ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sertifikasi dosen terhadap motivasi dan kinerja dosen di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Sertifikasi dosen merupakan bentuk pengakuan profesional yang diharapkan mampu meningkatkan kompetensi, kesejahteraan, motivasi, dan kinerja dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh dosen yang telah memiliki sertifikat pendidik di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert. Analisis data dilakukan dengan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²) menggunakan program IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sertifikasi dosen berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi dosen. Sertifikasi dosen juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dosen. Selain itu, motivasi dosen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dosen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan profesionalisme melalui sertifikasi mampu meningkatkan motivasi kerja yang selanjutnya berdampak pada peningkatan kinerja dosen dalam melaksanakan pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa sertifikasi dosen tidak hanya berfungsi sebagai bentuk pengakuan profesional, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan motivasi dan kinerja dosen sehingga dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi. ABSTRACT This study aims to analyze the effect of lecturer certification on lecturers' motivation and performance at the State Hindu Institute Tampung Penyang Palangka Raya (Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya). Lecturer certification serves as formal professional recognition expected to improve lecturers' competence, welfare, motivation, and performance in carrying out the Three Pillars of Higher Education (Tri Dharma Perguruan Tinggi). This research employed a quantitative approach using a survey method. The research population consisted of certified lecturers at the State Hindu Institute Tampung Penyang Palangka Raya. Data were collected through questionnaires using a Likert scale. Data analysis was conducted using validity tests, reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, t-tests, F-tests, and the coefficient of determination (R²) with IBM SPSS software. The findings indicate that lecturer certification has a positive and significant effect on lecturers' motivation. Lecturer certification also has a positive and significant effect on lecturers' performance. Furthermore, lecturers' motivation has a positive and significant effect on their performance. The results demonstrate that enhanced professionalism through lecturer certification improves work motivation, which subsequently contributes to better performance in teaching, research, and community service. This study implies that lecturer certification serves not only as formal professional recognition but also as a strategic instrument for improving lecturers' motivation and performance, thereby supporting the enhancement of higher education quality.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sunetae MR. Hanyi. 2026. Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Siaran Mimbar Agama Hindu Pro 1 di RRI Palangka Raya. Program Studi Magister Pendidikan Agama Hindu, Program Pascasarjana, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.A., Pembimbing II Dr. Ervantia Restulita L. Sigai, S.S., M.Si. Program Mimbar Agama Hindu Pro 1 di RRI Palangka Raya merupakan salah satu media pendidikan agama Hindu nonformal yang berperan dalam menyampaikan ajaran dan nilai-nilai agama Hindu kepada masyarakat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kajian mengenai nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam isi siaran keagamaan, pola penyampaiannya, serta latar belakang penyelenggaraan program sebagai media pendidikan agama Hindu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis latar belakang munculnya Program Mimbar Agama Hindu Pro 1 di RRI Palangka Raya, mengkaji pola penyampaian nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam siaran, serta mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan agama Hindu yang terkandung dalam isi siaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan Kepala RRI Palangka Raya, pengelola Program Mimbar Agama Hindu Pro 1, serta narasumber program sebagai informan penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, Program Mimbar Agama Hindu Pro 1 di RRI Palangka Raya diselenggarakan sebagai implementasi fungsi RRI sebagai lembaga penyiaran publik melalui kerja sama dengan Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu, lembaga keagamaan Hindu, dan narasumber untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan agama Hindu nonformal. Kedua, pola penyampaian nilai-nilai pendidikan agama Hindu dilakukan melalui materi yang sistematis, komunikatif, dan kontekstual, didukung oleh koordinasi antara pengelola program, Bimas Hindu, dan narasumber sehingga materi mudah dipahami dan dimaknai oleh masyarakat. Ketiga, isi siaran memuat nilai etika, nilai sosial, dan nilai spiritual yang tidak hanya memperkuat pengetahuan keagamaan, tetapi juga membentuk karakter, hubungan sosial yang harmonis, serta kehidupan spiritual masyarakat dalam mengamalkan ajaran Hindu sehari-hari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam mengenai bentuk pelaksanaan, hambatan yang dihadapi, serta implikasi dari pendidikan Hindu non-formal dalam memperkuat kohesi sosial pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Pangkan, Kecamatan Paku, Kabupaten Barito Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan landasan Teori Solidaritas Sosial Emile Durkheim, Teori Transformative Learning Jack Mezirow, dan Teori Interaksi Simbolik Herbert Blumer. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai pendidikan non-formal dan kohesi sosial pada masyarakat Hindu Kaharingan.
Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, bentuk pelaksanaan pendidikan Hindu non-formal di Desa Pangkan diintegrasikan secara nyata melalui aktivitas ritual keagamaan dan tradisi adat. Pendidikan keagamaan berpusat pada Persembahyangan Basarah (rutin Jumat malam dan Basarah rumah tangga bergiliran pada hari Senin) serta upacara perkawinan adat Hindu Kaharingan (Unta Kurus Naik Malam). Pendidikan nilai melalui tradisi diinternalisasikan secara kokoh melalui semangat gotong royong Pangandrau Welum. Proses ini didukung oleh peran vital tokoh adat dan tokoh agama sebagai teladan hidup dalam pola interaksi sosial yang dinamis, meniru, mendengarkan, serta partisipasi aktif masyarakat dalam musyawarah adat. Kedua, hambatan pelaksanaan diklasifikasikan menjadi tiga aspek. Hambatan struktural berupa terbatasnya sarana pembelajaran, minimnya pendidik kompeten sebagai dampak dari tidak terjadinya transmisi nilai lintas generasi, dan banyaknya generasi tua yang telah wafat. Hambatan kultural dipicu oleh modernisasi, arus digitalisasi, dan migrasi pemuda. Hambatan partisipatif ditandai dengan menguatnya individualisme, minimnya dialog antargenerasi, serta pernikahan campuran beda agama yang memicu konversi spiritual. Ketiga, implikasi dari pendidikan non-formal ini terbukti sangat positif. Implikasi terhadap kohesi sosial berupa terbentuknya solidaritas mekanik dan kesadaran kolektif umat. Implikasi terhadap pelestarian identitas kolektif menjaga keberadaan umat Hindu Kaharingan sebagai minoritas, sementara implikasi sosial-kulturalnya mewujud pada terjaganya integrasi sosial dan keberlanjutan kearifan lokal di Desa Pangkan.
ABSTRACT
This study aims to provide an in-depth analysis of the implementation, challenges, and implications of non-formal Hindu education in strengthening social cohesion among the Hindu Kaharingan community in Pangkan Village, Paku District, East Barito Regency. This study used a descriptive qualitative approach based on Émile Durkheim’s Social Solidarity Theory, Jack Mezirow’s Transformative Learning Theory, and Herbert Blumer’s Symbolic Interactionism Theory. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing to obtain an in-depth understanding of non-formal education and social cohesion among the Hindu Kaharingan community.
The results showed three main findings. First, the implementation of non-formal Hindu education in Pangkan Village was integrated into religious rituals and customary traditions. Religious education was primarily carried out through Basarah worship, conducted regularly on Friday evenings, rotating household Basarah worship on Mondays, and the Hindu Kaharingan traditional marriage ceremony known as Unta Kurus Naik Malam. Values education through tradition was firmly internalized by means of mutual cooperation known as Pangandrau Welum. This process was supported by the vital roles of customary and religious leaders as living role models within dynamic patterns of social interaction, including imitation, listening, and active community participation in customary deliberations. Second, the challenges in implementing non-formal Hindu education were classified into three aspects. Structural challenges included limited learning facilities, a shortage of competent educators due to disrupted intergenerational transmission of values, and the passing of many elderly community members. Cultural challenges were driven by modernization, digitalization, and youth migration. Participatory challenges were characterized by increasing individualism, limited intergenerational dialogue, and interfaith mixed marriages that may lead to religious conversion. Third, the implications of non-formal education were highly positive. Its implications for social cohesion were reflected in the development of mechanical solidarity and collective consciousness among the community members. Its implications for the preservation of collective identity helped maintain the existence of the Hindu Kaharingan community as a religious minority, while its sociocultural implications were reflected in the preservation of social integration and the sustainability of local wisdom in Pangkan Village.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan media teknologi informasi dan komunikasi yang memengaruhi pola kerja organisasi, termasuk organisasi kemahasiswaan seperti UKM Jurnalistik. Terdapat dua rumusan masalah yang dikaji dalam penelitian ini, (1) Bagaimana strategi komunikasi internal yang dimiliki oleh UKM Jurnalistik IAHN – TP Palangka Raya dalam menghadapi perubahan media teknologi informasi dan komunikasi dan (2) Bagaimana tantangan yang dimiliki UKM Jurnalistik IAHN – TP Palangka Raya dalam menghadapi perubahan media teknologi informasi dan komunikasi. Tujuan penelitian ini adalah memahami strategi komunikasi internal UKM Jurnalistik dalam menghadapi perubahan media teknologI informasi dan komunikasi, serta mengidentifikasi tantangan utama yang dimiliki oleh UKM Jurnalistik dalam menghadapi perubahan media teknologi informasi dan komunikasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, serta teknik analisis data yang digunakan yaitu (1) pengumpulan data (2) reduksi data (3) penyajian data (4) kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Sistem Sosial Katz And Kahn. Hasil penenitian menunjukkan bahwa (1) strategi komunikasi internal yang dilakukan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Jurnalistik Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya adalah dengan menerapkan pola komunikasi dua arah yang bersifat persuasif, informatif, dan partisipatif. Sejalan dengan perubahan media teknologi informasi dan komunikasi, organisasi ini juga mulai memanfaatkannya dengan menggunakan aplikasi WhatsApp sebagai opsi media komunikasi berbasis digital dalam upaya efisiensi waktu. (2) tantangan utama yang dihadapi adalah jadwal antar bagian dalam organisasi yang tidak sesuai satu sama lain, dan ketidakmampuan komponen individu dalam organisasi untuk meningkatkan kemampuan dalam penggunaan dan pemanfaatan teknologi yang ada.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Wendy, 2025. Habukung Dalam Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan Di Desa Parit Kecamatan Cempaga Hulu Perspektif Pendidikan Agama Hindu. Tesis Strata Dua (S-2) Prodi Magister Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. I Nyoman Sidi Astawa S.Ag., M.A, Pembimbing II : Dr. I Wayan Suasta, S.Ag., M.Pd.H. Penelitian ini mengkaji tentang Habukung dalam Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Parit, Kecamatan Cempaga Hulu dengan fokus Perspektif Pendidikan Agama Hindu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna, nilai-nilai pendidikan agama Hindu, dan implikasi keberadaan Habukung sebagai media pembelajaran nonformal dalam upacara kematian umat Hindu Kaharingan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Informan terdiri dari tokoh masyarakat, basir (rohaniawan), seniman Habukung, serta guru agama Hindu. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Habukung merupakan bentuk ekspresi religius dan budaya yang memiliki makna teologis, simbolis, serta nilai edukatif. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan dalam upacara kematian, tetapi juga sebagai sarana pewarisan nilai-nilai spiritual, moral, dan sosial. Habukung memuat nilai-nilai pendidikan agama Hindu seperti Ketuhanan, moral, kerohanian, susila dan tatwa yang diajarkan melalui simbolisme dan praktik langsung di masyarakat. Dalam konteks pendidikan, Habukung menjadi media pendidikan karakter yang efektif dan sebagai ruang pembelajaran lintas generasi. Secara teoritis, hasil penelitian ini memperkuat pendekatan konstruktivisme Vygotsky, interaksionisme simbolik, dan pendidikan holistik Bhattacharya. Habukung terbukti berperan sebagai sarana pendidikan nonformal berbasis budaya lokal yang dapat mendukung penguatan identitas keagamaan dan kebudayaan umat Hindu Kaharingan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji tentang Balian Dayak Dusun di Desa Marawan Lama dengan perspektif pendidikan agama Hindu. Pendidikan non formal yang diberikan oleh Balian dirancang untuk menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, bahwa calon Balian dapat menerima dan memahami Balian di lihat dari permasalahan proses, eksistensi dan implikasi Balian Dayak Dusun di Desa Marawan Lama. Penelitian ini menunjukkan tanggung jawab terhadap calon Balian, sehingga pengetahuan dan keterampilan Balian diberikan kepada generasi muda. Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:1) Bagaimanakah proses Balian Dayak Dusun di Desa Marawan Lama, Kecamatan Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan? 2) Bagaimanakah eksistensi Balian Dayak Dusun di Desa Marawan Lama, Kecamatan Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan? 3) Bagaimanakah implikasi Balian Dayak Dusun bagi masyarakat di Desa Marawan Lama, Kecamatan Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan? di analisis menggunakan teori fenomenalogi, eksistensialisme, dan behaviorisme. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan ialah kondensasi data, penyajian data dan kesimpulan. Berdasarkan analisis didapatkan hasil yaitu: pertama, proses Balian Dayak Dusun di Desa Marawan Lama:1) Mencari Guru, 2) Barahayak, 3) Batumbang; Kedua, eksistensi Balian Dayak Dusun di Desa Marawan Lama meliputi: 1) Perkembangan Balian Dayak Dusun, 2) Keberadaan Balian Dayak Dusun, 3) Peran sosial, 4) Pengaruh dan hubungan Balian, 5) Transformasi dan adaptasi Balian dayak dusun di era modern, Ketiga, Implikasi balian Dayak Dusun bagi masyarakat di Desa Marawan Lama yaitu: 1) Implikasi Spiritual, 2) Implikasi Kesehatan, 3) Implikasi budaya, 4) Implikasi sosial, 5) Implikasi Pendidikan, 6) Implikasi ekonomi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Literasi Media Informasi Pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ETIOVIA, (2023): Smartphone Sebagai Sarana Komunikasi Masyarakat Pada Era Teknologi Informasi Di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Prodi Ilmu Komunikasi Hindu, Fakultas Dharma Duta Dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Tardi Edung, S.Ag., M.Ag, Pembimbing II: Hadianto Ego Gantiano, M.Pd.H. Era masyarakat digital ditunjukkan oleh pesatnya perkembangan Teknologi Informasi. Smartphone adalah salah satu produk yang paling populer dari teknologi informasi termasuk di kalangan masyarakat Desa Pangi. Permasalahan yang banyak terjadi adalah cara menggunakan smartphone yang masih perlu dibantu oleh orang lain, masih banyaknya penyalahgunaan terhadap pemanfaatan smartphone seperti penyebaran berita palsu serta mengubah kebiasaan komunikasi masyarakat Desa Pangi yang awalnya dominan mengandalkan cara berkomunikasi secara langsung kini mulai ditinggalkan. Berdasarkan latar belakang di atas, maka terdapat dua permasalahan yaitu; 1) Bagaimana Pemanfaatan Smartphone Sebagai Sarana Komunikasi Masyarakat pada Era Teknologi Informasi di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau?, 2) Bagaimana Dampak Smartphone Sebagai Sarana Komunikasi Masyarakat pada Era Teknologi Informasi di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau?. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah; 1) Teori Use and Gratification, 2) Teori Dampak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Penelitian menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder, dengan subjek penelitian adalah Masyarakat Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling, dengan instrument penelitian adalah peneliti sendiri dan dibantu alat rekam seperti handphone. Teknik pengumpulan data menggunakan metode; observasi, wawancara, kepustakaan, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan; reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian Smartphone Sebagai Sarana Komunikasi Masyarakat pada Era Teknologi Informasi di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau adalah ; 1) Pemanfaatan Smartphone Masyarakat Desa Pangi sebagai sarana komunikasi sangat membantu sebab sangat mudah, cepat, dan praktis. 2) Dampak Smartphone sebagai sarana komunikasi yaitu dampak internal dan dampak eksternal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK I Made Wawan Andriawan, 2023 : Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Palangka Raya Dalam Pencegahan Berita Hoaks Di Media Sosial. Pembimbing I: Dr. Tardi Edung, S.Ag., M.Ag dan Pembimbing II: Wentin, S.Ag., M.Pd.H Hoaks dewasa ini banyak disebarluaskan melalui media digital, khususnya media sosial. Dalam upaya pencegahan penyebarluasan berita hoaks di media sosial maka perlunya strategi dalam menangani berita hoaks yang tersebar luas di media sosial, Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Palangka Raya seyogyanya memiliki strategi yang tepat untuk mencegah berita hoaks yang tersebar di media sosial. Rumusan masalah penelitian ini yaitu (1) Bagaimana strategi Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandaian (Diskominfo) Kota Palangka Raya dalam pencegahan penyebarluasan berita hoaks di media sosial. (2) Apakah faktor-faktor yang mendukung dan menghambat strategi dalam pencegahan penyebarluasan berita hoaks di Media Sosial. Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan mengenai strategi Diskominfo Kota Palangka Raya dalam pencegahan penyebarluasan berita hoaks di media sosial, serta faktor apa saja yang mendukung dan menghambat strategi Diskominfo Kota Palangka Raya Dalam Pencegahan penyebarluasan Berita Hoaks Di Media Sosial. Teori yang digunakan untuk mengkaji masalah ini adalah (1) teori Strategi Komunikasi dan (2) Teori Komunikasi Sibernetik. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber Data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah Sekertaris Diskominfo Kota Palangka Raya, Jabatan Fungsional Pranata Humas Ahli Muda Sub Koordinator Layanan Informasi Publik, Kabid Pengelola Informasi Publik, Jabatan Fungsional Pranata Humas Ahli Muda Sub Koordinator Pengelolaan Media Komunikasi Publik, Kasubbag umum dan kepegawaian. Hasil penelitian ini adalah strategi yang digunakan oleh Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Palangka Raya menetapkan beberapa metode yaitu secara langsung (1) Sosialisasi (2) Diskominfo goes to school (3) literasi media, tidak langsung antara lain (1) webinar-webinar (2) website (3) pengaduan lapor. Hasil penelitian ini adalah Faktor pendukung (1) pemerintah pusat (2) pemerintah daerah (3) Sebagian masyarakat yang sadar akan informasi. Sedangkan faktor penghambat (1) masyarakat yang tidak sadar terhadap informasi (2) Diskominfo tidak memiliki kewenangan untuk memblokir akun penyebar berita hoaks (3 Diskominfo Kota Palangka Raya tidak memiliki aplikasi pendeteksi berita hoaks.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
OBOY, 2022. Penyuluh Agama Sebagai Informan Bagi Umat Hindu di Desa Tumbang Baraoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Dengan Dosen Pembimbing (I) Dr I Wayan Suasta, M.Pd.H Dan Dosen Pembimbing (II) Hadiantoe Ego Gantiano, M.Pd.H Penyuluh Agama Hindu Kaharingan sangatlah penting bagi Umat Hindu Kaharingan, karena dengan adanya tenaga penyuluh umat Hindu Kaharingan akan lebih baik dan terarah dalam proses pelayanan ataupun pembinaan umat Hindu Kaharingan dan yang pastinya akan lebih mudah memahami tentang bagaimana menjalankan hidup dalam agama dan juga lebih mudah mendapatkan informasi dari seorang yang memang benar-benar membidangi hal tersebut. Namun karena tenaga penyuluhnya tidak ada jadi umat Hindu Kaharingan masih banyak yang tidak paham dan masih banyak umat Hindu Kaharingan yang lalai tidak mengikuti proses ibadah basarah inilah yang membuat Hindu Kaharingan bisa berpindah agama bukan karena kurangnya pembinaan dan pelayanan namun kesadaran umat Hindu itu sendiri dalam pelaksanaan ibadah basarah itu sangatlah kurang terutama untuk orang tua umat Hindu Kaharingan mereka lebih memilih kerja atau pergi keladang dari pada mereka ikut ibadah tapi astungkara walaupun mereka sibuk dengan kerjaannya mereka tetap menyuruh anak-anaknya untuk berangkat ibadah basarah dan anak-anak, remaja di sana masih aktif dalam melaksanakan ibadah basarah walaupun dengan kemampuan pengurus yang terbatas mereka tetap semangat mengikuti ibadah baasarah. Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah sebagai berikut; (1) Bagamana Peran Tenaga Penyuluh Pembinaan Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Baraoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan (2) Bagaimana Dampak dari Peran Tenaga Penyuluh Terhadap Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Baraoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Analisis masalah ini menggunakan teori Fungsional Struktural dan teori Identitas Sosial. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui: Observasi, Wawancara, Studi Kepustakaan, Dokumtasi dan Perekaman Suara. Pentuan informan menggunakan purposive sampling. Subjek penelitian ini adalah Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan dan umat Hindu Kaharingan yang sangat membutuhkan tenaga penyuluh Karena Penyuluh Agama Sebagai Informan Bagi Umat Hindu kaharingan di Desa Tumbang Baraoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Peran Penyuluh Agama Hindu Kaharingan sangatlah penting dan sangat dibutuhkan terkhususnya umat Hindu Kaharingan yang ada di Wilayah Kecamatan Petak Malai karena di sana tidak ada tenaga penyuluhnya maka sangat di harapkan agar pihak lembagaan keagaman segera merekomendasikan tenagan penyuluh di wilayah Kecamatan Petak Malai terkhususnya pihak keagamaan Kabupaten Katingan. (2) Dampak dari Peran Tenaga Penyuluh sangatlah baik dapat memotivasi umat Hindu Kaharingan agar lebih giat lagi mengikuti ibadah basarah terlebih bagi kaum remaja karena merekalah harapan umat Hindu Kaharingan saat ini namun karena tidak ada tenaga penyuluhnya jadi semampu pengurus-pengurus agama yang ada di desa Tumbang Baraoi dengan kemampuan mereka yang terbatas.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Syukur Alhamdulillah kepada Tuhan YME atas lindungan dan rahmatNya karena para penulis dari berbagai Perguruan Tinggi dan Instansi kembali mampu menyelesaikan naskah kolaborasi dengan Judul “Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pembelajaran”. Yang melatarbelakangi penerbit mengadakan kegiatan Menulis Kolaborasi adalah untuk membiasakan Dosen dan Guru menulis sesuai dengan rumpun keilmuannya. Buku dengan judul Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pembelajaran merupakan buku ajar yang disusun sebagai media pembelajaran, sumber referensi dan pedoman belajar bagi mahasiswa. Pokokpokok bahasan dalam buku ini mencakup: 1) Manfaat TIK dalam Dunia Pendidikan, 2) Penerapan TIK dalam Mendukung Proses Pembelajaran, 3) Dampak Penerapan TIK dalam Pendidikan/Pembelajaran, 4) Konsep Internet Dan Pemanfaatannya Dalam Pendidikan, 5) Konsep Dasar Pengembangan Media Berbasis TIK, 6) Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis TIK untuk Pembelajaran. Akhir kata Dengan terbitnya buku ini, harapan penerbit ialah menambah Khazanah Keilmuan dibidang Pendidikan dan dapat dinikmati oleh kalangan pembaca baik Akademisi, Dosen, Peneliti, Mahasiswa atau Masyarakat pada Umumnya.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
SOLUSI LULUS MENGHADAPI TES PPPK TENAGA PENDIDIK GURU TIK - SESUAI KISI – KISI TERBARU PPPK - PERTANYAAN SEPUTAR PPPK - PESERTA LULUS PASSING GRADE PPPK BAPER (BAHAS PER/SOAL) - KOMPETENSI TEKNIS PPPK GURU TIK - KOMPETENSI TES BAKAT SKOLASTIK - KOMPETENSI MANAJERIAL - KOMPETENSI SOSIO KULTUR - PERTANYAAN WAWANCARA
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Buku ini merupakan referensi dalam materi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kelas 6. Materi disusun berdasarkan pengalaman penulis sebagai akademisi. Materi TIK yang dibahas adalah Aplikasi Office pengolah kata dalam hal ini Microsoft Word, Aplikasi Office berjenis spreadsheet yaitu Microsoft Excel serta Aplikasi Office presentasi yaitu Microsoft PowerPoint. Materi dibagi ke dalam 3 bagian besar dan beberapa sub bagian sebagai Berikut: Bagian Pertama: Microsoft Word, terdiri dari Mengenal Ikon Pendukung; Menyisipkan Tabel; Memodifikasi Grafik; Mengintegrasikan Teks, Gambar dan Grafik. Bagian Kedua: Microsoft Excel, terdiri dari Lingkungan Kerja Microsoft Excel; Fitur Border Microsoft Excel; Fitur Data Simetris; Fitur Ukuran Kolom; Fitur Cell Styles; Memasukkan Rumus; Menjumlah Data Secara Otomatis; Membangun Rumus Secara Manual. Bagian Ketiga: Microsoft PowerPoint terdiri dari Lingkup Kerja Beserta Penggunaan Menu; Mengelola Presentasi; Mengelola Teks; Mengelola Gambar dan Objek Shape; Mengelola dan Mengatur Background Slide; Mengelola Grafik; Hyperlink dan Hubungan Antar Program; Menjalankan Presentasi; Menyisipkan Media dalam Presentasi.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Buku ini merupakan referensi dalam materi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kelas 4. Materi disusun berdasarkan pengalaman penulis sebagai akademisi. Materi TIK yang dibahas adalah Aplikasi Office pengolah kata dalam hal ini Microsoft Word. Materi dibagi ke dalam 6 bagian sebagai Berikut: 1. Bagian Pertama: Pengenalan Teknologi Informasi dan Komunikasi 2. Bagian Kedua: Pembuatan dokumen 3. Bagian Ketiga: Pengaturan format 4. Bagian Keempat: Penggunaan tabel 5. Bagian Kelima: Pengaturan layout 6. Bagian Keenam: Fungsi tambahan
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Buku ini merupakan referensi dalam materi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kelas 5. Materi disusun berdasarkan pengalaman penulis sebagai akademisi. Materi TIK yang dibahas adalah Aplikasi Office pengolah kata dalam hal ini Microsoft Word dan Aplikasi Office berjenis spreadsheet yaitu Microsoft Excel. Materi dibagi ke dalam 2 bagian besar dan beberapa sub bagian sebagai Berikut: Bagian Pertama: Microsoft Word, terdiri dari pembahasan Cara Menampilkan Ikon Microsoft Word; Tools yang Terdapat di dalam Microsoft Word; Cara Bekerja dengan Microsoft Word; Pengaturan Naskah pada Microsoft Word. Bagian Kedua: Microsoft Excel, terdiri dari pembahasan Lingkungan Kerja Microsoft Excel; Mengenal dan Memahami Aplikasi Microsoft Excel; Mengenal Lembar Kerja; Rumus dan Fungsi Microsoft Excel.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Buku ini ditulis untuk Anda yang ingin mempelajari berbagai hal tentang Sistem Informasi dan Teknologi Informasi. Topik yang dibahas meliputi sistem informasi dan teknologi komputer, mulai dari perangkat keras dengan berbagai komponennya. Setelah membaca buku ini, diharapkan Anda mengetahui berbagai komponen komputer, cara kerjanya, dan manfaatnya bagi pekerjaan Anda. Buku ini ditulis oleh seorang penulis yang sudah berpengalaman puluhan tahun, sehingga isinya mudah dibaca, dilengkapi dengan banyak gambar, menjadikan buku ini menarik untuk dibaca. Buku ini juga dapat dijadikan buku teks untuk mata kuliah yang berkaitan dengan komputer, sistem informasi, dan teknologi informasi.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Teknologi adalah sebuah pengetahuan yang ditujukan untuk menciptakan alat, tindakan pengolahan dan ekstraksi benda. Istilah “teknologi” telah dikenal secara luas dan setiap orang memiliki cara mereka sendiri memahami pengertian teknologi. Teknologi digunakan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dalam kehidupan kita sehari-hari, secara singkat; kita bisa menggambarkan teknologi sebagai produk, proses, atau organisasi. Selain itu, teknologi digunakan untuk memperluas kemampuan kita, dan yang membuat orang-orang sebagai bagian paling pentingdari setiap sistem teknologi. Sedangkan yang dimaksud dengan informasi yang sering disamakan dengan pengertian data. Secara lengkap buku ini membahas : Bab 1 Konsep Dasar Teknologi Informasi Bab 2 Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen (SIM) Bab 3 Peranan SIM dalam Kegiatan Manajemen Bab 4 Dukungan Sistem Informasi Manajemen pada Bidang Fungsional Organisasi Bab 5 Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk SIM Bab 6 Perancangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Bab 7 Teknologi Informasi Untuk Pencapaian Keunggulan Kompetitif Organisasi Pendidikan Bab 8 Penjaminan Mutu SIM Bab 9 Pengawasan dan Evaluasi Sistem Informasi Manajemen
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Tesis utama buku ini yaitu pergeseran dan keragaman paradigma teknologi pendidikan mengarahkan teknologi pendidikan sebagai bidang keilmuan yang potensial menjadi pendorong transformasi sosial. Hal ini karena orientasi perge-seran dan keragaman paradigma yang relatif berkarakter kritis, sosiokultural, dan bahkan postmodern. Buku ini cocok dibaca oleh mahasiswa, dosen, guru, aktivis dan praktisi pendidikan, dan masyarakat umum yang ingin mengetahui dimensi keilmuan teknologi pendidikan. Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup