analyzed through the processes of data reduction, data display, and conclusion drawing. Informants in this study consisted of cultural arts teachers, dance coaches, and FLS2N student participants. The research findings show that cultural arts teachers at SMP Negeri 1 Seruyan Tengah play a significant role in developing students’ potential in terms of dance skills, discipline, and self-confidence. The main challenges include limited facilities and infrastructure, conflicting training and academic schedules, and low student interest influenced by gender stereotypes. To address these issues, teachers applied contextual learning strategies, differentiated instruction, demonstration and hands-on methods, established dance extracurricular activities, and collaborated with local artists.

Implementasi Pendidikan Karakter Pada Perguruan Seni Bela Diri Kuntau Melayu Tinggi Pancar Jalatien Desa Dadahup Kabupaten Kapuas

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Yeni Trisia. 2025. Implementation of Character Education at the Kuntau Melayu Tinggi Pancar Jalatien Martial Arts School in Dadahup Village, Kapuas Regency. Thesis, Arts and Religious Education Study Program, Dharma Acarya Faculty, Tampung Penyang State Hindu Institute, Palangka Raya.Supervisor I: Lamri, S.Pd., M.Pd.H. Supervisor II: Hendri, S.Ag., M.Si. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter di Perguruan Bela Diri Kuntau Melayu Tinggi Pancar Jalatien di Desa Dadahup, Kabupaten Kapuas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah behaviorisme dan konstruktivisme. Informan ditentukan secara purposive sampling, yang meliputi dosen, sekretaris, pelatih, dan warga sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter di perguruan ini dilakukan secara terpadu melalui pembiasaan, keteladanan, kegiatan sosial, dan penegakan aturan yang berlaku. Nilai-nilai yang ditekankan meliputi disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kerja keras, rasa hormat, kesabaran, dan pengendalian emosi. Pelatih tidak hanya menekankan aspek teknis bela diri tetapi juga nilai-nilai moral yang melekat dalam setiap gerakan. Evaluasi implementasi dilakukan secara informal melalui pengamatan langsung terhadap perubahan perilaku anggota. Tantangan yang dihadapi antara lain kurangnya kesadaran di antara beberapa anggota, yang dipengaruhi oleh usia muda dan lingkungan sosial mereka. Meskipun demikian, perguruan tetap konsisten dalam menanamkan nilai-nilai karakter melalui pendekatan edukatif dan personal.

minat belajar siswa SDN Telok terhadap pembelajaran seni musik berbasis kearifan lokal di desa Telok kecamatan Katingan Tengah kabupaten Katingan

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Vonni Krisna. 2025: Minat Belajar Siswa SDN Telok Terhadap Pembelajaran Seni Musik Berbasis Kearifan Lokal Di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan Pembimbing I Wentin, S.Ag., M.Pd.H dan Pembimbing II Roy Wentas,S. Pd., M. Pd Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan minat belajar siswa SDN Telok terhadap pembelajaran seni musik berbasis kearifan lokal di Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan. Fokus penelitian meliputi aspek ketertarikan, perasaan, perhatian guru, kendala belajar, serta upaya yang dilakukan oleh sekolah dan masyarakat dalam meningkatkan minat belajar seni musik. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi siswa kelas V, guru kelas, kepala sekolah, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa terhadap pembelajaran seni musik cukup positif, namun masih terbatas oleh beberapa kendala seperti minimnya sarana prasarana, ketiadaan guru khusus seni musik, serta kurangnya dukungan fasilitas praktik. Upaya yang dilakukan sekolah dan guru untuk meningkatkan minat siswa mencakup penggunaan media sederhana berbasis lingkungan, integrasi unsur lokal ke dalam materi ajar, serta pelibatan siswa dalam kegiatan bermusik di luar kelas. Pendekatan pembelajaran kontekstual, teori kognitif, serta teori strategi pembelajaran dan konstruktivisme digunakan untuk menganalisis proses pembelajaran dan pengalaman belajar siswa secara menyeluruh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan peran guru, penyediaan sarana praktik, dan pelibatan unsur lokal secara kreatif merupakan langkah penting dalam menumbuhkan minat belajar seni musik di sekolah dasar.

NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU PADA RITUAL MAPUI DALAM UPACARA KEMATIAN DI DESA RANGAN KAWIT KECAMATAN KATINGAN HULU KABUPATEN KATINGAN

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTAK Sinta Widia. 2025, Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu dalam pelaksanaan Ritual Mapui Dalam Upacara Kematian di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Drs. I Ketut Soter, Md.H Pembimbing II : Megawati,S.Pi., M.Pd.H Proses ritual Mapui dalam upacara kematian di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu merupakan pembakaran mayat bersamaan dengan Peti/Raung/Runi Ritual ini dilaksanakan secara turun menurun berdasarkan keturunan yang di wariskandari nenek moyang terlebih dahulu Ritual Mapui bertujuan untuk memebrsihkan Roh Kasar dari do’sa atau kesalahan yang tidak di sengaja selama hidupnya, minimnya pengetahuan dan pemahaman Umat Hindu Kaharingan Rangan Kawit terhadap nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalam Ritual Mapui merupakan permaalahan yang diangkat dalam penelitian ini sehingga peneliti tertarik untuk mengkaji: 1) Bagaimana Proses Pelaksanaan Ritual Mapui dalam Upacara Kematian di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan ? 2) Apa Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu dalam pelaksanaan Ritual Mapui Dalam Upacara Kematian di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan? Tujuan penelitian 1) Untuk Mengetahui Proses Pelaksanaan Ritual Mapui dalam Upacara Kematian di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. 2) Untuk Mengetahuai Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Pada Rituial Mapui Dalam Upacara Kematian Di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan Teori Religi, dan Teori Pendidikan Agama Hindu. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis data yang meggunakan deskriptif kualitatif dan sumber data bersifat kualitatif. Dengan menggunakan informan ditentukan melalui snowball sampling. Berdasarkan analisis dari penelitian yang dilakukan tentang ritual Mapui dapat disimpulkan bahwa (1) proses pelaksanan pada ritual Mapui dalam upacara kematian memiliki tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap inti dan tahap akhir. (1) nilai-nilai pendidikan yang terkandung pada ritual Mapui dalam upacara kematian adalah Nilai Pendidikan Tattwa, Nilai Pendidikan Sususila/Etika dan Nilai Pendidikan Upacara.