Hukum keluarga adat dan Islam
On family law in Indonesia; comparison between Islamic law and Minangkabau adat law.
Profil penulis
552 karya publik ditemukan.
On family law in Indonesia; comparison between Islamic law and Minangkabau adat law.
-VisiMedia-
Buku digital ini berjudul "Perbandingan Regional dalam Konteks Global pada Hukum Islam", merupakan buku yang berisi tentang "Perbandingan Hukum dalam Konteks Global" yang dapat memberikan tambahan wawasan pengetahuan dan pencerahan bagi pembaca. Semangat untuk berbagi terutama dalam literasi khazanah pengetahuan hukum yang mendasari penerbit menghadirkan konten-konten di buku digital ini. Penerbit berdoa semoga buku digital yang diterbitkan ini bisa bermanfaat dan menjadi bahan pembelajaran serta panduan bagi siapapun juga.
Kehadiran seorang anak merupakan dambaan keluarga dan merupakan rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa. Sebagai generasi penerus dalam mewujudkan cita-cita bangsa dalam mewujudkan suatu masyarakat yang adil dan makmur, anak harus mendapatkan perlindungan, perawatan dan pendidikan sebaik-baiknya dan diberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara normal baik jasmani, rohani maupun sosial. Dengan demikian diharapkan mampu memikul tanggung jawabnya di masa depan. Kehadiran anak dalam sebuah keluarga dimulai dari perkawinan yang memiliki pengertian yang berbeda jika dilihat dari yaitu UU No.l Tahun 1974, undang-undang hukum perdata dan perkawinan menurut hukum Adat. Perkawinan menurut Pasal 1 UU No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa[1]. [1] Pasal 1 UU No.l Tahun 1974 tentang Perkawinan
Dalam sistem pewarisan BW terdapat empat golongan ahli waris, yaitu ahli waris golongan I, II , III dan golongan IV. Adapun yang menjadi tanggung jawab ahli waris terhadap pewaris, yaitu adanya hak berpikir, menerima warisan tanpa syarat (secara penuh), menerima warisan dengan syarat atau pencatatan (beneficiare aanvarding), dan menolak warisan atau harta peninggalan (verwerping). Dalam pembagian warisan biasa terjadi adanya inbreng, yaitu memperhitungkan apa yang telah diterima oleh seorang ahli waris dari penghibahannya dan dihitung seakan-akan merupakan persekot (uang muka ) atas bagian harta warisan. Di samping itu bisa inkorting (pemotongan), hal ini dilakukan apabila bagian mutlak si ahli waris tersinggung dan kejadian ini bertentangan dangan kemauan di ahli waris, namun undang-undang memberikan bagian mutlak. Dalam Sistematika hukum kewarisan diuraikan mengenai golongan ahli waris, pewarisan untuk anak di luar kawin aktif, pewarisan untuk anak luar kawin, pewarisan berdasarkan wasiat, legieteme portie, inkorting dan inbreng. Buku ini memberikan gambaran secara mendetail tentang pengertian dan cara pembagian warisan menurut hukum perdata (KUH perdata). Hal ini di harapkan dapat menularkan kedalaman pemahaman hukum waris perdata bagi kalangan mahasiswa dan pihak-pihak yang berminat mempelajari hukum kewarisan perdata. Dengan membaca buku ini akan menambah pengetahuan dan wawasan tentang bagaimana cara melakukan pembagian harta warisan menurut hukum waris perdata.
Perkembangan zaman berzaman yang sangat hangat mendiskusikan perkembangan hukum saat ini, telah hadir sebuah buku di hadapan kita ini yang ditulis oleh pemikir-pemikir hukum Islam civitas UIN Sumatera Utara yang berjudul Warisan Menurut Hukum Islam dan Adat Jawa: Studi Kasus di Kecamatan Medan Sunggal. Kehadiran buku ini berusaha untuk menjawab persoalanpersoalan yang sedang berkembang dalam masyarakat. Buku ini berupaya dan bersungguh-sungguh dari penulisnya untuk memberikan solusi jawaban dari permasalahan masyarakat modern ini, sebab sangat sesuai dengan kondisi kehidupan masyarakat yang sedang kita hadapi.
Umat Hindu Kaharingan di Kalimantan Tengah memiliki upacara kematian yang di bagi menjadi dua fase yaitu upacara penguburan dan upacara Tiwah yang sesuai dengan Desa, Kala, dan Patra artinya sesuai waktu, tempat, dan keadaan daerah setempat berbeda-beda dalam pelaksanaan ritualnya. Demikian juga halnya bahwa dalam upacara kematian khususnya upacara penguburan memiliki keunikan, dan perbedaan salah satu diantaranya adalah upacara khususnya Nyaki Matei. Upacara penguburan jenazah ini belum ada yang mengangkat bagaimana nilai-nilai Pendidikan Hindu dalam upacara Nyaki Matei sehingga sangat menarik untuk diteliti pada umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan. Berdasarkan latar belakang di atas peneliti mengidentifikasi masalah dengan dua rumusan masalah yaitu: (1) Bagaimana Pelaksanaan Upacara Nyaki Matei pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan ? (2) Apa Nilai-Nilai Pendidikan dalam Upacara Nyaki Matei pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan ? Penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori religi menurut Koentjaraningrat dengan tiga pendekatan yaitu (1) teori religi yang dalam pendekatan berorientasi kepada keyakinan, (2) teori religi yang dalam pendekatan berorientasi kepada sikap terhadap alam gaib atau hal-hal yang bersifat gaib, dan (3) teori religi yang dalam pendekatan berorientasi kepada upacara religi yang mana teori religi ini didukung oleh teori fungsional structural yang dikembangkan oleh Talcott Parson dan teori Nilai menurut Natonegoro yang didukung dengan Teori Pendidikan Hindu menurut N.C. Bhattacharyya. Hasil penelitian upacara Nyaki Matei yaitu terdapat beberapa tahapan persiapan yaitu: (1) Tahapan Persiapan dalam tahapan persiapan terdapat rumbuk hajep keluarga dan mencari sarana dan prasarana, (2) Tahap Pelaksanaan upacara Nyaki Matei dari awal pelaksanaan sampai selesai, (3) Tahap Akhir terdapat makan bersama umat Hindu Kaharingan, melaksanakan pantang pali atau pantangan selesai melaksanakan upacara nyaki matei, dan pemberian duit pekoas sama halnya dengan duit dingah hambaruan bisa berupa benda atau uang, selain pelaksanaan upacara Nyaki Matei terdapat nilai-nilai Pendidikan Hindu dalam upacara Nyaki Matei pada Umat Hindu Kaharingan di Desa yaitu: (1) Nilai pendidikan tattwa dilihat dari pelaksanaan upacara Nyaki Matei di tujukan kepada liau/almarhum/leluhur sebagai bentuk penghormatan, rasa terimakasihn dan menghargai liau disaat-saat terakhir, (2) Nilai pendidikan susila dilihat dari hasil dari aturan dalam pelaksanaan upacara Nyaki Matei dan pantangan yang harus di lakukan saat selesai pelaksanaan upacara Nyaki Matei, (3) Nilai pendidikan upacara dilihat dari penerapan ajaran keagamaan yang untuk menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan tuhan, leluhur dan sesamanya, (4) Nilai Pendidikan Sosial dapat dilihat dari kebersamaan dan gontong royong saling membantu dari awal pelaksanaan upacara Nyaki Matei sampai selesai, (5) Nilai Pendidikan Seni dapat kita rasakan dan kita lihat dari seni suara dari lantunan/mengucapkan mantra yang dilakukan oleh pisor, seni ukiran dan anyaman.
ABSTRAK Gede Purna Darma Putra. 2022.Peningkatan Motivasi Belajar Pendidikan Agama Hindu Mengunakan Multimedia Bebasis Komputer Di SMPN 1 Long Mesangat Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si Pembimbing II Megawati, S.Pi.,M.Pd.H Yang melatar belakangi oleh pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu pada dasarnya harus berlangsung secara aktif dan menyenangkan. Akan tetapi pembelajaran PAH di kelas VIII Di SMPN 1 long mesangat berlangsung secara mpnoton sehinga siswa kurang memperhatikan pembelajran PAH yang terkesan membosankan yang berakibatkan pada rendahnya motivasi belajar PAH. Salah satu upaya untuk meningkatkan motivasi belajar adalah dengan melaksanakan pembelajaran sebelum mengunakan multimedia berbasis kopmuter, pelaksanaan tindakan, serta motivasi belajar PAH siswa setelah pelaksanaan tindakan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan meningkatkan motivasi belajar melalui penggunbaan multimedia berbasis komputer pada pembelajaran PAH di kelas VIII SMPN 1 Long Mesangat. Hasil penelitian tindakan in I diharapkan dapat menambah pemahaman mengenai pelaksanaan pembelajaran mengunakan multimedia berbasis komputer serta menyempurnakan dalam pembelajaran PAH. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan mengunakan desain penelitian kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari empat tahapan, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan reflksi. Subjek penelitian ini adalah siswa di kelas VIII SMPN 1 Long Mesangat yang berjumlah 10 siswa hindu. Pelaksanaan tindakan dilakukan dengan mengadakan pengamatan, observasi, Dokumentasi serta catatan lapangan. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriftif kuantitatif, yakni dengan menberikan makna terhadap data yang berhasil dikumpulkan dan menarik kesimpulan dan makna tersebut. Pemeriksaan data dilakukan dengan mengunakan teknik truagulasi data. Hasil penelitian menunjukan: (1) pelaksanaan tindakan berlangsung selama dua siklus dengan dua kali pertemuan untuk masing-masing siklus. Siklus I pembelajaran berlangsung dengan mengunakan multimedia berbasis komputer yang sederhana yakni mengunakan powerpint. Siklus I peningkatkan motivasi sudah muali tampak, akan tetapi masih banyak kekurangan yang diperbaiki pada siklus II. Pelalaksanaan siklus II dengan mengunakan multimedia berbentuk flash sehingga pada siklus II motivasi siswa dapat terlihat meningkat. (2) peningkatan motivasi belajar siswa ditandai dengan meningkatnya keaktifan dan perhatian siswa terhadap penjelasan guru melalui screen, kondisi kelas menjadi semakin tenang ketika pembelajaran berlansung dan waktu yang digunakan selama belajar berlangsung efektif. Hal ini jarang terjadi ketika pelaksanaan pembelajaran sebelum pelaksanaan tindakan
ABSTRAK EKA SRIMAYA, 2022. Penerapan Strategi Direct Instruction Pada Pembelajaran Agam Hindu Di SDN Tangki Dahuyan Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas. Pembimbing (I) Mitro, S.Pd.,M.Si Pembimbing (II) Lilik, S.Ag.,M.Pd.H Skripsi ini meneliti dan mengkaji, tentang pelaksanaan pembelajaran agama Hindu melalui sistem penerapan strategi direct instruction di SDN Tangki Dahuyan. Pembelajaran agama Hindu di SDN Tangki Dahuyan saat ini masih belum bisa terlaksana dengan aktif dan efektif dikarenakn siswa siswi semua masih merasa baru mengenali pembelajaran agama Hindu tersebut. Sebelumnya mereka belum mendapatkan pemahaman yang cukup tentang agama mereka sehingga membuat guru yang mengaja harus perlahan-lahan memberikan pemahaman kepada semua siswa. Untuk megatasi ketidak pahaman siswa terhadap pembelajaran agama Hindu maka guru memberikan strategi pembelajaran Langsung atau disebut dengan Direct Instruction. Strategi ini bertujuan supaya siswa mampu terlibat aktif dan mempunyai kesempatan untuk menyampaikan saran dan pendapatnya yang berkaitan dengan pembelajaran agama Hindu. Pembelajaran agama Hindu yang dilaksanakan dengan Sistem Direct Instruction atau pembelajaran secara langsung ini juga belum terlaksana secara maksimal dikarenakan guru dan siswanya masih belum menemukan strategi yang tepat untuk melaksanakan penerapan pembelajaran sehingga sistem pembelajaran langsung ini masih perlu proses dan tahapan demi tahapan. Namun sejauh ini pembelajaran agama hindu sudah ada kemajuan dikarenakan adanya kemauan dari siswa untuk mengikuti pembelajaran dengan baik, Karena pembelajaran secara langsung ini dapat membantu mereka untuk menghilangkan sedikit rasa jenuh menghadapi beberapa pembelajaran. Dalam penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berdasarkan teknik observasi (turun kelapangan lokasi penelitian), wawancara (menanyakan proses, kendala dan cara mengatasi kendala kepada informan) dan dokumentasi sebagai bentuk bukti adanya pelaksanaan penelitian berdasarkan bukti wawancara bahwa data yang ditulis nyata adanya. Subyek penelitian, kepala sekolah, dan guru. Teknik pengumpulan data dengan analisis data, reduksi data dan penyajian data. Hasil penelitian yang diperoleh peneliti adalah 1) pelaksanaan penerapan strategi direct instruction pada pembelajaran agama Hindu di SDN Tangki Dahuyan masih belum terlaksana secara maksimal. 2) kendala yang dialami siswa hindu dalam penerapan strategi direct instruction kurangnya pemahaman serta kesiapan siswa. 3) megatasi kendala siswa dalam mengikuti pembelajaran tersebut dengan selalu dibimbing diarahkan dan diberikan pemahaman yang simpel dan yang menarik.
SELTA MARIA LOSA, 2022, Makna Upacara Ngalangkang Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara (Perspektif Hukum Hindu) Skripsi. Fakultas Dharma Sastra, Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I). Dra. Ni Made Ratini, M.Si. Pembimbing (II) Dr. Ni Nyoman Rahmawat S.Ag.,M.Si. Upacara Ngalangkang merupakan upacara ritual kematian yang dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatang Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Masalah yang diteliti: (1). Bagaimana proses upacara Ngalangkang pada masyaraka Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. (2). Apa makna filosofis sarana-sarana yang digunakan dalam pelaksanan Upacara Ngalangkang Di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kubupaten Barito Utara. (3). Apa saja pantangan dan larangan pada upacara Ngalangkang dan apa akibatnya bila dilanggar. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Religi, Teori Simbol dan Teori Sebab Akibat (Kausalitas). Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan Studi Kepustakaan. Teknik analisis data dalam penelitian ini mulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan Penarikan Kesimpulan/Verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). Proses pelaksanaan upacara Ngalangkang dilaksanakan Basarah untuk memohon perlindungan kepada Ranying Hatalla Langit (Tuhan Yang Maha Esa). Mempersiapkan ancak dalam upacara Ngalangkan sangat penting yaitu pertama kita menyiapkan ancak dan kemudian dialaskan dengan daun pisang sebagai lapik ancak dan menyiapkan sarana dan prasarana yang diletakan di dalam ancak. Dilanjutkan dengan pengantaran ancak kekuburan yang dilakukan oleh keluarga dan tukan balian, sesampai dikuburan ancak yang sudah dibawa akan diletakan diatas kuburan, lalu tukan balian memengang Odak mandru menggunakan tangan sebelah kiri dan memukul diatas kuburan sampai 7 kali untuk memanggil Liau, tukan balianin mengucapkan Papat Mamang untuk memberikan makan kepada Liau, selanjutnya tukan balian memukul lagi diatas kuburan sampai 7 kali untuk mengembalikan Liau tersebut. Apabila ancak sudah diantar kekuburan, sesampai dirumah dilaksanakan Pander jampa untuk “penempong pali artinya supaya kita yang masih hidup, apabila ingin melaksanakan acara baik tersebut misalnya seperti pernikahan atau bokas tidak dikenakan pali mara (2). Makna filosofi sarana dan prasarana yang digunakan adalah untuk persembahan kepada Liau atau korban suci yang ditujukan kepada roh-roh para leluhur karena merakalah yang membuat kita ada di dunia hingga kita dewasa. (3). pantangan dan larangan dilanggar akan ada saksi dan akibatnya dari semua pantangan dan larangan tersebut, karena apa bila dilanggar akan mendapatkan denda yang begitu besar yaitu 7 antang setara senilai uang Rp.700.000 itu yang akan dibayar apa bila semua itu terjadi pada saat perlaksanaan upacara Ngalangkang berlangsung.
ABSTRAK Martono, 2022, Eksistensi Basir Dalam Pelaksanaan Ritual Tantulak Bala (Manulak Lanting Bamban) Di Desa Tumbang Oroi Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Strata Satu Program Studi Kepanditaan Fakultas Dharma Duta Dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. Tardi Edung, S.Ag., M.Ag. dan Pembimbing II Yoppie, M.Pd.H. Pelaksanaan ritual tidak bisa dipisahkan dengan seorang Basir atau Rohaniawan, oleh karena itu masalah yang terjadi di dalam penelitian ini merupakan permasalahan yang sering terjadi di dalam pelaksanaan ritual Tantulak Bala (Manulak Lanting Bamban), yang dimana selalu mecari dan membutuhkan tenaga seorang Basir untuk melaksanakan serta menjalankan ritual tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Eksistensi dan Kendala seorang Basir dalam pelaksanaan ritual Tantulak Bala (Manulak Lanting Bamban). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan lokasi penelitian yang digunakan yaitu bertepatan di Desa Tumbang Oroi Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Teknik pengumpulan data yang digunakan : (1). Observasi (2) Wawancara (3) Dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 Orang Basir 1 Orang Tokoh Agama Ketua Majelis Resort agama Hindu Kaharingan dan Ketua Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Desa Tumbang Oroi. Hasil dari penelitian (1) Eksistensi Basir dalam pelaksanaan ritual Tantulak Bala (Manulak Lanting Bamban) umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Oroi Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas, Yaitu : eksistensi atau keberadaan Basir Di Desa tersebut sangat terbatas dan selalu membutuhkan tenaga Basir Dari Daerah lain. (2) Kendala pelaksanaan Ritual Tantulak Bala (Manulak Lanting Bamban) Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Oroi Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung yaitu : Kendala atau permasalahan yang sering terjadi di Desa Tumbang Oroi Merupakan permasalahan yang sama yakni tentang kurangnya serta terbatasnya orang yang berperan utama dalam pelaksanaan Ritual Tantulak Bala (Manulak Lanting Bamban) atau pelaku utama yang menjalankan dan melaksanakan ritual tersebut.
Tesis ini mengkaji tentang Penyelesaian Sidang Adat Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang ada di Desa Tumbang Mantuhe Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas yang dilakukan oleh masyarakat yang ada di Desa Tumbang Mantuhe yang melanggar Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004. Fenomena inilah yang terjadi, berdasarkan observasi yang terjadi di dalam rumah tangga masyarakat Hindu Kaharingan yang ada di Desa Tumbang Mantuhe Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas yang diselesaikan secara hukum adat Hindu Kaharingan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1. Apakah penyebab terjadinya kasus kekerasan dalam rumah tangga pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Mantuhe Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas Perspektif Hukum Hindu. 2. Apakah pelanggaran hukum yang dilakukan kasus kekerasan dalam rumah tangga pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Mantuhe Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas Perspektif Hukum Hindu. 3. Bagaimana Proses Penyelesaian Sidang Adat Kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga Pada Masyarakat di Desa Tumbang Mantuhe Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas Perspektif Hukum Hindu. Teori yang digunakan dalam mengupas permasalahan yang diteliti adalah, Teori Kausalitas, Teori Kewenangan dan Teori Validitas. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan Teknik Observasi, Teknik Wawancara, dan Teknik Studi Dokumentasi. Teknik analisis data. Teknik Penyajian hasil analisi data. Dari hasil penelitian mengemukakan bahwa penyebab kekerasan dalam rumah tangga disebabkan, adanya kecurigaan Suami Terhadap istri, Suami kurang Komonikasi dengan Istri, kurang terpenuhi kasih sayang, kurang harmonis, ekonomi dan perselingkuhan. Sedangkan pelanggaran hukum dalam kasus kekerasan rumah tangga yang terjadi di Desa Tumbang Mantuhe yaitu : kekerasan psikologis, kekerasan biologis, dan suami tidak melakukan kewajiban. Kemudian proses penyelesaian melalui musyawarah dan mufakat yang diselesaikan oleh mantir adat, saksi-saksi, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan keluarga kedua belah pihak yang bersengketa dengan melakukan tahapan proses, yaitu adanya laporan korban, mediasi dan sidang adat serta pengambilan keputusan.
ABSTRAK Gede Purna Darma Putra. 2022.Peningkatan Motivasi Belajar Pendidikan Agama Hindu Mengunakan Multimedia Bebasis Komputer Di SMPN 1 Long Mesangat Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si Pembimbing II Megawati, S.Pi.,M.Pd.H Yang melatar belakangi oleh pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu pada dasarnya harus berlangsung secara aktif dan menyenangkan. Akan tetapi pembelajaran PAH di kelas VIII Di SMPN 1 long mesangat berlangsung secara mpnoton sehinga siswa kurang memperhatikan pembelajran PAH yang terkesan membosankan yang berakibatkan pada rendahnya motivasi belajar PAH. Salah satu upaya untuk meningkatkan motivasi belajar adalah dengan melaksanakan pembelajaran sebelum mengunakan multimedia berbasis kopmuter, pelaksanaan tindakan, serta motivasi belajar PAH siswa setelah pelaksanaan tindakan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan meningkatkan motivasi belajar melalui penggunbaan multimedia berbasis komputer pada pembelajaran PAH di kelas VIII SMPN 1 Long Mesangat. Hasil penelitian tindakan in I diharapkan dapat menambah pemahaman mengenai pelaksanaan pembelajaran mengunakan multimedia berbasis komputer serta menyempurnakan dalam pembelajaran PAH. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan mengunakan desain penelitian kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari empat tahapan, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan reflksi. Subjek penelitian ini adalah siswa di kelas VIII SMPN 1 Long Mesangat yang berjumlah 10 siswa hindu. Pelaksanaan tindakan dilakukan dengan mengadakan pengamatan, observasi, Dokumentasi serta catatan lapangan. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriftif kuantitatif, yakni dengan menberikan makna terhadap data yang berhasil dikumpulkan dan menarik kesimpulan dan makna tersebut. Pemeriksaan data dilakukan dengan mengunakan teknik truagulasi data. Hasil penelitian menunjukan: (1) pelaksanaan tindakan berlangsung selama dua siklus dengan dua kali pertemuan untuk masing-masing siklus. Siklus I pembelajaran berlangsung dengan mengunakan multimedia berbasis komputer yang sederhana yakni mengunakan powerpint. Siklus I peningkatkan motivasi sudah muali tampak, akan tetapi masih banyak kekurangan yang diperbaiki pada siklus II. Pelalaksanaan siklus II dengan mengunakan multimedia berbentuk flash sehingga pada siklus II motivasi siswa dapat terlihat meningkat. (2) peningkatan motivasi belajar siswa ditandai dengan meningkatnya keaktifan dan perhatian siswa terhadap penjelasan guru melalui screen, kondisi kelas menjadi semakin tenang ketika pembelajaran berlansung dan waktu yang digunakan selama belajar berlangsung efektif. Hal ini jarang terjadi ketika pelaksanaan pembelajaran sebelum pelaksanaan tindakan
Umat Hindu Kaharingan di Kalimantan Tengah memiliki upacara kematian yang di bagi menjadi dua fase yaitu upacara penguburan dan upacara Tiwah yang sesuai dengan Desa, Kala, dan Patra artinya sesuai waktu, tempat, dan keadaan daerah setempat berbeda-beda dalam pelaksanaan ritualnya. Demikian juga halnya bahwa dalam upacara kematian khususnya upacara penguburan memiliki keunikan, dan perbedaan salah satu diantaranya adalah upacara khususnya Nyaki Matei. Upacara penguburan jenazah ini belum ada yang mengangkat bagaimana nilai-nilai Pendidikan Hindu dalam upacara Nyaki Matei sehingga sangat menarik untuk diteliti pada umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan. Berdasarkan latar belakang di atas peneliti mengidentifikasi masalah dengan dua rumusan masalah yaitu: (1) Bagaimana Pelaksanaan Upacara Nyaki Matei pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan ? (2) Apa Nilai-Nilai Pendidikan dalam Upacara Nyaki Matei pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan ? Penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori religi menurut Koentjaraningrat dengan tiga pendekatan yaitu (1) teori religi yang dalam pendekatan berorientasi kepada keyakinan, (2) teori religi yang dalam pendekatan berorientasi kepada sikap terhadap alam gaib atau hal-hal yang bersifat gaib, dan (3) teori religi yang dalam pendekatan berorientasi kepada upacara religi yang mana teori religi ini didukung oleh teori fungsional structural yang dikembangkan oleh Talcott Parson dan teori Nilai menurut Natonegoro yang didukung dengan Teori Pendidikan Hindu menurut N.C. Bhattacharyya. Hasil penelitian upacara Nyaki Matei yaitu terdapat beberapa tahapan persiapan yaitu: (1) Tahapan Persiapan dalam tahapan persiapan terdapat rumbuk hajep keluarga dan mencari sarana dan prasarana, (2) Tahap Pelaksanaan upacara Nyaki Matei dari awal pelaksanaan sampai selesai, (3) Tahap Akhir terdapat makan bersama umat Hindu Kaharingan, melaksanakan pantang pali atau pantangan selesai melaksanakan upacara nyaki matei, dan pemberian duit pekoas sama halnya dengan duit dingah hambaruan bisa berupa benda atau uang, selain pelaksanaan upacara Nyaki Matei terdapat nilai-nilai Pendidikan Hindu dalam upacara Nyaki Matei pada Umat Hindu Kaharingan di Desa yaitu: (1) Nilai pendidikan tattwa dilihat dari pelaksanaan upacara Nyaki Matei di tujukan kepada liau/almarhum/leluhur sebagai bentuk penghormatan, rasa terimakasihn dan menghargai liau disaat-saat terakhir, (2) Nilai pendidikan susila dilihat dari hasil dari aturan dalam pelaksanaan upacara Nyaki Matei dan pantangan yang harus di lakukan saat selesai pelaksanaan upacara Nyaki Matei, (3) Nilai pendidikan upacara dilihat dari penerapan ajaran keagamaan yang untuk menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan tuhan, leluhur dan sesamanya, (4) Nilai Pendidikan Sosial dapat dilihat dari kebersamaan dan gontong royong saling membantu dari awal pelaksanaan upacara Nyaki Matei sampai selesai, (5) Nilai Pendidikan Seni dapat kita rasakan dan kita lihat dari seni suara dari lantunan/mengucapkan mantra yang dilakukan oleh pisor, seni ukiran dan anyaman.
ABSTRAK EKA SRIMAYA, 2022. Penerapan Strategi Direct Instruction Pada Pembelajaran Agam Hindu Di SDN Tangki Dahuyan Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas. Pembimbing (I) Mitro, S.Pd.,M.Si Pembimbing (II) Lilik, S.Ag.,M.Pd.H Skripsi ini meneliti dan mengkaji, tentang pelaksanaan pembelajaran agama Hindu melalui sistem penerapan strategi direct instruction di SDN Tangki Dahuyan. Pembelajaran agama Hindu di SDN Tangki Dahuyan saat ini masih belum bisa terlaksana dengan aktif dan efektif dikarenakn siswa siswi semua masih merasa baru mengenali pembelajaran agama Hindu tersebut. Sebelumnya mereka belum mendapatkan pemahaman yang cukup tentang agama mereka sehingga membuat guru yang mengaja harus perlahan-lahan memberikan pemahaman kepada semua siswa. Untuk megatasi ketidak pahaman siswa terhadap pembelajaran agama Hindu maka guru memberikan strategi pembelajaran Langsung atau disebut dengan Direct Instruction. Strategi ini bertujuan supaya siswa mampu terlibat aktif dan mempunyai kesempatan untuk menyampaikan saran dan pendapatnya yang berkaitan dengan pembelajaran agama Hindu. Pembelajaran agama Hindu yang dilaksanakan dengan Sistem Direct Instruction atau pembelajaran secara langsung ini juga belum terlaksana secara maksimal dikarenakan guru dan siswanya masih belum menemukan strategi yang tepat untuk melaksanakan penerapan pembelajaran sehingga sistem pembelajaran langsung ini masih perlu proses dan tahapan demi tahapan. Namun sejauh ini pembelajaran agama hindu sudah ada kemajuan dikarenakan adanya kemauan dari siswa untuk mengikuti pembelajaran dengan baik, Karena pembelajaran secara langsung ini dapat membantu mereka untuk menghilangkan sedikit rasa jenuh menghadapi beberapa pembelajaran. Dalam penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berdasarkan teknik observasi (turun kelapangan lokasi penelitian), wawancara (menanyakan proses, kendala dan cara mengatasi kendala kepada informan) dan dokumentasi sebagai bentuk bukti adanya pelaksanaan penelitian berdasarkan bukti wawancara bahwa data yang ditulis nyata adanya. Subyek penelitian, kepala sekolah, dan guru. Teknik pengumpulan data dengan analisis data, reduksi data dan penyajian data. Hasil penelitian yang diperoleh peneliti adalah 1) pelaksanaan penerapan strategi direct instruction pada pembelajaran agama Hindu di SDN Tangki Dahuyan masih belum terlaksana secara maksimal. 2) kendala yang dialami siswa hindu dalam penerapan strategi direct instruction kurangnya pemahaman serta kesiapan siswa. 3) megatasi kendala siswa dalam mengikuti pembelajaran tersebut dengan selalu dibimbing diarahkan dan diberikan pemahaman yang simpel dan yang menarik.
ABSTRAK Nia Rahmadani, 2022, ritual Manggantung Sahur Parapah di Desa Parit Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur Skripsi Strata satu Program studi Filsafat Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I: Winawati, S.Pd., M.Pd dan Pembimbing II: Ni Putu Eka Merliana, ST., MT. Ritual Manggantung Sahur Parapah adalah ritual yang dilaksanakan dengan membuat suatu tanda permohonan, yaitu satu buah mangkok yang diisi beras, lalu digantung di dalam rumah kepada Sahur Parapah. Dalam pelaksanaannya biasanya ada tiga jenis Sahur yang biasa digunakan, yaitu Sahur perorangan, Sahur keluarga, dan Sahur Lewu. Akan tetapi dalam penelitian ini yang akan diteliti adalah Sahur perorangan, yang didalamnya memiliki keunikan, terutama Sahur yang akan digantung dalam sebuah mangkok kecil yang berisi beras, sipa ruku, sirau dan uang logam. Seiring dengan perkembangan zaman, maka penting adanya pemahaman tentang ritual khususnya ritual Manggantung Sahur Parapah di Desa Parit Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, serta menggali keunikan-keunikan yang belum diketahui mengingat perkembangan zaman yang semakin maju, berkembang dan lebih modern dikhawatirkan ritual tersebut akan musnah seiring dengan adanya perubahan-perubahan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu pelaksanaan, fungsi dan makna ritual Manggantung Sahur Parapah. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Hasil kajian penulisan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ritual Manggantung Sahur Parapah merupakan salah satu rasa cinta kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atau disebut dengan Sahur Parapah sebagai salah satu manifestasi-Nya yang dilaksanakan sebagai ucapan rasa syukur atas segala perlindungan dengan cara Manggantung Sahur Parapah yang berisi behas, sipa ruku, sirau dan kertas yang berisi nama pemilik Sahur untuk memohon doa, terutama dalam pelaksanaan jenis Sahur perorangan yang dilaksanakan hanya untuk satu orang yang dalam pelaksanaannya terdapat banyak fungsi dan makna. Kata Kunci: Ritual, Manggantung Sahur Parapah
I Made Hari Sudana, 2022, Pura Zatha Mantra di Kota Muara Teweh Kabupaten Barito Utara (Kajian Bentuk, Fungsi, dan Makna). Skripsi Strata Satu Program Studi Filsafat Agama Hindu, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Wayan Gepu, S.Ag., M.Fil.H dan Pembimbing II: Ni Nyoman Tantri, S.Pd., M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara jelas tentang keberadaan Pura Zatha Mantra, yakni Pura tunggal di Kota Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, yang merupakan salah satu pusat aktivitas keagamaan Hindu, bersembahyang, dan pembinaan umat. Berdasarkan dari latar belakang, maka dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yaitu : (1) Bagaimanakah bentuk Pura Zatha Mantra di Kota Muara Teweh Kabupaten Barito Utara? (2) Bagaimana fungsi Pura Zatha Mantra di Kota Muara Teweh Kabupaten Barito Utara? (3) Bagaimana makna Pura Zatha Mantra di Kota Muara Teweh Kabupaten Barito Utara? Penelitian ini menggunakan teori religi, teori simbol, dan teori fungsional struktural. Adapun metode yang digunakan yaitu metode kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data : (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Dokumen. Subyek dalam penelitian ini adalah para informan yang mengetahui informasi mengenai pura Zatha Mantra, dengan menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Bentuk pura Zatha Mantra terdiri dari satu halaman, gapura sebagai pintu masuk ke dalam pura, pelinggih, dan meru, (2) Fungsi pura Zatha Mantra dibagi menjadi tiga yaitu : Persembahyangan, Pembinaan Umat, dan Pemersatu Umat, (3) Makna yang terkandung dalam pura Zatha Mantra dapat dibagi menjadi tiga yaitu : Makna Religius, Makna Sosial, dan Makna Estetika.
TRIMA YENKETAMA, 2022, Keabsahan Ritual Pengangkan Anak Suku Dayak Lawangan Di Kelurahan Ampah Kota Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur (Perspektif Hukum Hindu) Skripsi. Fakultas Dharma Sastra. Prodi Hukum Agama Hindu Institute Agama Hindu Negeri “Tamping Penyang” (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I). Dr. I Made Kastama, SH., MH. Pembimbing (II). I Komang Darman. SH., MH. Pengangkan anak atau pengangkatan anak adalah suatu tradisi yang dilakukan oleh setiap masyarakat apabila ada suatu pengangkatan anak. Demikian halnya dengan masyarakat suku Dayak Lawangan yang berada di Kelurahan Ampah Kota dalam suatu pengangkatan anak melaksanakan ritual yang dinamakan dengan Pengangkan anak. Seseorang bertujuan melakukan pengangkatan anak adalah untuk meneruskan keturunannya, manakala di dalam suatu perkawinan tidak memperoleh keturunan. Hal ini membuat motivasi yang dapat dibenarkan dan salah satu jalan keluar sebagai alternatif yang positif serta manusiawi terhadap naluri kehadiran seorang anak dalam pelukan keluarga yang bertahun-tahun belum dikaruniai seorang anak pun. Masalah yang diteliti : (1). Bagaimana Keabsahan Dan Proses Ritual Pengangkan Anak Suku Dayak Lawangan Di Kelurahan Ampah Kota Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur (Perspektif Hukum Hindu)? (2). Apa Faktor Penyebab Dilaksanakan Ritual Pengangkan Anak Suku Dayak Lawangan Di Kelurahan Ampah Kota Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur (Perspektif Hukum Hindu)? Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah tersebut adalah Teori Kepastian Hukum dari Gustav Radbruch dan Teori Kausalitas (Sebab Akibat). Subjek penelitian ini adalah Masyarakat Dayak Lawangan, Penghulu, Mantir Adat, Pematik, dan Majelis Agama Hindu Kaharingan di Kelurahan Ampah Kota. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Data dianalisi dengan metode kualitatif dengan Langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Keabsahan dan proses ritual Pengangkan Anak yaitu keabsahan ritual Pengangkan anak, untuk menyatakan bahwa sudahnya dilakukan ritual tersebut dan dianggap sah dimata pemuka kampung. Proses dilaksanakannya ritual Pengangkan anak agar terjalannya tradisi turun temurun tersebut. (2) Faktor Penyebab dilaksanakan ritual Pengangkan anak yaitu anak mengalami sakit-sakitan yang tidak kunjung sembuh meski sudah diberikan pengobatan medis secara berkala, orang tua anak mengalami mimpi yang tidak lajim atau sebaliknya yang hendak menjadi orang tua angkat anak tersebut atau memang dari keturunan orang tua si anak mengharuskan memiliki orang tua angkat. Kata Kunci : Keabsahan, Pengangkan Anak, Perspektif Hukum Hindu