WILNAE
2024 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Wilnae, 2024: Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMP Negeri 5 Parenggean. Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing : (1) Mitro, S.Pd., M.Si (2) Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H., M.Pd.H Skripsi ini membahas tentang pengaruh pola asuh orang tua terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Negeri 5 Parenggean. Pola asuh orang tua yang kurang terhadap anaknya menyebabkan minat belajar siswa juga sangat kurang terkhususnya pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu sehingga membuat hasil belajar siswa banyak yang belum mencapai nilai KKM yaitu 75. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Pola asuh orang tua siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Negeri 5 Parenggean, (2) Pengaruh pola asuh orang tua terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Negeri 5 parenggean. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu: teori pola asuh orang tua, teori minat belajar siswa dan teori pendidikan agama Hindu. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Populasi penelitian ini berjumlah 24 orang yaitu seluruh siswa beserta orang tua siswa yang beragama Hindu di SMP Negeri 5 Parenggean. Sampel penelitian ini adalah kelas VII sampai kelas IX. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, dokumentasi dan angket. Instrumen penelitian yang digunakan adalah: (1) angket pola asuh orang tua, (2) angket minat belajar siswa. Berdasarkan rekapitulasi hasil uji validitas dan uji reabilitas diperoleh 30 item pertanyaan pola asuh orang tua dan 21 item pertanyaan minat belajar siswa yang valid dan reliabel. Setelah selesai melaksanakan penelitian, peneliti menganalisa data menggunakan uji prasyarat analisis data yaitu uji normalitas, uji homogenitas, dan uji linieritas. Kemudian peneliti melakukan teknik analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana yaitu uji-t dan uji koefisien determinasi. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruh antara Pola Asuh Orang Tua Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMP Negeri 5 Parenggean. Hal ini dibuktikan dengan menggunakan Uji-t yang menunjukkan bahwa t-hitung=3,401 dan t-tabel=2,073 dengan nilai signifikan=0,007. Karena nilai t-hitung>tabel (3,401>2,073) atau nilai 0,0070,05. Kemudian dilihat dari perhitungan koefisien determinasi bahwa variabel Pola Asuh Orang Tua (X) dalam mempengaruhi Minat Belajar Siswa (Y) sebesar 53,6%, sementara 46,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.
LELA
2024 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Lela, 2024, Pendidikan Karakter Pintar Harati Pada Siswa SDN – 2 Bukit Tunggal Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr.Mujiyono, S.Ag., M.Ag, Pembimbing II Hendri, S.Ag.,M.Si. Skripsi ini mengkaji tentang pendidikan karakter pintar harati pada siswa SDN – 2 Bukit Tunggal Palangka Raya. Sebab terjadi degradasi moral dari pengaruh globalisasi sehingga penurunan karakter Pintar Harati dalam dunia Pendidikan pada anak. Masalah yang dikaji :1. Bagaimana pembentukan karakter Pintar Harati pada siswa SDN-2 Bukit Tunggal, Dan 2. Bagaimana implikasi pendidikan karakter Pintar Harati bagi siswa SDN-2 Bukit Tunggal Palangka Raya. Tujuan penelitian untuk mengkaji tentang ilmu pengetahuan tentang pendidikan karakter Pintar Harati. Manfaat yang diperoleh sebagai pengembangan ilmu pengetahuan tentang karakter dan pembentukan karakter. Penelitian ini dengan jenis penelitian lapangan dengan metode deskriptif kualitatif, sehingga data yang diambil menggunakan jenis data primer dan sekunder. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Setelah data terkumpul data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan pembahasan dan analisis, yang dikaji dengan teori humanistik pembentukan karakter Pintar Harati pada siswa SDN – 2 Bukit Tunggal Palangka Raya dilakukan yakni dengan strategi pembelajaran, bimbingan intensif guru kelas, pelatihan proyek P5, keteladanan guru, dan penguatan proyek P5 oleh guru kepada para siswa. Dari analisis pembentukan karakter Pintar Harati maka terbentuk karakter Pintar Harati dengan baik. Implikasi pendidikan karakter pintar harati yang dikaji dengan teori behavioristik. Strategi guru dalam implikasi pendidikan karakter Pintar Harati bagi siswa SDN – 2 Bukit Tunggal Palangka Raya terdapat implikasi positif. Implikasi positif yang terjadi yakni menimbulkan keaktifan siswa, rasa ingin tahu, dan kemandirian siswa. Dari analisis implikasi pendidikan karakter pintar harati akan menimbulkan siswa yang unggul, cerdas, arif dan bijaksana serta akan menjadi generasi muda yang aktif, inovatif dan kreatif. Kata kunci : Pendidikan karakter, karakter Pintar Harati
LILI URIPANI
2024 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Lili Uripani. 2024 : Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Media Benda Konkret Dalam Pembelajaran Kelas II Di SDN 1 Basarang Jaya. Skripsi. Program Studi PGSD Fakultas Dharma Acarya, IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Tri Aspiyana, M.Pd, dan Pembimbing II Putu Wisnu Saputra, M.Pd. Saat ini masih banyak kegiatan pembelajaran yang belum menerapkan dan menggunakan media yang familiar kepada siswa. Hal ini menyebabkan siswa kurang memahami materi yang diajarkan. Masih banyak kegiatan pembelajaran terutama pada mata pelajaran matematika dilakukan dengan metode ceramah, dimana guru hanya menyampaikan materi secara monoton, strategi yang digunakan masih bersifat konvensional sehingga berdampak pada pemahaman siswa kurang optimal dan hasil belajar siswa rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar matematika dari penggunaan media benda konkret dalam pembelajaran kelas II di SDN 1 Basarang Jaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK). Pelaksanaan penelitian dilakukan dalam 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II, meliputi tahapan sebagai berikut: Perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan observasi. Indikator keberhasilan pada penelitian ini adalah apabila ketuntasan klasikal mencapai 80% dan hasil belajar siswa dapat mencapai KKM 60. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan media benda konkret dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa dalam pembelajaran kelas II di SDN 1 Basarang Jaya. Hal ini terlihat dari hasil belajar pada pra-tindakan, ketuntasan klasikal hanya mencapai 40%. Selanjutnya, pada siklus I memperoleh ketuntasan klasikal mencapai 70% dan pada siklus II mencapai 90%.
I KETUT PUJO KARTIKO
2024 · Thesis · Open Access
I KETUT PUJO KARTIKO, 2024. Hak Waris Dan Kewajiban Anak Yang Berpindah Agama Di Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas, Skripsi Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya Dosen Pembimbing I. Dr. Ni Nyoman Rahmawati, S.Ag, M.Si Pembimbing II Budiarto Santoso, M.H Hukum Waris Hindu adalah hukum yang mengatur peralihan atau warisan kepada ahli waris, menurut Hukum Waris Hindu yang berhak mewaris adalah anak laki-laki. Namun dinamika yang terjadi adalah adanya anak laki-laki yang beralih agama mengikuti agama istrinya. Dalam penelitian ini terdapat dua rumusan masalah yaitu, bagaimana hak waris anak yang berpindah agama di Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas dan bagaimana kewajiban anak yang berpindah agama di Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas. Adapun tujuan umum penelitian ini yaitu untuk mengkaji dan memahami pembatasan hak waris dan kewajiban anak yang berpindah agama Di Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas (perspektif hukum waris Hindu). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi (gabungan). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori the living law dan pluralism hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Anak Yang Berpindah Agama Di Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas secara langsung akan berpengaruh terhadap hak waris, seperti hilang antara lain terhadap harta Pusaka, tetapi mereka masih bisa mendapatkan pembagian harta yang merupakan guna kaya kedua orang tuanya sesuai kesepakatan seperti tanah, perhiasan dan rumah. Selain itu, mengenai Kewajiban Anak Yang Berpindah Agama Di Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas, bahwa anak yang berpindah Agama dengan serta-merta menghilang, kewajibannya dalam melaksanakan piodalan ngerainin di sangga/merajan. meski demikian tidak memutus kewajibannya dalam melaksanakan bhakti sebagai seorang anak yaitu mengurus dan memelihara mereka.
I KADEK RIYANA
2024 · Thesis · Open Access
I KADEK RIYANA, 2024 : Kedudukan Anak Angkat Perempuan Pada Masyarakat Hindu di Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I I Komang Darman SH.,MH. Pembimbing II Gelar Sumbogo Peni, S.Ag.,M.Si. Anak angkat perempuan merupakan seorang anak yang diadopsi secara hukum oleh seseorang atau sebuah keluarga yang bukan orang tua kandungnya. Kedudukan anak angkat perempuan sangat bergantung pada tradisi dan nilai-nilai budaya yang berlaku di berbagai wilayah dan subkultur Hindu. Secara umum, anak angkat perempuan dianggap memiliki kedudukan yang sama pentingnya dengan anak kandung dalam keluarga Hindu. Dalam tradisi Hindu, anak angkat perempuan dapat dianggap sebagai pembawa keberuntungan atau berkah bagi keluarga yang mengadopsinya. Masalah yang diteliti : (1) Dasar pertimbangan suami istri memilih anak perempuan menjadi anak angkat di Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. (2) Proses pengangkatan anak angkat perempuan pada masyarakat Hindu di Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. (3) Kedudukan anak angkat perempuan pada masyarakat Hindu di Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. Subyek penelitian adalah PHDI Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas, Tokoh Agama atau Rohaniawan, Tokoh umat, dan Masyarakat atau orang tua yang memiliki anak angkat tersebut. Obyek penelitian adalah kedudukan anak angkat perempuan pada masyarakat Hindu di Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori keadilan distribusi dari John Rawls, dan teori sistem hukum dari L.M Friedman. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dasar pertimbangan suami istri memilih anak perempuan menjadi anak kandung yaitu karena tidak memiliki anak, menginginkan anak perempuan, anak perempuan tersebut ditinggalkan oleh orang tuanya, dan anak perempuan dianggap melestarikan nilai-nilai ajaran agama Hindu. Proses pengangkatan anak angkat perempuan pada masyarakat Hindu yaitu melalui tahap rembuk keluarga kecil, pamahidang/pamakel (rembuk keluarga besar) dan tahap prosesi widhiwidana (pemerasan). Kedudukan anak angkat perempuan pada masyarakat Hindu yaitu memiliki kedudukan yang sama seperti anak kandung pada umumnya tidak ada yang dibeda-bedakan yaitu berhak mendapatkan perhatian, kasih sayang dan berhak mendapatkan pendidikan.
SUSI ARIANTI
2024 · Thesis · Open Access
Susi Arianti, 2024: FilosofiSiroDalamUpacaraNgelutupUmat Hindu Kaharingan Di DesaKalasinKecamatanUutMurungKlabupatenMurung Raya, Pembimbing I Prof. Drs. I Ketut Subagiasta, M.Si.,D.Phil Dan Pembimbing II Kunti Ayu Vedanti, S.Fil.H.,M.Ag Masyarakat Hindu Kaharingan di DesaKalasinKecamatanUutMurungKabupatenMurung Rayadalamkesehariannyatidakterlepasdariupacarakeagamaan. DalampembahasaninipenelitimelakukanpenelitiantentangSirodalamupacaraNgelutupyang merupakanupakarayang tidakdapatdihilangkandarikegiatankeagamaanumat Hindu Kaharingan di DesaKalasin. Siro berfungsisebagai mediamemohonkeselamatanumurpanjangkepadaTuhan/RanyingHatallamelaluiMangkuAmatSangendanNyaiJajaNyangiangberupabajakahbernamaTongang.Siro/Tongan adalahkepercayaanmasyarakatDesaKalasinsebagaiupakarakeagamaan, yang mendasarihaltersebutSiroterbuatdariuratMangkuAmatSangendanNyaiJajaNyangiangyang sudahmenyatupada tanah, sehinggamasyarakatDesaKalasinpercayabahwasudahmenjadibagiandarikehidupanmanusia.Penelitianinibertujuanuntukmengetahuimakna dan fungsiSirodalamupacara, berdasarkanfenomenadiatasdapatmenjadipembelajaran dan pengetahuanbagikaummudadalammelestarikantradisisecaraturuntemurundidaerahmasing-masingsehinggatidakdihilangkan. Penelitianinimenggunakanteorireligi, teorifungsionalismestruktural dan teoriinteraksionalismesimbolik. Penelitianinimenggunakanmetodekualitatif. Penelitianinidilaksanakan di DesaKalasinKecamatanUutMurungKabupatenMurung Raya. Sumberdatanyayaitu primer dan sekunder, sedangkanteknikpengumpulandatanyameliputiobservasi, wawancara, dokumen dan studipustaka. Adapunhasilpenelitianinimenunjukanbahwa 1) bentukfilosofiSiro dalamupacaraNgelutupumat Hindu Kaharingan di DesaKalasinKecamatanUutMurungKabupatenMurung Raya yaitu: bentukSirodalamupacaraterbuatdarikulitkayubajakahTongang. dalambentukfilosofiSiro dalamupacaraNgelutupdimanamenentukanhari, tempat, pemimpin, sarana dan doa, demikian juga denganfilosofibentukSirodalamupcaramasyarakatDesaKalasinpercayabahwaSiroinisebagaiupakara dan sudahadasejaknenekmoyang dan diwajibkandalamupacara. 2) fungsiSiro dalamupacaraNgelutupumat Hindu Kaharingan di DesaKalasinKecamatanUutMurungKabupatenMurung Raya yaitu: fungsireligiadalahkeyakinanumat Hindu Kaharingan pada Sirosebagaiupakara, fungsisosialadalahinteraksiantaramanusiadenganmanusia, dan fungsi Pendidikan, fungsiekonomi, fungsitradisi.3) nilaifilosofiSiro dalamupacaraNgelutupumat Hindu Kaharingan di DesaKalasinKecamatanUutMurungKabupatenMurung Raya yaitu:nilaifilsafatketuhananadalahkeyakinantentangTuhan/RanyingHatalla yang diyakiniumat Hindu Kaharingan, dan beberapanilaisepertinilaikejujuran, nilaipersembahan, nilaikeharmonisan, nilaikeseimbangan, nilaikepatuhan.
RUMINA
2024 · Thesis · Open Access
RUMINA : (2024) Daun Sambabelum Sebagai Sarana Dalam Upacara Perkawinan Agama Hindu Kaharingan Di Desa Penda Nange Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan Perspektif Filosofi Hindu.(Pembimbing I Drs. I Ketut Soter, M.Pd.H dan Pembimbing II I Gede Arya Juni Arta, S.Fil.H.,M.Ag). Upacara perkawinan Hindu Kaharingan di Desa Penda Nange, Kecamatan Bukit Raya, Kabupaten Katingan, banyak yang kurang mengetahui fungsi dan makna, dan nilai dari penggunaan daun sambabelum. Penelitian bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang fungsi dan makna daun sambabelum sebagai sarana dalam upacara agama Hindu Kaharingan. Dari latar belakang tersebut, adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana fungsi daun sambabelum(kalanchoe pinneta)dalam upacara perkawinan agama Hindu Kaharingan di Desa Penda Nange, Kecamatan Bukit Raya, Kabupaten Katingan, (2) Bagaimana makna daun sambabelum (kalanchoe pinneta)dalam upacara perkawinan agama Hindu kaharingan di Desa Penda Nange, Kecamatan Bukit Raya, Kabupaten Katingan.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah metode observasi, wawancara,dan dukumen/perpustakaan. Teori-teori yang digunakan untuk mengkajikan permasalahan bagi peneliti ini menggunakan, (1) teori religi dan (2) teori simbolik. Subjek penelitian ini adalah: pisor, tokoh adat, majelis desa, mantir adat, dan orang-orang yang mengetahui tentang penelitian yang dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian lapangan bahwa dalam upacara perkawinan agama Hindu Kaharingan, maka fungsi daun Sambabelum adalah sebagai simbolkebersamaan, perlindungan spiritual, penyucian, kehidupan dan keseimbangan, melestarikan budaya, keberuntungan, kesuburan, dan keharmonisan. sedangkan maknanya sebagai kesuburan, kesucian dan penyucian, keberkahan dan kesejahteraan, keseimbangan, kebersamaan, keharmonisan dan kebahagiaan, nilai budaya dan tradisi, dan filosofi kehidupan berumah tangga.
GUNAWAN
2024 · Thesis · Open Access
This study examines the teacher's strategy in increasing the learning motivation of grade V students at SDN 1 Derawa, Batu Ampar District, Seruyan Regency. The approach used is qualitative with empirical data collected through interviews, documentation, and direct observation. The results showed that effective teacher strategies include careful learning planning, structured learning organization, good interpersonal relationships between teachers and students, and comprehensive evaluation. Internal factors such as students' interest in the subject and external factors such as a conducive learning environment play an important role in increasing learning motivation. Barriers identified include the mismatch of learning methods with students' needs.
ATI
2024 · Thesis · Open Access
Analisis Kepuasan Pengunjung Di Objek Wisata Matan Andau Di Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya
BASTIAN
2024 · Thesis · Open Access
Kehadiran Seni kriya katupat sinta pada upacara keagamaan Hindu Kaharingan memiliki makna, fungsi dan tujuan tersendiri dalam praktiknya dan dilatarbelakangi oleh kebudayaan yang menjadi dasarnya. Fenomena yang terjadi adalah tidak semua dari umat dan generasi Hindu Kaharingan itu sendiri mengetahui dan memahami bagaimana eksistensi dari seni kriya katupat sinta pada upacara keagamaan Hindu Kaharingan. Berikut Rumusan masalah dalam penelitian: 1). Bagaimana eksistensi seni kriya katupat sinta pada upacara keagamaan Hindu Kaharingan di Desa Tarusan Danum Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan? 2). Bagaimana bentuk seni kriya katupat sinta yang digunakan pada upacara keagamaan Hindu Kaharingan di Desa Tarusan Danum Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menganalisis eksistensi dan bentuk seni kriya katupat sinta pada upacara keagamaan Hindu Kaharingan di Desa Tarusan Danum Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan dan memahami peran dan dampaknya dalam menjaga tradisi keagamaan dan budaya yang melekat pada umat Hindu Kaharingan di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori eksistensi dan teori bentuk. Sampel dalam penelitian ini meliputi beberapa dari umat Hindu Kaharingan dan guru Sekolah Dasar Negeri di Desa Tarusan Danum. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan terhadap hasil penelitian. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa: 1). Eksistensi dari seni kriya katupat sinta pada upacara keagamaan Hindu Kaharingan di Desa Tarusan Danum Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan masih tetap eksis hingga sekarang, karena pada pelaksanaan upacara keagamaan tersebut, seni kriya katupat sinta masih dipergunakan pada setiap upacara keagamaan Hindu Kaharingan di dalam kehidupan. 2). Katupat sinta berbentuk belah ketupat tidak sama sisi dan berwarna kekuningan (warna janur). Ukuran seni kriya katupat sinta sebenarnya bervariasi tergantung dari seberapa panjang dan lebar daun janur yang digunakan untuk membuatnya.
YANI
2023 · Thesis · Open Access
ABSTRAK YANI. 2023. Kendala Implementasi Penilaian Autentik Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 2 Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Dosen Pembimbing Skripsi 1. Dr. Pranata, S.Pd., M.Si Dosen Pembimbing Skripsi 2. Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd., M.Pd.H Skripsi ini mengkaji tentang kendala implementasi penilaian autentik pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Negeri 2 Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Kendala dalam implementasi adalah sebuah akibat langsung dari suatu kejadian berefek pada seseorang atau pada suatu yang berkaitan. Penilaian autentik merupakan suatu kegiatan untuk melakukan prosedur penilaian yang nyata, yang terdiri dari aspek sikap, aspek pengetahuan dan aspek keterampilan. Dalam mengimplementasikan penilaian autentik guru memiliki beberapa hambatan sehingga penilaian autentik tidak dapat diterapkan secara sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemahaman guru pendidikan agama Hindu tentang implementasi penilaian autentik pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Negeri 2 Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Dan apa saja kendala yang dihadapi guru pendidikan agama Hindu dalam implementasi penialian autentik pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Negeri 2 Tasik Payawan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data-data maupun informasi dengan melakukan observasi, wawancara semi terstruktur serta dengan pengumpulan data berupa data primer dan sekunder ditempat penelitian serta dokumentasi berupa gambar situasi dan keadaan tempat dilakukannya tempat penelitian. Subjek penelitian ini adalah guru pendidikan agama Hindu dan peserta didik agama Hindu SMP Negeri 2 Tasik Payawan. Teori yang digunakan dalam memecahkan masalah dengan menggunakan teori kognitivisme dan teori evaluasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru pendidikan agama Hindu tentang implementasi penilaian autentik masih kurang. Hal tersebut terlihat dari teknik dan instrumen penilaian yang dilakukan terhadap peserta didik. Tidak semua instrumen penilaian autentik mampu diterapkan oleh guru pendidikan agama Hindu untuk melakukan penilaian terhadap peserta didik. Kendala yang dialami guru pendidikan agama Hindu dalam implementasi penilaian autentik pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Negeri 2 Tasik Payawan terbagi menjadi dua. (1) Kendala internal, guru pendidikan agama Hindu kurang memahami tentang penilaian autentik disebabkan oleh banyak instrumen penilaian yang digunakan untuk menilai peserta didik. (2) Kendala eksternal, guru pendidikan agama Hindu jarang mengikuti pelatihan yang berkaitan dengan kurikulum 2013 yang mencakup sistem penilaian serta peserta didik kurang memahami tentang sistem penilaian yang diterapkan oleh guru.
HANDIKA DANUARTA
2023 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Handika danuarta. 2023 “Pelestarian Seni Musik Tradisional Kacapi Sanggar Seni Palampang Tarung. IAHN-TP Palangka Raya (Perspektif Manajemen Pendidikan Agama Hindu)” Pembimbing I : Dr. Drs. I Made Suyasa, MAP.,M.Si Pembimbing II : Dr. Ervantia Restulita L. Sigai,S.S.,M.Si Pelestarian seni musik tradisinal menunjukan betapa pentingnya dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi atau adat istiadat sebagai pondasi dalam pembangunan karakter masyarakat. Atas dasar pemikiran tersebut, maka peneliti ini dilakukan dengan fokus kajian yang terdapat pada tiga aspek permasalahan; (1) Bagaimana Upaya Pelestarian Seni Musik Tradisional Kacapi Pada Sanggar Palampang Tarung, IAHN-TP Palangka Raya; (2) Bagaimana Relevansi Manajemen Pendidikan Agama Hindu Dalam Pelestarian Seni Musik Tradional Kacapi Sanggar Palampang Tarung IAHN-TP Palangka Raya; dan (3) Apa Faktor Kendala Pelestarian Seni Musik Tradisional Kacapi Pada Sanggar Palampang Tarung IAHN-TP Palangka Raya. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Adapun, landasan analisis yang digunakan adalah teori kendala pelestarian, teori upaya, dan teori maajemen. Data penelitian ini dikumpulkan melalui tehnik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil penelitian: Pertama pelestarian seni musik Kacapi meliputi, (1) upaya mengajar alat musik tradisional Kacapi, (2) melakukan pertunjukan alat musik tradisional Kacapi, (3) promosi alat musik tradisional Kacapi. Kedua relevansi manajemen pendidikan Agama Hindu dalam pelestraian seni musik tradisional Kacapi meliputi, (1) perencanaan untuk meningkatkan alat musik tradisional Kacapi, (2) pengelolaan manajemen perorganisasiaan, (3) evaluasi pelestarian alat musik tradisional Kacapi. Ketiga, faktor kendala pelestarian seni musik tradisional Kacapi meliputi: (1) faktor perorganisasiaan dan perencanaan (2) faktor sarana dan prasarana (3) faktor kedisiplinan.
I WAYAN MULIANA
2023 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Pemulihan pembelajaran tatap muka pascapandemi Covid-19 menjadi sangat penting dan wajib bagi satuan pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan untuk mendukung pembangunan dibidangnya, sebagai solusi dari dampak ketertinggalan pembelajaran (learning loss) selama pandemi. Pascapandemi Covid-19 saat ini memerlukan perubahan pola belajar peserta didik dari pembelajaran jarak jauh ke pembelajaran tatap muka terutama pada SMA Negeri di Kota Palangka Raya. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMA Negeri Kota Palangka Raya pascapandemi Covid-19. Deskripsi dan analisis ini sangat penting karena terjadi perubahan metode dan model pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti masa pandemi Covid-19 ke pascapandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teori kognitif digunakan untuk memecahkan masalah manajemen perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Pascapandemi Covid-19 di SMA Negeri Kota Palangka Raya. Teori behavioristik digunakan untuk memecahkan masalah manajemen pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Pascapandemi Covid-19 di SMA Negeri Kota Palangka Raya. Teori Humanistik digunakan untuk memecahkan masalah manajemen evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Pascapandemi Covid-19 di SMA Negeri Kota Palangka Raya. Informan penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, dan Peserta Didik mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti. Hasil analisis diperoleh kesimpulan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti pascapandemi Covid-19 di SMA Negeri kota Palangka Raya, manajemen perencanaan pembelajaran berjalan baik berdasarkan teori kognitif yaitu sesuai pengetahuan dan kemampuan untuk proses perencanaan yang baik oleh kepala sekolah, guru, dan peserta didik dalam merencanakan dan mempersiapkan pembelajaran; manajemen pelaksanaan pembelajaran berjalan baik menurut teori behavioristik yang menekankan penguatan secara positif proses pembelajaran sesuai dengan perangkat pembelajaran, aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran, pemanfaatan alat, dan bahan yang dipergunakan dalam pembelajaran, serta pengalaman peserta didik dalam memperoleh ilmu pengetahuan; manajemen evaluasi pembelajaran telah berjalan baik sesuai dengan teori humanistik yaitu supervisi mengutamakan pendekatan personal oleh kepala sekolah, tercapainya tujuan pembelajaran melalui penilaian dan asesmen oleh guru, pemanfaatan sarana dan sarana serta moda pelaksanaan ulangan/penilaian oleh peserta didik. Saran yang disampaikan dalam penelitian ini yang berkaitan dengan manajemen perencanaan pembelajaran, manajemen pelaksanaan pembelajaran, dan manajemen evaluasi pembelajaran ditujukan kepada beberapa pihak, antara lain: kepala sekolah, guru Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, peserta didik, dan satuan pendidikan.
RISKI
2023 · Thesis · Open Access
Perkelahian atau pertengkaran adalah perbuatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan kata-kata ataupun adu tenaga. Kasus perkelahian yang terjadi di Desa Tumbang Kanei dalam penyelesaiannya melalui proses hasaki hapalas yang pada hakekatnya Lembaga Agama Hindu Kaharingan berperan dalam menyelesaikan kasus dengan hasaki hapalas mengkumpulkan kedua belah pihak agar perkelahian tidak terjadi lagi dan perkelahian ini diselesaikan secara kekeluargaan. Masalah yang diteliti yaitu:(1) Bagaimana peran Lembaga Agama Hindu Kaharingan dalam proses penyelesaian kasus perkelahian di Desa Tumbang Kanei Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan?, (2) Bagaimana proses penyelesaian kasus perkelahian melalui Keagamaan Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Kanei Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan?. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui peran Lembaga Agama Hindu dalam penyelesaian kasus perkelahian dan proses penyelesaian kasus perkelahian . Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Penyelesaian Sangketa dan Teori Kewenangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) peran Lembaga Agama Hindu Kaharingan dalam penyelesaian kasus perkelahian adalah sangat berperan dalam menyelesaikan kasus perkelahian dengan hasaki hapalas yang dimana bertujuan untuk menasehati kedua belah pihak agar tidak mengulangi komflik dan tidak menimbulkan rasa dendam antara satu sama lain dan pada dasarnya Lembaga Agama Hindu Kaharingan memiliki kewenangan untuk ikut serta dalam membantu menyelesaikan kasus perkelahian di Desa Tumbang Kanei. (2) peroses penyelesaian kasus perkelahian yang dilakukan oleh Lembaga Agama Hindu Kaharingan Desa Tumbang Kanei dapat penulis simpulkan proses penyelesaian melalui beberapa tahap. Yang pertama adalah mengumpulkan keluarga dari kedua pihak, kedua yaitu kedua pihak saling duduk bersampingan supaya Lembaga Agama Hindu Kaharingan dapat melaksanakan hasaki hapalas, dan yang terakhir kedua belah pihak yang berkomplik saling memaafkan satu sama lain.
TRI TANTI
2023 · Thesis · Open Access
TRI TANTI, 2023 Pembelajaran Agama Hindu Di SD Negeri Muara Ripung Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan, Skripsi Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampun Penyang Palangka Raya. Pembimbing Dr. I Wayan Karya. M. Pd., M. Si dan Pembimbing II Lamri, S.Pd., M. Pd. H Dalam dunia pendidikan, Proses dan Perencanaan Pembelajaran sangatlah penting untuk dilaksanakan gunanya juga agar terwujudnya proses pembelajaran yang di inginkan dan di cita-citakan pada setiap sekolah dan dengan ini Skripsi ini mengkaji Strategi Pembelajaran Agama Hindu Di SD Negeri Muara Ripung Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Oleh karena itu di dalam sekolah ini juga ada beberapa perencanaan atau yang sering di sebut dengan Strategi yang guru Agama Hindu laksanakan pada proses pembelajaran di sekolah dasar pada peserta didik yang beragama Hindu. Berdasarkan latar belakang yang sudah dijelaskan bahwa yang sangat berpengaruhnya terhadapt keberhasilan dalam perencanaan pembelajaran yang dalam hal ini peserta didik Agama Hindu tidak terlalu fokus dalam melaksanakan pembelajaran Agama Hindu yang di mana proses pembelajaran Agama masih di laksanakan bersama dalam artian nya bergabung belajar bersama pada peserta didik Agama lain, otomatis pembelajaran yang direncanakan atau di lakukan oleh guru tentu tidak maksimal di terima oleh peserta didik Agama Hindu dan juga tidak efektif dalam menerima materi pembelajaran Agama Hindu saat dilaksanakan dalam ruangan. Dengan ini juga ada beberapa Rumusan Masalah dalam penelitian ini yang di mana adalah : 1. Bagaimana pembelajaran Agama Hindu di SD Negeri Muara Ripung Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan ? 2. Apa saja kendala pembelajaran Agama Hindu di SD Negeri Muara Ripung Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan ? Begitu juga dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih jelasnya bagaimana strategi yang direncanakan oleh guru Agama Hindu dalam pembelajaran di SD Negeri Muara Ripung Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah teori konstruktivistik dan teori humanistik Metode penelitian ini dilakukan dengan pendekatan penelitian jenis dan sumber data yaitu data primer dan data sekunder teknik penentuan informana yaitu menggunakan teknik pusposive sampling serta teknik pengumpulan data seperti observasi,wawancara dan dokumentasi dan instrument penelitian teknik analisis data seperti metode deskriptif dan metode analisis data kualitatif. Untuk itu tidak lupa juga bahwa hasil dari penelitian menunjukan strategi pembelajaran Agama Hindu dapat terlaksana sebagaimana mesti nya walaupun ada beberapa kendala yang terjadi dalam pembelajaran Agama Hindu di SD Negeri Muara Ripung Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan ini serta hal itu juga tidak terlepas dari adanya upaya yang di rencanakan atau di laksanakan untuk mencegah terjadi nya kendala yang akan di alami pada proses pembelajaran yang akan berlansung tentu juga guru menggunakan berbagai strategi dan upaya dalam pembelajaran Agama Hindu di SD Negeri Muara Ripung Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan.
KARLIANTOE
2023 · Thesis · Open Access
ABSTRAKSI KARLIANTOE, 2023. Pola Ritme Pukulan Agung dalam Iringan Tari Kanjan Pada Upacara Tiwah di Desa Tumbang Pahanei Kecamata Marikit Kabupaten Katingan. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Fakultas Dharma Acarya IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag.,M.Si Pembimbing II Roy Wentas, S.Pd.,M.Pd.H. Seni musik merupakan cabang seni yang menggunakan media bunyi atau suara yang melibatkan pikiran dan perasaan manusia pula. Pola irama adalah bagian salah satu fitur kunci untuk membedakan genre musik. Irama juga dikenal sebagai ritme. Secara umum, irama adalah gerakan berturut-turut secara teratur. Agung adalah alat musik yang terbuat dari tembaga, perunggu atau kuningan yang berbentuk bulat. Agung berfungsi untuk mengiringi nyanyian-nyanyian ritual dalam upacara-upacara adat. Kanjan merupakan tarian yang dilakukan oleh Anak Tiwah untuk berkomunikasi dengan roh leluhur dalam upacara tiwah yang merupakan ritual tertinggi dalam rukun kematian agama Hindu Kaharingan, dengan tujuan untuk mengantarkan arwah/roh. Berdasarkan uraian tersebut, rumusan masalah yang diangkat penulis yaitu: 1). Bagaimana Pola Ritme Pukulan Agung dalam Iringan Tari Kanjan pada Upacara Tiwah di Desa Tumbang Pahanei Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan. 2). Apa Kendala Masyarakat Hindu Kaharingan dalam mempelajari Pola Ritme Pukulan Agung dalam Iringan Tari Kanjan pada Upacara Tiwah di Desa Tumbang Pahanei Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, memahami, menganalisis tentang pola ritme pukulan Agung dalam iringan Tari Kanjan pada upacara Tiwah. Teori yang digunakan untuk menganalisis permasalahan yaitu teori Etnomusikologi dan teori Kendala (Theory of Constraint). Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriftif kualitatif, Teknik penentu informan menggunakan Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan study dokumen. Kemudian Teknik analisis data menggunakan teknik data analisis dan kualitatif. Penelitian dilaksankan tanggal 24 Agustus s/d 24 September 2023, dengan hasil penelitian yang diperoleh yaitu Pola Ritme Pukulan Agung dalam iringan tari Kanjan pada upacara Tiwah merupakan rangkaian gerak yang beraturan dan menjadi unsur dasar dari music atau irama Agung yang pengulangan secara terus menerus dan teratur dari suatu unsur atau beberapa unsur sehingga untuk menghasilkan suara musik tari Kanjan yang tepat di kekuatan, waktu, dan tempat yang tepat. Kemudian Kendala masyarakat Hindu Kaharingan dalam mempelajari pola ritme pukulan Agung dalam iringan tari Kanjan pada upacara Tiwah yaitu masih ada sebagian rasa malu dan takut tampil di depan umum dari genarasi muda untuk belajar mempelajari pukulan Agung dalam irigan Tari Kanjan dan perlu adanya pembinaan atau pelatihan khusus dari Majelis Agama Hindu Kaharingan terkait pola ritme pukulan Agung tari Kanjan
CLARITA
2023 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Clarita, 2023. Seni Arsitektur Pasah Patahu di Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya. Skripsi . Strata Satu, Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Seni Dan Keagamaan, IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I. Dr. Anak Agung Gede Wiranata S.Ag.M.Ag dan Pembimbing II. Niwayan Sukraini, S.Pd.,M.Pd Seni Arsitektur Pasah Patahu, adalah sebuah rumah para makhluk halus/roh suci yang dipercayai oleh masyarakat sebagai penjaga suatu desa maupun wilayah sekitarnya dari segala marabahaya yang mengancam, baik dari luar maupun dari dalam. Alasan peneliti melakukan penelitian karena terdapat perubahan bangunan yang terdapat pada pasah patahu dan lokasinya juga berpindah mulai dari bentuk, fungsi, dan makna sehingga membuat peneliti tetrtarik apa yang terjadi jika terdapat perubahan pada bangunan dan tempat lokasi yang dipindah pada pasah patahu tersebut. Adapun Rumusan Masalah, yang diangkat atau yang diteliti adalah : Bagaimanakah Bentuk Seni Arsitektur Pasah Patahu, Apakah Fungsi Seni Arsitektur Pasah Patahu, dan Apakah Makna Seni Arsitektur Pasah Patahu di Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya. Tujuan Penelitian ini, adalah untuk mengetahui secara jelas tentang bentuk, fungsi, dan makna yang terdapat dalam pasah patahu. Adapun teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah ini adalah sebagai berikut: Teori Bentuk untuk membedah bentuk apa saja yang terdapat dalam seni arsitektur pasah patahu, Teori Fungsionalisme Struktural yang digunakan untuk membedah rumusan masalah kedua dan Teori Simbol yang digunakan untuk membedah rumusan masalah ketiga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat post positivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan dengan tri-anggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian ini lebih menekankan makna dari pada generalisasi, (Sugiyono, 2011). Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dll secara holistic dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah, (Moleong, 2005 : 6). IAHN-TP Palangka Raya Adapun hasil penelitian ini meliputi: Bentuk Pasah Patahu adalah rumah orang sakti pasah artinya rumah tempat tinggal, sedangkan patahu nama makhlus halus yang mempunyai kekuatan supranatural. rumah ini tidak seperti rumah manusia pada umunya karena membedakannya dengan penghuni yang ada di dalam pasah patahu tersebut termasuk roh suci/leluhur yang tidak dapat kita lihat secara kasat mata, Fungsi yang terdapat dalam seni arsitektur pasah patahu yaitu beribadah kepada leluhur atau ritual pakanan sahur lewu, selain itu fungsi pasah patahu juga tempat untuk memberikan sesajen atau makanan untuk para roh leluhur atau bayar hajat (nazar), Makna yang terdapat dalam seni arsitektur pasah patahu yaitu: makna religius (keagamaan), makna estetika, dan makna sosial.
ALEK SAPUTRA
2023 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Saputra, Alek. 2023. Eksistensi Sanggar Bukit Pandu dalam Pelestarian Seni Musik Tradisional di Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Lamri, S.Pd.,M.Pd Pembimbing II. Roy Wentas, S.Pd.,M.Pd Adanya sanggar seni yang tersebar dibeberapa desa disuatu daerah semakin banyak anak-anak generasi penerus bangsa dapat menyalurkan hobi mereka dibidang seni dan secara tidak langsung mereka dapat melakukan pelestarian budaya daerah agar tidak punah. Seperti halnya eksistensi Sanggar Bukit Pandu dalam Pelestarian Seni Musik Tradisional di Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain : 1). Bagaimanakah Eksistensi Sanggar Bukit Pandu dalam Pelestarian Seni Musik Tradisional? 2). Apa kendala pengurus Sanggar Bukit Pandu dalam Pelestarian Seni Musik Tradisional? 3) Bagaimana upaya pengurus Sanggar Bukit Pandu dalam Pelestarian Seni Musik Tradisional di Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas?. Adapun tujuan umum penelitian ini betujuan untuk memahami dan mengetahui Eksistensi Sanggar Bukit Pandu dalam Pelestarian Seni Musik Tradisional di Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan adalah Teori Eksistensi dari Soren Kierkegaard, Teori Kendala (Theory of contraints) dan Teori Efektivitas Organisasi. Sampel pada penelitian ini adalah Lurah Tehang, Pengurus Sanggar Bukit Pandu 3 orang dan tokoh masyarakat 2 orang di Kelurahan Tehang. Pengumpulan data menggunakan observasi, Metode Wawancara, Studi Kepustakaan, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, data dan penarikan kesimpulan. Waktu dalam penelitian ini bulan 1 September hingga 1 Oktober 2023. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa 1). Keberadaan Sanggar Bukit Pandu Dalam Pelestarian Seni Musik Tradisional di Kelurahan Tehang sudah diakui karena sudah memiliki SK kepengurusan tetap dengan tembusan kepada Dinas Pariwisata di Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas. 2). kendala pengurus Sanggar Bukit Pandu dalam Pelestarian Seni Musik Tradisional meliputi kurangnya waktu para pelatih, kendala dalam proses latihan, kendala sarana dan prasarana sanggar. 3). Upaya yang dilakukan untuk mengatasi Kendala Sanggar Bukit Pandu dalam pelestarian Seni Musik Tradisional di Kelurahan Tehang yaitu melalui menyediakan tempat latihan, melakukan pembinaan, dan menyediakan sarana dan prasarana.
LARA AYU TIRTHA HDKS
2023 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Lara Ayu Tirtha HDKS Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH.M.Pd.H Pembimbing II Megawati,S.Pi., M.Pd.H, Program Studi Pendidikan Agama Hindu FAKTOR TERJADINYA KESENJANGAN PEMAHAMAN DALAM PEMBELAJARAN AGAMA HINDU DI SDN 1 PEMANTANG KECAMATAN MENTAYA HULU KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR. Faktor Terjadinya Kesenjangan Pemahaman Dalam Pembelajaran Agama Hindu adalah untuk mengetahui, memahami, dan mengerti faktor-faktor yang mempengaruhi kesenjangan pendidikan. Faktor kesenjangan pemahaman siswa kelas V dalam memahami pembelajaran pendidikan Agama Hindu masih ada ada beberapa siswa diantaranya yang sulit untuk memahami materi. Berdasarkan latar belakang diatas, maka dalam penelitian ada dua permasalahan yang akan dibahas antara lain (1) Faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya kesenjangan pemahaman dalam pembelajaran Agama Hindu Kelas V di SDN 1 Pemantang Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, (2) Upaya apa saja yang dilakukan guru pendidikan agama hindu dalam mengatasi faktor terjadinya kesenjangan pemahaman dalam pembelajaran Agama Hindu Kelas V di SDN 1 Pemantang Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya faktor kesenjangan pemahaman dan mengetahui mendeskripsikan upaya guru pendidikan agama hindu dalam mengatasi kesenjangan pemamahaman pembelajaran siswa kelas V pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN 1 Pemantang Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori kognitif dan teori kontruktivisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun untuk pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menganalisis data yang diperoleh peneliti menggunakan Teknik anaalisis deskriptif kualitatif dengan langkah pengumpulan data, kondesansi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian bahwa :1) Faktor-faktor yang menyebabkan kesenjangan pemahaman yang bersumber dari faktor eksternal yang berasal dari luar mencakup lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat dan faktor internal dalam diri individu yang diantaranya minat belajar, kepercayaan diri seseorang, tingkat komsentrasi dalam belajar, kebiasaan belajar,frekuensi belajar, cita-cita atau motivasi belajar.2) upaya yang dilakukan dalam mengatasi faktor kesenjangan pemahaman pembelajaran yaitu memberikan bimbingan pemahaman pembelajaran Agama Hindu, memberikan contoh dalam pembelajaran Agama Hindu, Memberikan Bimbingan pada pembelajaran Agama Hindu agar pembelajaran tersebut dapat berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan.
RUSITA
2023 · Thesis · Open Access
ABSTRAK RUSITA, 2023, Pendidikan Prenatal Pada Upacara Nyaki Dilit Umat Hindu Kaharingan Dayak Ot Danum Di Desa Tumbang Naan Kabupaten Murung Raya Skripsi. Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP). Palangka Raya Pembimbing (I). Suwito, S.Ag.,M.Si. Pembimbing (II). Komang Suarta, S.Ag.,M.Si. Pendidikan Prenatal Pada Upacara Nyaki Dilit Umat Hindu Kaharingan Dayak Ot Danum memilki peran yang sangat penting yaitu: Umat Hindu Kaharingan di Kalimantan Tengah pada umumnya mempunyai berbagai macam pelaksanaan upacar agama sesuai dengan daerah aliran saungai masing-masing atau sesuai dengan daerah aliran sungai (DAS). Ritual Agama Hindu Kaharingan Khususnya di Desa Tumbang Naan Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya tidak terlepas dari masyarakat yang beragama Hindu Kaharingan dalam melaksanakan ritual keagamaan Hindu Kaharingan itu sendiri. Umat Hindu Kaharingan selalu kental dengan ritual-ritual yang kaya akan budaya dan yang patut untuk di lestarikan. Salah satunya adalah upacara Nyaki Dilit pada umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Naan Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya. Penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori religi, teori makna, dan teori pendidikan klasik. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian skripsi ini mencakup 3 (tiga) hal yaitu : (1) Bagaimana proses pelaksanaan upacara Nyaki Dilit menurut Hindu Kaharingan Dayak Ot Danum di Desa Tumbang Naan Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya?. (2). Apakah makna yang terkandung pada upacara Nyaki Dilit umat Hindu Kaharingan Dayak Ot Danum di Desa Tumbang Naan Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya?. (3). Bagaimana pendidikan prenatal pada upacara Nyaki Dilit menurut Hindu Kaharingan Dayak Ot Danum di Desa Tumbang Naan Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya?. Penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori religi menurut koentjraraningrat dengan tiga pendekatan yaitu (1) teori religi yang dalam pendekatan berorientasi kepada keyakinan, (2) teori religi yang dalam pendekatan berorientasi kepada sikap manusisa terhadap dalam alam gaib atau hal-hal yang bersifat gaib, dan (3) teori religi yang dalam pendekatan berorientasi kepda uapacara religi yang mana teori religi ini didukung oleh teori makna yang dikembangkan oleh piliang dan teori pendidikan klasik menurut jonh locke. Berdasarkan hasil penelitian upacara Nyaki Dilit yaitu terdapat bebrapa tahapan yaitu: (1) rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam melaksanakan upacara nyaki dilit, persiapan pelaksanaan upacara Nyaki Dilit dan mencari serana dan prasarana, (2) makna yang terkandung pada upacara Nyaki Dilit umat Hindu Kaharingan dayak ot danum di desa tumbang naan (1) arti setiap kalimat, (2) maksud pembicaraan atau tulisan (Wendi, 2005 : 45). Kata makna sangat berkaitan dengan kata bentuk dan fungsi dari suatu. “kata bentuk berarti system, susunan kalimat mantra Nyaki Dilit, fungsi berarti kegunaan Nyaki Dilit. proses upacara Nyaki Dilit di awali dengan penyiapan sarana dan prasarana yang digunakan pada upacara Nyaki Dilit dilanjutkan dengan mantra yang digunakan pada pelaksanaan upacara Nyaki Dilit, pendidikan prenatal pada upacara Nyaki Dilit.