Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

940 item publik

Publikasi

Halaman 26 dari 47

Pertimbangan Kepala Desa Dalam Mengangkat Dan Memberhentikan Perangkat Desa di Desa Tumbang Apat Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya

BODUTONI
2023 · Thesis · Open Access

BODUTONI, 2023 Pertimbangan Kepala Desa Dalam Mengangkat dan Memberhentikan Perangkat Desa di Desa Tumbang Apat Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya. Skripsi Srata Satu Program Studi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri “Tampung Penyang” (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I). I Komang Darman, SH.,MH. Pembimbing (II). Citranu, MH. Bedasarkan otonomi desa, Kepala Desa memiliki kewenangan untuk mengangkat dan memberhentikan Perangkat Desa sebagaimana yang di atur dalam Pasal 26 ayat 2 huruf (b) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa, yang menyatakan bahwa “Kepala Desa Berwenang Mengangkat dan Memberhentikan Perangkat Desa. Namun Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2017 Tentang Perangkat Desa, bahwa pengangkatan dan pemberhentian Perangkat Desa Setelah Kepala Desa Melakukan Konsultasi kepada Camat. permasalahan yang diteliti adalah mencakup dua hal yaitu : (1) Bagaimana Pengaturan Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa di Desa Tumbang Apat Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya.? (2) Apa Dasar Pertimbangan Kepala Desa Dalam Mengangkat dan Memberhentikan Perangkat Desa di Desa Tumbang Apat Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya.? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Observasi, Wawancara, Studi Kepustakaan dan Dokumentasi. Dengan Pendekatan Deskriptif Kualitatif, Tehnik penentuan informan penelitian ini menggunakan Tehnik Purposive Sampling, informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang antara lain. (1) Camat (2) Kepala Desa (3) Ketua BPD (4) Sekretaris Desa (5) Perangkat Desa (6) Tokoh Masyarakat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Teori Perundang-undangan dan Teori Kewenangan. Teknik Analisa Data dalam penelitian ini ada 4 tahap yaitu: pengumpulan Data, Reduksi Data, Penyajian Data dan Penarikan Kesimpulan. Bedasarkan hasil penelitian bahwa : (1) Pengaturan Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa di Desa Tumbang Apat Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya yang dilakukan oleh Kepala Desa terhadap Kaur Keungan desa yaitu dengan cara Tes tertulis dan Wawancara, dimana dalam pemberhentian Kaur Keungan Desa di Tumbang Apat karena tidak memenuhi persyaratan Admidtrasi dalam hal ini tidak meiliki ijizah SMU atau Sederajat yang dipersyaratkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2017. (2) Dasar Pertimbangan Kepala Desa Dalam Melakukan Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa di Desa Tumbang Apat di dasarkan pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2017 Tentang Perangkat Desa. Dimana dalam Pertimbangan Kepala Desa dalam mengangkat dan memberhentikan perangkat desa, adanya surat Rekomendasi dari Camat untuk melakukan Persetujuan hal ini demi mengoptimalisasi pemerintahan desa supaya dapat berjalan dengan baik.

PERANAN MANTIR ADAT DALAM MENETAPKAN HAK WARIS ANAK BERUPA PETAK PALAKU PADA KASUS PERCERAIAN DI DESA TEWANG TAMPANG KECAMATAN TASIK PAYAWAN KABUPATEN KATINGAN

BAMBANG NOPRIADI
2023 · Thesis · Open Access

Bambang Nopriadi, 2023. Peranan Mantir Adat Dalam Menetapkan Hak Waris Anak Berupa Petak Palaku Pada Kasus Perceraian Di Desa Tewang TampangKecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan Dengan Dosen Pembimbing I Dr. I Made Kastama, SH.,MH dan Dosen Pembimbing II Budiarto Santoso, MH Hukum Adat tidak terlepas dari Hukum Delik Adat (Adatrecht Delicten) atau Hukum Pidana Adat atau Hukum Pelanggaran Adat ialah aturan-aturan hukum adat yang mengatur peristiwa atau perbuatan kesalahan yang berakibat terganggunya keseimbangan masyarakat sehingga perlu diselesaikan secara aturan hukum agar keseimbangan masyarakat tidak terganggu. Kelebihan hukum adat dalam menyelesaikan permasalahan pada masyarakat yaitu memiliki rasa kebersamaan untuk musyawarah mufakat secara damai dan memperhatikan keseimbangan lingkungan sosial masyarakat. Di desa, sistem hubungan kekeluargaan begitu erat, namun tidak jarang terjadi kesalahpahaman, tindakan pidana atau konflik oleh seseorang ataupun sekelompok masyarakat.Masalah yang diteliti mencakup 2 (dua) yaitu : 1). Bagaimana peranan mantir adat dalam menetapkan hak waris anak berupa petak palaku pada kasus perceraian di desa Tewang Tampang Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan? 2). Bagaimana sanksi yang diberikan oleh mantir adat terhadap pengingkaran pemberian petak palaku di desa Tewang Tampang Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel yang lain, Jenis penelitian menggunakan data primer dan skunder, sedangkan teknik penentuan informan adalah Teknik penentuan Informan untuk tujuan tertentu saja. Purposive sampling juga bisa berarti sampling yang menentukan target kelompok tertentu. Sedangkan teknik pengumpulan data yang dilakukan ialah dengan cara : Teknik observasi, Teknik wawancara dan Teknik Kepustakaan dan Dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif sehingga akurasi data menjadi lebih terjamin. Dari analisis data tersebut maka dapat disimpulkan: 1) Peranan Mantir Adat Dalam Menetapkan Hak Waris Anak Berupa Petak Palaku Pada Kasus Perceraian Di Desa Tewang Tampang Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan. adalah Mantir adat memiliki kewenangan berperan sebagai penegak hukum adat di wilayah desa Tewang Tampang. Mantir adat menetapkan hak waris anak berupa petak palaku yang menitiberatkan perdamaian guna mengembalikan keseimbangan guna mengembalikan keseimbangan tata kehidupan baik yang sifatnya, jasmani dan rohani berdasrakan hukum adat tumbang anoi.2) Pertimbangan Mantir Adat Dalam Memutuskan Hak Waris Anak Berupa Petak Palaku Pada Kasus Perceraian Di Desa Tewang Tampang Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan. adalah berdasarkan perjanjian tumbang anoi yang mempunyai 96 pasal yang lebih jelasnya terdapat pada pasal Pasal 4 Singer Hatulang Palekak Sama Handak (denda perceraian karena kehendak bersama) Kata Kunci : Peran, Mantir, Adat, Penyelesaian, hak waris anak.

Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Toleransi Beragama Siswa Hindu di SMAN 1 Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timur

JUNARTO
2023 · Thesis · Open Access

Junarto, 2023. Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Toleransi Beragama Siswa Hindu Di SMAN 1 Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag., M.Ag, Pembimbing II : Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.A. Skripsi ini mengkaji tentang Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Toleransi Beragama Siswa Hindu Di SMAN 1 Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timur, sebab terjadinya permasalahan ini dikarenakan adanya fenomena bahwa kurangnya toleransi beragama pada siswa Hindu. Untuk hal tersebut tentunya penanaman sikap toleransi beragama ada hubungannya dengan peran guru agama Hindu. Oleh karena itu, jika ada kendala bagimana cara guru dalam menanamkan sikap toleransi beragama pada peserta didik. Berdasarkan hal yang dikaji adalah : 1) Bagaimana peran guru agama Hindu dalam menanamkan pendidikan toleransi beragama pada siswa Hindu di SMAN 1 Parenggean. 2) Apa saja kendala penerapan toleransi Bergama yang diberikan guru pendidikan agama Hindu kepada siswa Hindu di SMAN 1 Parenggean. 3)Bagaimana implementasi toleransi beragama pada siswa Hindu di SMAN 1 Parenggean. Penelitian ini bertujuan : 1) Mengetahui Peran Guru Agama Hindu Dalam Menanamkan Pendidikan Toleransi Beragama Pada Siswa Hindu Di SMAN 1 Parenggean. 2) Mengetahui Kendala Penerapan Toleransi Beragama Yang Diberikan Guru Pendidkan Agama Hindu Kepada Siswa Hindu Di SMAN 1 Parenggean. 3) Mengetahui Implementasi Toleransi Beragama Pada Siswa Hindu Di SMAN 1 Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timur. Adapun manfaat dalam penelitian ini adalah untuk dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pendidikan agama Hindu, khususnya yang terkait dengan peran guru agama Hindu dalam menanamkan pendidikan toleransi beragama pada siswa Hindu di SMAN 1 Parenggean. Penelitian ini berjenis penelitian lapangan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, peneliti ingin mendeskripsikan data lapangan yang didapat sehingga mendapat sebuah gambaran umum mengenai permasalahan penelitian. Adapun informan dalam penelitian ini terdiri dari Kepala Sekolah, guru agama Hindu dan siswa Hindu di SMAN 1 Parenggean. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Teknik Analisis Data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teori yang digunakan adalah teori peran, teori kendala dan teori implementasi. Hasil penelitian digunakan untuk menunjukan bahwa: 1) Guru agama Hindu memiliki beberapa peran yaitu peran guru sebagai penidik, peran guru sebagai pembimbing, peran guru sebagai penasehat, peran guru sebagai motivator dan peran guru sebagai fasilitator. 2) Kendala dalam penanaman sikap toleransi beragama terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal terdiri dari xi IAHN-TP Palangka Raya kurnagnya kedisiplinan guru, kurangnya pengawasan guru, kurangnya persiapan dalam mengajar, dan pemilihan metode pembelajaran yang kurang tepat. Faktor eksternal meliputi kurangnya sarana dan prasarana, kurangnya persahabatan antar siswa dan belum terinternalisasikannya ajaran agama. 3) Implementasi toleransi beragama bersumber pada ajaran Vaisudhaiva Kutumbhakam, Tat Tvam Asi dan Tri Hita Karana. Namun pengimplemntasian belum dapat dilakukan dengan baik karena belum terinternalisasikannya ajaran agama pada siswa di SMAN 1 Parenggean

STRATEGI GURU MENGATASI SULIT MEMBACA PADA SISWA KELAS III SDN 6 MENTENG PALANGKA RAYA

KRISNAWATI
2023 · Thesis · Open Access

ABSTAKSI Dalam dunia pendidikan membaca merupakan salah satu proses yang penting untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan. Tanpa bisa membaca manusia bisa dikatakan tidak bisa hidup di zaman sekarang dan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan itu salah satunya dengan membaca. Kesulitan Membaca merupakan yang dialami siswa dalam membaca dan mengeja, sehingga siswa sulit dalam belajar dan memahami materi pembelajaran yang diberikan oleh guru. Di SDN 6 Menteng peneliti menemukan terdapat beberapa siswa yang masih mengalami kesulitan membaca mengeja, menggabungkan huruf kalimat, masih keliru membedakan huruf J, B, D dan masih belum bisa mengenal huruf. Adapun masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana strategi guru mengatasi sulit membaca pada siswa kelas III SDN 6 Menteng Palangka Raya, (2) apa saja kendala guru mengatasi siswa sulit membaca pada kelas III SDN 6 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini mengggunakan teori konstruktivisme dan teori motivasi belajar. Metode penelitian kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan kepala sekolah, guru dan siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan terdapat beberapa siswa yang mengalami kesulitan membaca mengeja dan sulit mengenal huruf, yaitu terdapat 7 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan dikelas III A dan III B. Hasil penelitian dapat disimpulkan strategi guru mengatasi siswa sulit membaca di kelas III SDN 6 Menteng memberi jam tambahan pulang sekolah kesiswa untuk melakukan bimbingan belajar dan guru juga menggunakan strategi dalam mengajar siswa dikelas seperti, (1) memberi jam tambahan pulang sekolah, (2) menggunakan media gambar, (3) penyampaian materi pembelajaran, (4) memberikan motivasi belajar, (5) menciptakan susana belajar menyenangkan dikelas, (6) menggunakan metode pembelajaran, (7) memilih metode pembelajaran, (8) pemberian umpan balik, (9) pemberian tugas kepada siswa. Kendala guru dalam mengatasi siswa yang sulit membaca, siswa masih sulit menggabung kalimat atau huruf, masih keliru mengenal huruf dan masih belum mengenal huruf, karena masih kurang dukungan dan kerjasama dari orang tua siswa, kemauan dari siswa untuk belajar kurang dan daya ingat siswa yang rendah. ABSTRACT In the world of education, reading is one of the important processes to gain knowledge and knowledge. Without being able to read, humans can be said to be unable to live in this day and age and to get knowledge is one of them by reading. Reading difficulties are experienced by students in reading and spelling, so students are difficult to learn and understand the learning material given by the teacher. At SDN 6 Menteng, researchers found that there were some students who still had difficulty reading spelling, combining sentences, still mistakenly distinguishing letters J, B, D and still could not recognize letters. The problems raised in this study are (1) how teacher strategies overcome reading difficulties in grade III students of SDN 6 Menteng Palangka Raya, (2) what are the obstacles of teachers overcoming students with difficulty reading in grade III SDN 6 Menteng Palangka Raya. This research uses constructivism theory and learning motivation theory. Descriptive qualitative research methods and data collection techniques through observation and interviews with principals, teachers and students. Based on the results of the study found that there were several students who had difficulty reading spelling and difficulty recognizing letters, namely there were 7 male students and 10 female students in classes III A and III B. The results of the study can be concluded that teacher strategies to overcome students with difficulty reading in grade III SDN 6 Menteng provide additional hours after school to students to do tutoring and teachers also use strategies in teaching students in class such as, (1) giving additional hours after school, (2) using image media, (3) delivering learning materials, (4) providing learning motivation, (5) creating a fun learning environment in the classroom, (6) using learning methods, (7) choosing learning methods, (8) providing feedback, (9) assigning assignments to students. Teacher obstacles in overcoming students who have difficulty reading, students are still difficult to combine sentences or letters, still misrecognize letters and still do not know letters, because there is still a lack of support and cooperation from parents, willingness from students to learn is less and students' memory is low.

Perkawinan dibawah Umur Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Janah Mansiwui Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur

RULIYANI
2023 · Thesis · Open Access

Masyarakat Hindu Kaharingan memandang bahwa perkawinan anak usia dini tidak merupakan perkawinan yang ideal. Sebab pada usia remaja atau muda adalah masa yang diharuskan menuntut ilmu pengetahuan. Berdasarkan Uraian diatas, Rumusan Masalah yang diangkat oleh peneliti yaitu: 1. Apa Faktor Penyebab Perkawinan Dibawah Umur pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Janah Mansiwui Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur?, 2. Bagaimana Upaya Lembaga Agama Untuk Mencegah Perkawinan Dibawah Umur pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Janah Mansiwui Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur?. Teori yang digunakan untuk membedah permasalahan yaitu teori Sebab Akibat dan teori Preventif. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi,wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh mengenai faktor penyebab perkawinan dibawah umur meliputi lima faktor yaitu faktor ekonomi, faktor pendidikan,hamil diluar nikah,faktor orang tua dan faktor keinginan sendiri. Perkawinan dibawah umur akan semakin berkurang jika seseorang tidak terpengaruh dari faktor-faktor tersebut. Dalam upaya lembaga agama untuk mencegah perkawinan dibawah umur yaitu dengan pentingnya Sosialisasi tentang Pendidikan Seks Kurangnya informasi terkait hak-hak reproduksi seksual menjadi salah satu alasan masih tingginya pernikahan dini, Menyediakan Pendidikan Formal Memadai Ketika anak-anak perempuan dan laki-laki mendapatkan kesempatan akses pendidikan formal yang memadai, maka pernikahan dini dapat dicegah, Masyarakat Agar Lebih Paham Bahaya Pernikahan Dini Orang tua dan masyarakat sekitar adalah stakeholder terdekat yang dapat mencegah terjadinya pernikahan dini

Perbedaan Hasil Belajar Menggunakan Metode Joyfull LEARNING dan Metode Ceramah Pada Pelajaran Pendidikan Agama Hindu DI SDN-6 Menteng Kota Palangka Raya

DELPIA TARA CELY ISVARA ARTHA
2023 · Thesis · Open Access

DELPIA TARA CELY ISVARA ARTHA, 2023. Perbedaan Hasil Belajar Menggunakan Metode Joyfull Learning dan Metode Ceramah pada Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN 6 Menteng Kota Palangka Raya, Skripsi Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Dosen pembimbing I Dr.Pranata,S.Pd,M.Si dan pembimbing II I Komong Mertayasa, S.Pd.H., M.Si Guru Pendidikan Agama Hindu di SDN 6 Menteng Kota Palangka Raya menggunakan metode ceramah dalam menyampaikan materi kepada peserta didik dimana hasil belajar peserta didik masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal karena hal itu pembelajaran yang tidak efektif menjadikan faktor penyebab hasil belajar yang kurang. Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui hasil belajar menggunakan metode metode Joyfull Learning pada pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN 6 Menteng Kota Palangka Raya. (2) untuk mengetahui hasil belajar menggunakan metode ceramah pada pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN 6 Menteng Kota Palangka Raya (3) untuk mengetahui perbedaan hasil belajar menggunakan metode Joyfull Learning dan metode ceramah pada pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN 6 Menteng Kota Palangka Raya. Pendekatan penelitian ini digunakan dengan penelitian kuantitatif. Lokasi penelitian dilaksanakan di SDN 6 Menteng Kota Palangka Raya dan dilaksanakan pada tanggal 20 Mei s/d 20 Juni 2023. Popolasi dan sampel berjumlah 6 peserta didik yang berada dikelas V.A dan V.B dan teknik pengumpulan data dengan dilakukan observasi, tes, dokumentasi dan teknik analisa data dengan menggunakan rumus t-test. Hasil penelitian menunjukkan (1) hasil belajar peserta didik pada pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN 6 Menteng kota Palangka Raya yang diajarkan menggunakan metode Joyfull Learning dengan 2 kali pertemuan dikelas V.B yang sebagai kelas eksperimen dengan mendapatkan nilai hasil tes pertama dengan nilai rata-rata 78,2 dan nilai hasil belajar kedua dengan nilai rata-rata 82 yang dimana nilai tersebut diatas Kriteria Ketuntasan Minimal. (2) hasil belajar peserta didik pada pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN 6 Menteng kota Palangka Raya yang diajarkan menggunakan metode ceramah dengan 2 kali pertemuan dikelas V.A yang sebagai kelas kontrol dengan mendapatkan nilai hasil tes pertama dengan nilai rata-rata 67,5 dan nilai hasil belajar kedua dengan nilai rata-rata 65 yang dimana nilai tersebut dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal. (3) terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan metode pembelajaran Joyfull Learning dan metode Ceramah pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN 6 Menteng Kota Palangka Raya. Hasil analisis tes pertama diperoleh thitung > ttabel (17,456 > 2,776) hasil analisis tes kedua diperoleh thitung > ttabel (22,962 > 2,776) yang berarti hipotesis (Ha) dalam penelitian ini diterima, (Ho) ditolak.

Hubungan Gaya Belajar dan Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 4 Palangka Raya

RONA DELPIA
2023 · Thesis · Open Access

Rona Delpia,2023. Hubungan Gaya Belajar dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindudi SMAN 4 Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr.Pranata, S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Dr.Ni Wayan Gateri,S.Ag.,M.Ag Penelitian ini dilatarbelakangi nilai prestasi belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu masih rendah, terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa diantaranya gaya belajar dan motivasi belajar. Kedua faktor ini menjadi penting untuk diteliti kembali karena dalam penelitian terdahulu, terbukti kedua faktor tersebut singnifikan mempengaruhi prestasi belajar. Tujuan Penelitian ini adalah (1) Mengetahui hubungan gaya belajar terhadap prestasi belajar siswa Hindu kelas XI pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 4 Palangka Raya. (2) Mengetahui hubungan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa Hindu kelas XI pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 4 Palangka Raya. (3) Mengetahui hubungan gaya belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa Hindu kelas XI pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 4 Palangka Raya. Metode penelitian ini yang digunakan adalah korelasional dan metode deskritif kuantitatif. Populasi dan sampel berjumlah 34 siswa Hindu dari seluruh kelas XI. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah Teknik korelasi Product Moment dan analisis regresi ganda dengan menggunakan variabel gaya belajar (X1), motivasi belajar (X2) sebagai prediktor dan variabel terikat adalah prestasi belajar (Y). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Tidak ada hubungan yang positif dan signifikan antara gaya belajar dan prestasi belajar pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu, dimana nilai sig 0,273 > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak.(2) Terdapat hubungan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu, dengan nilai sig 0,044 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. (3) Tidak ada hubungan yang positif dan signifikan antara gaya belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu, dimana nilai Fhitung = 2,243 dengan Ftabel yang diperoleh dari df penyebut = (n – k- 1 ) = 31 dan df pembilang n = 2 pada taraf signifikansi 5%. Nilai Fhitung = 2,243 Ftabel = 3,30.

Relevansi Riyek Liau Pada Penerapan Larangan Perjudian Dalam Ritual Wara Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara (Perspektif Hukum Hindu)

WANDI,SH.AH
2023 · Thesis · Open Access

Relevansi Riyek Liau Pada Penerapan Larangan Perjudian Dalam Ritual Wara Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara (Perspektif Hukum Hindu)” Tesis Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Program Pascasarjana Program Studi Ilmu Hukum Agama Hindu. Pembimbing I Dr. I Made Kastama, SH.,MH. Pembimbing II Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag. Kalimantan Tengah sangat kaya dengan berbagai ritual, begitu juga di Kabupaten Barito Utara khususnya di Kecamatan Gunung Timang Terkait dengan fenomena Riyek Liau tersebut sangat tertarik karena adanya perubahan dari makna Riyek Liau ke arah perjudian dan ajang bisnis hal inilah yang mengugah peneliti untuk mengkaji “Relevansi Riyek Liau Pada Penerapan Larangan Perjudian Dalam Ritual Wara umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Gunung Timang kabupaten Barito Utara (Perspektif Hukum Hindu)”. Adapun rumusan masalah meliputi: (1) Bagaimanakah proses Riyek Liau Pada Penerapan Larangan Perjudian Dalam Ritual Wara Umat Hindu Kaharingan? (2) Bagaimanakah Relevasi Riyek Liau Pada Penerapan Larangan Perjudian Dalam Ritual Wara Hindu Kaharingan? dan (3) Bagaimanakah Implikasi Riyek Liau Pada Penerapan Larangan Perjudian Dalam Ritual Wara Umat Hindu Kaharingan?. Untuk membedah permasalahan dalam penelitian ini menggunakan teori Teori fenomenologis dan teori perubahan sosial digunakan untuk menganalisis masalah relevansi Riyek Liau dan ritual yang ada dimasyarakat Hindu, sedangkan yang berkaitan dengan larangan perjudian yang ada dimasyarakat setempat mengunakan teori kausalitas yang ada dalam larangan perjudian pada ritual masyarakat Hindu Kaharingan di Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara khususnya. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini meliputi: Teknik Penetuan Informan, Teknik Pengumpulan data, teknik Pengumpulan data meliputi: observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumetasi.Teknik Analisi data dan Teknik Penyajian hasil. Dalam menganalisis data dipergunakan metode kualitatif fenomonologis dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sedangkan teknik penyajian data adalah bersifat semi informal-formal dalam artian pada beberapa bagian disajikan dalam bentuk bab dan dibagian lain disajikan secara verbal atau deskriftif kualitatif. Hasil penelitian mencakup tiga aspek yaitu Proses Riyek Liau, Relevansi Riyek Liau pada Penerapan Larangan Perjudian dalam Ritual wara, dan Implikasi Riyek Liau pada Penerapan Larangan Perjudian Dalam Ritual wara meliputi: Pertama Proses Riyek Liau meliputi(1)Pengaturan Riyek Liau dalam ritual wara memang harus diterapkan dilingkungan masyarakat secara umum dan diruang lingkup umat Hindu khususnya, (2) Proses Pelaksanaan Riyek Liau ada berberapa tahapan, yaitu: Tahap awal, tahap Pokok dan Tahap Akhir .(3) Sarana dan prasarana yang harus dipersiapkan dalam proses Riyek Liau ada yang sudah ada dilokasi ritual wara, (4)Orang yang berhak melaksnakan Riyek Liau adalah kalangan keluarga atau pengunjung sesuai petunjuk dari kandong yang memimpin ritual wara tersebut,(5)Tujuan dilaksanakan Riyek Liau adalah untuk melengkapi dari proses perjalan penyucian Roh orang yang telah meninggal yang sedang diupacarai supaya agar perjalannya kembali ke asalnya yaitu Ranying Hatalla Langit yang dihantarkan ke Gunung Lumut itu tidak ada kekurangannya Kedua Relevansi Riyek Liau pada Penerapan Larangan Perjudian dalam Ritual wara, Meliputi:(1). Riyek Liau relevan dilaksanakan sepanjang tidak bertentangan norma atau aturan yang berlaku dan tidak melakukan pelanggaran,(2) Alasan Riyek Liau itu dipertahankan dalam Ritual Wara karena mengandung ajaran leluhur yang sakral dilaksanakan secara turun menurun,(3)Pendapat warga sekitar terkait adanya Riyek Liau Pada Penerapan Larangan Perjudian Dalam Ritual Wara, Riyek Liau itu sudah ada dilaksanakan dari zaman dahulu kala, tetapi bukan disebut sebagai judi, karena kalau disebut judi itu memang dilarang dan melanggar aturan yang ad.Ketiga dari segi Implikasi Riyek Liau pada Penerapan Larangan Perjudian Dalam Ritual wara, meliputi: (1) Implikasi Riyek Liau Dalam Ritual wara terhadap kehidupan sosial Masyarakat secara umumnya di Kecamatan Gunung Timang,(2) Implikasi Riyek Liau Dalam Ritual Wara terhadap umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Gunung Timang, (3) Implikasi Riyek Liau Dalam Ritual Wara terhadap perekonomian , Adat istiadat setempat, Terhadap Lembaga Keagamaan Hindu Kaharingan Penegakan Peraturan Penerapan Larangan Perjudian Dalam Ritual wara.

Manajemen Pelayanan Publik dalam Penerimaan Mahasiswa Baru di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

IRA NOPHIA DWI CITRA
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Perguruan tinggi merupakan tahap akhir opsional pada pendidikan formal. Setiap Perguruan tinggi merupakan tahap akhir opsional pada pendidikan formal. Setiap tahunnya banyak peserta didik yang melanjutkan studinya di berbagai perguruan tinggi yang diminatinya. Oleh sebab itu, perguruan tinggi berlomba-lomba memberikan pelayanan terbaik untuk menarik perhatian para calon mahasiwa. Penelitian ini mengulas tentang Manajemen Pelayanan Publik dalam Penerimaan Mahasiswa Baru di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pelayanan publik, kendala, dan relevansi nilai-nilai Pendidikan Hindu yang ada pada kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru. Peneliti menggunakan Teori The New Public Service, Teori Kendala dan Teori Pendidikan Hindu. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan metode pengumpulan dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menyatakan: Tidak adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) membuat sistem yang mengatur tugas dan fungsi tidak terlaksana secara optimal. Penulis menemukan komponen ini di : (1) pelayanan yang diberikan oleh pelaksana pelayanan, (2) implementasi kebijakan pelaksana pelayanan publik, (3) akuntabilitas pelaksana pelayanan. Kemudian, Peneliti menemukan 3 kendala yang menyebabkan tidak manajemen pelayanan publik terutama dalam kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru antara lain: (1) kendala tidak adanya Standar Operasional Prosedur, terkhususnya untuk kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru (2) kendala sumber daya manusia berkaitan dengan jumlah pelaksana pelayanan publik yang terbatas dan tidak adanya lulusan yang membidangi pelayanan publik (3) kendala sarana dan prasarana tidak adanya bagan alur dan denah registrasi, kemudian pada sistem teknolgi informasi ada beberapa bagian pada promosi Penerimaan Mahasiswa Baru. Selanjutnya, Relevansi nilai-nilai pendidikan Hindu, pada penellitian ini penulis menemukan 3 nilai yakni: (1) Nilai-Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama yang berkaitan dengan Tattwa dan Karma Phala, (2) Nilai Sikap berkaitan dengan Tri Kaya Parisudha, (3) Nilai Sosial berkaitan dengan Tri Hita Karana. Kata kunci: The New Public Service, Kendala, Relevansi Nilai-Nilai Pendidikan Hindu ABSTRAK Perguruan tinggi merupakan tahap akhir opsional pada pendidikan formal. Setiap Perguruan tinggi merupakan tahap akhir opsional pada pendidikan formal. Setiap tahunnya banyak peserta didik yang melanjutkan studinya di berbagai perguruan tinggi yang diminatinya. Oleh sebab itu, perguruan tinggi berlomba-lomba memberikan pelayanan terbaik untuk menarik perhatian para calon mahasiwa. Penelitian ini mengulas tentang Manajemen Pelayanan Publik dalam Penerimaan Mahasiswa Baru di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pelayanan publik, kendala, dan relevansi nilai-nilai Pendidikan Hindu yang ada pada kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru. Peneliti menggunakan Teori The New Public Service, Teori Kendala dan Teori Pendidikan Hindu. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan metode pengumpulan dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menyatakan: Tidak adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) membuat sistem yang mengatur tugas dan fungsi tidak terlaksana secara optimal. Penulis menemukan komponen ini di : (1) pelayanan yang diberikan oleh pelaksana pelayanan, (2) implementasi kebijakan pelaksana pelayanan publik, (3) akuntabilitas pelaksana pelayanan. Kemudian, Peneliti menemukan 3 kendala yang menyebabkan tidak manajemen pelayanan publik terutama dalam kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru antara lain: (1) kendala tidak adanya Standar Operasional Prosedur, terkhususnya untuk kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru (2) kendala sumber daya manusia berkaitan dengan jumlah pelaksana pelayanan publik yang terbatas dan tidak adanya lulusan yang membidangi pelayanan publik (3) kendala sarana dan prasarana tidak adanya bagan alur dan denah registrasi, kemudian pada sistem teknolgi informasi ada beberapa bagian pada promosi Penerimaan Mahasiswa Baru. Selanjutnya, Relevansi nilai-nilai pendidikan Hindu, pada penellitian ini penulis menemukan 3 nilai yakni: (1) Nilai-Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama yang berkaitan dengan Tattwa dan Karma Phala, (2) Nilai Sikap berkaitan dengan Tri Kaya Parisudha, (3) Nilai Sosial berkaitan dengan Tri Hita Karana.

Pengaruh Stres Akademik dan Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa Pendidikan Agama Hindu Pasca Pandemi di SMA Negeri 4 Palangka Raya

NI KETUT EKA SINTYAWATI
2023 · Thesis · Open Access

Seiring dengan berakhirnya Pandemi Covid-19, SMA Negeri 4 Palangka Raya menyelenggarakan pembelajaran secara tatap muka atau luring setalah lama melaksanakan pembelajaran di rumah atau daring. Perubahan cara belajar tersebut membuat siswa SMA Negeri 4 Palangka Raya mengalami stres akademik dan motivasi belajar yang berdampak pada hasil belajar. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui bagaimana stres akademik siswa Pendidikan Agama Hindu pasca pandemi di SMA Negeri 4 Palangka Raya. (2) untuk mengetahui bagaimana motivasi belajar siswa Pendidikan Agama Hindu pasca pandemi di SMA Negeri 4 Palangka Raya, (3) untuk mengetahui bagaimana hasil belajar siswa Pendidikan Agama Hindu pasca pandemi di SMA Negeri 4 Palangka Raya, dan (4) untuk mengetahui bagaimana stres akademik dan motivasi belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa Pendidikan Agama Hindu pasca pandemi di SMA Negeri 4 Palangka Raya. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori (exsplanatory research) dan menggunakan IBM SPSS Statistics 22 (Statistical Package for Social Sciense’s Version 22 for Windows). Penelitian ini di laksanakan selama 30 hari terhitung dari tanggal 27 Maret sampai dengan 27 April 2023 di SMA Negeri 4 Palangka Raya yang terletak di Jalan Sisingamangaraja III No. 3, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. Teknik pengambilan data purposive sampling. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 54 responden yang diperoleh dari siswa Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 4 Palangka Raya kelas X dan XII pada pasca pandemi dengan menyebarkan kuesioner secara online. Stres akademik yang dialami siswa Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 4 Palangka Raya sangat tinggi dengan persentase 77.8% dan motivasi yang dialami siswa juga sangat tinggi dengan persentase 44.4%. Rata-rata hasil belajar yang diperoleh siswa pada pasca pandemi sebesar 59.64%. Hasil analisis regresi menunjukan data normal pada uji normalitas, tidak mengalami multikolinearitas dan tidak terbentuk pola tertentu pada grafik scatterplot sehingga tidak terjadi ketidak samaan varian dan residual pada data. Hipotesis pada penelitian ini ditolak karena nilai 1,402 < 3,189 sehingga, pada penelitian ini dihasilkan stres akademik dan motivasi yang dialami tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa Pendidikan Agama Hindu pada pasca pandemi di SMA Negeri 4 Palangka Raya.

Upaya Guru Agama Hindu dalam Membangun Karakter Siswa Hindu di SDN-2 Tumbang Talaken Kecamatan manuhing kabupaten Gunung Mas

WARTONI
2023 · Thesis · Open Access

Salah satu yang sangat berperan dalam membangun dan menanamkan nilainilai karakter siswa adalah guru khususnya guru agama. Dimana guru agama harus berperan sebagai pembimbing dimana dia harus membimbing siswasiswanya agar menjadi lebih baik dalam pergaulannya dimasyarakat sehingga anak didiknya dapat mencapai kedewasaan yang optimal. Guru agama harus mampu mencurahkan segala perhatiannya kepada anak didiknya di sekolah dalam hal mengatasi segala permasalahan yang dialami anak didiknya, sehingga siswa dapat tersadarkan bahwa pergaulan yang salah akan berdampak negative bagi dirinya. Adapun tujuan penelitian yaitu upaya dan kendala guru agama Hindu dalam membangun karakter siswa Hindu di SDN-2 Tumbang Talaken kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Guru agama Hindu memberikan sikap keteladanan. Selalu menyapa sesama umat dengan menyampaikan salam panganjali. Melaksanakan doa bersama sebelum pelajaran dimulai dan pelajaran berakhir. Membiasakan diri hidup bersih, baik itu bersih akan diri pribadi maupun bersih dengan lingkungan. Mengucapkan terima kasih apabila diberi sesuatu oleh orang lain. Selalu jujur dalam segala hal, tidak boleh sama sekali melakukan kebohongan. menanamkan sikap hidup bertoleransi kepada siapun juga baik itu di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Menanamkan rasa bertanggung jawab kepada siswa nya agar mereka memiliki rasa tanggung jawab. Kendala yang dialami yaitu kendala dari dalam atau kendala intern dan kendala dari luar yaitu kendala ekstern.

Pengaruh Bimbingan Belajar Dari Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas III SDN 1 Menteng Palangka Raya

LISANTI
2023 · Thesis · Open Access

Lisanti, 2023. Pengaruh Bimbingan Belajar Dari Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas III SDN 1 Menteng Palangka Raya. Skripsi: Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H.,M.Pd.H Pembimbing II: I Made Paramarta, S.Ag.,M.Si Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh bimbingan belajar dari orang tua terhadap prestasi belajar siswa kelas III SDN 1 Menteng Palangka Raya yang berjumlah 41 orang siswa/i. Penelitian ini menggunakan metode deskriktif kuantitatif, dengan variabel bimbingan belajar dari orang tua dan prestasi belajar siswa yang menjadi variabel terikat. Penelitian yang dilaksanakan pada bulan mei sampai dengan juni 2023. Dengan menggunakan metode pengumpulan data; Observasi atau pengamatan, dokumentasi dan kuesioner atau angket. Penilaian angket menggunakan Skala Likert dengan menggunakan teknik analis data linier sederhana.Pada analisis data digunakan uji keberartian regresi linier sederhana yaitu uji hipotesi, uji signifikan dan uji koefiseien determinasi. Hasil analisis regresi diperoleh persamaan garis regresi yaitu Y = 70,585 + 0,104 + e yang diperoleh nilai thitung sebesar 2.022. Dapat diketahui bahwa nilai koefisien koefisien kolerasi R sebesar 0,437 dan indeks koefisien sebesar 0,191. Hal tersebut berarti bahwa pengaruh variabel X (Bimbingan belajar dari orang tua) terhadap variabel Y (Prestasi belajar) adalah sebesar 91%, sedangkan sisanya dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti. Untuk hasil analisis dan uji hipotesis tarap signifikan diperoleh nilai thitung sebesar 2.022. Berarti nilai thitung lebih besar dari ttabel (3.038 > 2.022) Kerena thitung didaerah Ha diteriama dan Ho di tolak sehingga hipotesis dengan hasil berbunyi terdapat pengaruh bimbingan belajar dari orang tua terhadap prestasi belajar siswa kelas III SDN 1 Menteng Palangka Raya.

Tandril Karang Alu Pada Upacara Wara Di Desa Bengahon Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara

SAFITRI
2023 · Thesis · Open Access

Safitri, 2023, Tandrik Karang Alu pada Upacara Wara di Desa Bengahon Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. Skripsi Strata Satu Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negri (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I: Suwito, S.Ag.,M.Si dan Pembimbing II: Niwayan Sukraini, M.Pd Tari daerah merupakan perwujudan budaya pada suatu daerah yang dilestarikan sejak turun temurun. Setiap tari daerah memiliki keunikan tersendiri dan mengandung adat istiadat serta budaya di masing-masing daerah atau wilayah. Tandrik Karang Alu adalah permainan sakral dimainkan dengan tujuan khusus Untuk menyambut kedatangan Liau yang sudah dipanggil oleh Kandong. Berdasarkan latar belakang, penelitian ini terdapat tiga permasalahan yang dibahas sebagai berikut: (1) Bagaimana pelaksanaan Tandrik Karang Alu pada Upacara Wara di Desa Bengahon Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara? (2) Apa fungsi Tandrik Karang Alu pada Upacara Wara (3) Apa makna religius yang terkandung dalam Tandrik Karang Alu pada Upacara Wara? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan, fungsi dan makna religius yang terkandung pada Tandrik Karang Alu pada Upacara Wara. untuk membedakan masalah dalam penelitian ini dapat digunakan beberapa teori: (1) Teori Religi, (2) Teori Fungsional Struktural dan (3) Teori Simbol. Teknik yang digunakan yaitu teknik Purposive Sampling dalam penelitian Kualitatif dan lokasi di Desa Bengahon Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: (1) Teknik Observasi (2) Teknik Wawancara (3) Teknik Dokumentasi. Objek penelitian ini adalah Tandrik Karang Alu pada Upacara Wara di Desa Bengahon dengan Subjek penelitian Kandong, Ketua Adat dan Masyarakat Desa Bengahon. Hasil penelitian ini adalah: (1) Pelaksanaan Tandrik Karang Alu pada Upacara Wara dilaksanakan setelah Kandong melakukan proses pemanggilan Liau untuk menghadiri Upacara Wara. (2) Fungsi Tandrik Karang Alu diuraikan menjadi lima yaitu fungsi sarana, fungsi etika fungsi religius dan fungsi sosial (3) Makna Religius yang terkandung dalam Tandrik Karang Alu pada Upacara Wara diuraikan menjadi tiga bagian yaitu Makna Sosial dan Makna Estetika.

Hubungan Antara Motivasi Belajar Antara Minat Belajar Siswa SD Negeri Batu Panahan Kecamata Marikit Kabupaten Katingan Tahun Pelajaran 2023.

KARDIANTO
2023 · Thesis · Open Access

Belajar merupakan kegiatan pokok dalam proses pendidikan di sekolah. Belajar adalah usaha yang dilakukan secara sadar untuk merubah sikap dan tingkah lakunya. Dalam upaya mencapai perubahan tingkah laku dibutuhkan motivasi belajar dan minat belajar siswa. Motivasi merupakan salah satu faktor yang mendorong siswa untuk mau belajar. Sedangkan minat merupakan suatu rasa lebih suka, rasa ketertarikan fokus, ketekunan, usaha, pengetahuan, keterampilan pengaturan perilaku dan hasil interaksi seorang atau individu. Berdasarkan uraian tersebut, rumusan masalah yang diangkat penulis yaitu: 1) Bagaimana motivasi belajar siswa klas IV, V dan VI di SDN Batu Panahan Kecamatan Marikit. 2) Bagaimana minat belajar siswa kelas IV, V dan VI di SDN Batu Panahan Kecamatan Marikit. 3) Bagaimana hubungan antara motivasi belajar dengan minat belajar siswa kelas IV, V dan VI di SDN Batu Panahan Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriftif kuantitatif, Teknik pengumpulan data yaitu angket dan dokumentasi. Semua instrument telah memenuhi syarat-syarat pengukuran,karena telah diuji menggunakan uji normalitas dan uji korelasi product. Penelitian dilaksankan tanggal 15 Mei 2023, dengan hasil penelitian yang diperoleh yaitu setelah diuji normalitas motivasi belajar siswa bahwa menunjukkan nilai signifikan pada uji Kolmogorov sebesar 0.200 dan menurut uji Shapiro-Wilk menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,669. Nilai uji signifikannya berada di atas 0,05, sehingga data berdistribusi normal. Kemudian diketahui Correlations Coefficient (Koefisien Korelasi) sebesar 0,254, maka nilai ini menandakan adanya hubungan antara motivasi belajar dengan minat belajar siswa Kelas IV, V Dan VI di SDN Batu Panahan Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan.

Nilai Pendidikan Hindu Dalam Ritual Manyaki Ehet Dayak Ngaju Di Kota Palangka Raya

LINGEI
2023 · Thesis · Open Access

Penelitian ini mengkaji nilai pendidikan Hindu dalam ritual manyaki ehet Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya. Keberadaan ritual manyaki ehet dalam kepercayaan Hindu Kaharingan yang sarat dengan nilai pendidikan Hindu sangat perlu untuk dikaji. Fenomena yang terjadi kurangnya pemahaman generasi muda Hindu Kaharingan mengenai ritual manyaki ehet masih kurang, baik menyangkut proses pelaksanaan ritual, pembuatan sesajen sarana prasarana ritual, nilai pendidikan Hindu, serta implikasi nilai pendidikan Hindu yang ada dalam ritual manyaki ehet Dayak Nagju di Kota Palangka Raya, ritual manyaki ehet hanya dilaksanakan satu kali pada kehamilan pertama saja. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah proses pelaksanaan dalam ritual manyaki ehet Dayak Ngaju Di Kota Palangka Raya?, 2) Apakah nilai pendidikan Hindu yang terkandung dalam ritual manyaki ehet Dayak Ngaju Di Kota Palangka Raya ?, 3) Bagaimanakah implikasi nilai pendidikan Hindu dalam ritual manyaki ehet Dayak Ngaju Di Kota Palangka Raya?. Penelitian dikaji dengan teori fungsional struktural, teori nilai, Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik Penyajian Hasil Analisis Data, dengan Teknik penyajian informal dan teknik penyajian formal. Berdasarkan hasil penelitian, meliputi ritual manyaki ehet merupakan ritual tujuh bulan dalam kepercayaan agama Hindu Kaharingan, dengan adanya ritual manyaki ehet mengungkapkan rasa syukur kepada Ranying Hatalla Langit/Tuhan Yang Maha Esa atas karunia yang telah diberikan selama proses mengandung sampai melahirkan selalu diberikan kelancaran dan kemudahan. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa proses pelaksanaan ritual manyaki ehet yang dikaji meliputi : (1) Tahap Persiapan, (2) Tahapan Pokok Pelaksanaan. Beberapa nilai pendidikan Hindu yang terkandung dalam ritual manyaki ehet yaitu : (1) Nilai Pendidikan Tattwa, (2) Nilai Pendidikan etika (susila), dan (3) Nilai Pendidikan Estetika. Implikasi nilai pendidikan dalam ritual manyaki ehet yaitu : (1) Terjaganya Keseimbangan Dan Keharmonisan Alam Semesta, (2) Taat Terhadap Pelaksanaan Ritual Sebagai Bentuk Ketaqwaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, (3) Tercipta Hubungan Harmonis Dengan Sesama yang diwujudkan dalam perilaku Belum Bahadat, dan (4) Tumbuhnya Kesadaran Beretika Kata Kunci: nilai pendidikan Hindu, ritual manyaki ehet.

WhatsApp Messenger Sebagai Media Komunikasi Pembelajaran Mahasiswa di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

ERA JULIANA
2023 · Thesis · Open Access

Era Juliana, 2023 : WhatsApp Messenger sebagai Media Komuikasi Pembajaran Mahasiswa di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Wayan Salendra, S.Ag.,M.Si, Pembimbing II Hadianto Ego Gantiano, M.Pd.H. Whatsapp messenger sebagai media komunikasi pembelajaran mahasiswa tak jarang bila aplikasi whatsapp messenger menjadi aplikasi yang sangat berguna bagi dosen dan mahasiswa untuk saling berinteraksi secara online. hal ini yang menjadikan whatsapp messenger sebagai alat yang mudah digunakan secara efektif yang dimana tanpa perlu bertemu langsung namun masih bisa berkomunikasi lewat media sosial. Berdasarkan penelitian di atas terdapat dua rumusan masalah dalam skripsi adalah :1). Bagaimana efektivitas whatsapp messenger dalam meningkatkan komunikasi pembelajaran mahasiswa di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. 2). Apa yang menjadi kendala dalam penggunaan whatsapp messenger sebagai media komunikasi pembelajaran bagi mahasiswa. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) Teori Efektivitas, 2) Teori Media Sosial. Metode yang digunakan metode deskriptif kualitatif, sedangkan teknik penentuan informan adalah teknik Snowbell sampling. Berdasarkan hal penelitian yang dibahas peneliti dapat disimpulkan bahwa proses komunikasi pembelajaran melalui whatsapp messenger memberikan kemudahan untuk saling berinteraksi satu sama lain dalam hal ini juga penggunaan whatsapp messenger sebagai media komunikasi pembelajaran menjadi efektif bagi mahasiswa dan dosen di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya. Penggunaan whatsapp messenger sebagai media komunikasi pembelajaran terdapat kendala yang dialami oleh mahasiswa diantaranya yaitu jaringan internet yang tidak stabil, kurangnya pemahaman mahasiswa mengenai informasi, kurangnya bersosialisai dengan sesama.

Peranan Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri Se-Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau

ARIA NYEPI
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Peranan Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri Se-Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau” dan dilatarbelangi karena guru agama Hindu masih terlihat kurang tau apa peranannya dalam proses pembelajaran disekolah serta masih terlihat minimnya mutu pembelajaran pendidikan agama Hindu. Untuk mengkaji lebih dalam tentang peranan guru agama Hindu maka penelitian ini terdapat 3 (tiga) rumusan masalah : (1) Bagaimana peranan guru agama Hindu dalam meningkatkan mutu pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Negeri se-Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau (2) Apakah kendala yang dihadapi guru agama Hindu dalam meningkatkan mutu pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Negeri se-Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau (3) Bagaimana strategi guru agama Hindu dalam peningkatan mutu pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Negeri se-Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau. Penelitian ini menggunakan teori peran, teori kendala dan teori Behaviorisme. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yaitu data studi lapangan diperoleh dari wawancara, observasi, dan arsip atau dokumentasi, yang menjadi sampel penelitian yaitu SMP Negeri 1 Kahayan Tengah, SMP Negeri 2 Kahayan Tengah, SMP Negeri 3 Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau. Informan yang diambil terdiri dari Kepala Sekolah, Guru agama Hindu dan Siswa yang beragama Hindu yang memenuhi kriteria untuk memecahkan rumusan masalah. Hasil penelitian ini setelah dikaji menunjukan beberapa hal sebagai berikut: (1) Peranan guru bukan hanya memberikan materi pelajaran akan tetapi berperan juga sebagai sumber belajar, sebagai Fasilitator, sebagai Pengelola, sebagai Demonstrator, sebagai Pembimbing, sebagai Motivator dan sebagai Evaluator. (2) Kendala yang dihadapi oleh guru ada Faktor Internal adalah Kwalitas/Kompetensi Guru Pendidikan Agama Hindu Masih Kurang, Kurang Persiapan Dalam Mengajar, Kurangnya penguasaan metodologi pembelajaran, Faktor eksternal yaitu terdapat pada Sarana prasarana, Minat Siswa dan Lingkungan. (3) Strategi yang dilakukan yaitu dengan Meningkatkan Kompetensi Diri (Guru) Pendidikan Agama Hindu, Melengkapi Perangkat Pembelajaran, Disiplin/Profesional, serta Pengadaan Sarana Prasarana pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Menyediakan lingkungan belajar yang kondusif. Kata Kunci : Peranan guru, Mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu, Siswa.

Peranan Masyarakat dalam Meningkatkan Kegiatan Keagamaan Hindu Kaharingan di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau (Kajian Prespektif Ilmu Komunikasi)

TITIK
2023 · Thesis · Open Access

TITIK, 2023 : Peranan Masyarakat Dalam Meningkatkan Kegiatan Keagamaan Hindu Kaharingan Di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau (Kajian Persfektif Ilmu Komunikasi Hindu). Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Jurusan Ilmu Komunikasi Hindu, Pembimbing I : Wayan Sutarwan, S.Pd., M.Pd.H Pembimbing II : I Komang Widyana, S.Pd.H., M.Pd Ajaran agama yang berisi nilai-nilai moral berkaitan dengan pembentukan sifat-sifat yang luhur, supaya dapat dipahami secara utuh dan perlu diaktualisasikan melalui kemampuan dan pemahaman. Pemahaman umat terhadap ajaran agama Hindu ditinjau dari aspek tattwa, etika dan upacara, akan berdampak pada pengertian sekaligus pemahaman menyeluruh tentang ajaran agama secara baik dan benar. Salah satu dampak tersebut adalah pelaksanaan Basarah, yang merupakan cara untuk menghubungkan diri dengan Ranying Hatalla. Umat Hindu Kaharingan di desa pangi dalam melaksanakan basarah mengalami berbagai permasalahan atau hambatan karena yang terjadi kurangnya umat Hindu Kaharingan dalam melaksanakan Basarah. Fokus masalah yang dapat dirumuskan dan dikaji dalam penelitian ini yaitu, sebagai berikut; (1) Bagaimanakah peran masyarakat dalam meningkatkan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau (2) Apakah kendala yang dialami masyarakat dalam mengikuti Kegiatan Keagamaan di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) Teori Peranan (2) Teori Kendala (3) Teori Fungsionalisme Struktural. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah : observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Peran umat Hindu Kaharingan dalam mengikuti pelaksanaan Basarah, dapat dilihat dari umat yang melaksanakan Basarah (2) Upaya meningkatkan peran umat Hindu Kaharingan di perlukan pengurus yang aktif, bersungguh-sungguh menjalankan tugas supaya dapat menggali dan menumbuhkan minat umat dalam mengamalkan ajaran dan nilai agama.(3) kendala yang dialami umat Hindu Kaharingan kurangnya minat dan kesibukan pribadi umat.

Peran Komunikasi Interpersonal Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SDN 1 Tumbang Setoli Kecamatan Suling Tambun Kabupaten Seruyan

ROBY SAPUTRA
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Roby Saputra,2023. Peran Komunikasi Interpersonal Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SDN 1 Tumbang Setoli Kecamatan Suling Tambun Kabupaten Seruyan. Prodi Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I Dr. Ervantia Restulita L Sigai, S.S., M.Si Dan Pembimbing II Evie, Spd., M.Pd Guru merupakan suatu profesi, yang artinya suatu jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru (Uno, 2007: 15).pendidikan merupakan suatu sendi kehidupan. Melalui pendidikan, kecerdasan dan keterampilan manusia lebih terasa dan teruji dalam menghadapi dinamika kehidupan. Tanpa pendidikan manusia tidak berkembang dengan baik. Komunikasi Interpersonal Guru dalam Memotivasi Belajar Siswa SDN 1 Tumbang Setoli.Pada skripsi ini persoalan yang akan dikaji mencakup tiga rumusan masalah yaitu, bagaimanakah Fungsi komunikasi interpersonal Guru Dalam meningkatkan Memotivasi Belajar siswa Di SDN 1 Tumbang Setoli, apa saja faktor peghambat Komunikasi Interpersonal Guru dalam meningkatkan Memotivasi Belajar Siswa Di SDN 1 Tumbang Setoli, bagaimanakah dampak komunikasi interpersonal guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa SDN 1 Tumbang Setoli penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Analisis data pada penelitian ini yakni reduksi data, display data dan verifikasi. Sebagaimana telah dijelaskan bahwa dalam proses belajar mengajar kesatuan antara belajar siswa dengan guru, yang keduanya terjalin hubungan saling menunjang. Proses belajar mengajar guru tidak akan berarti tanpa diikuti dengan motivasi belajar siswa, begitu pula sebaliknya motivasi belajar siswa sulit mengarah kepada tujuan jika tanpa ada bimbingan dan komunikasi yang jelas dari guru. Guru mengalami kesulitan berkomunikasi dengan siswa atau mengajar ketika tidak ada sinergi dari siswa sehingga pesan yang disampaikan guru tidak diterima dengan baik oleh siswa membuat feedback yang diberikan oleh siswa tidak sesuai dengan yang diharapkan guru sehingga membuat komunikasi tidak efektif. komunikasi Intrepersonal yang telah dilakukan antara Siswa dengan guru terhadap motivasi belajar siswa di SDN 1 Tumbang Setoli berdampak positif guru dan kegiatan siswa dalam pembelajaran relatif sama. Komunikasi banyak arah komunikasi yang tidak hanya melibatkan interaksi dinamis antara guru dan siswa, tetapi juga melibatkan interaksi yang dinamis pula antara siswa yang satu dengan siswa yang lainnya.

Peran Basir dalam Pelaksanaan Upacara Pandudusan pada Umat Non-Hindu Kaharingan di Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas

JONI
2023 · Thesis · Open Access

Joni, 2023. PeranBasir Dalam Upacara Pandudusan Bagi Umat Non-Hindu Kaharingan Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Skripsi, Program Studi Kepanditaan Institut Agama Hindu Negeri TampungPenyang (IAHN_TP) Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. A.AgungGedeWiranata, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II, Nurlensi, S.Ag., M.Si. Upacara Pandudusan adalah upacara penyucian, sikap dan tingkah laku baik dalam kehidupan melaksanakan pengukuhan atau pengesahan ucapan atau janji seseorang, yang telah datang dengan caratulusikhlas, hatisuci dengan tanpa adanya unsur paksaan, telah meyatakandiri untuk memeluk agama Hindu kaharingan. Berdasarkan latar belakang di atas, maka pada penelitian ini terdapat tiga masalah dalam skripsi iniadalah ; (1) Bagaimana sarana dan prasarana dalam pelaksanaan upacara Pandudusan pada umat Non-Hindu Kaharingan (2) Bagaimana PeranBasir dalam pelaksanaan upacara Pandudusan pada umat Non-Hindu Kaharingan (3) Apa fungsi Basir dalam pelaksanaan Pandudusan Pada umat Non-Hindu kaharingan. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis; observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah Teori Fungsi Struktural, Teori Religi dan Teori Peran. Subjek penelitian ini adalah Tokoh keagamaan Hindu dan Umat Hindu Kaharingan Kecamatan Sepang. Hasil kajian penulis dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dimana sebenarnya bukan darisegicara pelaksanaan yang lebih utama adalah nilai tingkah lakumanusianya yang diharapkan. Karena pada dasarnya materi peranberupa Seorang Basirini merupakan bentuk sikap moral kesopanan dalam menjalan kewajiban, oleh karena ituPandudusan selalu dilaksanakan pada proses perkawinan umat agama Hindu kaharingan.