Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

RINALDI

4 karya publik ditemukan.

2024: 22022: 2

Seni Ukir Sakuwai Pambak Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Rinaldi. 2024. Seni Ukir Sakuwai Pambak Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Skripsi Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Anak Agung Gede Wiranata, S.Ag., M.Ag Pembimbing II Mitro, S. Pd., M. Si Penelitian dalam skripsi ini mengkaji tentang Seni Ukir Sakuwai Pambak pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Seni Ukir Sakuwai Pambak merupakan sebuah ukiran yang terdapat pada pambak dengan bentuk yang menyerupai perahu, yang dibuat dengan cara diukir secara detail yang membentuk suatu ukiran yang indah menyerupai burung tingang yang lengkap dengan kepala, ekor dan sayap yang terdapat di atas palapah pambak. Akan tetapi konteks di Desa Tewang Darayu bahwa masyarakat Hindu Kaharingan belum memahami apa saja bentuk dan makna dalam seni ukir Sakuwai Pambak, terkhususnya untuk generasi-generasi muda yang berada di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Manyarakat Hindu Kaharingan hanya mengetahui fungsi Sakuwai Pambak ini adalah sebagai pelengkap Pambak itu sendiri. Berdasarkan latar belakang, maka penelitian ini mengkaji: (1) Bagaimanakah proses pembuatan seni ukir Sakuwai Pambak pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan? (2) Bagaimanakah bentuk fungsi dan makna seni ukir Sakuwai Pambak pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan? Teori yang digunakan untuk menganalisis terdahap rumusan masalah, yaitu menggunakan 4 (empat) teori. (1) Teori Penciptaan Karya Seni, (2) Teori Bentuk, (3) Teori Fungsionalisme dan (4) Teori Interpetaktif Simbolik, sedangkan teknik yang digunakan teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara, dan studi dokumen, kemudian data dianalis dengan mengunakan TeknikPurposive Sampling. Adapun hasil dari penelitian ini tentang Seni Ukir Sakuwai Pambak akan dijelaskan sebagai berikut: (1). 1 Asal Usul Sakuwai Pambak, 2 Upacara Yang Dilaksanakan Sebelum Membuat Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan, 3 Alat dan Bahan Yang Digunakan Untuk Membuat Sakuwai Pambak, 4 Bagaimana Proses Pembuatan Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. (2). 1 Bentuk Seni Ukir Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan, 2 Fungsi Seni Ukir Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan, .3 Makna Seni Ukir Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan.

Seni Ukir Sakuwai Pambak pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rinaldi. 2024. Seni Ukir Sakuwai Pambak Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Skripsi Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Anak Agung Gede Wiranata, S.Ag., M.Ag Pembimbing II Mitro, S. Pd., M. Si Penelitian dalam skripsi ini mengkaji tentang Seni Ukir Sakuwai Pambak pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Seni Ukir Sakuwai Pambak merupakan sebuah ukiran yang terdapat pada pambak dengan bentuk yang menyerupai perahu, yang dibuat dengan cara diukir secara detail yang membentuk suatu ukiran yang indah menyerupai burung tingang yang lengkap dengan kepala, ekor dan sayap yang terdapat di atas palapah pambak. Akan tetapi konteks di Desa Tewang Darayu bahwa masyarakat Hindu Kaharingan belum memahami apa saja bentuk dan makna dalam seni ukir Sakuwai Pambak, terkhususnya untuk generasi-generasi muda yang berada di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Manyarakat Hindu Kaharingan hanya mengetahui fungsi Sakuwai Pambak ini adalah sebagai pelengkap Pambak itu sendiri. Berdasarkan latar belakang, maka penelitian ini mengkaji: (1) Bagaimanakah proses pembuatan seni ukir Sakuwai Pambak pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan? (2) Bagaimanakah bentuk fungsi dan makna seni ukir Sakuwai Pambak pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan? Teori yang digunakan untuk menganalisis terdahap rumusan masalah, yaitu menggunakan 4 (empat) teori. (1) Teori Penciptaan Karya Seni, (2) Teori Bentuk, (3) Teori Fungsionalisme dan (4) Teori Interpetaktif Simbolik, sedangkan teknik yang digunakan teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara, dan studi dokumen, kemudian data dianalis dengan mengunakan TeknikPurposive Sampling. Adapun hasil dari penelitian ini tentang Seni Ukir Sakuwai Pambak akan dijelaskan sebagai berikut: (1). 1 Asal Usul Sakuwai Pambak, 2 Upacara Yang Dilaksanakan Sebelum Membuat Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan, 3 Alat dan Bahan Yang Digunakan Untuk Membuat Sakuwai Pambak, 4 Bagaimana Proses Pembuatan Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. (2). 1 Bentuk Seni Ukir Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan, 2 Fungsi Seni Ukir Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan, .3 Makna Seni Ukir Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan.

Riek Liau dalam Upacara Wara di Desa Bengahon Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara (Kajian Filosofis)

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Rinaldi Sasmita, 2022, Riek Liau dalam Upacara Wara di Desa Bengahon Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara (Kajian Filosofis). Skripsi Strata Satu Program Studi Filsafat Agama Hindu, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negri (IHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Handoko, S.Ag., M.Si dan Pembimbing II : Kunti Ayu Vedanti, M.Ag. Riek Liau adalah permainan sakral dimainkan dengan tujuan khusus yang menyangkut interaksi antara kita yang masih hidup dengan Liau. Berdasarkan latar belakang, penelitian ini tetdapat tiga permasalahan yang dibahas sebagai berikut : (1) Bagaimana pelaksanaan Riek Liau dalam Upacara Wara di desa Bengahon Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara ? (2) Bagaimana fungsi Riek Liau dalam Upacara Wara di Desa Bengahon ? (3) Makna filosofis apakah yang terkandung pada Riek Liau dalam Upacara Wara di desa Bengahon ? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan, fungsi dan makna filosofis yang terkandung pada Riek Liau dalam Upacara Wara. Untuk membedah masalah dalam penelitian ini dapat digunakan beberapa teori : (1) Teori Religi, (2) Teori Fungsional Struktural dan (3) Teori Simbol. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dan lokasi di Desa Bengahon Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu : (1) Metode Observasi, (2) Metode Kepustakaan, (3) Metode Wawancara, (4) Metode Dokumentasi. Objek penelitian ini adalah pelaksanaan Riek Liau dalam Upacara Wara di Desa Bengahon dengan subyek penelitian adalah Kandong, Ketua Adat dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian ini adalah: (1) pelaksanaan Riek Liau dalam Upacara Wara di laksanakan setelah Kandong melakukan proses pemanggilan Liau untuk menghadiri Upacara Wara. permainan Riek Liau disesuaikan dengan jenis Upacara Wara yang dijalankan. (2) Fungsi Riek Liau dalam Upacara Wara di Desa Bengahon diuraikan menjadi dua yaitu fungsi religius dan fungsi sosial. (3) Makna filosofis yang terkandung pada Riek Liau Dalam Upacara Wara diuraikan menjadi enam yaitu makna permainan, makna sosial makna religius, makna etika, makna budaya dan filsafat ketuhanan Riek Liau dalam Upacara Wara.

Riek Liau dalam Upacara Wara di Desa Bengahon Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara (Kajian Filosofis)

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Rinaldi Sasmita, 2022, Riek Liau dalam Upacara Wara di Desa Bengahon Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara (Kajian Filosofis). Skripsi Strata Satu Program Studi Filsafat Agama Hindu, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negri (IHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Handoko, S.Ag., M.Si dan Pembimbing II : Kunti Ayu Vedanti, M.Ag. Riek Liau adalah permainan sakral dimainkan dengan tujuan khusus yang menyangkut interaksi antara kita yang masih hidup dengan Liau. Berdasarkan latar belakang, penelitian ini tetdapat tiga permasalahan yang dibahas sebagai berikut : (1) Bagaimana pelaksanaan Riek Liau dalam Upacara Wara di desa Bengahon Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara ? (2) Bagaimana fungsi Riek Liau dalam Upacara Wara di Desa Bengahon ? (3) Makna filosofis apakah yang terkandung pada Riek Liau dalam Upacara Wara di desa Bengahon ? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan, fungsi dan makna filosofis yang terkandung pada Riek Liau dalam Upacara Wara. Untuk membedah masalah dalam penelitian ini dapat digunakan beberapa teori : (1) Teori Religi, (2) Teori Fungsional Struktural dan (3) Teori Simbol. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dan lokasi di Desa Bengahon Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu : (1) Metode Observasi, (2) Metode Kepustakaan, (3) Metode Wawancara, (4) Metode Dokumentasi. Objek penelitian ini adalah pelaksanaan Riek Liau dalam Upacara Wara di Desa Bengahon dengan subyek penelitian adalah Kandong, Ketua Adat dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian ini adalah: (1) pelaksanaan Riek Liau dalam Upacara Wara di laksanakan setelah Kandong melakukan proses pemanggilan Liau untuk menghadiri Upacara Wara. permainan Riek Liau disesuaikan dengan jenis Upacara Wara yang dijalankan. (2) Fungsi Riek Liau dalam Upacara Wara di Desa Bengahon diuraikan menjadi dua yaitu fungsi religius dan fungsi sosial. (3) Makna filosofis yang terkandung pada Riek Liau Dalam Upacara Wara diuraikan menjadi enam yaitu makna permainan, makna sosial makna religius, makna etika, makna budaya dan filsafat ketuhanan Riek Liau dalam Upacara Wara.