Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: problematika
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Problematika Pendirian Balai Basarah Desa Ramang Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANDIKA,2024. Problematika Pendirian Balai Basarah Di Desa Ramang Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Prodi Hukum Agama hindu, Fakultas Dharma Sastra Insitut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I Sri Kayun.SH.,M.Si dan Pembimbing II EmilsonAtharwan,SH.,MH. Indonesia merupakan negara dengan berbagai agama dan keyakinan, dan meskipun Pancasila menjamin kebebasan beragama, pada praktiknya pendirian tempat ibadah umat agama minoritas sering kalimeng hadapi tantangan. Dan berdasarkanPeraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 8 dan 9 Tahun 2006, pendirian tempat ibadah membutuhkan dukungan darimasyarakat sekitar serta persetujuan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Proses ini terkadang sulit bagi umat Hindu yang jumlahnya tidak banyak di suatu wilayah, karena persyaratan administratife ini mensyaratkan jumlah pengikut yang memadai dan dukungan dari masyarakat di sekitar. Adapun metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dengan mengambil lokasi di Desa Ramang Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Hasil penelitian adalah 1) Mekanisme Pendirian TempatIbadah (Balai Basarah) Desa Ramang Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau adalah Pengajuan Permohonan kepada pemerintah setempat, Survei dan Kajian Lokasi yang dilakukan oleh Pemerintah, meminta persetujuan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB),serta melakukan pengawasan oleh pemerintah daerah untuk memastikan pelaksanaannya sesuai ketentuan dan tidak menyalahi aturan. 2) Kendala Pendirian Tempat Ibadah (Balai Basarah) Desa Ramang Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau adalah masalah perizinan yang rumit dan memakan waktu lama karena banyaknya persyaratan administratif, termasuk dokumen IMB (Izin Mendirikan Bangunan) dan persetujuan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Penolakan dari masyarakat Sekitar, kurangnya sosialisasi dan komunikasi yang baik antara pihak pemohon dan masyarakat sekitar dan pemerintah setempat menimbulkan kesalah pahaman yang dapat menghambat proses perizinan dan kepemilikan lahan tidak adanya sertifikat resmi atau status lahan yang belum jelas. Kata Kunci:Problematika, Pendirian, BalaiBasarah

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Problematika Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN-1 Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK TRI OKTAVIANI,2022 Problematika Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN-1 Tumbang Manangei. Skripsi Jurusan Dharma Acaraya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya.Pembimbing I Mitro,S.Pd.,M.Si Pembimbing II Dr, Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag. Pendidikan berlangsung sepanjang zaman sesuai dengan perkembangan dan situasi.Kekurangan guru proses pembelajaran menjadi tidak efektif dan banyak problematika pembelajaran yang tidak terlaksana, tenaga pendidik berlatar agama berbeda,pembelajaran tidak sesuai dengan kurikulum, bahan belajar yang kekurangan. Rumus masalah Bagaimana Problematika Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN-1 Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Apa saja Dampak Dalam Problematika Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN-1 Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan.Penelitian ini bertujuan untuk meneliti problematika pembelajaran pendidikan agama Hindu di SDN-1 Tumbang Manangei, untuk mengetahui bagaimana problematika pembelajaran pendidikan agama Hindu di SDN-1 Tumbang Manangei, mengetahui apa saja dampak problematika pembelajaran pendidikan agama Hindu di SDN-1 Tumbang Manangei. Subjek penelitiannya yaitu guru yang mengajar pendidikan agama Hindu,kepala sekolah, dan orang tua siswa.Metode yang di gunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif.Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumen. Di analisis mengunakan deskripsif kualitatif, teori yang di gunakan yaitu teori problematika pendidikan dan problematika solving. Hasil penelitian problematika pembelajaran pendidikan agama Hindu yang tidak terlaksana adalah kekurangan pengetahuan tenaga pendidik tentang ilmu agama, problematika tenaga pendidik berlatar belakang agama yang berbeda adalah kurangnya tenaga pendidik yang beragama Hindu.Problematika yang tidak sesuai dengan kurikulum adalah tenaga pendidik yang tidak menguasai materi, dari agama yang berbeda, kurangnya buku referensi pendidikan agama Hindu adalah kurangnya pengetahuan siswa dalam pendidikan agama, tidak adanya bahan belajar di luar jam kelas siswa, keterbatasan jarak dan waktu serta kekurangan pengetahuan tempat penjualan buku. Dampak problematika pembelajaran yang tidak terlaksana, kurangnya pengetahuan siswa tidak bisa mengendalikan lima musuh yang ada dalam diri manusia, kurangnya rasa inggin tahu kepada hyang widhi wasa.Dampak negatif bagi siswa pelaksanaan pembelajaran kurang efektifnya: ribut dalam kelas pada saat jam belajar, berkelahi, kurang minat mengikuti persembahyangan basarah,kurang tata rama sopan santun terhadap orang tua, Dampak bagi siswa kekurangan buku referensi: kekurangan bahan belajar siswa, bahan materi guru, kurang pengetahuan dalam prasaraa persembahyangan basarah,pelaksanaan basarah. Dampak pelaksanaan pembelajaran yang melangar aturan: keimana tenaga pendidik yang mengajar pendidikan agama agama Hindu yang bukan segama,rasa bersalah kepada Tuhan, kepada orang tua siswa,sekolah belum bisa memberikan yang terbaik untuk anak didik Kata Kunci: Problematika, Pembelajaran,Agama Hindu

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail