Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Optimalisasi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

OPTIMALISASI TATA KELOLA PENGEMBANGAN EKOWISATA BERBASIS HUTAN DESA DI TANGKAHEN KECAMATAN BANAMA TINGANG KABUPATEN PULANG PISAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengembangan ekowisata berbasis hutan desa merupakan salah satu strategi dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Namun, optimalisasi tata kelola pengembangan Ekowisata Hutan Desa Tangkahen masih menghadapi berbagai kendala yang memengaruhi efektivitas pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi optimalisasi tata kelola pengembangan ekowisata berbasis hutan desa di Tangkahen serta mendeskripsikan upaya yang dilakukan dalam mengoptimalkan tata kelola tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi optimalisasi tata kelola terdiri atas faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, kelembagaan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) yang belum optimal, serta kesadaran masyarakat terhadap konservasi yang masih perlu ditingkatkan. Faktor eksternal meliputi keterbatasan infrastruktur dan aksesibilitas serta dukungan pemerintah dan mitra yang belum berkelanjutan. Upaya optimalisasi dilakukan melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pelibatan aktif masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pengembangan ekowisata berbasis hutan desa bergantung pada sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan kelembagaan lokal dalam mewujudkan tata kelola yang partisipatif, transparan, dan berkelanjutan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Optimalisasi Penggunaan Alat Musik Tradisional Dayak Kalimantan Tengah dalam Proses Pembelajaran Seni Budaya di SMPN 8 Palangka Raya

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Herlina 2026. Optimalisasi Penggunaan Alat Musik Tradisional Dayak Kalimantan Tengah dalam Proses Pembelajaran Seni Budaya di SMPN 8 Palangka Raya Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing 1. Wentin, S.Ag.,M.Pd.H. Pembimbing II. Yoppie, M.Pd.H. Optimalisasi penggunaan alat musik dalam Proses pembelajaran seni musik di SMPN 8 Palangka Raya adalah salah satu kegiatan pembelajaran dan pelatihan seni musik yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman siswa terkait seni musik tradisional Dayak Kalimantan Tengah serta untuk melestarikan budaya lokal. Dalam proses pembelajaran seni musik tradisional dayak masih belum maksimal karena keterbatasan jumlah alat musik dan minimnya waktu latihan, yang menyebabkan beberapa siswa terlambat menguasai teknik bermain musik tradisional dayak Kalimantan tengah. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: 1). Bagaimana Optimalisasi Penggunaan Alat Musik Tradisional Dayak Kalimantan Tengah dalam Proses Pembelajaran Seni Budaya di SMPN 8 Palangka Raya, 2). Apa kendala dalam Optimalisasi Penggunaan Alat Musik Tradisional Dayak Kalimantan Tengah dalam Proses Pembelajaran Seni Budaya di SMPN 8 Palangka Raya. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori Behavioristik dan teori kendala. Metode pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Teknik penentuan informan Purposive Sumpling. Teknik analisis data yang dugunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1) Optimalisasi Penggunaan Alat Musik Tradisional Dayak Kalimantan tengah Dalam Proses Pembelajaran Seni Budaya Di SMPN 8 Palangka raya yaitu Manajemen sekolah fokus pada pengangaraan berkala dan pemeliharaan fasilitas. 2. Kegiatan Pembelajaran Seni Musik Tradisional Dayak terdiri dari Kegiatan pendahuluan yang diawali dengan berdoa bersama, memeriksa kehadiran dan penyampaian tujuan pembelajaran, Kegiatan inti Guru menjelaskan teori dan mencontohkan cara bermain alat musik. Kegiatan Penutup Guru meminta beberapa kelompok untuk mendemonstrasikan hasil latihan didepan kelas sebagai bahan evaluasi. 3) Kendala dalam proses pembelajaran seni musik Tradisional yaitu kurangnya ketersediaan alat musik tradisional dayak, Anggaran sekolah yang terbatas membuat pengadaan alat musik tidak sebanding dengan jumlah siswa. Keterbatasan waktu juga menjadi penghambat sehingga proses pembelajaran seni musik Tradisional Dayak Kalimantan Tengah di SMPN 8 Palangka Raya kurang optimal.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail