Abstrak
MARA.2021. Upacara Pakanan Sahur Lewu Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Puter Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas (Perspektif Teologi Hindu Kaharingan) Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Prodi Filsafat Agama Hindu (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I, Tiwi Etika, S.Ag., M.Ag., Ph.D. Pembimbing II, Ni Nyoman Tantri, S.Pd.,M.Pd. Upacara Pakanan Sahur Lewu merupakan salah satu dari lima macam upacara khas suku Dayak Ngaju. Pakanan berarti memberikan persembahan berupa sasajen kepada roh leluhur atau orang-orang suci yang diselenggaran dalam suatu desa atau kampung. Upacara ini merupakan wujud bhakti masyarakat yang bertujuan untuk memohon perlindungan kepada para leluhur agar terhindar dari segala macam penyakit, serta diberikan berkat yang berlimpah dalam kehidupannya. Upacara Pakanan Sahur Lewu pada umumnya tidak hanya diikuti oleh masyarakat beragama Hindu Kaharingan saja, tetapi masyarakat umat lain (non Hindu) juga ikut serta melaksanakan upacara tersebut. Namun, dewasa ini pelaksanaan upacara Pakanan Sahur Lewu di Desa Batu Puter terjadi permasalahan dikarenakan kurangnya pemahaman sebagian umat lain tentang upacara tersebut.Oleh karena itu, peneliti merumuskan permasalahan sebagai berikut:(1) Bagaimana mitologi dalam Upacara Pakanan Sahur Lewu Pada Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas (2) Bagaimana Pelaksanaan Upacara Pakanan Sahur Lewu Pada Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Ma (3) Apa Makna Teologi dalam Upacara Pakanan Sahur Lewu Pada Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mitologi, pelaksanaan, dan makna upacara Pakanan sahur Lewu. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah teori Fungsionalisme Struktural, teori mitologi dan , teori simbol Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data adalah dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Mitologi Pakanan Sahur berawal dari kepercayaan umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Puter bahwa terdapat 7 roh leluhur/ sahur parapah yang diturunkan ke oleh Raying Hatalla untuk menjaga kelestarian alam.(2) pelaksanaan upacara Pakanan Sahur Lewu ini biasanya dilaksanakan selama 1-3 hari, dimulai dengan pemukulan ketambung sebagai media pengiring doa, dilanjutkan dengan hari ke dua,yaitu Mujan Tawur ini yang juga dilaksanakan oleh basir dengan tujuan untuk memberitahukan bahwa akan dilaksanakan upacara Pakanan Sahur tersebut, dan yang ketiga, Pamuhun Talawang proses ini dilaksanakan oleh basir dengan tujuan untuk memberitahukan bahwa upacara tersebut sudah dimulai. Makna teologi dalam upacara Pakanan Sahur Lewu tentang makna kain putih sebagai simbol kesucian dan beras tambak sebagai simbol kehormatan kepada leluhur menurut sistem keyakinan umat Hindu kaharingan.