Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

M

1.033 karya publik ditemukan.

2026: 562025: 942024: 1222023: 1582022: 1932021: 2662020: 352018: 372017: 70

Peran Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Melestarikan Seni Budaya di Desa Tumbang Lawang Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK IMURNI, 2020 Peran Majelis Kelompok Dalam Melestarikan Seni Budaya Di Desa Tumbang Lawang Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Skrifsi. Staratan Satu. Fakultas Dharma Acarya. Progra Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Lilik, S.Ag., M.Pd.H Dan Dosen Pemimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Latar Belakang, kesenian merupakan hasil dari kebudayaan manusia yang dapat didokumentasikan atau dilestarikan, dipublikasikan dan dikembangkan sebagai salah satu upaya menuju kemajuan peradaban, dalam mempertinggi derajat kemanusian bangasa dengan mengangkat kebudayaan daerah hal itu dapat meningkatkan penghayatan terhadap nilai-nilai luhur budaya bangsa. Nilai-nilai yang menjiwai perilaku manusia dan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan adalah merupakan salah satu program pemerintah dalam membangun persatuan dalam kesatuan bangsa. Banyak kalangan yang mersa khawatir akan kesenian tradisional kita karena semakin banyaknya pengembangan parawisata yang kurang memperhatikan budaya nasional terutama anak muda jaman sekarang kurang memperhatikan kebudayannya yang ia punya sejak dulu. Hal ini tentu saja akan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan pelestarian kesenian daerah yang merupakan kekayaan budaya masalah-masalah tersebut antara lain berupa banyaknya kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia akibat dampak globalisasi, serta kurangnya kesadaran akan rasa nasionalisme patriotisme dikalangan masyarakat yang mengakibatkan terjadinya pengikisan kehidupan beragama serta berkurangnya nilai-nilai yang terkandung dalam kesenian maupun upacar-upacar adat dan keagamaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengunakan metode Deskriptif kualitatif, yakni suatu metode yang diharapkan mampu memberikan gambaran dari suatu proses atau kejadian maupun peristiwa yang terjadi secara faktual dan akurat mengenai suatu fen omena. Metode penelitian yang digunakan dimaksud adalah merupakan sebuah cara, hal ini sesuai dengan pendapat yang menyatakan metode adalah : Cara yang tepat mengunakan atau melakukan penelitaian, sedangkan penelitian adalah merupakan suatu kegiatan dalam rangka mencari, mencatat, merumuskan sekaligus menganalisis sampai dengan penyusunan akhir laporan. Hasil dan Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian tentang Peran Majelis kelompok Dalam Melestarikan Seni Budaya Di Desa Tumbang Lawang Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Untuk menjaga dan melestarikan nilia-nilai seni budaya yang ada yang telah diwariskan oleh nenek moyang dulu dan untuk mengetahui apa majelis kelompok mempunyai peran dalam melestarikan seni budaya yang ada di Desa Tumbang Lawang Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan.Adapun Tujuan khusu yang Ingin di capai antara lain: Untuk memperoleh keterangan atau data tentang langkah majelis kelompok dalam melestarikan seni budaya di desa Tumbang Lawang. Untuk mendapatkan penjelasan secara konkrit tentang peran majalis kelompok dalam melestarikan seni budaya terhadap masyarakat, guna mejelaskan haltersebut secara transfaran, untuk dipahami dan dilaksanakan. Untuk mengetahui kendala yang dihadapi mejelis kelompok dalam melestarikan seni budaya menurut majelis kelompok di desa Tumbang Lawang. Kata Kunci: Peran Majelis Kelompok Dalam Melestarikan Seni Budaya

Bukung Dalam Ritual Kematian Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Tabulus Kabupaten Katingan (Kajian Seni Keagamaan)

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI SUMARDI 2020. Bukung dalam Ritual kematian pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Tabulus Kabupaten Katingan (Kajian Seni Keagamaan). Skripsi, Fakultas Dharma Acarya/Prodi Pendidikan Seni Keagamaan IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Komang Suarta S.Ag.,M.Si, Pembimbing II Suwito S.Ag.,M.Si. Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak keragaman dari budaya, suku bangsa, agama, hingga aliran-aliran kepercayaan. Semua keragaman tersebut tumbuh di dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang akhirnya membentuk masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang plural. Masyarakat Indonesia yang majemuk terdiri dari berbagai budaya, karena adanya kegiatan dan pranata khusus. Karena masyarakat Hindu Kaharingan mempunyai kebudaya yang diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang terdahulu seperti Bukung dalam Ritual kematian pada Umat Hindu Kaharingan dari uraian tersebut, rumus masalah yang diangkat penulis yaitu : 1 Bagaimanakah bentuk Bukung dalam ritual kematian pada umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Tabulus Kabupaten Katingan?, 2. Bagaimanakah fungsi Bukung dalam ritual kematian pada umat Hindu kaharingan di Desa Tumbang Tabulus Kabupaten Katingan?, 3. Apakah makna seni yang terkandung dalam Bukung pada ritual kematian di Desa Tumbang Tabulus Kabupaten Katingan?. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriftif kualitatif. Jenis sumber data penelitian yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder, tehnik penentuan informan yaitu tehnik purposive. Tehnik pengumpulan data observasi, wawancara dan dukumentasi. Analisis data dalam penelitian yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian dimulai tanggal 30 September sampai 30 Oktober 2020, dengan hasil penelitian yang diperoleh yaitu Bukung dalam ritual kematian pada umat Hindu Kaharingan adalah sebuah apresiasi seni yang dilakukan untuk memberikan penyadaran kepada umat Hindu Kaharingan bahawa kematian merupakan jalan menuju alam dengan kebahagiaan sejati, sehingga keluarga yang ditinggal tidak larut dalam duka yang mendalam. Menurut sejarah Bukung yaitu Bukung asal usulnya berasal dari manifestasi dari Ranying Hatalla yang diturunkan ke dunia ini (Pantai Danum Kalunen Luwuk Kampungan Bunu) agar manusia yang merupakan keturunan Raja Bunu menyadari bahwa kematian bukanlah akhir dari kehidupan ini, sehingga tidak harus diratapi dengan kesedihan yang berlarut-larut. Bukung memiliki roh dan memiliki nilai sakral dalam ritual kematian. Karena Bukung memiliki bentuk, fungsi, dan makna. Bukung yang terkandung dalam ritual kematian pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Tabulus yaitu terdiri dari bentuk, fungsi dan makna seni yang terkandung dalam bukung pada ritual kematian masyarakat Hindu Kaharingan. Bukung adalah kebudayaan yang bersifat sacral khusus pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Tabulus. Kata Kunci: Bukung, Kematian dan Kaharingan.

Peranan Orang Tua Siswa Dalam Pembinaan Pendidikan Agama Hindu Di SMP Garing Tarantang Tumbang Manggu Kabupaten Katingan

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Lida Sumanti, 2020. Peranan Orang Tua Dalam Pembinaan Pendidikan Agama Hindu di SMP Garing Tarantang Tumbang Manggu Kabupaten Katingan. Skripsi Jurusan Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I, Dr. Pranata,S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II, Ni Nyoman Sumarni,S.Ag.,M.Si. Pada perkembangan kehidupan manusia yang semakin kompleks dan maju ini, maka pendidikan keluarga harus lebih mengutamakan pembentukan pribadi yang bersifat alami. Karena keluarga merupakan pertumbuhan anak yang pertama, dimana ia mendapatkan pengaruh-pengaruh baik dan buruk dalam anggota keluarga. Dilihat dari faktor pendidikan tentunya peranan orang tua sangat dibutuhkan dalam memberikan pendidikan agama Hindu di dalam keluarga selain dari sekolah. Dengan tujuan penelitian yaitu: 1) Untuk mengetahui peranan orang tua terhadap pembinaan pendidikan Agama Hindu. 2) Untuk mengetahui tentang faktor-faktor penghambat bagi orang tua terhadap peningkatan prestasi belajar pendidikan Agama Hindu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Lokasi penelitian di SMP Garing Tarantang Tumbang Manggu Kabupaten Katingan. Hasil penelitian sebagai berikut: Peran orang tua dalam pembinaan kepribadian anak, dapat disimpulkan bahwa orang tua siswa sudah memberikan nasehat-nasehat, mengajari anak-anaknya dengan ajaran agama serta perbuatan-perbuatan yang baik, memperhatikan anak-anaknya walaupun sibuk bekerja mencari nafkah, serta menganjurkan mereka untuk selalu rajin belajar dan bersekolah. Peran orang tua dalam mengembangkan pendidikan agama kepada anak-anaknya, dapat disimpulkan bahwa orang tua jarang untuk memperhatikan atau mengembangkan pelajaran agama Hindu anak-anak mereka, karena kesibukkan mereka untuk mencari nafkah. Hanya sebagian keluarga saja yang menyatakan menanyakan hasil pendidikan anaknya. Peran orang tua tentang penanaman nilai-nilai etika bagi anak-anak dalam pergaulan sehari-hari, dapat disimpulkan bahwa orang tua sudah memberikan penanaman nilai-nilai etika kepada anak-anaknya, melalui nasehat-nasehat, mengajarkan tentang hal-hal baik, mengajarkan nilai-nilai agama dan moral. Faktor-faktor penghambat bagi orang tua dalam meningkatkan prestasi belajar anaknya, hampir semuanya menyatakan bahwa kurangnya pengetahuan orang tua dalam pendidikan agama Hindu, kurangnya buku-buku pelajaran pendidikan agama Hindu, serta faktor kesibukan orang tua yang banyak waktunya untuk mencari nafkah.

Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini mengkaji Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing suasana belajar di kelas kadang proses belajar siswa terhambat karena apa yang dijelaskan lain dari materi yang dicatat oleh siswa. Berdasarkan dari latar belakang tersebut, Skripsi ini mengkaji tentang (1). Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing (2) Kendala Atau Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penentuan informan teknik purposive. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dekomentasi. Teknik analisis data yang dilakukan melalui empat tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hal penelitian ini dikajikan dengan teori peran, teori Behaviorisme. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: (1) Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing, yang di lakukan Selaku guru mata pelajaran Agama Hindu dalam pelaksanakan evaluasi pembelajaran guru melaksanakan evaluasi yaitu evaluasi formatif digunakan unruk mengevalusai kemajuan belajar siswa selama berlangsungnya proses belajar menjagar disekolah, evaluasi sumatif adalah penilaian yang dilakukan pada akhir dari suatu unit kegiatan belajar mengajar tertentu (cawu/semester) yang bertujuan untuk mengambil keputusan tentang berhasil (lulus) atau gagalnya (tidak lulus) suatu proses pembelajaran, (2) Kendala Atau Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing yaitu Faktor penghambat evaluasi ini kesulitan guru dalam menyesuaikan kurikulum, karena di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing Berlaku Kurikulum K13, jadi dari KTSP ke Kurikulum K13, harus ada penyesuaian-penyesuaian banyak terjadi perubahan dalam hal evaluasi ini jadi kesulitan guru pada penyesuaian evaluasi, untuk K13 guru juga kerepotan yaitu karena katerian pelajaran terlalu banyak tagihan.

Evaluasi Kinerja Guru Dalam Pengelolaan Pembelajaran Agama Hindu di SMA Negeri se Kabupaten Katingan

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Teachers as educational staff greatly determine the success of educational goals and also the level of educational quality, this is because the teacher has a strategic position to teach students directly. Teacher also has a role as a planner and a person who provide guidance to the students so they can be able to compete in the global era. This study aims to evaluate teachers’ performance on the Hindu learning management in Senior High Schools of Katingan District Academic Year 2020/2021 viewed by the aspects: (1) planning management, implementation, and learning evaluation and also (2) the utilization management of learning evaluation results. Population in this study were 262 people consisting of 5 headmasters, 5 hindu teachers, and 252 students in Senior High Schools of Katingan District from 4 (four) sub-districts in Katingan District. The sampling technique used was purposive sampling technique of 50% of the total students’ population, in order to obtain a total sample of 136 people consisting of 126 students, 5 Hindu teachers, and 5 headmasters. The performance evaluation model in this study uses a quantitative approach Countenance Evaluation Model by Robert E. Stake, which was to compare perfomance from several dimensions of ideal criteria theoretically with the reality actual performance. Collecting data using observation, questionnaires, interviews, and documentation. The data analysis technique used was descriptive quantitative statistics and categorization. The results of this study indicate that: (1) The performance of teachers in planning management, implementation, and Hindu learning evaluation in Senior High Schools of Katingan District as follows: (a) The performance of teachers in the management of learning planning activities was mostly in the very good category, (b) The performance of teachers managing the implementation of Hindu learning activities in Senior High Schools of Katingan District, included activities: opening lessons and notification of learning subjects, variations in the use of learning methods, class management, and closing learning, including in the very good category. However, in terms of the use of learning media and student motivation categorized as good as it is. (c) The performance of teachers managing the evaluation of Hindu learning activities in Senior High Schools in Katingan District academic year 2020/2021, as follows: the evaluation results of student learning class X and XI an average of 74,16% categorized as quite good, likewise in terms of remedial and enrichment activities, it was categorized as good enough, however in term of notification of test results it was categorized as good. (2) The performance of teachers managing the utilization of the evaluation results of Hindu religious learning in Senior High Schools of Katingan District Academic Year 2020/2021, as follows: as an effort to increase student learning motivation, as an effort to improve teacher teaching patterns, and as an effort to improve student learning patterns were categorized as quite good. Based on the research analysis with the proposed hypothesis, the results of this study indicated that the performance of teachers on the Hindu learning management in Senior High Schools of Katingan District still not entirely implemented properly. Therefore, null Hypothesis (H0) which states that: “The teachers’ performance on the Hindu learning management in Senior High Schools of Katingan District Academic Year 2020 were not too good” has been received, so that the Working Hypothesis (H1) which states that: “The performance of teachers on the Hindu learning management in Senior High Schools of Katingan District Academic Year 2020 was very good” has been rejected.

Eksistensi Pasraman Dharma Sentana Dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu Di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini mengkaji eksistensi Pasraman Dharma Sentana dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Basarang Jaya. Fenomena yang terjadi pada muda-mudi di Desa Basarang Jaya karakter anak didiknya masih kurang baik dengan maraknya kasus balap liar dan tindakan yang menyimpang dari ajaran agama Hindu, tetapi setelah mereka mengikuti pendidikan di pasraman anak didik yang semulanya kurang memiliki sopan santun terhadap orang tua, seiring berjalannya waktu perubahan menjadi lebik baik dialami peserta didik setelah mengikuti pasraman. Berdasarkan uraiaan tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah eksistensi Pasraman Dharma Sentana dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Basarang Jaya?, 2) Bagaimanakah upaya untuk memaksimalkan eksistensi Pasraman Dharma Sentana dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Basarang Jaya?, 3) Apakah implikasi eksistensi Pasraman Dharma Sentana dalam pendidikan karakter bagi Sisya Hindu dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Basarang Jaya?, Tujuan umum dari penelitian ini mengkaji lebih dalam untuk menemukan ilmu pengetahuan agama dan pendidikan tentang eksistensi Pasraman Dharma Sentana dalam pendidikan karakter sisya di Desa Basarang Jaya. Hasil peenelitian ini dikaji dengan teori eksistensi, teori motivasi, dan teori evaluasi/implikasi. Metode penelitian yang digunakan metode deskriftif kualitatif. Jenis sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara Purpossive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumen dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, klasifikasi data, display data, penafsiran dan intepretasi, serta penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori eksistensi maka diperoleh bahwa eksistensi Pasraman dharma Sentana dalam pendidikan karakter bagi sisya Hindu yakni adanya Kegiatan persembahyangan, prakter sarana upacara, kegiatan pembelajaran pasraman, kegiatan Dharma Tula, kegiatan bhakti sosial. Upaya untuk memaksimalkan eksistensi dari Pasraman Dharma Sentana di analisis dengan teori motivasi, maka diperoleh data yakni dengan cara Meningkatkan motivasi belajar, meningkatkan kemandirian siswa, meningkatkan tanggung jawab siswa, meningkatkan sistem pendidikan, meningkatkan peran lembaga, dan meningkatkan sarana prasarana yang ada di Pasraman Dharma Sentana. Implikasi Pasraman Dharma Sentana dianalisis dengan teori Implikasi terbagi menjaddi dua implikasi, pertama implikasi positif dan kedua implikasi negative. Implikasi positifnya yakni mencakup 18 standard nilai karakter, sedangkan implikasi negatifnya yakni kurangnya waktu bermain, terdampak covid-19, bertambahnya biaya uang jajan, berkurangnya waktu membantu orang tua.

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VISUAL MATA PELAJARAN AGAMA HINDU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 MANUHING RAYA KABUPATEN GUNUNG MAS

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK MIRA ASMARA, 2020. Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Visual Mata Pelajaran Agama Hindu Siswa Kelas VIIISMP Negeri1 Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas.FakultasDharma Acarya. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing IDr. Drs. I Wayan Karya.,M.Pd.,M.Sidan Pembimbing IIHendri, S. Ag., M. Si Dalam proses belajar mengajar Media itu tidak dapat dipisahkan dari proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah pada khususnya. Begitu juga halnya fenomena yang terjadi dalam proses belajar mengajar di SMP Negeri 1 Manuhing RayaKelurahan TehangKabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah, penerapan media pembelajaran telah dilakukan demi tercapainya hasil belajar yang diinginkan akan tetapi belum diketahui apakah penggunaan media pembelajaran berbasis visual tersebut dapat berpengaruh terhadap hasil atau prestasi belajar siswa dalam Perspektif Pendidikan Agama Hindu. Dari gambaran di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini yaitu Bagaimana Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Visual Terhadap Hasil Belajar Siswa Hindu Dalam Mata Pelajaran Agama Hindu di SMP Negeri 1 Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas? Manfaat Penelitian adalah Memberikan suatu masukan kepada guru Agama Hindu agar dapat menggunakan media pengajaran sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai secara efektif dan efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 18 siswa Hindu kelas VIIISMP Negeri 1 Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas,sedangkan Sampel Penelitian berupa sampel total yaitu seluruh populasi dijadikan sampel. Teknik Pengumpulan Data menggunakan Teknik Observasi, wawancara, dokumentasi dan eksperimen. Teknik Analisa Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Uji t, yaitu untuk mengetahui tentang pengaruh penerapan media pembelajaran berbasis visual mata pelajaran Agama kelas VIII di SMP Negeri 1 Manuhing Raya Kabupaten Gunung MasTahun Ajaran 2019/2020. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Mean atau Rata-rata ( = 76,78dan = 70,72, Standar Deviasi ( = 6,7 dan = 3,09), Varian( = 44,89 dan = 9,51), Korelasi( r )=-0,59, r (determinan) = 34,81%. Dari perhitungan uji t diperoleh nilai t hitung sebesar 1,28. Dengan db sebesar 16 diperoleh t pada taraf signifikansi 5% sebesar 1,746. Karena “t” yang diperoleh dalam perhitungan (t ) lebih kecil dari pada t 1,281,746, maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan media pembelajaran berbasis visual terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran agama Hindu di SMP Negeri 1 Manuhing RayaKelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah, sehingga hipotesis ( ) bahwa penerapan media pembelajaran berbasis visual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran agama Hindu di SMP Negeri 1 Manuhing Raya Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Ma Provinsi Kalimantan Tengah ditolak dan hipotesis ( ) bahwa penerapan media pembelajaran berbasis visual tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa Hindu dalam mata pelajaran agama Hindu di SMP Negeri 1 Manuhing Raya Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah. Terkait dengan hasil penelitian ini disarankan agar guru agama Hindu lebih memberikan perhatian terhadap cara penyampaian materi pelajaran kepada siswa terutama penggunaan media pengajaran yang trepat sesuai dengan pokok bahasan atau materi yang disampaikan demi kemajuan prestasi siswanya.

Kinerja Guru Pendidikan Agama Hindu Tingkat Sekolah Dasar di Kecematan Kahayan Hilir

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Diana, I Made. 2020. Kinerja Guru Pendidikan Agama Hindu Tingkat Sekolah Dasar di Kecematan Kahayan Hilir. Tesis Program Studi Magister Pendidikan Hindu Program Pascasarjana Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing (I) Dr.Drs. I Wayan Karya, M.Pd., M.Si.dan Pembimbing (II) Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.A. Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran sangat penting untuk menumbuhkan daya dan minat belajar bagi peserta didik, merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan peserta didik sehingga peserta didik termotivasi untuk belajar lebih baik. Kinerja guru sangat menentukan kualitas pembelajaran yang baik bagi peserta didik di sekolah, yaitu kualitas peserta didik yang memiliki kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan, memiliki keterampilan dan akhlak mulia yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan ajaran Hindu. Guru pendidikan agama Hindu tingkat sekolah dasar di Kecamatan Kahayan Hilir saat ini masih memerlukan peningkatan kompetensi sebagai guru melalui pelatihan yang dilakukan oleh pengawas dan kepala sekolah. Penelitian ini dilakukan untuk dapat mengetahui bagaimana kinerja gurupendidikan agama Hindu tingkat sekolah dasar di Kecamatan Kahayan Hilir dengan tujuan untuk melihat dan mengetahui realitas kinerja guru pendidikan agama Hindu tersebut. Penelitian ini terdiri atas enam sampel, yaituguru pendidikan agama Hindu SDN Mintin 1, guru pendidikan agama Hindu SDN Trisari 1, guru pendidikan agama Hindu SDN Mantaren 2, guru pendidikan agama Hindu SDN UPT Anjir Pulang Pisau, guru pendidikan agama Hindu SDN Kalawa 1, dan guru pendidikan agama Hindu SDN Buntoi 2. Jenis metode yang digunakan adalah metode campuran (Mixed Methods). Data diperoleh dari hasil observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dibagi menjadi dua, yaitu(1) pengolahan data dari informan: reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data, (2) pengolahan data dariangket: editing dan scoring. Hasil analisis dari wawancara guru pendidikan agama Hindu dan kepala sekolah serta angket setelah dianalisis dengan metode campuran (Mixed Methods), yaitu penyematan data kualitatif dalam desain penelitian kuantitatif (nestingqualitative data in quantitative designs), kemudian dikonsultasikan dengan Penilaian Acuan Patokan (PAP) kinerja guru pendidikan agama Hindu. Hasilnya, yaitu (1) guru pendidikan agama Hindu SDN Mintin 1 masuk dalam kategori baik, dengan persentase ketercapaian 79,61%;(2) guru pendidikan agama Hindu SDN Trisari 1 hasilnya masuk dalam kategori baik dengan persentase ketercapaian 87,07%; (3) guru pendidikan agama Hindu SDN Mantaren 2 hasilnya masuk dalam kategori baikdengan persentase ketercapaian 87,07%(3) guru pendidikan agama Hindu SDN UPT Anjir Pulang Pisau hasilnya masuk dalam kategori baik dengan persentase ketercapaian 73,21%;(4) guru pendidikan agama Hindu SDN Kalawa 1 hasilnya masuk dalam kategori baik dengan persentase ketercapaian 80,65%;(5) guru pendidikan agama Hindu SDN Buntoi 2 hasilnya masuk dalam kategori baik dengan persentase ketercapaian 82,44%.

Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Upacara Pesiwah Pada Umat Hindu Dayak Lawangan Di Desa Salikung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Sandia Maliting, 2020. Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Upacara Pesiwah Pada Umat Hindu Dayak Lawangan Di Desa Salikung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Komang Suarta, S.Ag., M.Si sebagai pembimbing I dan Suwito, S.Ag, M.Si sebagai pembimbing II. Skripsi ini mengkaji tentang Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Upacara Pesiwah Pada Umat Hindu Dayak Lawangan Di Desa Salikung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. Fenomena yang terjadi Dalam upacara Pesiwahmasih kurangnya keterlibatan generasi muda sehingga sehingga minimnya pengetahuan akan pelaksanaannya termasuk nilai-nilai yang terkandung pada upacara Pesiwah, berkaitan dengan pendidikan keagamaan.(1) Bagaimanakah pelaksanaan upacara Pesiwah pada umat Hindu Dayak Lawangandi DesaSalikung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. (2) Apa saja Nilai-nilai Pendidikan agama Hindu dalam upacara Pesiwah pada umat Hindu Dayak Lawangandi Desa Salikung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. Adapun tujuan yang ingin dicapai yaitu, untuk mengkaji dan menganalisis nilai-nilai pendidikan agama Hindu seperti nilai pendidikan Tattwa, Susila dan Upacara yang dikenal dengan Tiga kerangka dasar agama Hindu, guna memperkaya keilmuan agama terkhususnya pelaksanaan upacara Pesiwah. Teori yang digunakan 1) Teori Fungsinalisme Struktural 2) Teori Nilai. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik penentuan informan dalam penelitian ini adalah Snow Ball dalam pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Berdasarkan analisis data penelitian yang landasi teori atau konsep dapat disimpulkan bahwa: (1) Upacara Pesiwah merupakan upacara melepas Pali sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur atas panen yang telah didapat dan dipersembahkan melalui upacara Pesiwah ditujukan kepada Tuhan beserta manifestasi-Nya. TahapPelaksanaan upacara Pesiwah terbagi menjadi tiga tahap yaitu meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan dantahap akhir, untuk persiapan diantaranya, biaya, waktu, tempat, Besaruan (mengundang), sarana prasarana, membuat Anshak, memasak Lamang, serta menata persembahan, sedangkan untuk pelaksanaan meliputi menghidupkan Damuan sebagai pemberitahuan bahwa ritual akan dimulai, Sempuri bercerita asal musal Pesiwah, Permbersihan sarana dan prasarana, dan yang terakhir menghaturkan persembahan kepada Tuhan dan para manifestasi-Nya, dan tahap akhir yaitu makan bersama dan penyerahan Tembai kepada Balian. (2) Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam upacara Pesiwah adalah: Nilai pendidikan Tattwa, Nilai Pendidikan Susila/etika serta Nilai Pendidikan Upacara.

Peran Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan Dalam Pembinaan Pendidikan Agama Hindu Di Kecamatan Damang Batu Kabupaten Gunung Mas

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Agama Hindu yaitu bersifat fleksibel dan universal memberikan keleluasan dan kemudahan kepada umat Hindu untuk melaksanakan ajaran Hindu. Oleh sebab itu, pemahaman tentang agama telah ditanamkan sejak dini oleh orang tua kepada anak- anaknya, karena ajaran agama merupakan salah satu pondasi awal yang dapat diajarkan untuk menguatkan karakter anak bangsa. Namun perkembangan teknologi ternyata memberikan pengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan bermasyarakat dan beragama di Kecamatan Damang Batu. Kemajuan

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI UMAT HINDU DALAM PELAKSANAAN HARI RAYA SARASWATI DI DESA BASARANG JAYA KECAMATAN BASARANG KABUPATEN KAPUAS

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam agama Hindu mengenal tentang tiga kerangka dasar yaitu tattwa, etika dan upacara. Pelaksanaan upacara inilah yang membedakan agama Hindu dengan agama lainnya, karena agama Hindu lebih dominan kedalam pelaksanaan upacara yaitu sebagai bentuk implementasi ajaran tattwa dan etika secara nyata. Sama halnya dengan hari raya Saraswati yang dilaksanakan oleh umat Hindu sebagai bentuk pemujaan kepada dewi Saraswati dan memperingati hari turunnya ilmu pengetahuan. Partisipasi umat Hindu sangat penting demi kelangsungan pelaksanaan hari raya Saraswati terutama pesembahyangan yang dilakukan pada saat pagi hari. Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yang akan dibahas antara lain : (1) Faktor-Faktor apa saja yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan hari raya Saraswati di desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas? (2) Bagaimana upaya pembinaan yang dilakukan untuk meningkatkan partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan hari raya Saraswati di desa Basarang Jaya kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan hari raya Saraswati di desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas, (2) untuk mengetahui upaya yang dilakukan untuk meningkatkan partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan hari raya Saraswati di desa Basarang Jaya kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di desa Basarang Jaya Kecanmatan Basarang Kabupaten Kapuas. Sumber data penelitian ini adalah ketua PHDI, guru agama Hindu, Penyuluh agama, Pemangku, masyarakat Hindu dan dokumen desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori Fungsionalisme dan teori Religi. Metode yang digunakan untuk menumpulkan data adalah metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode analisis deskriptif kualitatif dengan langkah reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan hari raya Saraswati. Adapun faktor - faktor yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan hari raya Saraswati yaitu waktu pelaksanaannya, kesibukan, kurangnya kesadaran, kurangnya pengetahuan, kurangnya rasa memiliki, anggapan bahwa hari raya Saraswati kurang penting dan lebih fokus terhadap persembahyangan di pura masing-masing. Sedangkan upaya pembinaan yang harus dilakukan adalah melakukan pembinaan, melakukan rembug sastra, memotivasi diri sendiri, melakukan komunisadi dengan pemuka agama, penyuluh agama dan guru agama Hindu

Penyelesaian Hakaouh Pada Sengketa Tanah Oleh Kepala Adat Di Desa Kalang Kaluh Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MANDORI/NIM, 14 02 008 Tahun 2020. Penyelesaiaan Hakaouh Pada Sangketa Tanah Oleh Kepala Adat Di Desa Kalang Kaluh Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya , Skripsi Fakultas Dharma Sastra Istitut Agama Hindu Negri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya Dosen Pembimbing I. I Komang Darman,SH,MH Pembimbing II Dr. NI Nyoman Rahmawati, S.Ag, M.Si Penelitian ini membahas tentang Penyelesaiaan Hakaouh Pada Sangketa Tanah Oleh Kepala Adat Di Desa Kalang Kaluh Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya. Penyelsaian hakaouh pada sangketa tanah oleh kepala adat di Desa Kalang Kaluh Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya harus secepatnya diselesaikan hal ini supaya permasalahan sangketa tanah ini cepat diselesaikan dengan baik secara adat supaya tidak berkepanjangan Dengan didasari Rumusan masalah Penelitian yaitu penyelesaiaan hakaouh pada sangketa tanah oleh kepala adat di Desa Kalang Kaluh Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya,. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan, teknik pengumpulan data observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Untuk membantu peneliti sebagai instrumen pokok, maka peneliti membuat instrumen penunjang. Dalam penyusunan instrumen penunjang tersebut, mengemukakan pemilihan metode yang akan digunakan peneliti ditentukan oleh tujuan penelitian, sampel penelitian, lokasi, pelaksana, biaya dan waktu, dan data yang ingin diperoleh. Dari tujuan yang telah dikemukakan tersebut, dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi. Setelah ditentukan metode yang digunakan, maka peneliti menyusun instrumen pengumpul data yang diperlukan untuk mengumpulkan data yang diperlukan Hasil penelitian Cara Penyelesaiaan Hakouh Pada Sangketa Tanah Oleh Kepala Adat Di Desa Kalang Kaluh Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya dengan cara menyerahkan uang senilai jipen satu atau dengan nilai Rp.1000.000 senagai penjamin penyelesaian Hakaouh (Piring Penyerahan Hakaouh) Tata cara pelaporan masalah tanah sengketa adalah pertama melaporkan masalah pada tingkat RT kemudian berlanjut laporan pada tingkat Desa yaitu Kepala Desa setempat kemudian kasus ini yang akan kepala desa sampaikan kepada Kepala Adat setempat untuk di selesaikan masalahnya secara adat, faktor Penghambat dan pendukung penyelesaiaan hakaouh pada sangketa tanah oleh kepala adat faktor-faktor penghambat sengketa tanah di Desa Kalang Kaluh Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya adalah,Tanah yang di klem tidak mempunyai surat yang sah namun hanya pengakuan saja olehmasyarakat, Yang sering menjadi penghambat dalam sengketa yaitu ketika tergugat tidak menghadiri sidang.

PERAN UNIT KEGIATAN MAHASISWA KADER ANTI NARKOBA TERHADAP PENCEGAHAN, PEMBERANTASAN, PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOBA DI LINGKUNGAN KAMPUS IAHN TP PALANGKA RAYA

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peran UKM Kader Anti Narkoba Terhadap P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) di Lingkungan Kampus IAHN-TP Palangka Raya. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri (IAHN-TP) Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing (I) Dr I Made Kastama,SH.,MH. Pembibing (II) Gelar Sumbogo Peni, S.Ag.,M.Si. Penyalahgunaan narkotika saat ini sudah sangat mengkhawatirkan baik secara nasional maupun internasional, dikarenakan korban penyalahgunaan narkotika tidak hanya terbatas pada kelompok masyarakat yang mampu saja akan tetapi telah merambah ke kalangan masyarakat kurang mampu baik di kota maupun di desa. Tidak terlepas juga di Kalimantan Tengah khususnya di kota Palangka Raya juga terdapat banyak pengguna narkotika baik dari kalangan orang dewasa hingga ke kalangan anak-anak. BNN Kota Palangka Raya saat ini melakukan sebuah terobosan dalam melakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba, yaitu dengan menjalin kerjasama dengan lembaga perguruan tinggi khususnya dengan Kampus IAHN-TP Palangka Raya, karena mengingat saat ini BNN tidak bisa sepenuhnya bekerja sendiri dalam memberantaskan Narkoba maka dari itu banyak terobosan yang dilakukan olen BNN Provinsi Kalimantan Tengah. Di lingkungan IAHN-TP Palangka Raya Memiliki sebuah wadah organisasi yang dinaungi langsung oleh BNN Provinsi Kalimantan Tengah yang disebut dengan UKM Kader Anti Narkoba. Dengan adanya UKM Kader Anti Narkoba tersebut diharapkan dapat menjadi sebuah organisasi yang dapat membantu dalam melakukan Pencegahan, Pembrantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) terutama dilingkungan Kampus IAHN-TP palangka Raya. Permasalahan yang di teliti adalah 1. Bagaimanakah strategi UKM kader anti narkoba dalam menanggulangi P4GN di lingkungan kampus IAHN-TP Palangka Raya? 2. Bagaimanakah implikasi UKM kader anti narkoba terhadap P4GN? Subjek peneliti ini adalah Pembina UKM Kader Anti Narkoba, Ketua UKM Kader Anti Narkoba, sekertaris UKM Kader Anti Narkoba, Presiden BEM IAHN-TP Palangka Raya, Wakil Presiden BEM IAHN-TP Palangka Raya, Sekertaris BEM IAHN-TP Palangka Raya, Bendahara BEM IAHN-TP Palangka Raya, Gubernur BEM Fakultas Dharma Acarya IAHN-TP Palangka Raya, Wakil Gubernur Bem Fakultas Dharma Acarya IAHN-TP Palangka Raya. Dari analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa : 1) UKM Kader Anti Narkoba mempunyai strategi menangulangi P4GN di lingkungan kampus IAHNTP Palangka Raya adalah memperkuat anggota UKM dengan cara sering melaksanakan bakti sosial, bersosialisasi dan tes urine yang dimana setiap tahun di laksanakan oleh UKM Kader Anti Narkoba dalam menanggulangi P4GN. 2) Implikasi penerapan UKM Kader Anti Narkoba mempunyai dua sisi adalah Imlipkasi Postif dan Implikasi Negatif. Kata Kunci : Peran, UKM Kader Anti Narkoba, Pencegahan, Pembratasan, Penyalahgunaan, Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Pengaruh Penggunaan LCD Proyektor Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mesi Karunia Lestari, 2020. Pengaruh Penggunaan LCD Proyektor Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas. Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag Pendidikan merupakan bagian yang sangat penting dalam membangun Negara. Peran dari pendidikan adalah menciptakan sumber daya manusia yang modern dan bermoral. Dalam dunia pendidikan tidak bisa jauh dari penggunaan media dalam kegiatan belajar mengajar guna membuat variasi pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk giat dalam belajar agar prestasinya meningkat atau lebih baik dari sebelumnya. Rumusan masalah, yaitu: Apakah ada pengaruh penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas?; dan apakah kendala dari penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas?. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dan kendala penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas. Metode menggunakan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah 1 (satu) orang guru dan 33 siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas, Teknik Sampling Jenuh (Total Sampling) dan sampel penelitian semua siswa kelas X Multimedia. Teknik pengumpulan data: observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data, yaitu: Uji t dengan taraf signifikan 5%. Hipotesis penelitian ini, yakni: Ha= Ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai; Ho= Tidak ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai. Kesimpulan: Kendala terjadinya mati listrik, Adapun pengaruh yang positif atau signifikan antara pengaruh penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas. Koefisien Korelasi (r) = 0,99 ini menunjukkan bahwa penggunaan LCD Proyektor mempunyai hubungan yang positif terhadap prestasi siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai. Determinan (r2) = 98,01 % adalah menunjukkan bahwa besarnya sumbangan dari penggunaan LCD Proyektor (variabel x) terhadap naik turunnya prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas (variabel y) adalah 98,01 % dan selain dari itu sebesar 1,99 % di pengaruhi oleh faktor yang lain dan tidak dibahas disini. Hasil uji t di peroleh thitung= 39,171, sedangkan ttabel= 1,696, karena thitung>ttabel, artinya Ha (diterima) dan H0 (ditolak). Demikian, pencapaian penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas terdapat pengaruh yang positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.

Ritual Hompong Dalam Upacara Perkawinan Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Oreng Kecamatan Tanah Siang Selatan Kabupaten Murung Raya (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MARTOKO.2019. Ritual Hompong Dalam Upacara Perkawinan Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Oreng Kecamatan Tanah Siang Selatan Kabupaten Murung Raya (Persepetif Pendidikan Hindu). Skripsi,Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Insititut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya Pembimbing I : Hendri, S.Ag.,M.Si. Pembimbing II: Suwito, S.Ag.,M.Si. Agama adalah suatu kepercayaan dan keyakinan yang turun temurun dari nenek moyang hingga sampai saat ini masih dipercaya oleh umat manusia yang berada didunia ini. Agama Hindu Kaharingan merupakan agama tertua yang berada di Kalimantan terkhususnya di Kalimantan Tengah. Dimana di Kalimantan Tengah terbagi menjadi beberapa sukusalah satunya suku Dayak Siang yang mempercayai agama Hindu Kaharingan sebagai agamanya.Ritual hompong merupakan ritual penyambutan tamu dari luar daerah, pada saat upacara-upacara salah satunya upacara perkawinan yang ada di suku Dayak Siang, yang mengandung makna bagi kehidupan kedua mempelai dan umat Hindu Kaharingan. Proses ritual hompong ini dilaksanakan sebagai wujud bakti atau pun rasa terimakasih kepada mohotara (Tuhan Yang Maha Esa) dan manifdestasinya. Adapun rumusan masalah di dalam penelitian ini adalah 1. Bagaimanakah pelaksanaan ritual hompong dalam upacara perkawinan pada umat Hindu Kaharingan di desa Oreng, Kecamatan Tanah Siang Selatan, Kabupaten Murung Raya? 2. Apakah fungsi dan tujuan ritual hompong dalam upacara perkawinan pada umat Hindu Kaharingan di desa Oreng, Kecamatan Tanah Siang Selatan, Kabupaten Murung Raya? 3. Apasaja nilai-nilai pendidikan ritual hompong dalam upacara perkawinan pada umat Hindu Kaharingan di desa Oreng, Kecamatan Tanah Siang Selatan, Kabupaten Murung Raya? tujuan penelitian ada tiga yaitu untuk mengetahui bagai mana pelaksanaan ritual hompong dalam upacara perkawinan pada umat Hindu Kaharingan di desa Oreng Kecamatan Tanah Siang Selatan Kabupaten Murung Raya, untuk mengetahui fungsi dan tujuan ritual hompong dalam upacara perkawinan pada umat Hindu Kaharingan di desa Oreng Kecamatan Tanah Siang Selatan Kabupaten Murung Raya, dan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan ritual hompong dalam upacara perkawinan pada umat Hindu Kaharingan di desa Oreng Kecamatan Tanah Siang Selatan Kabupaten Murung Raya. Konsep yang diajukan adalah ritual hompong, perkawinan, dan umat Hindu Kaharingan. Teori yan digunakan yaitu teori religi, teori interaksionalisme simbolik, dan teori nilai. Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode penelitian kualitatif yaitu penelitian yang dilaksanakan langsung di lapangan. Penelitian dilaksanakan langsung di desa Oreng, Kecamatan Tanah Siang Selatan, Kabupaten Murung Raya. Sumber data yaitu data primer dan data sekunder dengan subyek penelitian basie (rohaniawan), tokoh masyarakan dan penduduk asli yang dianggap mengusai tentang memberikan keterangan yang dapat dibuktikan kebenarannya. Teknik dalam pengumpulan data yang digunakan yaitu: Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi dari ritual hompong yaitu berfungsi sebagai doa, harapan keselamatan bersama, agar tujuan harapan dan cita-cita dapat teruwujud, rukun tenteram dan menjaukan semua rintangan yang disebut dengan dahiyang bahaya. Dalam kehidupan ritual hompong mengandung nilai kebersamaan tamu dengan penduduk setempat dimana tanah dipijak disitu langit dijungjung serta nilai kegotong royongan karena dilaksanakan oleh banyak orang.

Peran Mantir Adat Dalam Menyelesaikan Kasus Kawin Hatamput Pada Masyarakat Di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK CIKA HISMAWATI, 2020 : Peran Mantir Adat Dalam Menyelesaikan Kasus Kawin Hatamput Pada Masyarakat Di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I Dr. Ni Nyoman Rahmawati, S.Ag.,M.Si, Pembimbing II Budhi Widodo, SH.,MH. Kawin Hatamput atau Kawin Lari merupakan suatu perkawinan yang terjadi atas kesepakatan antara laki-laki dan perempuan untuk melarikan diri dan hidup bersama sebagai suami istri tanpa sepengetahuan dari orang tua. Setiap keputusan penyelesaian kasus Kawin Hatamput selalu ditaati oleh masyarakat yang ada di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan karena hukum adat masih berlaku. Hal ini dibuktikan dengan perkara dan pelanggaran adat yang sering kali terjadi, namun dapat diatasi oleh lembaga adat karena adanya kesadaran masyarakat dalam setiap permasalahan akan dapat diselesaikan secara musyawarah melalui lembaga adat yang dilaksanakan oleh Mantir Adat. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 3 (tiga) hal yaitu : (1) Apa faktor penyebab terjadinya Kawin Hatamput pada masyarakat di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan ? (2) Bagaimana Peran Mantir Adat dalam menyelesaikan kasus Kawin Hatamput pada masyarakat di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan ? (3) Bagaimana proses penyelesaian kasus Kawin Hatamput pada masyarakat di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Subjek penelitian adalah Mantir Adat, Tokoh Mayarakat, Orang Tua pelaku Kawin Hatamput, Pelaku Kawin Hatamput. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dan rancangan studi kasus dengan langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Dari analisis data tersebut maka dapat disimpulkan : (1) Faktor penyebab terjadinya Kawin Hatamput pada masyarakat di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan yaitu terdiri dari 2 faktor yaitu : faktor internal (pengaruh miras, cinta berlebihan) dan faktor eksternal (aturan adat yang dianggap berat, salah silsilah, ekonomi dan pendidikan). (2) Peran Mantir Adat dalam menyelesaikan kasus Kawin Hatamput pada masyarakat di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan yaitu berperan sebagai pemimpin persidangan guna untuk mendapatkan suatu pertimbangan serta kesepakatan kepada kedua belah pihak yang melakukan Kawin Hatamput supaya bisa melaksanakan perkawinan yang sah menurut adat. (3) Proses penyelesaian kasus Kawin Hatamput pada masyarakat di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan yaitu tahap laporan, tahap pemanggilan dan tahap sidang adat. Pada tahap sidang adat pelaku dikenakan sanksi berupa membayar denda yang telah ditetapkan dan melaksanakan pesta adat potong hewan babi (Mampakanan Pali). Kata Kunci : Peran Mantir Adat, Menyelesaikan Kasus, Kawin Hatamput

PEMBENTUAKAN KARAKTER ANAK DALAM KELUARGA HINDU DI DESA SAMBI DI KECAMATAN ARUT UTARA KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK CERLI MARLINA, 2020 : Pembentukan Karakter Anak Dalam Keluarga Hindu Didesa Sambi Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat. Tesis Program Studi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penynag Palangka Raya. Pembimbing (I) Dr. I Nyoman Sidi Astawa,S.Ag.,M.A. Pembimbing (II) Dr. I Wayan Suasta, S.Ag., M.Pd.H. Pembentukan karakter anak dalam keluarga di Desa Sambi Kecamatan Arut Utara, Kabupaten kotawaringin barat belum terlalu bisa dilaksanakan dengan baik terutama dalam mendidik anak dari usia 0-15 tahun dikarenakan pahaman orang tua dalam membentuk karakter anak agar anak mendapatkan didikan yang baik agar anak berjalan dijalan yang baik masih kurang. Pelaksanaannya dikarenakan orang tua anak banyak melakukan aktipitas di luar rumah diakibatkan faktor ekonomi keluarga dan faktor rendahnya pendidikan dalam mendidik anak dalam keluarga hindu jadi peran orang tua sangatlah kurang dalam memberikan arahan kepada anak. Penelitian ini untuk mengetahui dan memahami bagaimana pembentukan karakter anak dalam keluarga Hindu di Desa Sambi Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat. Jenis penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sambi, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat. Jenis data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan metode observasi, metode wawancara, studi kepustakaan dan metode dokumentasi. Kemudian analisis data dalam penelitian ini terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi dan penegasan kesimpulan. Berdasarkan kesimpulan pembentukan karakter anak dalam keluarga Hindu di Desa Sambi Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat. Orang tua anak mengetahui apa arti dari pendidikan karakter anak dalam keluarga, karena pendidikan karakter merupakan proses dalam mengembangkan cara berpikir dan kemampuan anak. Peran orang tua dalam membentuk karakter anak dalam keluarga memfunyai banyak faktor seperti faktor pendidikan orang tua yang rendah, faktor ekonomi, dan faktor masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan karakter anak dalam keluraga Hindu tidak terlaksana dengan baik. Kata kunci : Pembentukan, Faktor, Peran Orang Tua.

Kewenangan Mantir Adat Dalam Penyelesaian Kasus Perkelahian Pada Masyarakat Di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ERMILA, 2020, Kewenangan Mantir Adat Dalam Penyelesaian Kasus Perkelahian Pada Masyarakat Di Desa Tumbang Panggo Kecamtan Tasik Payawan Kabupaten Katingan Skripsi. Fakultas Dharma Sastra, Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya (IAHN-TP Palangka Raya). Pembimbing (I) Dr. Riwun, S.Ag.,M.Si. pembimbing (II) Gelar Sumbogo Peni. S.Ag.,M.Si. Kewenangan adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu. Demikian halnya dengan kewenangan seorang Mantir Adat di Desa Tumbang Panggo yaitu mempunyai kekuasaan yang kewenangannya dalam masalah bidang adat istiadat dan juga permasalah yang timbul pada masyarakat. Perkelahian adalah pertengkaran dengan adu kata disertai dengan adu fisik yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Masalah yang diteliti : (1) Apa Dasar Hukum Dan Kewenangan Mantir Adat Dalam Penyelesaian Kasus Perkelahian Pada Masyarakat Di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan?(2) Bagaimana Proses Penyelesaian Kasus Perkelahian Pada Masyarakat Di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan kabupaten Katingan?(3) Apa Sanksi Dan Faktor Penyebab Hukum Adat Terhadap Kasus Perkelahian Pada Masyarakat Di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Teori yang digunakan untuk menganalisi Rumusan Masalah tersebut adalah teori Kewenangan, teori Penegakan Hukum dan teori Kausalitas (sebab akibat). Subjek penelitian ini adalah Mantir Adat Desa Tumbang Panggo, Tokoh Masyarakat Adat Desa Tumbang Panggo, dan masyarakat Desa Tumbang Panggo. Metode yang digunakan untuk mengumpukan data adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan metode kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1). Dasar hukum dan kewenangan mantir adat dalam penyelesaian kasus perkelahian adalah UUD 1945 pada pasal 18B ayat (2), UU Darurat Nomor 1 Tahun 1951, dan PERDA Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 16 Tahun 2008 tentang Kelembagaan Adat Dayak di Kalimantan Tengah. (2) proses penyelesaian kasus perkelahian yaitu pemanggilan pihak-pihak yang bersengketa, penetapan tanggal sidang dan pemberitahuan kepada para saksi dan penyelenggaran sidang oleh mantir adat. (3) Faktor penyebab dan sanksi adat perkelahian adalah faktor penyebab terdapat beberapa factor yaitu amarah, kurangnya hiburan, kesenjangan generasi, lingkungan, peran belajar mosel kekerasan/pengaruh media massa, frustasi/sters, proses pendisiplinan yang keliru, ekonomi dan usia. sanksi yaitu pada pasal 86 Singer Kalahi Kadama Metuh Gawi (denda adat jika berkelahi pada waktu pesta/perayaan, denda yang diberikan oleh Mantir Adat kepada para pelaku pelanggarang adat yaitu dikenakan denda sebesar 1-15 kati ramu, menurut besar kecilnya pelanggran dan pertimbangan Ketua Adat/Mantir Adat setempat. Akan tetapin di Desa Tumbang Panggo Mantir Adat telah menetapkan bahwa 1 kati ramu diuangkan senilai Rp. 250.000,- sesuai dengan kesepakatan kerapatan adat dengan aparat desa dan tokoh masyarakat. Pada saat kasus perkelahian yang terjadi di Desa Tumbang Panggo telah ditetapkan membayar singer/denda sebagai sanksi adat 12 kati ramu senilai Rp 3.000.000,-.

NILAI-NILAI UPACARA MANYANGGAR BANUA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT UMAT HINDU DI DESA BALAWAIAN KECAMATAN PIANI KABUPATEN TAPIN

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sudiman, 2020. Nilai-nilai Upacara Manyanggar Banua Dalam Kehidpan Masyarakat Umat Hindu Di Desa Balawaian Kecamatam Piani Kabupaten Tapin (Kajian Nilai Religius dan Nilai Sosial). Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya Prodi Kepanditaan Palangka Raya Pembimbing I Dr Tardi Edung, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II Ni Putu Eka Merliana, ST.,MT. Upacara Manyanggar Banua adalah upacara yang dilaksanakan oleh umat Hindu khususnya di Desa Balawaian yang bertujuan untuk membersihkan/menyucikan kampung (Desa) dari pengaruh buruk seperti, berbagai marabahaya, sial sampar/wabah penyakit, berbagai akibat tindakan asusila Masyarakat yang menempati desa tersebut. Berdasarkan penjelasan diatas maka menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana pelaksanakaan upacara Manyanggar Banua bagi umat Hindu di Desa Balawaian Kecamatan Piani Kabupaten Tapin ? 2) Bagaimanakah nilai religius upacara Manyanggar Banua bagi umat Hindu di Desa Balawaian Kecamatan Piani Kabupaten Tapin ? 3) Bagaimana nilai sosial Manyanggar Banua bagi umat Hindu di Desa Balawaian Kecamatan Piani Kabupaten Tapin ?. Untuk menjawab masalah dalam penelitian ini, ada beberapa teori yang digunakan yaitu: teori struktural fungsional, teori religi dan teori sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan sumber data yang digunakan adalah bersumber dari data primer dan data skunder. Sedangkan teknik penentuan informan dalam penelitian ini adalah teknik Snow Ball Sampling, teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara: observasi, keperpustakaan, wawancara, dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, sehingga akurasi data menjadi lebih jelas. Berdasarkan hasil penelitian mencakup tiga aspek yaitu: mengenai pelaksanaan, nilai religius dan nilai sosial. Yang pertama pelaksanaan upacara Manyanggar Banua umat Hindu khusunya di Desa Balawaian: 1) Mengadakan musyawarah 2) Pesiapan (beramu) 3) proses Balian Kariau pada upacara Manyanggar Banua 4) Pali (pantangan) Yang kedua nilai religius yang terkandung dalam Manyanggar Banua adalah pemujaan kepada Tuhan beserta manifestasinya termasuk manusia dan alam. dan yang ketiga nilai sosial yang terkandung dalam upacara Manyanggar Banua adalah suatu kebudayaan terkandung nilai-nilai dan norma-norma sosial yang merupakan faktor pendorong bagi manusia untuk bertingka laku dan mencapai kepuasan tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Nilai-nilai Upacara Manyanggar Banua (Pelaksanaan, Nilai Religius dan Nilai Sosial.

Model Pembelajaran Agama Hindu di Pasraman Sumber Pangentoan di Desaa Bantai Karau Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK VEDA WIRATAMA, 2020, Model Pembelajaran Agama Hindu Di Pasraman Sumber Pengentoan Di Desa Bantai Karau Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur. Skripsi. Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pedidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing(I). Lilik,S.Ag.,M.Pd.H, Pembimbing (II). Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si. Pasraman adalah Lembaga Pendidikan khusus bidang agama Hindu, Lembaga ini digunakan oleh masyarakat dalam memahami ajaran agama Hindu secara mudah dikatakan demikian karena di tempat ini generasi muda akan dapat menambah wawasan dan menerapkan nilai-nilai ajaran agama Hindu yang diperoleh pada Lembaga Pendidikan formal (sekolah) dengan lembaga non formal yaitu Pasraman. Dalam penelitian ini dilaksanakan di Pasraman Sumber Pengentoan di desa bantai karau kecamaan dusun tengah kabupaten barito timur. Adapun rumusan masalah yang penulis ambil dalam penelitian ini ialah (1). Bagaimana Model Pembelajaran Agama Hindu di Pasraman Sumber Pengentoan Di Desa Bantai Karau Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur? (2). Apa Kendala Yang Dialami Oleh Guru Dalam Pelaksanaan Model Pembelajaran di Pasraman Sumber Pengentoan Di Desa Bantai Karau Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur?. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah diatas adalah Teori Behavioristik. Pada penelitian ini subjeknya adalah Ketua Pasraman, guru-guru pasraman serta siswa-siswi pasraman Sumber Pengentoan. Desa Bantai Karau. Metode yang digunakan oleh penulis untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi dan analisis data. Data dianalisis dengan metode kualitatif dengan langkah-langkah analisis data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). Model pembelajaran di Pasraman Sumber Pengentoan Di Desa Bantai Karau Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur adalah menggunakan model pembelajaran kooperatif yaitu model pembelajaran kelompok, diskusi, taya jawab dan permainan (game). (2). Kendala Yang Dialami Oleh Guru Dalam Pelaksanaan Model Pembelajaran di Pasraman Sumber Pengentoan Di Desa Bantai Karau Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur berupa kendala Guru dalam artianya keahlian guru dalam mengajar, kendala pada siswa yang kadang tidak turun, dan di sarana dan prasarana pasraman. Kata Kunci : Model Pembelajaran Agama Hindu, Pasraman Sumber Pengentoan