2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INA, 2026: Pluralisme Hukum Pelaksanaan Perkawinan Antar Suku Dayak dan Non-Dayak Pada Masyarakat Dayak Ngaju di Kedamangan Sabangau Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sabangau Kota Palangka Raya. Skripsi Prodi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dra. Ni Made Ratini, M.Si, Pembimbing II Sri Kayun, SH., M.Si. Pluralisme hukum adalah suatu kondisi atau konsep dalam ilmu hukum yang mengakui bahwa dalam satu masyarakat terdapat lebih dari satu sistem hukum yang berlaku secara bersamaan diantaranya; hukum adat, hukum negara, dan hukum agama. Dalam praktiknya, hukum adat Dayak Ngaju menjadi pedoman utama dalam mengatur tahapan dan ritual perkawinan, sedangkan keabsahan perkawinan ditentukan oleh ketentuan agama yang dianut pasangan serta pencatatan perkawinan sesuai hukum negara agar memiliki kekuatan hukum administratif. Daya tarik dalam penelitian ini terletak pada perkawinan antasra suku Dayak dan non-Dayak, serta perkawinan lintas negara, di mana dalam pelaksanaannya tetap menggunakan Jalan Hadat Kawin (ketentuan adat perkawinan) berdasarkan hukum adat Dayak Ngaju. Bagaimana pluralisme hukum dalam pelaksanaan perkawinan antar suku Dayak dan non-Dayak pada masyarakat Dayak Ngaju di wilayah Kedamangan Sabangau, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya. Bagaimana proses pelaksanaan perkawinan antar suku Dayak dan non-Dayak pada masyarakat Dayak Ngaju di wilayah Kedamangan Sabangau, khususnya dalam penerapan hukum adat terhadap pihak non-Dayak. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum empiris, dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik penentuan informan ini menggunakan teknik purposive sampling, informan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang. 1) Damang Kepala Adat, 2) Sekretaris Damang, 3) Mantir Adat Kereng Bangkirai, 4) Mantir adat Kecamatan sabangau, 5) Saksi dari pihal Perempuan, 6) Mantir Adat Sabaru, 7) dua (2) Orang Tokoh Masyarakat. Teori yang digunakan ada 2 yaitu: 1) Teori Pluralisme Hukum dan 2) Teori The Living Law (Eugen Ehrlich). Teknik analisis data dalam penelitian ini ada 4 tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan perkawinan antara suku Dayak Ngaju dan non-Dayak terdapat lebih dari satu sistem hukum yang berlaku secara bersamaan diantaranya; hukum adat, hukum negara, dan hukum agama. Dalam pelaksanaannya, perkawinan tidak hanya dicatat secara resmi di KUA atau Disdukcapil, tetapi juga tetap melaksanakan prosesi adat Jalan Hadat Kawin sebagai bentuk pengakuan adat Dayak Ngaju. Lembaga Adat Kedamangan Sabangau berperan penting dalam memberikan pengesahan dan pengawasan adat, sehingga terjadi harmonisasi antara hukum adat dan hukum nasional dalam mengatur dan mengesahkan perkawinan dimasyarakat.
Kata Kunci: Pluralisme Hukum; Perkawinan Adat Dayak Ngaju; Kedamangan Sabangau.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
INA, 2026: Pluralisme Hukum Pelaksanaan Perkawinan Antar Suku Dayak
dan Non-Dayak Pada Masyarakat Dayak Ngaju di Kedamangan
Sabangau Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sabangau Kota
Palangka Raya. Skripsi Prodi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra
Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka
Raya. Pembimbing I Dra. Ni Made Ratini, M.Si, Pembimbing II Sri
Kayun, SH., M.Si.
Pluralisme hukum adalah suatu kondisi atau konsep dalam ilmu hukum
yang mengakui bahwa dalam satu masyarakat terdapat lebih dari satu sistem hukum
yang berlaku secara bersamaan diantaranya; hukum adat, hukum negara, dan
hukum agama. Dalam praktiknya, hukum adat Dayak Ngaju menjadi pedoman
utama dalam mengatur tahapan dan ritual perkawinan, sedangkan keabsahan
perkawinan ditentukan oleh ketentuan agama yang dianut pasangan serta
pencatatan perkawinan sesuai hukum negara agar memiliki kekuatan hukum
administratif. Daya tarik dalam penelitian ini terletak pada perkawinan antasra suku
Dayak dan non-Dayak, serta perkawinan lintas negara, di mana dalam
pelaksanaannya tetap menggunakan Jalan Hadat Kawin (ketentuan adat
perkawinan) berdasarkan hukum adat Dayak Ngaju. Bagaimana pluralisme hukum
dalam pelaksanaan perkawinan antar suku Dayak dan non-Dayak pada masyarakat
Dayak Ngaju di wilayah Kedamangan Sabangau, Kelurahan Kereng Bangkirai,
Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya. Bagaimana proses pelaksanaan
perkawinan antar suku Dayak dan non-Dayak pada masyarakat Dayak Ngaju di
wilayah Kedamangan Sabangau, khususnya dalam penerapan hukum adat terhadap
pihak non-Dayak.
Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode
observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Jenis penelitian ini
merupakan jenis penelitian hukum empiris, dengan pendekatan deskriptif kualitatif.
Teknik penentuan informan ini menggunakan teknik purposive sampling, informan
dalam penelitian ini berjumlah 8 orang. 1) Damang Kepala Adat, 2) Sekretaris
Damang, 3) Mantir Adat Kereng Bangkirai, 4) Mantir adat Kecamatan sabangau,
5) Saksi dari pihal Perempuan, 6) Mantir Adat Sabaru, 7) dua (2) Orang Tokoh
Masyarakat. Teori yang digunakan ada 2 yaitu: 1) Teori Pluralisme Hukum dan 2)
Teori The Living Law (Eugen Ehrlich). Teknik analisis data dalam penelitian ini
ada 4 tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan
kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan perkawinan antara
suku Dayak Ngaju dan non-Dayak terdapat lebih dari satu sistem hukum yang
berlaku secara bersamaan diantaranya; hukum adat, hukum negara, dan hukum
agama. Dalam pelaksanaannya, perkawinan tidak hanya dicatat secara resmi di
KUA atau Disdukcapil, tetapi juga tetap melaksanakan prosesi adat Jalan Hadat
Kawin sebagai bentuk pengakuan adat Dayak Ngaju. Lembaga Adat Kedamangan
Sabangau berperan penting dalam memberikan pengesahan dan pengawasan adat,
sehingga terjadi harmonisasi antara hukum adat dan hukum nasional dalam
mengatur dan mengesahkan perkawinan dimasyarakat.
Kata Kunci: Pluralisme Hukum; Perkawinan Adat Dayak Ngaju;
Kedamangan Sabangau.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Herlina 2026. Optimalisasi Penggunaan Alat Musik Tradisional Dayak Kalimantan
Tengah dalam Proses Pembelajaran Seni Budaya di SMPN 8 Palangka Raya Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya
Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing 1. Wentin, S.Ag.,M.Pd.H. Pembimbing II. Yoppie, M.Pd.H.
Optimalisasi penggunaan alat musik dalam Proses pembelajaran seni musik
di SMPN 8 Palangka Raya adalah salah satu kegiatan pembelajaran dan pelatihan
seni musik yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman siswa
terkait seni musik tradisional Dayak Kalimantan Tengah serta untuk melestarikan
budaya lokal. Dalam proses pembelajaran seni musik tradisional dayak masih
belum maksimal karena keterbatasan jumlah alat musik dan minimnya waktu
latihan, yang menyebabkan beberapa siswa terlambat menguasai teknik bermain
musik tradisional dayak Kalimantan tengah.
Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: 1). Bagaimana Optimalisasi
Penggunaan Alat Musik Tradisional Dayak Kalimantan Tengah dalam Proses
Pembelajaran Seni Budaya di SMPN 8 Palangka Raya, 2). Apa kendala dalam
Optimalisasi Penggunaan Alat Musik Tradisional Dayak Kalimantan Tengah dalam
Proses Pembelajaran Seni Budaya di SMPN 8 Palangka Raya.
Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori Behavioristik dan teori
kendala. Metode pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Teknik
penentuan informan Purposive Sumpling. Teknik analisis data yang dugunakan
reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1) Optimalisasi Penggunaan Alat
Musik Tradisional Dayak Kalimantan tengah Dalam Proses Pembelajaran Seni
Budaya Di SMPN 8 Palangka raya yaitu Manajemen sekolah fokus pada
pengangaraan berkala dan pemeliharaan fasilitas. 2. Kegiatan Pembelajaran Seni
Musik Tradisional Dayak terdiri dari Kegiatan pendahuluan yang diawali dengan
berdoa bersama, memeriksa kehadiran dan penyampaian tujuan pembelajaran,
Kegiatan inti Guru menjelaskan teori dan mencontohkan cara bermain alat musik.
Kegiatan Penutup Guru meminta beberapa kelompok untuk mendemonstrasikan
hasil latihan didepan kelas sebagai bahan evaluasi. 3) Kendala dalam proses
pembelajaran seni musik Tradisional yaitu kurangnya ketersediaan alat musik
tradisional dayak, Anggaran sekolah yang terbatas membuat pengadaan alat musik
tidak sebanding dengan jumlah siswa. Keterbatasan waktu juga menjadi
penghambat sehingga proses pembelajaran seni musik Tradisional Dayak
Kalimantan Tengah di SMPN 8 Palangka Raya kurang optimal.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Herlina 2026. Optimalisasi Penggunaan Alat Musik Tradisional Dayak Kalimantan Tengah dalam Proses Pembelajaran Seni Budaya di SMPN 8 Palangka Raya Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing 1. Wentin, S.Ag.,M.Pd.H. Pembimbing II. Yoppie, M.Pd.H. Optimalisasi penggunaan alat musik dalam Proses pembelajaran seni musik di SMPN 8 Palangka Raya adalah salah satu kegiatan pembelajaran dan pelatihan seni musik yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman siswa terkait seni musik tradisional Dayak Kalimantan Tengah serta untuk melestarikan budaya lokal. Dalam proses pembelajaran seni musik tradisional dayak masih belum maksimal karena keterbatasan jumlah alat musik dan minimnya waktu latihan, yang menyebabkan beberapa siswa terlambat menguasai teknik bermain musik tradisional dayak Kalimantan tengah. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: 1). Bagaimana Optimalisasi Penggunaan Alat Musik Tradisional Dayak Kalimantan Tengah dalam Proses Pembelajaran Seni Budaya di SMPN 8 Palangka Raya, 2). Apa kendala dalam Optimalisasi Penggunaan Alat Musik Tradisional Dayak Kalimantan Tengah dalam Proses Pembelajaran Seni Budaya di SMPN 8 Palangka Raya. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori Behavioristik dan teori kendala. Metode pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Teknik penentuan informan Purposive Sumpling. Teknik analisis data yang dugunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1) Optimalisasi Penggunaan Alat Musik Tradisional Dayak Kalimantan tengah Dalam Proses Pembelajaran Seni Budaya Di SMPN 8 Palangka raya yaitu Manajemen sekolah fokus pada pengangaraan berkala dan pemeliharaan fasilitas. 2. Kegiatan Pembelajaran Seni Musik Tradisional Dayak terdiri dari Kegiatan pendahuluan yang diawali dengan berdoa bersama, memeriksa kehadiran dan penyampaian tujuan pembelajaran, Kegiatan inti Guru menjelaskan teori dan mencontohkan cara bermain alat musik. Kegiatan Penutup Guru meminta beberapa kelompok untuk mendemonstrasikan hasil latihan didepan kelas sebagai bahan evaluasi. 3) Kendala dalam proses pembelajaran seni musik Tradisional yaitu kurangnya ketersediaan alat musik tradisional dayak, Anggaran sekolah yang terbatas membuat pengadaan alat musik tidak sebanding dengan jumlah siswa. Keterbatasan waktu juga menjadi penghambat sehingga proses pembelajaran seni musik Tradisional Dayak Kalimantan Tengah di SMPN 8 Palangka Raya kurang optimal.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Lina. 2026. Upaya Peningkatan Partisipasi Siswa Melalui Program Satu Anak
Satu Peran Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Di Kelas IV SDN 3
Palangka . Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar,
Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang
Palangka Raya. Pembimbing I: Hendri, S.Ag., M.Si. Pembimbing II: Heri
Kusuma Tarupay, S.S., M.Hum.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya partisipasi siswa
kelas IV SDN 3 Palangka dalam proses pembelajaran. Sebagian siswa masih
pasif, kurang berani mengemukakan pendapat, bertanya, maupun bekerja sama
dalam kelompok sehingga pembelajaran belum berlangsung secara aktif dan
merata. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan Program
Satu Anak Satu Peran melalui model pembelajaran kooperatif pada siswa kelas IV
SDN 3 Palangka; dan (2) meningkatkan partisipasi siswa melalui penerapan
Program Satu Anak Satu Peran dalam model pembelajaran kooperatif. Kebaruan
penelitian ini terletak pada penerapan Program Satu Anak Satu Peran sebagai
strategi yang diintegrasikan ke dalam model pembelajaran kooperatif sehingga
setiap siswa memperoleh tanggung jawab yang jelas untuk berpartisipasi aktif
selama proses pembelajaran.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan,
pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 24 siswa
kelas IV SDN 3 Palangka Tahun Pelajaran 2025/2026. Pengumpulan data
dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data
dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan
teori konstruktivistik sebagai landasan dalam pelaksanaan pembelajaran karena
menekankan keterlibatan aktif peserta didik dalam membangun pengetahuan
melalui pengalaman belajar dan kerja sama kelompok.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Program Satu Anak Satu
Peran melalui model pembelajaran kooperatif mampu meningkatkan partisipasi
siswa pada setiap siklus. Peningkatan terlihat dari semakin banyaknya siswa yang
aktif bertanya, menyampaikan pendapat, bekerja sama dalam kelompok,
menjalankan tanggung jawab sesuai perannya, serta berani mempresentasikan
hasil diskusi. Selain itu, suasana pembelajaran menjadi lebih aktif, kolaboratif,
dan berpusat pada peserta didik.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan Program
Satu Anak Satu Peran melalui model pembelajaran kooperatif efektif dalam
meningkatkan partisipasi siswa kelas IV SDN 3 Palangka serta dapat dijadikan
sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran untuk menciptakan proses
pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan bermakna
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Nesti Lina, 2026. Partisipasi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni dan
Keagamaan Dalam Event Seni Budaya Di Kampus IAHN Tampung
Penyang Palangka Raya. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan
Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya
Pembimbing I: Dr. Pranata, S.Pd.,M.Pd
Pembimbing II: Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.A
Partisipasi mahasiswa dalam event seni budaya merupakan salah satu
bentuk pengembangan potensi, kreativitas, dan kompetensi profesional mahasiswa,
khususnya pada Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan Institut Agama
Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Namun, fenomena di
lapangan menunjukkan bahwa partisipasi mahasiswa dalam event seni budaya
masih tergolong rendah dan cenderung didominasi oleh mahasiswa yang sama dari
waktu ke waktu. Kondisi tersebut mendorong perlunya penelitian untuk memahami
bagaimana mahasiswa memaknai pentingnya partisipasi, faktor-faktor yang
mempengaruhi partisipasi, serta upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan
partisipasi mahasiswa dalam event seni budaya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di IAHN Tampung Penyang Palangka
Raya, pada Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Fakultas Dharma
Acarya. Informan penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling,
meliputi mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Ketua dan
Sekretaris Program Studi, dosen, serta panitia penyelenggara event seni budaya.
Teori yang digunakan yaitu teori fenomenologi oleh Edmund Husserl (1970) dan
Self-Determination Theory (SDT) oleh Deci dan Ryan (1985). Data dikumpulkan
melalui observasi, wawancara semi terstruktur, studi kepustakaan, dan
dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memaknai partisipasi
dalam event seni budaya sebagai sarana pengembangan diri, pembentukan
profesionalisme calon guru dan pelestarian seni budaya. Faktor yang
mempengaruhi partisipasi terdiri atas faktor internal, yaitu minat dan hobi, serta
motivasi mahasiswa dan faktor eksternal seperti kurangnya ajakan dari teman dan
senior, tuntutan akademik dari mata kuliah, dominasi cabang seni tertentu, benturan
jadwal latihan dengan tugas perkuliahan dan salah paham pendapat antar
mahasiswa selama proses latihan untuk penampilan. Program studi telah berupaya
dalam mendorong partisipasi aktif mahasiswa dengan berbagai kebijakan dan
dukungan yang telah dilaksanakan. Selain itu, mahasiswa Program Studi
Pendidikan Seni dan Kegamaan sebagai pihak yang berpartisipasi secara langsung
juga berharap agar IAHN Tampung Penyang Palangka Raya dapat memberikan
perhatian terhadap berbagai cabang seni dan sikap saling merangkul antar
mahasiswa.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lina. 2026. Upaya Peningkatan Partisipasi Siswa Melalui Program Satu Anak Satu Peran Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Di Kelas IV SDN 3 Palangka . Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Hendri, S.Ag., M.Si. Pembimbing II: Heri Kusuma Tarupay, S.S., M.Hum. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya partisipasi siswa kelas IV SDN 3 Palangka dalam proses pembelajaran. Sebagian siswa masih pasif, kurang berani mengemukakan pendapat, bertanya, maupun bekerja sama dalam kelompok sehingga pembelajaran belum berlangsung secara aktif dan merata. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan Program Satu Anak Satu Peran melalui model pembelajaran kooperatif pada siswa kelas IV SDN 3 Palangka; dan (2) meningkatkan partisipasi siswa melalui penerapan Program Satu Anak Satu Peran dalam model pembelajaran kooperatif. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan Program Satu Anak Satu Peran sebagai strategi yang diintegrasikan ke dalam model pembelajaran kooperatif sehingga setiap siswa memperoleh tanggung jawab yang jelas untuk berpartisipasi aktif selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas IV SDN 3 Palangka Tahun Pelajaran 2025/2026. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teori konstruktivistik sebagai landasan dalam pelaksanaan pembelajaran karena menekankan keterlibatan aktif peserta didik dalam membangun pengetahuan melalui pengalaman belajar dan kerja sama kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Program Satu Anak Satu Peran melalui model pembelajaran kooperatif mampu meningkatkan partisipasi siswa pada setiap siklus. Peningkatan terlihat dari semakin banyaknya siswa yang aktif bertanya, menyampaikan pendapat, bekerja sama dalam kelompok, menjalankan tanggung jawab sesuai perannya, serta berani mempresentasikan hasil diskusi. Selain itu, suasana pembelajaran menjadi lebih aktif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan Program Satu Anak Satu Peran melalui model pembelajaran kooperatif efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa kelas IV SDN 3 Palangka serta dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran untuk menciptakan proses pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan bermakna
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nesti Lina, 2026. Partisipasi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan Dalam Event Seni Budaya Di Kampus IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya Pembimbing I: Dr. Pranata, S.Pd.,M.Pd Pembimbing II: Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.A Partisipasi mahasiswa dalam event seni budaya merupakan salah satu bentuk pengembangan potensi, kreativitas, dan kompetensi profesional mahasiswa, khususnya pada Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Namun, fenomena di lapangan menunjukkan bahwa partisipasi mahasiswa dalam event seni budaya masih tergolong rendah dan cenderung didominasi oleh mahasiswa yang sama dari waktu ke waktu. Kondisi tersebut mendorong perlunya penelitian untuk memahami bagaimana mahasiswa memaknai pentingnya partisipasi, faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi, serta upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam event seni budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, pada Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Fakultas Dharma Acarya. Informan penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, meliputi mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Ketua dan Sekretaris Program Studi, dosen, serta panitia penyelenggara event seni budaya. Teori yang digunakan yaitu teori fenomenologi oleh Edmund Husserl (1970) dan Self-Determination Theory (SDT) oleh Deci dan Ryan (1985). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, studi kepustakaan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memaknai partisipasi dalam event seni budaya sebagai sarana pengembangan diri, pembentukan profesionalisme calon guru dan pelestarian seni budaya. Faktor yang mempengaruhi partisipasi terdiri atas faktor internal, yaitu minat dan hobi, serta motivasi mahasiswa dan faktor eksternal seperti kurangnya ajakan dari teman dan senior, tuntutan akademik dari mata kuliah, dominasi cabang seni tertentu, benturan jadwal latihan dengan tugas perkuliahan dan salah paham pendapat antar mahasiswa selama proses latihan untuk penampilan. Program studi telah berupaya dalam mendorong partisipasi aktif mahasiswa dengan berbagai kebijakan dan dukungan yang telah dilaksanakan. Selain itu, mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni dan Kegamaan sebagai pihak yang berpartisipasi secara langsung juga berharap agar IAHN Tampung Penyang Palangka Raya dapat memberikan perhatian terhadap berbagai cabang seni dan sikap saling merangkul antar mahasiswa.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku "Metodologi Penelitian Bidang Hukum: Suatu Pendekatan Teori dan Praktik" adalah panduan esensial bagi peneliti, mahasiswa, dan praktisi hukum yang tengah memperdalam pemahaman mereka tentang ilmu penelitian hukum. Buku ini membuka pintu ke dunia penelitian hukum dengan membahas konsep mendasar seperti pencarian kebenaran dan etika, serta karakteristik khusus yang perlu diperhatikan dalam penelitian hukum. Selain itu, buku ini menyoroti dinamika hukum yang berkembang saat ini, membantu pembaca memahami perubahan dan isu-isu terkini dalam bidang hukum. Buku ini juga memberikan panduan langkah demi langkah dalam merumuskan masalah, merancang hipotesis, memilih sumber data, dan mengaplikasikan berbagai metode penelitian, mulai dari kualitatif hingga kuantitatif. Selain itu, buku ini juga membahas mengenai pengembangan metode penelitian hukum untuk masa depan. Dengan pendekatan studi kasus dan sejarah, buku ini membantu pembaca mengintegrasikan teori dengan praktik penelitian hukum yang relevan, menjadikannya sumber daya berharga dalam menguasai seni penelitian hukum. Buku ini bukan hanya panduan teoritis, tetapi juga praktis, yang memandu pembaca melalui proses penelitian dari awal hingga akhir. Dengan penekanan pada teori, pendekatan, dan praktik. Buku ini adalah alat yang sangat berguna bagi mereka yang ingin menjembatani kesenjangan antara teori dan aplikasi dalam disiplin ilmu hukum yang dinamis.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini merupakan salah satu buku referensi yang menawarkan pedoman menyeluruh bagi mahasiswa, peneliti, dan praktisi hukum dalam melaksanakan penelitian ilmiah yang sistematis. Bab I membahas dasar-dasar metodologi penelitian hukum, termasuk pengertian, tujuan, dan ruang lingkupnya. Penulis menekankan pentingnya memahami metodologi untuk mengkaji isu-isu hukum secara mendalam dan terarah. Bab II mengeksplorasi penggunaan teori dan konsep dalam merumuskan masalah penelitian, menyusun hipotesis, serta menentukan variabel yang relevan. Bab III menguraikan metode penelitian hukum yang mencakup pendekatan normatif, empiris, dan campuran (mixed methods), dengan penjelasan rinci tentang penerapannya. Bab IV menyajikan panduan untuk menyusun laporan penelitian hukum, mulai dari struktur laporan hingga etika dan integritas penulisan ilmiah. Buku ini dirancang untuk membantu pembaca memahami langkah-langkah praktis dalam menyusun penelitian hukum yang valid dan kredibel, serta memberikan contoh nyata yang memperkuat konsep-konsep metodologis yang disajikan.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Metode Penelitian Hukum merupakan sebuah ikhtiar untuk mencari kebenaran hukum terhadap permasalahan di dalam hukum. Penelitian hukum merupakan kegiatan untuk menemukan aturan hukum, norma-norma hukum, atau doktrin-doktrin hukum, dengan tujuan untuk menjawab permasalahan hukum yang dihadapi. Hal ini konsisten dengan karakteristik ilmu hukum yang bersifat preskriptif. Berbeda dengan penelitian dalam bidang ilmu pengetahuan yang bersifat deskriptif, yang bertujuan untuk menghasilkan argumen, teori, atau konsep baru sebagai pedoman dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Besar harapan buku ini dapat menjadi bahan bacaan dan referensi bagi mahasiswa Fakultas Hukum dan Program Pascasarjana, pengajar Metode Penelitian Hukum serta peneliti hukum. Sehingga buku ini dapat memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di bidang akademisi sehingga menjadi buku yang signifikan. Untuk memudahkan pembaca dalam memahaminya, penulis menyusun buku ini dalam beberapa bagian bab. Buku ini terdiri dari tiga belas bab, Pertama Pengertian dan Ruang Lingkup Penelitian Hukum, Kedua Konsep dasar dan Karakteristik Penelitian Hukum, Ketiga Perumusan Masalah dan Hipotesis Penelitian Hukum, Keempat Kajian Pustaka dan Kerangka Teoritis Penelitian Hukum, Kelima Jenis-jenis penelitian Hukum, Keenam Strategi dan Metode Penelitian Hukum, Ketujuh Etika Penelitian Hukum, Kedelapan Penulisan Proposal dan Laporan Penelitian Hukum, Kesembilan Penelitian Hukum Komparatif, Kesepuluh Penelitian Socio Legal, Kesebelas Penelitian Hukum Normatif, Keduabelas Penelitian Hukum Empiris, Ketigabelas, Pengembangan Metode Penelitian Hukum untuk Penelitian masa depan.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kepemimpinan keagamaan tradisional dalam masyarakat adat memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan nilai spiritual, budaya, dan sosial. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran Pisor dalam upacara Nahunan masyarakat Hindu Kaharingan di Kecamatan Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji fungsi, nilai-nilai, dan implikasi kepemimpinan Pisor dalam perspektif Manajemen Pendidikan Agama Hindu, serta memahami bagaimana praktik kepemimpinan ini mendukung pelestarian budaya dan pendidikan keagamaan lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, dengan melibatkan para Pisor, tokoh masyarakat, masyarakat Hindu Kaharingan dan generasi muda sebagai informan kunci. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, serta ditinjau melalui perspektif manajemen pendidikan agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Pisor menjalankan fungsi manajerial yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi, dan pembinaan spiritualitas secara partisipatif. Nilai-nilai kepemimpinan yang dikembangkan meliputi kepemimpinan spiritual transendental, keteladanan etis, transmisi nilai-nilai budaya, kesadaran ekologis, serta penguatan identitas komunitas. Implikasi dari kepemimpinan ini tidak hanya memperkuat regenerasi nilai-nilai keagamaan, tetapi juga membentuk model pendidikan agama Hindu yang kontekstual, adaptif, dan transformatif berbasis nilai lokal Kaharingan.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Ni Wayan Revina, 2025: Peran Media Sosial dalam Meningkatkan Promosi Wisata Pulau Kaja Kota Palangka Raya, Prodi Pramuwisata Budaya dan Keagamaan, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangkaraya, Pembimbing I Dr. Tardi Edung.,S.Ag.,M.Ag dan Pembimbing II Handoko S.Ag.,M.Si. Pariwisata berbasis ekowisata menjadi salah satu tren yang terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran wisatawan terhadap konsep wisata berkelanjutan. Pulau Kaja di Kota Palangka Raya merupakan destinasi ekowisata yang memiliki daya tarik khas berupa konservasi orangutan dan keindahan alam tropis yang masih alami. Meskipun memiliki potensi besar, promosi Pulau Kaja masih menghadapi kendala dalam menjangkau audiens yang lebih luas. Media sosial hadir sebagai instrumen penting dalam mendukung promosi pariwisata karena memiliki jangkauan luas, biaya rendah, serta kemampuan menciptakan interaksi langsung antara pengelola dengan wisatawan. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini memiliki dua rumusan masalah, yaitu: (1) bagaimana peran media sosial dalam mempromosikan Wisata Pulau Kaja di Kota Palangka Raya, dan (2) apa saja hambatan yang dihadapi dalam pemanfaatan media sosial untuk promosi Wisata Pulau Kaja. Penelitian ini dianalisis menggunakan Teori Komunikasi Pemasaran Pariwisata (I Nyoman Sudiarta, 2010) yang menjelaskan pentingnya strategi komunikasi terpadu dalam membentuk citra persepsi, ikatan emosional destinasi, serta Teori Difusi Inovasi (Everett M. Rogers, 1983) yang menyoroti proses penyebaran inovasi digital melalui jejaring sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Subjek penelitian terdiri atas pengelola wisata, pengunjung, serta pengikut akun media sosial Pulau Kaja. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan penting dalam meningkatkan visibilitas, membangun citra positif, dan memperluas jangkauan promosi Wisata Pulau Kaja. Platform seperti Instagram efektif dalam menampilkan konten visual yang menarik, testimoni wisatawan, serta interaksi digital yang mendorong minat berkunjung. Namun demikian, ditemukan sejumlah hambatan seperti keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya literasi digital, minimnya kolaborasi lintas pihak, serta kurangnya strategi konten yang konsisten dan bilingual, sehingga potensi media sosial belum dimanfaatkan secara optimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa media sosial memiliki kontribusi besar dalam promosi Wisata Pulau Kaja, tetapi efektivitasnya masih perlu ditingkatkan melalui penguatan strategi konten, peningkatan kapasitas SDM, dan kolaborasi multi-pihak untuk mendukung keberlanjutan ekowisata berbasis digital. Kata Kunci: Media Sosial, Promosi, Pariwisata, Pulau Kaja, Ekowisata
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Erpina, 2025. Hambatan Guru Dalam Membentuk Motivasi Belajar Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD N 5 Menteng Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH., M.Pd.H dan Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si Hambatan-hambatan guru dalam mebentuk motivasi belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan agama Hindu adalah hambatan yang muncul baik secara internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, dan mengetahui hambatan guru dalam membentuk motivasi belajar siswa pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya, untuk mengkaji dan mendeskripsikan upaya guru mengatasi hambatan guru dalam membentuk motivasi belajar siswa pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memahami, menganalisis, dan mendeskripsikan Hambatan Guru Membentuk Motivasi Belajar Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD N 5 Menteng Palangka Raya. Data penelitian diproleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian dilakukan di SD N 5 Menteng Palangka Raya. Informan dalam penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, guru Hindu, wali kelas, dan siswa Hindu. Peneliti bertindak sebagai instrument utama dibantu dengan menggunakan pedoman observasi, dan pedoman wawancara. Teknik analisis data adalah analisis data kualitatif menurut Miles & Huberman (2014). Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa Hambatan Guru Membentuk Motivasi Belajar Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD N 5 Menteng Palangka Raya meliputi rendahnya minat belajar, penggunaan media dan metode pembelajaran yang kurang tepat, serta perbedaan karakter siswa. Upaya guru dalam mengatasi hambatan motivasi belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya dilakukan melalui tiga langkah, yaitu membimbing siswa sesuai karakter dan kebutuhan mereka, memberikan apresiasi agar siswa merasa dihargai dan termotivasi, serta membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar dengan penjelasan ulang, pendampingan, dan dukungan emosional sehingga mereka lebih percaya diri dan bersemangat. Kata Kunci: Pendidikan agama Hindu, siswa hindu, motivasi belajar.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ni Wayan Revina, 2025: Peran Media Sosial dalam Meningkatkan Promosi Wisata Pulau Kaja Kota Palangka Raya, Prodi Pramuwisata Budaya dan Keagamaan, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangkaraya, Pembimbing I Dr. Tardi Edung.,S.Ag.,M.Ag dan Pembimbing II Handoko S.Ag.,M.Si. Pariwisata berbasis ekowisata menjadi salah satu tren yang terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran wisatawan terhadap konsep wisata berkelanjutan. Pulau Kaja di Kota Palangka Raya merupakan destinasi ekowisata yang memiliki daya tarik khas berupa konservasi orangutan dan keindahan alam tropis yang masih alami. Meskipun memiliki potensi besar, promosi Pulau Kaja masih menghadapi kendala dalam menjangkau audiens yang lebih luas. Media sosial hadir sebagai instrumen penting dalam mendukung promosi pariwisata karena memiliki jangkauan luas, biaya rendah, serta kemampuan menciptakan interaksi langsung antara pengelola dengan wisatawan. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini memiliki dua rumusan masalah, yaitu: (1) bagaimana peran media sosial dalam mempromosikan Wisata Pulau Kaja di Kota Palangka Raya, dan (2) apa saja hambatan yang dihadapi dalam pemanfaatan media sosial untuk promosi Wisata Pulau Kaja. Penelitian ini dianalisis menggunakan Teori Komunikasi Pemasaran Pariwisata (I Nyoman Sudiarta, 2010) yang menjelaskan pentingnya strategi komunikasi terpadu dalam membentuk citra persepsi, ikatan emosional destinasi, serta Teori Difusi Inovasi (Everett M. Rogers, 1983) yang menyoroti proses penyebaran inovasi digital melalui jejaring sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Subjek penelitian terdiri atas pengelola wisata, pengunjung, serta pengikut akun media sosial Pulau Kaja. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan penting dalam meningkatkan visibilitas, membangun citra positif, dan memperluas jangkauan promosi Wisata Pulau Kaja. Platform seperti Instagram efektif dalam menampilkan konten visual yang menarik, testimoni wisatawan, serta interaksi digital yang mendorong minat berkunjung. Namun demikian, ditemukan sejumlah hambatan seperti keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya literasi digital, minimnya kolaborasi lintas pihak, serta kurangnya strategi konten yang konsisten dan bilingual, sehingga potensi media sosial belum dimanfaatkan secara optimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa media sosial memiliki kontribusi besar dalam promosi Wisata Pulau Kaja, tetapi efektivitasnya masih perlu ditingkatkan melalui penguatan strategi konten, peningkatan kapasitas SDM, dan kolaborasi multi-pihak untuk mendukung keberlanjutan ekowisata berbasis digital. Kata Kunci: Media Sosial, Promosi, Pariwisata, Pulau Kaja, Ekowisata
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Judul : METODOLOGI PENELITIAN Penulis : Leni Anggraeni, Afrizal Martin, Dian Puspita, Novi Ayu Kristiana Dewi, Marilin Kristina, Erliza Septia Nagara, Bernadhita Herindri Samodera Utami, Noca Yolanda Sari, dan Widi Andewi Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 202 Halaman No ISBN : 978-623-497-187-3 Sinopsi Buku Buku ajar ‘Metode Penelitian” ini merupakan buku yang dapat dijadikan sebagai referensi dan pedoman bagi mahasiswa maupun Dosen dalam melaksanakan Pembelajaran di kelas. Buku Metode Penelitian ini berbeda dengan buku metode penelitian lainnya karena dalam buku ini memberikan panduan secara rinci metode penelitian hingga penulisan laporan penelitian. Buku ini juga dilengkapi dengan tujuan pembelajaran, capaian pembelajaran dan evaluasi pad setiap Bab. Buku ini membahas mengenai Bab 1. Penelitian Dan Metode Ilmiah Bab 2. Problem Statment Dan Rumusan Masalah Bab 3. Macam-Macam Penelitian Dan Metode Bab 4. Tahapan Dan Prosedur Penelitian Bab 5. Kajian Pustaka, Kerangka Penelitian Dan Hipotesis Bab 6. Data Dan Pengumpulan Data Bab 7. Variabel Dan Alat Analisis Bab 8. Pengembangan Instrumen Penelitian Bab 9. Pengembangan Penelitian Bidang Teknologi Informasi Bab 10. Analisis Data dan Hasil Penelitian \Buku ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan bagi para peneliti, mahasiswa dan dosen dalam meningkatkan kualitas penelitian dan penulisan laporan penelitian yang baik dan efektif dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan penelitian. Penulis menerima masukan dan kritikan yang bersifat membangun dalam perbaikan pada substansi buku metode penelitian ini, agar dapat lebih baik lagi. Selain itu, besar harapan penulis buku ini dapat memiliki kebermanfaat yang besar bagi seluruh civitas akademika.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku dengan judul Metodologi Penelitian dapat selesai disusun dan berhasil diterbitkan. Kehadiran Buku Metodologi Penelitian ini disusun oleh para akademisi dan praktisi dalam bentuk buku kolaborasi. Walaupun jauh dari kesempurnaan, tetapi kami mengharapkan buku ini dapat dijadikan referensi atau bacaan serta rujukan bagi akademisi ataupun para profesional mengenal Metodologi Penelitian. Sistematika penulisan buku ini diuraikan dalam tiga belas bab yang memuat tentang pengantar metodologi penelitian, pendekatan penelitian, rancangan penelitian, populasi dan sampel, pengumpulan data, validitas dan reliabilitas, analisis data kualitatif, analisis data kuantitatif, diskusi dan kesimpulan, implikasi dan rekomendasi, etika penelitian, pengelolaan waktu dan sumber daya dalam penelitian, dan penulisan laporan hasil penelitian.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku "Metode Penelitian" adalah sebuah panduan komprehensif yang dirancang untuk membekali pembaca dengan pengetahuan mendalam tentang berbagai aspek dalam penelitian. Buku ini mengulas secara terperinci berbagai metodologi penelitian, baik kuantitatif maupun kualitatif, serta mengintegrasikan pendekatan campuran yang relevan dalam penelitian kontemporer. Mulai dari tahap perencanaan, pembentukan hipotesis, pemilihan metode, hingga pengumpulan dan analisis data, buku ini menyajikan langkah demi langkah yang perlu diikuti. Pentingnya etika penelitian dan penggunaan alat analisis statistik juga ditekankan, dengan tujuan untuk memastikan integritas dan validitas hasil penelitian. Selain itu, penulis memberikan contoh aplikatif dan studi kasus yang membantu pembaca memahami implementasi teori dalam praktik. Buku ini menjadi panduan esensial bagi mahasiswa, akademisi, dan praktisi yang ingin meningkatkan keahlian dalam metodologi penelitian.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Erpina, 2025. Hambatan Guru Dalam Membentuk Motivasi Belajar Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD N 5 Menteng Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH., M.Pd.H dan Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si Hambatan-hambatan guru dalam mebentuk motivasi belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan agama Hindu adalah hambatan yang muncul baik secara internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, dan mengetahui hambatan guru dalam membentuk motivasi belajar siswa pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya, untuk mengkaji dan mendeskripsikan upaya guru mengatasi hambatan guru dalam membentuk motivasi belajar siswa pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memahami, menganalisis, dan mendeskripsikan Hambatan Guru Membentuk Motivasi Belajar Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD N 5 Menteng Palangka Raya. Data penelitian diproleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian dilakukan di SD N 5 Menteng Palangka Raya. Informan dalam penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, guru Hindu, wali kelas, dan siswa Hindu. Peneliti bertindak sebagai instrument utama dibantu dengan menggunakan pedoman observasi, dan pedoman wawancara. Teknik analisis data adalah analisis data kualitatif menurut Miles & Huberman (2014). Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa Hambatan Guru Membentuk Motivasi Belajar Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD N 5 Menteng Palangka Raya meliputi rendahnya minat belajar, penggunaan media dan metode pembelajaran yang kurang tepat, serta perbedaan karakter siswa. Upaya guru dalam mengatasi hambatan motivasi belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya dilakukan melalui tiga langkah, yaitu membimbing siswa sesuai karakter dan kebutuhan mereka, memberikan apresiasi agar siswa merasa dihargai dan termotivasi, serta membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar dengan penjelasan ulang, pendampingan, dan dukungan emosional sehingga mereka lebih percaya diri dan bersemangat. Kata Kunci: Pendidikan agama Hindu, siswa hindu, motivasi belajar.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Sirna Elpina, 2025. Peran Mantir Adat Dalam Menyelesaikan Kasus pencurian Buah Sawit di Desa Bangkal Kcematan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan. Skripsi Srata Satu Prodi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Dengan Dosen Pembimbing Pembimbing I Dr. Riwun, S.Ag., M.Si. dan Dosen Pembimbing II Mariatie, S.Ag., M.Si. Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan merupakan salah satu wilayah yang masih memegang nilai-nilai hukum adat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan sosial, termasuk kasus pencurian buah sawit yang kerap terjadi di lingkungan masyarakat dalam penyelesaian kasus tersebut, Peran Mantir Adat menjadi sangat penting sebagai lembaga yang dipercaya masyarakat untuk menegakkan keadilan berdasarkan kearifan lokal. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: (1) bagaimana Peran Mantir Adat dalam menyelesaikan kasus pencurian bauh sawit ; (2) apa sanksi diberikan oleh Mantir Adat kepada pelaku pencurian buah sawit; (3) bagaimana efektivitas sanksi yang dijatuhkan oleh Mantir Adat terhadap pelaku pencurian buah sawit. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi Mantir Adat, tokoh masyarakat, pelaku pencurian, serta aparat desa terkait. Teori yang digunakan penelitian ini adalah (1) Teori Kewenangan (2) Pembuktian dan (3) Efektivitas Hukum. Terkait penelitian menunjukan bahwa Mantir Adat berperan penting sebagai mediator dalam penyelesaian kasus pencurian buah sawit melalui mekanisme musyawarah adat yang mengedepankan asas keadilan, keseimbangan, dan perdamaian antar warga. Sanksi yang diberikan berupa denda adat yang disesuaikan dengan tingkat pelanggaran, dengan tujuan memberikan efek jera dan memulihkan hubungan sosial di masyarakat. Sanksi adat tersebut terbukti cukup efektif dalam mencegah terulangnya tindakan serupa, karena mengandung nilai moral, sosial, dan religius yang diakui oleh masyarakat setempat. Kata kunci: peran Mantir Adat, pencurian buah sawit, sanksi adat,efektivitas penyelesaian,sengketa