Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

940 item publik

Publikasi

Halaman 40 dari 47

RUMAH BETANG TAMBAU SEBAGAI PARIWISATA BUDAYA DI DESA NIHAN HILIR KECAMATAN LAHEI BARAT KABUPATEN BARITO UTARA

NYEPIANI
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRACT NYEPIANI, 2021. Betang Tambau House as Cultural Tourism In Nihan Hilir Village, West Lahei District, North BaritoRegency. Thesis Strata One Faculty of Dharma Duta and Brahma Widya Hindu Philosophy Study Program Institut Agam Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Supervisor I: Ni Nyoman Ayu Wilantari, S.Ag., M.Fil.H. Advisor II : Winawati, S.Pd.M.Pd. ​Indonesia is the most in-demand tourism producing country, such as from natural and cultural wealth that become an important component in tourism in Indonesia. Central Kalimantan is one of the provinces that has a unique tourist attraction and is much in the interest of tourists. Betang House is a traditional house typical of dayak tribe in Kalimantan. Betang House has a unique building shape, with an elongated and stilt-shaped building. The formulation of this research problem is, how the form of Betang Tambau House, how the function and meaning of Betang Tambau House. The purpose of the research to know the form, function and meaning of Rumah Betang Tambau.The concept used is Rumah Betang, the definition of cultural tourism. The theory used is symbolic interaction theory, tourism development theory. The research method used is qualitative research method which is research that is used directly in the field.​ ​The formulation of the problem in this study, 1. What is the shape of the Betang Tambau House in Nihan Hilir Village, West Lahei District, North Barito Regency as cultural tourism? 2. What is the function and meaning of Betang Tambau House in Nihan Hilir Village, West Lahei District, North Barito Regency as cultural tourism? There are three research objectives, namely to determine the form, function and meaning of Betang Tambau House in Nihan Hilir Village, West Lahei District, North Barito Regency as cultural tourism. ​The concept proposed is Rumah Betang, cultural tourism. The theory used is the Symbolic Interaction Theory. Functional Structural Theory. The research method used is a qualitative research method, namely research carried out directly in the field. This research was carried out directly in the village of Nihan Hilir, West Lahei District, North Barito Regency. The data sources are Primary and Secondary with the research subjects being the Village Head, Youth Leader, Village Apparatus, Community, and Betang Residents. The techniques in data collection used were observation, interviews, and documentation studies which were analyzed with data analysis techniques.​

Habukung Dalam Upacara Kematian Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan (Kajian Sosio-Filosofis)

CRISNO
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Crisno. 2021. Habukung Dalam Upacara Kematian Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan (Kajian Sosio-Filosofis). Pembimbing I, Nyoman Sarma, S.Ag.,M.Fil.H dan Pembimbing II, I Gusti Agung Dharmawan, S.Pd.H.,M.Pd Habukung merupakan bentuk tarian Sakral, Habukung dilaksanakan dengan bebagai macam jenis dan bentuk, Habukung memiliki tujuan khusus yaitu roh (Ganan Bukung), akan dijadikan pembantu (Jipen) bagi roh orang yang meninggal (Liau) pada saat perjalanan menuju surga (Lewu Tatau). Habukung yang memiliki nilai leluhur, yang harus dijaga dan dilestarikan sehingga para generasi penerus khusunya bagi umat Hindu Kaharingan selanjutnya tetap berpegang teguh mempertahankan keyakinan dan kepercayaan mereka terhadap tradisi-tradiri leluhur. Berdasarkan latar belakang, maka pada penelitian ini terdapat tiga perumusan masalah dalam skripsi ini yaitu: (1) Bagaimanakah mitologi Habukung dalam upacara kematian pada umat Hindu Kaharingan; (2) Bagaimanakah bentuk pelaksanaan Habukung dalam upacara kematian pada umat Hindu Kaharingan; (3) Bagaiman makna sosio-filosofis Habukung dalam upacara kematian pada umat Hindu Kaharingan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah; (1) Teori Mitologi; (2). Teori Religi; (3). Teori Intraksionalisme Simbolik. Penelitian tentang Habukung dalam upacara kematian pada umat Hindu Kaharingan, penulis menggunakan metode pengumpulan data yaitu: Observasi, Kepustakaan, Dokumentasi, Wawancara. Subjek penelitian ini adalah tokoh keagamaan Hindu Kaharingan dan rohaniawan. Hasil penelitian ini adalah: (1). Mitologi Habukung dalam upacara kematian pada umat Hindu Kaharingan dan tujuan pelaksanaan; (2). Bentuk pelaksanaan Habukung yang masuk dalam beberapa bagian yaitu: proses pelaksanaan Habukung, sarana dan prasarana yang digunakan, jenis dan bentuk dari topeng Bukung, dan pantangan yang terdapat pada pelaksanaan Habukung; (3). Makna sosio-filosofis Habukung yang termasuk dalam beberapa bagian yaitu: makna etika, makna religius, makna sosial dan makna filsafatnya. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Habukung dalam upacara kematian pada umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan (Kajian Sosio-Filosofis) merupakan tradisi yang dilaksanakan secara turun-temurun oleh nenek moyang pada zaman dulu, bertentuk tarian Sakral dan memiliki roh (Ganan Bukung), tujuannya, roh (Ganan Bukung) akan dijadikan pembantu (Jipen) bagi roh orang yang meninggal dunia (Liau), pada saat perjalanan menuju surga (Lewu Tatau).

RITUAL NYAPAK JAANG BULUH SAHNYA PERCERAIAN MENURUT HUKUM AGAMA HINDU KAHARINGAN (STUDI KASUS DI DESA MARANDANG KECAMATAN SERUYAN HULU KABUPATEN SERUYAN)

SITI PURNAMA
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK SITI PURNAMA,2021, Ritual Nyapak Jaang Buluh Sahnya Perceraian Menurut Hukum Agama Hindu (Studi Kasus di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan) Skripsi, Fakultas Dharma Sastra, Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Dr. Ni Nyoman Rahmawati,S.Ag.,M.Si. Pembimbing (II) Budhi Widodo, S.H.,M.H. Ritual Nyapak Jaang Buluh adalah sebuah ritual akhir sebagai dalam perceraian bagi umat Hindu Kaharingan yang akan bercerai supaya dalam perceraian menjadi Sah menurut Agama Hindu Kaharingan di desa setempat sehingga masyarakat tidak berprasangka buruk lagi terhadap pasangan itu. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 3 (tiga) hal yaitu : (1) Faktor penyebab terjadinya perceraian di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan ? (2) Proses Pelaksanaan Ritual Nyapak Jaang Buluh Di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan ? (3) Dampak Ritual Nyapak Jaang Buluh Terhadap Kedua Belah Pihak Keluarga Yang Melaksanakan Ritual di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan. Subjek penelitian adalah Mantir Adat, Pisor, Orang Tua pihak perempuan dan tokoh masyarakat. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Dari analisis data tersebut diatas maka dapat disimpulkan : (1) Faktor penyebab terjadinya perceraian di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan yaitu terdiri dari 2 faktor yaitu: faktor internal (gangguan mental, suami lebih berkuasa dan penganiayaan/kekerasan (KDRT) dan faktor eksternal (faktor perjodohan, faktor pendidikan). (2) Proses pelaksanaan Ritual Nyapak Jaang Buluh di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan (tahap pelaporan,tahap pemanggilan keluarga pihak laki-laki, dan tahap penyelesaian kasus/perkara pada tahap ini kedua pasangan mengakhiri perkawinan mereka dengan melaksanakan Ritual Nyapak Jaang Buluh. (3) Dampak Ritual Nyapak Jaang Buluh terhadap kedua belah pihak keluarga yang melaksanakan Ritual di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan yaitu dampak positif (bagi perempuan : tidak merasa ketakutan dan mulai merasa kenyamanan) dan dampak negatif (bagi laki-laki : merasa kesepian cenderung menyendiri dan tidak suka bergaul) memiliki beban masalah setelah bercerai. Kata kunci : Ritual Nyapak Jaang Buluh, Sahnya perceraian, Hukum Agama Hindu

penyelesaian kasus perkawinan sala hurui pada masyarakat hindu kaharingan oleh basir di desa petuk bukit kecamatan rakumpit kota palangkaraya

RINI
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK RINI, 2021 : Penyelesaian kasus perkawinan sala hurui pada masyarakat Hindu Kaharingan oleh Basir di Desa Petuk Bukit Kecamatan Rakumpit Kota Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Riwun, S.Ag.,M.Si, Pembimbing II Mariatie, S.Ag.,M.Si. Penyelesaian kasus perkawinan Sala Hurui oleh Basir pada masyarakat hindu kaharingan di Desa Petuk Bukit Kecamatan Rakumpit Kota Palangka Raya, dengan memberikan bentuk sanksi adat dalam perkawinan sala hurui tersebut. Masalah dalam penelitian ini adalah 1) Apa faktor penyebab terjadinya perkawinan Sala Hurui di Desa Petuk Bukit Kecamatan Rakumpit Kota Palangka Raya. 2) Bagaimana dampak terjadinya perkawinan Sala Hurui terhadap lingkungan di Desa Petuk Bukit Kecamatan Rakumpit Kota Palangka Raya. 3) Bagaimana bentuk penyelesaian kasus perkawinan Sala Hurui oleh Basir pada masyarakat hindu kaharingan di Desa Petuk Bukit Kecamatan Rakumpit Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Kausalitas, Teori Simbol, Teori Kewenangan. Metode yang digunakan metode kualitatif. Peneliti ingin mendeskripsikan data lapangan yang didapat sehingga mendapat sebuah gambaran umum mengenai permasalahan penelitian, sedangkan teknik penentuan informan menggunakan teknik pusposive sampling yaitu penentuan informan berdasarkan pertimbangan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumen, teknik analisis data menggunakan teknik analisis mengalir. Berdasarkan hasil penelitian dapat peneliti simpulkan: 1) Faktor penyebab terjadinya perkawinan Sala Hurui di Desa Petuk Bukit Kecamatan Rakumpit Kota Palangka Raya diawali dari ketidaktahuan kedua pasangan pengantin yang ketika ditelusuri berdasarkan hubungan silsilah mereka memiliki hubungan kekerabatan yang dekat. Hubungan silsilah secara detail diketahui ketika acara pertunangan. Kemiripan kasus tersebut tidak berbeda dengan pasangan pengantin di Kelurahan Kanarakan yang ternyata memiliki sisililah hubungan kekerabatan dengan status paman dengan keponakan. 2) Dampak terjadinya perkawinan Sala Hurui terhadap lingkungan di Desa Petuk Bukit Kecamatan Rakumpit Kota Palangka Raya Dampaknya sangat besar bagi masyarakat umum dan keluarga tujuan menanggung akibat adanya perkawinan sala hurui, seperti : (1) untuk keluarga menanggung pali tulah bisa terjadi kepada anak dan orang tua adanya kematian kepada kedua belah pihak, (2) masyarakat beserta lingkunya jika menanam padi dan sayur-sayuran serta buah-buahan tidak bisa subur dan tidak bisa berbuah seperti biasa akibat terkena dampak pali atau tulah. Beberapa masalah yang perlu dicermati terkait keabsahan dari perkawinan tersebut, status anak yang dilahirkan dari perkawinan sedarah, dampak yang ditimbulkan dari segi kesehatan terhadap anak yang dilahirkan dari perkawinan tersebut, maupun akibat hukum dari perkawinan tersebut menurut hukum perkawinan yang berlaku di Indonesia, 3) Bentuk penyelesaian kasus perkawinan Sala Hurui oleh Basir pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Petuk Bukit Kecamatan Rakumpit Kota Palangka Raya, dengan memberikan bentuk sanksi adat dalam perkawinan sala hurui terbagi menjadi dua bentuk, yakni; (a) sanksi moral dan denda. Sanksi moral menekankan pada penerapan sanksi bagi pelaku perkawinan sala hurui bersifat simbolik dengan menirukan gerakan atau perilaku hewan babi. Perlaku hurui dengan perilaku hewan (babi) yang dalam melakukan hubungan perkawinan tidak memandang silsilah keluarga. Selanjutnya sanksi denda, diwujudkan dengan pembayaran biaya dengan sejumlah ketentuan berdasarkan kesepakatan atau konvensi hukum adat diwilayah desa petuk bukit sebagai locus peristiwa atau kejadian; (b) sanksi upacara adat/agama, sanksi upacara adat/agama adalah penerapan sanksi yang diberikan kepada pengantin untuk melakukan ritual pakanan pali.

Persepsi Masyarakat Dayak Ngaju Terhadap Pelaksanaan Upacara Tiwah Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan (Studi Pada Umat Hindu Kaharingan)

RONI EFENDY
2021 · Thesis · Open Access

Melihat dari beberapa persepsi masyarakat Dayak Ngaju terhadap upacara Tiwah yang lahir dari tradisi nenek moyang masyarakat Dayak secara umum, padahal pada kenyataan dan bukti tertulis yang ada tidaklah demikian, upacara Tiwah adalah upacara keagamaan Hindu Kaharingan yang memang sudah ada dari nenek moyang terdahulu, dan sudah tertuang di dalam Kitab Suci Panaturan pada pasal 33 “Malalus Tiwah Suntu’. Berdasarkan latar belakang diatas yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut : (1) Bagaimana pelaksanaan upacara Tiwah di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan ? (2) Bagaimana fungsi dan makna upacara Tiwah di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan ? (3) Bagaimana persepsi masyarakat Dayak Ngaju terhadap pelaksanaan upacara Tiwah di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten katingan ? Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui (1) Bagaimana pelaksanaan upacara Tiwah Di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. (2) untuk mengetahui fungsi dan makna upacara Tiwah di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. (3) untuk mengetahui persepsi masyarakat Dayak Ngaju terhadap pelaksanaan upacara Tiwah (studi Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah ;teori religi, teori konflik dan teori persepsi. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode deskriptif dan kualtiatif dengan langkah-langkah penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : (1) upacara Tiwah merupakan upacara keagamaan umat Hindu Kaharingan yang bertujuan untuk mengantarkan roh ke lewu tatau atau kembali menyatu kepada Ranying Hatalla Langit. (2) Fungsi upacara Tiwah diantaranya mengandung, fungsi religius dan fungsi sosial. Makna upacara Tiwah diantaranya mengandung, nilai agama, nilai budaya dan nilai religius. (3) Persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan upacara Tiwah menjadi suatu gambaran dan ilmu pengetahuan untuk membedakan upacara adat tradisi dan upacara keagamaan.

UPACARA PAKANAN SAHUR LEWU PADA UMAT HINDU KAHARINGAN DI DESA BATU PUTER KECAMATAN RUNGAN HULU KABUPATEN GUNUNG MAS (Perspektif Teologi Hindu Kaharingan)

MARA
2021 · Thesis · Open Access

MARA.2021. Upacara Pakanan Sahur Lewu Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Puter Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas (Perspektif Teologi Hindu Kaharingan) Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Prodi Filsafat Agama Hindu (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I, Tiwi Etika, S.Ag., M.Ag., Ph.D. Pembimbing II, Ni Nyoman Tantri, S.Pd.,M.Pd. Upacara Pakanan Sahur Lewu merupakan salah satu dari lima macam upacara khas suku Dayak Ngaju. Pakanan berarti memberikan persembahan berupa sasajen kepada roh leluhur atau orang-orang suci yang diselenggaran dalam suatu desa atau kampung. Upacara ini merupakan wujud bhakti masyarakat yang bertujuan untuk memohon perlindungan kepada para leluhur agar terhindar dari segala macam penyakit, serta diberikan berkat yang berlimpah dalam kehidupannya. Upacara Pakanan Sahur Lewu pada umumnya tidak hanya diikuti oleh masyarakat beragama Hindu Kaharingan saja, tetapi masyarakat umat lain (non Hindu) juga ikut serta melaksanakan upacara tersebut. Namun, dewasa ini pelaksanaan upacara Pakanan Sahur Lewu di Desa Batu Puter terjadi permasalahan dikarenakan kurangnya pemahaman sebagian umat lain tentang upacara tersebut.Oleh karena itu, peneliti merumuskan permasalahan sebagai berikut:(1) Bagaimana mitologi dalam Upacara Pakanan Sahur Lewu Pada Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas (2) Bagaimana Pelaksanaan Upacara Pakanan Sahur Lewu Pada Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Ma (3) Apa Makna Teologi dalam Upacara Pakanan Sahur Lewu Pada Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mitologi, pelaksanaan, dan makna upacara Pakanan sahur Lewu. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah teori Fungsionalisme Struktural, teori mitologi dan , teori simbol Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data adalah dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Mitologi Pakanan Sahur berawal dari kepercayaan umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Puter bahwa terdapat 7 roh leluhur/ sahur parapah yang diturunkan ke oleh Raying Hatalla untuk menjaga kelestarian alam.(2) pelaksanaan upacara Pakanan Sahur Lewu ini biasanya dilaksanakan selama 1-3 hari, dimulai dengan pemukulan ketambung sebagai media pengiring doa, dilanjutkan dengan hari ke dua,yaitu Mujan Tawur ini yang juga dilaksanakan oleh basir dengan tujuan untuk memberitahukan bahwa akan dilaksanakan upacara Pakanan Sahur tersebut, dan yang ketiga, Pamuhun Talawang proses ini dilaksanakan oleh basir dengan tujuan untuk memberitahukan bahwa upacara tersebut sudah dimulai. Makna teologi dalam upacara Pakanan Sahur Lewu tentang makna kain putih sebagai simbol kesucian dan beras tambak sebagai simbol kehormatan kepada leluhur menurut sistem keyakinan umat Hindu kaharingan.

PEMBAGIAN HAK WARIS ANAK DALAM KASUS PENCERAIAN PADA MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA PELARI KECAMATAN GUNUNG TIMANG KABUPATEN BARITO UTARA (Persfektif Hukum Hindu)

SELI DUNI ANTI
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK SELI DUNI ANTI, 2020, Pembagian Hak Waris Anak Dalam Kasus Penceraian Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Pelari Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara Skripsi. Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri “Tampung Penyang” (IAHN-TP). Palangka Raya Pembimbing (I). Mariatie, S.Ag.,M.Si. Pembimbing (II). Armadiansyah, S.Ag,SH,MH. Secara umum masyarakat Hindu Kaharingan (Suku Dayak Tewoyan) di Desa Pelari Kecamatan Gunung Timang memiliki sistem kekeluargaan parental (bilateral) menurut sistem ini bahwa garis keturunan didasarkan pada garis Bapak dan Ibu sama saja atau anak laki-laki dan anak perempuan mempunyai hak waris yang sama, setara dan seimbang. Sistem kekeluargaan parental (bilateral) inilah yang mempengaruhi sistem kewarisan masyarakat Hindu Kaharingan (Suku Dayak Tewoyan) di Desa Pelari Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 2 (dua) hal yaitu : (1) bagaimana kedudukan hak waris anak dalam masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Pelari Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara?. (2) bagaimana pembagian hak waris anak dalam kasus penceraian pada masyarakat umat Hindu Kaharingan di Desa Pelari Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara?. Subjek penelitian adalah Tokoh Masyarakat, Pemuka Adat, Mantir Kepala Adat, Pejabat Desa, dan Warga Masyarakat yang terkait langsung dengan masalah penelitian. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dan rancangan studi kasus dengan langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Objek penelitian ini adalah Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Pelari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptip Kualitatif yaitu dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan hasil studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa harta warisan itu dapat dimiliki oleh ahli waris dengan ketentuan undang-undang, adanya wasiat dari pewaris atau karena penceraian dan kematian. Jika terjadi penceraian dalam masyarakat Hindu Kaharingan (khususnya suku Dayak Tewoyan di Desa Pelari) maka diatur berdasarkan hukum adat dan sesuai dengan Surat Perjanjian Kawin (Kelakar) yang terdapat pada pasal 3 ayat (3) yang dibuat pada saat melakukan perkawinan. Inilah yang nantinya menjadi dasar pembagian harta perkawinan (gono-gini) jika terjadinya penceraian. Dalam pembagian hak waris anak, pewaris harus memiliki lembaga adat baik Damang/Mantir Adat agar menjauhkan dari cara-cara penyelesaian yang tidak benar dengan memperlakukan ahli waris secara sewenang-wenang tanpa menghargai hak-haknya. Secara umum masyarakat Dayak khususnya masyarakat di Desa Pelari menganut sistem kekeluargaan parental (bilateral), yaitu anak perempuan maupun anak laki-laki berhak sebagai ahli waris dan mempunyai kedudukan yang sama, setara dan seimbang.. Kata Kunci : Pembagian, Hak Waris Anak, Penceraian

Upacara Paturun Sangiang Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Batu Puter Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas (Perspektif Filosofis )

LERIANTO
2021 · Thesis · Open Access

Upacara Paturun Sangiang Pada umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Puter Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas yang merupakan upacara untuk menyampaikan Hajat,niat dan tujuan kepada roh-roh suci sehingga dapat membantu manusia di dunia untuk menyampaikan permasalahan yang dialami dengan cara berkomunikasi melalui upacara Paturun Sangiang. Namun, sekarang banyak sekali halhal yang dapat memengaruhi tatanan kehidupan masyarakat sehingga menjadi berpikir lebih modern. Upacara Paturun Sangiang pada umat Hindu Kaharingan terkadang dianggap hanya sebagai suatu keharusan yang dilakukan secara rutin untuk menghindari pengaruh-pengaruh buruk atau kesialannya, dan ini dapat menyebabkan hilangnya esensi dari upacara tersebut. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah ; (1) Bagaimanakah pelaksanaan upacara Paturun Sangiang Pada umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Puter Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas?, (2) Fungsi apakah yang terkandung dalam pelaksanaan upacara Paturun Sangiang Pada umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Puter Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunun g Mas?, (3) Bagaimanakah makna upacara Paturun Sangiang Perspektif Filosofis Pada umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Puter Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas?, Metode dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pelaksanaan upacara Paturun Sangiang baik itu fungsi dan maknanya secara filosofis dengan menggunakan teori Religi dan teori Semiotika. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan Kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah; observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah Basir, tokoh umat Hindu Kaharingan, dan Tukang Sangiang. Hasil penelitian ini a dalah; (1) Proses upacara Paturun Sangiang yang dimulai dari Manawur, dan Tabuh, (2) Fungsi upacara Paturun Sangiang adalah untuk menyampaikan Hajat,niat dan tujuan kepada roh-roh suci sehingga dapat membantu manusia di dunia untuk menyampaikan permasalahan yang dialami dengan cara berkomunikasi melalui upacara Paturun Sangiang., (3) Makna dari upacara Paturun Sangiang perspektif filosofis adalah simbol dari keharmonisan antara manusia dengan roh-roh suci atau disebut dengan Dewa-dewi yang ada di alam Sangiang untuk memberikan anugerah kepada umat Hindu Kaharingan dalam menjalankan kehidupannya. Hasil kajian penulis dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa upacara Paturun Sangiang adalah salah satu upacara Hindu Kaharingan yang mencerminkan nilai luhur ajaran Hindu Kaharingan dimana upacara ini adalah sebagai upacara pengobatan kepada orang sakit. Pada upacara ini digunakan media Tukang Sangiang sebagai media komunikasi langsung kepada Dewa-Dewi atau roh-roh suci yang diturunkan atau merasuki di dalam tubuh media tersebut.

NILAI-NILAI PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DALAM AJARAN KARMA YOGA BAB III PUSTAKA BHAGAWADGITA

KETUT MERTAYASA
2021 · Thesis · Open Access

KETUT MERTAYASA, 2021. Nilai-Nilai Pendidikan Budi Pekerti Dalam Ajaran Karma Yoga Bab III Pustaka Bhagawadgita. Skripsi Jurusan Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., MA, Pembimbing II Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag., M.Ag. Fakta sosial pada jaman sekarang lunturnya budi pekerti terutama anak-anak usia remaja yang dipengaruhi oleh budaya barat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendiskripsikan nilai-nilai pendidikan budi pekerti dalam ajaran Karma Yoga bab III Pustaka Bhagawadgita, (2) Mendiskripsikan nilai-nilai pendidikan budi pekerti dalam ajaran Karma Yoga bab III Pustaka Bhagawadgita yang memiliki relevansi dalam kehidupan sekarang. Jenis penelitian dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Pustaka Bhagawadgita bab III Karma Yoga yang di terjemahkan oleh Prof. Dr. I. B. Mantra. Objek dalam penelitian ini adalah nilainilai pendidikan budi pekerti bab III Pustaka Bhagawadgita. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri serta buku-buku sebagai penunjang. Teknik pengumpulan data memakai Teknik Pustaka. Teknik analisis menggunakan content analysis. Metode penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) nilai-nilai pendidikan budi pekerti dalam ajaran Karma Yoga bab III Pustaka Bhagawadgita yaitu: (a) nilainilai kerja sebagai kewajiban, (b) nilai-nilai pengendalian panca indriya dan nafsu, (c) nilai-nilai yadnya, dan (d) nilai-nilai perbuatan baik dan suci. (2) nilai-nilai pendidikan budi pekerti dalam ajaran Karma Yoga bab III Pustaka Bhagawadgita masih memiliki relevansi dalam kehidupan sekarang yaitu: (a) relevansi kerja sebagai kewajiban, (b) relevansi yadnya, dan (c) relevansi perbuatan baik dan suci. Sebagaimana yang terjadi sekarang saat pandemi covid-19 melanda sikap seorang pemimpin yang selalu bekerja demi menyelamatkan rakyatnya.

IMPLEMENTASI UPACARA MAGEDONG-GEDONGAN PADA UMAT HINDU DI DESA SIDOMULYO KECAMATAN KONGBENG KABUPATEN KUTAI TIMUR KALIMANTAN TIMUR (Perspektif Pendidikan Hindu)

I GUSTI BAGUS BIMANTARA
2021 · Thesis · Open Access

GUSTI BAGUS BIMANTARA. 2021. Implementasi Upacara Magedong-gedongan Pada Umat Hindu Di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur (Perspektif Pendidikan Hindu). Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag, Pembimbing II Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag. Skripsi ini mengkaji implementasi upacara magedong-gedongan pada umat Hindu di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur. Keberadaan upacara magedong-gedongan ini memiliki nilai sakral dan makna religius. Fenomena yang terjadi kurangnya pemahaman umat Hindu dan jarang sekali upacara magedong-gedongan ini dilakukan. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Mengapa Umat Hindu di Desa Sidomulyo Jarang melaksanakan upacara magedong-gedongan ?, 2) Bagaimanakah Pelaksanaan upacara magedong-gedongan pada umat Hindu di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai timur ?, 3) Apakah nilai-nilai Pendidikan dalam Pelaksanaan upacara magedong-gedongan bagi umat Hindu di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur ?, Tujuan umum penelitian ini untuk menemukan pengetahuan tentang upacara magedong-gedongan Pada umat Hindu di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur. Hasil penelitian dikaji dengan teori panca dharma ciddiartha, teori fungsional structural dan teori nilai. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dukumen dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, klasifikasi data, display data, penafsiran dan interpretasi, serta penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori panca dharma ciddiartha yang di peroleh bahwa jarangnya dilaksanakan upacara magedong-gedongan karena kurangnya iksha atau tujuan pemahaman dan pengetahuan dan kemudian sakhti kemampuan ekonomi dan Sumber Daya manusia yang sangat kurang kemudian desa atau tempat yang kurang memadai kemudian kala atau waktu yang kurang mendukung dan yang terakhir patra atau keadaan yang tidak memungkinkan. Kemudian pelaksanan di tinjau dari teori fungsional Struktural bahwa setiap struktur pasti ada fungsinya hasil yang dikaji dengan teori fungsional struktural adalah yaitu tahap pertama (persiapan) tahap kedua (pelaksanaan upacara) dan yang terakhir tahap ketiga (akhir). Nilai Pendidikan terdapat yang dianalisis menggunakan teori nilai antara lain nilai Pendidikan Tattwa, etika (Susila), nilai Pendidikan upacara, material dan tanggung jawab. Implementasi, fungsi dan nilai pendidikan saling berkaitan guna tercptanya hubungan harmonis.

UPACARA NGABEN SEDERHANA PADA MASYARAKAT HINDU DI DESA BASARANG JAYA KECAMATAN BASARANG KABUPATEN KAPUAS

NI MADE SUDIASIH
2021 · Thesis · Open Access

The Ngaben ceremony is part of the Pitra Yadnya which is based on Pitra Rna (Debt of services to ancestors). Some Hindus carry out the cremation ceremony which is simpler, meaning that it is economical, easy, not too long, but still in the order of the cremation ceremony which does not eliminate the meaning of the pitra yadnya ceremony. Hindus in Basarang District carry out a simple ngeben ceremony, but many doubt the perfection of the simplification of the Ngaben ceremony. The shorter Ngaben ceremony is better. So it is necessary to further investigate its existence in the paradigm of Hindu teachings. This research consists of three stages, namely: (1) The form of the implementation of a simple cremation ceremony in the Hindu community in Basarang Jaya Village, (2) the response of the Hindu community to the implementation of the cremation ceremony, (3 ) Hindu educational values contained in the simple cremation ceremony. Data obtained from observations, interviews and documentation. Data analysis techniques are data reduction, data presentation. The results of the analysis with descriptive research methods using a qualitative approach, namely the simple Ngaben ceremony procession can be understood through 3 stages, Body Care (bathing the corpse, ngaskare, delivering the corpse to the grave, matur piuning in prajapati, praying, ngeseng, nganyut), Preparation for the Ngeroras Ceremony (Mecaru, ngulapin, ngaskara and nganyut) and preparation for nuntun/teaching or nyegara gunung (ngulapin fresh, nuntun Dewa Hyang, praying in village temples and ngelinggihang Dewe Hyang in Kawitan or sanggah rong dua ). Simple, namely simple cremation can be well received in society. The existence of implementation efficiency, cost, time, facilities and more practical. The Hindu educational values contained in the simple Ngaben ceremony are Tattwa Values, Religious Education Values, Ethical Education Values,

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU PADA ERA NEW NORMAL DI SMA NEGERI 2 PATAS I KECAMATAN GUNUNG BINTANG AWAI KABUPATEN BARITO SELATAN

DONA MUTIARA KASIH
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Dona Mutiara Kasih, 2021. Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Pada Era New Normal Di SMA Negeri 2 Patas I Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan. Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I Dr.Drs. I Wayan Karya, M.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Roy Wentas, S.Pd.,M.Pd.H . Dalam proses belajar mengajar merupakan interaksi antara guru dan siswa. Banyak macam teknik atau bentuk pengajaran yang bisa digunakan guru-guru didalam kelas seperti pengajaran menggunakan metode untuk menyampaikan sebuah pelajaran. Pada Era New Normal saat ini proses belajar mengajar menggunakan metode daring dan luring untuk menyampaikan atau memberi materi dan tugas bagi siswa dalam mata pelajaran pendidikan agama Hindu. Metode pembelajaran pada Era New Normal saat ini sangat membantu seorang guru dan juga siswa untuk melakukan pembelajaran dan meningkatkan semangat belajar siswa pada masa pandemik covid-19 saat ini khususnya pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu. Maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : (1). Bagaimana Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu pada Era New Normal di SMA Negeri 2 Patas I, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, (2). Apa saja kendala Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu pada Era New Normal di SMA Negeri 2 Patas I, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, (3). Bagaimana Solusi Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu pada Era New Normal di SMA Negeri 2 Patas I Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Patas I Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan. Penelitian ini dilakukan selama satu bulan yaitu dari tanggal 22 April s/d 24 Mei 2021 sesuai dengan surat izin yang dikeluarkan oleh Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dalam penelitian ini penentuan informan adalah teknik Snowball, informan yang ditentukan langsung oleh peneliti dianggap memenuhi kriteria dalam memberi informasi dan data yang dibutuhkan peneliti. Informan yang memenuhi kriteria diantaranya Guru Agama Hindu Cadianson, S.Ag selaku informan kunci, Kepala Sekolah Antung Supriyadi, S.Pd selaku informan pendukung dan siswa-siswi yang beragama Hindu, Orang tua siswa dan Masyarakat Hindu di Desa Patas I. penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi untuk mendapatkan data dan informasi yang dibutuhkan peneliti. Hasil dari penelitian selama satu bulan menunjukkan bahwa, pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMA Negeri 2 Patas I masih belum maksimal yang disebabkan oleh banyaknya siswa yang tempat tinggalnya kesulitan dengan akses internet, tidak mempunyai sarana pendukung dan juga tidak mempunyai pulsa dan kuota internet. Namun sekolah tetap berusaha untuk memberikan solusi mengenai hal tersebut dengan menerapkan sistem pembelajaran luring bagi siswa yang tidak mempunyai sarana pendukung seperti Hp, dan menerap sistem daring bagi siswa yang tempat tinggalnya di Desa Patas I, sedangkan bagi siswa yang tempat tinggalnya jauh dan kesulitan dengan jaringan maka sekolah menerapkan sistem guru kunjung. Kata kunci : New Normal, Pelaksanaan, Pendidikan Agama Hindu

Penguatan Etika Dan Moral Dalam Pendidikan Agama Hindu Di SDN 1 Lamunti Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas

YULA
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK YULA, 2021. Penguatan Etika Dan Moral Dalam Pendidikan Agama Hindu Di SDN 1 Lamunti Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas, Prodi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Lilik, S.Ag.,M.Pd.H. Pembimbing II Tri Aspiyana, M.Pd. Kejadian di sekolah yang menyimpang dari ajaran etika dan moral ternyata masih banyak ditemukan. Hal ini menjadi persoalan yang menyita perhatian terutama dari dunia Pendidikan. Para pelajar seharusnya menunjukkan perilaku yang baik bukan sebaliknya. Siswa yang masih bertingkah laku belum memahmi etika dan moral, akan berperilaku kurang baik terhadap orang-orang di sekitarnya baik dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja. Salah satu contohnya, siswa tidak mematuhi aturan sekolah, bicara / bercanda pada saat guru mengajar di dalam kelas, siswa sama sekali tidak memperhatikan apa yang disampaikan guru. Kondisi ini mencerminkan adanya krisis etika dan moral. Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam penelitian ini ada dua rumusan masalah, yaitu : (1) Bagaimana peran guru dalam penguatan etika dan moral pada siswa agama Hindu di SDN 1 Lamunti; (2) Bagaimana bentuk penguatan etika dan moral pada siswa agama Hindu di SDN 1 Lamunti. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan perilaku baik siswa dan menguatkan nilai-nilai etika dan moral yang mulai luntur akibat berbagai pengaruh sehingga diharapkan siswa di masa yang akan datang mempunyai etika dan moral yang baik. Teori yang digunakan yaitu teori peran dan teori behavioristik. Informan penelitian dalam penelitian ini yaitu Kepala sekolah, guru agama Hindu dan siswa kelas V dan VI. Teknik pengumpulan data yaitu (1) observasi; (2) wawancara; (3) dokumentasi. Metode penelitian ini yang digunakan metode kualitatif dengan teknik analisis data (1) pengumpulan data; 2) reduksi data; (3) penyajian data; (4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penguatan etika dan moral dalam Pendidikan agama Hindu di SDN 1 Lamunti dilakukan melalui: (1) peran guru agama Hindu, peran guru dalam melaksanakan penguatan etika dan moral siswa Agama Hindu, dilakukan dengan: a). mendidik; b). membimbing; c). mengarahkan; d). mengontrol dan mengawasi. (2) kegiatan penguatan etika dan moral yang dilakukan di SDN 1 Lamunti, kegiatan tersebut dilakukan dengan: a). membentuk komunitas kelas peduli; b). menanamkan nilai yang berkaitan dengan agama seperti berdoa sebelum memulai pembelajaran; c). melaksanakan ibadah dengan rutin.

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI PASRAMANPENYANG HINJE SIMPEI DESA TARANTANG KECAMATAN MANTANGAI KABUPATEN KAPUAS

ANGGA
2021 · Thesis · Open Access

Angga 2021. Pelaksanaan Pembelajaran Di Pasrama Penyang Hinje Simpei Desa Tarantang Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Skripsi, Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN- TP) Palangka Raya. Pembimbing I, Dr.Drs I Wayan Karya, M.Pd.,M.Si Pembimbing II, Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si. Pendidikan merupakan aspek yang sangat penting khususnya untuk generasi muda sebagai penerus bangsa. Pada hakikatnya pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan untuk membimbing seseorang untuk mengembangkan jati diri yang lebih baik. Jadi pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh manusia baik oleh dirinya sendiri maupun melalui orang lain. Dalam penelitian ini penulis mengangkat penelitian pendidikan nonformal Pasraman Penyang Hinje Simpei. Berkaitan dengan pendidikan nonformal pasraman terdapat beberapa masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan pembelajaran di Pasraman Penyang Hinje Simpei dan apa manfaat yang dirasakan orang tua setelah adanya Pasraman Penyang Hinje Simpei lingkup penelitian sebagai berikut : (1) pelaksanaan pembelajaran (2) manfaat-manfaat yang dirasakan orang tua. Penelitian ini dilakukan pada Pasraman Penyang Hinje Simpei di Desa Tarantang Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan jumlah informan 6 orang, yang menjadi instrument penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dan manfaat-manfaat yang dirasakan orang tua setelah adanya pelaksanaan pembelajaran di Pasraman Penyang Hinje Simpei Desa Tarantang Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas, (1) pada pelaksanaan pembelajaran di Pasraman Penyang Hinje Simpei, guru-guru Pasraman Penyang Hinje Simpei telah melaksankan perannya sebagai guru yakni sudah melaksankan persiapan sebelum mengajar, pengelolaan pengajaran dalam hal sistem pelaksanaan pembelajaran, pembukaan pembelajaran, materi-materi yang akan disampaikan, penggunaan metode pembelajaran, penggunaan media pembelajaran, pengelolan kelas, serta menutup pembelajaran, dan melakukan proses evaluasi, sudah dilakukan sesuia dengan rangkaian proses pada pelaksanaan pembelajaran dan juga sudah dilakukan secara optimal dalam mencapai tujuan dalam pembelajaran. (2) manfaat- manfaat yang dirasakan orang tua di Pasraman Penyang Hinje Simpei, yaitu berubahnya perilaku dan sikap anak-anak mereka menajadi lebih baik, serta mampu mengaplikasikan materi-materi yang disampaikan di pasraman seperti membuat saran upacara keagamaan Hindu Kaharingan dan sarana persembahyangan Basarah, dan terasahnya bakat dan minat anak dalam berbagai bidang kesenian seperti tarik suara, serta menguatnya keimanan anak terhadap agamanya sendiri.

Perkuliahan Online Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

SURIADI
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK SURIADI, 2021. Perkuliahan Online Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbimbing I, Handoko,S.Ag.,M.Si. Pembimbing II, Dr. Drs. I Made Suyasa, MAP.,M.Si Perkuliahan online atau sisitem perkuliahan berbasis daring, disebut juga E-Learning, atau kuliah tidak tatap muka. Salah satu bentuk pembelajaran alternatif yang dapat dilaksanakan semasa darurat covid-19 adalah pembelajaran secara online, dengan memanfaatkan beberapa media komunikasi dan jaringan internet. Sehingga Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya juga harus menerepkan sistem perkuliahan online guna menekankan penyebaran corona virus. Berdasarkan latar belakang di atas, maka pada penelitian ini terdapat dua perumusan masalah dalam skripsi ini adalah; (1) bagaimana efektivitas perkuliahan online pada masa pandemi covid-19 di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, (2) bagaimana kendala-kendala perkuliahan online pada masa pandemi covid-19 di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, wawancara studi kepustakaan , dan dokumentasi. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah; (1) teori efektivitas, (2) teori kendala. Subjek penelitian adalah dosen dan mahasiswa. Hasil penelitian ini adalah; Efektivitas perkuliahan online di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya adalah perkuliahan dilakukan secara online dengan menggunakan aplikasi e-campus, zoom, google meet, classroom, whatsapp dan email. Kegiatan perkuliahan mahasiwa diberi tugas oleh dosen membuat makalah, resume, video, dan menggambar, perkuliahan secara online tidak efektif karena banyak mahasiswa tidak serius mengikuti perkuliahan dan ada sebagian dosen yang hanya memberikan tugas. (2) kendala-kendala perkuliahan online pada masa pandemi covid-19 di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya adalah kurangnya penguasaan terhadap media komunikasi dan teknologi, jaringan yang tidak stabil karena mahasiswa banyak yang pulang kampung, kemudian banyak yang tidak mampu membeli paket data dan kapasitas handphone yang tidak memadai untuk menginstal aplikasi dan materi perkuliahan yang dikirim dosen untuk mahasisiwa.

Ritual Mambelit pada Masa Pandemi Covid-19 di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan (Perspekstif Komunikasi Hindu)

YUSIANA
2021 · Thesis · Open Access

Ritual merupakan ekspresi rasa cinta kasih dan wujud bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa berserta menifestasinya. Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Rangkang memiliki ritualkematian, yaitu ritual napesan/tiwah jandau (tiwah dalam sehari). Namun, pada masa pandemi covid-19 masyarakat harus mematuhi regulasi pemerintah yang berimplikasi dalam pelaksanana ritual kematianHindu Kaharingan di Desa Tewang Sanggalang Garing. Terjadi perubahandalam pelaksaaan ritual kematian, yaitu dari ritual napesan ke ritual mambelit. Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah sebagai berikut; (1) Bagaimana pelaksanaan ritual mambelit Agama Hindu Kaharingan pada masa pandemi Covid-19 di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan (2) Bagaimana bentuk komunikasi dan interaksi sosial pelaksanaan ritual mambelit agama Hindu Kaharingan pada masa Covid-19 di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sanggalang Garing Kabupaten Katingan. Analisis masalah menggunakan teori religi, teori fungsional struktural dan teori komunikasi kelompok. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui:observasi,wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Penentuan informan digunkanan Teknik purposive sampling. Subjek penelitian ini adalah Pisor dan umat Hindu Kaharingan yang melaksanakan ritual mambelit pada masa pandemi covid-19 di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Pelaksanaan ritual mambelit mulai dari tahapan mempersiapkan pelaksanaan ritual, mempersiapkan sarana-prasarana pembuatan belit, sesajen-sesajen yang digunakan, dan alokasi waktu dua sampai tiga hari. (2) Bentuk komunikasi dan interaksi sosial adalahbentuk komunikasi kelompok, sedangkan interaksi sosial, yaitu: interaksi sosial asosiatif dan interaksi sosial akomodasi.

Umat Hindu Kaharingan dalam Pelaksanaan Basarah di Desa Karetau Manta’a Kecamatan Mandau Talawang Kabupaten Kapuas

DADA ARDILA
2021 · Thesis · Open Access

Persembahyangan Basarahmerupakan pelaksanaan kegiatan keagamaan yang dilakukan dan dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan di Kalimantan Tengah. Keselarasan kehidupan umat agama Hindu Kaharingan sangat perlu dibutuhkan demi kelangsungan hidup bersama. Keselarasan itu dapat berupa keselarasan hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa/Ranying Hatalla Langit/Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sasama manusia dan lingkungan. Oleh sebab itu, umat Hindu Kaharingan selalu memperhatikan hubungan yang harmonis dan baik dengan Tuhan, sesama dan lingkungan. Penelitian ini terdapat tiga perumusan masalah dalam skripsi ini adalah ; (1) Bagaimanakah keaktifan umat Hindu Kaharingan dalam meningkatkan pelaksanaan Basarah di Desa Karetau Manta,a Kecamatan Mandau Talawang Kabupaten Kapuas (2) Bagaimana upaya meningkatan minat umat Hindu Kaharingan dalam pelaksanaan Basarah di Desa Karetau Manta’a Kecamatan Mandau Talawang Kabupaten Kapuas (3) faktor-faktor kendala umat Hindu Kaharingan dalam pelaksanaan Basarah di desa Karetau Manta’a Kecamatan Mandau Talawang Kabupaten Kapuas. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah ; (1) Teori Komunikasi (2) Teori Motivasi. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data yang digunakan penulis adalah ; observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ; (1) Keaktifan umat Hindu Kaharingan dalam mengikuti pelaksanaan Basarah, dapat dilihat dari perilaku umat dalam berkomunikasi antar sesama. (2) Upaya meningkatkan minat umat Hindu Kaharingan diperlukan pengurus yang aktif, bersungguh-sunggu dalam menjalankan tugas supaya dapat menggali dan menumbuhkan minat umat dalam mengamalkan ajaran dan niali agama. (3) Faktor kendala yang terjadi pada umat Hindu Kaharingan kurang pembinaan oleh pengurus umat Hindu kaharingan, masih belum ada Balai Basarah, kesibukan pribadi umat. Hasil kajian penulisan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa selain kurangnya kordinasi pengurus keagamaan dalam membina umat maka kembali lagi kepada diri masing-masing untuk memotivasi diri sendiri dalam mengamalkan nilainilai ajaran agama.

UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA HINDU DI SMP NEGERI 3 DUSUN SELATAN KABUPATEN BARITO SELATAN

RENA PATMAWATI
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAKSI Patmawati, Rena. 2021. Upaya Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Hindu di Smp Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si dan Pembimbing II Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH., M.Pd.H Skripsi ini mengkaji upaya guru pendidikan agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan. Upaya guru adalah usaha yang dilakukan guru sebagai pendidik profesional dalam mendidik, membimbing, mengarahkan, serta mengevaluasi peserta didik dengan mengembangkan segala potensi. Motivasi diri untuk terus belajar merupakan hal yang sangat penting bagi setiap siswa Hindu, karena motivasi tersebut yang akan menggugah siswa untuk tetap belajar. Sebaliknya, tanpa motivasi maka siswa akan merasa sulit untuk memahami materi yang telah dijelaskan oleh guru. Sebab motivasi yang mampu membangun dan merubah tingkah laku seseorang setelah mendapatkan motivasi dari orang lain, karena motivasi sangat penting bagi siswa Hindu. Motivasi yaitu minat atau kemauan untuk mengubah suatu pola dalam tingkah laku (belajar), sehingga sesuatu itu menjadi menarik untuk dipelajari. Berdasarkan latar belakang tersebut, Skripsi mengkaji tentang (1) Upaya guru pendidikan Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan (2) Kendala upaya guru pendidikan Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif. Penentuan informan teknik purposive sampling. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dikaji dengan teori perilaku (Behavioristik), teori motivasi, dan teori kendala. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: (1) Upaya guru pendidikan agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan dalam proses pembelajaran di kelas dengan rangkaian perencanaan dan persiapan meliputi metode, media dan bahan ajar sesuai dengan buku kurikulum 2013. Rangkain proses pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Bentuk motivasi yang diberikan dengan penghargaan yang dilakukan oleh guru pendidikan agama Hindu kepada siswa Hindu berupa kalimat pujian agar belajar dengan rajin, tekun dan disiplin. Selain itu, siswa Hindu saat berinteraksi dengan guru di sekolah berperilaku santun, tanggung jawab, serta bhakti kepada guru dan guru mata pelajaran agama Hindu; (2) Kendala guru pendidikan agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu yang ditemukan dalam penelitian, yaitu siswa Hindu pasif saat proses pembelajaran, masih kurang dalam pelafalan untuk melantunkan doa Puja Tri Sandya, belum tersedia media sebagai penunjang belajar di dalam ruang kelas seperti LCD proyektor, dan lingkungan sekolah yang terkadang belum efektif, sehingga fokus belajar siswa Hindu menjadi terganggu.

Upaya guru agama Hindu dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu pada masa New Normal di SD Negeri 9 Palangka kota Palangka Raya.

LITA
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Ulpatiana. 2021. Penerapan Strategi Active Learning Di Era New Normal Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan. Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si dan Pembimbing II Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H., M.Pd.H Skripsi ini mengkaji penerapan strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu Di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan. Kurangnya keaktifan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran sehingga perlunya strategi yang dapat memberikan perkembangan hasil belajar siswa agama Hindu sehingga diterapkan strategi active learning. Berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini mengkaji : 1) Penerapan strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan. 2) Implikasi terhadap siswa dari penerapan strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, penyebaran angket atau dengan tes dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan yaitu : reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori belajar Konstruktivisme dan teori belajar Humanistik. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa : 1) Penerapan strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan digunakan yaitu dengan metode ceramah dan diskusi, yang dimana membuat keaktifan siswa cukup meningkat.Dan sekarang guru menerapkan dengan interaksi, komunikasi, refelaksi sehingga siswa tidak jenuh dengan materi yang disampaikan. Kendala dalam strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran agama Hindu yaitu karena terbatasnya waktu belajar serta penyampaian materinya sebab di era new normal ini pelaksanaan pembelajaran secara jarak jauh sehingga pertemuan antara guru dan siswa terbatas. 2) Implikasi terhadap siswa dari penerapan strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan yaitu Penerapan strategi active learning ini sangat berpengaruh terhadap keaktifan siswa sebab guru agama Hindu sudah menerapkan metode ceramah dan diskusi agar tidak hanya guru saja yang berperan aktif tetapi siswa juga mendapatkan hasil yang positif bagi perkembangan pembelajarannya. Kedisiplinan siswa agama Hindu di SMAN 1 Pulau Malan lumayan baik karena siswa agama Hindu tetap mematuhi aturan yang dibuat oleh pihak sekolah serta mengikuti pembelajaran yang sudah ditentukan oleh sekolah. Minat belajar siswa cukup meningkat setelah diterapkan strategi active learning. Hal ini dapat dilihat dari ketertarikan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas. Kata Kunci : Penerapan, Strategi, Active Learning, New Normal, Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu