Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

SISKA

17 karya publik ditemukan.

2026: 22025: 62024: 22023: 22022: 42020: 1

PEWARISAN TRADISI WADIAN DADAS DALAM MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI KECAMATAN AWANG KABUPATEN BARITO TIMUR PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA HINDU

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Wadian Dadas merupakan tradisi ritual pengobatan dan spiritualitas suku Dayak Ma’anyan yang memiliki nilai sakral sesuai dengan ajaran Hindu Kaharingan. Namun, seiring dengan arus modernisasi, tradisi ini menghadapi tantangan besar berupa krisis generasi penerus dan pergeseran makna dari ritual sakral menjadi sekadar seni pertunjukan komersial. Proses pewarisan ini harus dikelola melalui pola pendidikan yang tepat, sehingga menemukan cara agar nilai-nilai luhur di dalamnya tidak akan punah. Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti merumuskan masalah yaitu: (1) Apakah nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dalam pewarisan tradisi Wadian Dadas di Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur, (2) Bagaimanakah pola Pendidikan Agama Hindu dalam pewarisan tradisi Wadian Dadas di Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur, (3) Bagaimanakah implikasi pola Pendidikan Agama Hindu terhadap pewarisan tradisi Wadian Dadas di Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur. Adapun teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini yaitu: (1) Teori Pendidikan, (2) Teori Pewarisan dan (3) Teori Fungsional-Struktural. Metode penelitian menggunakan jenis metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari praktisi Wadian Dadas, Tokoh Adat, Guru Agama Hindu, serta masyarakat Hindu Kaharingan di Kecamatan Awang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Nilai Pendidikan Agama Hindu dalam tradisi Wadian Dadas meliputi aspek Tattwa (keyakinan pada Ranying Hatalla), Susila (etika pengendalian diri), dan Acara (pelaksanaan ritual) yang membentuk moralitas calon Wadian, (2) Pola pendidikan yang digunakan adalah pola informal dan non-formal melalui jalur Herediter (garis keturunan) dan Vocation (Panggilan Hati), dimana proses belajar terjadi secara alami melalui pengalaman langsung dan bimbingan guru, (3) Implikasi dari pola pendidikan ini adalah terjaganya eksistensi tradisi Wadian Dadas sebagai identitas religius, terciptanya mekanisme pertahanan budaya, serta terjaganya keseimbangan sosial dan spiritual masyarakat Hindu Kaharingan di Kecamatan Awang. ABSTRACT Wadian Dadas is a ritual tradition of healing and spirituality among the Dayak Ma’anyan people that holds sacred significance in accordance with the teachings of Kaharingan Hinduism. However, amid the tide of modernization, this tradition faces major challenges in the form of a crisis in the succession of practitioners and a shift in meaning from a sacred ritual to merely a commercial performance art. This process of transmission must be managed through appropriate educational approaches to ensure that the noble values embedded within the tradition do not become extinct. Based on the background described above, the researcher formulates the following research questions: (1) What are the Hindu educational values in the transmission of the Wadian Dadas tradition in Awang Subdistrict, East Barito Regency? (2) What is the pattern of Hindu education in the transmission of the Wadian Dadas tradition in Awang Subdistrict, East Barito Regency? (3) What are the implications of the Hindu educational model for the transmission of the Wadian Dadas tradition in Awang Subdistrict, East Barito Regency? The theories used to examine the issues in this study are: (1) Educational Theory, (2) Theory of Transmission, and (3) Functional-Structural Theory. The research method employed a qualitative approach using ethnography. The data collection techniques used were participant observation, in-depth interviews, and documentation. The research subjects consisted of Wadian Dadas practitioners, traditional leaders, Hindu religious teachers, and the Kaharingan Hindu community in Awang Subdistrict. The research findings indicate that: (1) The values of Hindu education within the Wadian Dadas tradition encompass the aspects of Tattwa (belief in Alahtalla Ngaburiat Hyang Piumung Jaya Pakuluwi), Susila (ethics of self-control), and Acara (ritual practice), which shape the morality of prospective Wadian practitioners; (2) The educational model employed is an informal and non-formal one transmitted through the lines of descent (lineage) and Vocation (calling of the heart), where the learning process occurs naturally through direct experience and the guidance of teachers; (3) The implications of this educational model include the preservation of the Wadian Dadas tradition as a religious identity, the creation of mechanisms for cultural preservation, and the maintenance of social and spiritual balance within the Kaharingan Hindu community in Awang Subdistrict.

PEWARISAN TRADISI WADIAN DADAS DALAM MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI KECAMATAN AWANG KABUPATEN BARITO TIMUR PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA HINDU

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Wadian Dadas merupakan tradisi ritual pengobatan dan spiritualitas suku Dayak Ma’anyan yang memiliki nilai sakral sesuai dengan ajaran Hindu Kaharingan. Namun, seiring dengan arus modernisasi, tradisi ini menghadapi tantangan besar berupa krisis generasi penerus dan pergeseran makna dari ritual sakral menjadi sekadar seni pertunjukan komersial. Proses pewarisan ini harus dikelola melalui pola pendidikan yang tepat, sehingga menemukan cara agar nilai-nilai luhur di dalamnya tidak akan punah. Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti merumuskan masalah yaitu: (1) Apakah nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dalam pewarisan tradisi Wadian Dadas di Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur, (2) Bagaimanakah pola Pendidikan Agama Hindu dalam pewarisan tradisi Wadian Dadas di Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur, (3) Bagaimanakah implikasi pola Pendidikan Agama Hindu terhadap pewarisan tradisi Wadian Dadas di Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur. Adapun teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini yaitu: (1) Teori Pendidikan, (2) Teori Pewarisan dan (3) Teori Fungsional-Struktural. Metode penelitian menggunakan jenis metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari praktisi Wadian Dadas, Tokoh Adat, Guru Agama Hindu, serta masyarakat Hindu Kaharingan di Kecamatan Awang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Nilai Pendidikan Agama Hindu dalam tradisi Wadian Dadas meliputi aspek Tattwa (keyakinan pada Ranying Hatalla), Susila (etika pengendalian diri), dan Acara (pelaksanaan ritual) yang membentuk moralitas calon Wadian, (2) Pola pendidikan yang digunakan adalah pola informal dan non-formal melalui jalur Herediter (garis keturunan) dan Vocation (Panggilan Hati), dimana proses belajar terjadi secara alami melalui pengalaman langsung dan bimbingan guru, (3) Implikasi dari pola pendidikan ini adalah terjaganya eksistensi tradisi Wadian Dadas sebagai identitas religius, terciptanya mekanisme pertahanan budaya, serta terjaganya keseimbangan sosial dan spiritual masyarakat Hindu Kaharingan di Kecamatan Awang. ABSTRACT Wadian Dadas is a ritual tradition of healing and spirituality among the Dayak Ma’anyan people that holds sacred significance in accordance with the teachings of Kaharingan Hinduism. However, amid the tide of modernization, this tradition faces major challenges in the form of a crisis in the succession of practitioners and a shift in meaning from a sacred ritual to merely a commercial performance art. This process of transmission must be managed through appropriate educational approaches to ensure that the noble values embedded within the tradition do not become extinct. Based on the background described above, the researcher formulates the following research questions: (1) What are the Hindu educational values in the transmission of the Wadian Dadas tradition in Awang Subdistrict, East Barito Regency? (2) What is the pattern of Hindu education in the transmission of the Wadian Dadas tradition in Awang Subdistrict, East Barito Regency? (3) What are the implications of the Hindu educational model for the transmission of the Wadian Dadas tradition in Awang Subdistrict, East Barito Regency? The theories used to examine the issues in this study are: (1) Educational Theory, (2) Theory of Transmission, and (3) Functional-Structural Theory. The research method employed a qualitative approach using ethnography. The data collection techniques used were participant observation, in-depth interviews, and documentation. The research subjects consisted of Wadian Dadas practitioners, traditional leaders, Hindu religious teachers, and the Kaharingan Hindu community in Awang Subdistrict. The research findings indicate that: (1) The values of Hindu education within the Wadian Dadas tradition encompass the aspects of Tattwa (belief in Alahtalla Ngaburiat Hyang Piumung Jaya Pakuluwi), Susila (ethics of self-control), and Acara (ritual practice), which shape the morality of prospective Wadian practitioners; (2) The educational model employed is an informal and non-formal one transmitted through the lines of descent (lineage) and Vocation (calling of the heart), where the learning process occurs naturally through direct experience and the guidance of teachers; (3) The implications of this educational model include the preservation of the Wadian Dadas tradition as a religious identity, the creation of mechanisms for cultural preservation, and the maintenance of social and spiritual balance within the Kaharingan Hindu community in Awang Subdistrict.

Eefektivitas Penanganan Kesulitan membaca Pada siswa Di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Anastasya, Siska, 2025, Efektivitas Penanganan Kesulitan Membaca Pada Siswa di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dosen Pembimbing I: Dr. Suryanto, S.P.d.,M.Pd Dan Dosen Pembimbing II: Santang, S,Pd.,M.Hum Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang efektivitas penanganan kesulitan membaca pada siswa di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya. Kesulitan membaca merupakan salah satu permasalahan fundamental dalam pendidikan dasar yang dapat berdampak signifikan terhadap prestasi belajar siswa secara keseluruhan. Mengingat pentingnya kemampuan membaca sebagai landasan pembelajaran, identifikasi dan penanganan yang efektif menjadi krusial. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dan teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya disajikan dalam laporan penelitian berupa skripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan kesulitan membaca di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya telah dilakukan melalui beberapa strategi, meliputi (1). bimbingan individual, penggunaan metode membaca yang bervariasi, serta dukungan dari guru dan orang tua. Meskipun demikian, efektivitas penanganan ini bervariasi antar siswa, tergantung pada tingkat kesulitan, konsistensi intervensi, dan faktor pendukung lainnya. (2) faktor penyebab kesulitan membaca pada siswa kurangnya keinginan untuk belajar, minimnya motivasi dan inisiatif untuk berlatih membaca di luar jam pelajaran, perhatian serta bimbingan orang tua dalam membimbing anak-anak mereka belajar membaca di luar jam sekolah masih sangat terbatas. Hal ini mengakibatkan siswa tidak mendapatkan penguatan yang cukup di lingkungan rumah untuk mengembangkan kemampuan membaca mereka. (3) Upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi kesulitan membaca dengan menyesuaikan materi bacaan dengan tingkat kemampuan siswa. memilih buku yang sesuai dengan level membaca siswa, siswa didorong untuk membaca buku bersama-sama, menciptakan lingkungan belajar yang suportif. untuk membangun kepercayaan diri dan kelancaran siswa, siswa diminta membaca buku dengan suara keras menggunakan mikrofon di depan kelas secara bergantian.

Kreativitas Guru Agama Hindu Dalam Memotivasi Belajar Siswa Agama Hindu di SD Negeri 2 Kaburan Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Siska Pebriana Antika, 2025. Kreativitas Guru Agama Hindu Dalam Memotivasi Belajar Siswa Agama Hindu di SD Negeri 2 Kaburan Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas. Pembimbing I Dr. Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.A Pembimbing II Drs. I Ketut Soter, M.Pd.H Kreativitas guru agama Hindu sangat penting dalam proses pembelajaran karena berperan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana kreativitas guru agama Hindu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa di SD Negeri 2 Kaburan, Kecamatan Pasak Talawang, Kabupaten Kapuas Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan berupa kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan (conclusions drawing). Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa 1). Kreativitas Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Agama Hindu yaitu menggunakan beberapa metode pembelajaran yaitu menggunakan (a). Metode Ceramah, (b) metode diskusi dan (c) metode tanya jawab (d) Pemberian motivasi melalui cerita-cerita yang menggugah semangat belajar dan diselingi dengan ice breaking, absensi acak, serta permainan kuis. Dan media pembelajaran yang digunakan yaitu, papan tulis, LKS dan buku paket. 2) Kendala Guru Agama Hindu Dalam Berkreativitas Untuk Memotivasi Belajar Siswa Agama Hindu yaitu: (a) Karakter siswa agama Hindu yang beragam, membuat guru kesulitan mengetahui apakah siswa agama Hindu itu memahami atau tidak dengan materi pembelajaran yang di sampaikan, hal ini dapat menghambat guru dalam mengembangkan kreativitas mengajar untuk memotivasi siswa. (b) siswa agama Hindu yang susah diatur dan siswa agama Hindu yang tidak bisa membaca, menulis materi pembelajaran yang diajarkan kendala yang dihadapi guru dalam mengembangkan kreativitas mengajar untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. (c) Dalam proses pembelajaran kendala dihadapi guru agama Hindu terdapat pada sarana dan prasarana yang terbatas, hal tersebut dapat menghambat guru dalam mengembangkan kreativitas mengajar di kelas.3) Upaya Guru Agama Hindu Dalam Menghadapi Kendala Untuk Berkreativitas Dalam Memotivasi Belajar Siswa Agama Hindu yaitu :(a) Mengenbangkan metode pembelajaran yang pariatif, (b) Pendekatan pariatif berbasis visual (c) Pendekatan yang inovatif. Kata Kunci : Kreativitas, Guru, Motivasi

Pelestarian seni kriya sapuyung pada masyarakat desa tumbang kalemei kecamatan katingan tengah kabupaten katingan

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Natalia Fransiska, 2025. Pelestarian Seni Kriya Sapuyung Pada Masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan, Skripsi Prodi Pendidikan Seni Dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Hendri, S.Ag., M.Si Pembimbing II Roy Wentas, M.Pd Seni kriya merupakan cabang seni rupa yang menitik beratkan pada keterampilan tangan dalam menciptakan karya bernilai fungsi dan estetika. Karya ini mengangkat sapuyung sebagai objek utama, yaitu penutup kepala tradisional yang memiliki nilai budaya, estetika, dan ekonomi yang mendalam. Tujuan dari karya ini adalah untuk melestarikan warisan budaya lokal sekaligus memperkenalkan nilai-nilai filosofis di balik sapuyung kepada masyarakat luas dalam bentuk visual yang lebih kontekstual. Seni kriya sapuyung merupakan seni anyaman khas Kalimantan Tengah yang dapat digunakan pada kehidupan seharihari. Namun pengrajin seni kriya sapuyung hanya beberapa orang saja yang bisa menganyam sehingga perlu adanya pelestarian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Bagaimana bentuk seni kriya Sapuyung pada masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan? 2. Bagaimana pelestarian seni kriya Sapuyung pada masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan? 3. Apa saja nilai seni kriya Sapuyung pada masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah menggunakan tiga teori yaitu teori bentuk, teori pelestarian budaya, dan teori nilai. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan penentuan informan yaitu Teknik purposive sampling. Sementara itu, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi, selanjutnya Teknik analisis data yang digunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Berdasarkan dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa: 1.Seni kriya sapuyung merupakan seni kerajinan tangan yang memilki bentuk bulat dan dapat digunakan pada kehidupan sehari-hari seperti berladang. 2. Pelestarian seni kriya sapuyung para Pengrajin seni kriya sapuyung berusaha meningkatkan minat masyarakat pada seni kriya sapuyung yaitu dengan suatu usaha yang diajarkan kepada generasi berikutnya. 3. Nilai seni kriya sapuyung pemahaman tentang nilai-nilai ini dapat membantu kita untuk lebih menghargai dan memahami karya seni kriya, baik dari segi estetika, fungsi, sosial, ekonomi maupun makna budaya dan sejarah yang terkandung di dalamnya. Kata kunci : Pelestarian, Seni Kriya, Sapuyung

Efektivitas Penanganan Kesulitan Membaca pada Siswa di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anastasya, Siska, 2025, Efektivitas Penanganan Kesulitan Membaca Pada Siswa di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dosen Pembimbing I: Dr. Suryanto, S.Pd.,M.Pd Dan Dosen Pembimbing II: Santang, S,Pd.,M.Hum Kesulitan membaca merupakan salah satu permasalahan fundamental dalam pendidikan dasar yang dapat berdampak signifikan terhadap prestasi belajar siswa secara keseluruhan. Mengingat pentingnya kemampuan membaca sebagai landasan pembelajaran, identifikasi dan penanganan yang efektif menjadi krusial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang efektivitas penanganan kesulitan membaca pada siswa di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan efektivitas penanganan kesulitan membaca yang dilakukan oleh guru pada siswa di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya (2) untuk mengidentifikasi Faktor-Faktor yang menyebabkan kesulitan membaca pada siswa di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya (3) Untuk menganalisis upaya penanganan kesulitan membaca pada siswa di SDN 1 Menteng kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini dilaksanakan di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya pada 13 Juni sampai 13 Juli 2025. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, dalam penelitian ini peneliti memperoleh infroman yaitu wali kelas 1 sampai 5, siswa kelas V, dan orang tua siswa. Pada penelitian ini data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman (1994) yaitu: reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan kesulitan membaca di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya telah dilakukan melalui beberapa strategi, meliputi (1) bimbingan individual, penggunaan metode membaca yang bervariasi, serta dukungan dari guru dan orang tua. Meskipun demikian, efektivitas penanganan ini bervariasi antar siswa, tergantung pada tingkat kesulitan, konsistensi intervensi, dan faktor pendukung lainnya. (2) Faktor penyebab kesulitan membaca pada siswa kurangnya keinginan untuk belajar, minimnya motivasi dan inisiatif untuk berlatih membaca di luar jam pelajaran, perhatian serta bimbingan orang tua dalam membimbing anak-anak mereka belajar membaca di luar jam sekolah masih sangat terbatas. Hal ini mengakibatkan siswa tidak mendapatkan penguatan yang cukup di lingkungan rumah untuk mengembangkan kemampuan membaca mereka. (3) Upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi kesulitan membaca dengan menyesuaikan materi bacaan dengan tingkat kemampuan siswa. Memilih buku yang sesuai dengan level membaca siswa, siswa didorong untuk membaca buku bersama-sama, menciptakan lingkungan belajar yang suportif. untuk membangun kepercayaan diri dan kelancaran siswa, siswa diminta membaca buku dengan suara keras menggunakan mikrofon di depan kelas secara bergantian

Kreativitas Guru Agama Hindu dalam Memotivasi Belajar Siswa Agama Hindu di SD Negeri 2 Kaburan Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Siska Pebriana Antika, 2025. Kreativitas Guru Agama Hindu Dalam Memotivasi Belajar Siswa Agama Hindu di SD Negeri 2 Kaburan Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas. Pembimbing I Dr. Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.A Pembimbing II Drs. I Ketut Soter, M.Pd.H Kreativitas guru agama Hindu sangat penting dalam proses pembelajaran karena berperan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana kreativitas guru agama Hindu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa di SD Negeri 2 Kaburan, Kecamatan Pasak Talawang, Kabupaten Kapuas Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan berupa kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan (conclusions drawing). Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa 1). Kreativitas Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Agama Hindu yaitu menggunakan beberapa metode pembelajaran yaitu menggunakan (a). Metode Ceramah, (b) metode diskusi dan (c) metode tanya jawab (d) Pemberian motivasi melalui cerita-cerita yang menggugah semangat belajar dan diselingi dengan ice breaking, absensi acak, serta permainan kuis. Dan media pembelajaran yang digunakan yaitu, papan tulis, LKS dan buku paket. 2) Kendala Guru Agama Hindu Dalam Berkreativitas Untuk Memotivasi Belajar Siswa Agama Hindu yaitu: (a) Karakter siswa agama Hindu yang beragam, membuat guru kesulitan mengetahui apakah siswa agama Hindu itu memahami atau tidak dengan materi pembelajaran yang di sampaikan, hal ini dapat menghambat guru dalam mengembangkan kreativitas mengajar untuk memotivasi siswa. (b) siswa agama Hindu yang susah diatur dan siswa agama Hindu yang tidak bisa membaca, menulis materi pembelajaran yang diajarkan kendala yang dihadapi guru dalam mengembangkan kreativitas mengajar untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. (c) Dalam proses pembelajaran kendala dihadapi guru agama Hindu terdapat pada sarana dan prasarana yang terbatas, hal tersebut dapat menghambat guru dalam mengembangkan kreativitas mengajar di kelas.3) Upaya Guru Agama Hindu Dalam Menghadapi Kendala Untuk Berkreativitas Dalam Memotivasi Belajar Siswa Agama Hindu yaitu :(a) Mengenbangkan metode pembelajaran yang pariatif, (b) Pendekatan pariatif berbasis visual (c) Pendekatan yang inovatif. Kata Kunci : Kreativitas, Guru, Motivasi

Pelestarian Seni Kriya Sapuyung pada Masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Natalia Fransiska, 2025. Pelestarian Seni Kriya Sapuyung Pada Masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan, Skripsi Prodi Pendidikan Seni Dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Hendri, S.Ag., M.Si Pembimbing II Roy Wentas, M.Pd Seni kriya merupakan cabang seni rupa yang menitik beratkan pada keterampilan tangan dalam menciptakan karya bernilai fungsi dan estetika. Karya ini mengangkat sapuyung sebagai objek utama, yaitu penutup kepala tradisional yang memiliki nilai budaya, estetika, dan ekonomi yang mendalam. Tujuan dari karya ini adalah untuk melestarikan warisan budaya lokal sekaligus memperkenalkan nilai-nilai filosofis di balik sapuyung kepada masyarakat luas dalam bentuk visual yang lebih kontekstual. Seni kriya sapuyung merupakan seni anyaman khas Kalimantan Tengah yang dapat digunakan pada kehidupan seharihari. Namun pengrajin seni kriya sapuyung hanya beberapa orang saja yang bisa menganyam sehingga perlu adanya pelestarian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Bagaimana bentuk seni kriya Sapuyung pada masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan? 2. Bagaimana pelestarian seni kriya Sapuyung pada masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan? 3. Apa saja nilai seni kriya Sapuyung pada masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah menggunakan tiga teori yaitu teori bentuk, teori pelestarian budaya, dan teori nilai. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan penentuan informan yaitu Teknik purposive sampling. Sementara itu, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi, selanjutnya Teknik analisis data yang digunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Berdasarkan dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa: 1.Seni kriya sapuyung merupakan seni kerajinan tangan yang memilki bentuk bulat dan dapat digunakan pada kehidupan sehari-hari seperti berladang. 2. Pelestarian seni kriya sapuyung para Pengrajin seni kriya sapuyung berusaha meningkatkan minat masyarakat pada seni kriya sapuyung yaitu dengan suatu usaha yang diajarkan kepada generasi berikutnya. 3. Nilai seni kriya sapuyung pemahaman tentang nilai-nilai ini dapat membantu kita untuk lebih menghargai dan memahami karya seni kriya, baik dari segi estetika, fungsi, sosial, ekonomi maupun makna budaya dan sejarah yang terkandung di dalamnya. Kata kunci : Pelestarian, Seni Kriya, Sapuyung

Literasi Informasi dan Perpustakaan - Jejak Pustaka

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku ini bertujuan sebagai referensi bagi peneliti di bidang literasi informasi untuk melihat model-model penerapan literasi informasi baik di sekolah, Perguruan Tinggi, di lingkungan kerja dan di lingkungan masyarakat. Literasi informasi dan perpustakaan merupakan dua aspek yang saling berhubungan di era perkembangan informasi. Pustakawan dituntut untuk bisa mengembangkan literasi informasi dan membuat inovasiinovasi dalam penerapan literasi informasi di instansi tempat mereka bekerja. Buku ini dapat digunakan sebagai pedoman dalam melihat bagaimana literasi informasi dan peran pustakawan dalam peningkatan literasi informasi. Materi dalam buku ini selain berisi mengenai model penerapan literasi informasi juga berisi langkah-langkah apa yang bisa dilakukan oleh pustakawan dalam peningkatan literasi informasi masyarakat. Selain itu buku ini juga membahas literasi informasi dalam lingkungan kerja dan manfaat informasi dalam kehidupan sehari-hari atau bermasyarakat sehingga buku ini tidak hanya bisa digunakan dari kalangan Praktisi, Dosen, Mahasiswa, Pegiat Literasi namun juga oleh masyarakat yang tertarik dalam penggunaan informasi.

Manajemen Komunikasi Digital Terkini

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Proses komunikasi di dunia digital, tidak berlangsung di ruang hampa, karena itu penting untuk membenahi tata kelola dari pola komunikasi digital. Komunikasi digital adalah realitas dan bentuk baru dari kehidupan manusia modern. Format tersebut, membentuk kompleksitas serta budaya yang menyertainya. Perencanaan komunikasi digital menjadi sebuah hal vital di masa kini. Bila tidak mampu dikelola, kegagalan komunikasi digital bisa jadi berdampak fatal bagi eksistensi sebuah citra. Buku ini menawarkan perspektif yang lengkap dalam mengelola strategi komunikasi digital. Pada akhirnya, buku yang dirangkum dari beberapa penulis yang dijadikan sebuah kolaborasi ini menawarkan kedalaman pembahasan dari aspek teoritik hingga tingkat praktis, disertai berbagai detail operasional dalam mengelola hingga mengukur keberhasilan manajemen komunikasi digital. Semoga dengan kehadiran buku ini dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan dan wawasan akan pengetahuan tentang manajemen komunikasi digital terkini.

Pengembangan Tarian Dadas Sebagai Destinasi Wisata Budaya Di Kecamatan Paku Beto Kabupaten Barito Timur

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tarian Dadas adalah jenis tarian tradisional yang berasal dari suku Dayak Ma’anyan yang ada di pedalaman Kalimantan Tengah. Pada zaman dahulu tarian dadas bukanlah disebut sebagai tarian melainkan balian, karena pada sejarahnya tarian dadas merupakan sebuah ritual yang digunakan untuk mengobati orang yang sedang menderita sebuah penyakit. Berdasarkan latar diatas maka peneliti merumuskan masalah yaitu (1) Bagaimanakah Perkembangan Tarian Dadas Di Kecamatan Paku Beto Kabupaten Barito Timur, (2) Apakah Upaya Yang Dilakukan Oleh Pelaku Seni Di Kecamatan Paku Beto Untuk Mengembangkan Tarian Dadas Sebagai Destinasi Wisata Budaya Di Kecamatan Paku Beto Kabupaten Barito Timur. Adapun teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan pada penelitian ini yaitu; (1) Teori Struktural-Fungsional dan (2) Teori Pengembangan Pariwisata. Metode penelitian menggunakan jenis metode analisis deskriptif kualitatif serta teknik pengumpulan data yang digunakan adalah; observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Subjek penelitian ini adalah Staff bagian Budaya Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Barito Timur, Kepala Desa Paku, Pengelola Sanggar Panunraun Jatuh, Balian Dadas, Pelatih Tari Dan Para Penari. Berdasarkan teori Fungsional-Struktural yang memandang tentang sebuah keteraturan sistem budaya dalam memenuhi fungsinya maka hasil penelitian ini adalah: (1) Perkembangan tarian dadas terletak pada variasi tarian, kostum, musik dan lainnya yang dikemas agar tidak monoton dan lebih menarik dalam menjadi destinasi wisata budaya di Kecamatan Paku Beto Kabupaten Barito Timur, dan berdasarkan Teori Pengembangan Pariwisata yang membahas berbagai upaya pengembangan dengan tujuan untuk memajukan pariwisata; (2) Upaya pengembangan tarian dadas sebagai wisata budaya di Kecamatan Paku Beto Kabupaten Barito Timur adalah memberikan dukungan dan motivasi dalam bentuk fasilitas, anggaran dan semangat pada setiap kegiatan yang berhubungan dengan tarian dadas dalam dunia kepariwisataan.

Pengembangan Tarian Dadas sebagai Destinasi Wisata Budaya di Kecamatan Paku Beto Kabupaten Barito Timur

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tarian Dadas adalah jenis tarian tradisional yang berasal dari suku Dayak Ma’anyan yang ada di pedalaman Kalimantan Tengah. Pada zaman dahulu tarian dadas bukanlah disebut sebagai tarian melainkan balian, karena pada sejarahnya tarian dadas merupakan sebuah ritual yang digunakan untuk mengobati orang yang sedang menderita sebuah penyakit. Berdasarkan latar diatas maka peneliti merumuskan masalah yaitu (1) Bagaimanakah Perkembangan Tarian Dadas Di Kecamatan Paku Beto Kabupaten Barito Timur, (2) Apakah Upaya Yang Dilakukan Oleh Pelaku Seni Di Kecamatan Paku Beto Untuk Mengembangkan Tarian Dadas Sebagai Destinasi Wisata Budaya Di Kecamatan Paku Beto Kabupaten Barito Timur. Adapun teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan pada penelitian ini yaitu; (1) Teori Struktural-Fungsional dan (2) Teori Pengembangan Pariwisata. Metode penelitian menggunakan jenis metode analisis deskriptif kualitatif serta teknik pengumpulan data yang digunakan adalah; observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Subjek penelitian ini adalah Staff bagian Budaya Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Barito Timur, Kepala Desa Paku, Pengelola Sanggar Panunraun Jatuh, Balian Dadas, Pelatih Tari Dan Para Penari. Berdasarkan teori Fungsional-Struktural yang memandang tentang sebuah keteraturan sistem budaya dalam memenuhi fungsinya maka hasil penelitian ini adalah: (1) Perkembangan tarian dadas terletak pada variasi tarian, kostum, musik dan lainnya yang dikemas agar tidak monoton dan lebih menarik dalam menjadi destinasi wisata budaya di Kecamatan Paku Beto Kabupaten Barito Timur, dan berdasarkan Teori Pengembangan Pariwisata yang membahas berbagai upaya pengembangan dengan tujuan untuk memajukan pariwisata; (2) Upaya pengembangan tarian dadas sebagai wisata budaya di Kecamatan Paku Beto Kabupaten Barito Timur adalah memberikan dukungan dan motivasi dalam bentuk fasilitas, anggaran dan semangat pada setiap kegiatan yang berhubungan dengan tarian dadas dalam dunia kepariwisataan.

Metodologi Penelitian Kuantitatif

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pokok-pokok bahasan dalam buku ini mencakup: Paradigma Penelitian Kuantitatif ; Perbedaan antara Penelitian Kuantitatif dengan Penelitian Kualitatif; Latar Belakang, Perumusan Masalah, Tujuan dan Signifikansi Penelitian; Teori dan Kajian Pustaka; Variabel dan Hipotesis Penelitian Kuantitatif; Menyusun Kuesioner; Penentuan Populasi Sampel dan Data Penelitian Kuantitatif; Dasar-Dasar Statistik dalam Penelitian Kuantitatif; Uji Statistik pada Analisis Deskriptif, Asosiatif dan Komparatif; Uji Anova; Penyajian Data, Analisis Data, dan Interpretasi Data Kuantitatif; Menyusun Proposal Penelitian; dan Menyusun Laporan Penelitian.

PENYELESAIAN KASUS PERKELAHIAN MELALUI SIDANG HUKUM ADAT DAYAK (Studi Pada Masyarakat Dayak Siang Di Desa Kalang Kaluh Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya)

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Siska, 2022 : Penyelesaian Kasus Perkelahian Melalui Sidang Hukum Adat Dayak Siang Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Armadiasyah, S.Ag.,SH., MH, dan Pembimbing II Herwandi, S,Pd.H.,MH. Sidang hukum adat adalah merupakan suatu lembaga adat, dimana setiap pelanggaran terhadap hukum adat di selesaikan melalui petugas adat atau fungsionalis kepala adat. Sidang hukum adat ini berfungsi sebagai peradilan adat untuk menegakan keadilan dengan cara memberikan putusan yang bersifat mengikat. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 2 (dua) hal yaitu: (1) Bagaimana pelaksanaan penyelesaian kasus perkelahian melalui sidang hukum adat Dayak Siang? .(2) Apakah penyelesaian kasus perkelahian melalui sidang hukum Adat Dayak Siang dapat memenuhi rasa keadilan bagi pelaku dan korban yang bersangkutan?. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori penyelesaian sangketa dan teori keadilan , adapun jenis penelitian ini adalah jenis penelitian hukum empiris dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengambil lokasi penelitian di Desa Kalang Kaluh Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya, sedangkan untuk mendapatkan data yang palit peneliti menggunakan teknik observasi,wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Adapun yang menjadi informan atau narasumber penelitian ini adalah mantir adat,tokoh masyarakat, serta pelaku dan korban. Dari hasil penelitian dan analisis data tersebut maka dapat disimpulkan yaitu: 1.Pelaksanaan penyelesaian kasus perkelahian melalui sidang hukum adat Dayak Siang di selesaikan oleh Mantir Adat sebagai delik aduan, karena korban atau keluarga korban perkelahian merasa keberatan maka melaporkan kepada Mantir Adat atau kepala adat. Selanjutnya Mantir Adat memanggil masyarakat untuk mengadakan sidang adat. Di sertai dengan uang meja perkara Rp 100.000 yang diberikan kepada Mantir Adat oleh pihak pertama. 2.Penyelesaian kasus perkelahian melalui sidang adat Dayak Siang dapat memenuhi rasa keadian bagi pelaku dan korban. Bagi Korban, sidang hukum adat Dayak lebih mampu memberi atau memenuhi secara lebih baik kebutuhan dan rasa adil dibandingkan dengan proses peradilan pidana biasa. Bagi Pelaku, sidang hukum adat Dayak memberi kesempatan untuk mendapatkan kembali rasa hormat dari masyarakat daripada terus menerus dicaci oleh masyarakat .Bagi Masyarakat, dengan adanya perkara yang di selesaikan melalui Sidang hukum adat Dayak, dapat mengembalikan keseimbangan yang ada didalam masyarakat. sehingga dapat terwujud keamanan dan ketertiban dalam masyarakat.

PENYELESAIAN KASUS PERKELAHIAN MELALUI SIDANG HUKUM ADAT DAYAK (Studi Pada Masyarakat Dayak Siang Di Desa Kalang Kaluh Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya)

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Siska, 2022 : Penyelesaian Kasus Perkelahian Melalui Sidang Hukum Adat Dayak Siang Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Armadiasyah, S.Ag.,SH., MH, dan Pembimbing II Herwandi, S,Pd.H.,MH. Sidang hukum adat adalah merupakan suatu lembaga adat, dimana setiap pelanggaran terhadap hukum adat di selesaikan melalui petugas adat atau fungsionalis kepala adat. Sidang hukum adat ini berfungsi sebagai peradilan adat untuk menegakan keadilan dengan cara memberikan putusan yang bersifat mengikat. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 2 (dua) hal yaitu: (1) Bagaimana pelaksanaan penyelesaian kasus perkelahian melalui sidang hukum adat Dayak Siang? .(2) Apakah penyelesaian kasus perkelahian melalui sidang hukum Adat Dayak Siang dapat memenuhi rasa keadilan bagi pelaku dan korban yang bersangkutan?. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori penyelesaian sangketa dan teori keadilan , adapun jenis penelitian ini adalah jenis penelitian hukum empiris dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengambil lokasi penelitian di Desa Kalang Kaluh Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya, sedangkan untuk mendapatkan data yang palit peneliti menggunakan teknik observasi,wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Adapun yang menjadi informan atau narasumber penelitian ini adalah mantir adat,tokoh masyarakat, serta pelaku dan korban. Dari hasil penelitian dan analisis data tersebut maka dapat disimpulkan yaitu: 1.Pelaksanaan penyelesaian kasus perkelahian melalui sidang hukum adat Dayak Siang di selesaikan oleh Mantir Adat sebagai delik aduan, karena korban atau keluarga korban perkelahian merasa keberatan maka melaporkan kepada Mantir Adat atau kepala adat. Selanjutnya Mantir Adat memanggil masyarakat untuk mengadakan sidang adat. Di sertai dengan uang meja perkara Rp 100.000 yang diberikan kepada Mantir Adat oleh pihak pertama. 2.Penyelesaian kasus perkelahian melalui sidang adat Dayak Siang dapat memenuhi rasa keadian bagi pelaku dan korban. Bagi Korban, sidang hukum adat Dayak lebih mampu memberi atau memenuhi secara lebih baik kebutuhan dan rasa adil dibandingkan dengan proses peradilan pidana biasa. Bagi Pelaku, sidang hukum adat Dayak memberi kesempatan untuk mendapatkan kembali rasa hormat dari masyarakat daripada terus menerus dicaci oleh masyarakat .Bagi Masyarakat, dengan adanya perkara yang di selesaikan melalui Sidang hukum adat Dayak, dapat mengembalikan keseimbangan yang ada didalam masyarakat. sehingga dapat terwujud keamanan dan ketertiban dalam masyarakat.

Pendidikan Profesi Keguruan dan Teknologi Pendidikan

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku ini diharapkan dapat hadir memberi kontribusi positif dalam ilmu pengetahuan khususnya terkait dengan Pendidikan Profesi Keguruan dan Teknologi Pendidikan. Sistematika buku book chapter Pendidikan Profesi Keguruan dan Teknologi Pendidikan ini mengacu pada pendekatan konsep teoritis dan contoh penerapan. Oleh karena itu diharapkan book chapter ini dapat menjawab tantangan dan persoalan dalam sistem pengajaran di perguruan tinggi dan sejenis lainnya.

Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini mengkaji Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing suasana belajar di kelas kadang proses belajar siswa terhambat karena apa yang dijelaskan lain dari materi yang dicatat oleh siswa. Berdasarkan dari latar belakang tersebut, Skripsi ini mengkaji tentang (1). Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing (2) Kendala Atau Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penentuan informan teknik purposive. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dekomentasi. Teknik analisis data yang dilakukan melalui empat tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hal penelitian ini dikajikan dengan teori peran, teori Behaviorisme. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: (1) Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing, yang di lakukan Selaku guru mata pelajaran Agama Hindu dalam pelaksanakan evaluasi pembelajaran guru melaksanakan evaluasi yaitu evaluasi formatif digunakan unruk mengevalusai kemajuan belajar siswa selama berlangsungnya proses belajar menjagar disekolah, evaluasi sumatif adalah penilaian yang dilakukan pada akhir dari suatu unit kegiatan belajar mengajar tertentu (cawu/semester) yang bertujuan untuk mengambil keputusan tentang berhasil (lulus) atau gagalnya (tidak lulus) suatu proses pembelajaran, (2) Kendala Atau Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing yaitu Faktor penghambat evaluasi ini kesulitan guru dalam menyesuaikan kurikulum, karena di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing Berlaku Kurikulum K13, jadi dari KTSP ke Kurikulum K13, harus ada penyesuaian-penyesuaian banyak terjadi perubahan dalam hal evaluasi ini jadi kesulitan guru pada penyesuaian evaluasi, untuk K13 guru juga kerepotan yaitu karena katerian pelajaran terlalu banyak tagihan.