DIFUSI INOVASI PEMBELAJARAN TEMATIK
Buku ini merupakan hasil penelitian sebagai sebuah disertasi yang dimaksudkan untuk mendeskripsikan proses difusi inovasi pembelajaran tematik
Profil penulis
552 karya publik ditemukan.
Buku ini merupakan hasil penelitian sebagai sebuah disertasi yang dimaksudkan untuk mendeskripsikan proses difusi inovasi pembelajaran tematik
Pembelajaran terpadu merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan beberapa aspek baik dalam intra mata pelajaran maupun antar mata pelajaran. Dengan adanya pemaduan itu peserta didik akan memeroleh pengetahuan dan keterampilan secara utuh sehingga pembelajaran menjadi bermakna bagi peserta didik. Bermakna di sini memberikan arti bahwa pada pembelajaran terpadu, peserta didik akan dapat memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui pengalaman langsung dan nyata yang menghubungkan antar konsep dalam intra mata pelajaran maupun antar mata pelajaran. Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan pembelajaran yang memperhatikan dan menyesuaikan dengan tingkat perkembangan anak didik (Developmentally Appropriate Practical). Pendekatan yang berangkat dari teori pembelajaran yang menolak drill-system sebagai dasar pembentukan pengetahuan dan struktur intelektual anak. Pembelajaran terpadu menjadi roh pelaksanaan kurikulum 2013 yang dikembangkan saat ini dalam Pembelalajaran Tematik Terpadu, khususnya di Sekolah Dasar (SD) maupun Madrazah Ibtidaiyah (MI). Buku ini disusun untuk membantu praktisi pendidikan, khususnya guru dan calon guru dalam melaksanakan pembelajaran tematik.Untuk itu selain menyajikan teori, buku ini juga disertai dengan contoh aplikasinya
Setiap lembaga pendidikan MI/SD secara universal memiliki tujuan pendidikan yaitu mengoptimalkan tumbuh kembang jasmani maupun rohani peserta didik. Untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut maka diperlukan suatu perencanaan dalam setiap proses pembelajaran yang akan dilaksanakan. Kualitas perencanaan pembelajaran yang baik diharapkan mampu menghasilkan output sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya yang berkualitas merupakan aset bagsa yang sangat berharga dalam memajukan bangsa. Dengan demikian, peranan perencanaan pembelajaran penting untuk dipelajari dan diterapkan sebagi sarana mencapai visi, misi dan tujuan lembaga pendidikan, khususnya lembaga pendidikan MI/SD. Buku ini ditulis guna merespon pesatnya pertumbuhan lembaga-lembaga MI/SD di Indonesia. Disamping itu, buku ini dapat digunakan sebagai pedoman mahasiswa dan pengelola kelas pemula. Buku ini terdiri dari tiga belas bab yang diuraikan secara terperinci, dilengkapi dengan rangkuman dan latihan soal.
Upaya mewujudkan pembelajaran yang efektif sangat tergantung kepada bagaimana guru dapat mengembangkan strategi pembelajaran, serta dapat memilih strategi yang tepat dalam kegiatan pembelajaran. Strategi merupakan usaha untuk memperoleh kesuksesan dan keberhasilan dalam mencapai tujuan. Setidaknya ada ada 3 jenis strategi yang berkaitan dengan pembelajaran yang harus dikuasai oleh guru, yakni: a) strategi pengorganisasian pembelajaran, b) strategi penyampaian pembelajaran, c) strategi pengelolaan pembelajaran. Pembelajaran yang efektif apabila kegiatan mengajar dapat mencapai tujuan yaitu peserta didik belajar meraih target sesuai dengan kriteria target pada perencanaan awal. Pembelajaran dapat dikatakan efektif jika peserta didik dapat menyerap materi pelajaran dan mempraktekannya sehingga memperoleh kompetensi dan keterampilan terbaiknya. Pembelajaran efektif berarti guru menggunakan waktu yang sesingkat-singkatnya dengan hasil setinggi-tingginya. Jadi mengajar yang efektif berarti mengajar yang efisien. Salah satu upaya untuk mewujudkan pembelajaran efektif apabila guru dapat menerapkan strategi dan metode pembelajaran yang efektif. Walaupun tidak dapat dijadikan jaminan, bahwa variasi strategi dan metode guru mengajar akan dapat menyebabkan pembelajaran efektif, namun setidak-tidaknya dengan kebervariasian menggunakan strategi dan metode itu, guru benar-benar berusaha secara maksimal untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran. Dengan kebervariasian strategi dan metode setidaknya dapat menjadi jaminan tumbuh berkembangnya motivasi dan minat peserta didik terhadap proses pembelajaran. Melalui buku ini diharapkan dapat memberikan modal pengetahuan bagi para pengamat pendidikan serta para pimpinan satuan pendidikan. Selain itu, juga diperuntukkan bagi para mahasiswa untuk mengembangkan buku ini dan menjadi rujukan referensi. Semoga apa yang telah diupayakan ini bermanfaat bagi para pembaca. Selain itu, juga memberi manfaat bagi seluruh civitas akademika.
Kehadiran buku ini berperan penting dalam menambah pengetahuan serta sumber belajar bagi mahasiswa, guru, maupun dosen khususnya di bidang sekolah dasar. Buku ini berisikan penjelasan tentang sejarah PPKn, pengembangan materi PPKn, teori belajar pembelajaran PPKn, penerapan pendekatan saintifik pada pembelajaran PPKn, model-model pembelajaran PPKn, media pembelajaran PPKn, dan tahapan perencanaan dalam pembelajaran tematik yang berkaitan dengan PPKn. Semoga hadirnya buku ini menjadi dampak perubahan demi kemajuan bangsa Indonesia dan siap menghadapi era Industri 4.0. Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup
Pembelajaran tematik merupakan pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Pembelajaran tematik bukanlah hal yang baru dalam sistem pendidikan Indonesia bahkan saat ini sudah menjadi roh pelaksanaan kurikulum yang dikembangkan, khususnya di Sekolah Dasar. Namun dalam penerapannya masih banyak menemui kendala. Masih minimnya contoh pelaksanaan pembelajaran tematik secara praktis merupakan salah satu penyebabnya. Buku ini disusun untuk membantu praktisi pendidikan, khususnya guru dan calon guru sebagai acuan dalam melaksanakan pembelajaran tematik. Tidak hanya menyajikan teori, tapi buku ini juga disertai dengan contoh aplikasi dalam proses pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan penilaian. Secara sistematis buku ini menyajikan: ~ konsep dasar pembelajaran tematik; ~ landasan dan teori belajar; ~ implikasi pembelajaran tematik; ~ pembelajaran tematik terpadu; ~ desain pembelajaran tematik terpadu; ~ model pembelajaran; ~ pengembangan media pembelajaran tematik; ~ penilaian pembelajaran tematik.
ABSTRAK Tesis ini mendeskripsikan upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP Negeri di Kota Palangka Raya. Guru agama Hindu belum banyak memahami peningkatan kompetensi pembelajaran secara daring dan upaya guru memberikan metode pembelajaran yang tepat agar apa yang disampaikan diterima siswa dengan baik. Ditemukan berbagai kendala dalam menyampaikan metode pembelajaran yang tepat. Berdasarkan hal di atas, fokus penelitian ini ialah (1) bagaimana upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP negeri di Kota Palangka Raya, (2) faktor-faktor yang memengaruhi upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP negeri di Kota Palangka Raya, dan (3) bagaimana implikasi upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP negeri di Kota Palangka Raya. Tujuan penelitian ini ialah mengkaji dan mendeskripsikan upaya, faktor-faktor, dan implikasi upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu di Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dengan alat bantu. Data diverifikasi, dianalisis dengan teori fenomenologi, teori motivasi, dan teori konstruktivisme dan disajikan secara formal dan informal. Berdasarkan analisis ditemukan bahwa upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP negeri di Kota Palangka Raya dilakukan dengan mengikuti workshop, IHT, pelatihan kurikulum, pengembangan diri, dan bergabung dengan MGMP. Yang memengaruhi upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP negeri di Kota Palangka Raya ialah (1) faktor pendukung, di antaranya kesadaran diri, tingkat pendidikan, tingkat kecerdasan, pengalaman mengajar, pengalaman pelatihan, sarana dan prasarana, dan supervisi kepala sekolah; dan (2) faktor penghambat, di antaranya adanya PPKM, penggunaan teknologi, minat, motivasi, dan program peningkatan keprofesian berkelanjutan. Implikasi upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP negeri di Kota Palangka Raya di antaranya terdiri atas implikasi positif yang terdiri atas percepatan transformasi pendidikan, munculnya kreativititas tanpa batas, guru menjadi lebih akrab dan melek teknologi, pembelajaran daring lebih menyenangkan, pembelajaran daring lebih berkualitas, sedangkan implikasi negatif terdiri atas guru yang kurang terlatih, kesulitan memahami sistem yang ada di e-learning, dan kurangnya implementasi pembelajaran menggunakan ICT. Kata kunci: kompetensi guru, new normal, pembelajaran daring
ABSTRAKSI Patmawati, Rena. 2021. Upaya Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Hindu di Smp Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si dan Pembimbing II Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH., M.Pd.H Skripsi ini mengkaji upaya guru pendidikan agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan. Upaya guru adalah usaha yang dilakukan guru sebagai pendidik profesional dalam mendidik, membimbing, mengarahkan, serta mengevaluasi peserta didik dengan mengembangkan segala potensi. Motivasi diri untuk terus belajar merupakan hal yang sangat penting bagi setiap siswa Hindu, karena motivasi tersebut yang akan menggugah siswa untuk tetap belajar. Sebaliknya, tanpa motivasi maka siswa akan merasa sulit untuk memahami materi yang telah dijelaskan oleh guru. Sebab motivasi yang mampu membangun dan merubah tingkah laku seseorang setelah mendapatkan motivasi dari orang lain, karena motivasi sangat penting bagi siswa Hindu. Motivasi yaitu minat atau kemauan untuk mengubah suatu pola dalam tingkah laku (belajar), sehingga sesuatu itu menjadi menarik untuk dipelajari. Berdasarkan latar belakang tersebut, Skripsi mengkaji tentang (1) Upaya guru pendidikan Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan (2) Kendala upaya guru pendidikan Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif. Penentuan informan teknik purposive sampling. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dikaji dengan teori perilaku (Behavioristik), teori motivasi, dan teori kendala. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: (1) Upaya guru pendidikan agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan dalam proses pembelajaran di kelas dengan rangkaian perencanaan dan persiapan meliputi metode, media dan bahan ajar sesuai dengan buku kurikulum 2013. Rangkain proses pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Bentuk motivasi yang diberikan dengan penghargaan yang dilakukan oleh guru pendidikan agama Hindu kepada siswa Hindu berupa kalimat pujian agar belajar dengan rajin, tekun dan disiplin. Selain itu, siswa Hindu saat berinteraksi dengan guru di sekolah berperilaku santun, tanggung jawab, serta bhakti kepada guru dan guru mata pelajaran agama Hindu; (2) Kendala guru pendidikan agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu yang ditemukan dalam penelitian, yaitu siswa Hindu pasif saat proses pembelajaran, masih kurang dalam pelafalan untuk melantunkan doa Puja Tri Sandya, belum tersedia media sebagai penunjang belajar di dalam ruang kelas seperti LCD proyektor, dan lingkungan sekolah yang terkadang belum efektif, sehingga fokus belajar siswa Hindu menjadi terganggu.
ABSTRAK SITI PURNAMA,2021, Ritual Nyapak Jaang Buluh Sahnya Perceraian Menurut Hukum Agama Hindu (Studi Kasus di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan) Skripsi, Fakultas Dharma Sastra, Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Dr. Ni Nyoman Rahmawati,S.Ag.,M.Si. Pembimbing (II) Budhi Widodo, S.H.,M.H. Ritual Nyapak Jaang Buluh adalah sebuah ritual akhir sebagai dalam perceraian bagi umat Hindu Kaharingan yang akan bercerai supaya dalam perceraian menjadi Sah menurut Agama Hindu Kaharingan di desa setempat sehingga masyarakat tidak berprasangka buruk lagi terhadap pasangan itu. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 3 (tiga) hal yaitu : (1) Faktor penyebab terjadinya perceraian di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan ? (2) Proses Pelaksanaan Ritual Nyapak Jaang Buluh Di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan ? (3) Dampak Ritual Nyapak Jaang Buluh Terhadap Kedua Belah Pihak Keluarga Yang Melaksanakan Ritual di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan. Subjek penelitian adalah Mantir Adat, Pisor, Orang Tua pihak perempuan dan tokoh masyarakat. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Dari analisis data tersebut diatas maka dapat disimpulkan : (1) Faktor penyebab terjadinya perceraian di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan yaitu terdiri dari 2 faktor yaitu: faktor internal (gangguan mental, suami lebih berkuasa dan penganiayaan/kekerasan (KDRT) dan faktor eksternal (faktor perjodohan, faktor pendidikan). (2) Proses pelaksanaan Ritual Nyapak Jaang Buluh di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan (tahap pelaporan,tahap pemanggilan keluarga pihak laki-laki, dan tahap penyelesaian kasus/perkara pada tahap ini kedua pasangan mengakhiri perkawinan mereka dengan melaksanakan Ritual Nyapak Jaang Buluh. (3) Dampak Ritual Nyapak Jaang Buluh terhadap kedua belah pihak keluarga yang melaksanakan Ritual di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan yaitu dampak positif (bagi perempuan : tidak merasa ketakutan dan mulai merasa kenyamanan) dan dampak negatif (bagi laki-laki : merasa kesepian cenderung menyendiri dan tidak suka bergaul) memiliki beban masalah setelah bercerai. Kata kunci : Ritual Nyapak Jaang Buluh, Sahnya perceraian, Hukum Agama Hindu
ABSTRAK Furmasari Fita, 2021, Kedudukan Surat Keterangan Tanah Adat (SKTA) Sebagai Alat Pembuktian Dalam Penyelesaian Sengketa Tanah Adat Di Wilayah Kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan Skripsi. Fakultas Dharma Sastra, Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I) Mariatie, S.Ag.M.Si. Pembimbing (II) Gelar Sumbogo Peni, S.Ag.,M.Si. Guna memberikan kepastian hukum terhadap Surat Keterangan Tanah Adat dalam hukum adat maka pemerintah mengeluarkan Peraturan Gubernur No.13 Tahun 2009 tentang tanah adat dan hak-hak diatas tanah adat di Provinsi Kalimantan Tengah. Surat Keterangan Tanah Adat merupakan bukti atas pengakuan hak kepemilikan atas tanah adat, dengan demikian Surat Keterangan Tanah Adat dalam kedudukannya mendapat pengakuan sebagai alat bukti apabila terjadi sengketa tanah. Untuk mendapatkan Surat Keterangan Tanah Adat masyarakat harus mendaftarkan tanahnya kelembaga kedamangan supaya tanah yang dikuasai tidak dapat diklaim oleh orang lain dengan adanya bukti dokumen dari lembaga kedamangan serta mendapat perlindungan hukum kepada pemegang hak tersebut. Permasalahan dalam penelitian ini adalah : (1). Bagaimana Kedudukan Surat Keterangan Tanah Adat sebagai alat pembuktian dalam penyelesaian sengketa tanah di wilayah kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan ? (2). Bagaimana Kekuatan Hukum Surat Keterangan Tanah Adat sebagai alat pembuktian dalam penyelesaian sengketa tanah di wilayah kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan ? (3) Apa factor penyebab terjadinya sengketa tanah di wilayah kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan ? Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah tersebut adalah Teori Kepastian Hukum, Teori Perlindungan Hukum dan Teori Pluralisme Hukum. Subjek penelitian ini adalah kepala adat/damang, mantir adat dan tokoh adat. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara, dokumentasidankepustakaan. Data dianalisis dengan metode kuantitatif artinya data yang didapatkan disajikan dalam bentuk table dan kualitatif dengan mereduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan yang tertuju pada masalah yang diteliti di lingkungan masyarakat tentang Kedudukan Surat Keterangan Tanah Adat sebagai alat pembuktian dalam penyelesaian sengketa tanah di wilayah kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kedudukan Surat Keterangan Tanah Adat sebagai alat pembuktian dalam penyelesaian sengketa tanah di wilayah kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan Surat Keterangan Tanah Adat dalam hukum adat mendapatkan pengakuan dimasyarakat adat sendiri sebagai bukti hak atas kepemilikan sebidang tanah yang secara adat memiliki kepastian hukum dengan adanya peraturan dari Gubernur Provinsi Kalimantan. (2) Kekuatan Hukum Surat Keterangan Tanah Adat sebagai alat pembuktian dalam penyelesaian sengketa tanah di wilayah kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan memilliki kekuatan hukum secara Hukum Adat dengan diperkuat adanya Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 13 Tahun 2009 tentang Tanah Adat dan Hak-hak Adat diatas tanah adat di Provinsi Kalimantan Tengah dan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) sebagai sarana dalam memberikan kepastian hukum. (3) Faktor penyebab terjadinya sengketa ix tanah yaitu dipicu oleh keadaan ekonomi serta karena adanya pengklaiman tanah yang menggeser batas patok tanah milik orang lain sehingga terjadilah konflik sengketa tanah. Kata Kunci :Kedamangan, SKTA, Kekuatan Hukum SKTA
Rama Saputra, 2021. Peranan GuruParaman Dalam Meningkatkan Minat Basarah di Desa Tarantang Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang ( IAHN-TP) palangka Raya. Pembimbing ( I ) Suryanto, S.Pd.,M.Pd, Pembimbing ( II ) Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si. Penanaman nilai-nilai Sraddha dan Bhakti agama Hindu dapat diselenggarakan dalam bentuk pasraman melalui jalur pendidikan formal dan nonformal. Penelitian ini berfokus mengungkap peranan guru pasraman nonformal dalam meningkatkan minat siswa melakukan Bhakti berupa peribadatan Basarah pada umat Hindu Kaharingan. Di dalam Pasraman Penyang Hinje Simpei adapun yang melatar belakangi rumusan masalah terdapat 3 Masalah, malasah yang ( 1 ) Bagaimanakah Peran Guru dalam Meningkatkan Minat Basarah pada Pasraman Penyang Hinje Simpei ? ( 2 ) Apa saja Kendala yang dihadapi Guru Pasraman dalam meningkatkan Minat Basarah Siswa Pasraman Penyang Hinje Simpei ? (3)Apa Upaya yang dilakakukan oleh Guru Pasraman Penyang Hinje Simpei Untuk meningkatkan Minat Basarah Siswa di Pasraman Penyang Hinje Simpei. Penulisan ini bertujuan : ( 1 ) untuk mengetahui dan mendiskripsikan Bagaimana Peran Guru dalam Meningkatkan Minat Basarah Siswa Di Desa Tarantang kecematan Mantangai Kabupaten Kapuas. ( 2 ) untuk mengetahui dan mendiskripsikan apa kendala Guru dalam Meningkatkan Minat Basarah Siswa di Desa Tarantang Kecematan Mantangai Kabupaten Kapuas. (3) untuk mengetahui mendiskripsikan Upaya yang dilakukan Guru untuk meningkatkan minat Basarah Siswa Teori yang di gunakan untuk penelitian ini untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori Behaviorisme menekankan hanya pada hal-hal yang dapat diobservasi secara kasat mata, maka teori ini memandang proses belajar yang alami oleh manusia oleh kondisi stimulus ( S ) dan respon ( R ). Penelitian ini dilakukan pada Pasraman Penyang Hinje Simpei di Desa Tarantang Kecamatan Mnatangai Kabupaten Kapuas. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan jumlah informan terdiri dari 13 orang , yang menjadi instrumen penelitian adalah penelitian sendiri. waktu yang di gunakan untuk penelitian ini kurang lebih 1 ( satu ) bulan di mulai dari tanggal 22 april s/d 24 Mei 2021 untuk mendapatkan hasil yang kita inginkan Teknik pengumpulan data yang di gunakan yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Bagaimanakah Peran Guru dalam meningkatkan Minat Basarah siswa Pada Pasraman Penyang Hinje Simpei ( a ) memberikan siswa Motivasi ( b ) 10 IAHN-TP Palangka Raya memberikan dorongan ( c ) menyediakan fasilitas ( d ) mengajarkan siswa membuat sarana prasarana ( e ) latihan yoga dan ( F ) latihan menari ( 2 ) Apa saja Kendala yang dihadapi Guru Pasraman dalam meningkatkan Minat Basarah Siswa Pasraman Penyang Hinje Simpei ( a ) kurangnya minat siswa dalam mengikuti ibadah Basarah ( b ) kurangnya dorongan dari orang tua ( c ) malas ( d ) minimnya pengetahuan tentang Agama ( d ) jarak dan kurang termotivasi. ( 3) Apa upaya yang dilakukan Guru dalam meningkatkan minat Basarah siswa (a) memberikan motivasi (b) memberikan pembelajaran yang menarik (c) memberikan nasehat (d) memberikan kepercayaan kepada siswa (e) memberikan Bimbingan ke siswa.
MANSUR, 2021. Pembelajaran Agama Hindu Pada Siswa Hindu Melalui Sistem Daring di SMPN-2 Runga Desa Tumbang Malahoi Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas. Pembimbing (I) I Made Paramarta, S.Ag.,M.Si Pembimbing (II) Santang, S.Pd., M.Hum. Skripsi ini meneliti dan mengkaji, tentang pelaksanaan pembelajaran agama Hindu pada Siswa Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan. Pembelajaran agama Hindu yang dilaksanakan di SMPN-2 Rungan secara Daring ini belum terlaksanana secara maksimal kerena beberapa kendala yang dialami. Fenomena yang terjadi dilapangan kurangnya fasilitas pendukung terlaksananya pembelajaran agama Hindu secara Daring. Penelitian ini membahas tentang beberapa rumusan masalah seperti berikut ini: 1) Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran agama Hindu pada siswa Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan, 2) Apakah kendala yang dialami siswa Hindu dalam pembelajaran agama Hindu pada siswa Hindu melalui sistem Daring, 3) Bagaimanakah cara mengatasi kendala yang dialami siswa Hindu dalam mengikuti pembelajaran agama Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana sistem pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan secara daring di SMPN-2 Rungan di Desa Tumbang Malahoi Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berdasarkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian adalah kepala sekolah, guru agama Hindu dan siswa agama Hindu di SMPN-2 Rungan Desa Tumbang Malahoi. Teknis analisis data menggunakan metode deskritif dan melalui tiga tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data serta penyajian data. Hasil yang peneliti peroleh dari 1) pelaksanaan pembelajaran agama Hindu pada siswa Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan saat ini belum terlaksana secara maksimal atau secara efektif. 2) kendala yang dialami siswa Hindu dalam pembelajaran agama Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan adalah kurangnya fasilitas pendukung bagi para siswa seperti tidak memiliki Handphone, jaringan yang tidak bagus dan semangat siswa yang kurang. 3) mengatasi kendala yang dialami siswa Hindu dalam mengikuti pembelajaran agama Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan adalah belajar bekelompok atau meminjam handphone orang tua, mencari lokasi yang ada jaringan dan guru dapat meningkatkan semangat siswa dengan menggunakan media pembelajaran yang kreatif dan menarik.
I GUSTI AYU WISMANTARI. 2021. Implementasi Ajaran Siwaratri Kalpa Dalam Pelaksanaan Hari Raya Siwaratri Pada Masyarakat Hindu Di Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Persfektif Pendidikan) Pembimbing I : Mujiyono S.Ag.,M.Ag Pembimbing II: Komang Suarta, S.Ag.,M.Si Sebagaimana diketahui bahwa ajaran agama Hindu meliputi Tattwa, Etika dan Upacara. Begitu juga pada aktifitas persembahyangan upacara Siwaratri. Permasalahan penelitian ini yakni: 1. Bagaimana Implementasi Ajaran Siwaratri Kalpa dalam Pelaksanaan hari raya Siwaratri di Desa Labuhan? 2. Apakah Fungsi Ajaran Siwaratri Kalpa dalam Pelaksanaan Hari Raya Siwaratri? 3. Apakah nilainilai pendidikan yang terkandung di dalam pelaksanaan hari raya Swaratri?. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui Implementasi ajaran Siwaratri Kalpa dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri di Desa Labuhan, untuk mengetahui fungsi ajaran Siwaratri Kalpa dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri, untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif Kualitati. Dan ini sampelnya adalah sampel mutlak, yakni seluruh populasi dalam penelitian ini. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan beberapa metode, seperti metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data yang digunakan meliputi empat langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan vertivikasi atau menarik kesimpulan. Waktu penelitian dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 16 april – 17 mei 2021. Adapun yang menjadi tempat penelitian yaitu di Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan. Hasil penelitian yaitu: 1. Implementasi ajaran Siwaratri Kalpa dalam pelaksanaan hari raa Siwaratri yaitu: Menurut ajaran Siwaratri Kalpa bahwa elaksanaan hari raya Siwaratri merupakan pemujaan kehadapan Sang Hyang Siwa. 2. Fungsi ajaran Siwaratri Kalpa dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri yakni: Upacara Siwaratri bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada manusia untuk menyadari bahwa di dalam dirinya selalu ada pertarungan antara Suru Sampad dan Asuri Sampad. 3. Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri di Desa Labuhan yakni: a. Nilai Relegiu. b. Nilai Spiritual. c. Nilai Etika. d. Nilai Estetika. e. Nilai Moralitas, f. Nilai keagamaan Diharapkan kepada umat Hindu agar selalu mengikuti persembahyangan Siwaratri dan mmengikuti brata Siwaratri dan lebih mengikatkan Sradha dan Bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Pandemi Covid-19 berdampak pada dunia pendidikan di Indonesia. Transformasi sistem pembelajaran tatap muka di kelas menjadi pembelajaran sistem daring menjadi persoalan sangat penting dan mendesak yang dihadapi dunia pendidikan. Sejak awal pandemi sampai saat ini persoalan pembelajaran sistem daring telah menjadi fokus berbagai penelitian. Namun, penelitian tentang pembelajaran daring di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHNTP) Palangka Raya belum tersedia. Peneliti tertarik mengkaji pembelajaran sistem daring di IAHN-TP Palangka Raya dengan fokus masalah (1) bagaimana proses pembelajaran sistem daring selama pandemi Covid-19 di IAHN-TP Palangka Raya, (2) bagaimana implikasi pembelajaran sistem daring selama pandemi Covid-19 di IAHN-TP Palangka Raya, dan (3) bagaimana upaya peningkatan pembelajaran sistem daring selama pandemi Covid-19 di IAHN-TP Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk mengkaji dan mendeskripsikan rumusan masalah penelitian tersebut ialah teori fenomenologi dan teori proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif fenomenologi pendekatan emik. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumen. Selanjutnya data yang diperoleh direduksi, disajikan, dan diambil suatu kesimpulan. Data yang dikaji dan dianalisis dengan teori fenomenologi dan teori proses pembelajaran menunjukkan beberapa hal berikut. (1) Persiapan yang dilakukan dosen pada proses pembelajaran sistem daring meliputi penyusunan bahan ajar yang lebih terperinci, teknik mengajar yang lebih menarik, ketersediaan perangkat pembelajaran, dan ketersediaan jaringan internet. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara virtual asynchronous dan collaborative synchronous dengan menerapkan RQA dan HOTS. Evaluasi hasil pembelajaran dilakukan secara daring berupa soal pilihan ganda dan analisis mandiri. (2) Implikasi pembelajaran sistem daring terhadap dosen ialah peningkatan pengetahuan dosen dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran, sedangkan implikasi terhadap mahasiswa ialah pengembangan potensi diri secara mandiri. (3) Lembaga telah meningkatkan sarana dan prasarana untuk mendukung pembelajaran. Dosen berupaya meningkatkan pengetahuan dan kreativitas di bidang teknologi pembelajaran dan meningkatkan pengetahuan yang berhubungan dengan teknik mengajar secara daring. Mahasiswa meningkatkan pengetahuan dari sumber belajar daring dan mengikuti webinar. Tri pramana menjadi dasar perubahan proses, implikasi, dan upaya peningkatan pembelajaran sistem daring karena manusia memiliki idep (pikiran) sehingga selama pandemi Covid-19 pembelajaran dapat terus berlangsung meskipun dilaksanakan secara daring.
Ela Mayora, 2021. Strategi Pembelajaran Agama Hindu Di SDN-2 Pendreh Kabupaten Barito Utara, Skripsi Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampun Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si dan Pembimbing II Lilik, S.Ag., M. Pd. H Dalam dunia pendidikan, Strategi Pembelajaran sangatlah penting untuk dilaksanakan gunanya juga agar terwujudnya proses pembelajaran yang di inginkan dan di cita-citakan pada setiap sekolah dan dengan ini Skripsi ini mengkaji Strategi Pembelajaran Agama Hindu Di SDN-2 Pendreh Kabupaten Barito Utara. Oleh karena itu di dalam sekolah ini juga ada beberapa perencanaan atau yang sering di sebut dengan Strategi yang guru Agama Hindu laksanakan pada proses pembelajaran di sekolah dasar pada peserta didik yang beragama Hindu. Berdasarkan latar belakang yang sudah dijelaskan bahwa yang sangat berpengaruhnya terhadapt keberhasilan dalam perencanaan pembelajaran yang dalam hal ini peserta didik Agama Hindu tidak terlalu fokus dalam melaksanakan pembelajaran Agama Hindu yang di mana proses pembelajaran Agama masih di laksanakan bersama dalam artian nya bergabung belajar bersama pada peserta didik Agama lain, otomatis pembelajaran yang direncanakan atau di lakukan oleh guru tentu tidak maksimal di terima oleh peserta didik Agama Hindu dan juga tidak efektif dalam menerima materi pembelajaran Agama Hindu saat dilaksanakan dalam ruangan. Dengan ini juga ada beberapa Rumusan Masalah dalam penelitian ini yang di mana adalah : 1. Bagaimana strategi pembelajaran Agama Hindu di SDN-2 Pendreh Kabupaten Barito Utara? 2. Apa saja kendala pembelajaran Agama Hindu di SDN-2 Pendreh Kabupaten Barito Utara? 3. Apa upaya strategi pembelajaran Agama Hindu di SDN-2 Pendreh Kabupaten Barito Utara? Begitu juga dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih jelasnya bagaimana strategi yang direncanakan oleh guru Agama Hindu dalam pembelajaran di SDN-2 Pendreh Kabupaten Barito Utara. Teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah teori konstruktivistik dan teori humanistik Metode penelitian ini dilakukan dengan pendekatan penelitian jenis dan sumber data yaitu data primer dan data sekunder teknik penentuan informana yaitu menggunakan teknik pusposive sampling serta teknik pengumpulan data seperti observasi,wawancara dan dokumentasi dan instrument penelitian teknik analisis data seperti metode deskriptif dan metode analisis data kualitatif. Untuk itu tidak lupa juga bahwa hasil dari penelitian menunjukan strategi pembelajaran Agama Hindu dapat terlaksana sebagaimana mesti nya walaupun ada beberapa kendala yang terjadi dalam pembelajaran Agama Hindu di SDN-2 Pendreh ini serta hal itu juga tidak terlepas dari adanya upaya yang di rencanakan atau di laksanakan untuk mencegah terjadi nya kendala yang akan di alami pada proses pembelajaran yang akan berlansung tentu juga guru menggunakan berbagai strategi dan upaya dalam pembelajaran Agama Hindu di SDN-2 Pendreh Kabupaten Barito Utara.
ABSTRAK MANDANG. 2021: Upaya Majelis Resort Meningkatkan Kesadaran Ibadah (Basarah) Pemuda Hindu Kaharingan Di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas. Skripsi: Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Pd.,M.Si Majelis Resort adalah lembaga agama Hindu Kaharingan yang berposisi di Kecamatan serta memiliki tugas dan kewajiban membina dan membimbing seluruh umat Hindu Kaharingan yang ada di Kecamatan. Pelaksanaan ibadah (Basarah) pemuda merupakan salah satu program kerja yang dirancang, dibuat serta di tetapkan oleh Majelis dan jajarannya dimana memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta pemahaman akan pentingnya pelaksanaan ibadah (Basarah). Namun faktanya berdasarkan fenomena di lapangan kesadaran Ibadah (Basarah) pemuda sangat rendah. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka terdapat tiga permasalahan yang akan dibahas antara lain: (1) Bagaimana tingkat kesadaran pemuda dalam ibadah (Basarah) di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas? (2) Apa faktor penyebab kurangnya kesadaran ibadah (Basarah) Pemuda Hindu Kaharingan di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas? (3) Bagaimana upaya Majelis Resort dalam meningkatkan kesadaran ibadah (Basarah) pemuda Hindu Kaharingan di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas?. Penulisan ini bertujuan : (1) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana tingkat kesadaran pemuda dalam ibadah (Basarah) di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas. (2) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan apa faktor penyebab kurangnya kesadaran ibadah (Basarah) Pemuda Hindu Kaharingan di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas. (3) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana upaya Majelis Resort dalam meningkatkan kesadaran ibadah (Basarah) pemuda Hindu Kaharingan di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas. Teori yang digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori struktural fungsional, teori religius, dan teori tindakan sosial. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi/penelitian langsung turun ke lapangan, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode deskriptif análisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Bagaimana tingkat kesadaran pemuda dalam ibadah (Basarah) di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas adalah: (a) Tidak menetap, (b) Sangat rendah. (2) Apa faktor penyebab kurangnya kesadaran ibadah (Basarah) Pemuda Hindu Kaharingan di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas adalah: Faktor Internal dan faktor External. Faktor internal (a) Waktu (b) Kemalasan (c) Minim pengetahuan agama (d) Minder (e) Pengaruh kesibukan/pekerjaan (f) Jarak dan alat transportasi dan (g) Kurang termotivasi. Faktor External (a) bergaul dengan teman sebaya berbeda agama, (b) Berpacaran berbeda agama (c) Provokasi dari lingkungan sekitar. (3) Bagaimana upaya Majelis Resort dalam meningkatkan kesadaran ibadah (Basarah) pemuda Hindu Kaharingan di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas adalah: (a) Latihan/pratek pembuatan sarana dan prasarana keagamaan (b) Pemberian hadiah (c) Memotivasi. Kata Kunci: Upaya, Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan, Meningkatkan Kesadaran Ibadah (Basarah) Pemuda, Pemuda, Agama Hindu Kaharingan.
WARDIMAN, 2021. Upaya Guru Agama Hindu dalam Meningktatkan Pemahaman Siswa pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMA Negeri 1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. I Ketut Sudiarta, S.Sos.,MAP. Pembimbing II, Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd.,M.Pd. Pendidikan agama Hindu memiliki peranan yang sangat penting dalam hal mencetak generasi bangsa yang bermutu dan memiliki kualitas tinggi. Kerjasama yang baik dari semua pihak akan menentukan hasil dari kegiatan pendidikan yang telah dilakukan. Salah satunya yaitu guru. Guru sebagai seorang pendidik akan mengasuh, membimbing dan meningkatkan pemahaman siswa. Upaya guru dalam kegiatan pembelajaran menjadi peran penting dalam mewujudkan generasi siswa yang lebih baik khususnya terhadap dasar-dasar pendidikan agama Hindu di sekolah. Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam penelitian ini akan ada dua permasalahan yang akan dibahas antara lain: (1) Bagaimana upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan pemahaman siswa Hindu terhadap dasar-dasar ajaran agama Hindu di SMAN-1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas?. (2) Faktor apa saja yang mempengaruhi upaya guru dalam meningkatkan pemahaman siswa Hindu terhadap dasar-dasar ajaran agama Hindu di SMAN-1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu teori kognitivisme, teori upaya. Informan penelitian ini adalah guru agama Hindu (satu orang), kepala sekolah, dan siswa kelas X (dua orang) serta siswa kelas XI (satu orang). Teknik pengumpulan data yaitu 1) observasi, 2) wawancara, 3) dokumentasi. Metode penelitan ini yang digunakan metode kualitatif. Dan teknik analisis data meliputi beberapa tahapan yaitu: 1) pengumpulan data, 2) reduksi data, 3) penyajian data, 4) penarik kesimpulan. Hasil penelitian upaya guru dalam meningkatkan pemahamahan siswa terhadap dasar-dasar pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMA Negeri 1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas yaitu 1) Guru menghadirkan kegiatan pembelajaran dengan semenarik mungkin, yaitu dengan menggunakan media audio visual berupa film, memperbanyak bahan ajar, berdoa sebelum belajar, mengikuti persembahyangan, dan mengikuti pelatihan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar. Sementara itu, upaya yang dilakukan pihak sekolah adalah dengan mempersilahkan ruangan kelas sebagai tempat belajar agama Hndu 2) Faktor pendukung adalah berupa adanya kerja sama dari pihak sekolah serta guru dengan masyarakat sekitar dalam bentuk pelatihan. Dan 3) Faktor penghambat yaitu kurangnya bahan ajar berupa buku paket, belum tersedianya tempat belajar khusus untuk mata pelajaran agama, dan keadaaan lingkungan.
ABSTRAK Furmasari Fita, 2021, Kedudukan Surat Keterangan Tanah Adat (SKTA) Sebagai Alat Pembuktian Dalam Penyelesaian Sengketa Tanah Adat Di Wilayah Kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan Skripsi. Fakultas Dharma Sastra, Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I) Mariatie, S.Ag.M.Si. Pembimbing (II) Gelar Sumbogo Peni, S.Ag.,M.Si. Guna memberikan kepastian hukum terhadap Surat Keterangan Tanah Adat dalam hukum adat maka pemerintah mengeluarkan Peraturan Gubernur No.13 Tahun 2009 tentang tanah adat dan hak-hak diatas tanah adat di Provinsi Kalimantan Tengah. Surat Keterangan Tanah Adat merupakan bukti atas pengakuan hak kepemilikan atas tanah adat, dengan demikian Surat Keterangan Tanah Adat dalam kedudukannya mendapat pengakuan sebagai alat bukti apabila terjadi sengketa tanah. Untuk mendapatkan Surat Keterangan Tanah Adat masyarakat harus mendaftarkan tanahnya kelembaga kedamangan supaya tanah yang dikuasai tidak dapat diklaim oleh orang lain dengan adanya bukti dokumen dari lembaga kedamangan serta mendapat perlindungan hukum kepada pemegang hak tersebut. Permasalahan dalam penelitian ini adalah : (1). Bagaimana Kedudukan Surat Keterangan Tanah Adat sebagai alat pembuktian dalam penyelesaian sengketa tanah di wilayah kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan ? (2). Bagaimana Kekuatan Hukum Surat Keterangan Tanah Adat sebagai alat pembuktian dalam penyelesaian sengketa tanah di wilayah kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan ? (3) Apa factor penyebab terjadinya sengketa tanah di wilayah kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan ? Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah tersebut adalah Teori Kepastian Hukum, Teori Perlindungan Hukum dan Teori Pluralisme Hukum. Subjek penelitian ini adalah kepala adat/damang, mantir adat dan tokoh adat. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara, dokumentasidankepustakaan. Data dianalisis dengan metode kuantitatif artinya data yang didapatkan disajikan dalam bentuk table dan kualitatif dengan mereduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan yang tertuju pada masalah yang diteliti di lingkungan masyarakat tentang Kedudukan Surat Keterangan Tanah Adat sebagai alat pembuktian dalam penyelesaian sengketa tanah di wilayah kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kedudukan Surat Keterangan Tanah Adat sebagai alat pembuktian dalam penyelesaian sengketa tanah di wilayah kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan Surat Keterangan Tanah Adat dalam hukum adat mendapatkan pengakuan dimasyarakat adat sendiri sebagai bukti hak atas kepemilikan sebidang tanah yang secara adat memiliki kepastian hukum dengan adanya peraturan dari Gubernur Provinsi Kalimantan. (2) Kekuatan Hukum Surat Keterangan Tanah Adat sebagai alat pembuktian dalam penyelesaian sengketa tanah di wilayah kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan memilliki kekuatan hukum secara Hukum Adat dengan diperkuat adanya Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 13 Tahun 2009 tentang Tanah Adat dan Hak-hak Adat diatas tanah adat di Provinsi Kalimantan Tengah dan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) sebagai sarana dalam memberikan kepastian hukum. (3) Faktor penyebab terjadinya sengketa ix tanah yaitu dipicu oleh keadaan ekonomi serta karena adanya pengklaiman tanah yang menggeser batas patok tanah milik orang lain sehingga terjadilah konflik sengketa tanah. Kata Kunci :Kedamangan, SKTA, Kekuatan Hukum SKTA
CARMA. 2021. Motivasi Belajar Siswa Secara Daring Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMA Negeri 2 Kuala Kapuas Kabupaten Kapuas Skripsi: Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Jenjang Strata Satu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I), Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H Pembimbing (II) Desak Ketut Angraeni, SS.,M.Pd Pembelajaran daring yang diberlakukan untuk semua lembaga pendidikan banyak memberikan dampak, salah satunya pada motivasi belajar siswa, terutama pada siswa jenjang SMA. Siswa SMA adalah individu yang memasuki masa remaja, dimana masa remaja sangat rentan mengalami permasalahan karena mengalami perubahan baru dalam dirinya. Selain itu, motivasi belajar siswa juga berpengaruh dalam keberhasilan pembelajaran.Adapun rumusan permasalahan yang ada dalam penulisan ini yaitu: 1. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran daring di SMA Negeri 2 Kuala Kapuas? 2. Bagaimana motivasi belajar siswa secara daring pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu di SMA Negeri 2 Kuala Kapuas? 3. Bagaimana faktor penghambat dan pendukung dan upaya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa secara daring pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu di SMA Negeri 2 Kuala Kapuas Tujuan penelitian ini yaitu: Untuk Mendeskripsikan tentang Pelaksanaan Pembelajaran Daring di SMA Negeri 2 Kuala Kapuas, Motivasi, faktor penghambat dan pendukung dan upaya motivasi belajar siswa secara daring pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu di SMA Negeri 2 Kuala Kapuas Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik penentuan informan yaitu menggunakan Snowball sampling. Jenis dan sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tahapan pelaksanaan pembelajaran daring di SMA Negeri 2 Kuala Kapuas Kabupaten Kapuas terdiri dari (a) Perencanaan pembelajaran (b) Pelaksanaan pembelajaran (c) Pengawasan (d) Evaluasi Hasil belajar. (2) Motivasi belajar terdiri dari: (a) motivasi internal (b) motivasi eksternal. Faktor penghambat dan pendukung dan upaya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa secara daring pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 2 Kuala Kapuas adalah: (a) Faktor Penghambat yaitu: Jaringan internet, keterbatasan waktu, kurangnya minat peserta didik dan keterbatasan ekonomi (b) Faktor pendukung yaitu: tersedianya lab komputer, pemberian paket data. Upaya yang dilakukan dalam memotivasi belajar siswa secara daring pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 2 Kuala Kapuas adalah: (a) Upaya dari sekolah (b) Upaya dari guru.
ABSTRAK SITI PURNAMA,2021, Ritual Nyapak Jaang Buluh Sahnya Perceraian Menurut Hukum Agama Hindu (Studi Kasus di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan) Skripsi, Fakultas Dharma Sastra, Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Dr. Ni Nyoman Rahmawati,S.Ag.,M.Si. Pembimbing (II) Budhi Widodo, S.H.,M.H. Ritual Nyapak Jaang Buluh adalah sebuah ritual akhir sebagai dalam perceraian bagi umat Hindu Kaharingan yang akan bercerai supaya dalam perceraian menjadi Sah menurut Agama Hindu Kaharingan di desa setempat sehingga masyarakat tidak berprasangka buruk lagi terhadap pasangan itu. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 3 (tiga) hal yaitu : (1) Faktor penyebab terjadinya perceraian di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan ? (2) Proses Pelaksanaan Ritual Nyapak Jaang Buluh Di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan ? (3) Dampak Ritual Nyapak Jaang Buluh Terhadap Kedua Belah Pihak Keluarga Yang Melaksanakan Ritual di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan. Subjek penelitian adalah Mantir Adat, Pisor, Orang Tua pihak perempuan dan tokoh masyarakat. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Dari analisis data tersebut diatas maka dapat disimpulkan : (1) Faktor penyebab terjadinya perceraian di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan yaitu terdiri dari 2 faktor yaitu: faktor internal (gangguan mental, suami lebih berkuasa dan penganiayaan/kekerasan (KDRT) dan faktor eksternal (faktor perjodohan, faktor pendidikan). (2) Proses pelaksanaan Ritual Nyapak Jaang Buluh di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan (tahap pelaporan,tahap pemanggilan keluarga pihak laki-laki, dan tahap penyelesaian kasus/perkara pada tahap ini kedua pasangan mengakhiri perkawinan mereka dengan melaksanakan Ritual Nyapak Jaang Buluh. (3) Dampak Ritual Nyapak Jaang Buluh terhadap kedua belah pihak keluarga yang melaksanakan Ritual di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan yaitu dampak positif (bagi perempuan : tidak merasa ketakutan dan mulai merasa kenyamanan) dan dampak negatif (bagi laki-laki : merasa kesepian cenderung menyendiri dan tidak suka bergaul) memiliki beban masalah setelah bercerai. Kata kunci : Ritual Nyapak Jaang Buluh, Sahnya perceraian, Hukum Agama Hindu