Abstrak
ABSTRAKSI JOLLO VITHA. J, 2025. Upaya Guru Agama Hindu dalam Menanamkan Nilai Religius Melalui Pelaksanaan Persembahyangan Rutin Siswa di SDN Percobaan Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Suryanto, S.Pd.,M.Pd, Pembimbing II, Raisa Vienlentia, S. Psi., M. Psi., Psikolog. Penelitian ini mengkaji tentang Upaya Guru Agama Hindu dalam Menanamkan Nilai Religius Melalui Pelaksanaan Persembahyangan Rutin Siswa di SDN Percobaan Palangka Raya. Nilai religius adalah bagian penting dalam pendidikan karakter yang meliputi kejujuran, kedisiplinan, ketulusan, tanggung jawab, kasih sayang dan keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam hal ini nilai religius menjadi aspek yang krusial dalam pembentukan kepribadian siswa sejak dini. Berdasarkan latar belakang tersebut terdapat dua rumusan masalah yang akan dibahas antara lain: (1) Bagaimana upaya guru agama Hindu dalam menanamkan nilai religius melalui persembahyangan rutin siswa di SDN Percobaan Palangka Raya?. (2) Apa saja hambatan dihadapi oleh guru Agama Hindu dalam menanamkan nilai Religius siswa di SDN Percobaan Palangka Raya?. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu Teori belajar humanisme dan teori kognitif. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, yang menggunakan sumber data primer dan sekunder. Subjek dalam penelitian ini yakni kepala sekolah (1 orang), guru agama Hindu (1 orang), dan siswa Hindu (5 orang). Dalam Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Pengambilan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Upaya guru agama Hindu dalam menanamkan nilai religius melalui pelaksanaan persembahyangan rutin siswa di SDN Percobaan Palangka Raya, telah dilakukan secara konsisten dan tidak hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter spiritual dan moral siswa. Nilai-nilai seperti keyakinan kepada Tuhan (Sradha dan Bhakti), kejujuran, disiplin, tanggung jawab, etika, toleransi, dan kepedulian terhadap lingkungan ditanamkan melalui pendekatan humanistik serta penguatan ajaran Tri Hita Karana. (2) Hambatan yang dihadapi mencakup kondisi cuaca, perbedaan karakter siswa, kurangnya kesiapan membawa sarana ibadah, perbedaan tata cara persembahyangan, serta minimnya dukungan dari orang tua. Hambatan ini menunjukkan perlunya pendekatan yang berkelanjutan serta kerja sama antara guru, siswa, orang tua, dan sekolah dalam proses penanaman nilai religius.