COLLECTION
Koleksi Perpustakaan
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
Publikasi
Judul Skripsi : Penanaman Nilai Pendidikan Hindu Dalam Persembahyangan Basarah Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan
SALMI, 2025. Penanaman Nilai Pendidikan Hindu dalam Persembahyangan Basarah pada umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si Pembimbing II Yoppie, M. Pd. H Penanaman Nilai pendidikan dalam persembahyangan Basarah merupakan penanaman yang sangat penting. Penanaman nilai dalarn persembahyangan Basarah tersebut yaitu sebagai berikut: Ketua Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan adalah pemimpin bagi umat Hindu Kaharingan yang berada di Desa tersebut, yang mana sudah diberikan tugas dan tanggung jawab untuk memimpin umat. Selain majelis kelompok melakukan penanaman terhadap pelaksanaan Basarah misalkan Basarah di tempat balai dan di tempat orang meninggal (Basarah Ampung). Sehingga dengan adanya permasalahan diatas penulis tertarik untuk mengkaji: 1. Apa saja nilai-nilai pendidikan Hindu dalam upacara Persembayangan Basarah di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. 2. Apa saja kendala penanaman nilai pendidikan Hindu dalam Upacara Persembayangan Basarah di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.Tujuan umum mengacu pada judul. 2. Tujuan Khusus yaitu untuk mengetahui Untuk mengetahui apa saja nilai Pendidikan Hindu dalam upacara Persembahyangan Basarah pada umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. 2. Untuk mengetahui kendala penanaman nilai-nilai pendidikan Hindu dalam Upacara Persembayangan Basarah di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. Teori yang digunakan untuk memecah rumusan masalah menggunakan tiga teori yaitu teori bentu, teori pelestarian budaya, dan teori nilai. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan penentuan informan yaitu Teknik purposive sampling. Sementara itu, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi, selanjutnya Teknik analisis data yang digunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Berdasakan Hasil penelitian: 1. Apa saja nilai-nilai pendidikan Hindu dalam upacara Persembayangan Basarah di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. 2. Apa saja kendala penanaman nilai pendidikan Hindu dalam Upacara Persembayangan Basarah di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. Kata kunci : Penanaman Nilai, pendidikan agama Hindu dan Pelaksanaan Basarah.
PERSEPSI SISWA HINDU TERHADAP MAHASISWA IAHN-TP PALANGKA RAYA DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM PRAKTIKUM SEKOLAH DI SMP NEGERI 1 PALANGKA RAYA
Program Praktikum Sekolah (PPS) merupakan rangkaian tugas akhir sekaligus bagian dari mata kuliah yang wajib dijalani oleh setiap mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Hindu di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya untuk menyelesaikan studinya. Sehubungan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa Hindu terhadap mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya dalam melaksanakan Program Praktikum Sekolah di SMP Negeri 1 Palangka Raya. Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana pandangan siswa Hindu terhadap pelaksanaan PPS oleh mahasiswa IAHN-TP di SMP Negeri 1 Palangka Raya. Dalam penelitian ini, populasi yang ditetapkan meliputi Siswa agama Hindu yang berjumlah 13 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi angket dan dokumentasi, kemudian data tersebut dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, Pelaksanaan Program Praktikum Sekolah oleh mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya secara umum mendapatkan penilaian yang sangat baik dari para siswa Hindu. Hal ini dapat dilihat dari hasil angket yang diisi oleh siswa, dengan aspek kompetensi pedagogik, kepribadian, dan sosial termasuk dalam kategori sangat baik. Oleh karena itu, mahasiswa PPS IAHN-TP Palangka Raya yang mengampu mata pelajaran agama Hindu di SMP Negeri 1 Palangka Raya perlu lebih memperkuat persiapan dalam mengajar agar pelaksanaan PPS dapat berlangsung secara lebih efektif dan efisien.
Transformasi Adi Widya Pasraman Menjadi Adi Widyalaya dan Implikasinya terhadap Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya
Penelitian ini mengkaji transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya serta implikasinya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Transformasi ini didorong oleh terbitnya Peraturan Menteri Agama Nomor 2 tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Widyalaya. Terbitnya Peraturan Menteri Agama ini bertujuan untuk mengubah status pasraman formal menjadi satuan pendidikan Widyalaya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis dan mendeskripsikan proses transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya, (2) mendeskripsikan implikasi transformasi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memahami, menganalisis, dan mendeskripsikan transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya serta implikasinya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Lokasi penelitian dilakukan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Informan dalam penelitian ini terdiri dari koordinator pendidikan, kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dibantu dengan menggunakan pedoman observasi, dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif menurut Miles & Huberman (2014). Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa proses transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya harus melengkapi persyaratan, mulai dari persyaratan administratif, teknis, dan kelayakan pendirian. Dengan melengkapi persyaratan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah melakukan verifikasi terhadap berkas tersebut dan selanjutnya diserahkan kepada Direktur Jenderal Bimas Hindu RI. Implikasi transformasi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya memberikan dampak yang positif terhadap delapan standar nasional pendidikan.
EKSPLORASI PEMAHAMAN UMAT HINDU KAHARINGAN TERHADAP PERSEMBAHYANGAN BASARAH DI DESA DANAU SADAR KECAMATAN DUSUN SELATAN KABUPATEN BARITO SELATAN
Selvi Pebriyanti. 2025. Eksplorasi Pemahaman Umat Hindu Kaharingan Terhadap Persembahyangan Basarah Di Desa Danau Sadar Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag., M.Si Pembimbing II Hendri, S.Ag., M.Si Persembahyangan Basarah adalah cara kita mendekatkan diri dengan Tuhan serta menguatkan Sradha dan Bhakti terhadap Ranying Hatalla (Tuhan). Sehingga dalam upaya untuk menumbuhkan Sradha dan Bhakti umat Hindu Kaharingan itu sendiri, hal ini diperlukan pemahaman yang benar terhadap persembahyangan Basarah sehingga dapat memahami secara baik dan sesuai dengan ajaran yang ada, maka dapat diuraikan rumusan masalah yang ada dalam penulisan ini yaitu: 1. Bagaimana eksplorasi pemahaman umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah di desa danau sadar kecamatan dusun selatan kabupaten barito selatan ? 2. Apa kendala yang dihadapi umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah di Desa Danau Sadar Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan ?. Penelitian ini bertujuan: 1. Untuk mendeskripsikan eksplorasi pemahaman umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah di Desa Danau Sadar Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. 2. Untuk mendeskripsikan kendala yang dihadapi umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah di Desa Danau Sadar Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Religius. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) bagaimana eksplorasi pemahaman umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah di Desa Danau Sadar Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan adalah pemahaman umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah masih sedikit rendah. (2) Apa kendala yang dihadapi umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah di Desa Danau Sadar Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan adalah: a. Tidak pernah ada pembinaan terkait persembahyangan Basarah, b. Transportasi dan c. Kurangnya kesadaran diri. Kata Kunci: Eksplorasi Pemahaman, Umat Hindu Kaharingan, dan Persembahyangan Basarah.
Peran guru dalam membentuk karakter siswa melalui pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam membentuk karakter siswa melalui pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 1 Pasak Talawang, Kabupaten Kapuas. Fokus utama penelitian ini adalah strategi yang digunakan guru dalam pembelajaran serta nilai-nilai karakter yang berhasil ditanamkan kepada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu, dan siswa beragama Hindu kelas X dan XI.Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran sentral sebagai pendidik, pengajar, dan pembimbing dalam proses pembentukan karakter siswa. Strategi yang digunakan antara lain pendekatan humanistik, penggunaan metode pembelajaran yang variatif dan kontekstual, serta keteladanan dalam sikap dan perilaku. Nilai-nilai karakter yang berhasil ditanamkan melalui pembelajaran Pendidikan Agama Hindu meliputi kejujuran, tanggung jawab, empati, disiplin, dan kerja sama. Selain itu, pembelajaran juga didukung oleh lingkungan sekolah yang toleran dan program supervisi yang mendukung peningkatan profesionalisme guru.Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Hindu memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk karakter siswa, terutama ketika didukung oleh strategi pembelajaran yang tepat dan peran aktif guru sebagai teladan. Oleh karena itu, penting bagi sekolah untuk terus mendorong inovasi dalam pembelajaran agama sebagai bagian dari upaya membangun karakter peserta didik secara menyeluruh
peran guru dalam memberikan motivasi belajar ajaran catur guru pada siswa Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dalam memberikan motivasi belajar ajaran Catur Guru kepada siswa Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya. Ajaran Catur Guru, yang terdiri atas Guru Swadyaya (Tuhan), Guru Rupaka (orang tua), Guru Pengajian (guru di sekolah), dan Guru Wisesa (pemerintah), merupakan pilar penting dalam pendidikan agama Hindu yang bertujuan membentuk karakter, etika, dan spiritualitas peserta didik. Motivasi belajar menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran, khususnya dalam penanaman nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap guru serta siswa Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan aktif sebagai motivator, pembimbing, dan pengawas dalam proses pembelajaran. Guru berupaya membangun semangat belajar siswa dengan menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi, memberikan penghargaan, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, serta men jalin kolaborasi dengan sesama guru. Kendala yang dihadapi antara lain perbedaan karakteristik siswa, rendahnya motivasi internal, kurangnya konsentrasi belajar, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Upaya untuk mengatasi kendala tersebut dilakukan dengan pendekatan yang bersifat humanistik, yang menekankan pada pemahaman individu secara menyeluruh, baik dari aspek emosional, moral, maupun intelektual.Penelitian ini memperkuat relevansi teori belajar humanistik dalam konteks pendidikan agama Hindu di tingkat sekolah dasar. Guru tidak hanya menjadi penyampai materi, tetapi juga berperan sebagai agen pembentuk nilai-nilai dan karakter siswa. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan keilmuan dalam bidang pendidikan agama Hindu, sedangkan secara praktis dapat dijadikan acuan dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif, kontekstual, dan inspiratif. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi guru, sekolah, dan pengambil kebijakan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran agama Hindu berbasis nilai-nilai Catur Guru.
Upaya Guru Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya
Skripsi ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa dalam pendidikan Agama Hindu melalui upaya inovatif yang di lakukan oleh guru. Dalam konteks pendidikan indonnesia, minat belajar merupakan faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran. Namun, berdasarkanpengamatan, minat belajar siswa terhadap mata pelajaran pendidikan Agama Hindu tergolong rendah. Hal ini menunjukan perlunya intervensi yang efektif dari pihak guru untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menarik bagi siswa. Melalui pendekatan yang aktif dan kreatif, guru di harapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian ini mengidentifikasi berbagai faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar, termasuk metode pengajaran media yang di gunakan. Di temukan bahwa guru yang mampu menguasai materi dan mengunakan media pembelajaran yang menarik dapat meningkatkan antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu, pentingnyapendekatan yangyang inklusif dan tidak membeda-bedakan siswa juga menjadi sorotan, di mana hal ini dapat menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendudkung. Penelitian ini juga menekankan bahwa pembentukan karakter dan nilai-nilai moral dalam pendidikan sangat penting, sejalan dengan tujuan pendidikan nasional. Dengan demikian, diharapkan siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademis, tetapi jugadapat mengembangkan kepribadian yang luhur dan berkarakter. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa minat belajar yang tinggi dapat berkontribusi pada peningkatan hasil dan prestasi belajar mereka. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perrlunya inovasi dalam metode dan media pembelajran untuk mencipatakan pengalaman belajar yang menarik dan efektif bagi siswa dalam mata pelajaran pendidikan Agama Hindu. Dengan demikian, penelitian ini di harapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan strategi pembelajaran yang lebih baik dalam konteks pendidikan Agama Hindu di indonesia.
EFEKTIVITAS METODE CERAMAH DALAM PEMBELAJARAN SENI MUSIK PADA SISWA KELAS XI SMAN 1 KASONGAN
Penggunaan metodel ceramah yangl dilakukan olehl guru seni budaya pada pembelajaranl seni musik kelas XI di SMA Negeri 1 Kasongan terdapat kendala dalam menerapkan metode ceramah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan: 1) Efektivitas Metode Ceramah Dalam Pembelajaran Seni Musik Pada Siswa Kelas XI SMA 1 Kasongan, 2) Kendala Metode Ceramah Dalam Pembelajaran Seni Musik Pada Siswa Kelas XI SMA 1 Kasongan. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah Teori Kontruktivisme dan Teori Kendala. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Kasongan. Sumber data penelitian yaitu sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran seni musik dengan metode ceramah didukung oleh pengelolaan yang terstruktur, penggunaan media pembelajaran yang menarik seperti video dan papan tulis interaktif, serta keterampilan mengajar guru yang baik. Kendala yang dihadapi meliputi kurang fokus siswa akibat kelelahan, suasana kelas yang tidak kondusif, dan penyampaian materi yang kurang variatif. Upaya mengatasi kendala dilakukan dengan memperkaya media pembelajaran, mengaktifkan partisipasi siswa, serta meningkatkan interaksi dan suasana kelas yang menyenangkan. Berdasarkan analisis, dapat disimpulkan bahwa metode ceramah efektif jika didukung media yang menarik dan pengelolaan yang baik, serta perlu adanya inovasi untuk mengatasi hambatan yang muncul selama proses pembelajaran. Penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran seni musik yang lebih variatif dan efektif di masa mendatang.
Strategi Guru dalam Proses Pembelajaran Seni Rupa pada Siswa kelas IV C di SDN 1 Sabaru
ABSTRAK Winta. 2025. Strategi Guru Dalam Proses Pembelajaran Seni Rupa Pada Siswa Kelas IV C Di SDN-1 Sabaru. Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si, Pembimbing II Wentin, S.Ag., M.Ag. Dalam dunia Pendidikan. Strategi dapat diartikan sebagai sesuatu perencanaan yang berisi serangkaian kegiatan yang dirancang harus untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran seni rupa pada siswa kelas IV C di SDN 1 Sabaru. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya Strategi guru dalam merancang dan menerapkan strategi pembelajaran yang kreatif, menarik, dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar agar proses belajar seni rupa dapat berlangsung secara efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai strategi pembelajaran, seperti metode demonstrasi, pendekatan tematik, penggunaan media visual, dan pemberian tugas praktik yang mendorong kreativitas siswa. Strategi ini terbukti mampu meningkatkan minat belajar, partisipasi aktif, serta kemampuan siswa dalam mengapresiasi dan menghasilkan karya seni rupa. Meskipun terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan sarana dan waktu, guru mampu menyesuaikan strategi pembelajaran secara fleksibel sesuai kondisi kelas. Hasil penelitian dapat disimpulkan, strategi guru yang variatif dan inovatif memainkan peran penting dalam mendukung keberhasilan pembelajaran seni rupa di tingkat sekolah dasar. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya pelatihan bagi guru dalam pengembangkan strategi pembelajaran seni serta penyediaan fasilitas yang memadai untuk menunjang kegiatan praktik seni rupa di sekolah.
PERAN GURU SENI BUDAYA DALAM MENGEMBANGKAN POTENSI SISWA MELALUI FESTIVAL LOMBA SENI SISWA NASIONAL (FLS2N) BIDANG SENI TARI DI SMP NEGERI 1 SERUYAN TENGAH
Susi, 2025. The Role of Cultural Arts Teachers in Developing Students' Potential through the National Student Art Festival and Competition (FLS2N) in the Field of Dance at SMP Negeri 1 Seruyan Tengah. Undergraduate Thesis, Study Program of Arts and Religious Education, Faculty of Dharma Acarya, State Hindu Institute Tampung Penyang Palangka Raya. Advisor I Dr. Pranata, S.Pd., M.Si. Advisor II Roy Wentas, M.Pd.H. The National Student Art Festival and Competition (FLS2N) is an annual event held to foster students’ talents and potential in the arts. One of the categories participated in by SMP Negeri 1 Seruyan Tengah is traditional dance. In its implementation, the role of cultural arts teachers is essential—as motivators, facilitators, mentors, and coaches. This study aims to describe the role of cultural arts teachers in developing students' potential through the FLS2N dance category, identify the challenges faced, and explore the efforts made by teachers to overcome these challenges. This research employed a qualitative method with a case study approach, supported by the theories of role, constraint, and humanism. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The data were analyzed through the processes of data reduction, data display, and conclusion drawing. Informants in this study consisted of cultural arts teachers, dance coaches, and FLS2N student participants. The research findings show that cultural arts teachers at SMP Negeri 1 Seruyan Tengah play a significant role in developing students’ potential in terms of dance skills, discipline, and self-confidence. The main challenges include limited facilities and infrastructure, conflicting training and academic schedules, and low student interest influenced by gender stereotypes. To address these issues, teachers applied contextual learning strategies, differentiated instruction, demonstration and hands-on methods, established dance extracurricular activities, and collaborated with local artists.
Peran Guru Dalam pengembangan kreativitas siswa kelas XI pada pembelajaran seni rupa di SMAS Kristen tumbang Samba
Yevi, 2025, Peran Guru Dalam Pengembangan Kreativitas Siswa Kelas XI Pada Pembelajaran Seni Rupa Di SMAS Kristen Tumbang Samba.Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Seni Dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Dr. AA. Gede Wiranta, S.Ag, M.Ag dan pembimbing Roy Wentas S.Pd.,M.Pd.H Peran guru dalam pengembangan kreativitas siswa kelas XI pada pembelajaran seni rupa di SMAS Kristen Tumbang Samba serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru seni rupa, siswa, dan wakil kepala sekolah bagian sarana prasarana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru sangat berpengaruh dalam mengembangkan kreativitas siswa. Guru bertindak sebagai fasilitator, motivator, inspirator, dan pembimbing dalam memberikan arahan serta kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi ide-ide kreatif melalui berbagai media seni rupa. Selain itu, guru mendorong siswa agar lebih percaya diri dalam mengekspresikan karya seni mereka.
UPAYA GURU AGAMA HINDU DALAM MENANAMKAN NILAI RELIGIUS MELALUI PELAKSANAAN PERSEMBAHYANGAN RUTIN SISWA DI SDN PERCOBAAN PALANGKA RAYA
ABSTRAKSI JOLLO VITHA. J, 2025. Upaya Guru Agama Hindu dalam Menanamkan Nilai Religius Melalui Pelaksanaan Persembahyangan Rutin Siswa di SDN Percobaan Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Suryanto, S.Pd.,M.Pd, Pembimbing II, Raisa Vienlentia, S. Psi., M. Psi., Psikolog. Penelitian ini mengkaji tentang Upaya Guru Agama Hindu dalam Menanamkan Nilai Religius Melalui Pelaksanaan Persembahyangan Rutin Siswa di SDN Percobaan Palangka Raya. Nilai religius adalah bagian penting dalam pendidikan karakter yang meliputi kejujuran, kedisiplinan, ketulusan, tanggung jawab, kasih sayang dan keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam hal ini nilai religius menjadi aspek yang krusial dalam pembentukan kepribadian siswa sejak dini. Berdasarkan latar belakang tersebut terdapat dua rumusan masalah yang akan dibahas antara lain: (1) Bagaimana upaya guru agama Hindu dalam menanamkan nilai religius melalui persembahyangan rutin siswa di SDN Percobaan Palangka Raya?. (2) Apa saja hambatan dihadapi oleh guru Agama Hindu dalam menanamkan nilai Religius siswa di SDN Percobaan Palangka Raya?. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu Teori belajar humanisme dan teori kognitif. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, yang menggunakan sumber data primer dan sekunder. Subjek dalam penelitian ini yakni kepala sekolah (1 orang), guru agama Hindu (1 orang), dan siswa Hindu (5 orang). Dalam Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Pengambilan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Upaya guru agama Hindu dalam menanamkan nilai religius melalui pelaksanaan persembahyangan rutin siswa di SDN Percobaan Palangka Raya, telah dilakukan secara konsisten dan tidak hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter spiritual dan moral siswa. Nilai-nilai seperti keyakinan kepada Tuhan (Sradha dan Bhakti), kejujuran, disiplin, tanggung jawab, etika, toleransi, dan kepedulian terhadap lingkungan ditanamkan melalui pendekatan humanistik serta penguatan ajaran Tri Hita Karana. (2) Hambatan yang dihadapi mencakup kondisi cuaca, perbedaan karakter siswa, kurangnya kesiapan membawa sarana ibadah, perbedaan tata cara persembahyangan, serta minimnya dukungan dari orang tua. Hambatan ini menunjukkan perlunya pendekatan yang berkelanjutan serta kerja sama antara guru, siswa, orang tua, dan sekolah dalam proses penanaman nilai religius.
Implementasi Pendidikan Karakter Pada Perguruan Seni Bela Diri Kuntau Melayu Tinggi Pancar Jalatien Desa Dadahup Kabupaten Kapuas
Yeni Trisia. 2025. Implementation of Character Education at the Kuntau Melayu Tinggi Pancar Jalatien Martial Arts School in Dadahup Village, Kapuas Regency. Thesis, Arts and Religious Education Study Program, Dharma Acarya Faculty, Tampung Penyang State Hindu Institute, Palangka Raya.Supervisor I: Lamri, S.Pd., M.Pd.H. Supervisor II: Hendri, S.Ag., M.Si. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter di Perguruan Bela Diri Kuntau Melayu Tinggi Pancar Jalatien di Desa Dadahup, Kabupaten Kapuas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah behaviorisme dan konstruktivisme. Informan ditentukan secara purposive sampling, yang meliputi dosen, sekretaris, pelatih, dan warga sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter di perguruan ini dilakukan secara terpadu melalui pembiasaan, keteladanan, kegiatan sosial, dan penegakan aturan yang berlaku. Nilai-nilai yang ditekankan meliputi disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kerja keras, rasa hormat, kesabaran, dan pengendalian emosi. Pelatih tidak hanya menekankan aspek teknis bela diri tetapi juga nilai-nilai moral yang melekat dalam setiap gerakan. Evaluasi implementasi dilakukan secara informal melalui pengamatan langsung terhadap perubahan perilaku anggota. Tantangan yang dihadapi antara lain kurangnya kesadaran di antara beberapa anggota, yang dipengaruhi oleh usia muda dan lingkungan sosial mereka. Meskipun demikian, perguruan tetap konsisten dalam menanamkan nilai-nilai karakter melalui pendekatan edukatif dan personal.
minat belajar siswa SDN Telok terhadap pembelajaran seni musik berbasis kearifan lokal di desa Telok kecamatan Katingan Tengah kabupaten Katingan
Vonni Krisna. 2025: Minat Belajar Siswa SDN Telok Terhadap Pembelajaran Seni Musik Berbasis Kearifan Lokal Di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan Pembimbing I Wentin, S.Ag., M.Pd.H dan Pembimbing II Roy Wentas,S. Pd., M. Pd Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan minat belajar siswa SDN Telok terhadap pembelajaran seni musik berbasis kearifan lokal di Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan. Fokus penelitian meliputi aspek ketertarikan, perasaan, perhatian guru, kendala belajar, serta upaya yang dilakukan oleh sekolah dan masyarakat dalam meningkatkan minat belajar seni musik. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi siswa kelas V, guru kelas, kepala sekolah, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa terhadap pembelajaran seni musik cukup positif, namun masih terbatas oleh beberapa kendala seperti minimnya sarana prasarana, ketiadaan guru khusus seni musik, serta kurangnya dukungan fasilitas praktik. Upaya yang dilakukan sekolah dan guru untuk meningkatkan minat siswa mencakup penggunaan media sederhana berbasis lingkungan, integrasi unsur lokal ke dalam materi ajar, serta pelibatan siswa dalam kegiatan bermusik di luar kelas. Pendekatan pembelajaran kontekstual, teori kognitif, serta teori strategi pembelajaran dan konstruktivisme digunakan untuk menganalisis proses pembelajaran dan pengalaman belajar siswa secara menyeluruh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan peran guru, penyediaan sarana praktik, dan pelibatan unsur lokal secara kreatif merupakan langkah penting dalam menumbuhkan minat belajar seni musik di sekolah dasar.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU PADA RITUAL MAPUI DALAM UPACARA KEMATIAN DI DESA RANGAN KAWIT KECAMATAN KATINGAN HULU KABUPATEN KATINGAN
ABSTAK Sinta Widia. 2025, Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu dalam pelaksanaan Ritual Mapui Dalam Upacara Kematian di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Drs. I Ketut Soter, Md.H Pembimbing II : Megawati,S.Pi., M.Pd.H Proses ritual Mapui dalam upacara kematian di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu merupakan pembakaran mayat bersamaan dengan Peti/Raung/Runi Ritual ini dilaksanakan secara turun menurun berdasarkan keturunan yang di wariskandari nenek moyang terlebih dahulu Ritual Mapui bertujuan untuk memebrsihkan Roh Kasar dari do’sa atau kesalahan yang tidak di sengaja selama hidupnya, minimnya pengetahuan dan pemahaman Umat Hindu Kaharingan Rangan Kawit terhadap nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalam Ritual Mapui merupakan permaalahan yang diangkat dalam penelitian ini sehingga peneliti tertarik untuk mengkaji: 1) Bagaimana Proses Pelaksanaan Ritual Mapui dalam Upacara Kematian di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan ? 2) Apa Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu dalam pelaksanaan Ritual Mapui Dalam Upacara Kematian di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan? Tujuan penelitian 1) Untuk Mengetahui Proses Pelaksanaan Ritual Mapui dalam Upacara Kematian di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. 2) Untuk Mengetahuai Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Pada Rituial Mapui Dalam Upacara Kematian Di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan Teori Religi, dan Teori Pendidikan Agama Hindu. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis data yang meggunakan deskriptif kualitatif dan sumber data bersifat kualitatif. Dengan menggunakan informan ditentukan melalui snowball sampling. Berdasarkan analisis dari penelitian yang dilakukan tentang ritual Mapui dapat disimpulkan bahwa (1) proses pelaksanan pada ritual Mapui dalam upacara kematian memiliki tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap inti dan tahap akhir. (1) nilai-nilai pendidikan yang terkandung pada ritual Mapui dalam upacara kematian adalah Nilai Pendidikan Tattwa, Nilai Pendidikan Sususila/Etika dan Nilai Pendidikan Upacara.
Nilai Pendidikan Hindu Dalam Upacara Bontang Siwah Mamali Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Bentot Kabupaten Barito Timur
ARIANO, 2025. Nilai Pendidikan Hindu Dalam Upacara Bontang Siwah Mamali Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Bentot Kabupaten Barito Timur. Dosen Pembimbin I Lamri, S.Pd.,M.Pd.H dan Dosen Pembimbing II Heri Kusuma Tarupay, S.S.,M.Hum Upacara Bontang Siwah Mamali merupakan suatu upacara kematian tingkat akhir yang dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan di Desa Bentot Kabupaten Barito Timur. Upacara ini melibatkan pelaksanaa seperti penghormatan terhadap leluhur, sebagai bentuk syukur atas karunia yang telah diterima. Dalam hal ini juga bertujuan untuk membayar hutang bagi roh leluhur serta mensucikan dan mengantarkan dalam perjalanannya menuju penyatuan dengan Tuhan. Adapun rumusan masalah yang dapat diangkat oleh peneliti yaitu: (1) Bagaimana pelaksanaan dalam upacara Bontang Siwah Mamali pada umat Hindu Kaharingan di Desa Beentot Kabupaten Barito Timur? (2) Bagaimana makna filosofis dalam upacara upacara Bontang Siwah Mamali pada umat Hindu Kaharingan di Desa Bentot Kabupaten Barito Timur? (3) Bagaimana nilai-nilai pendidikan Hindu dalam upacara Bontang Siwah Mamali pada umat Hindu Kaharingan di Desa Bentot Kabupaten Barito Timur? Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori Fungsional Struktural, teori Fenomenologi dan teori Nilai. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif Fenomenologi, dengan lokasi penelitian di Desa Bentot, jenis dan sumber data yang digunakan: sumber data primer dan data sekunder, teknik penentuan informan yaitu Teknik Purposive, teknik pengumpulan data yang digunakan: observasi, wawancara, dan dokumentasi, instrumen penelitian kualitatif teknik analisis data yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Dari penelitian yang dilakukan mengenai upacara Bontang Siwah Mamali di Desa Bentot Kabupaten Barito Timur, yaitu dalam pelaksanaanya memiliki beberapa tahap: (1) Persiapan, (2) Pelaksanaan, (3) Tahap akhir. Kemudian memiliki makna filosofis berfungsi sebagai proses pembersihan dan penyucian diri, baik secara spiritual maupun moral. Hal ini menjadi simbol untuk mengantarkan roh mencapai kebahagiaan sejati dan kedamaian abadi menyatu dengan Tuhan (Moksa). Selain mempunyai makna filosofis dalam upacara Bontang Siwah Mamali juga mempunyai nilai-nilai Pendidikan Hindu yaitu: (1) Tattwa keyakinan terhadap Tuhan sebagai sumber dari Atman serta menghantarkan roh leluhur ke alam berikutnya atau menyatu dengan Tuhan, (2) Susila dilihat dari rasa bhakti dan rasa hormat untuk membayar hutang kepada leluhur dan (3) Upacara dilihat dari prasarana dalam pelaksanaan terdapat tarian-tarian, (4) Nilai pendidikan sosial dapat dilihat dari kebersamaan dan gontong royong saling membantu dari awal pelaksanaan upacara Bontang Siwah Mamali sampai selesai.
PENGARUH METODE CERAMAH TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA AGAMA HINDU SMP NEGERI 3 KATINGAN HULU
ABSTRAK Joni, 2024. Pengaruh Metode Ceramah Terhadap Motivasi Belajar Siswa Agama Hindu SMP Negeri 3 Katingan Hulu. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si. dan Pembimbing II Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd.,M.Pd.H Penelitian ini mengkaji pengaruh metode ceramah terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 3 Katingan Hulu. Permasalahan yang diangkat adalah dominasi penggunaan metode ceramah dalam proses belajar mengajar, namun belum diketahui secara pasti seberapa besar pengaruhnya terhadap motivasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui sejauh mana penerapan metode ceramah dalam pembelajaran, (2) mengetahui tingkat motivasi belajar siswa, dan (3) mengukur pengaruh metode ceramah terhadap motivasi belajar. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui angket tertutup yang diberikan kepada 17 siswa beragama Hindu. Analisis data dilakukan dengan regresi linier sederhana dan uji koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ceramah berada dalam kategori baik dan motivasi belajar siswa juga tinggi. Namun, hasil analisis menunjukkan nilai R² sebesar 0,006 atau 0,6%, yang berarti metode ceramah tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, meskipun metode ceramah masih diterima oleh siswa, penggunaannya secara tunggal tidak cukup efektif untuk meningkatkan motivasi belajar.
NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU PADA PAMBAK DALAM UPACARA TIWAH UMAT HINDU KAHARINGAN DI DESA TEWANG RANGAS KABUPATEN KATINGAN
Wiranda, 2025. Nilai Pendidikan Agama Hindu Pada Pambak Dalam Upacara Tiwah Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Bapak Dr. Derson, S. Ag., M.Si Pembimbing II Ibu Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Kalimantan merupakan salah satu pulau terbesar di Indonesia yang dikenal memiliki beragam budaya dan tradisi. Tradisi yang dimiliki salah satunya ada pada umat Hindu Kaharingan yaitu Pambak Pambak merupakan tempat untuk menyimpan peti mayat atau tulang umat Hindu Kaharingan yang sudah melalui proses Tiwah yang dipercai dapat mengantarkan roh leluhur menuju Lewu Tatau, dalam proses pembuatan Pambak harus melalui upacara-upacara atau ritual-ritual terlebih dahulu, pada ukiran-ukiran pambak juga memiliki nilai pendidikan agama Hindu. Rumusan masalah yang diangkat yaitu 1). Bagaimana Proses Pembuatan Pambak dalam Upacara Tiwah Umat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan? 2). Apa Saja Nilai Pendidikan Agama Hindu yang ada pada Pambak dalam Upacara Tiwah Umat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan? Adapun tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembatan Pambak dan nilai pendidikan agama Hindu pada Pambak dalam upacara Tiwah umat hindu Kaharingan di desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan. Teori menggunakan dua teori yaitu penciptaan karya seni rupadan teori nilai. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik penentuan informan yang digunakan yaitu teknik purposive sampling, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian, data dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa 1). Proses dalam pembuatan Pambak harus melalui upacara-upacara atau ritual-ritual terlebih dahulu, karena pambak merupakan tempat untuk menyimpang peti mayat atau tulang umat hindu kaharingan yang sudah melalui proses upacara Tiwah 2).Terdapat Nilai Pendidikan agama hindu pada pambak dalam upacara tiwah yaitu nilai Tattwa, Susila Dan Upacara,termasuk pada ukiran pambak juga memiliki makna-makna tertentu.
PARTISIPASI SISWA HINDU DALAM MENGIKUTI BIMBINGAN ROHANI DI SDN 4 MENTENG PALANGKA RAYA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi siswa beragama Hindu dalam mengikuti bimbingan rohani di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Di SDN 4 Menteng Palangka Raya terdapat program bimbingan rohani yang dilaksanakan setiap hari Kamis pukul 06.30–07.00 WIB. Program ini wajib diikuti oleh seluruh siswa-siswi beragama Hindu, yang berjumlah 28 orang. Bimbingan rohani ini telah berjalan sejak lama, namun dalam pelaksanaannya mengalami penurunan partisipasi. Penurunan ini terlihat dari rendahnya kehadiran siswa, kurangnya keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung, serta kurangnya keseriusan dalam mengikuti bimbingan, yang ditunjukkan dengan perilaku seperti mengobrol, bermain, melamun, menguap, hingga tidak fokus saat kegiatan berlangsung. Berdasarkan latar belakang, maka dalam penelitian ini mengkaji : (1) Bagaimana Proses Pelaksanaaan Bimbingan rohani di SDN 4 Menteng? (2) Apa faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi siswa Hindu dalam mengikuti bimbangan rohani? (3) Bagaimana upaya guru agama Hindu dalam meningkatkan partisipasi siswa Hindu dalam mengikuti bimbinga rohani? Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi siswa Hindu, guru agama Hindu, serta pihak sekolah yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan bimbingan rohani terdiri dari enam tahapan, yaitu: kata pengantar, penyucian diri, pelantunan kidung Kandayu, puja Tri Sandya, Dharmawacana dan penutup. Faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya partisipasi siswa mencakup kurangnya kesadaran diri, motivasi yang rendah, kemacetan jalan, belum hapalnya doa (puja Tri Sandya), kesiapan perlengkapan seperti bunga, keterlambatan karena aktivitas keagamaan di rumah, dan keterlibatan dalam pekerjaan rumah tangga. Upaya yang dilakukan guru agama Hindu untuk meningkatkan partisipasi siswa meliputi mengajak siswa secara aktif, membuat materi lebih relevan dan menarik, meningkatkan keterlibatan siswa, menjalin komunikasi dengan orang tua, dan memberikan apresiasi atas keikutsertaan siswa. Kesimpulannya, partisipasi siswa Hindu dalam kegiatan bimbingan rohani masih perlu ditingkatkan dengan pendekatan yang lebih kreatif dan melibatkan berbagai pihak, termasuk guru dan orang tua, agar siswa lebih termotivasi dan menyadari pentingnya kegiatan rohani dalam kehidupan mereka.