Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

931 item publik

Publikasi

Halaman 45 dari 47

Eksistensi Patugur Dalam Upacara Wara Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan

AYUNI LESTARI
2020 · Thesis · Open Access

ABSTRAK AYUNI LESTARI. 2020. Eksistensi Patugur Dalam Upcara Wara Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan (Perspektif Pendidikan Hindu). Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag, Pembimbing II Ni Wayan Ramini Santika, M.Pd.H. Skripsi ini mengkaji eksistensi Patugur dalam upacara Wara pada umat Hindu Kaharingan di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Keberadaan Patugur menjadi sarana pokok dalam upacara Wara yang memiliki nilai sakral dan makna religius. Fenomena yang terjadi kurangnya pemahaman umat lain terhadap eksistensi, fungsi, makna, dan nilai Patugur dalam kepercayaan umat Hindu Kaharingan sehingga bentuk yang beragam dari Patugur tersebut dijadikan bahan gurauan atau penghinaan. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah eksistensi Patugur dalam upacara Wara pada umat Hindu Kaharingan di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan ?, 2) Apakah fungsi dan makna Patugur dalam upacara Wara pada umat Hindu Kaharingan di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan ?, 3) Apakah nilai pendidikan eksistensi Patugur dalam upacara Wara bagi umat Hindu Kaharingan di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan ?. Tujuan umum penelitian ini untuk menemukan pengetahuan tentang eksistensi Patugur dalam upacara Wara yang dilaksanakan umat Hindu Kaharingan di Desa Kalahien. Hasil penelitian dikaji dengan teori eksistensialisme, teori simbol, dan teori nilai. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara Purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumen dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, klasifikasi data, display data, penafsiran dan interpretasi, serta penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori eksistensialisme maka diperoleh bahwa eksistensi Patugur dalam upacara Wara bagi masyarakat Hindu Kaharingan yakni eksistensi pemujaan terhadap Tuhan, leluhur, alam lingkungan dan terhadap kebudayaan. Fungsi dan makna Patugur yang dianalisis dengan teori simbol, maka fungsinya antara lain fungsi religius, solidaritas dan kerukunan, kebersamaan dan kekeluargaan, sadar budaya, estetika dan fungsi ekonomi. Sedangkan makna yang terkandung yaitu makna religius, etika, estetika, simbolik, keharmonisan, dan makna pembebasan (Moksa). Nilai pendidikan terdapat yang dianalisis menggunakan teori nilai antara lain nilai pendidikan Tattwa, etika (susila), material, dan tanggung jawab. Eksistensi, fungsi dan makna, serta nilai pendidikan saling berkaitan erat dalam tujuan untuk menjaga keseimbangan alam dengan kehidupan manusia agar meningkatkan kesejahteraan, kebahagiaan dan kedamaian, serta meningkatkan sradha dan bhakti guna terciptanya kehidupan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, dengan sesama, maupun manusia dengan alam. Kata Kunci: Eksistensi, Patugur dalam Upacara Wara

Peran Mantir Adat Dalam Menyelesaikan Kasus Kawin Hatamput Pada Masyarakat Di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan

CIKA HISMAWATI
2020 · Thesis · Open Access

ABSTRAK CIKA HISMAWATI, 2020 : Peran Mantir Adat Dalam Menyelesaikan Kasus Kawin Hatamput Pada Masyarakat Di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I Dr. Ni Nyoman Rahmawati, S.Ag.,M.Si, Pembimbing II Budhi Widodo, SH.,MH. Kawin Hatamput atau Kawin Lari merupakan suatu perkawinan yang terjadi atas kesepakatan antara laki-laki dan perempuan untuk melarikan diri dan hidup bersama sebagai suami istri tanpa sepengetahuan dari orang tua. Setiap keputusan penyelesaian kasus Kawin Hatamput selalu ditaati oleh masyarakat yang ada di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan karena hukum adat masih berlaku. Hal ini dibuktikan dengan perkara dan pelanggaran adat yang sering kali terjadi, namun dapat diatasi oleh lembaga adat karena adanya kesadaran masyarakat dalam setiap permasalahan akan dapat diselesaikan secara musyawarah melalui lembaga adat yang dilaksanakan oleh Mantir Adat. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 3 (tiga) hal yaitu : (1) Apa faktor penyebab terjadinya Kawin Hatamput pada masyarakat di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan ? (2) Bagaimana Peran Mantir Adat dalam menyelesaikan kasus Kawin Hatamput pada masyarakat di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan ? (3) Bagaimana proses penyelesaian kasus Kawin Hatamput pada masyarakat di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Subjek penelitian adalah Mantir Adat, Tokoh Mayarakat, Orang Tua pelaku Kawin Hatamput, Pelaku Kawin Hatamput. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dan rancangan studi kasus dengan langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Dari analisis data tersebut maka dapat disimpulkan : (1) Faktor penyebab terjadinya Kawin Hatamput pada masyarakat di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan yaitu terdiri dari 2 faktor yaitu : faktor internal (pengaruh miras, cinta berlebihan) dan faktor eksternal (aturan adat yang dianggap berat, salah silsilah, ekonomi dan pendidikan). (2) Peran Mantir Adat dalam menyelesaikan kasus Kawin Hatamput pada masyarakat di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan yaitu berperan sebagai pemimpin persidangan guna untuk mendapatkan suatu pertimbangan serta kesepakatan kepada kedua belah pihak yang melakukan Kawin Hatamput supaya bisa melaksanakan perkawinan yang sah menurut adat. (3) Proses penyelesaian kasus Kawin Hatamput pada masyarakat di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan yaitu tahap laporan, tahap pemanggilan dan tahap sidang adat. Pada tahap sidang adat pelaku dikenakan sanksi berupa membayar denda yang telah ditetapkan dan melaksanakan pesta adat potong hewan babi (Mampakanan Pali). Kata Kunci : Peran Mantir Adat, Menyelesaikan Kasus, Kawin Hatamput

PEMBENTUAKAN KARAKTER ANAK DALAM KELUARGA HINDU DI DESA SAMBI DI KECAMATAN ARUT UTARA KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT

CERLI MARLINA
2020 · Thesis · Open Access

ABSTRAK CERLI MARLINA, 2020 : Pembentukan Karakter Anak Dalam Keluarga Hindu Didesa Sambi Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat. Tesis Program Studi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penynag Palangka Raya. Pembimbing (I) Dr. I Nyoman Sidi Astawa,S.Ag.,M.A. Pembimbing (II) Dr. I Wayan Suasta, S.Ag., M.Pd.H. Pembentukan karakter anak dalam keluarga di Desa Sambi Kecamatan Arut Utara, Kabupaten kotawaringin barat belum terlalu bisa dilaksanakan dengan baik terutama dalam mendidik anak dari usia 0-15 tahun dikarenakan pahaman orang tua dalam membentuk karakter anak agar anak mendapatkan didikan yang baik agar anak berjalan dijalan yang baik masih kurang. Pelaksanaannya dikarenakan orang tua anak banyak melakukan aktipitas di luar rumah diakibatkan faktor ekonomi keluarga dan faktor rendahnya pendidikan dalam mendidik anak dalam keluarga hindu jadi peran orang tua sangatlah kurang dalam memberikan arahan kepada anak. Penelitian ini untuk mengetahui dan memahami bagaimana pembentukan karakter anak dalam keluarga Hindu di Desa Sambi Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat. Jenis penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sambi, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat. Jenis data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan metode observasi, metode wawancara, studi kepustakaan dan metode dokumentasi. Kemudian analisis data dalam penelitian ini terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi dan penegasan kesimpulan. Berdasarkan kesimpulan pembentukan karakter anak dalam keluarga Hindu di Desa Sambi Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat. Orang tua anak mengetahui apa arti dari pendidikan karakter anak dalam keluarga, karena pendidikan karakter merupakan proses dalam mengembangkan cara berpikir dan kemampuan anak. Peran orang tua dalam membentuk karakter anak dalam keluarga memfunyai banyak faktor seperti faktor pendidikan orang tua yang rendah, faktor ekonomi, dan faktor masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan karakter anak dalam keluraga Hindu tidak terlaksana dengan baik. Kata kunci : Pembentukan, Faktor, Peran Orang Tua.

Kewenangan Mantir Adat Dalam Penyelesaian Kasus Perkelahian Pada Masyarakat Di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan

ERMILA
2020 · Thesis · Open Access

ERMILA, 2020, Kewenangan Mantir Adat Dalam Penyelesaian Kasus Perkelahian Pada Masyarakat Di Desa Tumbang Panggo Kecamtan Tasik Payawan Kabupaten Katingan Skripsi. Fakultas Dharma Sastra, Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya (IAHN-TP Palangka Raya). Pembimbing (I) Dr. Riwun, S.Ag.,M.Si. pembimbing (II) Gelar Sumbogo Peni. S.Ag.,M.Si. Kewenangan adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu. Demikian halnya dengan kewenangan seorang Mantir Adat di Desa Tumbang Panggo yaitu mempunyai kekuasaan yang kewenangannya dalam masalah bidang adat istiadat dan juga permasalah yang timbul pada masyarakat. Perkelahian adalah pertengkaran dengan adu kata disertai dengan adu fisik yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Masalah yang diteliti : (1) Apa Dasar Hukum Dan Kewenangan Mantir Adat Dalam Penyelesaian Kasus Perkelahian Pada Masyarakat Di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan?(2) Bagaimana Proses Penyelesaian Kasus Perkelahian Pada Masyarakat Di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan kabupaten Katingan?(3) Apa Sanksi Dan Faktor Penyebab Hukum Adat Terhadap Kasus Perkelahian Pada Masyarakat Di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Teori yang digunakan untuk menganalisi Rumusan Masalah tersebut adalah teori Kewenangan, teori Penegakan Hukum dan teori Kausalitas (sebab akibat). Subjek penelitian ini adalah Mantir Adat Desa Tumbang Panggo, Tokoh Masyarakat Adat Desa Tumbang Panggo, dan masyarakat Desa Tumbang Panggo. Metode yang digunakan untuk mengumpukan data adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan metode kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1). Dasar hukum dan kewenangan mantir adat dalam penyelesaian kasus perkelahian adalah UUD 1945 pada pasal 18B ayat (2), UU Darurat Nomor 1 Tahun 1951, dan PERDA Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 16 Tahun 2008 tentang Kelembagaan Adat Dayak di Kalimantan Tengah. (2) proses penyelesaian kasus perkelahian yaitu pemanggilan pihak-pihak yang bersengketa, penetapan tanggal sidang dan pemberitahuan kepada para saksi dan penyelenggaran sidang oleh mantir adat. (3) Faktor penyebab dan sanksi adat perkelahian adalah faktor penyebab terdapat beberapa factor yaitu amarah, kurangnya hiburan, kesenjangan generasi, lingkungan, peran belajar mosel kekerasan/pengaruh media massa, frustasi/sters, proses pendisiplinan yang keliru, ekonomi dan usia. sanksi yaitu pada pasal 86 Singer Kalahi Kadama Metuh Gawi (denda adat jika berkelahi pada waktu pesta/perayaan, denda yang diberikan oleh Mantir Adat kepada para pelaku pelanggarang adat yaitu dikenakan denda sebesar 1-15 kati ramu, menurut besar kecilnya pelanggran dan pertimbangan Ketua Adat/Mantir Adat setempat. Akan tetapin di Desa Tumbang Panggo Mantir Adat telah menetapkan bahwa 1 kati ramu diuangkan senilai Rp. 250.000,- sesuai dengan kesepakatan kerapatan adat dengan aparat desa dan tokoh masyarakat. Pada saat kasus perkelahian yang terjadi di Desa Tumbang Panggo telah ditetapkan membayar singer/denda sebagai sanksi adat 12 kati ramu senilai Rp 3.000.000,-.

NILAI-NILAI UPACARA MANYANGGAR BANUA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT UMAT HINDU DI DESA BALAWAIAN KECAMATAN PIANI KABUPATEN TAPIN

SUDIMAN
2020 · Thesis · Open Access

Sudiman, 2020. Nilai-nilai Upacara Manyanggar Banua Dalam Kehidpan Masyarakat Umat Hindu Di Desa Balawaian Kecamatam Piani Kabupaten Tapin (Kajian Nilai Religius dan Nilai Sosial). Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya Prodi Kepanditaan Palangka Raya Pembimbing I Dr Tardi Edung, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II Ni Putu Eka Merliana, ST.,MT. Upacara Manyanggar Banua adalah upacara yang dilaksanakan oleh umat Hindu khususnya di Desa Balawaian yang bertujuan untuk membersihkan/menyucikan kampung (Desa) dari pengaruh buruk seperti, berbagai marabahaya, sial sampar/wabah penyakit, berbagai akibat tindakan asusila Masyarakat yang menempati desa tersebut. Berdasarkan penjelasan diatas maka menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana pelaksanakaan upacara Manyanggar Banua bagi umat Hindu di Desa Balawaian Kecamatan Piani Kabupaten Tapin ? 2) Bagaimanakah nilai religius upacara Manyanggar Banua bagi umat Hindu di Desa Balawaian Kecamatan Piani Kabupaten Tapin ? 3) Bagaimana nilai sosial Manyanggar Banua bagi umat Hindu di Desa Balawaian Kecamatan Piani Kabupaten Tapin ?. Untuk menjawab masalah dalam penelitian ini, ada beberapa teori yang digunakan yaitu: teori struktural fungsional, teori religi dan teori sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan sumber data yang digunakan adalah bersumber dari data primer dan data skunder. Sedangkan teknik penentuan informan dalam penelitian ini adalah teknik Snow Ball Sampling, teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara: observasi, keperpustakaan, wawancara, dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, sehingga akurasi data menjadi lebih jelas. Berdasarkan hasil penelitian mencakup tiga aspek yaitu: mengenai pelaksanaan, nilai religius dan nilai sosial. Yang pertama pelaksanaan upacara Manyanggar Banua umat Hindu khusunya di Desa Balawaian: 1) Mengadakan musyawarah 2) Pesiapan (beramu) 3) proses Balian Kariau pada upacara Manyanggar Banua 4) Pali (pantangan) Yang kedua nilai religius yang terkandung dalam Manyanggar Banua adalah pemujaan kepada Tuhan beserta manifestasinya termasuk manusia dan alam. dan yang ketiga nilai sosial yang terkandung dalam upacara Manyanggar Banua adalah suatu kebudayaan terkandung nilai-nilai dan norma-norma sosial yang merupakan faktor pendorong bagi manusia untuk bertingka laku dan mencapai kepuasan tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Nilai-nilai Upacara Manyanggar Banua (Pelaksanaan, Nilai Religius dan Nilai Sosial.

Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN-5 Menteng Palangka Raya

TURI WIDIASIH
2020 · Thesis · Open Access

Widiasih Turi, 2020. Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN-5 Menteng Palangka Raya. Skripsi. Strata Satu. Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Lilik, S.Ag., M.Pd dan Pembimbing II Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H. Pengelolaan pembelajaran penting dilakukan untuk memudahkan proses belajar mengajar untuk mencapai hasil yang maksimal. Namun pada kenyataannya pengelolaan pembelajaran pendidikan agama Hindu SDN-5 Menteng Palangka Raya belum sepenuhnya efektif apabila tidak didukung oleh beberapa pihak yang terkait termasuk kepala sekolah dan guru agama Hindu di sekolah tersebut. Penelitian bertujuan (1) mengetahui perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN-5 Menteng Palangka Raya; (2) mengetahui pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN-5 Menteng Palangka Raya ; (3) mengetahui pengawasan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN-5 Menteng Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori manajemen pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di SDN-5 Menteng Palangka Raya. Sumber data dalam penelitian ini ada dua yaitu data primer (data dari guru mata pelajaran agama Hindu dan kepala SDN-5 Menteng Palangka Raya) dan data sekunder (literature, buku, artikel, jurnal, serta situs internet yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan). Informan ditentukan secara purposive. Peneliti bertindak sebagai instrument utama dibantu dengan menggunakan pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN-5 Menteng Palangka Raya secara keseluruhan sudah di lakukan oleh guru mata pelajaran agama Hindu di SDN-5 Menteng Palangka Raya dengan cukup baik. Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN-5 Menteng Palangka Raya sudah dilakukan tetapi secara keseluruhan belum efektif dan efesien. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pembelajaran diantaranya kurangnya keaktifan guru dalam hal penyampaian pembelajaran, minimnya bahan belajar atau sumber belajar, prasarana dan sarana yang ada disekolah sangat terbatas. Pengawasan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN-5 Menteng Palangka Raya dibagi dua, yaitu: Pengawasan internal dilakukan oleh guru mata pelajaran agama Hindu SDN-5 Menteng Palangka Raya kepada siswa dan pengawasan eksternal dilakukan oleh kepala SDN-5 Menteng Palangka Raya dan pihak Kementerian Agama Hindu Kota Palangka Raya. Secara garis besar kegiatan pengawasan pembelajaran di SDN-5 Menteng Palangka Raya belum efektif dan efesien.

Penerapan Model Pembelajaran Direct Learning Pada Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan di SMP Nasional Palangka Raya

LINGEI
2020 · Thesis · Open Access

Perkembangan pendidikan sangat terkait dengan perkembangan Kebudayaan dari kehidupan manusia akan selalu muncul hasil karya baik berupa benda seni maupun tata pergaulan yang berguna dalam kehidupan kemampuan mencipta yang didasari oleh keindahan jiwa menghasilkan karya seni yang lazim kita kenal dengan sebutan kesenian. Manusia sebagai pelaksana sekaligus sebagai sasaran pembangunan memegang peranan penting didalamnya segala potensi yang dimiliki wajib kita arahkan dan turut menunjang kesuksesan pembangunan nasional yang sesuai dengan bidang keahliannya demi terwujudnya tujuan pendidikan nasional diselenggarakan kegiatan belajar mengajar baik yang berlangsung di sekolah maupun di luar sekolah. Adapun rumusan masalah dalam penelitian adalah: Bagaimana Penerapan Metode Pembelajaran Direct Leraning pada Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan di SMP Nasional Palangka Raya, Apa kendala Guru dalam Penerapan Metode Pembelajaran Direct Leraning pada Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan di SMP Nasional Palangka Raya, dan Bagaimana Upaya Guru dalam Mengatasi Kendala Penerapan Metode Pembelajaran Direct Leraning pada Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan di SMP Nasional Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Metode Pembelajaran Direct Learning pada Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan di SMP Nasional Palangka Raya. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan Teori Belajar Behaviorisme dari Albert Bandura untuk rumusan masalah pertama, dan Teori Motivasi dari Abraham Maslow serta Teori Kognitif dari Jean Pieget untuk rumusan masalah kedua dan ketiga, metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif, dan teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling. Data diperoleh dengan cara observasi, wawncara, dan dokumentasi serta menggunakan pedomanan wawancara, alat perekam dan alat pengambil gambar sebagai instrumen yang digunakan dalam penelitian ini.

Meningkatkan Minat Belajar Siswa Terhadap Seni Budaya Dan Prakarya Di SDN 1 Palangan Kecamatan Kota Besi Kabupaten Kotawaringin Timur

ROBINSON
2020 · Thesis · Open Access

Sekolah Dasar Negeri 1 Palangan juga menerapkan belajar tambahan melalui ekstrakurikuler, seperti yang terlihat sekilas ketika sore hari melintas di lingkungan SDN-1 Palangan ada beberapa anak-anak yang mengikuti ekstrakurikuler seni, antusias siswa yang mengikuti cenderung sedikit. Dan pada zaman sekarang jarang sekali bahkan hampir tidak terlihat anak-anak memainkan alat musik tradisional terutama alat musik kacapi, padahal guru yang di sekolah bisa memberi mereka tugas untuk praktek bermain musik tradisional, guna merangsang siswa untuk berkreativitas dan berminat terhadap budayanya. Adapun rumusan masalah dalam penelitian adalah: Bagaimanakah minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya di SDN-1 Palangan Kecamatan Kota Besi Kabupaten Kotawaringin Timur, Apakah Faktor penghambat dan pendukung pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya di SDN-1 Palangan Kecamatan Kota Besi Kabupaten Kotawaringin Timur, Apakah implikasi minat belajar siswa terhadap Seni Budaya dan Prakarya di SDN-1 Palangan Kecamatan Kota Besi Kabupaten Kotawaringin Timur . Penelitian ini bertujuan ini untuk mengkaji dan menggali pengetahuan tentang meningkatkan minat belajar siswa terhadap seni budaya dan prakarya serta faktor penghambat dan pendukungnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dikaji dengan menggunakanTeori Behavioristik dari Gagne dan Berliner untuk rumusan masalah pertama, dan Teori Kognitivisme dari Jean Pieget untuk rumusan masalah kedua, serta Teori Implikasi dari Silalahi untuk rumusan masalah ketiga. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskritptif kualitatif, dan teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling. Data diperoleh dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi serta menggunakan pedoman wawancara, alat perekam dan alat pengambil gambar sebagai instrument yang digunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan temuan data penelitian dan analisis dengan teori ditemukan beberapa bahwa meningkatkan minat belajar siswa terhadap seni budaya dan prakarya di SDN 1 Palangan Kecamatan Kota Besi Kabupaten Kotawaringin Timur, meliputi empat indikator minat belajar siswa yaitu, kesukaan, ketertarikan, perhatian dan keterlibatan siswa. Selain itu ada faktor penghambat dan pendukung minat belajar siswa ada dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Meningkatnya minat belajar siswa memberikan dampak positi dan negative. Dampak positif siswa meningkatnya ilmu pengetahuan, bertambahnya minat siswa terhadap seni budaya, dan meningkatnya kreativitas siswa terhadap seni budaya dan prakarya. Dampak negativ yaitu terganggunya kegiatan belajar lain, kekurangan sarana prasarana, dan siswa menjadi kelelahan.

Model Pembelajaran Agama Hindu di Pasraman Sumber Pangentoan di Desaa Bantai Karau Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur

VEDA WIRATAMA
2020 · Thesis · Open Access

ABSTRAK VEDA WIRATAMA, 2020, Model Pembelajaran Agama Hindu Di Pasraman Sumber Pengentoan Di Desa Bantai Karau Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur. Skripsi. Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pedidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing(I). Lilik,S.Ag.,M.Pd.H, Pembimbing (II). Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si. Pasraman adalah Lembaga Pendidikan khusus bidang agama Hindu, Lembaga ini digunakan oleh masyarakat dalam memahami ajaran agama Hindu secara mudah dikatakan demikian karena di tempat ini generasi muda akan dapat menambah wawasan dan menerapkan nilai-nilai ajaran agama Hindu yang diperoleh pada Lembaga Pendidikan formal (sekolah) dengan lembaga non formal yaitu Pasraman. Dalam penelitian ini dilaksanakan di Pasraman Sumber Pengentoan di desa bantai karau kecamaan dusun tengah kabupaten barito timur. Adapun rumusan masalah yang penulis ambil dalam penelitian ini ialah (1). Bagaimana Model Pembelajaran Agama Hindu di Pasraman Sumber Pengentoan Di Desa Bantai Karau Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur? (2). Apa Kendala Yang Dialami Oleh Guru Dalam Pelaksanaan Model Pembelajaran di Pasraman Sumber Pengentoan Di Desa Bantai Karau Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur?. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah diatas adalah Teori Behavioristik. Pada penelitian ini subjeknya adalah Ketua Pasraman, guru-guru pasraman serta siswa-siswi pasraman Sumber Pengentoan. Desa Bantai Karau. Metode yang digunakan oleh penulis untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi dan analisis data. Data dianalisis dengan metode kualitatif dengan langkah-langkah analisis data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). Model pembelajaran di Pasraman Sumber Pengentoan Di Desa Bantai Karau Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur adalah menggunakan model pembelajaran kooperatif yaitu model pembelajaran kelompok, diskusi, taya jawab dan permainan (game). (2). Kendala Yang Dialami Oleh Guru Dalam Pelaksanaan Model Pembelajaran di Pasraman Sumber Pengentoan Di Desa Bantai Karau Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur berupa kendala Guru dalam artianya keahlian guru dalam mengajar, kendala pada siswa yang kadang tidak turun, dan di sarana dan prasarana pasraman. Kata Kunci : Model Pembelajaran Agama Hindu, Pasraman Sumber Pengentoan

Kesadaran Hukum Masyarakat Hindu Kaharingan Dalam Pencatatan Akta Perkawinan ( Studi Kasus Di Desa Tumbang Koling Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur )

ARDON
2020 · Thesis · Open Access

ARDON, 2020, Kesadaran Hukum Masyarakat Hindu Kaharingan dalam Pencatatan Akta Perkawinan (Studi Kasus di Desa Tumbang Koling Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur) Skripsi. Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri “Tampung Penyang” (IAHN-TP). Palangka Raya Pembimbing (I). Budhi Widodo, SH.MH. Pembimbing (II). Dra Ni Made Ratini, S.Ag.,M.Si. Kesadaran Hukum masyarakat dalam mencatatkan akta perkawinan sangat penting karena dengan adanya akta perkawinan, maka perkawinan akan mempunyai bukti yang autentik secara hukum tentang status perkawinan yang telah dilaksanakan oleh kedua belah pihak. Tetapi realita yang ada di masyarakat, bahwa pentingnya Akta Perkawinan belum sepenuhnya dapat diketahui secara menyeluruh oleh masyarakat di pedesaan dalam hal ini masyarakat Desa Tumbang Koling yang minim kesadaran hukumnya tentang pencatatan Akta Perkawinan. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 3 (tiga) hal yaitu : (1) bagaimana kesadaran hukum masyarakat Hindu Kaharingan di desa Tumbang Koling Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur dalam melakukan pencatatan akta perkawinan?. (2) bagaimana akibat hukum terhadap perkawinan masyarakat Hindu Kaharingan jika tidak melakukan pencatatan akta perkawinan?. (3) Upaya apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat Hindu Kaharingan dalam pencatatan akta perkawinan di Desa Tumbang Koling Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur?. Subjek penelitian ini adalah Kabag Pencatatan Sipil Kabupaten Kotawaringin Timur, Kepala Desa Tumbang Koling, Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan yang ada di Desa Tumbang Koling. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dengan langkah reduksi data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa : Kesadaran Hukum Masyarakat Hindu Kaharingan dalam pencatatan Akta Perkawinan di Desa Tumbang Koling sangat rendah karena beberapa faktor yaitu faktor pengetahuan dan pemahaman hukum,faktor sosialisasi,faktor ekonomi, faktor geografis dan faktor pendidikan. adapun akibat hukum jika perkawinannya tidak dicatatkan yaitu : perkawinan dianggap tidak sah secara hukum positif, perkawinan dilakukan dengan agama dan kepercayaan tetapi dimata negara perkawinan tersebut tidak diakui karena tidak dicatatkan di Kantor Catatan Sipil, anak hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibu serta istri dan anak-anak yang dilahirkan dari perkawinan tesebut tidak berhak menuntut nafkah. Kemudian upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat tentang pencatatan akta perkawinan yaitu : memberikan pembinaan kepada masyarakat tentang pentingnya memiliki akta perkawinan, mengadakan sosialisasi tentang tata cara mencatatkan perkawinan mulai dari surat keterangan dari desa sampai memiliki akta perkawinan, jemput bola, pelayanan online dan pencatatan sipil masal.

Pelestarian Ekowisata Sepan Apui Di Sungai Bemban Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan

SURIADI P
2020 · Thesis · Open Access

Suriadi P, 2020. Pelestarian Ekowisata Sepan Apui di Sungai Bemban Kecamatan Marikit Kabupeten Katingan. Skripsi. Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya Prodi Pramuwisata Budaya dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHNTP) Palangka Raya. Pembibing (I) Dr. Sihung S.Ag., M.Si, Pembibing (II) Buhol, S.Ag., M.Fil.H Pelestarian Ekowisata Sepan Apui merupakan hal yang sangat penting khususnya dalam menjaga dan merawat lingkungan serta kearipan lokal agar tidak terjadi pengalihan fungsi. Penting khususnya untuk generasi muda sebagai penerus bangsa, tetap menjaga dan melindungi aset wilayah. Mengingat pada dewasa ini wisata sebagai bukti yang nyata dapat memberikan kontribusi serta peluang usaha peningkatan ekonomi untuk masyarakat. Penelitian ini membahas tentang Pelestarian Ekowisata Sepan Apui. maka hal ini yang ingin dijelaskan dan diunkapkan dikaji melalui penelitian ini adalah : (1) Bagaimana Rekontruksi Pelestarian ekowisata dan kendalanya, serta (2) bagaimana pelestarian Sepan Apui dan (3) apa implikasinya. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif Kualitatif, dari sifat penelitian itu mejelaskan teori teori, rekontruksi dan pemberdayaan masyarakat. Instrument utama dalam penelitian adalah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dokumentasi. yang mumpu memberikan informasi yang dibutuhkan dan menjelaskan Sepan Apui yaitu Kepala Desa, Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan dan Tokoh Pemuda. Hasil penelitian menujukan bahwa pelestarian Sepan Apui dan kendala yang dihadapi oleh masyarakat wilayah Kecamatan Marikit.(1) Pelestarian Ekowisata Sepan Apui di Sungai Bemban Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan dalam ini upaya pelestarian dan mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan,(2) kendala-kendala yang dihadapi oleh masyarakat untuk pengembangan pelestarian ekowisata tentang kendala-kendala sarana dan parasrana penunjang wisata. Kata Kunci : Pelestarian, Sepan Apui.

Pengelolaan Objek Wisata Dam Trinsing Dalam Upaya Peningkatan Sektor Pariwisata Di Desa Trinsing Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara

BETA RIA MONIKA
2020 · Thesis · Open Access

BETA RIA MONIKA, 2020. Pengelolaan Objek Wisata Dam Trinsing Dalam Upaya Peniingkatan Sektor Pariwisata Di Desa Trinsing Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara. Pembimbing I : Tiwi Etika, S.Ag., M.Ag., Ph.D dan Pembimbing II : I Made Puspe, S.Ag.,M.Pd.H Sektor pariwisata merupakan salah satu potensi yang sampai saat ini masih terus dikembangkan sebagai sumber pendapatan daerah. Di Kabupaten Barito Utara sendiri memiliki sektor pariwisata unggulan yang menjadi magnet penarik pembangunan ekonomi yang sangat besar untuk mengikat aset pendapatan daerah. Objek wisata unggulan tersebut dikenal dengan objek wisata Dam Trinsing. Dam Trinsing merupakan objek wisata alam yang dikelola langsung oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Barito Utara. Dengan adanya objek wisata Dam Trinsing tersebut diharapkan dapat memberi peluang besar dalam kesempatan menciptakan lapangan kerja dan mengurangi serta mampu menanggulangi angka kemiskinan. Seiring berkembang dan majunya suatu objek wisata maka semakin untung yang dirasakan oleh masyarakat. Pengelolaan objek wisata Dam Trinsing juga banyak dihadapkan dengan berbagai kendala yang berpotensi menghambat berjalannya rencana pengembangan dan pembangunan objek wisata daerah. Maka dari itu dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahrga Kabupaten Barito Utara saat ini sangat gencar- gencarnya melakukan berbagai upaya yang dapat menanggulangi kendala yang sering dihadapi. Dilihat dari pembahasan diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana manajemen pengelolaan objek wisata Dam Trinsing? 2) Apa kendala yang dihadapi dalam pengelolaan objek wisata Dam Trinsing? 3) Bagaimana upaya peningkatan sektor pariwisata Dam Trinsing? Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1) Teori Pariwisata dan 2) Teori Gravitasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hal ini dikarenakan penulis ingin mendeskripsikan data lapangan mengenai permasalahan penelitian, teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik porposive sampling dengan pertimbangan tertentu. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian manajemen pengelolaan objek wisata Dam Trinsing belum terlaksana secara optimal. Manajemen pengelolaan yang dilakukan yaitu perencanaan pembangunan dan strategi dan arah kebijakan. Kendala dalam pengelolaan objek wisata Dam Trinsing yaitu terbatasnya anggaran dana, terbatasnya sumber daya manusia, belum optimalnya pengembangan destinasi dan promosi wisata, serta dampak Pandemi Covid-19 yang menghambat segala kinerja dalam pengelolaan objek wisata Dam Trinsing sehingga terjadinya penurunan jumlah wisatawan. Upaya yang dilakukan menambah fasilitas, meningkatkan sosialisasi sadar wisata, melakukan promosi dan kerjasama dengan pihak terkait dalam pengelolaan objek wisata Dam Trinsing.

Upacara Noka Daja pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kolon kecamatan Sungai Babuat kabupaten Murung Raya (Kajian Filosofis)

LENA CANDRA KIRANA
2020 · Thesis · Open Access

ABSTRAK LENA CANDRA KIRANA, 2020: Upacara Noka Daja Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kolon Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya (Kajian Filosofi). Skripsi Strata Satu Program Studi Filsafat Agama Hindu, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I : Prof. Drs. I Ketut Subagiasta, M.Si.,D.Phil dan Pembimbing II : Drs. I Ketut Soter,M.Pd.H. Salah satu bentuk ketaatan umat Hindu Kaharingan yang ada di Desa Tumbang Kolon Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya adalah melakukan tata cara upacara Noka Daja. Dalam pelaksanaannya upacara ini berkaitan erat dengan kepercayaan agama Hindu Kaharingan, dengan terpenuhnya segala hal yang bersangkutan dengan tata cara upacara Noka Daja maka diharapkan anak itu nantinya akan hidup bahagia, panjang umur dan memperoleh rejeki. Latar belakang masalah upacara Noka Daja ini yaitu mengingat masih belum pernah ada yang melakukan penelitian sama sekali tentang upacara Noka Daja, maka oleh sebab itu peneliti tertarik melakukan penelitian tetang upacara tersebut, adapun yang ingin di teliti yaitu mengenai Kajian Filosofisnya, namun Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kolon Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya, masih belum mengetahui apa itu kajian filosofisnya upacara Noka Daja. Dengan demikian penulis tertarik untuk menulis Sikripsi dengan judul: Upacara Noka Daja Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kolon Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya (Kajian Filosofi). Sedangkan yang menjadi permasalahan dalam penulisan Skripsi ini adalah : (1). Bagaimana pelaksanaan Upacara Noka Daja Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kolon Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya?, (2). Fungsi apa yang terkandung dalam Upacara Noka Daja Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kolon Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya? Dan (3) makna apa yang terkandung dalam Upacara Noka Daja Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kolon Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya? Untuk membedah masalah dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan beberapa teori: (1). Teori Religi, (2). Teori Simbol dan yang ketiga (3). Teori Fungsional Sruktural. Penelitian tentang upacara Noka Daja ini, Penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan lokasi penelitian di Desa Tumbang Kolon Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menggunakan teknik: (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Kepustakaan dan (4) Dokumentasi. Subyek dalam penelitian ini adalah Basir/Pisor, tokoh umat Hindu Kaharingan dan Masyarakat. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Pelaksanaan Upacara Noka Daja dilakukan beberapa tahap yaitu : Sarana dan prasarana upacara Noka Daja, waktu, tempat dan pelaksanaan upacara Noka Daja, tahap persiapan upacara Noka Daja, tahap pelaksanaan upacara Noka Daja. (2) Fungsi yang ingin di capai yaitu: Fungsi religius upacara Noka Daja, fungsi sosial upacara Noka Daja, fungsi estetika upacara Noka Daja, fungsi etika upacara Noka Daja, fungsi pendidikan upacara Noka Daja dan (3) Makna apa yang terkandung dalam upacara Noka Daja yaitu : Makna filosofis, makna religius, makna sosial, makna pendidikan, makna kesehatan. Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini, disimpulkan bahwa kajian filosofis upacara Noka Daja pada umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kolon Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya pada intinya merupakan suatu upacara pemberian nama bayi pada umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kolon Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya. Kata Kunci :"Upacara Noka Daja, Hindu Kaharingan”.

Pelaksanaan Pembelajaran di Pasraman Asi Pambelum Desa Tewang Rangkang Kabupaten Katingan

DESI PUSPITA SARI
2020 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Desi Pupita Sari 2020. Pelaksanaan Pembelajaran di Pasraman Asi Pambelum Desa Tewang Rangkang Kabupaten Katingan. Skripsi. Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Yuni Permata, S.Pd.,M.Pd. Pendidikan merupakan aspek yang sangat penting khususnya untuk generasi muda sebagai penerus bangsa. Pada hakikatnya pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan untuk membimbing seseorang untuk mengembangkan jati diri yang lebih baik. Jadi pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh manusia baik oleh manusia baik oleh dirinya sendiri maupun melalui orang lain. Dalam penelitian ini penulis mengangkat penelitian pendidikan nonformal Pasraman Asi Pambelum. Berkaitan dengan pendidikan nonformal pasraman terdapat beberapa masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan pembelajaran di Pasraman Asi Pambelum dan apa mafaat yang dirasakan orang tua setelah adanya Pasraman Asi Pambelum di Desa Tewang Rangkang Kabupaten Katingan, dengan ruang lingkup penelitian sebagai berikut : (1) pelaksanaan pembelajaran (2) manfaat-manfaat yang dirasakan orang tua. Penelitian ini dilakukan pada Pasraman Asi Pambelum di Desa Tewang Rangkang Kabupaten Katingan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan jumlah informan 7 orang, yang menjadi instrument penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dan manfaat-manfaat yang dirasakan orang tua setelah adanya pelaksanaan pembelajaran di Pasraman Asi Pambelum di Desa Tewang Rangkang Kabupaten Katingan, (1) pada pelaksanaan pembelajaran di Pasraman Asi Pambelum, guru-guru Pasraman Asi Pambelum telah melaksankan perannya sebagai guru yakni sudah melaksankan persiapan sebelum mengajar, pengelolaan pengajaran dalam hal sistem pelaksanaan pembelajaran, pembukaan pembelajaran, materi-materi yang akan disampaikan, penggunaan metode pembelajaran, penggunaan media pembelajaran, pengelolan kelas, serta menutup pembelajaran, dan melakukan proses evaluasi, sudah dilakukan sesuia dengan rangkaian proses pada pelaksanaan pembelajaran dan juga sudah dilakukan secara optimal dalam mencapai tujuan dalam pembelajaran. (2) manfaat-manfaat yang dirasakan orang tua di Pasraman Asi Pambelum, yaitu berubahnya perilaku dan sikap anak-anak mereka menajadi lebih baik, serta mampu mengaplikasikan materi-materi yang disampaikan di pasraman seperti membuat saran upacara keagamaan Hindu Kaharingan dan sarana persembahyangan basarah, dan terasahnya bakat dan minat anak dalam berbagai bidang kesenian seperti menari dan tarik suara, serta menguatnya keimanan anak terhadap agamanya sendiri.

PERSEMBAHYANGAN PURNAMA PADA UMAT HINDU DI PURA PITAMAHA KOTA PALANGKA RAYA (PERSPEKTIF PENDIDIKAN HINDU)

LOLIK ROHNIA HANJAR SAPUTRIA NINGSIH
2020 · Thesis · Open Access

ABSTRAK LOLIK ROHNIA HANJAR SAPUTRIA NINGSIH. 2020. Persembahyangan Purnama Pada Umat Hindu Di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya (Perspektif Pendidikan Hindu). Pembimbing I. Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II. Dr. I Nyoman Sidiastawa, S.Ag.,M.A Penelitian ini mengkaji persembahyangan purnama pada umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya. Penelitian ini mengangkat fenomena masyarakat dalam memahami persembahyangan purnama pada umat Hindu. Masyarakat secara umum dan Hindu khususnya belum banyak memahami tentang persembahyangan purnama apa lagi pelaksanaan, nilai-nilai pendidikan, dan implikasinya. Persembahyangan purnama mempunyai pelaksanaan, nilai-nilai pedidikan, dan implikasi bagi kehidupan manusia itu sendiri maupun orang lain. Berdasarkan hal di atas, maka penelitian ini difokuskan pada pembahasan tentang (1) pelaksanaan persembahyangan purnama pada umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya, (2) nilai pendidikan Hindu dalam persembahyangan purnama bagi umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya, (3) implikasi nilai pendidikan Hindu dalam persembahyangan purnama dari umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, mengekplorasi, mendeskripsikan persembahyangan purnama, dan menganalisis pelaksanaan, nilai-nilai pendidikan Hindu, implikasi dalam persembahyangan purnama pada umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk memahami dan menganalisis persembahyangan purnama pada umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya (perspektif pendidikan Hindu). Data ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan ditentukan secara porposive. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dibantu dengan menggunakan pedoman wawancara, kamera, dan alat tulis lainnya. Setelah dilakukan verifikasi, data dianalisis dengan beberapa teori yang relevan seperti teori struktural fungsional, teori nilai dan teori implikasi. Hasilnya disajikan secara formal dan informal. Hasil penelitian ini dideskripsikan bahwa persembahyangan purnama pada umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya terbagi kedalam tiga tahapan yaitu tahap awal, tahapan pokok, dan tahapan akhir. Nilai pendidikan Hindu dalam persembahyangan purnama adalah: nilai material, nilai vital, dan nilai pendidikan keagamaan. Implikasi dalam persembahyangan purnama bagi umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya adalah bermacam-macam baik untuk masyarakat Hindu maupun untuk orang lain. Implikasi persembahyangan purnama bagi umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya ini memiliki beberapa implikasi yaitu implikasi positif dan implikasi negatif. Interaksi sosial masyarakat Hindu dalam meningkatkan cinta kasih, persaudaraan, dan solidaritas menuju tujuan hidup lahir batin, keseimbangan serta kaharmonisan masyarakat Hindu dapat dikatakan sangat luar biasa baik

Perencanaan Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Muatan Lokal Seni Budaya di SDN Rangan Tangko Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan

LILIYANTI
2020 · Thesis · Open Access

ABSTRAK LILIYANTI, 2020, Perencanaan Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Muatan Lokal Seni Budaya di SDN Rangan Tangko Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Ketut Sudiarta, S.Sos., MAP dan Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag., M. Si Perencanaan pembelajaran adalah program yang akan dicapai pada pembelajaran serta pengambilan keputusan hasil berpikir secara rasional tentang sasaran dan tujuan pembelajaran, yaitu perubahan atau memahami tentang adat istiadat, tradisi, seni yang menjadi kearifan lokal. Faktor penghambat perencanaan pembelajaran yaitu kurang luasnya pengetahuan guru dan kurangnya daya dukung seperti sarana dan prasarana. Untuk mengatasi faktor penghambat perencanaan tersebut guru dan kepala sekolah tetap melaksanakan perencanaan pembelajaran, dan guru tetap harus selalu belajar dan membuat perencanaan pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yaitu dengan melihat perencanaan pembelajaran pada mata pelajaran muatan lokal seni budaya di SDN Rangan Tangko Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan dengan kriteria penelitian yang telah ditentukan. Narasumber penelitian ini adalah satu orang kepala sekolah dan empat orang guru, sedangkan metode dalam pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) perencanaan pembelajaran muatan lokal seni budaya di SDN Rangan Tangko Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan sudah dilaksanakan melalui menyusun silabus, menyusun RPP, menyusun satuan pembelajaran dan selanjutnya digunakan sebagai pedoman dalam proses pembelajaran, 2) penentuan kebijakan dalam perencanaan pembelajaran oleh kepala sekolah dan guru dengan langkah- langkah yaitu penyusunan agenda, formulasi kebijakan, adopsi kebijakan, implementasi kebijakan,dan penilaian kebijakan, 3) penentuan program perencanaan pembelajaran sudah masuk dalam kategori sangat baik, 4) metode dan prosedur perencanaan pembelajaran sudah dilaksanakan sesuai dengan metode dan prosedur yang ada, 5) Penentuan kegiatan berdasarkan jadwal sehari – hari sudah dilaksanakan dan sudah masuk dalam kategori sangat baik, 6) faktor penghambat perencanaan pembelajaran yaitu tidak adanya guru khusus atau guru yang membidangi dibidangnya, kurang luasnya pengetahuan guru tentang mata pelajaran muatan lokal seni budaya, kurangnya interaksi guru dengan siswa, latar belakang orangtua dari siswa berkebutuhan khusus untuk membiayai, dan terbatasnya sarana pendukung dalam menunjang proses belajar. Dengan demikian faktor hambatan perencanaan pembelajaran ini sangat dibutuhkan perhatian dari pemerintah untuk menyikapinya. Meskipun demikian proses pembelajaran ini tetap dilaksanakan oleh kepala sekolah dan guru. 7) upaya untuk mengatasi faktor penghambat perencanaan pembelajaran, mampu diatasi meskipun hanya menggunakan bahan seadanya dan semampunya. Upaya untuk mengatasinya adalah: (1) tetap menyusun RPP tidak hanya untuk satu kali pertemuan secara terpisah-pisah, kemudian nanti tinggal disesuaikan kompetensi dasar tertentu diselesaikan untuk beberapa pertemuan. (2) mencari informasi dari internet macam – macam metode pembelajaran yang tepat untuk peserta didik. (3) guru melakukan diskusi dengan teman sejawat. (4) menggunakan media gambar dan menggunakan media pembelajaran yang seadanya. (5) Upaya mengatasi permasalahan guru dalam penyusunan perencanaan pembelajaran adalah mencari informasi atau pengetahuan tambahan dari internet. ABSTRAK LILIYANTI, 2020, Perencanaan Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Muatan Lokal Seni Budaya di SDN Rangan Tangko Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Ketut Sudiarta, S.Sos., MAP dan Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag., M. Si Perencanaan pembelajaran adalah program yang akan dicapai pada pembelajaran serta pengambilan keputusan hasil berpikir secara rasional tentang sasaran dan tujuan pembelajaran, yaitu perubahan atau memahami tentang adat istiadat, tradisi, seni yang menjadi kearifan lokal. Faktor penghambat perencanaan pembelajaran yaitu kurang luasnya pengetahuan guru dan kurangnya daya dukung seperti sarana dan prasarana. Untuk mengatasi faktor penghambat perencanaan tersebut guru dan kepala sekolah tetap melaksanakan perencanaan pembelajaran, dan guru tetap harus selalu belajar dan membuat perencanaan pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yaitu dengan melihat perencanaan pembelajaran pada mata pelajaran muatan lokal seni budaya di SDN Rangan Tangko Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan dengan kriteria penelitian yang telah ditentukan. Narasumber penelitian ini adalah satu orang kepala sekolah dan empat orang guru, sedangkan metode dalam pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) perencanaan pembelajaran muatan lokal seni budaya di SDN Rangan Tangko Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan sudah dilaksanakan melalui menyusun silabus, menyusun RPP, menyusun satuan pembelajaran dan selanjutnya digunakan sebagai pedoman dalam proses pembelajaran, 2) penentuan kebijakan dalam perencanaan pembelajaran oleh kepala sekolah dan guru dengan langkah- langkah yaitu penyusunan agenda, formulasi kebijakan, adopsi kebijakan, implementasi kebijakan,dan penilaian kebijakan, 3) penentuan program perencanaan pembelajaran sudah masuk dalam kategori sangat baik, 4) metode dan prosedur perencanaan pembelajaran sudah dilaksanakan sesuai dengan metode dan prosedur yang ada, 5) Penentuan kegiatan berdasarkan jadwal sehari – hari sudah dilaksanakan dan sudah masuk dalam kategori sangat baik, 6) faktor penghambat perencanaan pembelajaran yaitu tidak adanya guru khusus atau guru yang membidangi dibidangnya, kurang luasnya pengetahuan guru tentang mata pelajaran muatan lokal seni budaya, kurangnya interaksi guru dengan siswa, latar belakang orangtua dari siswa berkebutuhan khusus untuk membiayai, dan terbatasnya sarana pendukung dalam menunjang proses belajar. Dengan demikian faktor hambatan perencanaan pembelajaran ini sangat dibutuhkan perhatian dari pemerintah untuk menyikapinya. Meskipun demikian proses pembelajaran ini tetap dilaksanakan oleh kepala sekolah dan guru. 7) upaya untuk mengatasi faktor penghambat perencanaan pembelajaran, mampu diatasi meskipun hanya menggunakan bahan seadanya dan semampunya. Upaya untuk mengatasinya adalah: (1) tetap menyusun RPP tidak hanya untuk satu kali pertemuan secara terpisah-pisah, kemudian nanti tinggal disesuaikan kompetensi dasar tertentu diselesaikan untuk beberapa pertemuan. (2) mencari informasi dari internet macam – macam metode pembelajaran yang tepat untuk peserta didik. (3) guru melakukan diskusi dengan teman sejawat. (4) menggunakan media gambar dan menggunakan media pembelajaran yang seadanya. (5) Upaya mengatasi permasalahan guru dalam penyusunan perencanaan pembelajaran adalah mencari informasi atau pengetahuan tambahan dari internet.

STRATEGI PENGEMBANGAN SITUS BUDAYA BUKIT BATU SEBAGAI DESTINASI WISATA MINAT KHUSUS DI KOTA KASONGAN KABUPATEN KATINGAN

MEMORIANCE
2020 · Thesis · Open Access

Pariwisata Bukit Batu merupakan obyek wisata unggulan yang berada di Kabupaten Katingan sehingga objek Wisata ini banyak dikunjungi oleh wisatawan nusantara maupun mancanegara karena memiliki daya tarik tersendiri seperti keunikan batu-batunya yang menyimpan banyak sekali misteri, telaga bawin kameloh yang di percayakan mampu menyembuhakan berbagai macam penyakit. Situs bukit batu batu pada masa sekarang sangat berkembang dengan pesat. tentunya semua tidak lepas dari strategi yang di berlakukan pemeritah daerah Kabupaten Katingan, di lihat dari fasilitas yang sudah memadai dan infrastruktur pembangunan yang ada di obyek wisata ini sudah tertata dengan rapi. Menariknya obyek wisata ini sering di sebut dengan obyek wisata religi dan obyek wisata sejarah. Penelitian ini terfokus pada dua hal yaitu: 1) Strategi Pengembangan Situs Budaya Bukit Batu sebagai Destinasi Wisata Minat Khusus di Kota Kasongan Kabupaten Katingan dan 2) Implikasi dari Pengembangan Situs Budaya Bukit Batu sebagai Destinasi Wisata Minat Khusus di Kota Kasongan Kabupaten Katingan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Strategi Pengembangan dan Teori Religi. Penelitian ini menggunakan metode deskritif kualitatif, dengan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, serta dokumentasi. Para informan berasal dari Pemerintah Daerah, Pengelola, dan Wisatawan yang ditentukan secara purposif. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, paparan, dan penarikan kesimpulan sehingga menjadi hasil penelitian berupa saran atau rekomendasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Strategi pengembangan situs budaya Bukit Batu sebagai destinasi wisata minat khusus di Kota Kasongan, Kabupaten Katingan ada tiga yaitu: Pertama, Mebuat Perencanaan, Kedua, Melaksanakan Pengelolaan dan Ketiga, Melakukan Promosi Wisata; 2) Implikasi dari pengembangan situs budaya Bukit Batu ini alami empat pihak yaitu: Pertama, Menjadikan Kabupaten Katingan lebih dikenal oleh Wisatawan Nusantara maupun Luar Negeri; Kedua, Meningkatkan SDM dan mempermudah Pengelola Situs Budaya Bukit Batu dalam melaksanakan pengelolaan dan mempromosikan situs budaya bukit batu; Ketiga, terbukanya peluang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sehingga mampu memperbaiki perekonomiaan masyarakat sekitar; Keempat, memberikan kemudahan akses dan kenyamanan bagi para wisatawan dalam melakukan kunjungan wisata bernuansa alam, sejarah dan religi.

PENGARUH MEDIA KOMONIKASI DALAM KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT UMAT HINDU KAHARINGAN DI DESA TUMBANG PASANGON KECEMATAN HULU UTARA KABUPATEN GUNUNG MAS

RABUT
2020 · Thesis · Open Access

ABSTRAK RABUT, 2020 :Pengaruh Media Komunikasi Dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Pasangon Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas. Pembimbing I Dr. Tardi Edung, S.Ag.,M.Ag, Pembimbing II Ni Nyoman Ayu Wilantari, S.Ag.,M.Fil.H Pengaruh media komunikasi di dalam kehidupan sosial masyarakat dapat dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di kota besar maupun masyarakat yang berada di kota kecil. Pengaruh yang diakibatkan media komunikasi telah menjangkau semua bidang kehidupan yaitu ekonomi, agama maupun pendidikan. Masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimanakah penggunaan media komunikasi dalam kehidupan sosial masyarakat umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Pasangon Kecamatan Kahayan Hulu Utara. 2) Bagaimanakah pengaruh media komunikasi dalam kehidupan sosial masyarakat umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Pasangon Kecamatan Kahayan Hulu Utara. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Peran, Teori Fungsionalisme, Teori Komunikasi. Metode yang digunakan metode deskriptif kualitatif. peneliti ingin mendeskripsikan data lapangan yang didapat sehingga mendapat sebuah gambaran umum mengenai permasalahan penelitian, sedangkan teknik penentuan informan menggunakan teknik purpofsive sampling yaitu penentuan informan berdasarkan pertimbangan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumen, teknik analisis data menggunakan teknik analisis mengalir. Berdasarkan hasil penelitian dapat peneliti simpulkan: 1) Penggunaan media komunikasi dalam kehidupan sosial masyarakat umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Pasangon Kecamatan Kahayan Hulu Utara seperti televisi dan Handphone yang dapat diakses melalui jejaringan internet adalah sebagai mediator yang mampu memberikan sekaligus menyuguhkan siaran-siaran yang bermanfaat dan bermakna bagi pemanusiaan umat manusia dalam acara mimbar agama. 2) Pengaruh Media Komunikasi Dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Pasangon Kecamatan Kahayan Hulu Utara memiliki dampak baik, media komunikasi seperti internet, televisi, handphone dan mimbar agama dapat membantu masyarakat memperoleh informasi dalam bidang keagamaan. Walaupun terkendala karena keterbatasan akses sinyal internet teruma di Desa Tumbang Pasangon ini.

TATA CARA UPACARA MANDUNG PADA UMAT HINDU KAHARINGAN DI DESA KALASIN KECAMATAN UUT MURUNG KABUPATEN MURUNG RAYA (Kajian Filosofis)

SARI ANI BERTI
2020 · Thesis · Open Access

Upacara Mandung merupakan rangkaian upacara kematian pada umat Hindu Kaharingan, sebagai wujud bakti dan cinta kasih kepada anggota keluarga yang sudah meninggal, upacara Mandung hanya boleh dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan. Adapun permasalahan dalam penilitian ini yaitu bagaimana pelaksanaan tata cara upacara Mandung, apa fungsi pelaksanaan tata cara upacara Mandung dan apa makna filosofis pelaksanaan tata cara upacara Mandung pada umat Hindu Kaharingan di Desa Kalasin Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan tata cara upacara Mandung, fungsi pelaksanaan tata cara upacara Mandung dan makna filosofis upacara Mandung pada umat Hindu Kaharingan di Desa Kalasin Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya. Teori yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu teori religi, teori fungsional struktural dan teori interaksionalisme simbolik Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini lokasi di Desa Kalasin Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya. Jenis data dalam penelitian ini, yaitu data kuantitatif dan kualitatif. Sumber data yaitu Sumber data primer sumber. Sedangkan instrument peneliti sendiri. Tehnik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi sedangkan teknik analisa data menggunakan deskriptif kualitatif. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Pelaksanaan tata cara upacara Mandung pada umat Hindu Kaharingan di Desa Kalasin Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya yaitu ada beberapa tahapan yaitu: Tahap persiapan pelaksanaan tata cara upacara Mandung, tahap Pelaksanaan tata cara upacara Mandung dan tahap akhir pelaksanaan tata cara upacara Mandung. 2) Fungsi pelaksanaan tata cara upacara Mandung yaitu fungsi sosial yaitu manusia sebagai mahluk sosial, dimanapun keberadaaannya tidak terlepas dari kehidupan orang lain. Manusia di ciptakan tidak bisa hidup sendiri tanpa adanya interaksi dengan dengan yang lainnya dan fungsi religius pelaksanaan tata cara upacara Mandung yaitu untuk membersihkan dan mensyucikan Liau Haring dari segala perbuatan yang dibuatnya semasa hidup di dunia sehingga Liau Haring tersebut dapat menuju Lewu Telun Sengumang dan Liau Haring tidak lagi menggangu anak cucu yang di tinggalkan, sehingga anak cucu yang di tinggalnya dapat hidup dengan tenang dan mendapat rejeki di kemudian hari. 3) Makna filosofis tata cara upacara Mandung yaitu untuk mengantar Liau Haring menuju Lewu Telun Sengumang dengan melaksanakan upacara Mandung untuk membersihkan, membuang sial dan membebaskan ikatan dari yang meninggal tersebut karena kalau belum dilaksanakan upacara Mandung tentunya yang hidup masih terikat dengan yang meninggal.

MISIONARIS KRISTEN DALAM KONVERSI AGAMA MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI KABUPATEN KATINGAN (PERSPEKTIF PENDIDIKAN HINDU)

LEPRI NALIA
2020 · Thesis · Open Access

Tesis ini dijuduli “Misionaris Kristen dalam Konversi Agama Masyarakat Hindu Kaharingan di Kabupaten Katingan (Perspektif Pendidikan Hindu)”. Masyarakat di Kabupaten Katingan, khususnya di Kecamatan Pulau Malan dan Tewang Sangalang Garing, telah terjadi konversi agama yang dilakukan oleh misionaris Kristen. Untuk mengkaji lebih mendalam masalah tersebut, penulis merumuskan masalah berikut. (1) Bagaimana hegemoni yang dilakukan oleh misionaris Kristen. (2) Apakah penyebab terjadinya konversi agama pada masyarakat Hindu Kaharingan di Kabupaten Katingan. (3) Bagaimanakah upaya pendidikan yang dilakukan untuk memperkuat sradha dan bhakti masyarakat Hindu Kaharingan agar tidak terkonversi oleh misionaris Kristen. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengkaji hegemoni misionaris Kristen dalam konversi agama masyarakat Hindu Kaharingan di Kabupaten Katingan dalam Perspektif Pendidikan Hindu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memahami dan menganalisis masalah yang diteliti terkait dengan misionaris Kristen dalam konversi agama masyarakat Hindu Kaharingan di Kabupaten Katingan (Perspektif Pendidikan Agama Hindu). Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen. Permasalahan dianalisis dengan beberapa teori yang relevan, yaitu (1) Teori Hegemoni Gramsci, (2) Teori Konversi Agama Thomas F. O’Dea, dan (3) Teori Konstruktivisme Piaget. Hasil penelitian yang dilakukan setelah dikaji dengan teori yang digunakan yaitu sebagai berikut. Pertama, misionaris Kristen menghegemoni masyarakat Hindu Kaharingan di Kabupaten Katingan. Hegemoni yang dilakukan misionaris Kristen tersebut dalam bentuk hegemoni ideologi, moral, prinsip-prinsip religius, dan hegemoni pendidikan. Kedua, terjadinya konversi agama pada masyarakat Hindu Kaharingan di Kabupaten Katingan disebabkan oleh faktor ekonomi, pengaruh janji keselamatan, perubahan status (perkawinan), propaganda melalui kegiatan misionaris yang aktif, faktor ajakan/sugesti, dan lemahnya pengetahuan masyarakat Hindu Kaharingan terhadap ajaran kepercayaan yang dianut. Ketiga, upaya pendidikan yang dilakukan masyarakat Hindu Kaharingan untuk memperkuat sradha dan bhakti dengan menerapkan ajaran sad dharma di dalam kehidupan mereka sehari-hari belum maksimal. Terjadi hegemoni dan konversi agama itu disebabkan oleh lemahnya pengetahuan keyakinan dan bhakti masyarakat Hindu Kaharingan terhadap ajaran agamanya.