Abstrak
ABSTRAK LILIYANTI, 2020, Perencanaan Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Muatan Lokal Seni Budaya di SDN Rangan Tangko Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Ketut Sudiarta, S.Sos., MAP dan Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag., M. Si Perencanaan pembelajaran adalah program yang akan dicapai pada pembelajaran serta pengambilan keputusan hasil berpikir secara rasional tentang sasaran dan tujuan pembelajaran, yaitu perubahan atau memahami tentang adat istiadat, tradisi, seni yang menjadi kearifan lokal. Faktor penghambat perencanaan pembelajaran yaitu kurang luasnya pengetahuan guru dan kurangnya daya dukung seperti sarana dan prasarana. Untuk mengatasi faktor penghambat perencanaan tersebut guru dan kepala sekolah tetap melaksanakan perencanaan pembelajaran, dan guru tetap harus selalu belajar dan membuat perencanaan pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yaitu dengan melihat perencanaan pembelajaran pada mata pelajaran muatan lokal seni budaya di SDN Rangan Tangko Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan dengan kriteria penelitian yang telah ditentukan. Narasumber penelitian ini adalah satu orang kepala sekolah dan empat orang guru, sedangkan metode dalam pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) perencanaan pembelajaran muatan lokal seni budaya di SDN Rangan Tangko Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan sudah dilaksanakan melalui menyusun silabus, menyusun RPP, menyusun satuan pembelajaran dan selanjutnya digunakan sebagai pedoman dalam proses pembelajaran, 2) penentuan kebijakan dalam perencanaan pembelajaran oleh kepala sekolah dan guru dengan langkah- langkah yaitu penyusunan agenda, formulasi kebijakan, adopsi kebijakan, implementasi kebijakan,dan penilaian kebijakan, 3) penentuan program perencanaan pembelajaran sudah masuk dalam kategori sangat baik, 4) metode dan prosedur perencanaan pembelajaran sudah dilaksanakan sesuai dengan metode dan prosedur yang ada, 5) Penentuan kegiatan berdasarkan jadwal sehari – hari sudah dilaksanakan dan sudah masuk dalam kategori sangat baik, 6) faktor penghambat perencanaan pembelajaran yaitu tidak adanya guru khusus atau guru yang membidangi dibidangnya, kurang luasnya pengetahuan guru tentang mata pelajaran muatan lokal seni budaya, kurangnya interaksi guru dengan siswa, latar belakang orangtua dari siswa berkebutuhan khusus untuk membiayai, dan terbatasnya sarana pendukung dalam menunjang proses belajar. Dengan demikian faktor hambatan perencanaan pembelajaran ini sangat dibutuhkan perhatian dari pemerintah untuk menyikapinya. Meskipun demikian proses pembelajaran ini tetap dilaksanakan oleh kepala sekolah dan guru. 7) upaya untuk mengatasi faktor penghambat perencanaan pembelajaran, mampu diatasi meskipun hanya menggunakan bahan seadanya dan semampunya. Upaya untuk mengatasinya adalah: (1) tetap menyusun RPP tidak hanya untuk satu kali pertemuan secara terpisah-pisah, kemudian nanti tinggal disesuaikan kompetensi dasar tertentu diselesaikan untuk beberapa pertemuan. (2) mencari informasi dari internet macam – macam metode pembelajaran yang tepat untuk peserta didik. (3) guru melakukan diskusi dengan teman sejawat. (4) menggunakan media gambar dan menggunakan media pembelajaran yang seadanya. (5) Upaya mengatasi permasalahan guru dalam penyusunan perencanaan pembelajaran adalah mencari informasi atau pengetahuan tambahan dari internet. ABSTRAK LILIYANTI, 2020, Perencanaan Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Muatan Lokal Seni Budaya di SDN Rangan Tangko Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Ketut Sudiarta, S.Sos., MAP dan Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag., M. Si Perencanaan pembelajaran adalah program yang akan dicapai pada pembelajaran serta pengambilan keputusan hasil berpikir secara rasional tentang sasaran dan tujuan pembelajaran, yaitu perubahan atau memahami tentang adat istiadat, tradisi, seni yang menjadi kearifan lokal. Faktor penghambat perencanaan pembelajaran yaitu kurang luasnya pengetahuan guru dan kurangnya daya dukung seperti sarana dan prasarana. Untuk mengatasi faktor penghambat perencanaan tersebut guru dan kepala sekolah tetap melaksanakan perencanaan pembelajaran, dan guru tetap harus selalu belajar dan membuat perencanaan pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yaitu dengan melihat perencanaan pembelajaran pada mata pelajaran muatan lokal seni budaya di SDN Rangan Tangko Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan dengan kriteria penelitian yang telah ditentukan. Narasumber penelitian ini adalah satu orang kepala sekolah dan empat orang guru, sedangkan metode dalam pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) perencanaan pembelajaran muatan lokal seni budaya di SDN Rangan Tangko Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan sudah dilaksanakan melalui menyusun silabus, menyusun RPP, menyusun satuan pembelajaran dan selanjutnya digunakan sebagai pedoman dalam proses pembelajaran, 2) penentuan kebijakan dalam perencanaan pembelajaran oleh kepala sekolah dan guru dengan langkah- langkah yaitu penyusunan agenda, formulasi kebijakan, adopsi kebijakan, implementasi kebijakan,dan penilaian kebijakan, 3) penentuan program perencanaan pembelajaran sudah masuk dalam kategori sangat baik, 4) metode dan prosedur perencanaan pembelajaran sudah dilaksanakan sesuai dengan metode dan prosedur yang ada, 5) Penentuan kegiatan berdasarkan jadwal sehari – hari sudah dilaksanakan dan sudah masuk dalam kategori sangat baik, 6) faktor penghambat perencanaan pembelajaran yaitu tidak adanya guru khusus atau guru yang membidangi dibidangnya, kurang luasnya pengetahuan guru tentang mata pelajaran muatan lokal seni budaya, kurangnya interaksi guru dengan siswa, latar belakang orangtua dari siswa berkebutuhan khusus untuk membiayai, dan terbatasnya sarana pendukung dalam menunjang proses belajar. Dengan demikian faktor hambatan perencanaan pembelajaran ini sangat dibutuhkan perhatian dari pemerintah untuk menyikapinya. Meskipun demikian proses pembelajaran ini tetap dilaksanakan oleh kepala sekolah dan guru. 7) upaya untuk mengatasi faktor penghambat perencanaan pembelajaran, mampu diatasi meskipun hanya menggunakan bahan seadanya dan semampunya. Upaya untuk mengatasinya adalah: (1) tetap menyusun RPP tidak hanya untuk satu kali pertemuan secara terpisah-pisah, kemudian nanti tinggal disesuaikan kompetensi dasar tertentu diselesaikan untuk beberapa pertemuan. (2) mencari informasi dari internet macam – macam metode pembelajaran yang tepat untuk peserta didik. (3) guru melakukan diskusi dengan teman sejawat. (4) menggunakan media gambar dan menggunakan media pembelajaran yang seadanya. (5) Upaya mengatasi permasalahan guru dalam penyusunan perencanaan pembelajaran adalah mencari informasi atau pengetahuan tambahan dari internet.